zaralde.com

Caleg-Caleg itu...
Thursday, April 16, 2009

Beberapa hal tentang pemilu ini yang mencengangkan.

Gue nganga ngeliat betapa tiap pinggir jalan penuh dengan spanduk caleg. Sementara tiap caleg kehilangan uang mereka, bisa dipastikan jemaah haji tahun ini dan tahun depan , 90% adalah tukang sablon dan percetakan.

Gue gak habis pikir dengan caleg yang dengan jitunya mengira bahwa dengan muncul kemaren sore, dia bisa mendapatkan suara yang banyak. Bukankah dukungan yang murni datang dari waktu dan pengabdian?

Gue senang melihat bahwa di masa yang katanya krisis ini, setidaknya banyak sekali kejadian perataaan kesejahteraan sosial. Liat aja, semua caleg nyumbang kalo nggak uang, pasti barang ke rakyat. Ada yang nyumbang uang, bangunin mesjid, dirikan tiang listrik, kasih karpet ke musholla dan lain-lain. bahkan ada yang sampe bangun jalan. Coba kalo gak ada caleg2-caleg ini, uangnya pasti ngumpul di sebagian kecil orang. Selain manuver ekonomi yang jitu dari sri mulyani, faktor pemilu ini juga telah sangat membantu kesejahteraan rakyat.

Gue suka geli sama kasus caleg-caleg yang minta uangnya balik. Ada yang ngasih karpet ditarik lagi. Ada yang beliin sak semen, ditagih lagi. yang paling parah itu nyumbang tiang listrik dan diambil lagi. I mean seriously, kalo udah diambil lagi, apa iya mau ditaro di ruang TV?

Gue heran sama partai-partai yang dari sekarang udah bincang sana sini. Kok buru-buru amat ya? kan dari 171 juta suara, baru 6 juta suara yang terhitung. Bisa jadi di akhir hari peringkatnya berubah.

Gue sedih sama mereka yang bunuh diri, atau kampanye sampe meninggal. Atau sampe gila. Ini benar-benar membuktikan bahwa kita itu gak bisa muncul kemaren sore untuk mendapatkan simpati rakyat. Simpati dan dukungan rakyat butuh tahunan dan relationship untuk dibangun.

Semua ini untuk Indonesia yang lebih baik pastinya. semoga hasilnya yang tervaik bagi kita. Amien.

Labels:





Tolong Sebarin Ya Guys!
Thursday, March 05, 2009

Jadi ceritanya gue bikin blog ini: http://apakatacalegln.wordpress.com

Gue bikin karena selama ini TKI kurang dapet perhatian. kerja di luar negeri sering disiksa dan gajinya rendah. Gak jarang dipukul, disetrika dan diperkosa. Pulangnya diperas orang sendiri.

Kali ini banyak caleg yang meminta TKI ini untuk memilih mereka. Maka dari itu gue bikin blog ini untuk pengen tau apa sih yang mereka bisa kasih ke TKI dan TKW kita?

Gue mohon bantuannya untuk nyebarin link ini ya guys. Semakin banyak orang (perantau) baca, semakin baik karena mereka akan bisa menentukan pilihan yang bijak.

Gue gak punya niatan politis. gue cuman prihatin aja. Siapa tau dengan bantuan kalian, secara gak langsung 5 tahun ke depan gak ada lagi TKW yang badannya disetrika, atau bahkan gak dikasih makan. Think about that. That could have been us.

Thanks guys!

Labels:





SBY vs JK
Sunday, February 15, 2009

Dengan segala keterbatasan informasi gue mencoba dan semangat ingikutin perkembangan politik di Indonesia. Dari Youtube, kompas.com, gatra.com dan sumber-sumber yang gue rasa kredibel. Karena meski gue jauh dari Indonesia, tetep aja gue WNI dan hajat hidup gue akan terimbas. Terlebih lagi, anak gue juga WNI. Kebijakan yang diambil di masa kini, arahan yang pemimpin hari ini berikan, blunder yang pemimpin hari ini lakukan, anak gue akan suatu saat merasakannya atau membayarnya.

Anyway, kemaren di kompas cetak gue sempet baca sebuah wacana SBY melawan JK. Di mana Jk pdikatakan punya peluang besar untuk jadi presiden. Kedua, bahwa baik SBY dan JK selaku ketua umum masing-masing partai memilih tidak menyebutkan capres dan cawapres sampai pemilu legislatif selesai.

Gue pribadi gak liat partai. Tapi figur, visi, etika, kinerja dan bagaima mereka memimpin satu tim.

Amien Rais (AR) visioner terbaik tapi ngerasa di atas semua orang (etikanya minus).

Mega (MS) jangan ditanya. Kinerja buruk, figur buruk, visi buruk, etika juga buruk, kepemimpinan dalam 1 tim ketika menjabat presiden memimpin tim kabinetnya buruk.

Sultan X (SX), figur yang baik. Etikanya juga baik. Dia bergerak keluar golkar karena mendapat dukungan dari daerah. banyak daerah meminta dirinya. Dia satu orang yang jadi capres hanya karena tahu dia didukung. gak ambisius seperti AR atau MS.

Prabowo (PS), visi bagus. Etika kurang. Kampanyenya mulai berisi dengan omongan 'kalo cuman bagi-bagi uang saya juga bisa'. Aduh udah deh, kampanye yang beretika itu, mending jual kelebihan diri ketimbang jelekin orang lain.

SBY & JK. Nah ini gue bingung. Selama ini gue ngerasa mereka itu bagus karena berdua dan saling melengkapi. Cukup ideal. dalam 4 tahun terakhir, mereka ketiban banyak bencana alam dan mewarisi banyak masalah. Kebanyakan sudah improve. Ini bukan berkat SBY semata.

Banyak yang bilang mereka gak cocok tapi yang terlihat dari kinerjanya justru cocok. Misalnya gini. SBY lebih kalem, JK lebih desisif. Apa yang SBY tangani, JK tidak tangani. JK sebagai wapres juga menyelesaikan banyak masalah. Sebagai perbandingan,
jaman suharto, suharto kerja sendiri. Wapresnya boneka.
jaman habibie, sama. Habibie kerja sendiri, wapresnya boneka.
jaman gus dur, sama. gus dur kerja, Mega diem.
jaman Mega, Meganya gak kerja, wapresnya juga kerjaannya poligami.

