Category: Uncategorized

Pre-Order – Joker by Valiant Budi Yogi


Hi guys, ada kesempatan untuk Pre-order nih. Dapet tanda tangan dan ketjup matjoh dari penulisnya sendiri huhuuu…

Joker adalah sebuah buku lawas dari Valiant Budi Yogi (@vabyo) yang harus kamu miliki. Buku ini mengantarkan Budi nominasi Penulis Muda Berbakat dari Khatulistiwa Award 2007. Joker akan di rilis ulang pertengahan/akhir Janurai 2012 di toko buku terdekat. Tapi kamu bisa mendapatkan jauh lebih dulu di www.books.istribawel.com

How To Pre order

1. Batas akhir Pemesanan dan Pembayaran sampai tanggal 3 Januari 2012 pukul 23:59

2. Buku dikirimkan 5 Januari 2012

3. Jika ada buku lain yang dipesan bersama Preorder Joker ini, maka semua buku akan dikirimkan tanggal 5 januari 2012.

the Book:

Ketika yang kamu kejar ternyata bukan yang kamu inginkan—semua yang klise ternyata tidak biasa—atau batu justru berada di balik udang.

Mungkin kamu baru saja bertemu dengan seorang Joker.

Hati-Hati

Gak semua yang tampak seperti yang terlihat

Gak semua yang bunyi seperti yang terdengar

the Buzz:

“Banyak keganjilan di buku ini yang berhasil bikin gue penasaran buat membuka halaman demi halaman. Begitu dapet jawabannya, malah bikin tercengang!”

— Morgan Oey (Penyanyi)

“Amati baik-baik sebuah kartu Joker dan temukan bahwa sang badut itu tidak sepenuhnya melucu atau tertawa. Selalu ada sisi mengejutkan darinya. Temukan kejutan itu dalam Joker yang kocak dan misterius ini.”

— Icha Rahmanti (Penulis)

“Joker celebrates our right to be young, smart, and rebelliously immature.”

— Willy Priyoko (Broadcaster)

“…Membaca detail Joker seperti membaca serangkaian pelajaran tentang hidup, tanpa tersadar kalau sedang diajari. Pemikiran liar dan absurd terhadap karakter Brama membuat saya tergelitik untuk terus membuka halaman demi halaman….”

— Mhala (Vokalis Numata, song writer)

“Cerdik dan mengena. Awalnya saya ‘takut’ membacanya, tetapi sekarang saya bangga telah menjadi setitik inspirasi yang turut mengisi lembaran Joker. Selamat menikmati.”

— Mario (Vokalis Kahitna)

Ditunggu ya orderannya.
Rgds.

Catatan Mahasiswa Gila – Preorder

Dear readers, after 4 years, please accept my humble offerings, sebuah buku non-fiksi:

Bisa dipesan di www.plasa.com atau klik di banner atas yaaaa.

Terima kasih sudah menunggu 4 tahun.

Your humble writer/ Adhitya

Toko Buku Kami

Guys, kita buka toko buku nih. Khusus buku-buku kita.

Kalo ada yang kesulitan cari buku kita, ke sini aja. Dan, semua buku memakai tanda tangan.

Ini dia linknya:  http://books.istribawel.com

Sila divisit. Thanks ya.

Jualan Buku – Sundul Gaaaaan

Reposting karena udah terlalu di bawah sana.

Semua buku yang dijual adalah signature edition. Untuk how to order, silahkan lihat di bawah ya. Terima kasih dan ditunggu orderannya. Thanks in advance rgds.

Testpack cover baru: 39000

4 Musim Cinta: 33000


Jomblo: 27000

GMC: 31000

Travelers Tale: 44000

KPG: 29000

Kamar Cewek: 29000

Chocoluv: 29000

Heart: 17000

Caranya:

1. Kirim email ke gue berisikan alamat pengiriman kalian dengan format di bawah:

nama

alamat

kode pos + kota

Nomor HP (Di kala kurirnya nyasar, mereka ingin bisa menelfon penerima)

email gue: adhitya.mulya@gmail.com

2. Ntar gue cek stoknya, kalo ada gue email balik dan kirim langsung ke alamat lo.

3. Upon confirmation gue, kalian transfer uangnya + ongkos kirim

Ongkos kirim dalam Jakarta

Beli 1 atau 2 buku = Ongkir Rp 5000

Beli > 2 buku = 2500

Ongkos kirim luar Jakarta (Tangerang & Depok terhitung luar Jakarta) = ntar gue kasih tau dalam emailnya

