Category: islam

How Islamic, Are Islamic Countries?

Masih inget postingan gue yang ini?
http://suamigila.com/2011/03/16/akar-masalah-negara-ini/

Ada uneg-uneg lebih lanjut nih. Kita tinggal di negara yang populasi islamnya tertinggi. Negara yang semarak pengabdian ritualnya (hubungan dengan Allah) sangat kental. Namun gue selalu ngeliat bahwa ajaran islam pada masyarakat kita tidak membentuk karakter yang islami.

Korupsi marak dan mendarah daging. Di jalanan, orang gak bisa antri. Maen serobot aja. Mobil boleh deh Kijang Innova 200 juta. Mental antrinya kayak tai. Ibu-ibu boleh deh pake jilbab. Giliran antri Transjakarta, maen serobot. banyak orang yang shalat tapi gak seua dari orang itu terbentuk karakternya oleh sholat dan Al Quran yang mereka baca.

Justru di Indonesia, rugi jadi orang baik. Rugi kalo mengikuti aturan. Antri bikin paspor bisa 1 hari lebih. Orang yan bayar calo bisa 1 jam selesai. Antri macet gak pake serobot bisa 3 jam stuck. Maen serobot bisa 1 jam. Di kerjaan, gak mau korupsi justru dikucilkan dan disusahkan karirnya karena kiri kanan dan atas maen korupsi semua.

Mau ngadu? Mau lapor? Sistem keadilannya gak jalan. Jaksanya maen tuntut dengan hukuman ringan, hakimnya bisa diatur. Orang yan melanggar atau orang yang korupsi, lebih enak hidupnya. Orang baik, susah. Sistem keadilannya tidak memerlihatkan bahwa Kejahatan Akan Diganjar. Apa hubungannya sistem keadilan dengan islam? Kan neara kita bukan negara islam. Betul. Tapi kita negara dengan populasi islam 87% dari 230 juta. Artinya meski sistem keadilan kita bukan negara islam, tetap 8 dari 10 jaksa, 8 dari 10 hakim, 8 dari 10 polisi, adalah orang islam. orang islam yang baik akan menunaikan profesinya dengan baik. Ini tidak terjadi. Sholat jumat aja kenceng. Lebaran aja kenceng. Tapi nilai dari ibadah itu tidak dipraktekkan.

Semua ini membuat gue bertanya, sebenarnya seberapa islam kah negara kita? seberapa jauh kah orang indonsia, yang 8 dari 10 orangnya muslim, enegakkan ajaran agamanya dalam perilaku sehari-hari?

Pertanyaan gue akhirnya terjawab dala artikel kompas di bawah ini.
(di copy paste dari kompas)
——————————————————-
Keislaman Indonesia

KOMPAS | Sabtu, 5 November 2011 | 09:03 WIB

Oleh : Komaruddin Hidayat,

Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta

Sebuah penelitian sosial bertema ”

How Islamic are Islamic Countries” menilai Selandia Baru berada di urutan pertama negara yang paling islami di antara 208 negara, diikuti Luksemburg di urutan kedua. Sementara Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim menempati urutan ke-140.

Adalah Scheherazade S Rehman dan Hossein Askari dari The George Washington University yang melakukan penelitian ini. Hasilnya dipublikasikan dalam Global Economy Journal (Berkeley Electronic Press, 2010). Pertanyaan dasarnya adalah seberapa jauh ajaran Islam dipahami dan memengaruhi perilaku masyarakat Muslim dalam kehidupan bernegara dan sosial?

“Kehidupan sosial di Jepang lebih mencerminkan nilai-nilai Islam ketimbang yang mereka jumpai, baik di Indonesia maupun di Timur Tengah ”

Ajaran dasar Islam yang dijadikan indikator dimaksud diambil dari Al Quran dan hadis, dikelompokkan menjadi lima aspek. Pertama, ajaran Islam mengenai hubungan seseorang dengan Tuhan dan hubungan sesama manusia. Kedua, sistem ekonomi dan prinsip keadilan dalam politik serta kehidupan sosial. Ketiga, sistem perundang-undangan dan pemerintahan. Keempat, hak asasi manusia dan hak politik. Kelima, ajaran Islam berkaitan dengan hubungan internasional dan masyarakat non-Muslim.

Setelah ditentukan indikatornya, lalu diproyeksikan untuk menimbang kualitas keberislaman 56 negara Muslim yang menjadi anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), yang rata-rata berada di urutan ke-139 dari sebanyak 208 negara yang disurvei.

Pengalaman UIN Jakarta

Kesimpulan penelitian di atas tak jauh berbeda dari pengalaman dan pengakuan beberapa ustaz dan kiai sepulang dari Jepang setelah kunjungan selama dua minggu di Negeri Sakura. Program ini sudah berlangsung enam tahun atas kerja sama Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, dengan Kedutaan Besar Jepang di Jakarta.