Di jaman SBY lah gue ngeliat Indonesia seorang pres dan wapres bener-bener kerja sana-sini. Ibaratnya kalo masalahnya ada 10. SBY kerjain 6-7 dan JK kerjain 3-4 masalah. Jadinya permasalahan di 2004-2009 ini, meski banyak bencana alam dan krisis, jauh lebih banyak masalah selesai ketimbang 1999-2004.

Jadinya gue gak tau itu semua atas jasa siapa? karena SBY kah? atau JK? yuang jelas, kalo keduanya jalan bareng, beres. perkara mereka sebenernya gak akur, untungnya mereka sepertinya kesampingkan dan negara jalan.

Yang paling salut dari kinerja keduanya adalah 5 hasil:
1. cadangan dana 51 M
2. IMF lunas
3. beras swasembada
4. citra di kancah internasional membaik

Tapi ini hasil kerja siapa? SBY atau JK? atau tim mereka secara keseluruhan? maksud gue, SBY dan JK pun gak akan bisa raih semua itu kalo Sri Mulyani dan Darmin Nasution ak ada. Bukan gak mungkin kalo SBy jalan sendiri, prestasi kita menurun. Bukan gak mungkin kalo JK jalan sendiri, akan sebaik sekarang.

Yang jelas, tim yang sekarang, yang dari beragam partai, dipimpi oleh SBY, ada hasilnya dalam 5 tahun.

Orang masih selalu liat kekurangannya. Itu jelas. Kita, masyarakat Indonesia memang terkenal tidak sabar dan susah menghargai lawan. Mega contohnya, tidak datang ke inaugurasi SBY. Reformasi ekonomi Indonesia dipuji newsweek, times, dan banyak media internasional lainnya, dengan special mention to Sri Mulyani sementara media kita sendiri sangat kritikal mengungkapkan kurangnya ini itu dengan detil, setiap hari, dan didukung partai-partai oposisi. Kritik adalah satu hal, over critical is another thing.

Lihatnya gini. warga itu ibarat pasir. dan presiden adalah tangan yang menyiduk pasir itu dari satu tempat ke tempat lain. tentunya ada yang tercecer. itu wajar. Gak mungkin semua terangkut dan tercover dalam satu kali angkut. mesti 2 kali angkut. yang jatuh-jatuh ini lah yang sering kali di over-critised sama banyak orang.

Dan satu lagi. meletakkan fondasi pembangunan dan ekonomi bangsa gak cukup 5 tahun. reformasi dari tahun 1998, kita ganti-ganti kebijakan terus. Satu ambil IMF, satu lunasin IMF, satu BUMN, satu buy back BUMN.

Kembali ke masalah SBY vs JK. gue pribadi yakin, akur gak akur, mereka adalah pasangan yang baik dan produktif. Kalo masing-masing jalan sendiri, belum tentu. Mungkin
SBY-JK
SBY-Sri Mulyani
JK-Sri Mulyani
SBY-Fadel Muhammad
JK-Fadel muhammad

Gak tau lah gue. Yang jelas bakal bingung banget kalo sampe SBY-JK pisah.

Tapi ada satu hal yang bagi gue, bisa membuat gue gak milih SBY atau pun JK. Yaitu masalah pertambangan dan energi. Sebenci-bencinya gue sama etikanya AR, gue setuju dengan visinya bahwa kekayaan negara harus lebih banyak dikelola negara. Klaim AR adalah:
- 98% kekayaan alam masih dikuasai asing.
- UU pertambangan tahun 2007 merugikan negara

gue pribadi belum baca UU 2007 itu bunyinya apa dan apa yang terjadi dengan kekayaan kita saat ini karena UU itu. Tapi kalo sampe kita dijarah secara legal, baik SBY mau pun JK gak akan gue pilih lagi terlepas dari kinerja mereka sekarang. Ini pribadi gue ya.

Btw, ada yang bisa kasih gue liat UU pertambangan 2007 ini?

Labels:





Politik Indonesia di tahun 2009 - haruskah kita beri kesempatan?
Friday, January 23, 2009

Untuk bahan bacaan:

http://www.newsweek.com/id/178817

http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/15/16273525/sri.mulyani.bagi-bagi.uang

http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/22/1816414/pendapatan.negara.bertambah.rp.136.triliun.dari.pajak

http://www.thejakartapost.com/news/2009/01/12/insight-indonesia-has-potential-become-a-black-swan.html

http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/16/09544795/setelah.swasembada.beras.lalu.apa.lagi

2009 ini Indonesia akan diberikan kesempatan untuk memilih presiden lagi. Dari tahun 2008 sebenarnya Amien Rais (AR), Mega (MS) dan Prabowo (PS) sudah gencar. Sementara PS gencar kampanye, AR dan MS gencar menjatuhkan SBY. Baru akhir-akhir ini gue denger PS mulai gencar kritik SBY. Bilangnya petani masih gak diperhatikan dan kalo bagi-bagi uang saja sih dia juga bisa.

Haruskah kita berikan SBY kesempatan lagi? Atau kinerja dia mengecewakan sehingga kita harus berikan kesempatan kepada yang lain? Gue di sini cuman ngajak untuk liat fakta-faktanya.

SBY mewarisi sebuah Indonesia yang sangat terpuruk dari 4 presiden sebelumnya. Hutang IMF yang banyak karena Suharto dan Habibie dulu berpikir itu hal yang baik untuk diambil. BUMN (indosat) yang terjual ke Singtel di Singapura oleh MS. Citra Indonesia sebagai negara teroris karena MS gak sigap terhadap terorisme. Anggota DPR yang korup gila-gilaan. Jika kita lihat, hampr semua kasus DPR yag korupsi, melakukan korupsinya di masa GD dan MS. Harga minyak dunia naik teus dalam 6 tahun tapi 4 presiden tidak ada yang berani kurangi subsidi karena akan mematikan popularitas. Di tahun 2002-2003 gua pernah baca bahwa Pemda DKI membayar gaji pegawai dengan menggunakan hutang luar negeri. Untuk gaji pegawai kita ngutang. Hidup mahal tapi banyak hutang.

Itu adalah sebuah Indonesia yang SBY warisi.

