zaralde.com

Akhir Ramadhan
Sunday, September 28, 2008

Satu bulanan ini penuh dengan ngelobi calon donatur, bikin kontrak, memilah-milah kebutuhan kandidat, dan bikin milis-milis. Alhamdulillah, saat ini udah terkumpul 33 donatur yang men-support 31 tersantun. rasionya 33:31, hampir 1:1. 31 orang ini tepatnya 3 orang anak asuh dan 6 keluarga guru asuh yang memiliki total 29 anggota keluarga. Kalo ada yang berminat gabung, please let me know.

Tambahan lagi, ternyata kegiatan ini masuk youtube. Direkam oleh seorang mahasiswa di perancis yang walau pun lagi sakit, masih aja ngomongin kegiatan sosial.

http://www.youtube.com/watch?v=agmtvx72yHI

Get well soon Bez! Semoga kondisi kamu membaik.

Kita sekeluarga juga ingin mengucapkan mohon maaf lahir batin. Gua tahu gua bukan pemilik blog yang baik. Mohon maaf untuk salah-salah kata dan untuk kata yang tidak terucap.

Rgds.

Labels: ,





Guru Asuh - Kisah Yang Berlanjut
Thursday, September 04, 2008

Ada yang pernah baca ini: http://suamigila.com/2008/05/asuhan.html ??

Di sana gua cerita ttg perkembangan kita mencari donatur untuk anak-anak tidak mampu dan sebuah wacana untuk mencari donatur untuk guru-guru yang tidak mampu.

Untuk anak asuh, gua dan adik-adik di ITB (Ima dan Puti) sudah mensukseskan support tahunan untuk 5 anak asuh. sampe-sampe sekarang Ima kesulitan handle.

Tiba sekarang merealisasikan guru asuh. Setelah satu tahun nyari kontak yang tepat, gua nemu seseorang bernama Yanti Herlanti. Dia punya multiply that is regularly updated: http://yherlanti1971.multiply.com/

Setelah ketemu. Kita ngobrol lewat email dan dia mulai mencari kandidat-kandidat guru. Dalam waktu 1 bulan udah ketemu 2 orang guru. Pak Musa & Pak Harun. Ini sedikit esai tentang mereka berdasarkan wawancara:

Pak Musa
Pak Musa adalah guru pamong untuk mata pelajaran matematika di SMP Terbuka Pamijahan, Kab. Bogor. SMP Terbuka Pamijahan berlokasi di SMP Negeri Pamijahan dan mengambil waktu belajar di petang hari. SMP Terbuka adalah SMP yang diperuntukkan bagi anak-anak yang kekurangan waktu sekolah karena bekerja membantu orang tuannya atau bagi anak-anak yang tidak punya uang untuk sekolah di SMP negeri/swasta. Kebanyakan murid di SMP Terbuka, siswa yang rawan drop out. Guru pamong di SMP Terbuka selain memberikan pelajaran, juga memberikan motivasi pada siswa akan perlunya sekolah. Untuk mendapatkan murid di SMP Terbuka, Pak Musa secara door to door mengetuk pintu calon orang tua murid yang tidak memasukkan anaknya untuk lanjut di SMP Negeri Pamijahan, agar mau menyekolahkan anak di SMP Terbuka Pamijahan dengan gratis. Untuk keperluan ini Pak Musa harus rela mencari murid sampai puluhan kilo meter dan mendapat tanggapan berbeda dari para orang tua, diantaranya menolak anaknya sekolah. Salah satu ungkapan yang sering dilontarkan orang tua adalah “saya membesarkan anak untuk bisa cari uang, tanpa sekolah pun anak-anak tetap bisa bertani dan beternak”. Kebanyakan orang tua di Kec. Pamijahan memang kurang perduli dengan sekolah, bagi mereka sudah cukup baca tulis di SD, selanjutnya menggarap lahan pertanian dan peternakan mereka. Pak Musa termasuk guru kreatif, mengetahui bahwa orang tua pun mengharapkan anak-anak mendapatkan penghasilan, maka Pak Musa bersama anak-anak terbuka mengelola kambing dan memanfaatkan lahan di sekolah untuk bertani, hasilnya bisa dipanen anak-anak.