Para ustaz dan kiai itu difasilitasi untuk melihat dari dekat kehidupan sosial di sana dan bertemu sejumlah tokoh. Setiba di Tanah Air, hampir semua mengakui bahwa kehidupan sosial di Jepang lebih mencerminkan nilai-nilai Islam ketimbang yang mereka jumpai, baik di Indonesia maupun di Timur Tengah. Masyarakat terbiasa antre, menjaga kebersihan, kejujuran, suka menolong, dan nilai-nilai Islam lain yang justru makin sulit ditemukan di Indonesia.

Pernyataan serupa pernah dikemukakan Muhammad Abduh, ulama besar Mesir, setelah berkunjung ke Eropa. “Saya lebih melihat Islam di Eropa, tetapi kalo orang Muslim banyak saya temukan di dunia Arab”, katanya.

Kalo saja yang dijadikan indikator penelitian untuk menimbang keberislaman masyarakat itu ditekankan pada aspek ritual-individual, saya yakin Indonesia menduduki peringkat pertama menggeser Selandia Baru. Jumlah yang pergi haji setiap tahun meningkat, selama Ramadhan masjid penuh dan pengajian semarak dimana-mana. Tidak kurang dari 20 stasiun televisi di Indonesia setiap hari pasti menyiarkan dakwah agama. Terlebih lagi selama bulan Ramadhan, hotel pun diramaikan oleh tarawih bersama. Ditambah lagi yang namanya ormas dan parpol Islam yang terus bermunculan.

Namun, pertanyaan yang kemudian dimunculkan oleh Rehman dan Askari bukan semarak ritual, melainkan seberapa jauh ajaran Islam itu membentuk kesalehan sosial berdasarkan ajaran Al Quran dan Hadis.

Contoh perilaku sosial di Indonesia yang sangat jauh dari ajaran Islam adalah maraknya korupsi, sistem ekonomi dengan bunga tinggi, kekayaan tidak merata, persamaan hak bagi setiap warga Negara untuk memperoleh pelayanan Negara dan untuk berkembang, serta banyak aset sosial yang mubazir. Apa yang dikecam ajaran Islam itu ternyata lebih mudah ditemukan di masyarakat Muslim ketimbang negara-negara Barat. Kedua peneiliti itu menyimpulkan:

… it is our belief that most self-declared and labeled Islamic countries are not conducting their affairs in accordance with Islamic teachings – at least when it comes to economic, financial, political, legal, social and government policies.

Dari 56 negara anggota OKI, yang memperoleh nilai tertinggi adalah Malaysia (urutan ke-38), Kuwait (48), Uni Emirat Arab (66), Maroko (119), Arab Saudi (131), Indonesia (140), Pakistam (147), dan terburuk adalah Somalia (206). Negara barat yang dinilai mendekati nilai-nilai Islam adalah Kanada di urutan ke-7, Inggris (8), Australia (9), dan Amerika Setikat (25).

Sekali lagi, penelitian ini tentu menyisakan banyak pertanyaan serius yang perlu juga dijawab melalui penelitian sebanding. Jika masyarakat atau negara Muslim korup dan represif, apakah kesalahan ini lebih disebabkan oleh perilaku masyarakatnya atau pada sistem pemerintahnya? Atau akibat sistem dan kultur pendidikan Islam yang salah? Namun, satu hal yang pasti, penilitian ini menyimpulkan bahwa perilaku sosial, ekonomi, dan politik negara-negara anggota OKI justru berjarak lebih jauh dari ajaran Islam dibandingkan negara-negara non-Muslim yang perilakunya lebih Islami.

Semarak dakwah dan ritual

Hasil penelitian ini juga menyisakan pertanyaan besar dan mendasar: mengapa semarak dakwah dan ritual keagamaan di Indonesia tidak mampu mengubah perilaku sosial dan birokrasi sebagaimana yang diajarkan Islam, yang justru dipraktikkan di negara-negara sekuler?

Tampaknya keberagamaan kita lebih senang di level dan semarak ritual untuk mengejar kesalehan individual, tetapi menyepelekan kesalehan sosial. Kalau seorang Muslim sudah melaksanakan lima rukun Islam – shahadat, shalat, puasa, zakat, haji – dia sudah merasa sempurna. Semakin sering berhaji, semakin sempurna dan hebatlah keislamannya. Padahal misi Rasulullah itu datang untuk membangun peradaban yang memiliki tiga pilar utama: kelimuan, ketakwaan, dan akhlak mulia atau integritas. Hal yang terakhir inilah, menurut Rehman dan Askari, dunia Islam mengalami krisis.

Sekali lagi, kita boleh setuju atau menolak hasil penelitian ini dengan cara melakukan penelitian tandingan. Jadi jika ada pertanyaan:

How Islamic are Islamic Political Parties?, menarik juga dilakukan penelitian dengan terlebih dahulu membuat indikator atau standar berdasarkan Al Quran dan Hadis. Lalu diproyeksikan juga untuk menakar keberislaman perilaku partai-partai yang mengusung simbol dan semangat agama dalam perilaku sosialnya. ***
——————————————————-

Ternyata artikel di atas, dan studi di atas, mengonfirmasikan kekecewaan gue selama ini. Mengonfirmasikan kenapa perilaku orang indonesia seperti ini.