Jalan 2004 sampai 2009, apakah masih ada yang perlu diperbaiki? Jelas. Tentu. Baru kemarin gue posting tentang betapa hidup di Indonesia sangat kejam dalam hal perbankan. Bahwa kemiskinan masih di mana-mana dan nasib guru masih prihatin. Tapi kalo kita mau diam sebentar dan lihat, sebenarnya Indonesia sudah sangat-sangat maju dari 5 tahun yang lalu.

Sebenarnya indonesia itu harus memakan pil pahit jika ingin maju. Dan ini yang tim SBY paksa lakukan pada Indonesia. Sebenarnya tim SBY melakukan hal yang luar biasa simple. Perbanyak pemasukan, reduksi pengeluaran, dan ciptakan iklim politik dan citra negara yang baik untuk mengexecute 2 hal itu. And it works.

Tim SBY fokus dengan perbaikan citra internasional. Terorisme diberantas. Ini memberikan kondisi bisnis yang lebih baik dan memperbesar pemasukan. Ekspor kita mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah. Pengeluaran diperkecil dengan mengurangi subsidi dan membiarkan BBM terkait harga minyak dunia. Ini pil pahit untuk rakyat tapi membangunkan kita semua akan harga ekonomi kehidupan yang sebenarnya. Kita jadi berpikir "Oh jadi semahal ini toh barang-barang kalo pemerintah gak ngos-ngosan subsidi BBM?". BUMN diperbaiki dan (setidaknya usaha) di buyback. Pajak diperbaiki dan bahkan tahun 2009 ini dikurangi yang mana memberikan penerimaan bagi negara. Ini artinya lebih banyak uang untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat sendiri. Korupsi diberantas. Memang ada yang bilang masih tebang pilih tapi kenyataannya gue gak pernah ngeliat KPK sesibuk ini dalam beberapa tahun. ekonomi mikro tumbuh seperti jamur. Hutang IMF dilunasi. Hutang kita sekarang lumayan kecil, secara presentasi paling kecil di negara asean malah.

Sepertinya semua yang tim SBY lakukan 4 tahun terakhir ini menyentuh fondasi negara kita sehingga ekonomi kita cukup kuat di saat krisis ekonomi global. PHK banyak tapi tidak sebanyak Singapura secara presentasi.

Kita tidak terlalu bergantung pada ekspor seperti Singapura sehingga kita negara impor cancel order kita masih bisa hidup.
Kita tidak terlalu bergantung pada parisiwisata seperti Thailand yang sangat bergantung, sehingga ketika para turis batal libur karena mereka harus hemat, efeknya kecil di Indonesia.
Kita berhasil swasembada beras di tahun 2008 sehingga ketika harga komiditi naik, kita gak jerit-jerit seperti yang terjadi di Filipina.

Lawan Lain?
PS dengan gerindranya selalu mengritik tim SBY tidak memberikan atensi pada petani. Tapi pada kenyataannya justru berbalikan. Di masa tim SBY lah harga gabah dinaikkan sehingga petani semangat menanam padi. Hasilnya, pertama kali dalam lebih dari 20 tahun, Indonesia swasembada beras. Jujur gue bingung dari sisi mana PS melihat bahwa petani tidak diperhatikan?

AR selalu mengritik dan iklan capresnya bermodal menjelekkan pemerintah tapi tidak menonjolkan dirinya. Sepertinya waktunnya sudah lewat. Dia adalah satu capresyang terlihat begitu ngotonya jadi presiden sehingga orang jadi enggan dan geli sendiri untuk pilih dia.

MS juga sering mengeritik SBY tapi MS sendiri dalam 3.5 tahun mencederai Indonesia lebih dari 3 presiden sebelum dia. Korupsi, terorisme, BUMN dijual, gas alam dijual murah. Masa MS sebagai presdien seperti masa-masa hidup di negara preman tanpa presiden.

Tanpa Cacat?
Tim SBY sendiri bukannya tanpa cacat. Korupsi masih banyak dan besar. visit indonesia dilaksanakan dengan sangat tidak siap. Bandara Internasional dan bandara daerah tidak ditata. Pesawat berjatuhan dan feri tenggelam. Tim SBY selalu menekankan para bank untuk memberikan pinjaman mikro pada rakyat kecil seperti nelayan. Tapi masalahnya tim SBY tidak melengkapi nelayan dengan pembangunan freezer serba guna. Tanpa freezer, nelayan harus jual cepat sehingga harganya masih murah. Memberikan pinjaman tanpa memberikan infrastruktur yang baik hanya menciptakan ekonomi yang mubazir. Maksudnya gini, tanpa freezer itu, nelayan kredit 1 juta dan untung dia sendiri 200 ribu. Jika ada 1 freezer di tiap kabupaten, maka jualannya bisa lebih banyak, lebih awet dan lebih jauh (ikannya bisa awet dibawa truk 400 km ke pedalaman). Yang dia pinjam 1 juta ke bank mikro, mungkin untungnya bisa 1.2 juta.

Apa Yang Masih Harus diperbaiki
Wah, banyak. Nelayan di atas itu contoh pertama - bahwa sudah bagus ekonomi mikro didukung, tapi ya infrastrukturnya.

Isu kedua adalah pendidikan dan apreasiasi guru. Kalo bisa semua guru disamakan dalam hal gaji. Jadi bedanya hanya di PNS dan non PNS. tapi tentunya ini butuh uang. Dan untuk dapat uang, peberimaan negara harus ditambah. Pelik juga.

Isu ketiga adalah tentunya korupsi. Diberantas sudah bagus dan diubah kulturnya lebih bagus lagi. Sebagai ilustrasi betapa korupsi berpengaruh pada ekspor adalah gini:
harga meja rotan itu di Indonesia sebenarnya 5000. Dan cina, 6000. Tapi eksportir Indonesia menghargai mejanya 7000 karena dia butuh 2000 untuk bayar pungli tengah jalan yang bisa distop 5-7 kali dari pabriknya ke pelabuhan. Dan ini masih berjalan dari dulu sampai sekarang.

Isu keempat adalah buruh. Ini adalah masalahyang maju kena mundur kena. Semakin tinggi UMR, semakin Indonesia tidak kompetitif dari Cina. Ini pelik dan gue gak punya pemikiran apa-apa di sini.

