zaralde.com

Gue, Mainan & Bankir Gue
Monday, July 16, 2007

Mainan
Salah satu hal yang gua suka dari ikea adalah bahwa hampir semua barang yang kita beli di sana harus kita rakit sendiri. Alasannya adalah agar gampang dibawa dari toko dan gak butuh tenaga pengangkut atau bagasi besar.

Bagi gua yang gua suka dari merakit-rakit adalah kalo gua beli mainan Alde, gua jadi bisa bonding sama dia. Dia selalu duduk di samping gua, penasaran bapaknya lagi ngapain. Bentar-bentar narik obeng atau narik kayunya.










Di Jakarta dulu waktu habis di macet sampe sering gua pergi kerja dengan Alde masih tidue dan pulang mendapati dia sudah tidur. To me, this here, is expensive. Quality time with my son.

Bankir Gue
Hehehe, tadinya gua nulis sesuatu beberapa jam yang lalu ttg bankir gue tapi terpaksa gua hapus karena yours truly's wife didn't approve the posting. So that's that. hehehe...

Rgds.

Labels: , ,





Gua, Nama Gua & Derita yang Gua Tanggung part Deux!!!!
Saturday, June 23, 2007

Sebagian dari kaliain mungkin pernah baca derita yang gua tanggung karena banyak orang salah eja nama gua. Kenyataan bahwa gua nulis buku dengan harapan bahwa 'kalo orang kenal nama gua dari buku gak mungkin salah eja lagi, tyt gak seberapa banyak ngebantu.

Masuk ke dalam kancah lingkup kerja internasional dari tahun 2001, masalah dengan nama gua makin menjadi-jadi aja beyond control.

Orang Eropa
Ternyata orang eropa kesulitan menyebut nama gua. Guru Liner trade pernah mau ngasih PR gua.
"Ahi...ad...adhhh...MULYA!" ujarnya sambil ngasih PR gua.
Selain dia ada kali puluhan fellow trainee yang kesulitan manggil nama gua.
Usut punya usut, ternyata yang bikin susah mereka itu adalah huruf H sesudah huruf Dnya. Dalam konteks dialog mereka, bacanya jadi AD HIT YA. Apparently di belahan bumi eropa sana, ngomong 3 suku kata ini bisa ngeden. Pernah gua minta mereka panggil gua Adit. Gak bisa juga. Jadilah gua yang waktu itu masih muda berkompromi dan bilang:
"You know what, call me Adi. As in, Adi-das."

Gua sebenernya gak pengen meng-compromise nama gua seperti itu tapi gua juga gak pengen liat sekelas mencret manggil nama gua.

Akhirnya pas gua expat pertama kali ke Afrika, gua gak mau kompromi lagi. Gua memperkenalkan diri gua seagai Adhitya. Dibaca: A Di Tya. Mencret, mencret dah lo sono. Ternyata gak seberapa susah dan semua orang eropa mulai terbiasa manggil Adhitya. Beres.

Beres? Gak juga sih. Ada 300 trainee di kantor yang kenal gua dengan nama Adi. Sedangkan setelah gua balik ke Indonesia, gua paksa semua orang, bahkan orang Indonesia, manggil gua dengan Adhitya. MAsalah datang ketika dalams ebuah project, temen gua dari Thailand yang namanya Pornurai, sampe bersitegang dengan manager gua.
"Adi told me Indonesia has sign off on the process."
"Adi who?"
"Adi! your process owner?"
"I never knew any Adi."
Setelah Pornurai garuk-garuk aspal, baru lah misteri terkuak bahwa Adi itu gua. INi sebabnya gua gak mau lagi compromise dengan nama yang bukan gua.

Happening again
Masalah yang sama datang di kali kedua gua expat. Semua orang di kantor, kecuali orang India, susah nyebut nama gua.
"Let's go meet the director." kata bos gua.
"Okay."
DI kantor bos gua?
"Hi Steen, this is adh...adh....adh......"
"Adhitya."

Abis itu, setelah dengan tidak suksesnya kenalan dengan director,
"Hey you know what? do you have a shorter name? Nick name?"

Departemen gua adalah vessel capacity. dan akhirnya gua go by the name of: That new guy in capacity.

Orang India
Satu-satunya ras di dunia ini yang gak susah nyebut nama gua adalah orang india. Tiap kali gua kenalan, meeka either senyum atau kaget.
"Lho kamu kan orang timur dan orang ganteng, kok make nama india sih?"
Di satu sisi gua seneng karena mereka bisa nyebut nama gua. Di satu sisi gua asem bener sama pertanyaan itu.

Origin of My Name
Sementara banyak orang mendapatkan namanya secara teliti dari Al-Qur'an, gua dapet nama dari bahasa Sansekerta. Adhitya, dalam bahasa sansekerta adalah Aditya yang berarti (ehm) pangeran.
Bagus gak artinya? Bagus kan? Bagus dong. Masalahnya adalah di-proses mendapatkan nama itu. Pertama kalinya gua tau arti nama gua, gua langsung ke ibu gua dan nanya:
"Mah, adit dinamain adit pasti karena artinya Pangeran ya?"
"Oh artinya itu ya? Gak sih. Waktu hamil kamu di medan, tetangga kita ada anak kecil orang india namanya aditya. anaknya lucu pinter dan ganteng. Ya udah kita ikutan aja namanya sama."
Kentut.

Yup, there you have it. Nama gua, ngikutin nama orang. On the lighter side of things, nasib gua masih mending ketimbang anak-anak yang lahir dan dinamain Suharto. Gua aja manyun mereka gimana coba.

Anyways, kejadian itu ngajarin gua sesuatu. Bahwa menamai anak itu penting untuk bagus, penting untuk meaningful, tapi penting untuk bisa diannounce secara universal.

Nama Anak
Makanya ketika Aldebaran lahir, gua hati-hati bener. Kriteria buanyak bener.
1. Gua pengen namanya Arab tapi gak terlalu arab sampe dia harus disetrum di imigrasi sama polisi di Algeciras atau kopernya dibongkar dua jam di Tokyo International Airport namanya Abdullah. Atau gagal terus dapet visa schegen. Basicallya gua pengen namanya Arab tapi gak ketauan sama orang bahwa itu nama Arab agar dia gak sulit travelling.

2. Gua pengen namanya selalu ada ke mana dia pergi.

3. Namanya berasal dari seuatu yang berguna.

4. Dan yang paling penting, namanya gak susah disebut.


Dapetlah gau nama sebuah bintang, "Aldebaran". Berasal dari nama arab Al Debaran, untuk bintang ke-13 palingterang di angkasa. Usianya lebih dai 4000 tahun, lebih tua dai beberapa peradaban di muka bumi ini dan karena dia ada di angkasa, namanya akan ada untuk 4000 ahun ke depan (asumsi belum kiamat). Berguna karena pelaut-pelaut arab selalu mencari Al Debaran untuk menuntun mereka melaut dan menuntun mereka pulang. Albdebaran saves the life of countless seafarers.

Suatu hari gua majang foto anak gua di meja kerja. Bos gua yang orang singapur nanya:
"Hey...is that your little boy?"
"Yes."
"What's his name?"
"Aldebaran."
"Ald...Ald...Adlebaban?"

OH COMMON!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Untuk Aldebaran: If you some day read his my son, then read this part: I only meant well.

Labels: , ,





Gua, Nama Gua dan SMS-SMS Dari Pantat Orang-Orang
Sunday, January 28, 2007

Gua sering punya masalah dengan nama gua. Nama lengkap gua adalah Adhitya Mulya. Dari A, ke D. Jadinya kalo di-absen dalam kelas, gue selalu urutan kedua, ketiga, aau kelima. Gak pernah lewat dari urutan lima. Waktu gua kuliah di sipil, gua cuman kalah sama orang yang namanya Abraham, atau Abdullah Abbas karena mereka AB... dan gua AD....Pengecualian buat Abas yang kalo gua bilang, curang karena nama aslinya Cecep Aab Abdullah Abbas.

Asemnya lagi, guru-guru tuh sering banget manggil siswa buat tugas, ulangan, atau apa lah, dari nomor urut satu yang mana bikin gua pengen colok itu guru. Kalo ulangan lisan atau berhitung di papan tulis sih gak papa. tapi yang jutek itu kalo yang gak penting banget kek nyanyi. Atau mempersembahkan prakarya yang mana gua belum siap.

ANYWAYS...ketika gua lulus dari S1 gua bersyukur karena gua gak akan pernah lagi berhubungan sama yang namanya absen. That is, until era handphone dateng.

Yup. Semua handphone itu ngurutin namanya PERCIS seperti kita ngurut absen. Dan jujur aja, gak banyak orang yang namanya Abdul dan Abas jadinya dalam HP semua temen gua, gua sering ada di yang paling atas dalam phone book mereka.

Labels:





Gua, Motor Gua, dan Wanita-Wanita di sekeliling kita
Tuesday, December 19, 2006

Jaman kuliha dulu, gue naik motor. Setidaknya di ITB, motor adalah faktor yang menseparasi pria dari...uhm...pria lain. Intinya, setidaknya, tahun 96, cowok yang punya motor di ITB (lumayan) jadi dambaan wanita.

Sayangnya yang kerap menjadi dambaan adalah motornya karena motor ini menjadi alat bagi cewek-cewek itb untuk nebeng dan minta anter. Pemilik motornya sendiri tetap tidak mengalami perbaikan kasta atau nasib dalam asmara.