Semua kembali ke diri masing-masing. mau setuju silahkan, mau nggak setuju ya gak papa, gue juga ga ngemis orang untuk baca blog ini.

Ada beberapa cara praktis untuk menjadi orang Indonesia yang lebih baik.
1. 30% isi Al quran mengatur Hamblumminallah (hubungan dengan Allah), 70% tentang hamblumminannas (ubungan antar manusia). Mesjid penuh adalah pertanda kita baik dalam mempraktisi 30% isi Quran. maraknya korupsi, gak mau antre di jalan, pertanda kita masih harus beljar yang sisa 70% itu.

2. Hubungan dengan Allah sama pentingnya dengan hubungan dengan manusia. Yang terjadi sekarang adalah orang korupsi 100 milyar tapi masih sholat. Hubungan dengan Allah merasa baik, tapi bikin sengsara ribuan rakyat karena rizkinya tertahan oleh korupsinya.

3. Al-Quran jangan dibaca. Tapi dikaji. Makanya aktifitasnya kita namakan mengaji Quran.
“Eh ngaji Yuk.”
“Udah maghrib, waktunya ngaji.”
selesai baca, didiskusikan, dipelajari dengan ustadz dan dipraktekkan.

Itu sih gue aja. Kalo ada yang gak setuju ya silahkan.

Akar Masalah Negara Ini

Bencana Di Jepang

Di  milis alumni jurusan sedang merebak beberapa e-mail viral yang menggambarkan betapa etisnya orang Jepang menghadapi bencana. Media TV lokal mereka sebaik  mungkin menghindari menayangkan jasad atau detik-detik kematian seseorang. Setelah bencana, tidak terjadi penjarahan. Cara pemerintah menanggapi bencana dan mengurus rakyatnya juga dibahas. Intinya, rakyat Jepang melalui bencana ini dengan penuh etika dan harga diri. Seburuk apa pun, ada satu set nilai-nilai etika yang mereka junjung tinggi tidak tergoyahkan oleh tsunami dan gempa terburuk itu.

Kemudian e-mail-e-mail viral itu membandingkannya dengan Indonesia. Selesai urusan. Tiba-tiba gue tau apa yang salah dengan bangsa ini. kenapa kita gak maju-maju seperit bangs alain. Kenapa kita yang merdeka 20 tahun lebih dulu dari Singapura dan Malaysia, lebih ketinggalan dari mereka. seharusnya kita yang bermental lebih baik karena kita mendapatkan kemerdekaan ini dengan cara merebut dan memertahankan. Tidak seperti mereka yang diberi.

Padahal Indonesia sebenarnya memiliki formula yang dahsyat ketimbang Jepang untuk menjadi bangsa maju. Formula itu adalah: 5 agama yang kita anut.

Indonesia.

Fakta:

1. Jepang menganut kepercayaan. Mereka meghidupkan nilai-nilai yang leluhur mereka wariskan. Bukan yang turun dari langit.

2. Indonesia menganut 5 agama. Kelima agama ini mengajarkan menegakkan ibadah dan menegakkan akhlak. Menegakkan ibadah untuk urusan dengan Tuhan, menegakkan  akhlak untuk urusan dengan sesama manusia.

3. Lantas kenapa orang jepang anti korupsi dan indonesia adalah salah satu negara terkorup? Orang jepang yang menganut aliran kepercayaan lebih puya etika untuk tidak korup dan menjarah dibanding Orang indonesia yang menganut 5 agama ini?

4. Kenapa ada pejabat PNS yang kekayaannya bisa sampa 883 milyar? Kenapa Gayus yang semuda itu bisa sampai 100 Milyar dan masih punya nyali untuk bilang dalam pledoinya, membela diri ‘saya bukan orang baik, tapi saya bukan orang jahat.’ Sedang di Jepang, Menteri Luar negerinya resign karena terkena isu menerima uang dari pengusaha Korea puluhan juta rupiah? mana nih cerminan agama yang Gayus dan pejabat bernama arab itu anut? Mana? kok gak keliatan? Kok malah masih merasa bukan orang jahat? Dan ingat, gayus dan pejabat itu tertangkap basah. tidak seperti menlu jepang yang sadar resign.

Sekedar informasi, sebuah pembangkit listrik tenaga geothermal (PLTG) berdaya 45 MW dapat dibangun dengan biaya 900 milyar. Degan investasi 900 milyar, 45 MW ini dapat menyuplai 450 pabrik menengah. Setara dengan 450 pengusaha. 450 pabrik ini memberi kerja masing-masing 100 orang. Totalnya 45000 tenaga kerja dapat menggerakkan ekonomi. 45000 tenaga kerja ini memiliki 4 mulut untuk diberi makan. itu setara dengan kesejahteraan 180 ribu orang.