Isu kelima adalah BI rate yang kalo gue bilang sangat-sangat tinggi. Bahkan di saat sekarang yang 8.75% itu masih sangat jahat. Gue pernah nulis di sini: http://suamigila.com/2009/01/hidup-di-indonesia.html

Isu keenam adalah transportasi umum. Sebagai alumni dari transport engineering, ge kebetulan tahu bahwa transportasi umum itu sebenarnya harus disubsidi pemda. tapi yang ada di Indonesia adalah semua angkot adalah swasta dan kalo mau buka rute, justru harus bayar ke pemda. Dan orientasi swasta adalah mengeruk keuntungan. Jadilah transportasi menjadi beban masyarakat. Ini juga sinting. Malah kebalik. Pemda lah yang seharusnya menyubsidi rakyat. yang mengerikan dari hodup di Jakarta adalah jika gaji kita antara 700K sampai 2 juta, niscaya 40%-60% cuman abis di transport. tapi lagi-lagi kuncinya di sini adalah penerimaan negara.

Tapi selama ini tim SBY gak konsen ke sini. Apakah mereka bodoh? Gua rasa nggak. Atau mereka memilih untuk melakukan yang lebih fundamental seperti mengurus hutang luar negeri dulu (agar kita gak bayar bunganya di kemudian hari)? Semoga saja yang kedua karena buktinya memang IMF kita lunas tahun ini.

Extra income
bebrapa isu krusial di atasa sangat bergantung pada kondisi di mana negara punya lebih banyak uang. jadi meski extra income bukan hal terpenting, teteap aja lumayan sangat penting. Semakin banyak devisa dan semakin sedikit korupsinya, kita bisa lebih banyak beli barang2 yang berguna untuk belanja negara.

Ada beberapa hal yang mana jika SBy diberi kesempatan kedua, sebaiknya dia perbaiki di sektor-sektor ini:

Potensi pertama adalah tenaga kerja luar negeri (TKLN). Temen gue yang kerja di pemerintahan baru melihat laporan bahwa populasi TKLN di seluruh dunia adalah 6 juta. Dan devisa yang 6 juta orang datangkan ini dalam 1 tahun adalah USD 6 Milyar. bandingkan dengan cadangan devisa 2008 yang USD 51 Milyar. TKLN (dan yang gua maksud di sini bukan gue ya, tapi TKW dan TKI) menyumbang > 10% devisa negara. Tapi sejauh ini tim SBY lemah sekali perhatiannya pada TKLN. Mereka yang disetrika dan diperkosa di arab. Mereka yang diburu seperti budak di perkebunan di Malaysia. bekas petinggi KBRI di sebuah negara belakangan malah ketahuan sering memeras dan memungut uang dari 3 juta TKI yang kerja di negara itu. TKI pulang masih diperas. TKI yang pergi kurang dibekali added value sehingga upah mereka di luar negeri tergolong murah.

Sekarang gini aja, jika dengan kondisi kita yang upahnya serendah ini sudah menghasilkan >10% devisa, bayangkan berapa devisa yang kita dapatkan jika tim SBY memberikan insetif pendidikan pada TKI yang akan pergi dan pengamanan pada TKI yang pulang?

Ini penting sekali karena TKI adalah sumber daya yang tidak habis. Akan selalu ada tenaga kerja.

Potensi kedua adalah perbaikan ekspor perkebunan sebenarnya. Jika Thailand bisa sukses dengan duriannya, kenapa kita tidak? banyak kok orang pinter di Indonesia yang jika pemerintah mau bina, kita bisa buka satu perusahaan yang khusus untuk pengembangan bibit unggul dan langsung dibina ekspornya.

Potensi ketiga adalah pariwisata. Visit Indonesia 2008 seharusnya diawali dengan pembangunan infrastruktur dan sarana transportasi ke daerah-daerah yang potensial. yang ada, di desember 2008, jalan tol Sukarno hatta masih dibenerin.

Semua ini menunjukkan 2 hal penting sebenarnya.

Pertama, menyelamatkan bangsa itu tidak bisa langsung 240 juta orang sekaligus. Mungkin 4 tahun pertama dia fokus di pertanian, di mana 45% rakyat Indonesia adalah petani. Baru setelah itu dia konsen ke perikanan, perkebunan dan lainnya. Bahwa menyejahterakan semua orang sekaligus itu gak mungkin. Mesti satu-satu. Guru-guru yang resmi PNS ternyata gaji+tunjangannya sudah sangat oke. Gue tahu tunjangannya bisa 2.5 juta per bulan. Tapi pendidikan indonesia masih banya yang guru tidak tetapnya dan mereka ini yang masih terpuruk.

Kedua, menyelamatkan bangsa itu gak bisa 4 tahun. Semua ini butuh proses. Dari sekarang sudah terlihat fondasi ekonomi kita gak jelek-jelek amat. Ibarat mobil, sepertinya 4 tahun pertama ini dipakai untuk reparasi mobilnya. Mungkin dia butuh tahun kedua untuk menjalankan mobilnya.

Jadi, haruskah kita memberikan kesempatan kedua pada SBY?

Jawaban gue: melihat fakta-fakta dan fondasi yang sudah dibangun, dan melihat kondisi kita di 2004 dan 2009 sekarang, kita sebaiknya berikan kesempatan kedua itu.

Labels:





John Adams
Thursday, January 15, 2009

Lagi nonton mini seri John Adams yang diproduksi HBO dan Tom Hanks.

1. Keren
2. Terlihat sekali jaman dulu itu orang2 sangat idealis dan gak korup.
3. Opening scorenya bagus - irish sekali.
4. Pribadi yang sangat bertolak belakang dengan Bung Hata tapi memiliki 1 kesamaan. Bung hatta dan John Adams adalah wakil presiden di saat sebuah negara terbentuk, dan kontribusi mereka terhadap negaranya sangat-sangat kurang di apresiasi.

Labels:





Don't Get Provoked
Monday, January 05, 2009

Just to let you know... a Malaysian and a Singaporean are insulting Indonesians.

http://dontvisitindon2008.blogspot.com

http://kamiantiindon.blogspot.com

Be careful not to get provoked. If we are a better mannered nation we won't let this kind of things get on our nerves.

In my view, we are on our way, relatively fast, in becoming a better nation than we were 10 years ago. Let's calm down and not go down to their level. After all, these 2 persons do not represent their entire countries.

Click at your own risk.

Rgds.