Singkatnya, kita-kita di sipil96 yang punya motor sering diminta cewek-cewek untk minta anter mereka. dan berhubung cewek sipil hany 20 dari 160 populasi, jelas segala permintaan mereka kita penuhi.

"Dit, gue nebeng!"
"Oke!"
di mana kata nebeng itu tertukar dengan wording 'minta anter' karena definisi nebeng adalah sejalan arah kos gue DAN BUKAN nun jauh di pinggiran Bandung.

"Dit, anterin gue ke rumah sakit!"
"Beres!"
Meski pun penyakitnya menular dan seperti dia, gue ikutan meriang 3 hari.

"Dit, jemput ade gue di SMP!"
"Jam berapa?"
Di mana sesampainya di SMP itu, gue baru nyadar gue belum tahu tampang itu anak kek gimana.

But all in all, kita sayang sama cewek-cewek sipil ini dan tidak pernah ada kata tidak untuk melayani mereka. Tapi tetep aja entah kenapa gue selalu kena kasus. berikut adalah kasus-kasus yang paling parah yang gue pernah alami.

Dengan Wiwin
Kita sebut saja namanya Wiwin karena kalo sampe ketauan nama aslinya dalam blog ini, riwayat gua bisa tamat. Wiwin adalah wanita berkacamata tebal dengan otak yang lebih tebal lagi. IPKnya terancam 4. Wiwin adalah juga atlet yang tergabung dalam pelatda voli JABAR. Dia punya tangan yang cukup kuat untuk serve voli...dan kalo nampar cowok, itu cowok bisa melintir. Gua suka boncengin dia pulang karena dengan begini gue bisa nodongin dia dengan,
"Eh Win, adit sekalian fotokopi catetan Wiwin yah."
Wiwin secara reluktan mengiyakannya dengan syarat, dalam proses fotokopi itu, dia ikut sama gue nongkrongin tukang fotokopian dan sang catetan selalu ada dalam jarak pandang dia. Ini adalah hikmah dari pengalaman buruk di mana catetan dia dipinjem gak jelas berpindah seribu tangan dan saking putus asa nyari, dia harus belajar dari fotokopian catetan dia sendiri. Bagi gue, berdiri samping-sampingan dengan Wiwin di toko fotokopian adalah situasi yang awkward. Gimana gak awkward? Apa sih topik yang bisa lu omongin sama cewek, kalo di depan lo ada orang minang keringetan gak pake baju megang-megang mesin fotokopian?

Anyways di suatu hari yang windy (faktor angin memegang peranan penting dalam plot cerita ini) gua nganter Wiwin pulang. karena banyak angin, suara yang keluar dari mulut gua selalu terbawa angin.
"Win gue motokopi catetan ya!"
"Apa?"
"Gue minjem catetan lo!"
"Hah?"
"GUA MINJEM CATETAN LOOOO!!"
"ADUH NGOMONG YANG JELAS KEK!"
Halah! Emang sih gue kan ngomong sambil merhatiin jalan jadi mulut gue ke depan dan gak ke muka dia yang di leher gue. Akhirnya gua balik badan dan bilang lagi. Sayangnya, entah kenapa gua lagi memproduksi banyak air liur di saat itu. Sayangnya lagi, ini terjadi di saat angin bertiup kencang. Sooooo gue balik badan, buka mulut lebar-lebar dan..
"GUE MINJE..PLUEEHHH....."

crooot

Angin mengantarkan saliva gue ke kacamata wiwin. Itu gak terlalu wiwin masalahin karena SEBAGIAN BESAR liurnya kena ke sisa muka yang kacamata gak cover.

She never spoke ever since.

Dengan Titin
Lagi-lagi nama samaran. Titin ini rada ganjen. Kalo ke kondangan dia selalu nyalon. Entah kesamber jin apa, suatu hari dia minta anter gue ke salon dan ke kondangan setelah dari salon. biar efisien, tuturnya.

ya sudah gua turuti itu kemauan. Setelah berkarat nungguin di salon, dia muncul dengan sanggul yang indah menawan. gua rasa kalo orang lempar jeruk ke sanggul itu, bisa nyangkut.
"Gimana, cakep gak?"
"Mirip roro kidul Tin."
"Monyet. Udah buruan ke resepsi! yang cepet ya!"
gua udah kek budak aja. di sini terjadi sesuatu yang Titin gak pernha maafin gua sape sekarang, meski kalo gue bilang, itu salah dia.
dia kos di simpang (bandung utara).
Nyalonnya di simpang.
Undangannya di gedung kartini (bandung selatan)
dia minta cepet.

Ya udah, gue ngebut dong!
Sayangnya ini berbuntut di mana kita pergi dengan Titin tampak seperti finalis putri indonesia dan sampai di resepsi terlihat seperti singa.

"ADUH RAMBUT GUE! ELU SIH DIT!"
"Makanya gua bilang PAKE helm!"
"gua kira kalo helm, sanggulnya rusak, jadi jelek!."
"gak pake helm jadi singa. Tuh."
"Benci gua sama elu! Benci! Benciiiiiiiiiiiiiiii!!"

Dengan Mimin
Untuk, lagi, alasan keselamatan, gua gak akan mereveal nama dia. Suatu hari gua sekelompok sama dia dan kita harus ngerjain paper nih ceritanya. Singkat cerita, anggota lain pada egois dan gak kerja. Cuman gua dan Mimin aja yang ngerjain di rumah dia di bilangan kuburan Ciputra. paper selesai dan 10 menit lagi kuliah paper itu dikumpulin.
"DIT! AYO KITA CEPETAN!"
"AYO!"
"NGEBUT YA!"
"LU PEGANGAN MA GUA!"
"NAJIS!" (Cewek-cewek sipil ini selalu teguh menjaga iman mereka).

Adalah kebiasaan mereka untuk memegang handle di belakang ketimbang melingkarkan tangannya di supir. Tapi yo wis, gue juga gak keberatan. Pasaran gue juga bisa turun. Akhirnya gua ngebut! tapi tertahan di lampu merah kuburan. Percakapan di bawah terjadi dengan mata gua liat ke depan dan hanya denger suara dia.
"Min, kita harus bener-bener ngebut nih. tau sendiri Bandung. Sekali kena merah, sampe 5 lampu ke depan kena merah juga."
"Ya udah ngebut! Eh bentar tas gua jatoh."
"Udah Min?"
"Bentar."
"Ijo Min!"
"Nah, ..."
"OKE!"
Gua langsung kebut itu motor!
Gue salip semua mobil di pasar suci!
Gua ngesot di tikungan telkom!!
Gue jemping depan UNPAD!
Gue terabas lampu merah simpang dago!!
Gue turun kek orang gila sepanjang dago!!
Gue ampir nabrak kuda di ganesa!
Akhirnya masuk juga parkiran sipil.

Abis ngerem, gue bilang,
"Gimana motoran sama James Bond? Min? Min?"
gue ngeliat ke belakang dan Mimin lenyap.

Keesokan harinya, di rumah sakit boromeus...
"Gua gak ngerti Min.."
"Lu gak ngerti bagian mana dit? bagian yang elu ngajleng dengan gua baru setengah pantat? ato bagian gue ngegelinding di perapatan jalan?" tukasnya jutek dengan tangan yang retak.
"Tapi kan gua udah bilang ijo! dan lu udah bilang 'NAH'!'
"NAH itu maksud gue baru mau duduk lagi."
"tapi kan!"
"Sudah lah! gua bingung manusia kek lo bisa masuk itb."
Wah, kecerdasan dia bawa-bawa. padahal kalo mau cerdas dikit, dia megang gue.

Itulah sekelumit cerita gua, motor gua, dan wanita-wanita yang ngegelinding karena motor itu. Yang jelas sejak itu demand menurun drastis. Imbasnya adalah bahwa Oyep, temen gue, menjadi idola ke 20 anak itu untuk dianter ke mana-mana. berkorelasi dengan itu, IPK gue menurun dan IPK Oyep naik secara fantastis. Oh nasib.

Labels:





Cerita Tentang Dian Sasatro dan (sobat) Gue... a true (dumb) story
Saturday, October 01, 2005

Posting ini gue tujukan untuk sobat gue, Dima Seno yang udahampir dua tahun gak ketemu. Gila kangen bener gue sama itu orang. Here's to you Dim.


Ah...Dian Sastro. Siapa yang gak terkesima dengan dia. Dalam wacana kali ini, mari kita singkat aja sebagai (DS 23) yang meski membuatnya terbaca sebagai buron dalam artikel kejahatan koran-koran ibukota, tetep aja cara yang praktis bagi gue sebagai pencerita.

