Scene 40 Yang Bermasalah Itu Update: In case gak ada yang merhatiin, ada 2 berita baru di atas: 1. Serial Jomblo di re-run 2 kali seminggu dengan waktu di atas. 2. Serial Jomblo udah bisa dibeli di Disc Tarra. Katanya dari 3 serial yang dijual dvdnya (DTK, Wulan, Jomblo) Jomblo yang paling laku tapi seperti biasa, belum profit aja. hehehe. Makanya, kalo ada yang mau koleksi, silahkan. "Scene 16 take 2!” “AAAAAND ACTION!!” Pemeran utama yang sedang naik daun itu berlari melintas lorong rumah sakit yang angker dan dengan tidak perlunya dia mendobrak sebuah pintu kamar. Dalam adegan sebelumnya yang disyut 3 hari yang lalu, ceritanya dia baru mendapat kabar bahwa sang ibu tertabrak truk semen cor. Tentang kenapa sampai ada ibu-ibu bisa sampe iseng banget berdiri deket truk semen cor, produser pun mengakui itu memang kebolongan skrip. Anyway, di dalam kamar itu sudah ada beberapa pasien dan seorang dokter dengan make up yang cukup berlebih untuk menandakan bahwa make up artistnya sakit katarak. Sesampai di dalam sang pemeran utama segera memeluk seorang ibu yang terbaring “IBU!! IBU!!!” “CUT!!!! CUT CUT CUT!!” Sutradara membenamkan mukanya di kedua tangan. “Amit-amit jabang bayi ni pocong satu…” Sutradara berjalan medekati pocong itu sambil berusaha menyembunyikan kekesalannya dengan cara membanting topi dan menginjak-injak topi itu. Sang sutradara memang jengah dengan kelakuan pocong baru ini. Masalah dengan pocong baru dimulai setelah pocong 3 selesai dipasarkan. Setelah pocong 3, ternyata pocong lama telah memiliki cukup tabungan untuk melanjutkan kuliah akuntansi yang tertunda. Sang sutradara masih teringat kata-kata terakhir pocong lama. “Nih ya Sut, gua bilangin, gua tuh sebenernya gak pengen jadi bintang tenar kek gini.” “Sut..” Dan sutradara pun meledak. “LU NGAPAIN DI SINI? LU GAK ON CALL HARI INI, GAK “Gua pengen aja dateng.” “MAU LU TU APA SIH? HERAN DEH GUE! “Nah itu dia yang gua protes dari sebelum syuting. Ini “Bakat terpendam lu ya BIARIN AJA TERPENDAM!! DASAR BABI NGEPET!” Sang sutradara pingsan darah tinggi. “Nih, adegan lu! Seneng lu ya!” ujar sutradara. Dengan muka masam pocong baru melompat-lompat ke depan kamera melewati astrada 2 “Bilangin tu ke bos lu, kurang makan sayur dia.”
“CUTTTT!!!” Sutradara mengambil toa “CONG, GAK USAH SUARAAN KEK PUDEL CONG.”
