Tujuh Februari 2011 kemarin adalah genap 7 tahun gua dan Ninit menikah. Cukup banyak hal yang terjadi selama itu.
Dalam 7 tahun itu, ada beberapa buku yang kita lahirkan. Sayangnya setelah Aldebaran lahir, waktu kita seakan tersita untuk mengasuh Aldebaran dan Arzachel. Sampai sekarang kita sudah 4 tahun tidak memroduksi buku lagi.
Dalam 7 tahun itu Ninit harus melepas karirnya dan mencari pekerjaan sebagai Work From Home Mom karena tuntutan karir gua. Meski beberapa kali bersusah payah, tidak ada yang layak gua keluhkan dalam karir ini.
Dalam 7 tahun itu kami dikaruniai 2 anak yang sehat dan lucu. Alhamdulillah lahir dan tumbuh tanpa komplikasi. Kita telah diberikan kepercayaan untuk membesarkan dua titipan Allah. Semoga gua diberikan kepercayaan untuk tidak merusak atau menyia-nyiakan mereka.
Tujuh tahun mengejar bus kota, mengejar kereta, mengejar pesawat, mengejar taxi. Seru, repot dan penuh tawa.
Dalam 7 tahun itu gua pribadi sebagai seorang suami. Bapak dan kepala rumah tangga, bisa look back dan bersyukur atas apa yang kita miliki. Juga bersyukur atas apa yang tidak. Seperti yang Ninit pernah ajarkan, semua yang mampu dicapai dan semua yang tidak mampu dicapai, adalah demi kebaikan kita sendiri. Jadi, tenang saja. Yang penting ikhlas berusaha.
Dalam 7 tahun itu, kita pindah 6 kali ke 7 rumah. Satu rumah untuk 1 tahun. Kita berdua belajar untuk menjadi pasangan yang praktis dan tidak ribet. Kita tidak pernah mengeluh akan hal ini karena ini memang tuntutan pekerjaan gua dan tuntutan hidup.
Seperti yang salah satu sobat gua pernah bilang, home is where the heart is.
And we know our hearts belongs to each other – wherever we are.