Labels:





Korupsi, Pemerintah & Mobil
Wednesday, July 30, 2008

Korupsi
Sori nih kalo postingan gua gak lucu atau gimana. Dalam beberapa posting gua ttg negara ini gua selalu punya keyakinan akan bangsa ini. Bahwa kemajuan bangsa ini dimulai dari kita dan gak perlu tunggu orang lain dulu (baca pemerintah/dpr) untuk membuat bangsa maju. Pemikiran gua, kalo sampe saling tunggu, ya kitanya gak maju-maju. Berita-berita tentang proses hukum kasus dana BLBI yang menyangkut 52 mantan anggota DPR lumayan membuat itu semua pupus.

Kenapa ya bangsa kita ini suka sekali korupsi? mengambil apa yang bukan haknya? Ini bahaya sekali. Karena ketika satu orang korupsi karena tamak, dia memaksa 100 orang lain untuk korupsi demi survival. Formula setan yang tterbentuk ini lah yang akhirnya membuat biaya hidup dan biaya pembangunan mahal. Jaman gua SMP banyak guru korupsi. gua gak bisa nyalahin mereka. Gaji mereka kecil dan butuh untuk survive di jakarta yang merupakan kota ke #43 termahal di dunia untuk bahkan ukuran expat (mercer survey).

Korupsi dana milyaran itu kasus yang parah. Kita kaum pekerja, kerja keras dan dipotong pajak. Pajak ini diambil pemerintah untuk membiayai rakyat dan pembangunan. Uang ini bersirkulasi dalam berbagai macam bentuk. ketika uang ini dikorupsi, ini artinya rakyat golongan pekerja hidup untuk membiayai korupsi orang dan teman-teman rakyat yang kelaparan tidak dapat makan. Pembangunan juga tidak berjalan yang membuat kita semakin ketinggalan.

Tahun 1999-2004 terasa sekali bagi gua bahwa Indonesia jalan di tempat dalam ranking di dunia dan kesejahteraan menurun. Dan sekarang, di tahun 2008 terbukti. Banyak sekali anggota DPR periodie 1999-2004 yang korupsi. Intinya semakin banyak lagi bukti bahwa 5 tahun kita mempercayai Gus Dur dan Mega gak ada hasilnya. (dan sekarang mega menyerang SBY habis-habisan. mbok ya ngaca). Gus Dur juga pantas turun. Punya partai aja bisa pecah, gimana ngurus negara? Mega juga kritisi cara SBy menghadapi krisis minyak dunia.
menjadikannya cerminan kegagalan SBY. Heleh namanya juga krisis minyak dunia. Semua presiden di dunia ini di demo sama rakyatnya. Jika kita me-list dosa besar presdien sekarang, harga minyak bumi tidak pantas dimasukkan karena semua presiden di dunia juga dikecam rakyatnya. Ini krisis global.

Negara dan Mobil
Periode 2004-2009 kabinet SBY merapihkan pajak agar semua orang bayar pajak. Ini sebenarnya bagus. Ini sebenarnya sesuatu yang bisa dilakukan dari jaman Mega yang entah kenapa dia tidak lakukan. Banyak entah kenapanya kalo ngomongin Mega, sumpah. Gua juga sebenernya rada percaya bahwa semua kebijakan SBY berangkat dari niat baik. Punya NPWP juga baik tapi di saat yang sama SBy memerintahkan semua orang punya NPWP, kita dihadapkan dengan persidangan kasus di masa 1999-2004 di mana pajak itu dikorup oleh tak lain wakil rakyat. Weleh, gimana orang bisa PD?

Dan ujian thd pemerintahan SBY sendiri akan terlihat 4 tahun lagi. 4 tahun lagi kita akan liat apakah ada trilyunan rupiah yang terkorup di bawah batang hidung dia seperti yang terungkap di bawah hidung Gus Dur-Mega sekarang?

SBY ini ibaratnya diamanatkan jadi supir sebuah mobil tapi sampe sekarang turun pangkat jadi montir. Rakyat teriak mobil ingin maju tapi ya gak bisa. Dia harus benerin mobilnya dulu sebelum bisa jalan karena 3 presdien sebelum dia gak benerin mobilnya. Jadi ketika dia naik jadi presiden, dia menemukan mobil yang sangat rusak.

Ini buah simalakama juga untuk SBY. Kalo kerusakan negara sangat parah, bisa-bisa mobil kita baru bener di saat 2009. Di saat itu rakyat sudah tidak sabar dan mengganti SBY dengan presiden X.

Presiden X ini yang keenakan. Dia jadi presiden mendapati mobilnya sudah lumayan oke. kalo mobil jalan, bisa-bisa dia yang kena harumnya.

Gua bukan pendukung SBY tapi gua yakin kerusakan materil dan mental negara kita butuh lebih dari 5 tahun untuk undergo perbaikan. Kalo presdien yang sama tidak diberikan kesempatan untuk termin kedua, bisa-bisa perbakan dasar yang SBY sudah lakukan 5 tahun ini dirubah lagi oleh presiden X.

SBY sendiri bukan tanpa cacat. Dia meng-approve visit indonesia 2008 tanpa persiapan yang terlihat. Airport gak dibagusin. Akses ke tempat wisata tidak diperbaiki. Tempat wisatanya sendiri tidak mekarkan. gak ada persiapan sama sekali. Atau setidaknya, tidak ada persiapan yang terlihat. Abisin 17 milyar bangun website untuk apa? Greece dan Yunani, nih gua sering ngeliat banner mereka di semua website dunia. yahoo lah, msn lah, di semua website. kesitulah sebenernya 17 milyar itu seharusnya habis. tapi ya sejauh ini baru itu blunder terbesar dia sebagai presiden di mata gua.
Tsunami? itu alam.
Krisis minyak dunia dan naiknya BBM? itu global.
Lapindo? well itu juga sih.

Jadinya apa kalo kita menerima presiden baru?
Skenario baiknya: bisa jadi presiden memajukan indonesia dengan mobil yang SBY capek-capek perbaiki.

Skenario buruk: Mobilnya masih ngadat dan presiden X juga mereparasi mobil. Pekerjaan SBy dirubah lagi. PP dirubah, ketentuan-ketentuan dirubah, policy dan strategi dirubah. Mentah lagi semuanya danrakyat harus tunggu lagi 5 tahun. Tiap 5 tahun akan terjadi saja seperti itu.