“Scene 40 take 4!!!” “Dia udah….” Labels: humor Pocong 23 Jadi ceritanya gua baru sign up ke www.facebook.com. Di sana gua hook up sama temen gua orang sinemart yang jadi produser Pocong #2. Dalam statusnya dia bilang "can't wait to hear Pocong #3 scoring!!" Weleh, pikir gua, ternyata pocong udah mau dibuat threequelnya. Gak banyak film yang selamet dibikin threequelnya. Kalo gak filmnya yang lama-lama gak laku, bintangnya yang lama-lama loyo. Liat Jurassic Park. Atau liat Rocky yang same dibikin #6-nya. Gila tu orang udah jadi aki-aki padahal baru #6 doang. Gua kebayang kalo sampe pocong dibikin film ke #23-nya. "aaaaaaaaaaaand cut!" kata sutradara pocong #23. "Kita break makan siang dulu ya." Si pocong yang beneran tertatih-tatih berdiri. "Sut..." kata pocong, manggil sutradara, "Gua cabut dulu ya. Gua sekalian makan siang di luar" "Ih kemana? Lu gimana sih! Gua mau syuting ngebut nih. Gaya amat lunch di luar segala. Inget lu jadi pocong udah jadi aki-aki. Itu orok udah gua sediain. Susah tauk nyari orok!" Pocong jutek. "Ih masak gua keluar sebentar aja gak boleh?!" "Lu mau apa? Tu liat di balik pu'un!" Keduanya menoleh ke pohon angker di setting syuting. Ada banyak pocong beneran ngintip dan langsung pura-pura sibuk sendiri. "Ada banyak pocong muda yang mau gantiin lu dengan bayaran lebih rendah. contohnya: orok sapi. Gak kayak elu mintanya orok manusia mulu. Kirain nyari orang beranak gampang apa?" "Ye, bukannya belagu. Ini gua mau ngurusin jamsostek gua. Ntah kenapa gak cair bulan kemarin. Istri gua juga kan mesti belanja." "Ya udah sana. 1/2 jam ya." "Lu tega deh. Ini gua kan udah tua, gua lompat aja beser." "Ya udah sana!" 30 menit kemudian, sesampainya di gedung jamsostek, Pocong masuk dengan melompat-lompat. Dia mengambil kartu tunggu dan duduk di sebelah jin tomang dan kuntilanak. "Eh kunti. apa kabar?" "Baek mas." "Gak bunuh orang hari ini kun?" "Gak. Lagi puasa." "Oh pantes. Jamsostek lu gak cair ya?" "Iya nih bete. Secara gua janda, ini pemasukan gua satu-satunya. Pemerintah makin gak beres aja." Pocong teringat akan sesuatu. "Eh iya, gua janjian sama suster ngesot. Bentar gua telfon dulu." "Halo, Sus? Lu di mana?" "Aiyya, wo balu belok masuk thamlin aah." Pocong bingung, dia berbisik pada kunti. "Kun, sejak kapan suster ngesot jadi cina?" "Heh? cina? Dia kan kebumen." "Sus, lu kenapa?" "Ni ya wo kasih tau. Wo barusan makan orang cina. Makanya jadi gini wo punya omongan." "Ya elah. Oh iya. balik ke topik semula. Gua mau nanya aja. LO KE SINI GIMANA? MELATA APA? LAMA AMAT?" "Aiyaaa. WO KAN NGESOT! Udah ah berisik lu orang!" -Klik- Pocong terduduk dengan lesu di samping kunti. "Jaman sekarang udah beda ya. Kun." "Iya." "Jaman dulu orang ngeliat kita, jerit-jerit. Sekarang, kita diperdubak jadi insan perfilman yang dibayar gak seberapa." "Padahal semua film horor box office tuh." "Iya. Sekarang kita bunuh orang gak seru lagi." "Iya. Eh gini aja. kita ke atas gedung, trus jorokin yuk. Untuk seneng-seneng aja." ajak kunti. "Ayo ayo!" mereka segera beranjak. "Tapi pelan-pelan. Asam urat." Di atas gedung mereka berpapasan dengan pegawai kantoran dan segera menakut-nakuti orang itu. Orang itu bereaksi dengan penuh logika dan logikanya berkata bahwa penyelesaian terbaik dari bertemu setan adalah melompat dari gedung. Tak setelah setelah orang tu mejret kemana-mana di lantai dasar, pocong dan kunti kembali ke kantor jamsostek. Mereka senang. