Watching “angry wife 2.0″ now. Anyone by any chance can upload “I’m sorry honey 3.1″?
Category: life
Terkadang Terbuka Sama Istri Juga Ada Batasnya
April 22nd, 2010
istri: Itu siapa A?
gue: temen SMA
istri: yang mana?
gue: Itu lho yang waktu SMA teteknya bagus banget, bulet gitu.
krik krik
daaaaan, gak ngomongan deh 2 hari.
Mbak Heni di Acara Uya Emang Kuya
March 8th, 2010
Sabtu kemarin gue dan istri nonton acara “Uya Emang Kuya”. Ini adalah acara di mana Uya dengan jailnya menghipnotis orang dan di sana keluar lah kejujuran-kejujuran yang sebaiknya gak banyak orang tau. Biasanya gue annoyed dengan acara ini karena busuk-busuknya orang suka keluar tanpa perlu.
Tapi episode di Sabtu tanggal 6 Maret kemaren sangat menggugah. jadi korban Uya kali ini adalah seorang wanita berumur 35 bernama mbak Heni. Wanita ini sungguh riang dan bordering kocak dan very-very unassumming. Setidaknya sampai dia dihipnotis.
Ketika Mbak Heni ini dihipnotis oleh Uya baru lah ketauan bahwa dia sebenernya sangat sedih dan sangat merasa bersalah.
“Udah nikah belum?”
“Udah.”
“Suaminya mana kok ke sini sendiri?”
“Saya gak punya suami.”
“Lha, katanya udah nikah?”
“Suami saya meninggal.”
“Berapa lama?”
“4 bulan yang lalu.”
“Sakit apa mbak?”
“Sakit jantung.”
“Udah berapa lama?”
“Dari tahun 2002 dia sakit jantung. Jadinya gak bisa kerja. Jadinya saya yang harus kerja support dia dan kedua anak.”
“Masih sedih gak Mbak?”
“Masih. Saya ngerasa bersalah.”
“Lho kenapa?”
“Soalnya saya pernah ngerasa capek banget. Capek banget kerja. Sampe saya doa agar dia diambil aja sama Yang Maha Kuasa. Abisnya saya udah gak kuat sama cobaan ini. Kemudian suami saya kondisi membaik. Tapi kenapa justru pas dia udah membaik malah dia dipanggil berpulang.” Di sini mbak heni nangis. Gue baru nyadar bahwa orang dihipnotis masih bisa nangis.
“Kejadiannya gimana?”
“Kita lagi makan malem. Dia pergi ke dapur dan tiba-tiba aja serangan jantung. Jatuh. Saya teriak-teriak minta tolong. Tapi dia sudah berpulang.”
“Anak-anak gimana?”
“Keliatannya sih baik-baik aja tapi mungkin aja mendem perasaan seperti saya.”
“Kalo mbak hobinya apa?”
“Nyanyi.”
“Ada lagu favorit mbak?”
“Takkan Tergantinya Marcell. ”
“kenapoa?”
“Karena jadi inget suami saya.”
“Coba nyanyi Mbak.”
Kemudian Mbak Heni nyanyi lagu itu. Dan sambil nangis.
“Tangannya kenapa mbak?”
“Kecelakaan motor.”
“Kapan?”
“Dua bulan yang lalu.”
“Kejadiannya gimana?”
“Diserempet Mikorlet terus gak inget lagi.”
“Lha kok gak inget?”
“Soalnya amnesia. Sampe 3 hari.”
“Wah parah dong. Gimana bisa sembuh Mbak?”
“Waktu di rumah sakit, saya ngeliat suami saya. Dia bilang, mamah jangan sakit. Kasian anak-anak gak ada yang ngerawat. Abis itu saya bangun. Rasanya seperti mimpi tapi saya gak yakin itu mimpi atau bukan.”
Abis itu Uya ngebaik-baikin Mbak Heni dan membangunkan dia. Ketika bangun, Mbak Heni cengar-cengir.
“Wah saya diapain Mas? hehehe, hehehe, hehehe.”
Gue gak bisa percaya sama wanita ini. Ketika dia sadar dia memasang muka yang berani dan tenang padahal masa lalu dia dan hati dia penuh dengan cobaan-cobaan yang menghantam kiri-kanan. Di tinggal suami dengan 2 bocah. Cari uang sana-sini pake motor pula. Sampe kecelakaan. Benar-benar wanita yang tegar.