Pejabat PNS yang korup itu, melakkan penggelapan pajak dengan imbalan mencapai 800 milyar. kekayaan dia ditambah dengan kekayaan Gayus, dapat membangun 1 PLTG.

Kesejahteraan dan rizki 180 ribu orang tertunda oleh 2 orang. mana yang bukan orang jahat?

Semua PNS dan pejabat rajin kok ke masjid jumatan. ke gereja untuk kebaktian. banyak juga yang di hari-hari kerjanya korupsi dan korupsi waktu. pergi telat, pulang cepat. Cara dari bagaimana agama ini diajarkan di Indonesia sepertinya mengajarkan untuk ibadaha kepada Tuhan tapi sistem pengajaran tersebut gagal total mengajarkan Akhlak. Dan akhlak = etika.

Jika agama-agama ini diajarkan dengan cara yang benar pada setiap insan penganutnya, seberapa kepepet pun insan tersebut, dia akan mengedepankan akhlak untuk sesama dan mengedepankan ibadah kepada Tuhan.

Mengedepankan akhlak ini yang tidak ada di Indonesia. Ini yang salah.

Ini yang benar-benar salah. Ini lah akar permasalahan kita.

Tidak ada agama yang membenarkan rizki 180 ribu orang ditahan oleh 2 orang.

Ketiadaan akhlak. Itu lah akar masalah negara ini.

Solusinya? Kita pastikan 5 agama yang kita akui di negara ini, diajarkan dengan benar. Itu harapan kita satu-satunya.

Tanpa itu, setiap hari Indonesia mengalami bencana.

Mengapa Islam Turun di Timur Tengah

Beberapa jam sebelum posting ini ditulis, gue sempat berkomentar tentang alasan kenapa turun di timur tengah (timteng). Gue memang selalu tertarik dengan kenapa dna kenapa, apalagi untuk agama gue karena itu adalah cara gue dan beberapa orang memerdalam keyakinan. Referensi dari tulisan ini adalah buku yang fenomenal, Guns, Germs and Steel dari Jared Diamond.

Out Of Africa – Ratusan Ribu Tahun Yang lalu

Untuk menjawab pertanyaan di atas, kita harus menjadi penganut teori out of Africa. Sebagian orang percaya ini dan ini juga make sense bagi orang muslim dengan teori nabi Adam ASnya.

Teori Out of Africa lengkapnya dapat dibaca di sini. Ini adalah sebuah teori di mana kita percaya bahwa setelah berevolusi dari kera, ada spesies humanoid yang menjadi cikal manusia. Dalam bahasa yang simple (karena pembaca blog ini, sama dengan gue, bukan PHD di genetika) genetika (mitokondria) dia dilambangkan dengan L1 (Bukan L-men ya).

Si Aki L1 ini pergi sampai ke timteng dan barulah di timteng dia dan anak cucunya memiliki kemampuan untuk pergi dengan cabang yang sangat banyak. tentunya migrasi ini tidak berjalan 2 hari namun ratusan ribu tahun. yang menarik di sini adalah, kenapa di timteng mereka baru mampi untuk berkelana?

Kebetulan juga, kenapa 3 agama Samawi, lahir di timteng juga. yahudi, nasrani dan Islam. Kenapa 25 rasul utama dalam Islam semuanya berasal dari timteng juga?

Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang dijawab dalam buku itu.

1. Tanah yang subur

Oleh Aki L1 dan teman-temannya, Timteng adalah daerah subur pertama yang mereka dapat temukan. delta sungai Eufrat dan Sungai Tigris memberikan lembah yang subur dan aki L1 dan teman-temannya menjadi sadar bahwa daripada capek berburu hewan yang juntrungannya ga jelas, tanah ini cukup subur untuk ditanami sesuatu. tanah ini begitu subur sampai manusia purba jaman dulu yang gak ngerti pupuk dan sistem penanaman pun sadar bahwa jiak dia menanam sesuatu dan menunggu, pasti tumbuh.

Dengan bantuan tanah yang subur, keturunan aki L1 menjadi petani-petani pertama di dunia.

2. Pertanian yang Mengubah Segalanya

Nenek moyang kita mengalami perubahan pola hidup yang sangat dahsyat ketika mereka memutuskan untuk bertani.

Pertama, bertani membuat populasi mereka bertambah drastis. ketika berburu, mereka dimakan macan, mati dalam perburuan, nyangkut di pohon etc etc. Tingkat mortalitas cukup tinggi. Dengan bertani tiba-tiba 1 orang petani dapat memberi makan 20 orang dengan gandumnya. Tiba-tiba 20 orang itu tidak memiliki resiko meninggal dan bahkan mereka menganggur.

Kedua, bertani membentuk masyarakat yang lebih kompleks. dengan 19 orang menganggur, 2 dari mereka bisa menjadi tukang kayu. 3 dari mereka menjadi tukang batu. 1 tetap menjadi kepala suku. 4 menjadi peternak. Tiba-tiba sebuah masyarakat timbul. yaitu sekelompok manusia yang memiliki keahlian yang berbeda dan melakukan transaksi ekonomi.