Old readers of this blog will definitely know sobat gue adalah seorang laki-laki pleiboi Dimas Seno. Kejadiannya sekitar 2.5 tahun yang lalu. Dia waktu itu masih kerja di Kaimantan dan lagi cuti pulang ke Jakarta. Biasanya dia nelfon gue untuk ngumpul dan saling curhat. Di suatu malam yang dingin dan nestapa (dangdut) dia cerita ama gue.

dim: "Dit kemaren gue ke automall sama temen gue. Si Totok. Elu tau kan?"
gue: cuek
dim: "Trus gue ketemu Dian Sastro."
gue: Langsung atentif. Di sini gue juga rada prihatin aja sama DS karena mengingat santernya Dimas sebagai leboi, gue gak ridho aja kalo sampe ada apa-apa.
dim: "Cakep banget ya?" lanjutnya, gak penting.
gue: "Elu, gue dan 200 juta orang indonesia juga sepakat Dim dia cakep. TO THE POINT LAH! Kenalan gak lu?"
dim: "Bentar dulu. Gue nyalain rokok dulu" dengan gaya minta digores. "Jadi gini. Gue lagi jalan-jalan di auto mall sama temen gue. Gila mobil jaman sekarang oke-oke banget ya? Gue liat Ferarri bo!"
gue: "Elu nyiksa tau gak sih?"
dim: "Bentar gue nelfon orang dulu."
gue: Minta dicolok ni orang. Udah tau kalo dia cerita gue udah suka masang posisi nungging. Nungging ujuga usaha, Nyet! Ini memang posisi favorit gue saban gue denger cerita dia. Nah, perihal kenapa gue nungging saban Dimas cerita, mari kita biarkan terkunci dalam kegelapan masa lalu gue yang penuh duri dan misteri.
dim: "Siap Pak. Saya terbang besok pagi Pak." ujarnya, nutup telfon. "Sampe mana tadi?" dia nanya gue, sok lupa.
gue: "DS! DS!"
dim: "Ntar dulu. Gue mo nyalain rokok lagi."
gue: "Disiram kok minta?"
dim: "Iya, abis itu kita makan di food courtnya."
gue: "Gue baca koran ya sampe elo ke bagian DS-nya."
dim: "Abis itu gue baru nyadar ada 3 orang duduk di seberang gue gitu. Yang satunya cantik banget."
gue: "..." mengontemplasi setiap kata.
dim: "Abis itu gue baru nyadar, wah, DS! DS BO! Pantesan familiar! Gila gue langsung terpaku gitu."
gue: "Gue mencium ending yang menyedihkan Dim."
dim: "Tar dulu. So there I was, terpaku."
gue: "Minta kenalan gak lo?"
dim: "Better! Gue minta foto!"
gue: "Foto bareng? DIMAS SENO FOTO BARENG SAMA DS? GET OUT!"
dim: "Well....."
gue: "Okay, I'm definitely sensing a sad ending here..."
dim: "Anyways, gue memberanikan diri untuk mendatangi dia. Gue susun rencana sama Totok. Gue kenalan sama dia, sementara Totok nyiapin resepsi pernikahan buat kita. You know, just in case."
gue: "Monyet."
dim: "Trus akhirnya gue kenalan nih."
gue: "Ini nih, yang gue gak suka dari elu. Elu dateng ke rumah gue buat curhat hal-hal asik tapi elu ngelakuin hal-hal asik sama Totok."
dim: "Elo kan kerja!"
gue: "GUE KAN BISA RESIGN!" gue secara defensif tidak sadar dengan kalimat gue sendiri. "LANJUT!"
dim: "Gue bilang:
dim: 'Dian Ya?'
dso: diem lama. 'Iya.'
dim: 'Kenalin nama saya Dimas.'
dso: 'DS'
dim: 'Boleh minta foto?'
dso: terdiam lama terlihat sedikit jutek. Sepertinya seorang DS udah terlalu sering untuk diminta foto bareng sehingga wajar aja kalo dia gak jawab langsung.
dim: '...'
dso: 'Boleh. Tapi sekali aja ya.' ujarnya dengan ramah, sambil membetulkan posisi lebih sedikit ke samping.

dim: "Nah dit, di sini nih. Gue ngeluarin handphone gue Dit."
gue: "Trus?"
dim: "Trus dia gue foto."
gue: "Trus?"
dim: "Abis itu gue bilang makasih, sori udah ganggu, dan gue cabut."
gue: Bingung.
dim: "Setelah gue balik ke meja Totok dan let me say bahwa abis ngeliat muka DS dan lansung ngeliat muka Totok emang bener-bener bisa nampar elo balik ke realita, gue baru nyadar sesuatu. KENAPA GUE GAK MINTA FOTO BARENG AJA YAAAAAA????????"

Gue ngakak sampe guling-guling. Aduh kasian banget ini mahluk, bisa sampe salting gini. Mbok Ya O, gitu lo Dim. Akhirnya gue minta liat fotonya yang mana dia jawab, udah langsung dia save ke laptop karena kalo disimpen di HP, takut HPnya kecurian. Abis itu kita ngebahas detil abis lengkap sampe mengulang cerita dengan rekonstruksi dan lengkap dengan karton tipikal BUSER yang menandakan 'AKTOR PELAKU KEJAHATAN'. Cuman aja gue gak bisa nemu orang yang lebih jelek dari Dimas untuk meranin Dimas.

Penutupnya Dimas baru nyadar:
dim: "Ya gitu deh. Pantesan abis gue potret ya, dia yang bingung gitu Dit."


Labels:





PROKLAMASI - THE SEQUEL!!!
Thursday, September 22, 2005

Oke guys, this is the sequel of the behind scenes of our independence.
peringatan: Jangan tersinggung ya. Ini cuman maen-maen kok.


-------------

Sukarno duduk di kursi meja bundar, dikelilingi oleh para inisiator proklamasi. Sukarno akan memproklamirkan kemerdekaan dari satu-satunya negara di dunia yang basis proklamasinya adalah mencari bahan omongan (baca previous post). Mukanya masih menunjukkan air muka tidak ridho atas benjol sebesar gaban yang sekarang bersarang dengan jayanya di jidat.
"Jadi bapak-bapak..." sambil elus-elus dan mengernyit ke atas "Saya baik-baik aja kok."
"..."
"..."
"..."
"..."
"Beneran deh saya gak papa. Gak perlu prohatin atau apa sama saya!!" dengan nada tidak ramah.
"..."
"..."
"..."
"..."
"NGGAK! NGGAK GAK PERLU MINTA MAAF KOK!!!! BIARIN AJA!!! SAYA UDAH BIASA DIBIKIN BENJOL ORANG. SERIUS KOK!!! GAK USAH MINTA MAAF YAAAA!!!"
"..."
"..."
"..."
"..."

Apatis dengan orang-orang yang menculiknya, dia mulai berpikir.

"Nah bapak-bapak, apa yang kita butuhkan untuk menciptakan sebuah proklamasi?"
"Darah dan keringat!!"
"PENGORBANAN DAN AIR MATA!!!"
"JIWA YANG GAGAH DAN PEMBERANI!"
"PERSATUAN INDONESIA!!!!!"

"Kita perlu mesin tik." Ujar Sukarno, pragmatis.
"Oh...."

Dan dibeli lah mesin tik dengan cara kembali mencari objek berat, menibannya sedemikian rupa kepada cina pemilik kelontong dan berhasil mendapatkan mesin tik berjenis qwerty. Hanya saja, objek berat yang dipakai untuk membuat pingsan pemilik toko adalah mesin tik itu sendiri dan sekarang dengan suksesnya menjadi rusak.

"Nah ini mesin tik udah dapet. Sekarang nulis apa?"
"Diktekan."
"Kami, bangsa Indonesia, dengan ini menyatakan kemerdekaannya." Ujar Sukarno setelah berpikir panjang.
"Gitu aja?"
"Ih kok garing sih?"
"Ya abisnya mo ngomong apa lagi? kalo mau menyatakan kemerdekaan, masak iya bilang bahwa arak beras cu pek tong adalah arak beras termurah dan dapat dibeli dengan harga terjangkau?"
"Ya elah Suk. tapi masak iya segini doang? Gue udah bolos kuliah niiiii!!! Bajanya Pak Sindur! Tau ndiri gue udah ngulang. Hatrick lah pasti tahun ini."
"Ya udah, berisik! kita bikin aja apa ya? dasar negara kali?"
"Aduh jangan sekarang deh. Ntaran aja, kita mau pulang dulu. besok kan ujian."
"JADI ELO BIKIN GUE BENJOL BUAT APE??????"

Ada hening yang lama yang membuat semuanya kikuk dan saling berpandang mata.
"..."
"..."
"..."
"Suk...lo marah ya?"
"NANYA LAGI!!"

"Gini aja, kalo wo bilang, pertama, cu pek tong itu gak terlalu enak. Mendingan Xie Tjing Oei. Tapi gak usahlah dibahas. Kita kan udah pada mau ujian nih. Makanya, bilang aja, segala sesuatu yang menyangkut administrasi negara, akan diurus dalam waktu yang sesingkat-sesingkatnya. Bereskan?"

Semua bergumam setuju.
"Sana gih ngetik!"
"Ogah, males."

"ARRRRRRRRRRRRRRGGGHHHHHH.....BATAL UDAH PUASA GUE!"

"Kebetulan Suk, depan sono ada kupat sayur nih...."

"GKGKGKKKKGKGKGKGK...."

Dan lahirnya beberapa hari kemudian, sebuah negara, yang karena dalam proklamasinya tertulis, semua akan diatur dalam tempo sesingkat-singkatnya, jadi negara yang ancur.
Happy belated birthday to my own country.

You know....I'd die for you*


* just not any time soon, though...

Labels: ,





Proklamasi The Sequel
Tuesday, August 23, 2005

Tadinya judulnya gue pengen tulis Proklamasi & the Chamber of Secrets.
Sekali lagi bagi gue minta maaf in advance jika ada dari tulisan di bawah yang menyinggung perasaan.
______________
15 Agustus 1945. Setelah satu hari perjalanan dan pertama kalinya mereka mencoba untuk puasa, IK1, 2, 3, dan 4 sampai di Rengas Dengklok. Mereka keluar dari Holden butut pinjaman dari Pak Dosen yang sedang tidur lelap di kantornya, yang mereka hajar dengan bata.
IK1: "Gini rencananya. IK2, elu ama gue ngajak Sukarno ngobrol."
IK2: "ngobrol apaan?"
IK1: "ya apa kek terserah. nah IK3, selagi kita ngomong, elu timpuk Sukarno pake batu."
IK3: "yah kan. Yang gini-ginian wo aja disuluh. Males ah."
IK1: "Eh IK1 mana?" *celingak-celinguk sebentar* "WOY MANUSIA GAK PUASA! SINI! JANGAN KUPAT SAYUR AJA LO DATENGIN!"