Bagi gue, Mbak Heni adalah manusia-manusia tegar yang lewat di depan mata kita, yang memapas dengan motor di samping mobil kita. Yang berdiri depan mobil kita di sebuah lampu merah. Yang kita papas saat berteduh di kolong jembatan saat hujan. Yang mungkin rebutan baju sama kita saat belanja di sebuah ITC. Yang mungkin menjual laptop di toko sebelah. Mbak Heni adalah 1 dari manusia-manusia tegar yang memasang muka ikhlas dan riang menghadapi hidup. Air mukanya ringan, tidak membebani mereka yang menatap muka itu.
Bagi gue, Mbak Heni membuat gue merasa kecil. Gue gak mungkin bisa seriang itu jika diberi cobaan yang sama. Mbak Heni membuat letih gue hilang. Ribuan orang seperti mbak Heni menerima cobaan yang lebih berat dari gue. Tidak pada tempatnya bagi gue untuk mengeluh, berkeluh kesah atau bahkan menyerah.
Gue coba google mbak Heni ini kemarin, gak ada yang nulis tentang dia sama sekali. Makanya gue tulis posting ini. Untuk Mbak Heni di luar sana, terima kasih ya Mbak. Sosok pribadi Mbak menjadi panutan saya. Terima kasih sudah mau dirinya ditayangkan di TV nasional dan menjadi inspirasi saya dan mungkin orang lain.
Jabat Erat untuk Mbak.
TAk Akan Terganti - Kahitna
Telah Lama Sendiri Dalam Langkah Sepi Tak Pernah Kukira Bahwa Akhirnya Tiada Dirimu Disisiku (chorus) Meski Waktu Datang Dan Berlalu Sampai Kau Tiada Bertahan Semua Takkan Mampu Mengubahku Hanyalah Kau Yang Ada Direlungku Hanyalah Dirimu Mampu Membuatku Jatuh Dan Mencinta Kau Bukan Hanya Sekedar Indah Kau Tak Akan Terganti Tak Pernah Kuduga Bahwa Akhirnya Tergugat Janjimu Dan Janjiku (chorus 2x) Meski Waktu Datang Dan Berlalu Sampai Kau Tiada Bertahan Semua Takkan Mampu Mengubahku Hanyalah Kau Yang Ada Direlungku Hanyalah Dirimu Mampu Membuatku Jatuh Dan Mencinta Kau Bukan Hanya Sekedar Indah Kau Tak Akan Terganti Kau Tak Akan Terganti
2010
January 13th, 2010
Setelah babak belur digebuk banyak banget musibah dan set back di tahun 2009, kita siap menghadapi 2010.
Dengan kesabaran dan kalkulasi yang matang, Insya Allah, kali ini, semua berjalan lancar. Amien. Yang penting kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas.
Djuhro Sumawiria
August 4th, 2009
Sepotong cerita dari blog gue yang lama, di tahun 2006. This is one of my all time favourite posts. Dia ada salah satu orang yang paling berpengaruh dalam hidup gue. His presence in a room is majestic. Stories of him alone, from the many people who loves him, is a book of life.
http://suamigila.com/2006/09/pemuda-bernama-djuhro.html
Seharian ini sistem di kantor ambruk. Gua menghabiskan hari melihat-lihat foto Aldebaran. Gua berpikir betapa beruntungnya gua memiliki bintang kecil ini. Bagaimana bisa semua ini terjadi. Kemudian gua teringat 1 hal penentu, kenapa semua hal ini bisa terjadi.
Berpuluh-puluh tahun yang lalu di desa Sumedang, hidup seorang pemuda bernama Djuhro Soemawiria. Djuhro tumbuh miskin. Saking miskinnya, dia diangkat seorang kerabat lain karena orang tua Djuhro tidak mampu memberikan suapan nasi. Di suatu pagi, Djuhro muda berjalan-jalan di pasar. Seorang anak tertangkap mencuri sepatu dan orang-orang hampir memukuli anak itu.
Djuhro muda datang dan melerai. Djuhro muda adalah seorang pemuda miskin tapi dia membayarkan sepatu anak itu. Anak itu berterima kasih dan pergi.
Djuhro muda dan anak kecil itu tidak pernah bertemu lagi.
Belasan tahun kemudian, Djuhro menikah dan memiliki 5 anak. Dia menjadi kepala stasiun Cicalengka, Bandung. Suatu malam, Di/TII memberontak. Mereka membuat kerusuhan. Memburu rumah-rumah dan mencoba membunuh aparat pemerintah.