“Buatkan saya rumah dengan kayumu, dan saya akan berikan gandum ini.”

“Saya tukarkan dagingmu dengan 3 gelondong kayu.”

“Izinkanlah saya menghibur kalian semua dengan puisi dan lagu saya.”

Tidak hanya kegiatan ekonomi, namun bertani mengijinkan masyarakatnya menggali potensi kemanusiaan mereka dan intelejensia mereka.

“Cara bertanam ini harus kita tuliskan agar kita tidak lupa. Ini saya baru temukan bebrapa simbol untuk kita baca.”

Bentuk tulisan pertama yang tertua di dunia adalah sebuah undang-undang, kalo gak salah dari kerajaan nebucadnezar. Guess where? Itu di Mesopotamia. di mana? Timteng.

Tulisan tertua di dunia menunjukkan adanya sebuah kerajaan. Sebuah sistem masyarakat yang kompleks. Ada strata sosialnya.

Ketiga, bertani mengijinkan orang lain utnuk punya waktu beternak. Dari ternak ini mereka mendapat flu dari burung. Antrax dari sapi, cacing pita dari babi. malaria dari sapi melalui perantara nyamuk. banyak orang mati dalam prosesnya tapi aki-aki kita yang selamat memberikan anak cucunya sesuatu yang berharga. Antibodi.

Pertanian, mengubah segalanya. Pertanian, mengijinkan tumbuhnya sebuah peradaban. Dan manusia-manusia dari peradaban mulai berkelana mencari lahan lain di muka bumi seperti yang terlihat dari alur perjalanan genetika manusia.

Ini menjelaskan bagaimana peradaban manusia lahir. tapi tidak menjelaskan bagaimana manusia pertama lahir ya. Itu sih di afrika ceritanya. tapi kemudian apakah teori ini bertentangan dengan ajaran agama yahudi, nasrani dan islam akan keberadaan nabi Adam?

3. Debat tentang Adam

Jawabannya, tidak bertentangan. Ada 3 alasan dari petikan-petikan ayat kita sendiri yang mengindikasikan ini.

Pertama dari tafsir Quran, Nabi Adam AS adalah khalifah pertama di muka bumi. Bukan manusia pertama di muka bumi. kalo manusia sih mungkin si aki L1 itu.

Kedua dari tafsir Quran, dalam protes malaikat akan penciptaan nabi Adam, mereka berkata bahwa manusia kerjanya hanya membuat kerusakan di muka bumi. Bagaimana mereka tau? Malaikat tidak dapat melihat masa depan. Masa depan hanya milik Allah. Satu-satunya cara bahwa para malaikat bisa protes bahwa manusia itu hanya berbuat kerusakan di muka bumi adalah karena sudah ada bentuk humanoid di muka bumi itu yang melakukan kerusakan. Possibly kaumnya si aki L1 ini yang mencoba bertahan hidup.

Ketiga, kasus anak-anak nabi Adam AS habil dan Qabil. (Cane and Able dalam injil). Dalam ceritanya, salah satu dari mereka memberikan sesembahan pada Allah berupa binatang ternak dan salah satunya hasil kebun. Cermati kedua hasil bumi ini.

Beternak adalah domestikasi binatang yang prosesnya gak 10-20 tahu. Dibutuhkan ratusan tahun untuk manusia sadar bahwa beberapa binatang dapat didomestikasi agar tidak capek berburu. Gajah misalnya. dagingnya enak tapi punya anak 2 tahun sekali. Sekali potong, gak ada kulkas. daging sebanyak itu akan cepat busuk. Akhirnya nenek moyang kita bertahun-tahun menyeleksi beberapa hewan yang dapat diternakkan.

Bertani ilmunya juga gak datang satu hari. Dibutuhkan puluhan jika tidak ratusan atau ribuan tahun untuk manusia purba mulai sadar tumbuhan mana yang tidak bercaun, tumbuhan mana yang cepat dipanen dan tumbuhan mana bertahan hidup lama disimpan.

Keempat, mungkin ada yang bersikeras bilang, “nggak, nabi Adam adalah manusia pertama!” fine. Berarti dia turun ke bumi dan dia lah yang membawa ilmu domestikasi dan ilmu tani. karena kita semua tahu puluhan ribu tahun yang lalu sudah ada bukti masyarakat berburu. tapi 25 rasul yang ada dalam injil, taurat dan Quran, tidak ada satu pun yang pemburu. Coba baca semua kisah mereka, mereka berasal dari:

-perkampungan, perkotaan

- seorang pedagang, saudagar, petani, etc etc

Tidak ada satu pun yang berasal dari suku hunter gatherer. Kalo gitu, siapa dong masyarakat hunter gatherer ini? Kalo semua manusia berasal dari Adam, tidak  mungkin ada manusia di eropa yang masih berburu, karena anak Adam saja sudah beternak dan bertani. apalagi di eropa terdapat sapi dan hewan-hewan yang jika tidak diburu pun gampang didomestikasi. Jawabannya satu dan kembali ke statement awal. Nabi Adam adlaah khalifah pertama. Bukan manusia pertama.