Anak-anak di SMP Terbuka cukup dekat dengan Pak Musa, beberapa anak menganggapnya sebagai bapak, dan karena motivasi Pak Musa juga, beberapa anak menganggap penting sekolah dan melanjutkan ke jenjang lebih tinggi, yaitu SMA. Kepandaian komputer Pak Musa, digunakan untuk mengajarkan anak-anak di SMP Terbuka agar melek komputer. Malam hari adalah waktu yang Pak Musa gunakan untuk mengajarkan komputer pada mereka, dengan mengambil tempat di lab. Komputer di SMP Negeri Pamijahan. Sejak tahun 1997 Pak Musa mengabdi sebagai guru Pamong di SMP Terbuka, penghasilannya hanya Rp 96.000/bulan. Tahun 2006, seorang donatur mendirikan SMK Azkia, Pak Musa dipercaya menjadi TU dan guru komputer, dari SMK ini penghasilan Pak Musa bertambah 300.000.

Penghasilan yang minim ini membuat Pak Musa tak dapat menebus Ijazah D-2 PGMI di STAI Laa Roiba, sejak tahun 2003 sebenarnya Pak Musa sudah lulus, tapi karena utang uang semester, sks, dll sebesar 2,5-3 jt rupiah selama kuliah, menyebabkan ijazahnya tidak bisa diambil. Anak pak musa yang pertama, sebetulnya bersekolah di SMA Negeri 1 Ciampea, tetapi karena tunggakan sebesar 770.000 pada pihak sekolah, menjadikan anaknya yang kedua drop out dari sekolah pada kelas 2, dan kemudian Pak Musa memasukkannya ke SMK Azkia tempatnya mengajar. Isteri Pak Musa pada saat ini sedang melanjutkan S1, dan acapkali menunggak uang SKS. Minimnya penghasilan sebagai guru, membuat Pak Musa terbersit untuk berhenti menjadi guru dan beralih menjadi tukang bangunan di Jakarta. Tukang bangunan dalam sehari bisa meraup 50.000, sementara gajinya di SMP Terbuka sangat minim. Tetapi kecintaannya pada anak-anak di SMP Terbuka membuatnya bertahan hingga kini.

Pak Harun

Pak Harun adalah guru olah raga, alumnus SGO (sekolah guru olah raga). Keluarga Pak Harun termasuk katagori qonaah, artinya bersyukur apapun yang mereka terima. Contohnya sudah dua bulan Pak Harun tidak mendapatkan gaji dari MI Mutaalimin, karena keterlambatan pemerintah dalam mencairkan BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Keterlambatan ini tidak membuat keluarga Pak Harun frustasi, tetapi membuat Pak Harun mencari pekerjaan lain, sudah satu bulan ini Pak Harun menjadi guru olah raga di MTS Mambaul Islam. Walaupun hidup kekurangan, tetapi mereka menghindari “berutang” pada tetangga, jika ada beras mereka makan, jika tidak ada mereka mencari subtitusi makanan lain. Mendapatkan beras, bagi keluarga mereka sudah sangat beruntung.
-----------------

Yang ironis bagi gua adalah bahwa pak musa goes door to door menyadarkan orang-orang agar anak mereka sekolah. tapi pak musa harus melihat anaknya sendiri di DO karen nunggak SPP. 10 tahun reformasi Gus Dur yang alim, Mega yang katanya orang hebat, Amien rais yang kritis, Habibie yang pinter, SBY yang sabar, semuanya gak bisa memperbaiki hidup 1 orang aja?

Kebetulan dalam waiting list gua udah ada 20 orang yang tertarik untuk bantu tapi gua sendiri kekurangan orang yang bisa ditolong. Ketika gua tawarkan pak musa dan pak harun ke 20 orang ini, 11 orang memberkan komitmen mereka untuk membantu pak musa 11 juta setahun dan pak harun 7 juta setahun. Dan mereka komit membantu selama 3 tahun.

If you think this is amazing, you should know bahwa keduanya tercover 100% dalam waktu 6 jam saja. Gua sebar imel ttg mereka jam 1 PM, by 7 PM semuanya tercover.

Ini memberikan pelajaran yang berharga bagi gua. Bahwa dunia ini gak kekurangan orang baik yang mampu dan gak kekurangan orang baik yang kurang mampu. Yang diperlukan adalah bagaimana mempertemukan mereka. Terima kasih banget bagi temen-temen yang memberikan komitmennya kepada pak musa dan pak harun.