Sekali lagi, email gue: adhitya.mulya@gmail.com

Sedekah #2

Wah udah lama banget gak punya kesempatan update blog. Sejak kembali ke Jakarta, kita numpang dulu di rumah bokap sampai kita nemu rumah baru. Di rumah tempat gue tumbuh besar ini, somehow ISPnya gak bisa buka wordpress dan atau suamgila. Jadilah gue coba-coba hampir tiap hari dan dari sebualanan ini, baru sekarang tiba-tiba “eh bisa!”

Ya udah gue posting. Tema yang gue pengen angkat di postingan kali ini adalah, kembali, sedekah. Hampir 1 tahun yang lalu gue menulis posting ini:

http://suamigila.com/2009/07/21/sedekah/

Gak gue sangka, yang respon 112. Orang gila. Sepertinya ini postingan dengan komen terbanyak top 5. Yang gue inget itu komen terbanyak pas nerbitin buku jomblo, buku GMC dan pas nikah.

Makin ke sini, komennya makin sadis. Gue gak tau teknologi ngeceknya tapi gue curiga postingan itu di link ke sebuah forum atau milis penggemarnya ustadz YM. Dibilangin suruh belajar agama lah etc etc. Komentar yang paling sering keluar bisa di intisarikan seperti ini:

wajar kalo kita pamrih. Kita sholat aja pamrih meminta ini itu ke Allah.

Yang lucunya ada yang sampe berusaha membuktikan. Ada yang sholat jumat, kasih sedekah dan abis itu dapet uang 400 dolar. Anjuran dia, gak usah dengerin omongan gue.

Gak setuju sama gue sih silahkan. gue gak akan mati dengan ribuan orang gak setuju. Hidup mati gue gak ditentukan berapa banyak follower, fans atau berapa orang yang membenci gue. Tapi kemudian ada beberapa hal dari komentar orang yang bersebarangan dengan gue yang lumayan menarik.

1. Bahwa sedekah dengan pamrih pada Allah itu wajar.

2. Lha wong kita sholat aja pamrih kok. Pamrih untuk diampuni dosanya, etc etc.

3. Lha wong kita sholat aja pamrih kok, untuk meminta ini itu.

Gue setuju dengan dua dari tiga poin ini. Yang mana artinya yang kontra dengan gue salah baca atau gue yang salah tulis.

Yang gue setuju: Bahwa sedekah dengan pamrih pada Allah itu boleh.

Yang gue NGGAK setuju: Bahwa kita sedekah 100 ribu ke seseorang, dan secara matematis menuntut 1 juta dari Allah untuk dikembalikan. Ini mentalitas yang sangat berbahaya karena eksesnya:

Ini mendidik orang untuk berpegang pada prinsip: bahwa jika kita lagi kepepet butuh uang, kita sedekah. Pertanyaan gue: Kalo gak kepepet? mau kita apain duit kita?

Di bawah adalah potensi kesalahpahaman yang dapat terjadi jika orang salah mengerti ajaran Ustadz YM ini:

Kita lagi kepepet butuh uang 10 juta. kemudian ada tetangga kita dateng.

“Pak Kasian Pak, anak saya sakit.”

“Oh iya. Kebetulan saya juga lagi butuh 10 juta. Bu, ini 1 juta silahkan pake.”

kalo kita lagi gak kepepet:

“Pak Kasian Pak, anak saya sakit.”

“Wah gue lagi gak butuh duit nih. Gak usah lah. Bu minta tolong aja sama tetangga yang depan.”

Muslim seperti ini yang kita cita-citakan? Beneran muslim seperti ini yang kita ingin? Mentalitas seperti ini yang ustadz YM inginkan dari 87% x 238 juta orang Indonesia?

Muslim seperti ini, jika sedang butuh duit, anak tetangga akan selamat. Kalo lagi gak butuh, anak tetangga mati dia gak peduli.

Niatnya sedekah udah salah. Niatnya sedekah bukan agar sedekahnya terpakai di jalan Allah dan dipakai umat-Nya. Niatnya gak tulus meringakan beban umat.  Tapi niatnya udah langsung narsis balik ke diri kita, agar kita untung. Profit.