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama mereka membunuh untuk senang-senang lagi. Sesampainya di kanor jamsostek. Mereka bertemu dengan suster ngesot yang sekarang lebih pantes disebut nenek-ngesot. "Dih, tampang lu jutek bener. Kayak yang baru makan orang jawa aja." "BT nih. Jamsostek tutup." "Kenapa?" tanya mereka. "Kepala cabangnya baru lompat dari gedung. Jamsostek tutup sampai pengumuman selanjutnya." Nenek-ngesot menggedor-gedor jendela "LU KIRA GAMPANG AJA NGESOT RAGUNAN-THAMRIN!???????????? KUNYUK!" Pocong dan kunti saling bertatapan. This is definitely not their day. PROKLAMASI - THE SEQUEL!!! Oke guys, this is the sequel of the behind scenes of our independence. peringatan: Jangan tersinggung ya. Ini cuman maen-maen kok. ------------- Sukarno duduk di kursi meja bundar, dikelilingi oleh para inisiator proklamasi. Sukarno akan memproklamirkan kemerdekaan dari satu-satunya negara di dunia yang basis proklamasinya adalah mencari bahan omongan (baca previous post). Mukanya masih menunjukkan air muka tidak ridho atas benjol sebesar gaban yang sekarang bersarang dengan jayanya di jidat."Jadi bapak-bapak..." sambil elus-elus dan mengernyit ke atas "Saya baik-baik aja kok." "..." "..." "..." "..." "Beneran deh saya gak papa. Gak perlu prohatin atau apa sama saya!!" dengan nada tidak ramah. "..." "..." "..." "..." "NGGAK! NGGAK GAK PERLU MINTA MAAF KOK!!!! BIARIN AJA!!! SAYA UDAH BIASA DIBIKIN BENJOL ORANG. SERIUS KOK!!! GAK USAH MINTA MAAF YAAAA!!!" "...""..." "..." "..." Apatis dengan orang-orang yang menculiknya, dia mulai berpikir. "Nah bapak-bapak, apa yang kita butuhkan untuk menciptakan sebuah proklamasi?" "Darah dan keringat!!" "PENGORBANAN DAN AIR MATA!!!" "JIWA YANG GAGAH DAN PEMBERANI!" "PERSATUAN INDONESIA!!!!!" "Kita perlu mesin tik." Ujar Sukarno, pragmatis. "Oh...." Dan dibeli lah mesin tik dengan cara kembali mencari objek berat, menibannya sedemikian rupa kepada cina pemilik kelontong dan berhasil mendapatkan mesin tik berjenis qwerty. Hanya saja, objek berat yang dipakai untuk membuat pingsan pemilik toko adalah mesin tik itu sendiri dan sekarang dengan suksesnya menjadi rusak. "Nah ini mesin tik udah dapet. Sekarang nulis apa?" "Diktekan." "Kami, bangsa Indonesia, dengan ini menyatakan kemerdekaannya." Ujar Sukarno setelah berpikir panjang. "Gitu aja?" "Ih kok garing sih?" "Ya abisnya mo ngomong apa lagi? kalo mau menyatakan kemerdekaan, masak iya bilang bahwa arak beras cu pek tong adalah arak beras termurah dan dapat dibeli dengan harga terjangkau?" "Ya elah Suk. tapi masak iya segini doang? Gue udah bolos kuliah niiiii!!! Bajanya Pak Sindur! Tau ndiri gue udah ngulang. Hatrick lah pasti tahun ini." "Ya udah, berisik! kita bikin aja apa ya? dasar negara kali?" "Aduh jangan sekarang deh. Ntaran aja, kita mau pulang dulu. besok kan ujian." "JADI ELO BIKIN GUE BENJOL BUAT APE??????" Ada hening yang lama yang membuat semuanya kikuk dan saling berpandang mata. "..." "..." "..." "Suk...lo marah ya?" "NANYA LAGI!!" "Gini aja, kalo wo bilang, pertama, cu pek tong itu gak terlalu enak. Mendingan Xie Tjing Oei. Tapi gak usahlah dibahas. Kita kan udah pada mau ujian nih. Makanya, bilang aja, segala sesuatu yang menyangkut administrasi negara, akan diurus dalam waktu yang sesingkat-sesingkatnya. Bereskan?" Semua bergumam setuju. "Sana gih