zaralde.com

Cerita di Balik layar #3
Monday, January 28, 2008

Buku Project
Duh, pusing nih. jadi ceritanya gua udah mulai niat nulis lagi. Gua pikir, masalah di kantor bairlah tinggal di kantor dan gua sebaiknya nulis aja. Apalagi segala seusatunya sudah mulai membuat gua tenang.

However, nyokap baru aja mampir ke sini beberapa hari yang lalu dan membawa beberapa buku referensi sejarah yang sebenernya gua butuhkan. Tapi gua males banget bacanya.

Kenapa gua males? Karena setiap gua baca buku referensi, pasti jatohannya gua merubah plot yang udah jadi itu karena ada informasi tambahan. Sebenernya bagus. Sebenernya, hal seperti ini lah yang harus kita lakukan. Hanya saja kok ya jadinya gak kelar-kelar ini buku. Padahal udah 140 halaman dan gua udah riset 3 tahun.

Gua harus memutuskan untuk berkata 'CUKUP!' dan menulis, atau terus membaca buku. I swear gua udah terlalu banyak baca buku referesi dan gak jarang mereka bertentangan. Yang satyu bilang wali songo orang cina lah, yang satu bilang orang turki lah, waduh bukannya makin lancar nulis malah jadi bingung. Kalo salah nulis diketawain. mau nyari yang bener dan baca buku lebih lanjut? I swear jidat gua mekar kalo gua sampe baca 1 buku lagi. dan kalo jidat udah mekar, harus gua kemanakan muka ganteng ini?

Ini sudah terlalu malem untuk foto-foto, tapi ntar deh gua foto tumpukan buku referensi gua. Biar orang tahu gimana pusingnya bikin buku satu ini.

Rgds.


Labels:





Cerita di Balik layar #2
Friday, January 04, 2008

Gangguan
Yang namanya nulis komedi itu susah untuk posisi gua. Sekitar 50% penulis yang gua kenal (dan gua cukup banyak kenal penulis) kerjanya menulis. 50% yang lain menulis sebagai passion tapi punya kerjaan. Tapi kerjaannya pun masih dalam industri perbukuan atau jurnalisme. Either mereka editor buku, editor majalah, redaksi sebuah majalah, atau wartawan, atau apa lah. Gua baru nemu segelintir orang yang siangnya kerja di bidang yang bener-bener gak nyambung dengan sastra seperti gua. Ini adalah masalah bagi gua karena gua kerja dengan otak kiri. Pulang ke rumah, gua harus unwind dulu mengaktifkan otak kanan (ato kebalik ya? yah you get the point lah ya). bangun mood iseng agar bisa mikirin yang lucu-lucu. Akhirnya gua bisa nulis jam 11 maleman yang mana sebenernya gua harus tidur. Selesai nulis jam 3 pagi. Jam 6 udah bangun lagi untuk kerja.

Waktu gua bikin jomblo gua pernah ngantor ketiduran di mobil dan nyerempet tembok. Gua pernah harus tidur di jalan dan bolos kerja. Gua pernah masuk parkiran PS, bolos kerja dan tidur di sana sampe siang.

Intinya nulis dalam kondisi gua gak gampang, apalagi nulis komedi. kalo sampe ada kekurangan pun gua puas karena gua memberikan yang terbaik setelah berusah amengendalikan jauh lebih banyak hal dari biasanya. Makanya kepada beberapa orang yang selalu memandang nyinyir karya gua, gua sih ikhlas aja. Mereka belum tentu bisa mengendalikan semua yang gua harus kendalikan di tangan gua dalam hidup. And I'm saying this out of humbleness, tanpa niat nyombong sama sekali.

Terakhir nulis Bajak Laut ini yang paling kuat godaannya adalah mahluk satu ini. Kalo gua pulang udah teriak 'Bapak main!' trus ngejar gua ke pintu dan ngajak maen sampe jam 11 malem. The greatest feeling in the world. Ini adalah gangguan yang paling menyenangkan bagi gua.