Labels: ,





Independence Day - What They Never Teach You
Monday, August 15, 2005

Update 16 Agustus 2005:
A good friend from Malaysia posted an interview in her website. Farah is regarded as a Malaysian expert on Indonesian culture in her country (no! don't guess! it's Malaysia).

Click here for the interview

Click here for Farah's website

Thanks Farah!

_______________________________


Hari kemerdekaan adalah hari yang penting bagi bangsa Indonesia karena di hari itulah kita lahir sebagai negara yang satu, penuh harapan dan cita-cita dengan limitless opportunities di depan kita. How…ever, banyak orang yang gak tau bagaimana bangsa ini came about the idea of declaring their own independence.

Apakah karena menang melawan penjajah? I don’t think our bamboos had ever stood a chance againts meneer’s bedils. Apa yang kita baca selalu heroik. Merdeka atau Mati! Dan mereka menyerang meneers, stupidly carrying bamboos into arrays of bullets.

Most likely what happened most of the time was,
“Let’s just be sensible and hide.”

Kemerdekaan kita terjadi lebih kepada kenyataan bahwa ada 4 anak mahasiswa yang terbangun di pagi hari dalam himpunan, shitfaced, setelah semalam terlalu banyak minum arak cina asal peraman beras. They woke up one morning with such a hangover that they thought there were elephants’ asses sitting on their heads. These were the real story behind our independence dan apa yang dilakukan oleh Inisiator kemerdekaan (IK) kita, lakukan.

warning: following reconstruction may be offensive for most people...

Bandung, 14 Agustus 1945
Burung berkicau, pagi cerah, semua jepang udah minggat semalem sebelumnya.
IK1: (bangun pagi-pagi, shitfaced) “Eh tau gak. Mungkin ini perasaan gue aja ya, tapi keknya jepang udah gak ada deh.”

Burung berkicau

IK2: (shitfaced and pissing on IK3) “Ah masak sih?”

Burung berkicau

IK3: (bangun, stau-satunya etnis cina) “Segelnya…apa sih ni libut-libut?”

-DOR-
IK4: (masuk, bawa bedil dan burung yang tadi berkicau) “Nyarap?”


Lama kemudian mereka nyarap.

IK1: “Enak nih burung. Cuman aja gue gak akan pernah tega makan burung piaraan gue.”

IK4: (melirik IK2 dan IK3) ‘Quick! Talk about something else!’ “Eh jadi itu bener ya Jepang dibom? Belanda udah gak ada. Jepang udah gak ada. Jadi gimana nih kita mau nunggu dijajah lagi aja atau gimana?”

IK1: (terdiam mikir sebentar) “Eh gimana kalo kita merdekain aja ini negara? Trus entar kita jadi, apa namanya? Presiden ya?”

IK2: “Tapi ntar kalo salah-salah ngejalanin gimana?”

IK3: “Ya udah lah culik olang lain. Kita olang yang bikin plokamasinya, tapi suluh olang lain aja yang baca dan jalanin negala. Jadinya kalo dikejal belanda, ya dia yang ditembak.”

IK1: "Iya. iya, bener juga."

IK3: "Omong-omong wo tadi mimpi ada yang pipis gitu di muka Wo. Apa beneran ya?"

IK2: "Ah perasaan lo aja lagi...Eh itu siapa dong yang harus baca proklamasi? Apa bener kita mau jalanin? Soalnya besok gue ujian nih. Apa gak ditunda aja gitu? Lagian siapa juga yang ngerti proklamasi. Gue aja kagak ngerti itu apaan."

IK4: “Eh gue tau tuh ada anak angkatan 30. Mak, bawelnya! Jelema gandeng. Orasiiiiiiii terus. Merdeka lah, ini lah, itu lah. Giliran disuruh nyapu himpunan aja, gak mau. Apa dia aja ya?”

IK1: “Ih beneran deh enak banget ni burung. Soekarno itu ya? Males ah..” terdiam sebentar terdesak mengakui kekalahan. “Abisnya…dia ganteng sih..”

IK2: “Ya udah, kita culik aja dia sekarang. Sekarang dia lagi di mana?”

IK3: “Lagi sama dosen, Kelja Plaktek di Lengas dengklok. Lumayan tuh 3 sks. Eh elo orang bukannya ngulang juga itu mata kuliah?”

IK2: “Lulus mah ntar aja lah.”


Lama kemudian mereka pergi ke rengas dengklok, mementung Soekarno dengan objek berat, mengikatnya dengan tali tambang dan membawanya dalam mobil. In fact, pemakaian peci dilakukan untuk menutupi benjol segede buta hasil pentungan penuh hasrat para IK.

Dan jadilah sebuah negara di 17 Agustus tahun 1945.
(and we wonder why we get so messed up most of the time...)

Selamat Ulang Tahun ya, Indonesia.

Rgds.

Labels: ,





Angkat Beban
Saturday, August 13, 2005

Akhir-akhir ini istri lagi demen banget pergi gym buat olah raga. Gak ada yang salah kecuali sebuah kenyataan kecil di mana dia gak punya Ivorian Driving Licence yang mana gue kudu nganter dan secara natural, jadilah gue ikut olah raga. Katanya it's the better way of spending the weekend.

Sedangkan gue, definisi gue akan spending weekend adalah nonton film-film yang bermutu seperti 'Master & Commander', 'Mr & Mrs Smith' dan 'Hungry For Pussy 6' (which by the way, memberikan banyak jawaban dari layer-layer pertanyaan yang berkembang dari Hungry for Pussy 1-5). Atau tidur dengan celana kesayangan gue (figure 3). Anyhoo, jadilah gue ikut ke gym.





Angkat Beban

I. Hate. Gym. Bagi gue, gym bukanlah tempat di mana seseorang dapat bertambah baik. Sebaliknya, gym adalah tempat di mana gue makin minder ngeliat betapa jauhnya gue ketinggalan dan betapa jauhnya gue harus mengejar. Waktu gue single gue gak mau pergi ke gym untuk ngeceng karen yang pasti gue malah ngebantu cowok ganteng makin lancar dapet jodoh. Example:

cowok ganteng : duduk di kiri angkat beban 50 kilo
gue:
duduk di kanan angkat beban 5 kilo.
cewek cantik:
lewat, liat kiri dan liat kanan, terus mikir. Cowok ganteng? apa Ikan asin? Cowok ganteng aja kali yeeee?

Dan celana olah raga ITB gue secara pamungkas lebih sering menemani gue di saat-saat santai di rumah, kasual (figure 1). Dari ketakutan itu gue beli perangkat angkat beban dan fitness di rumah (baca: gak pernah).

Tapi akhirnya gue nikah dan gue gak perlu ngeceng lagi. Gue mikir, 'Yeah, gak perlu jaim lah sekarang. Bisa dong gue angkat beban di gym nemenin istri'. Gue dengan pedenya masuk gym. GILA! Orang pada berotot semua. Ada yang yang maen bulu tangkis. Ada yang sit up, ada yang lari, ada yang naek sepeda and get this! ada yang jalan kayang. Tapi gak papa. Gue gak terlalu hasrat untuk unjuk-unjukan siapa yang lebih jago jadi orang aneh di gym. Ya sudah akhirnya gue cari area angkat beban dan mulai men-stel beban gue.

50 kilo. Wah berat ya ternyata? Gila, gue ngambil disc yang 50 kg-nya aja kudu ngegelinding, gimana gue bisa angkat? Kiri kanan pula? Bisa mencret. Gak deh. MOVING ON to 25 kilo....

25 kilo. Dengan segala perjuangan gue masih aja gak berhasil. Mau minta tolong ke instruktur (yang mana orangnya segede-gede buta) pasti gue diketawain. Masanginnya aja minta tolong, gimana bisa angkat? Fine, untuk menjaga kegantengan gue (figure 4) tidak berubah secara permanen seperti figure 5, gue mengambil berat yang gue yakin dan gue nyaman bisa.


2.5 kilo. No, it's true! Akhirnya gue tiduran nih di benchnya. Wah gaya deh, dengan celana andalan gue yang dari saat kepemilikannya dari 1996 akan pertama kalinya dipakai berolahraga dalam artian yang harfiah. Pas gue angkat, asli ternyata masih berat. Gue lupa bahwa barnya juga berat. Tapi mau ganti ke yang lebih ringan malu bo, yang lebih ringan dari itu, adanya di bagian anak-anak.

Ya sud akhirnya gue paksain 2.5 kg x 2 (kiri kanan) + bar. Berat juga dan dener aja, 10 angkatan gue udah shitfaced (figure 5). Ada satu instruktur yang baek banget nolongin sana sini.
"Iya Mas, He-em, ngangkatnya gini. Sini saya pegangin dikit" ujarnya, kepada seseorang berotot gede yang entah kenapa masih gotong 100 kilo kiri kanan (Kurang apa sih lo?). Anyway, sama si instruktur ini, kiri kanan orang semua dibantuin kecuali gue. Ya iya sih. 100 kilo kesulitan angkat pasilah dibantuin. Nah gue? 5 kilo kiri kanan mau dibantuin juga? Mau dikemanakan muka ganteng ini (figure 4).