Kesimpulannya, teori Out of Africa ini bukan milik orang atheis. Sebaliknya, teori Out of Africa, kenyataan bahwa manusia mulai membangun peradaban di timteng, dan bahwa islam/nasrani/yahudi yang berawal dari nabi Adam sangat saling mendukung.

Alasan Islam/Nasrani/Yahudi turun di Timur tengah

Setelah membaca paparan di atas, kita mulai punya basis untuk menjawab kenapa tiga agama samawi ini turun di timur tengah. dan bukan yang lain.

1. Sisi ateis

Orang atheis akan bilang bahwa agama dan keyakinan adalah produk dari masyarakat yang kompleks. Agama bagi orang ateis adalah buatan manusia. Kepala suku paling ganteng pun tidak akan bisa menjawab semua pertanyaan rakyatnya. kepala suku juga perlu membuat sebuah pakem yang semua orang turuti untuk satu hal: menegakkan keteraturan. dengan masyarakat yang kompleks, dibutuhkan keyakinan/agama/hukum untuk mengatur mereka semua agar tidak bentrok. Dari sinilah orang ateis bilang, agama muncul.

Kemudian timbul pertanyaan, agama dan keyakinan bisa timbul di mana saja. tapi lantas ada pertanyaan, kenapa keyakinan viking akhirnya mati dan keyakinan samawi (islam+nasrani+yahudi) lah yang mendominasi. Jawabannya gampang, by luck, orang yang menciptakan agama samawi terletak di silang dunia yang bernama timteng ini. Kita lihat peta ini:

worldmap Viking berada di ujung utara eropa. Kalo gue adalah petinggi agama viking yang ingin memastikan semua orang di dunia menganut agama viking, maka gue dan 3 orang staf gue hanya akan bisa berjalan ke selatan dan timur. Sebelum sampai Cina, gue udah mati. Jika pun diteruskan oleh anak gue, anak gue pun akan sudah mati. Gak sampe. Kejauhan.

dari kaca mata orang ateis, agama-agama samawi sangat beruntung karena agama ini lahir di timteng. Kirim 1 orang untuk jalan ke barat, ajaran mereka sampai dengan cepat ke maroko. makanya di utara Afrika, Islam semua. Kirim 1 orang utara, islam akan sampai. Bukti dari ini adalah di Semua negara pecahan Russia, mereka islam dari dulu. Uzbekistan, Kyrgistan, etc etc. suruh satu orang ke timur, pakistan, india, bangladesh bahkan sampai ke Indonesia. Suruh satu orang ke selatan, Kenya, Somalia, Afrika Selatan, semuanya ada umat Islam.

Dari kacamata umat Islam, ini bukan keberuntungan. Allah sengaja menurunkan 25 rasul di sana karena timteng adalah persimpangan jalan dari dalam pergerakan manusia dalam membangun peradaban mereka. Dan ini bukan omong kosong. Bangsa roma di 70 tahun SM sudah mulai makan ayam. ayam adalah hewan yang tadinya hanya ada di Cina. Sekarang perhatikan saja, gimana caranya ayam itu bisa lewat dari cina sampai ke Roma kalau ga lewat daerah timur tengah? timur tengah adalah mikrofon bangsa-bangsa. Bukti lain, dari ribuan tahun yang lalu bangsa Yunani sudah masyur menikmati homoseksualitas. tapi kenapa Nabi Luth diutus justru untuk menangani kota Sodom dan Gomora di timur tengah? Karena timur tengah itu corong mikrofon. “Oi, salah lubang” dan semua bangsa di kiri kanan atas bawah timur tengah akan mendengar syiar ini.

Kenapa Gue Tulis Ini

Postingan ini gue tulis untuk menjawab statement banyak orang di twitter tentang kasus Sumiati, seorang TKW yang mulutnya sampai digunting majikan. gue ngetwit:

“Kok orang arab teganya. Padahal Quran turun di sana.” maksud gue, mestinya sebagai ground zero untuk agama Islam, mereka haus menjadi panutan bagaimana syariah ditegakkan.

Jawaban banyak orang adalah:

“Quran dan 25 rasul sampai harus turun di sana karena bangsa arab (pra-Muhammad) paling bar-bar/sadis/jahiliyah.”

Gue rada ga setuju dengan ini. Turunnya Islam, nasrani dan yahudi di timur tengah bukan karena mereka barbar. Di Roma dan Yunani ribuan tahun dan ratusan tahun yang lalu perbudakan tidak kalah bengisnya. Buktinya, umat nasrani di 40 AD, 40 tahun pertama meninggalnya nabi Isa, menjadi santapan singa dan ditonton di arena gladiator.  Untuk orang arab gue punya pengamatan yang lain kenapa mereka sepertinya memandang bahwa menyiksa manusia lain itu halal hukumnya. tapi itu postingan lain lah.

