Movies, Movies & Movies!!!
Hehehe, gini nih kalo lagi males nulis buku. jatohnya ke film.
Batman Begins


Cool huh? All posters are available in www.movieweb.com. Untungnya click kanan gue disable untuk menghormai copyright mereka. Worldwide release is set to be on:June 15th 2005. And yes I was wrong, this is amongst the highly anticipated movies, at least from my part.
Film Batman Begins bercerita tentang…well…Batman. Ini tepatnya prekuel dari Batman yang belakangan ini sangat-sangat mengecewakan bagi gue.
What’s the Deal with Batman movies?
Jadi gini. Batman itu memang salah satu karakter komik yang melekat di hati orang. Warner Brothers dipercaya memegang lisensi perfilman dari karakter komik DC ini. MASALAHNYA adalah segmen mana yang dituju.
Batman adalah salah satu karakter komik tertua. Oleh karena itu, generasi penggemarnya sudah banyak. anak kecil yang mencintai Batman di tahun 60-an, sekarang umurnya sudah 60 tahun dan terbiasa dengan kekerasan. Oleh sebab itu ketika Tim Burton dipercaya WarnerBros untuk membuat Batman di tahun 1989, Tim Burton memilih tone yang dark dan memakai banyak bunuh-bunuhan. ini masih dia lakukan untuk Batman Returns.
Respon masyarakat cukup beragam. Generasi awal pecinta Batman merasa karya Tim Burton cukup baik. Tapi, penggemar generasi muda cukup traumatis melihat betapa gelap, twisted dan psychonya Batman versi Tim Burton ini. Warner Bros yang tidak ingin ditinggal segmen anak muda akhirnya memutuskan untuk meng-kanak-kanak-kan Batman agar dapat diterima oleh penonton anak kecil.
Akhirnya WB, menggandeng Joel Schumacer untuk Batman Forever dan kita bisa lihat bedanya. Kostum yang warna-warni, perbedaan yang sangat marjinal antara mobil polisi dan mobil musuh, kostum musuh yang gemerlap dan yang paling fatal adalah, sedikit sekali orang yang teas dalam film…meski Batman mengaku, pemberantas kejahatan. Hasilnya? Penggemar Batman yang sudah tua pada kecewa namun anak-anak kecil sangat menggemari versi ini. Batman & robin dibuat oleh Joel Schumacer lagi dengan versi yang lebih kanak-kanak. Not to mention versi kostum Batman yang ganti-ganti gak keruan. batman makin ditinggal penggemar tuanya.
Batman Begins
Adalah sebuah prekuel dari semuanya. Yang menarik dari versi ini adalah bahwa sepertinya WB ingin mengembalikan Batman ke versi komik awalnya. For one thing…bahkan sampe kostumnya pun begitu. versi awal kostum Batman adalah telinga yang pendek. gue sempet liat trailernya dan memang pendek. Another is that, yang gue bingung adl…kenapa Wb memakai banyak aktor inggris di sini. Christian Bale sebagai, Michael Caine sebagai Alfred dan ada juga Liam Neeson. tapi ada juga sih aktor amerika. Katie Holmes dan Morgan freeman. Gue lupa satu hal, gary Oldman itu orang inggris ato amerika ya?
Anyways, Christopher Nolan, yang kali ini dipercaya Wb untuk menggarap batman Begins memang terlihat menekankan tone yang gelap. Gue gak tau apakah ada bunuh-bunhan karena tadi gue cek, ratingnya PG-13. Mampus.
Yah kita lihat aja nanti. For sure is that Nolan is trying to back to the original version of Btaman. yang mana Kostumnya gak cetil dan gue suka sayapnya. However, for the violence, kita liat aja.
For my part, gue lebih seneng liat Batman yang brutal. BATMAN GITU LOOH.
end of part one.
Sin City
Setelah 3 hari jongkok nungguin torrent selesai. Akhirnya sabtu pagi yang ceria gue bisa juga nonton film baru di Afrika. Thing is di sini, dvd bajakan untuk film baru memang menjamur, tapi mereka bajaknya dari canda yang mana disubtitle ke prancis. Sama aja boong. Ada sih teks, tapi teksnya prancis juga. Pertanyaan kontemplatif gue adlaah: NGAPAIN PAKE TEKS KALO BAHASANYA SAMA? JENGKOL!
Anyhoo, where was I? oh ya, jongkok. Akhirnya selesai tuh ya gue download. Nonton deh gue.
Kok ya guenya gak ngerti ya? Apalagi banyak orang bilang, bagus. Dalam sebuah wawancara, Robert Rodriguez memang bilang bahwa dia bukan membuat film Sin City, tapi dia berusaha memfilmkan si komik itu. Maksudnya, masih komik, Namun beraudio dan vidually dynamic. Hasilnya ya memang penuh efek. Basically dia ingin bereksperimen gimana rasanya komik Sin City itu kalo kita tonton.
To tell you the truth, dalam kasus Sin City ini, memang sebaiknya begitu. Komiknya penuh dengan hiperbola dan kehidupan yang surealis (emangnya surealis itu apa sih dit? sok ngerti) yang akan sulit kalo seseorang buat filmnya dengan versi normal. Gimana nggak, semua orangnya hiperbolis bijitu.
As it turns out, aside from Jessica Alba’s butts (dia itu yang posternya gue pampang. Dilarang keras ngeces!), I don’t really quite understand what all the fuss is. To start with the comic itself had never been an appeal to me. Dalam penilaian gue (yang mana tiap orang beda2) komik itu layak baca karena either dia bener-bener deket dengan realita atau bener-bener fantasi.
Contoh:
Either bener-bener dekat dengan realita
Batman, Spiderman dan Superman yang kecuali mereka, seluruh settingnya real…dan bahwa kenyataan bahwa mereka gak riil melegetimasi mereka untuk memakai celana dalam di di luar (what’s the deal with that anyway?).
Atau ngayal Abis
Fantastic Four, yang pake pesawat yang ngarang dan punya super power seperti manusia karet (movie coming up, by the way).
Sin City? Well…let’s just say, dia itu hiperbolically ficitonal version of our reality. Which I don’t quite get. Nice pair of butts tho…and killer tan too.
As it turns out dalam menikmati film, gue memang lebih suka yang riil-riil aja + sedikit ngayal. It’s not that I’m narrowminded tho…it’s just that dalam kreatifitas dan film, gue lebih suka, kreatifitas dalam penuturan filmnya, seperti City Of God.
That is one hell of naratting method there. Salut buat Fernando Meirelles dan Katia Lund. Pengenalan karakter setiap tokoh itu dipaparkan dengan seenaknya memotong cerita dan memaksa kita dikenalkan dengan karakter yang mereka ingin tampilkan. Very original filmmaking there.
Anyhoo where was I? Oh ya, Sin City. I’d give 4 out of 10. Just not my cup of tea.
Rgds/ Adhitya – penonton yang bingung