Terus ada 3 orang lebanon depan gue yang LOMBA cepet2-an angkat 10 x sekian kilo dalam berapa detik. Set dah, gila gengsi gue akhirnya keluar. Gue satu-satunya asia di sini, masak iya gue akan menajamkan persepsi bahwa orang asia cuman bisa makan jengkol? Ya udah akhirnya gara-gara peer pressure, gue nambah beban. 1.75 kilo x 2.

Tai lumayan lah. Udah beberapa kali ke sana tanpa menyesal. Cuman aja abis pulang Gym, saking pegelnya gue gak kuat ML. Sepertinya gue adalah satu-satunya eksekutif muda yang menolak seks karena encok.

Dan juga kata isri gue, sekarang kalo dia meluk gue..
"Asik A, serasa adaan!" Dada gue dengan nistanya dia raba-raba, "Iya tuh adaan!"
"Lo kira gue bungkus wafer?"




Labels:





Cerita Seorang Nukie
Tuesday, June 28, 2005

Waktu gue masih kuliah di Bandung, gue akrab dengan temen-temen kosnya sobat gue, Dimas Seno. Cukup akrab sampe gue selalu maen sama mereka dan kudu ada foto bareng mereka di nikahan.

Salah satu dari mereka adalah manusia bernama Nukie. Angkatan 96, SP UNPAR. Anaknya baek banget. Asli selangit. Hanya saja, dunia itu selalu kejam memperlakukannya namun nya, tetap tabah dan berseri menyongsong hari esok.

Salah satu yang kejam of course, adalah teman-teman pergaulannya di kuliah.

Singkat cerita, mereka harus kuliah karyawisata ke Anyer. yeah right. Bagi gue, pergi ke Anyer untuk belajar adalah sebuah konsep yang asing, jujur aja. Bisa-bisa ada yang scientifically exciting di Anyer.

Anyhoo, Mereka janjian make bus berangkat jam 6 pagi dari Bandung, langsung ke Anyer, beberapa anak memutuskan untuk naik mobil. Nukie, objek penderita kita kali ini, naik bus charter itu.

elo: (baru bangun tidur dan lagi males-malesan di Minggu pagi).

Suara dari luar
Nukie: MASYA ALLAH!!!!!!!!!!!!!!
*Jduk!* (suara pintu dibuka, panik)
*Bruk bruk bruk bruk bruk bruk bruk* (suara panik turun tangga kayu)
*Kincling-kincling* (suara telfon koin dibuka paksa untuk bypass nelfon HP gratis)

Nukie: Halo? Jeng? kalian udah pada berangkat ya?
...
Nukie: Aduuuuuuuuh! gimana dong, gua kan ketinggalan.
...
Nukie: Halo semuanya...eh kok ninggalin gue sih?
...
Nukie: Ya salah gue....gak kok gue gak nyalahin kalian.
...
Nukie: busnya bisa brenti gak?
...
Nukie: ya gak usah pake bentak dong.
...
Nukie: Si Yosep pake mobil ya?
...
Nukie: Ya udah deh gue sama Yosep aja.
...
Nukie: Emangnya busnya udah sampe mana sih?
...
Nukie: HAH? BARU MASUK PASTEUR? EH TUNGGUI...halo? halo? HALOOOO????????

In retrospect, dari satu sisi pembicaraan Nukie, anak-anak kos udah bisa mereka counter dialog di seberang telfon. Berikut rekonstruksi:

dalam Bus
*Semua lagi nyanyi sambil ngegitar*
"Di sana senang, di sini senang..."
*Kring kring* suara HP si jeng, bunyi
jeng: Siapa sih ni ganggu aja? Halo?
anak2: Di sana senang, di sini senang...
Jeng: Udah. Ini siapa sih? Nukie ya?
anak2: Di mana-mana hatiku senang.."
Jeng: Eh semuanya! Nukie ketinggalan!
anak2: *Diem sebentar*....di sana senang di sini senang...
Jeng: Ini serius ini!
anak2: Halo Nukie!
Jeng: Jadi gitu ya? Emangnya salah siapa gak bangun? mau nyalahin kita ya?
...
Jeng: nah gitu dong, nyadar. Kuda nil, dasar.
...
Jeng: YA NGGAK LAH! UDAH JALAN JUGA!
...
Jeng: Abisnya elo rese sih!
...
Jeng: Iya tuh telfon Yosep. Abis-abisin batere gue aja...
...
Jeng: Ya udah sana.
...
Jeng: Ini baru mau masuk tol.

*klik*
"di sana senang di sini senang...."

Meanwhile, in the batcave... uhm , okay, di kos-kosan

Nukie: Halo? Yosep? SEP NI NUKIE! GUE IKUT DONG!
...
Nukie: Udah berangkat ya? sampe mana?
...
Nukie: Padalarang? Jemput gue dong!
...
Nukie: Minimal brenti dulu deh, gue ngangkot ke padalarang!
...
Nukie: Aduhh...gue bayarin bensin ke anyernya!
...
Nukie: PLISSSSS PLISSSSSSSSSSSSS SEP! BRENTI DONG PLISSSSSSSSSS. SEP SEP! BRENTI DULU DEH BRENTI DULU...PLISSSSSSSS......SE..halo? halo? HALLOOOOOOOO!?

Gema nestapa Nukie mengudara melarung ruang-ruang kosong, menyusup ke dalam pagi yang kelu dan menghangatkan jiwa. (DANGDUT!).

Singkat cerita, temen-temen kos Dimas nganter Nukie ke terminal bus bandung timur dengan tulusnya setelah dirayu cebanan.

Setengah hari kemudian, dan setelah dipalak preman terminal bandung, kesabet kelek ibu-ibu yang bawa ayam dan dipalak preman terminal Serang, sampailah Nukie di Anyer. Di sana dia minta dijemput oleh teman-teman yang ninggalin dia itu.

Nukie: Hey! aduh akhirnya!
Anak2: Gimana sih lo? Bikin kita telat tau gak!?
bentak mereka pada Nukie, YANG SAMPE DULUAN.
Nukie: Iya sori, sori.
anak2: yang kek elo gini nih, bikin susah satu umat!
Nukie: iya sori.
anak2: Kan risih gue ke termial sini, banyak premannya. Ntar ditusuk gimana?
Nukie: Iya makanya, kalian baik deh.


Nukiee..Nukie. Ck ck. Someday someone will find out how nice a person you are.

Labels:





Madam Pulibale
Friday, March 05, 2004

I found, at last, a restaurant that serves food that does NOT bite u back when u want to eat them.

Adalah madam Pulibale, pemilik restoran itu. hal pertama yang muncul di pikiran gua ketika gua diajak ke sana adalah,

"Kok ya punya nama yang nyiksa bibir orang ya?"

Madam Pulibale untuk menjaga stamina gua, gua singkat aja dia MB. adalah tipikal ibu-ibu ivorian. besar, twice my size, oh-my-god-those-r-so-enormously-off-turning-breasts, extra black, and butts the size of a buick.

Dia memiliki 6 pegawai, yang semua mirip dia dan dengan rajin dan lihai, ngemilin makanan yang mereka siapin untuk dihidangkan ke orang-orang. Aduh, ampun deh kelakuan. Asiknya lagi, mb adl satu2nya pengelola restoran di radius 300 km kanotr yang sudi bahasa inggris.

mb hanya menyediakan Ayam goreng, ikan goreng dan kari ikan. Kombinasi temennya adl nasi aneh, kentang goreng, pisang goreng, Taleus (casava) parut dan satu lagi yang namanya susah untuk gua sebutin. kita sbut aja 'oirewqk'..u know, biar gampang.

Satu yang paling gua suka adl, ayamnya enak banget dan ukurannya, wah, gila...gua bersumpah gak mau sampe kapan pun dipatok ayam sini. Gila gede bangeeeet. Ini dengan catatan tentunya bahwa jangan liat cara masaknya soalnya, interior restoran yang serba seadanya membutuhkan para pegawainya, yang cewek semua itu, untuk memakai baju seminim mungkin.

Baju minimalis, badan maksimalis. Gua pingsan.

Jujur gua, gak keberatan kok berhadapan dengan wanita dengan baju minimalis. In fact, sewaktu bujangan, gua adalah penonton setia dibalik lensa. U know that TV show dont u? U know, TV seri yang mana cuplikan di bawah sering muncul:

"Menurut saya, kecantikan yang paling penting itu dari dalam, bukan fisik" kata sang model....sambil Nnungging (terkadang gua gak gak abis pikir, orang2 di tv itu mikir gak sih kalo ngomong?).

Nah, when it comes to seeing 6 badak yang nungging depan gua, it's a total nightmare. Kids sldn't see this. I really sld make a documentary this restaurant. Probably phoning HBO and say

I say: 'Guys, u want to make sex and the City - the sequel?'
They say: 'YES! what about?'
I say: '6 girls working hard in a restaurant..'
They say: 'We'll take it!'
I say: Good!...now, there's juuuuuust one problem.....'

Nevertheless, gua suka masakannya. Itu dan kenyataan bhw gua gak tau restoran yang lain. Beliau sampe udah apal bgt sama gua dan gua gak perlu ngomong apa2 lagi selain angkat alis dan voila, dimasakin...sambil dicemilin tentunya.