Scrap Book

Punya buku coretan itu penting bagi gua untuk menangkap ide-ide yang lewat. Hubungan gua dengan ide itu sama dengan hubungan gua dengan cewek-cewek yang pernah hadir dalam kehidupan gua. Kesamaannya: Datang dan pergi cepat dan menjadi milik orang lain. :P:P:P:P

Makanya gua sering nulis di buku coretan. Simply agar kalo punya ide yang lucu, sama gua langsung ditulis. dalam kasus bajak laut ini, ceritanya gua udah sampe 140 halaman. Sangat cepat untuk ukuran penulisan 2 minggu. Ini terbantu karena selama 3 tahun terakhir gua suka nulis beberapa adegan yang lucu yang kepikiran sama gua. Gua pikir, daripada ilang gua lupa, mending gua tulis dulu. Masalahnya coretan itu tersebar di 19 versi bajak laut gua.

Maksudnya gini. Bajak Laut yang gua lagi bikin ini adalah file ke 19 yang gua tulis. Jadi ada 18 file bajak lauty sebelumnya dengan cerita yang beda-beda yang udah 40 halaman lah, ada yang 80 halaman lah, ada yang abad 19 lah, ada yang abad 17 lah dan bahkan gua lupa ada yang udah 100 halaman. Setelah gua baca semua ternyata banyak adegan yang nyambung juga dengan versi 19 ini. Maklum karena dari awal idenya udah Bajak Laut.

Jadi nulis 134 halaman itu lumayan cepet.

Blog
Teus terkadang gua juga lupa gaya nulis yang asal tuh gimana. Biasanya suka lupa kalo seminggu udah kerja serius banget. Kalo udah gini biasanya gua baca lagi postingan gua yang lama. terlepas dari masalah Bajak Laut, gua ketemu dua postingan ancur tentang proklamasi. Gua inget banget setelah gua posting ini, bokap gua ngimel dan bilang kalo bisa dihapus karena takut menyinggung orang-orang nasionalis atau sukarnois.

bagi gua ini adalah 2 postingan paling ancur yang gua pernah bikin Silahkan klik di sini. Gua harus ingetin bahwa postingan di bawah bisa menyinggung beberapa orang. Jadi jangan protes ya. gua udah ngingetin lho.

Proklamasi 1


Proklamasi 2

Rgds.

Labels:





Cerita Di Balik Layar #1
Saturday, December 22, 2007

Jadi ceritanya gua sudah bener-bener mulai nulis. Sekarang sampe halaman 45. Yang mengerikan bagi gua adalah, ini pertama kalinya gua nulis 45 halaman dan masih babak 1 e.g: pembukaan masalah. Gua ngeri aja karena ini pertama kalinya gua melanggar prinsip sendiri di mana inti masalah tidak direveal cepat-cepat di depan. Klik di sini untuk lihat tips nulis gua ke orang-orang. Tapi untuk membuat pembaca tetap tertarik gua memang memberikan hook di setiap akhir bab. Itu akan mengobati pembaca untuk tetap penasaran dan gak gerah bacanya.

Ini juga pertama kalinya gua nulis dengan kondisi di mana 1 bab lucu dan bab berikutnya nggak. Di Jomblo dan GMC, hampur semua bab lucu. Iya lah, namanya juga komedi. Masalahnya kali ini gua ingin menghadirkan lebih dari sekedar komedi. Niatnya, dan semoga tercapai, adalah memberikan khazanah pengetahuan baru pada pembaca akan masa lalu nusantara secara detil. Jadi pembaca bisa-bisa tertawa di satu bab dan hanya manggut-manggut di bab berikutnya. Tentunya tingkat detil seperti ini juga membutuhkan halaman panjang.

Buku ini juga kali kedua gua di mana gua mengambil pendekatan bab = adegan. ini pendekatan yang gua pelajari dari buku-buku Dan Brown. Ada satu bab yang super panjang dan ada yang satu halaman aja. Bagi gua, pendekatan bab = adegan sangat make sense. Tapi kalo gua, bab = adegan utama.