Rumah Pak Djuhro ditendang terbuka dan sekelompok tentara masuk dengan senjata. Sersan kepala menodongkan senapannya pada Pak Djuhro dan keluarga.
Sersan kepala itu menodong orang yang pernah membelikannya sepatu.
Sersan itu tersenyum dan mengucap permisi.
Setelah kejadian itu Pak Djuhro dikarunai anak ketujuh bernama Ati Ernawati.
Dan di tahun 1977, ibu Ati melahirkan seorang anak lelaki bernama, Adhitya Mulya.
Dan di tahun 2006, sebuah bintang penunjuk lahir. Aldebaran
Apa yang kita lakukan dalam hidup, berpengaruh pada orang lain. Dan pada diri kita juga.
Moral of the story: Memang kita harus ikhlas bersedekah dan menolong orang lain. Imbalannya gak perlu diharap. Karena akan datang sendiri di saat dan dengan jalan yang tidak terduga.
G.I. Joe
July 11th, 2009
Gue di mini market di bawah kontrakan:
“I need a baterry.”
Si koko kasih energizer.
“I need the cheapest battery you have.”
Si Koko kasih batere cina punya.
“80 cents, 4 pieces.”
“Uhm, actually, I just need 2.”
“It’s 80 cents!!!!!!!”
Ogah rugi bener ya gue? Oh well, penny wise pound foolish I guess. 80 cent aja gue masalahin padahal setelah abisin ratusan dolar beli optimus prime, sekarang gue melakukan hal yang sama dengan beli toy-nya GI Joe. Guilty feeling juga karena baru aja bilang ke istri kita gak akan beli stroller yang mahal untuk anak kedua. Huahahaha…
Anyway, gue punya story dengan toy GI Joe ini. Semua orang yang sekaang umurnya 25-35 mungkin pernah ngerasain punya atau setidaknya ngeh sama mainan GI Joe. Ini adalah action figure 3.75″ yang keren dan detil banget dan kendaraan2 perang mereka bagus-bagus.
well orang tua gue udah jarang beliin gue mainan mahal semenjak gue masuk SD. Mungkin takut gue jadi manja. Saking seringnye gue ditolak sampe-sampe gue gak berani lagi minta-minta. Yang ada, saban gue masuk ke toko mainan, gue berhitung berapa bulan gue bisa beli mainan mobil GO Joe berdasarkan uang saku yang gue tabung.
hasilnya: Gue gak pernah bisa beli mainan-mainan itu. Tapi matematika gue 9 terus.
Suatu hari waktu gue kelas 5 SD, gue diajak main sahabat gue ke rumah sodaranya. Katakanlah nama sodara ini David. ketika kita di sana, david belum pulang. Jadinya gue bengong duduk berkunjung ke rumah yang gue gak kenal siapa orangnya. Isenglah gue jalan-jalan masuk=masuk kamar tanpa izin. Gak sengaja, gue masuk ke sebuah kamar.
ternyata, David punya satu kamar khusus untuk mainan dan 1 lemari khusus untuk majang semua mainan GI Joenya.
SATU LEMARI. Bangke.
Dan di sana gue ngeliat banyak banget action figuresnya dan kendaraan2 perang. Kemudian mata gue tercengan melihat satu helicopter perang Tomahawk yang super gede bener. Kalo mau tau kayak apa bentuknya, liat sini:
Asli gue ngiri sampe tulang-tulang gue sakit. Langsung aja gue bandingin. Gila gue minta mobil kecil aja gak dikasih saking takutnya ortu gue, gak dikasih. action figure GI Joenya gue beli bekas dan trading dengan temen-temen SD gue. Lha ini, orang tuanya David ngasih begitu aja helicopter yang kalo ditegakkin, sepinggang tinggi badan anak SD 5 tahun. Di alam semesta gue kenyataan bahwa ada anak bisa sampe punya helicopter ini, absurd.
Gua pulang dengan hati hancur. 3 tahun kemudian gue mulai melupakan mainan itu. I guess I grew up. Tapi gue gak pernah bisa ngelupain Tomahawk itu.
20 tahun kemudian, di Singapur, tadi siang gue jalan-jalan dengan Aldebaran ke Toys R Us. Berhubung GI Joe akan rilis filmnya, mereka juga jual mainannya. sama persis dengan Transformers.
Tentunya di sana udah gak ada Tomahawk. Tapi gue ngeliat pesawat yang guede bener. Namanya Night Viper. Fuck it! noone tells me what to buy or what not to buy. Jadilah….