Ini beda pas gua di Indonesia. Waktu gua di INdonesia. I'm a nobody. Ceritanya gua suka banget kopi dan bertahun2 pergi ke regal cafe. Tiap kali ke sana mesen hal yang sama. Giliran gua angkat alis, mereka menatap gua balik..tatapan yang berkata 'Ih, lalaki cabul!'. Akhirnya gua jadi pembeli kopi fanatik di Sandro Coffee. Gak pernah denger ya? Sandro kopi itu, enak ngopi banget. Orang yang minum kopi buat gaul gak akan kenal krn emang gak begitu ngejual. Tapi yang pasti kualitas kopinya enak banget. Cabangnya cuman 3 di Indonesia dan yang paling penting lagi......toko ini bukan franchise luar negeri. Asli milik orang Indonesia. Which reminds me we'll have to buy an esspresso machine.

Sampe di mana tadi? oh ya, badak. Nah, pertamanya sih makan di sana...geuleuh...gimana nggak? kelek kemana-mana, tangan comot sana sini, pokoknya lebih ancur dari warteg. Tapi, lama-lama...masih geuleuh juga tapi hey gua dikontrak di sini dua tahun, so... I said to myself, 'DEAL WITH IT!'

Gua belum pernah kesampean ngajak istri ke sini krn tutupnya jam lima dan meski gua selesai kantor jam 4, kerjaan selalu membuat gua pulang jam 6-an. Weekend tutup. Gaya.

Oh by the way.... Akhirnya Jomblo masuk cetakan ke lima. Norak ya gua bilang2. Abis seneng sih. Segini aja gua udah bersyukur banget. Gak ngira banyak yang suka. 5 cetakan dlm 4 bulan.

Gua mo ngucapin banyak bgt terima kasih ke Istri gua (Ninit) dan temen2 blogger se Indonesia, Enda, Nita, Slesta, Okke, Erly, Ndari, Ita, Isman, Pip, An, Dimsen, Muti, semua yang nge-review, yang bantuin promosi, yang ngedukung, yang nyebar2 di milis, dan maaf jika ada yang gak ketulis namanya, aduh makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih ...

Seriously, kalo ada yang mau nulis buku, send me an email and I'll help. rgds.

Labels:





And THEY, were The Gods
Thursday, February 26, 2004

What's this? why yes.....it's anOTHER African Journal!!

Before I flew back to INA to marry my wife, gua mau beliin keluarga dan temen deket gua, oleh-oleh...u know, something Ivorish. Gua akhirnya dianjurkan ke pasar seninya oleh temen gua, Moise (he's ivorian) untuk dapet harga yang kompetitif.

As a rule of thumb, di mana2 kita pergi, kalo kita terlihat asing, nah pasti harga dimahalin. Now, being the only yellow skinned bloke in Ivory coast, gua yakin pasti gua dikibulin makanya gua minta Moise dan pacarnya, Frida, untuk nemenin gua dan bener aja, pas nyampe sana, whaaaaa...gua ditarik-tarik sana-sini oleh penjual, suruh beli ini-itu at a reasonable price of 6 TIMES THE FUCKING VALUE!! U TWATS! What's wrong with u people?

Gua panik.
They were shouting at me...
I was shouting back at their penises (we were standing on the same ground level, but everyone's here is twice my size."

"U need to calm down when going to places lie this." kata Moise
Oh yeah? why dont U TRY to be calm when everyone looks like they want U to be gang-raped. Ill calm down AS SOON AS I HAVE A FUCKING SHOTGUN, MATE!.

Kita jalan. Di sini banyak patung dewa. Gua gagal mendapatkan literatur ttg dewa mereka coz guess what? THEY NEVER WRITE? So naturally I asked alot of questions.

"What is that statue?"
"That's goddess Kouk goabone akibnyeorteri."
"Riiiiiiiight....that was my guess. Who is she?"
"The goddess of fertility."
"Why does she look like as if she is killing someone?"

"What's that?"
"That's the goddess of Potowensw cowbailabalibali."
"What is she?"
"Goddess of virgin."
"Why does she have big butts?"
"That's her breasts."

"What is that?"
"Poj enbsi xoew sqoa x kalokaiutaran."
"Whatever..." I why-me-ed my eyes.
"He's the God of fertility."
What is it with them and fertility?
"You ivorians are very much into this fertility issue huh?"
"No, no...he is the god of LAND fertility" He said, pointing index finger upwards, intonizing a difference.
"AHHHH I see." It became clear to me. "And what is he holding there?"
"Human skull."

We cam accross this huge balck wooden statue. BIG ASS.
"This is soooo hyperbolic" gua membentuk tanda bulan dengan kedua tangan gua.
"What is she?"
My friend tapped his finger on the lips and looked at the sky..."I dont know."
"With the size of her BUTT, she sld stand as tall as the empire state building."
"No she's not."
"Yes she is my frined heheheh" kata gua sambil nyolok2 pake tongkat yang ada di dekatnya."
"She's not, because she's alive."

Gua ama temen gua buru2 sebelum wanita itu nyadar dan nengok. We finally arrived at this store. It has
1. these white wooden ivorian dolls,
2. masks
3. a strore vendor, twice my size, with notorious curly hair chest, no clothes, and lokked as if he had just gunned someone down.

Kita buka bargain. Gua beli banyak patung, harga dibuka di 6000 cfa. lama-lama turun dan settle di 2500 cfa. TWAT!

"What's that?" kata gua setelah beli, melihat ke patung gede, nyeremin bgt megang tongkat.
"I don't know how to say it, but she's a goddess. She helps people find their wife/husband faster..."
"AHHHHH dewa Jomblo!!!!" kata gua.
"Excuse me?"
"Oh, nothing....and what's the story with the stick?"
"You have to hit the person first."
"That's a suicidal way to get married isn't it?"
"What do u mean, sucidal?"
"Well, I wld like to find a wife, but I dont want to have a cracked skull."
"Oh no, who hit them nicely."
"It's a Big ass stick, Moise..."

Labels:





Dear Dad,
Friday, February 20, 2004

Me and Ninit is doing fine. We are still staying in the hotel because there is a problem with the contract with the apartment. We're sorting it out next week and hipefully we'll move in as soon as possible. Agak sedikit BT juga dengan kinerja orang2 administrasi di kantor krn mereka selalu butuh di push and press to get everything done.

Adit mulai BT juga tinggal di hotel krn meski hanya berjarak 400 meter dari kantor, setiap hari, and i mean every fucking day, there's always preman malakin adit untuk rokok. emang salah adit dari pertama dulu pas mereka minta adit kasih. lama2 mereka minta setiap hari. I had to take another route to get home (go around the block) but they noticed, unfortunately. Kemaen ada yang minta rokok dan minta sesuatu lagi, kayaknya uang, tapi gak adit kasih. alo iya, whaaa bisa bencana.

I also developed an allergy which is strange coz I dont think I ever had one. Adit tiap saat gatel2. tadinya adit kira krnmandi gak bersih atau gimaa, tapi ninit gak ketularan. adit coba mandi berendam pake dettol, consumming three times as much as the allowable dose. This, apparently, turned out to be LETHAL coz I think I burnt my penis.

and gatel2nya masih ada, so the current hypothesis is that, I have an allergy....and now, a burnt penis as well.

Ninit is also beginning to wonder mengapa setiap kali sholat Adit cuman bisa qulhu dan ina a'toina, which is embarassing so she wants me to memorize other surat2. Being married certainly need us to be immam as well. heheheh It takes time and I will be a good immam.

So how's everything going in JKT? any international sclae incident? national scale disaster? Just remember, IT WASN'T ME! heheheheheh...

dapet kabar dari gagas Media bahwa Jomblo cetakan keempat, stoknya sudah hampir habis, which is good news, tapi kita belum mutusin apakah sudah cukup kritis untuk bikin cetakan kelima. We'll see, hope so lah ya. You see, the difficult thing about marketing the book is that in indonesia, buku itu masih membutuhkan sosok pengarang untuk dekat dengannya, which I'm not. Kalo kayak gini, nafas buku bisa pendek. I was lucky enough to be in a condition where cetaklan ketiga dan keempat masih terjadi meski saya udah pindah ke afrika.

So, I don't know....we'll see, hope there will be a fitfh print.

Adit juga mau ngucapin makasih ke papah mamah atas kepengurusan nikahan kemaren. I didnt take much part in it, sorry, I was in africa. But I want u to know, that I love u both and I am really grateful for the wedding and the cost and stuff. Thank you, that was one big wedding hey? Kata bapaknya ninit, sampe skg kenalan2 mereka masih ngebahas loh.

anyway ttg telpon.
1. telecel (nomor lokal di sini) gak bisa kirim sms ke luar negeri. Hanya bisa ke nomor2 mentari dan itu juga dengan kondisi, mereka gak bisa bales ke saya. Mereka harus bales ke nomor ninit +62816624477.

2. My telkomsel number, is not working at all. Padahal di singapur dan di paris jalan. Jadinya saya hilang kontak dengan semua network saya di jkt, which sucks, krn saya butuh komunikasi dengan mereka, terutama orang2 sineas dan sastra.

3. The only reachable number by sms is matrixnya ninit: +62816624477. pls send sms there ya. btw, saya bbrp kali kirim sms ke papah mamah tapi kok gak pernah dibales ya?

gimana kabarnya nayla? mamah? kakak dan mas fuad?

semoga semua baik2 aja ya. Guess what...I adit skg lagi nulis buku, tapi krn gak nyaman I eneded up having 7 2nd book. Bikin sampe bab 4, trus adit tinggalin krn gak bagus untuk dilanjutin. Am really looking forward to settle down so that i can start to write.