Regardless, gua cukup semangat dengan project yang satu ini. Akhirnya jalan juga setelah hampir 3 tahun tertunda banyak hal. Seingat gua, project ini sudah ada idenya dari Januari 2005. Sekarang udah desember 2007. Amit-amit tertundanya.

Anyways, yang jelas gua yakin buku ini bisa menghibur dan menambah pengetahuan bagi setidaknya sebagian pembaca. Dan niatnya membuat kita belajar akan masa lalu nusantara.

Update 24 Desember:
Alhamdulilah long weekend ini bener-bener memberikan kontribusi yang besar apada kelangsungan project buku yang satu ini. Babak 1 selesai di halaman 52.

Babak dua sudah dimulai dan total buku sudah mencapai 63 halaman. Not bad kalo gua bilang.

Tadi sempat gak nulis karena gua menghabiskan beberapa jam mempertajam plot. Ceritanya dalam buku ini, Para bajak laut harus mencari banyak item yng clue-cluenya saling terkait seperti gua paparkan melalui gambar.

Ini pelajaran yang baik juga bagi yang ingin menulis. Imajinasi kita sering kali terlalu maju dibandingkan kemampuan menulis kita. Ini karena menulis terbatas dalam satu dimensi sedangkan dalam otak kita, ide kita besifat multi dimensi. Jika kesulitan menerangkannya dalam bentuk tulisan, maka coba tuangkan dulu dalam bentuk gambar. Insya Allah abis itu lebih gampang ditulis.

Satu hal lagi, nulis itu paling enak kalo memakai format yang mirip dengan hasil akhir. Contohnya gini, banyak penulis pemula yang menulis di kertas ukuran A4. Setidaknya bagi gua, ini kebiasaan yang kurang mendidik karena kita cenderung untuk terus nulis dan di akhir proses, ketika draft kita diformat ke bentuk novel barulah kita sadar kita membuat novel yang terlalu tebal.

Dari awal gua nulis novel pertama, hal pertama yang gua lakukan adalah cari penggaris dan ngukur onjang dan lebar novel. Nemu 11.1 cm x 18.1 cm dengan margin 1 cm semua sisi. Abis itu, gua mulai menulis dengan draft yang berdimensi itu.

Hasilnya, kita udah dengan cepat bisa melihat kita sudah sampai halaman berapa.

Anyways, gua punya feeling yang satu ini akan lagi-lagi nembus 200 halaman. Semoga pembaca nanti tahan bacanya.

Rgds.

Labels:





Kapal Laut
Friday, December 21, 2007

Sebagai manusia, gua punya penyakit di mana gua sering bikin susah diri sendiri. Kalo nulis maunya nulis sesuatu yang gua tau. Intinya sih agar ketika gua menulis, gua menulis informasi juga yang bisa didulang oleh pembaca. At the end of the day, selain terhibur, pembaca juga jadi tau sesuatu yang sebelumnya dia tidak.

Membuat buku bajak laut gak rame kalo gak ngomongin kapal. Ini membuahkan tuntutan untuk belajar tentang sejarah kapal. Tekonologi naval yang dipakai oleh masing-masing bangsa. Demi buku ini, gua udah mulai koleksi kapal dengan budget terbatas dari tahuakhir tahun 2005. Sekarang udah 2 tahun gua koleksi kapal untuk buku ini doang.

Ini adalah replika kapal Phinisi. Gua beli di tahun 2007. gua sebenernya gak yakin sama bentuknya karena di tahun 2002 gua pernah tugas di Makassar dari replika kapal mereka lebih bagus dari ini. Nonetheless, ini yang terbaik yang gua punya. jadi gua membuat novel sambil melihat replika ini. Kalo ada yang bisa kasih gua link website yang bisa nunjukin kapal-kapal phinisi, gua akan terima kasih banget.