Oke deh udah jam 2 pagi. Gue tidur dulu.

Sedekah

Beberapa waktu yang lalu kita pergi ke KBRI untuk dengerin ceramah ustadz Yusuf Mansyur.

Bagi yang belum pernah kenal ciri ceramah dia, ni gue kasih tau: Dia adalah ustadz yang berusaha menyosialisasikan 2 ajaran Allah:

1. Orang yang bersedekah tidak pernah miskin

2. Sedekahlah dan pasti dilipatgandakan (dalam berbagai cara dan bentuk).

Satu hal yang bikin ceramahnya gak nyaman adalah, bahwa ceramahnya cenderung menjerumuskan orang. Di mana konsep yang diajarkan berisiko salah tangkap.

Dia berusaha ngajarin secara eksak dan matematis bahwa kalo kita sedekah 10 ribu maka kita akan diberi imbalan 100 ribu. Dia juga cerita ada seorang teman di jawa, katakanlah Joko, yang punya uang 2 juta. Joko sangat butuh uang tahun dpean untuk bayar kontrkannya 1.5 juta. modal hariannya 1 juta. Dia kurang 500 ribu. kemudian dia mendengar ceramah ustadz Jusuf ini bertajuk “menjadi kaya karena sedekah”. Kemudian Joko bersedekah 1 juta dengan harapan dan kepercayaan bahwa Allah akan memberikan imbalan yang lipat ganda. Beberapa bulan kemudian ada lumpur lapindo. Kemudian dia ditunjuk lapindo untuk menyediakan catering 16000 orang tiap hari. Akhir tahun dia punya 600 juta.

Cerita seperti ini jujur aja sangat menbahayakan. Gue aja pertama kali dengernya malah kok kita sedekah pamrih ya? Kok kita itungan ya sama Allah? Inti dari cerita dia, Allah selalu akan mengembalikan dengan berlebih. Dia juga membuktikan dari cerita ini bahwa orang sedekah gak akan miskin. Tapi yang ustadz ini gagal menerangkan bahwa kalo sedekah juga harus ikhlas.

Kalo gue pribadi, ada hikmah yang gue bisa ambil dari cerita lapindo ini sama dengan cerita guru agama gue waktu SD dulu. Dan entah kenapa ustadz ini gak ungkapkan. Entah dianya nyadar atau nggak nyadar. Hikmah itu adalah:

Sedekahlah when it matters. Maksudnya, si Joko ini tabungannya cuman 2 juta dan dia nekat nolong orang 1 juta, meski pake harapan dan pamrih segala. Kalo kita punya 1 milyar dan sedekah 1 juta, ya atu gimana ya itu cuman 0.1%. Zakat aja 2.5%. dia sedekah 1% itu memang belum cukup cover kewajiban zakatnya.

Kalo yang gue diajarinnya ada beberapa hal:

1. Sayang kalo kita sedekah banyak kalo sholat kita masih bolong-bolong. Guru gue pernah bilang, Shalat itu tiang agama. sedekah, puasa, haji dan lainnya menggantung di ketekunan shalat kita. Kalo kita sedekah 1 Milyar, sebaik-baiknya 1 Milyar, itu sunnah. Shalat yang wajib malah bolong. Sebaiknya sejalan dengan kita sedekah banyak, kita pastikan shalat kita gak bolong. Sama aja kayak orang rajin tahajud api karena kerja, sering lewat shalat Ashar. Itu bukannya ngawur, tapi ibarat kata guru gue, hasil kamu shalat tahajud mau digantungkan di tiang mana? tiangnya aja rapuh bolong-bolong.

2. Sedekahlah when it matters.

3. Sedekahlah di atas kewajiban zakat kita.

katakanlah salary kita 10 juta sebulan. Sebulannya kita berikan ke orang miskin 200 ribu. Apakah itu sedekah namanya? Gimana mau sedekah, lha wong kewajiban zakatnya aja 2.5% = 250 ribu. bereskan dulu yang wajibnya. Apa pun yang kita amalkan di atas itu, adalah sedekah.

4. Sedekah lah kapan saja, gak perlu pas kepepet.

Sama kayak shalat. Shalatnya bolong. Baru aja kalo ada perampingan perusahaan, kita rajin shalat. Kalo ada keperluan satu milyar baru kita sibuk sedekah 20 juta. Malaikat bisa-bisa “bilang kemaren kemana aja tong?” Ini yang sering ustadz Jusuf ceritakan. Tapi kok yang gue dapet, kok sekilas mendidik jadi pamrih ya? Bukan pamrih ke orang miskinnya, tapi pamrih ke Allahnya.

5. Sedekahlah untuk memberi manfaat.

Sejak diajarin sama guru SD gue, kecenderungan gue adalah sedekah untuk guru. Sedekah untuk pendidikan seorang anak. Dan lainnya. Gue gak pernah sedekah ke badan zakat meski itu bisa memberikan kita potongan pajak. karena gue gak tau itu uangnya ke mana. Mending yang ketauan memberi manfaat.