About ninit. atasan adit tyt adl sobatnya petinggi di dhl
'what did your wife do?'
'she was a sales support in dhl.'
'really? can u give me her CV? because we are really close to their top management.'

whaaaa.......asik banget. adit dan ninit sepakat untuk ninit belajar prancis dulu dan abis itu nyari kerja di dhl sini.

udah aja segini dulu, Ive been feeling guilty stealing office time heheheh. salam ke mamah, pls print this letter fopr her to read.

and yes, i still have a burnt penis.

UPDATE:
Dear Dad,

everyone's making fun of my penis....burnt penis...that is. What5 sld I do? I have to be politically correct here. I mean I can't be offended just because of a penis (although it does NOT belong to public, like buses or bajajs). I cant just say
'Oh look, Captain Winky is badly burnt, guys...please sit down and discuss.

:):):):):)

rgds/

Labels:





Lost In Translation
Tuesday, February 17, 2004

I. Am. Lost.

Gua diajak rapat sama bos gua hari ini. Sales meeting. They do this from time to time. Yang ngeselin, they all speak french. INi secara spektakuler membuat gua jelas2 SUSAH untuk kerja. MBOK YA! Im a marketing manager, not GOD. Berikut cuplikan.

'koe ?erj spic sldcqb w?' kata bos gua,
'ifde sifzr zucbz aeoa' kata si B, defensif.
'ie r^pfdoz zioda adsnhoabe' kata si A sambil nunjuk2
'ieozr zedcbq qdkaq apqpoid aqia aipefda' kata si C menekan dada, pause for dramatic effect, dan mata mulai berkaca-kaca.

gua bengong.

'iozdi reoiue fudcqu sd?' tanya si C

semua ngangguk.
Gua sendiri geleng kepala.
Semua nengok. Dont u ever get the notion that when u do something spectacularly stupid, THEY NOTICED? Its almost as certain as Newton law #3

'why did u say no?' bos gua akhirnya ngomong inggris.
'oh no I have something in my throat, uhk, uhk' kata gua. Mereka melanjutkan perdebatan. Sebuah argumen berkembang but I cant quite comprehend what it is. With my level of french, these are the only possible options:
a. C wants everyone to get a rabies shot.
b. B want C to be fired.
c. Sales are dropping, C need to get gunned down.
d. Wheather is lovely out there, we sld all strip naked and ngangkang getting tan.
e. C is complaining that someones toe is exceptionally smelly and to keep smelling it in the office is sale as pushing the boundaries of humanity.

It felt more like as if u r negotiating in a hostage situation with an angry, war tribe due to a certain delicate, sensitive issue, like when the neighbouring goats passes a piece of their land. 'THIS MEANS BLOOD!!!' they say.

AND NO THATS NOT MY TOE!!!!

I still cant make out which, yang jelas si B berkata:
'poiezr xcnxc sdiafe zerozbpza' kata si B
'pozez etiepz zdfiuzbzfz zdfz' sanggah si C sambil banting kertas. OF COURSSE!!!!! it makes a lot of sense now.....u twats!

si A ngangguk2

bos gua tampak setuju

Gua ngompol ketakutan di brendeng warlords.

akhirnya gua bilang ke bos gua bhw gua gak bisa tll contribute ke rapat ini dan balik kerja....2 years of these...

To tell u the truth; it is truly intimidating working in africa, even in office. Gimana gak? Everytime u get into a debate, what do u do? U stand up right? Well, when I do, stand up nothing really takes effect coz ALL of them are twice my size. Gua pernah cerita ttg hal ini di postingan sebelumnya, suatu hari gua lmarah2 ke bawahan gua
'pokoknya gua gak mau lu dateng telat lagi TITIK!' ujar gua berdiri tegap nunjuk2 penis mereka. Gua disentil juga bisa minum sayur asem dari sedotan.

Dont try to get all nasty and stuff to a man who comes from a tribe who stab people as sign of maturity.
'ah son, you are from today....a man'
'thank you father'
'now go get a knife and kill some one. be back before dinner u hear?'

or

'do this, clean that, sacrifice a virgin on your way out...'

honestly, u dont point fingers to these people.



Labels:





Things NOT To Do, In Abidjan
Friday, January 30, 2004

1. Never give preman what they want
Jarak dari hotel ke kantor hanya 400 meter. Yang ngeselin adl bahwa sepanjang rute ang gua titi by walking di siang hari, dipenuhi oleh preman yang suka meminta duit atau rokok. Tiap hari gua lewat, tiap hari gua diminta oleh kelompok yang beda-beda. Gua dpt distinctive feeling bhw mereka apal ama gua. Being the only asian, makes me well....let's just say, conspicuous.

Gua berusaha meng-assess situasi ini dengan berjalan 400 meter ke kantor dengan cara, pretending as if I am casual, cross the street back and forth 16 kali. menghindari berbagai macam geng. Tengok kiri, tengok kanan tengok belakang apakah gua bakal digang-bang atau nggak. nyebrang deh.....16 kali. Quite cumbersome honestly. Nyampe kantor gua udah ngos-ngosan kayak orang baru selesai nimba. Lama-lama taktik ini mulai terlihat sama mereka dan atas dasar keinginan untuk melihat hari esok, akhirnya gua kurangin jumlah penyebrangan gua jadi lebih subtle and normal. 13 kali.

Apakah gua kasih? Gak. Gua hanya ngasih rokok sebatang bagi mereka yang minta tapi gua gak ngasih mereka uang.
Kalo satu dikasih uang, gua dibilangin bhw yang lain pasti ikutan minta dan itu hanya untuk 1 hari itu aja. Besoknya pas gua lewat lagi, whaaa.....gua bisa secara misterius menghilang ditelan bumi. Itu sebabnya juga akhirnya gua nolak apartemen yg mrk tawarkan terletak di jalan yang sama. Whaaa gak makasih. Akhirnya gua dpt 4 km dari kantor. Tapi daerahnya enak. bisa jogging pagi-pagi tanpa disapa 'Good monrnig sir, kindly give me your shoes if you VALUE YOUR LIFE.'

2. Never try to make a conversation on a boat, speeding 70 mph
If u ever get into a situation as stated in the above.....well you're toast. 2 weeks ago, they took me to a restaurant reachable only by boat which was waaaaayyyyyyyy beautiful, honestly. Tapi ke sana hanya bisa pake boat. Kita naek speed boat kantor, got out of the port, into the lagoona at faster than the speed of my thought. The bloke was running the boat 70-80 mph. Kaliin sama 1.6 = 112 km/jam on water. It was of course terbuka jadi rambut gua seperti yang baru kesamber naga. Rudi Hadisuwarno kalo sampe liat bakal teriak ke murid-muridnya:

'Okay student todaywe will learn about ahir do national disaster...tinjau SAMPLE A' katanya sambil nunjuk gua.

At this speed, gua mencoba basa-basi by stupidly stating the obvious fact that we are running fast.

gue: "Wow this boat is really faaaa..PHHUUUEH

I spat on my manager.

The moral of the story is, Unless u can control your production of saliva. Shut the fuck up till u get to where u are.

Gak kerasa, nanti malem gua pulang. Untuk nikah. Besar kemungkinan bahwa ini adl postingan terakhir gua inggu ini, bulan ini dan dengan status masih selibat.

The next time I post, Ill bemarried.......and all hell will...break loose heheheheheheheheh...

Have a nice weekend guys.

Oh ya, ntar malem gua balik ke jakarta, taking on a 28 hr flight +7 hr time difference. Total is 35 hrs. So, gua gak bakal bisa bales komen. tapi keep writing it anyway ya. Ntar gua sampe jkt, gua bales. Asumsi, internet connection belum dicabut nyokap secara brutal.

Adhitya Mulya....reporting from Abidjan. rgds.



Labels:





Bahasa - yet another!!! African Journal
Saturday, January 24, 2004

Learning French is difficult. Waktu dulu gua selalu mikir bahwa french itu seksi banget. I mean u can say something like
'Would you like to clean my room?'
and STILL SOUNDS ROMANTIC...

Setelah gua coba belajar. I really tried to sound romantic but gua malah terdengar seperti yang ngomong: '
'I have premature ejaculation.'

Gua udah 4 kali les prancis di sini. Gurunya lucu. Udah tua. You know...dia mulai masuk fase hidup where tey can step on their own breasts. I tell you, at that age, gravity kicks in. Ini ngebuat gua gak konsen.

Going back to bahasa and that includes media cetak. Gua gak ngerti apa-apa kecuali nonton CNN or 'salamander special' on discovery channel. Shit, life sucks when u cant speak french here which is funny because I spent my life time wanting to be an expat and perfecting my english...skg inggris gua gak kepake. Twat!

Sampe sekarang, sistem komunikasi gua masih balik ke jaman batu. U know, pointing here and there and make stupid sounds like cro-magnon? Yup that's me.
'Ugh-ugh'
'arggh hu hu'
'gumbalagum hei-hei'
Sampe sekarang, kalo gua beli sosis, gua mesti ngangkang. beli roti mesti monyong. beli ayam, mesti kicep-kicep baru mereka ngerti. Pokoknya semua kalimat verbal yang gua keluarkan di sini masih mengharuskan gua untuk ngangkak, nunjuk atau membungkuk secara provokatif.

'ijasiduhq' kata gua sambil nujuk sosis
'casdbcqanqag?' Yeah right, as if understand
'jweb weirufv wouyqwb q 3n vuw' kata gua, nunjukkin pose orang kejang-kejang
'ajdfb qwie qqliqdf qeifdnvq?' dia ngasih sosis.

end of story.