Sukarno dan Suharto juga bisa sukse bangun negara karena mereka memiliki termin keduanya kan? mereka bisa follow up apa yang mereka kerjakan di termin pertama mereka.

Pengaruhnya apa bagi pekerja keras seperti kita-kita?
Gua cuman ngarepin bahwa pajak yang gua berikan pada bangsa ini tidak digelapkan. Agar bisa membangun negara. Agar uang itu dapat mempercepat presiden sekarang selesai memperbaiki mobilnya dan agar kita bisa segera naik mobil itu. Korupsi menghalangi proses kelajuan mobil dan bahkan proses perbaikan mobil kita ini.

Gua berharap Indonesia masih bisa diperbaiki. Jujur, ada lho kata terlambat. Jangan sampai kita berada dalam titik di mana kita tidak maju-maju. Di saat itu kita akan semakin tertinggal. Apakah gua berharap banyak dengan pemerintah sekarang? ya, masih.




Labels:





Kita ini Bisa Maju Gak Sih #2
Wednesday, October 10, 2007

Koreksi
Gua dikoreksi oleh beberapa orang di posting sebelum ini. Koreksi yang bagus dan put things in perspective. YIM bisa jadi hanya mejalankan tugasnya sebagai DPR.

Guna DPR
Sekarang mari kita anggap YIM hanya mejalankan tugasnya dengan baik. Dengan kritis mempertanyakan tindakan para eksekutif. Jika memang begitu, ini gak menyelesaikan masalah, yaitu kenapa banyak orang yang sepertinya jenius dan tahu segala, end up duduk di posisi yang hanya bisa ngeritik?

Kalo memang anggota DPR itu perwakilan rakyat dan ngerasa tahu apa yang terbaik untuk rakyat, kenapa DPR end up sbg pengeritik dan gak punya otoritas untuk untuk do something? Do something, do anything, untuk bikin kita maju.

Kalau memang YIM ini memang tahu bener ttg etika berpolitik LN, kenapa dia sbg DPR gak punya authority untuk terjun dan membantu memperbaiki? Ini artinya kita bayar pajak untuk bayar anggota DPR gaji berlebih tapi gak punya otoritas untuk action. Sinting. Itu namanya sinting.

Gua ngomong gini karena status kerawanan kondisi negara kita bagi gua sudah berada di tahap di mana bahkan kritik mebangun pun gak akan memperbaiki keadaan. Action. Do something. Do anything. Kita udah liat, bahas dan setuju SBY, meski ada cacatnya, bener-bener kerja dan kecapekan. Do, something Indonesians!!!

Laler Politik
Granted bahwa setelah koreksi teman-teman gua jadi sadar oh mungkin YIM pengen bantu tapi terkekang. Dan sekarang gua bukannya ingin mengakhiri posting ini dengan pindah topik, menarik ditemukan bahwa gak banyak yang menanggapi bagian tulisan gua ttg kontes politik. Menarik bahwa berkali-kali gua kritik Amien Rais sebagai banci tampil tapi gak ada yang respon.

Granted mungkin YIM hanya menjalankan kapasitasnya sebagai DPR.

Granted bahwa kita bayar pajak untuk bayar anggota DPR untuk kritik tanpa kasih otoritas untuk take action, meski itu sinting.

Tapi Indonesia bisa bergerak lebih maju kalo kontes politiknya berkurang. Orang-orang seperti Amien Rais, Indonesia bisa istirahat dari orang-orang kek dia. Kenapa sih kok gua kayaknya sentimen bener sama dia?

Ceritanya gini:

Kekuatan "Do Something"
Tahun 2003 gua menemukan gaji gua kecil. Gua gak nyalahin pemerintah. Instead gua siang kerja malem nulis. Berubah hidup gua. Sekarang gua udah bisa punya anak asuh. Berbuat lah sesuatu dan itu akan mengubah hidup lu. Dan Insya Allah bisa merubah/membantu hidup orang lain.

Itu baru gua, warga negara dengan kekuatan politik nol. Laler-laler politik seperti dia punya otorita, karisma dan kapasitas untuk membantu presiden mengubah hidup rakyat, memperbaiki. Ini yang gua gak liat. Klik disini kalo mau baca. Ironisnya gua pernah milih dia. Ternyata dia hanya salah satu dari banyak laler politik yang pamrih dan gak mau nolong orang kalo dia bukan presiden. Bahkan dengan negara sebagai taruhannya.

Malaysia lebih maju dari kita bukan karena mereka lebih demokatris. Mereka diktator.

Singapur lebih maju dari kita bukan juga demokrasi, tapi justru rezim pemerintahnya lebih parah dari jaman Suharto.

Masalahnya, semua orang di kedua negara itu setuju untuk gak berpolitik dan kerja sama bikin negara maju.

Ini yang gua gak liat di Indonesia.

Labels:





Kita ini Bisa Maju Gak Sih?
Tuesday, October 09, 2007

Satu tahun yang lalu gua nulis ini (klik sini) sebuah postingan yang mengundang banyak pro kontra. Waktu itu gua menyuarakan mending kita memperbaiki diri dari pada ngarep sama pemimpin-pemimpin kita. Banyak yang menghujat gua dengan bilang bahwa masalahnya bukan di rakyat tapi pemimpin-pemimpin kita lah yang bobrok. Gua setuju kok pemimpin kita banyak yang bobrok. Masalahnya kalo mau ngarep mereka berubah susah. Kalo ngarepin kita berubah, itu lebih bisa dijalankan.

Simpen dulu itu di sana. Gua mau lompat dulu bentar ke masalah bawah:

Akhir-akhir ini gua sering baca kasus-kasus kekerasan thd WNI oleh warga Malaysia. Granted bahwa kondisi makin parah. Granted bahwa sebagian kasus adalah karena kecerobohan WNI sendiri yang gak bawa surat lengkap. api beberapa kasus memang asli aja warga Malaysia tidak punya respek thd kita. Bagi mereka kita warga kelas dua yang memiliki semua konotasi negatif yang kita bisa bayangkan. Pembantu lah (padahal pekerjaan juga apa aja asal halal itu yang dilihat Allah), tukang cari masalah hal, perilaku buruk, bla bla bla. Granted.