Ini adalah replika kapal eropa yang gua jadikan pijakan untuk membayangkan kapal belanda dalam novel. Yang pertama gua beli di Amsterdam di tahun 2005 pas eurotrip. Sebenernya pengen beli yang lebih serius dan lebih besar dari ini tapi waktu itu judulnya backpacking jadi gak mungkin beli replika kapal segede bajaj yang ringkih. Masalahnya, replika murahan ini gak bisa memberikan gua detil teknis yang cukup untuk membangun mikro plot di dalam kapal. Yang gua maksud dengan mikro plot adalah seperti adegan berantem atau kejar-kejaran di geladak kapal, atau klabin kapten, yang gitu-gitu.

Yang ketiga gua beli di Singapur tahun 2007 ketika promo Pirates of the caribbean. Dapetnya diskon pula (It was a real bargain!). Secara detil memuaskan. Ini yang jadi pegangan gua sekarang. to be homest yang bermasalah dari kapal ini adalah skalanya yang gak bener. Contohnuya meriamnya cuman tiga di sepanjang lambung kapal. Yah namanya juga maenan.


yang keempat gua beli di tahun 2006. Kapal majapahit. bermasalah dengan skala juga karena sang pengrajin lebih menargetkan ini sebagai karya seni dan bukti engineering. Jadinya seninya bagus, tapi sekalanya ancur. But still, ini memberikan insight yang bagus untuk bagaimana kapal majapahit di abad 14. Sayangnya gua sekatang menetapkan plotting di abad 17. jadi untuk sementara, kapal ini gak kepake.

Yang terakhir adalah kapal bajak laut untuk Alde. So cute.


Ya gitu deh. jadi kalo mau dibilang serius bikin buku ini, ya serius. Ini baru replika doang, belum jumlah buku yang gua baca untuk riset sana-sini.

Well segitu dulu aja. Hihi udah halaman 32.

Rgds.

Labels:





Things to do before writing
Thursday, December 20, 2007

Nulis buku yang satu ini emang amit-amit deh sumpah. Tokohnya banyak dan beberapa adalah tokoh nyata. Plot juga diexecute dengan backdrop kejadian nyata di masa lampau (kanan atas & kanan bawah). Jadinya gua harus riset banyak ttg apa yang terjadi di sebuah rentang waktu tertentu.




Di gambar kanan bawah gua baru nyusun plot sampe bab 7 (kiri bawah). Gua udah tau endingnya gimana sih, tapi nyambung ending dengan beginning dan tengahnya itu butuh waktu. Dan lumayan tergantung dari inspirasi yang dateng di tengah jalan.

Satu hal lagi yang gua baru lakukan di buku ini adalah integritas umur dari 3 tokoh utama (gbr kiri atas). Semua kerepotan ini karena backdrop sejarah yang ngebuat gua harus bikin timelinenya seriil mungkin.

Well segitu dulu. Besok mungkin gua posting gambar koleksi perahu-perahu yang gua pernah beli dalam rangka riset buku ini.

Rgds.

Labels:





Jomblo & Buku Baru
Monday, December 17, 2007

Jomblo
Bagi yang belum tahu:
1. Serial Jomblo sudah mengudara lagi, di-rerun di sini:
RCTI
waktu: Sabtu & Minggu
Pukul: Gak tau, ntar cari aja ya nek di koran

2. DVD Serial Jomblo sudah dapat dibeli di Disc Tarra. Silahkan dicari bagi yang niat mengoleksi.
Gua dapet kabar dari PH gua bahwa dari 3 dvd serial yang dijual (DTK, Wulan dan Jomblo) ternyata penjualan jomblo paling menggembirakan. Hehehe, gua belum pernah satu kategori dengan Dian Sastro, apalagi ngalahin dia huahahaha.

Alrighty then. So that's that.

Blog Buku Baru
Btw, sampe sekarang gua belum aja bisa nulis lagi. Padahal idenya kali ini udah cukup mateng. Soalnya Aldebaran selalu narik gua untuk maen. Dan tentunya gua lebih mentingin Aldebaran ketimbang karir buku gua.

Bentar lagi gua cuti 2 hari Kita lihat aja gimana nanti. Mungkin gua bisa curi-curi nulis.

Gua cukup serius dengan yang satu ini. Kalo niat doang keknya gak ngangkat. Makanya gua memutuskan untuk bikin blog. Klik di sini kalo mau baca perkembangannya.