Sebenernya bukan frenchnya yang jadi masalah. Isu utama di sini, adl bhw ivorians di sini gak ngmong french properly. Kalo singapur terkenal dgn Sing-lishnya nah di sini bisa gua bilang afro-french lah. Ampun, gua jadi kudu belajar double. Bisa-bisa gua minta laporan, dikasih singkong.

By the way, they sell porn mags here. playboy. And thank god it's not them. It's european chicks. Kalo playboy isinya mereka juga, gua minggat. Beli majalah kayak ginian juga gak gampang. u see, mendekati minggu ketiga di sini, gua udah mulai...well....udah mulai butuh untuk mengonemplasi arti hidup. So gua memberanikan diri untuk ke newstand dan beli porn mag. yang mana dijaga oleh cewek.

obstacle 1: Dia cewek.
obstacle 2: Dia segede king-kong. Damn, she is soooooo intimidatingly Huge.
obstacle 3: elle ne parle pas anglais.
obstacle 4: je parle petit francais.

Gua merenung sedikit banyak ttg hal ini sebelum membeli dan memutuskan untuk go ahead with it karena gua mulai bertampang lalaki cabul dan butuh kontemplasi. Akhirnya gua membersihkan hati gua dan memutuskan bahwa gua akan membeli mags itu, for sake of science.
Singkat cerita, karena gua masih belum lancar francais, Gua mesti pose gaya miss july dulu baru dia ngeh. Lantas gua baru sadar bahwa life was so much easier if I just point at the damn mag.

Apakah masalah selesai? oh nooo.....abis itu tiap hari gua lewat news stand, si doi kedip-kedip manja BO. what is it with you people?

HELP!
Eh guys, gua minta tolong dong. Katanya di kompas sabtu 24 jan ada novel gue kesebut-sebut ya? kata temen gua via email kesebut sbg novel terlaris. Nah yg mau gua tanyain, itu hanya pengumuman doang atau ada reviewnya? kalo ada, ketikin dong *minta ditabok*

Labels:





Days of My Life - another....African Journal
Friday, January 16, 2004

senin day 8
Sampe hari ini gua belum tau kudu makan di mana jadinya gua cuman bneli makanan kaleng for lunch dan makan sosis kaleng and toast. malem, gua masih makan di hotel. gua beli makanan kaleng gua in a lebanaise mini mart across the street. It is surprising ow many persians we have in this country.

selasa day 9
ada orang local juga yang baru di sini, masih training. gitu deh, trainingnya macem2. input data, ketangkasan, lari 400 meter, treadmill...u know...THE NORMAL STUFF....

rabu day 10
orang baru ini nanya nama gua dan kita bincang2 bentar. gua udah mulai tune in ke kerjaan gua sbg marketing. salah satu ofice boy bilang ke gua bhw mrk butuh surat kesehatan yang bisa di issue di sini dan sang dokter bisa dateng ke kantor so gua gak perlu ke mana2. di hari ini gua mulai ngerti sedikit prancis, hanya saja, dengan sintax yang kacau, pesan yang gua tangkep pun jadi sedikit beda.

cice tld me that: A doctor will see you on the 20th of Jan.
what I understood: a dog in a kilt will eat you on the 20th of Jan.

Come to think of it, initially i thought french were difficult. Turmed out it is FUCKING HELL even more so. Gua rasa, orang indonesia yang bisa belajar perancis cuman orang padang. Tinjau sample A:

kata combien dalam perancis dibaca: kombiang.

kata kambing dalam bahasa minang dibaca: kambiang.

Gak ada bedanya kan? mereka terbiasa naikin vokal di belakang. so you'll be hearing alot of these:

a: wow, u speak very good french. Are u from paris?
b: no Im from pariaman.

kamis day 11
orang yang masih training itu mulai menunjukkan gelagat aneh. Kayaknya dia naksir gua. I can tell from the body language. katakanlah namanya X, untuk menjaga keselamatan hidup gua. Sumpah gua geli. hiiii......I dont have anything against black people having a crush on me.....i have EVERY-FUCKING-THING against a GUY having a crush on me.

oh COMMMMME OONNNNNNN!!!!! MBOK YA!!!! MBOK YA!!!! Kayak yang gua kurang cobaan idup aja sih ini?

jumat day 12
Sitting next to the guy, makes it all worse. Mau gak mau gua sering ngelirik dia to checl aakah dia lagi ngeliatin gua. Ini JELAS adl tindakan yang polotically IN-FUCKING-CORRECT krn BOOO!! dia JADI LEBIH INTIM. Tiap hari skg ngajak makan. kalo gua tlak, nanya udah makan apa belum? di mana? sma siapa?

mau jawab males...
mau gak jawab, di gang bang...

have a nice weekend everyone. rgds.

Labels:





On Getting Married
Thursday, October 30, 2003

On Getting Married - The Things We Demand from each Other When We Get Married

Hers for me:
1. Pls be more affectionate, less yelling sessons and spend more time on anger management therapy.
2. Pls quit smoking. The money spent on cigarette over the years, can actually finance a revolution of a small country...and WIN!
3. Pls be more serious on special occassions....important occassions..heck, y're never serious in any occassion. Stop that.
4. Exercise! Taste life! do aerobics!*
5. Pls try to memorize my family names. You ARE becoming their family.
6. Start putting some savings so for cushions due to hard times ahead....and yes dear, that means, stop buying porns or any other magazines conatining women with unrealistic organs in intimidating poses**

Mine for her:
1. You should do house chores.....with no clothes on.
2. Uhm...no..that's it.


* Aerobics? Ae. Ro. Bics? Sweetie...I wld rather milk a cow.
** I do not buy porns...(yeah, right)

Neng, I love you...

Labels: ,






About This Strikingly Handsome Writer:


Adhitya Mulya adalah Dewa Ganteng yang tinggal di kahyangan bersama 100 dayang-dayang. Dia menghabiskan waktunya turun ke bumi untuk bertemu dengan rakyat jelata dan berburu menjangan dan babi hutan... (or is it, berburu rakyat jelata dan bertemu dengan babi hutan? anyways, same thing). Oh ya, sesekali dia menulis buku komedi.

Contact:

adhitya_mulya@hotmail.com

10 Recent Entries

  • Caleg-Caleg itu...
  • Masih Tentang Anchor Kita
  • Situ Gintung
  • Krismon dan Kerjaan Baru
  • Tolong Sebarin Ya Guys!
  • Anchor News Kita dan Nama Orang
  • Mantan-Mantan Kalian
  • SBY vs JK
  • Thank You God
  • Film Serem

  • orang telah melihat kegantengan gua yang legendaris itu.




    Get Firefox!

    Pictures




    Links

    Ninit ; Aan ; Agung ; Aip ; Alaya ; Avianto ; Aris ; Atta ; Detta ; Ewink ; Enda ; Erly ; Fairy ; Fanny ; Ganda ; Hagi ; Hanzky ; Isman ; Ita Leyla ; Ni'ang ; Ndari ; Nita ; Pip ; Okke ; Roi ; Ruri ; Shinta ; Tyaz ; Udhien ; Umar; Adi ; Afo ; Alaya ; Alfa ; Ale ; Alvons ; Aiff ; Andhi ; Andin ; Andin ; Anggie ; Anto ; Aprian ; arb3i ; Ari ; Arma ; Arif ; Ayu ; Axlandra ; Bantot ; Be-Es ; Beranda ; Bintang ; Bios ; Blub ; Brandy ; Buzz ; Cay ; CB ; Celia ; C'est la Vie ; Civent ; Claustrophobic ; Comel ; Comel ; Crey ; Dagungsta ; Dayat ; Deksay ; Dian ; Dican ; Didi ; Didiet ; Diki ; Dini ; Dion ; Disposable Hero ; Drey ; Duwie ; Dwi ; Dyah ; Ekodox ; Emil ; Ephe ; Eric ; Erika ; Erwin ; Eve ; Eyi ; Farid N ; Farid ; Finalizabeth ; Fitri ; Flow ; Flow ; Fresh ; Gajah Duduk ; Gauz ; goblog ; grE3nY' PrinceZz ; Guido ; Grizz ; Harris ; Harris ; Harris ; Heri ; Herlyanti ; Hero ; Ibiza ; Ika ; Ilsa ; Inex ; Inna ; Ipan ; Irene ; Irene ; Iris ; Isnaini ; Koebiz ; Kun ; Lacsar ; Lemans ; Lilik ; Lindie ; Little Mermaid ; Lontar ; Matz ; Memey ; Merkurius ; Morningdew ; N[a] ; Nasgor ; Neen ; Neenoy ; Nice green ; Nisa ; Nita+Agus ; Nono ; Novie ; Nukov ; Nunik ; Ochan ; Ollie ; Paylo ; Pipit ; Prazz ; Prianca ; QQ ; Radith ; Rapa ; Reena ; Ren ; Ria ; Richoz ; Ridwan Fauzi ; Rihsa ; Riena ; Rita ; Sapi ; Sasha ; Sazi ; Seggaf ; ; ; ; Snydez ; StormyMonday ; Supta ; Sweeney ; Sylvie ; Tamtam ; Tari ; Toet ; Trippin' D ; Tutup Botol ; t.w. ; Ty ; Tyaz ; Tychan ; Umar ; Un^Goe ; Vanda ; Vanya ; Viga ; Vellas ; Weedee ; Yudha ; visit rice bowl journals !