Dari sini kita sebagai bangsa bereaksi. Bagi gua, ada rasa senang melihat orang-orang merasa panas harga diri bangsa diinjak-injak. Ngeliatin aja gitu bahwa orang Indonesia masih care thd bangsanya. Kita boleh jadi bangsa tertinggal, tapi masih punya dignity.

Apa hubungannya sama pemimpin-pemimpin kita? Ini hubungannya: perkataan dari Yusron Ihza Mahendra (YIM), anggota komisis I DPR di artikel detik ini (klik seneeeh)
quote:
"Jangan masalah penculikan anak aja yang diurus. Masalah harkat dan martabat di mata internasional yang diinjak negara lain, SBY hanya diam"

Gua meledak. Bagi gua, bangsa kita menjadi bangsa yang tertinggal ketimbang negara lain justru karena orang-orang seperti YIM ini. Kerjanya ngeritik. Bantuin nggak. DPR ada berapa ratus orang? Presiden cuman 1.

Indonesia susah maju karena kita punya kebanyakan orang-orang seperti YIM ini. Terlebih lagi, kontes politik itu terlalu ramai. Tidak hanya mengeritik tapi juga menjatuhkan. Kebanyakan orang ngira dia pantes jadi calon pemimpin dan gak brenti sampe yang lain jatuh. Semua orang ingin maju dan menjatuhkan orang lain. Sampai saatnya dia bisa maju, dia ditusuk orang dari belakang dan begitu seterusnya. Tidak ada satu pun pemimpin di Indonesia yang didukung oleh segenap rakyat, bawahan dan counter politicsnya. Akhirnya jadi counter productive.

Ngakunya reformasi tapi reformasi itu jadi ajang orang saling tusuk. Amien Rais dukung Gus Dur jadi presiden, beberapa tahun kemudian dia juga yang seret Gus Dur turun. Udah tahu Mega gak bisa apa-apa masih aja sengaja didorong ke atas utk diekspos ketidak becusannya dan begitu seterusnya.

Sekarang SBY. Anggota2 DPR dan lawan-lawan politiknya juga kenceng bener kritik dan hakimi SBY kurang ini kurang itu. Lagi ngurus A, dikritik kok gak ngurus B? Ngurus B, Itu C gak diurus. Tapi gak ada lawan politik yang nolong dia. Presiden hanya manusia. Dibutuhkan kerja sama semua orang untuk bisa bikin bangsa maju. Ini nggak. Semua cuman di pinggir lapangan ngeritik. Ngarep jatuh agar dia bisa naik. Gak sadar apa dia juga ntar digituin? Juga harus gua singgung kayaknya yang namanya Amien Rais itu meriang kali ya kalo gak jelekin presiden. Gus Dur dia langsirin. Mega dia jelek2in. SBY dia ekspos. Banci tampil manusia itu.

Padahal gua bilang sih SBY untuk saat ini yang paling mending dari semua presiden kita. Oke deh mungkin dia jenderal. Itu membuat orang was-was apakah akan menjadi totaliter. Tapi dia satu-satunya jenderal yang jadi presiden yang asli beneran S2. Educated.

Banyak orang bilang dia gak cukup berbuat untuk memperbaiki negara ini. NAH MEREKA NOLONGIN GAK? Kita udah pilih 1 orang. Mendingan kita dukung orang itu, siapa pun dia untuk bawa kita maju. Jangan ngeritik gak guna seperti YIM.

Liat sekarang, mana ada elit politik yang nolong SBY? Semua ngeritik. Giliran kampanye presiden semuanya tiba-tiba muncul kayak maling ayam, berusaha meyakinkan kita bahwa dia punya cara dan janji bikin kita maju.

Respon gua adalah: KEMANE AJE JEK? Bikin maju negara gak usah jadi presiden kali? Bantu aja presiden yang sekarang. Itu sih namanya pamrih.

Banyak orang bilang dia gak cukup berbuat untuk memperbaiki negara ini. Ya iyalah, dia ngabisin banyak waktu memperbaiki kesalahan 3 presiden sebelumnya yang gak berbuat banyak. Dia gak perfect. Tapi kita lihat, dia kewalahan ngerjain semuanya karena kebanyakan kerjaan itu seharusnya sudah dibereskan 3 presiden sebelumnya.

SBY udah kita reduce menjadi tukang sapu masalah masa lalu. Belum lagi orang-orang kelebihan gaji seperti YIM ini yang gak ngasih added value ke kemajuan negara.

Orang-orang terburuk yang negara ini bisa miliki adalah orang-orang seperti YIM. Seriously, kita gak butuh kritik sekarang. Kita butuh dukung siapa pun yang jadi pemimpin di negara ini untuk ngejar ketinggalan.

Pembaca mungkin boleh gak setuju sama gua. Sori kalo ada idola kalian yang gua tulis negatif di sana. After all ini blog pribadi ya, bukan blog orang lain.

Labels:





Satu Tahun Perubahan
Tuesday, August 15, 2006

Sebentar lagi Indonesia berumur 61 tahun.

Jika kamu orang Indonesia, satu aktifitas di bawah mungkin berguna.
Ada yang berubah dari Indonesia selama setahun terakhir? Macet, korupsi, hutang negara? atau selalu menjadi satu-satunya negara yang, ketika currency se-Asean membaik, rupiah kita tidak?

Tidak ada yang membaik? Stagnan? Frustasi dengan itu semua? Suka membandingkan dengan negara lain?

Jika jawabannya 'ya', maka saya ingin bertanya satu hal lagi.

Ada yang berubah dari kamu sebagai orang Indonesia selama setahun terakhir?

Secara pribadi, saya paling benci mendengar ada orang Indonesia mengeluh tentang negaranya sendiri. Kenapa? Saya akui bahwa tidak banyak dari pemerintahan kita yang layak dibanggakan akhir-akhir ini. Tapi kita harus ingat bahwa sebuah negara berisi dan dibentuk orang warga negaranya sendiri dan kita, kamu, dia dan mereka adalah warga negara dari Indonesia. Dan ketika sebuah negara tidak membaik, itu bukan salah siapa-siapa kecuali salah kita sendiri.

Kita iri kenapa bahkan negara ASEAN lain sudah mampu bangun mass transit sendiri. Di lain sisi disuruh daftar NPWP, malesnya setengah mati. padahal pajak adalah sumber pemerintah mendanai pembangunan negara.