Oke deeeh, gitu aja.

Oke, ternyata bikin blog juga bukan ide yang bagus. Mending gua tulis aja di blog ini. huehehehh. Addoh, susye deh..

Rgds.

Labels: ,






About This Strikingly Handsome Writer:


Adhitya Mulya adalah Dewa Ganteng yang tinggal di kahyangan bersama 100 dayang-dayang. Dia menghabiskan waktunya turun ke bumi untuk bertemu dengan rakyat jelata dan berburu menjangan dan babi hutan... (or is it, berburu rakyat jelata dan bertemu dengan babi hutan? anyways, same thing). Oh ya, sesekali dia menulis buku komedi.

Contact:

adhitya_mulya@hotmail.com

10 Recent Entries

  • zaralde.com
  • Survivalitas
  • Korupsi, Pemerintah & Mobil
  • Sebulan Gak Posting
  • Ulang tahun
  • Diaper Bag Zaralde
  • Asuhan
  • Poligami Lagi
  • Aldebaran 19 months
  • Loosing My Mojo

  • orang telah melihat kegantengan gua yang legendaris itu.




    Get Firefox!

    Pictures




    Links

    Ninit ; Aan ; Agung ; Aip ; Alaya ; Avianto ; Aris ; Atta ; Detta ; Ewink ; Enda ; Erly ; Fairy ; Fanny ; Ganda ; Hagi ; Hanzky ; Isman ; Ita Leyla ; Ni'ang ; Ndari ; Nita ; Pip ; Okke ; Roi ; Ruri ; Shinta ; Tyaz ; Udhien ; Umar; Adi ; Afo ; Alaya ; Alfa ; Ale ; Alvons ; Aiff ; Andhi ; Andin ; Andin ; Anggie ; Anto ; Aprian ; arb3i ; Ari ; Arma ; Arif ; Ayu ; Axlandra ; Bantot ; Be-Es ; Beranda ; Bintang ; Bios ; Blub ; Brandy ; Buzz ; Cay ; CB ; Celia ; C'est la Vie ; Civent ; Claustrophobic ; Comel ; Comel ; Crey ; Dagungsta ; Dayat ; Deksay ; Dian ; Dican ; Didi ; Didiet ; Diki ; Dini ; Dion ; Disposable Hero ; Drey ; Duwie ; Dwi ; Dyah ; Ekodox ; Emil ; Ephe ; Eric ; Erika ; Erwin ; Eve ; Eyi ; Farid N ; Farid ; Finalizabeth ; Fitri ; Flow ; Flow ; Fresh ; Gajah Duduk ; Gauz ; goblog ; grE3nY' PrinceZz ; Guido ; Grizz ; Harris ; Harris ; Harris ; Heri ; Herlyanti ; Hero ; Ibiza ; Ika ; Ilsa ; Inex ; Inna ; Ipan ; Irene ; Irene ; Iris ; Isnaini ; Koebiz ; Kun ; Lacsar ; Lemans ; Lilik ; Lindie ; Little Mermaid ; Lontar ; Matz ; Memey ; Merkurius ; Morningdew ; N[a] ; Nasgor ; Neen ; Neenoy ; Nice green ; Nisa ; Nita+Agus ; Nono ; Novie ; Nukov ; Nunik ; Ochan ; Ollie ; Paylo ; Pipit ; Prazz ; Prianca ; QQ ; Radith ; Rapa ; Reena ; Ren ; Ria ; Richoz ; Ridwan Fauzi ; Rihsa ; Riena ; Rita ; Sapi ; Sasha ; Sazi ; Seggaf ; ; ; ; Snydez ; StormyMonday ; Supta ; Sweeney ; Sylvie ; Tamtam ; Tari ; Toet ; Trippin' D ; Tutup Botol ; t.w. ; Ty ; Tyaz ; Tychan ; Umar ; Un^Goe ; Vanda ; Vanya ; Viga ; Vellas ; Weedee ; Yudha ; visit rice bowl journals !