Posting yang similar bisa diliat di multiplynya ibu yanti:
http://yherlanti1971.multiply.com/journal/item/31/MARI_PERDULI_DAN_BERBAGI_PADA_GURU

Ada kabar gembira juga: Puti, salah satu relawan itb yang selama ini ngajar dan ngehandle manajemen anak asuh di Bandung, dapet beasiswa ke Inggris dan berangkat september ini. Puti sudah mengajar anak-anak tidak mampu selama beberapa tahun. I say good karma is bestowed upon her.

Kita sedang mempersiapkan 2 kandidat guru lagi dan sedang pitching/bidding 2 anak asuh. Bagi yang berminat untuk menjadi donatur dan berkomitmen selama 2-3 tahun, tolong kasih kirim email ke gue.

Labels: , ,






About This Strikingly Handsome Writer:


Adhitya Mulya adalah Dewa Ganteng yang tinggal di kahyangan bersama 100 dayang-dayang. Dia menghabiskan waktunya turun ke bumi untuk bertemu dengan rakyat jelata dan berburu menjangan dan babi hutan... (or is it, berburu rakyat jelata dan bertemu dengan babi hutan? anyways, same thing). Oh ya, sesekali dia menulis buku komedi.

Contact:

adhitya_mulya@hotmail.com

10 Recent Entries

  • Caleg-Caleg itu...
  • Masih Tentang Anchor Kita
  • Situ Gintung
  • Krismon dan Kerjaan Baru
  • Tolong Sebarin Ya Guys!
  • Anchor News Kita dan Nama Orang
  • Mantan-Mantan Kalian
  • SBY vs JK
  • Thank You God
  • Film Serem

  • orang telah melihat kegantengan gua yang legendaris itu.




    Get Firefox!

    Pictures




    Links

    Ninit ; Aan ; Agung ; Aip ; Alaya ; Avianto ; Aris ; Atta ; Detta ; Ewink ; Enda ; Erly ; Fairy ; Fanny ; Ganda ; Hagi ; Hanzky ; Isman ; Ita Leyla ; Ni'ang ; Ndari ; Nita ; Pip ; Okke ; Roi ; Ruri ; Shinta ; Tyaz ; Udhien ; Umar; Adi ; Afo ; Alaya ; Alfa ; Ale ; Alvons ; Aiff ; Andhi ; Andin ; Andin ; Anggie ; Anto ; Aprian ; arb3i ; Ari ; Arma ; Arif ; Ayu ; Axlandra ; Bantot ; Be-Es ; Beranda ; Bintang ; Bios ; Blub ; Brandy ; Buzz ; Cay ; CB ; Celia ; C'est la Vie ; Civent ; Claustrophobic ; Comel ; Comel ; Crey ; Dagungsta ; Dayat ; Deksay ; Dian ; Dican ; Didi ; Didiet ; Diki ; Dini ; Dion ; Disposable Hero ; Drey ; Duwie ; Dwi ; Dyah ; Ekodox ; Emil ; Ephe ; Eric ; Erika ; Erwin ; Eve ; Eyi ; Farid N ; Farid ; Finalizabeth ; Fitri ; Flow ; Flow ; Fresh ; Gajah Duduk ; Gauz ; goblog ; grE3nY' PrinceZz ; Guido ; Grizz ; Harris ; Harris ; Harris ; Heri ; Herlyanti ; Hero ; Ibiza ; Ika ; Ilsa ; Inex ; Inna ; Ipan ; Irene ; Irene ; Iris ; Isnaini ; Koebiz ; Kun ; Lacsar ; Lemans ; Lilik ; Lindie ; Little Mermaid ; Lontar ; Matz ; Memey ; Merkurius ; Morningdew ; N[a] ; Nasgor ; Neen ; Neenoy ; Nice green ; Nisa ; Nita+Agus ; Nono ; Novie ; Nukov ; Nunik ; Ochan ; Ollie ; Paylo ; Pipit ; Prazz ; Prianca ; QQ ; Radith ; Rapa ; Reena ; Ren ; Ria ; Richoz ; Ridwan Fauzi ; Rihsa ; Riena ; Rita ; Sapi ; Sasha ; Sazi ; Seggaf ; ; ; ; Snydez ; StormyMonday ; Supta ; Sweeney ; Sylvie ; Tamtam ; Tari ; Toet ; Trippin' D ; Tutup Botol ; t.w. ; Ty ; Tyaz ; Tychan ; Umar ; Un^Goe ; Vanda ; Vanya ; Viga ; Vellas ; Weedee ; Yudha ; visit rice bowl journals !