Ini mainan melebihi ekspektasi gue. ada light dan sound yang butuh batere. Punya ganggang di bawahnya yang bisa main pesawat dengan enaknya. ganggang itu punya trigger yang bisa luncurin misil di kiri kanan dan seperti revolver. Pokoknya keren deh. Lu kalo punya duit mesti beli ini.

Oh well, setidaknya setelah gue bosen dengan Night raven ini, Alde dan adeknya yang sama-sama cowok akan bisa menikmati mainan ini dengan waktu yang sama. Enaknya di keluarga gue ini, gue punya excuse beli maenan mahal. Karena akan dipake 3 anak laki-laki hueheheheh (boys will be boys).
Setelah istri berhenti shock atas pembelian gue yang ini, gue mulai cerita ttg David. istri gue ngangguk. Dia cuman nanya satu hal.
“Kalo boleh tau, sekarang David kabarnya gimana?”
Gue diem, nginget-nginget “Dia sempet gak naik kelas. Kebanyakan maen.”
“Go call your parents and say thank you.”
African Days
May 30th, 2009
Setelah baca blognya Alaya tentang serial TV The No 1 Ladies’ Detective Agency, kita segera nonton juga.
Serial ini didasari dari novel dengan judul yang sama dari Alexander Mcall Smith, orang yang lahir dan besar di Botswana.
Yang menarik dari serial ini adalah bahwa syutingnya semua di Gaborone, Botswana. Mengingatkan kita akan hari-hari Afrika kita dulu 2004-2005. cara mereka berpakaian, cara mereka ngomong, kursi plastik di diskotik.
Yang khas juga dari Afrika adalah banyaknya pasir di pinggir jalan. Botswana mendapat banyak pasir dari angin yang menghembus dari padang pasir Kalahari. Abidjan, tempat kita dulu, penuh dengan debu dari padang pasir Sahara.
Things I miss from Abidjan: Perahu, marina, udang, roti coklat bikinan toko patiseri dengan rasa world class deket apartemen yang bisa kita dapatkan dengan harga gopek, espresso, mmm…
Kita seneng kita pernah tinggal di Afrika. Setidaknya sekali seumur hidup memang sebaiknya kita punya kesempatan untuk merasakan tinggal di satu negara tertinggal, satu negara maju dan tentunya, negara sendiri. Setidaknya untuk perbandingan. Untuk bersyukur dengan apa yang negara kita punya.
Dulu gue selalu komplen akan Indonesia. Setelah gua pulang dari Afrika, Indonesia ternyata gak jelek-jelek aman. Bahkan sekarang udah cukup berprogres jauh dari 1998.
Anyways, nonton serial ini jadi kangen Afrika.
Hari-Hari Seperti Ini
May 26th, 2009
Bertahun-tahun yang lalu, gue berkata pada diri gue, akan datang masanya hari-hari ini. Di mana cobaan yang sama datang bertubi-tubi tanpa ampun.
Gue cuman bisa bersyukur dengan apa yang ada. Dan bersabar dengan apa yang nggak.
Krismon dan Kerjaan Baru
March 18th, 2009
Gara-gara Krismon Global
Gue melakukan suatu perubahan yang besar dalam hidup dan karir. Jadi ceritanya karena krismon global ini, company gue mengusir semua expat balik ke negara masing-masing. Expat dari Asia tenggara seperti gue masih mending dikasih 3 pilihan. Ambil paket, ubah status jadi pegawai lokal singapur atau pulang ke cabang Indonesia.
Masalahnya ambil paket abis itu mau kerja di mana? Terus dengan ngenesnya cabang Indonesia juga gak ada pekerjaan yang pas. Akhirnya gue memilih jadi pegawai lokal singapur. gue beruntung dibanding expat dari non asia tenggara yang disuruh pulang ke areanya masing-masing atau ambil paket.
Intinya dengan jadi pegawai lokal singapur, gue akan ada di sini untuk waktu yang tidak ditetapkan. Huaaa gila juga. Umur 31 dan mengulang semuanya dari nol. Nabung lagi buat beli rumah, mengubah semua rencana finansial, dan lainnya.
Kerjaan Baru
Divisi operasi pusat tempat gue kerja juga ditutup dan gue harus ambil pekerjaan baru di divisi operasi regional. Ini yang menarik. ternyata kerjanya berat banget. Di divisi ini ada yang namanya weekend duty, dapat tiap 3-4 minggu sekali. Itu bisa nginep di kantor lah. kerja sepanjang weekend lah, dan lainnya. Mampus. Kita 1 tim 7 orang dapet 1000 email sehari yang harus dibales. Ya jelas aja gak kebales semua. reminder dari mana-mana, semua email adalah urgent. manager mereka lah di cc, diescalate lah, waduh ancur deh.