Banyak dari kita yang mengritik pemerintah yang belum juga bisa mengurangi hutang luar negeri, tapi...kita pergi ke mall membeli baju yang diimpor. Ke mall, naik mobil yang CBU yang diimpor. Di sana, makan di rumah makan yang sistem franchisenya mendikte bahwa 60% revenue harus dikonversikan ke USD dan transfer keluar negeri. Kita malu jadi negara yang hutangnya besar tapi barang yang setiap hari kita beli membuat pemerintah makin sulit menabung devisanya. Semua keluar karena kelakuan kita yang tidak melakukan apa-apa.

Kita orang kota yang hidup seperti itu seharusnya malu dengan pengrajin rotan yang mengekspor kursi ke Jerman. Sementara kita habiskan devisa beli barang impor, dia menyelamatkan negara dengan memberinya devisa.

Tidak ada yang peduli dengan TKW yang berpenghasilan USD10000 setahun. Yang di negeri tuannya digampar dan diperkosa. Yang ketika pulang uangnya diperas supir dan calo. Yang di cengkareng ditempatkan di terminal khusus agar 'tidak mengganggu' kita-kita. Padahal kita pergi keluar negeri membawa dollar dan mengamburkannya dengan belanja. Mereka mengais dollar dan memulangkannya ke Indonesia dan membantu negara menambah devisa. Lucunya, kita yang foya-foya ini memandang rendah mereka.

Kita pergi ke supermarket membeli apel australi dan durian monthong dan bergumam 'coba indonesia bisa seperti ini'. Di saat dia makan dia tidak sadar bahwa uangnya telah pergi membayar apel tersebut ke Australia dan Thailand. Dan bahwa ada ratusan sarjana IPB, UI dan ITB yang seharusnya bisa membantu genetic engineering untuk pembibitan unggul buah ekspor yang kerja di bank.

Kita ingin Indonesia berubah?

Mulailah berubah dari diri kita.
Mulai berubah dari apa yang kita bisa.
Mulai berubah sekarang.
(mengikuti nasihat Aa Gym, hehe)

Ada yang berubah dari kita sejak setahun yang lalu? Apa yang kita perbuat yang membantu negara kita menjadi lebih baik dan lebih berarti? tanya dulu itu. Baru merasa malu.

Nasib negara kita ada di tangan kita sendiri. Bukan orang lain. Bukan dia, bukan mereka, tapi kita.

Dirgahayu Indonesia ke-61.

btw: Seseorang harusnya membuka bisnis transportasi antar jemput dan security untuk TKW. kasian sekali nasib mereka.

Labels:






About This Strikingly Handsome Writer:


Adhitya Mulya adalah Dewa Ganteng yang tinggal di kahyangan bersama 100 dayang-dayang. Dia menghabiskan waktunya turun ke bumi untuk bertemu dengan rakyat jelata dan berburu menjangan dan babi hutan... (or is it, berburu rakyat jelata dan bertemu dengan babi hutan? anyways, same thing). Oh ya, sesekali dia menulis buku komedi.

Contact:

adhitya_mulya@hotmail.com

10 Recent Entries

  • Caleg-Caleg itu...
  • Masih Tentang Anchor Kita
  • Situ Gintung
  • Krismon dan Kerjaan Baru
  • Tolong Sebarin Ya Guys!
  • Anchor News Kita dan Nama Orang
  • Mantan-Mantan Kalian
  • SBY vs JK
  • Thank You God
  • Film Serem

  • orang telah melihat kegantengan gua yang legendaris itu.




    Get Firefox!

    Pictures




    Links

    Ninit ; Aan ; Agung ; Aip ; Alaya ; Avianto ; Aris ; Atta ; Detta ; Ewink ; Enda ; Erly ; Fairy ; Fanny ; Ganda ; Hagi ; Hanzky ; Isman ; Ita Leyla ; Ni'ang ; Ndari ; Nita ; Pip ; Okke ; Roi ; Ruri ; Shinta ; Tyaz ; Udhien ; Umar; Adi ; Afo ; Alaya ; Alfa ; Ale ; Alvons ; Aiff ; Andhi ; Andin ; Andin ; Anggie ; Anto ; Aprian ; arb3i ; Ari ; Arma ; Arif ; Ayu ; Axlandra ; Bantot ; Be-Es ; Beranda ; Bintang ; Bios ; Blub ; Brandy ; Buzz ; Cay ; CB ; Celia ; C'est la Vie ; Civent ; Claustrophobic ; Comel ; Comel ; Crey ; Dagungsta ; Dayat ; Deksay ; Dian ; Dican ; Didi ; Didiet ; Diki ; Dini ; Dion ; Disposable Hero ; Drey ; Duwie ; Dwi ; Dyah ; Ekodox ; Emil ; Ephe ; Eric ; Erika ; Erwin ; Eve ; Eyi ; Farid N ; Farid ; Finalizabeth ; Fitri ; Flow ; Flow ; Fresh ; Gajah Duduk ; Gauz ; goblog ; grE3nY' PrinceZz ; Guido ; Grizz ; Harris ; Harris ; Harris ; Heri ; Herlyanti ; Hero ; Ibiza ; Ika ; Ilsa ; Inex ; Inna ; Ipan ; Irene ; Irene ; Iris ; Isnaini ; Koebiz ; Kun ; Lacsar ; Lemans ; Lilik ; Lindie ; Little Mermaid ; Lontar ; Matz ; Memey ; Merkurius ; Morningdew ; N[a] ; Nasgor ; Neen ; Neenoy ; Nice green ; Nisa ; Nita+Agus ; Nono ; Novie ; Nukov ; Nunik ; Ochan ; Ollie ; Paylo ; Pipit ; Prazz ; Prianca ; QQ ; Radith ; Rapa ; Reena ; Ren ; Ria ; Richoz ; Ridwan Fauzi ; Rihsa ; Riena ; Rita ; Sapi ; Sasha ; Sazi ; Seggaf ; ; ; ; Snydez ; StormyMonday ; Supta ; Sweeney ; Sylvie ; Tamtam ; Tari ; Toet ; Trippin' D ; Tutup Botol ; t.w. ; Ty ; Tyaz ; Tychan ; Umar ; Un^Goe ; Vanda ; Vanya ; Viga ; Vellas ; Weedee ; Yudha ; visit rice bowl journals !