2. Dari sudut pandang gue, kita tidak pantas me-matematika-kan sifat pemurah Allah. Bahwa dengan menolong orang dengan 100 ribu, kita berhak untuk dalam hati menuntut “Allah, I expect you to give me back 1 juta.” Emangnya elu siapa? Engkongnya Allah? Berani-beraninya elu menuntut seperti itu? Siap-siap aja disamber petir. Di bawah adalah celah kesalahpahaman orang yang mendengar ceramah ustadz YM.

Gue mau beli motor 15 juta. kurang 5 juta. Ah beres. Gue gak perlu kerja keras. gue keluarin aja 500 ribu, sumbangin ke mesjid, ongkang-ongkang kaki dan tuntut ke Allah “Ya Allah, ini udah 500 ribu nih. Besok dapet 5 juta ya.”

Mau jadi muslim macem apa kita? Muslim kayak gini cita-cita kita? Muslim yang nggak bekerja keras. Muslim yang bergantung dan yakin bahwa keajaiban akan datang. Muslim yang mematematikakan keajaiban itu.

Iya bahwa sedekah tidak akan membuat kita miskin. Iya bahwa Allah pasti memberikan imbalan. Tapi jangan kira kita punya derajat kepintaran yang sama dengan Allah untuk membayangkan kita akan dapat eksak 1, 2 atau 10 juta.

Gua bukannya mau ngajarin bagaimana sebaiknya sedekah. Silahkan aja mau sedekah dengan niatan apa. Tapi asal tau aja,di tingkatan yang sangat personal, ini yang gue niatkan saat sedekah:

Ya Allah, kusedekahkan hartaku ini untuk dipakai sebaik-baiknya dijalanMu. Untuk dipakai sebaik-baiknya oleh umatMu. Semoga sedekah ini menjadikan diriku dalam lindungan Mu dan di dalam jalan Mu yang lurus. Semoga Engkau melancarkan urusanku sebagaimana sedekah ini melancarkan urusan umatMu. Amin.


Gue lakukan ini saat gue butuh dan gak butuh bantuan. Gue lakukan ini tanpa mengharap investasi yang balik dengan sejumlah uang yang eksak. Gue gak demand spefisically “Ya Allah, ini 500 ribu, saya butuh 200 juta, tanggal 15.” Yang gue doakan adalah agar urusan gue dilancarkan. Dan semua urusan gue ya kan ujung-ujungnya nafkah dan tabungan yang mana duit semua. Dan bahwa dengan gue sedekah, ya gue tetep usaha. hanya saja sepertinya berkat sedekah dan niat ini, semua usaha dan urusannya lancar. Ini pamrih gak pada Allah? Jelas ini pamrih, saya akui. Tapi gue gak mau melupakan sisi kemanusiaan dari sedekah ini.

Bahwa sedekah ini bukan hanya untuk pamrih agar ikhtiar lancar. Tapi agar sedekah ini memberikan kebaikan pada umat. Ini yang penting untuk diingat. Karena jika kita melupakan sisi kemanusiaan ini, di kala kita tidak kekurangan apa pun sementara jutaan orang lain kekurangan, kita jadi ngerasa gak perlu sedekah.

Untuk mayoritas komentator posting ini yang kontra dengan gue:

- Niat sang ustadz baik. Tapi konstruksi logika yang beliau bangun, berpotensi untuk orang salah tangkap.

- Hanya karena dia ustadz dan gue nggak, tidak membuat dia lebih baik dari gue. hanya karena dia ustadz, tidak membuat dia lebih kompeten untuk mengupas agama dari gue. Gak membuat elo, lebih baik dari gue. dan gak membuat gue, lebih baik dari sang ustadz dan elo. Malah jika dia membuat ribuan orang salah paham, tanggung jawab dia di kemudian hari sangat berat.

- Bener banget bahwa sah-sah aja pamrih sama Allah. Jika bukan pada dia, ya pada siapa lagi. Kita shalat wajib dan sunnah bahkan sedekah untuk meminta agar ikhtiar lancar. Itu pamrih. Tapi jangan lantas membangun mentalitas, kalo kita kepepet, kita nolong orang/sedekah. Karena kalo konstruksi logika ini yang dibangun, kalo kita udah sukses, gak nolong orang/sedekah? di mana segi kemanusiaan kita?