Kayaknya 8 tahun gue kerja di company ini, ini adalah divisi yang ketika gue masuk, paling tidak tertata rapi. Dan seperti biasa gue datang sebagai team leader dengan ditautkan ekspektasi tinggi untuk bisa turn things around. Somehow.
I’m a confident person. Tanpa harus nyombong gue bisa bilang bahwa gue adalah salah satu orang yang paling optimistis dan agresif yang gue tau. Dan dengan bekal ini pun, masuk ke dalam divisi operasi regional ini gue jiper.
yang kasian sebenernya keluarga gue. Dan juga kerjaan sampingan.
Lupakan nulis buku untuk sementara.
blog asuhan gue http://apakatacalegln.wordpress.com gak kepegang.
project anak asuh gue yang udah masuk tahap 3 terpaksa gue suspend dulu sampe weekend ini. Duh semoga gue dikasih waktu bisa nolong orang. Sumpah deh bahwa seseorang sangat serba salah adalah ketika kita punya niat baik tapi tidak punya waktu untuk itu.
Dan to make it worse, gue akan berada dalam divisi ini sampai waktu yang tidak ditentukan. Masalahnya lagi ada hukum tidak tertulis di company gue bahwa kita harus menginvest waktu dan perfomance di divisi tempat kita sekarang kalo kita mau pindah divisi lain. Otherwise kita akan dicap cry baby.
Tantangan Generasi Kita
Sodara gue banyak yang dateng dan nanya ke gue, prediksi ekonomi ke depan gimana. Gue bilang gak tau. karena sesungguhnya tantangan generasi kita lebih berat dari generasi ayah kita. Jaman mereka dulu mungkin mereka tumbuh dari keluarga miskin. Tapi 30 tahun yang lalu, terjadi booming lapangan kerja. Tidak ada dari ayah kita yang menganggur lama.
Generasi kita? Gila krisis berkali-kali. Kemudian booming yang terjadi adalah booming tenaga kerja, bukan booming lapangannya. Go figure that one out.
Gue ngomong ini untuk menghibur orang-orang yang mungkin masih nganggur. Atau berada di bawah pressure atau bayang-bayang kesuksesan orang dan dan di bawah kesuksesan ayah/ibu. Percayalah, untuk mendapatkan pencapaian yang sama dengan generasi sebelumnya, generasi sekarang harus kerja 2 kali lebih keras.
Hikmahnya
Dari dulu gue sadar bener bahwa semakin tua kita dalam hidup, kita itu semakin mandiri tapi ironisnya juga semakin menjadi terkekang ini itu. Gak percaya? Bukti,
Umur 20 tahun kita bisa melakukan apa aja yang kita mau.
Umur 30 mau resign? anak mau dikasih makan apa? asuransi bayarnya gimana?
Umur 40 mau pensiun? rumah belum tentu lunas.
Gue sadar benar dengan itu. kemudian gue juga sadar bahwa kita gak bisa selamanya ngerasain enak. Ketika kita kesulitan sering kali kita bisa keluar dari kesulitan itu berkat mungkin kecerdikan kita atau even dumb luck.
Tapi suatu saat ada aja fase dalam hidup di mana kita kecerdikan kita udah mentok dan satu-satunya jalan adalah feel the pain and deal with it everyday. Apalagi ini krismon global. Semua orang kena.
It’s called living a life.
Satu hal hikmah dari krimon global ini, dan gue bilang ini purely dengan bersyukur dan tidak bermaksud menyombong (berhubung pembaca gue banyak takutnya ada yang ngerasa gue arogan, sori) adalah:
Beli lah rumah dan lunasi rumah itu sedini mungkin. Jadinya ketika phk, setidaknya gak luntang-lantung dan yang dipikirin hanya ongkos hidup dan pendidikan anak.
Bagi kalian yang baru dapet kerjaan dan masih single. Belilah rumah. Biar kata tipe 24 juga kalo dari uang sendiri, bener-bener kerasa amannya. Gue pernah denger cerita seorang cewek gak jadi kawin sama cowoknya karena cowoknya memperlihatkan BTN yang dia beli dengan keringat sendiri, dan cewek itu merasa BTN tersebut rendah banget. She said poor guy. I say poor girl.
Gitu aja untuk postingan kali ini. Selamat berjuang melawan krismon deh.