ngetik!" "Ogah, males." "ARRRRRRRRRRRRRRGGGHHHHHH.....BATAL UDAH PUASA GUE!" "Kebetulan Suk, depan sono ada kupat sayur nih...." "GKGKGKKKKGKGKGKGK...." Dan lahirnya beberapa hari kemudian, sebuah negara, yang karena dalam proklamasinya tertulis, semua akan diatur dalam tempo sesingkat-singkatnya, jadi negara yang ancur. Happy belated birthday to my own country. You know....I'd die for you* * just not any time soon, though... Proklamasi The Sequel Tadinya judulnya gue pengen tulis Proklamasi & the Chamber of Secrets. Sekali lagi bagi gue minta maaf in advance jika ada dari tulisan di bawah yang menyinggung perasaan. ______________ 15 Agustus 1945. Setelah satu hari perjalanan dan pertama kalinya mereka mencoba untuk puasa, IK1, 2, 3, dan 4 sampai di Rengas Dengklok. Mereka keluar dari Holden butut pinjaman dari Pak Dosen yang sedang tidur lelap di kantornya, yang mereka hajar dengan bata. IK1: "Gini rencananya. IK2, elu ama gue ngajak Sukarno ngobrol." IK2: "ngobrol apaan?" IK1: "ya apa kek terserah. nah IK3, selagi kita ngomong, elu timpuk Sukarno pake batu." IK3: "yah kan. Yang gini-ginian wo aja disuluh. Males ah." IK1: "Eh IK1 mana?" *celingak-celinguk sebentar* "WOY MANUSIA GAK PUASA! SINI! JANGAN KUPAT SAYUR AJA LO DATENGIN!" Independence Day - What They Never Teach You Update 16 Agustus 2005: A good friend from Malaysia posted an interview in her website. Farah is regarded as a Malaysian expert on Indonesian culture in her country (no! don't guess! it's Malaysia). Click here for the interview Click here for Farah's website Thanks Farah! _______________________________ Hari kemerdekaan adalah hari yang penting bagi bangsa
Bandung, 14 Agustus 1945 Burung berkicau IK2: (shitfaced and pissing on IK3) “Ah masak sih?” Burung berkicau IK3: (bangun, stau-satunya etnis cina) “Segelnya…apa sih ni libut-libut?” -DOR-
IK1: “Enak nih burung. Cuman aja gue gak akan pernah tega makan burung piaraan gue.” IK4: (melirik IK2 dan IK3) ‘Quick! Talk about something else!’ “Eh jadi itu bener ya Jepang dibom? Belanda udah gak ada. Jepang udah gak ada. Jadi gimana nih kita mau nunggu dijajah lagi aja atau gimana?” IK1: (terdiam mikir sebentar) “Eh gimana kalo kita merdekain aja ini negara? Trus entar kita jadi, apa namanya? Presiden ya?” IK2: “Tapi ntar kalo salah-salah ngejalanin gimana?” IK3: “Ya udah lah culik olang lain. Kita olang yang bikin plokamasinya, tapi suluh olang lain aja yang baca dan jalanin negala. Jadinya kalo dikejal belanda, ya dia yang ditembak.” IK1: "Iya. iya, bener juga." IK3: "Omong-omong wo tadi mimpi ada yang pipis gitu di muka Wo. Apa beneran ya?" IK2: "Ah perasaan lo aja lagi...Eh itu siapa dong yang harus baca proklamasi? Apa bener kita mau jalanin? Soalnya besok gue ujian nih. Apa gak ditunda aja gitu? Lagian siapa juga yang ngerti proklamasi. Gue aja kagak ngerti itu apaan." IK4: “Eh gue tau tuh ada anak angkatan 30. Mak, bawelnya! Jelema gandeng. Orasiiiiiiii terus. Merdeka lah, ini lah, itu lah. Giliran disuruh nyapu himpunan aja, gak mau. Apa dia aja ya?” IK1: “Ih beneran deh enak banget ni burung. Soekarno itu ya? Males ah..” terdiam sebentar terdesak mengakui kekalahan. “Abisnya…dia ganteng sih..” IK2: “Ya udah, kita culik aja dia sekarang. Sekarang dia lagi di mana?” IK3: “Lagi sama dosen, Kelja Plaktek di Lengas dengklok. Lumayan tuh 3 sks. Eh elo orang bukannya ngulang juga itu mata kuliah?” IK2: “Lulus mah ntar aja lah.”