Rgds.

Celoteh Suami

istri: Kamu kok gak bilang ke saya minggu depan ada BBQ alumni ITB?

suami: Waduh iya. Maaf ya. Suka lupa aja.

istri: Iya.

suami: maksud saya, suka lupa aja udah punya istri.

dan sodara-sodara, itu lah contoh komentar yang akan mendaratkan anda tidur di sofa malam ini.

Masih Susah Cari Buku Kita?

Apakah kalian kesulitan mencari buku ini?

Beberapa bulan terakhir gue sering dapetin email yang komplen bahwa kalian susah nyari buku ini. Setelah gue kontak penerbit, memang udah gak banyak, tapi masih ada.

Sooooo, gue memutuskan untuk menjual buku-buku gue sendiri di website ini.

Caranya:

1. Kirim email ke gue berisikan alamat pengiriman kalian dengan format di bawah:

nama

alamat

kode pos + kota

email gue: adhitya.mulya@gmail.com

2. Ntar gue cek stoknya, kalo ada gue email balik dan kirim langsung ke alamat lo.

3. Upon confirmation gue, kalian transfer uangnya + ongkos kirim

Nah terhitung 24 Oktober 2009 ini, aturan ongkos kirimnya gue rubah karena ternyata gue nombok berat.

Ongkos kirim dalam Jakarta

Beli 1 buku = Ongkir Rp 5000

Beli 2 buku = Ongkir Rp 2500

Beli > 2 buku = gratis

Ongkos kirim luar Jakarta = ntar gue kasih tau dalam emailnya

4. Harga bukunya:

Jomblo: 21000 (harga toko 24000)

GMC: 24000 (harga toko 28000)

Travelers’ Tale: 40000 (harga toko 44000)

Test Pack: 30000 (harga toko 34500) -> test pack sudah tidak dicetak lagi.

Kok Putusin Gue: 22500 (harga toko 26500)

Chocoluv: 22000 (harga toko 26000)

Kamar Cewek: 23000 (harga toko 27500)

Sekali lagi, email gue: adhitya.mulya@gmail.com

Oke deh ya. Kalo berminat, kirim email ke gue, kalo nggak juga gak papa. Thanks in advance.

Gore

Entah kenapa, gue suka sama film-film gore. Itu lho, genre film yang suka motong-motong orang pake perkakas kebun.

Setelah pintu terlarang sekarang ada lagi rumah dara. Wuiiih, gila. gak sabar nunggu dvdnya.

Tapi kenapa ya gue suka sama Gore? Apakah untuk memuaskan sesuatu yang gak mungkin gue lakukan?

YouTube Preview Image

The Urban Mama

Istribawel dan ketiga sobatnya, Shinta, Thalia dan Udhien, bulan lalu meluncurkan blog dan forum ini (klik di atas).

Gue dan istri adalah sepasang starter parents. Maksudnya, kami belum lama punya anak dan kami butuh sebuah situs komunitas yang memiliki perasaan dan posisi yang sama. Di sana kita bisa berbagi pengalaman, tips dan info untuk kita pakai atau hindari.

Gue jamin, bagi kalian starter parents, couples who are expecting babies, single parents forum ini sangat powerful dan berguna bagi kalian. Serius!

Bahasa dan bahasan ang ada di dalam forum itu juga sangat humble dan membumi.

I urge you to join.

Idul Fitri

Waktu jaman kuliah dulu, sobat gue yang namanya Dimas Seno, iseng makan bakso di warung pinggir jalan. Dia di sana krn darurat aja harus nuggu sesuatu. Di warung itu, ada sebuah keluarga, bapak, ibu dan seorang anak.

Si anak: “Bu, minta coca-cola boleh?”

Si ibu melihat ke bapak. Si bapak mengangguk sambil berkata “Boleh deh, lebaran ini.”

Kita merayakan lebaran berbeda-beda. Ada keuarga yang merayakan hari kemenangan ini dengan makan bakso dan hanya mampu beli coca-cola sesekali aja, sejarang lebaran.

Mohon Maaf lahir batin untuk kalian semua. Gue tau gue banyak salahnya. Semoga cerita di atas menjadi bingkisan bagi gue untuk kita semua, sebagai pengingat untuk merayakan hari kemenangan ini dengan moderation and humbleness.

rgds.