Dan jadilah sebuah negara di 17 Agustus tahun 1945. Selamat Ulang Tahun ya, Indonesia. Rgds. |
Adhitya Mulya adalah Dewa Ganteng yang tinggal di kahyangan bersama 100 dayang-dayang. Dia menghabiskan waktunya turun ke bumi untuk bertemu dengan rakyat jelata dan berburu menjangan dan babi hutan... (or is it, berburu rakyat jelata dan bertemu dengan babi hutan? anyways, same thing). Oh ya, sesekali dia menulis buku komedi.
orang telah melihat kegantengan gua yang legendaris itu. Ninit ; Aan ; Agung ; Aip ; Alaya ; Avianto ; Aris ; Atta ; Detta ; Ewink ; Enda ; Erly ; Fairy ; Fanny ; Ganda ; Hagi ; Hanzky ; Isman ; Ita Leyla ; Ni'ang ; Ndari ; Nita ; Pip ; Okke ; Roi ; Ruri ; Shinta ; Tyaz ; Udhien ; Umar; Adi ; Afo ; Alaya ; Alfa ; Ale ; Alvons ; Aiff ; Andhi ; Andin ; Andin ; Anggie ; Anto ; Aprian ; arb3i ; Ari ; Arma ; Arif ; Ayu ; Axlandra ; Bantot ; Be-Es ; Beranda ; Bintang ; Bios ; Blub ; Brandy ; Buzz ; Cay ; CB ; Celia ; C'est la Vie ; Civent ; Claustrophobic ; Comel ; Comel ; Crey ; Dagungsta ; Dayat ; Deksay ; Dian ; Dican ; Didi ; Didiet ; Diki ; Dini ; Dion ; Disposable Hero ; Drey ; Duwie ; Dwi ; Dyah ; Ekodox ; Emil ; Ephe ; Eric ; Erika ; Erwin ; Eve ; Eyi ; Farid N ; Farid ; Finalizabeth ; Fitri ; Flow ; Flow ; Fresh ; Gajah Duduk ; Gauz ; goblog ; grE3nY' PrinceZz ; Guido ; Grizz ; Harris ; Harris ; Harris ; Heri ; Herlyanti ; Hero ; Ibiza ; Ika ; Ilsa ; Inex ; Inna ; Ipan ; Irene ; Irene ; Iris ; Isnaini ; Koebiz ; Kun ; Lacsar ; Lemans ; Lilik ; Lindie ; Little Mermaid ; Lontar ; Matz ; Memey ; Merkurius ; Morningdew ; N[a] ; Nasgor ; Neen ; Neenoy ; Nice green ; Nisa ; Nita+Agus ; Nono ; Novie ; Nukov ; Nunik ; Ochan ; Ollie ; Paylo ; Pipit ; Prazz ; Prianca ; QQ ; Radith ; Rapa ; Reena ; Ren ; Ria ; Richoz ; Ridwan Fauzi ; Rihsa ; Riena ; Rita ; Sapi ; Sasha ; Sazi ; Seggaf ; ; ; ; Snydez ; StormyMonday ; Supta ; Sweeney ; Sylvie ; Tamtam ; Tari ; Toet ; Trippin' D ; Tutup Botol ; t.w. ; Ty ; Tyaz ; Tychan ; Umar ; Un^Goe ; Vanda ; Vanya ; Viga ; Vellas ; Weedee ; Yudha ; visit rice bowl journals ! |