6. Sedekah dahulukan pada kerabat, tetangga dan orang-orang terdekat kita ie: pembantu.

Kita sering gak sadar bahwa orang-orang terdekat kita seperti kerabat (orang tua, adik, sepupu, keluarga besar),  tetangga dan pembantu, mereka lah orang-orang yang diam-diam ikut mendoakan kesuksesan kita – padahal mereka belum tentu sukses. Mereka juga lah orang-orang pertama dalam hidup kita yang melihat kita menapaki sukses. Contohnya,

- Kita baru beli BMW sementara tetangga baik kiat di sebelah baru saja bangkrut.

- Kita rencanakan liburan ke australia depan pembantu, tapi somehow kita gak pernah inget untuk naikkin gaji dia.

dan pembantu itu parah lho. Sering kali kita gak sadar betapa buruk kita memerlakukan pembantu kita. Contoh: majikan kita di kantor kasih kita jatah cuti 20 hari pertahun. tapi berapa hari kah kita ijinkan cuti pulang kampung? dan masihkan dia kita bayar pas cuti?

Majikan kita kasih kita bonus terkadang 2, 3, 4 bulan gaji. bahkan terkadang 5-10 bulan gaji. bahkan ada perusahaan yang kasih 20 bulan gaji!! Subhanallah! tapi apakah kita sebagai majikan memerlakukan bonus yang sama pada pembantu kita?

Yang paling gampang deh: ketika kita baby sitter dan supir ke sushi tei, apakah kita suruh mereka makan bareng kita? atau kita suruh mereka makan dulu di rumah biar gak ngiler liat kita makan sushi sementara mereka bengong?

Dan bukannya kita jahat tapi kita sering gak sadar bahwa ketika majikan kita memberikan sesuatu pada kita. sering kali kita gak mikirin diri kita dengan posisi yang sama pada pembantu kita.

Belum lagi orang tua dan keluarga besar. Banyak dari mereka yang lebih dari kita dan juga kurang. Sementara kita sedekah jutaan untuk bikin atap mesjid depan rumah, apa kita yakin bahwa sodara kita di (katakanlah) Nganjuk gak ada yang kelaperan?

7. ini yang paling penting: Sedekah lah dengan ikhlas, mengharap ridho Allah dari perbuatan sedekah itu. Bukannya ngarep jutaan perak. Intinya nolong karena rasa kemanusiaan kita. Bukan ngarep imbalan.

Logika-logika yang kayak gini yang guru agama (SD) gue sering tekenin ke anak-anak didiknya. Emang waktu dulu gak ada sushi tei.

Anyways,  semoga gak menggurui, gue cuman sharing aja. Kalo ada yang protes, inget ini blog gue.

Di Kala Datang Bulan

Nemu informasi yang sangat menarik dan bisa membantu teman-teman muslim mengubah persepsi tentang apa yang boleh dan apa yang tidak di kala datang bulan.

Artikel, gue dapat di sini: http://www.ikhwan-interaktif.com/

Aisyah radhiyallaHu ‘anHu berkata,

“Kami keluar bersama Nabi (dan) kami tidak menyebut kecuali haji. Maka ketika kami sampai di (suatu tempat bernama) Sarif aku haidh. Lalu Nabi masuk menemuiku dan aku sedang menangis, lalu beliau bertanya, ‘Apa yang menyebabkanmu menangis ?’, jawabku, aku ingin demi Allah kalau sekiranya aku tidak haji pada tahun ini. Beliau bertanya, ‘Apakah engkau haidh ?’, jawabku ya. Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya (haid) ini adalah sesuatu yang telah Allah tentukan untuk anak – anak perempuan Adam, oleh karena itu kerjakanlah apa – apa yang dikerjakan oleh orang yang sedang haji selain thawaf di ka’bah sampai engkau suci (dari haidh)’” (HR. al Bukhari no. 305 dan Muslim 4/30)

Hadits yang mulia ini dijadikan dalil oleh para ulama diantaranya Imam al Bukhari yang menjelaskan di dalam Kitab Shahihnya di kitabul haidh bahwa perempuan haidh, nifas dan orang junub boleh membaca Al Qur’an berdasarkan sabda Nabi ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam pada hadits di atas,

“… oleh karena itu kerjakanlah apa – apa yang dikerjakan oleh orang yang sedang haji selain thawaf di ka’bah sampai engkau suci (dari haidh)”

[Artinya boleh melakukan apa saja yang dilakukan oleh orang yang sedang berhaji kecuali thawaf, dan thawaf di baitullah ini sama maknanya dengan shalat sebagaimana sabda Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam,

“Thawaf di Baitullah adalah shalat. Hanya saja Allah menghalalkan bicara di dalamnya” (HR. At Tirmidzi no. 967, dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahiih al Jaami’ush Shaghiir)]

Sehingga selain thawaf di baitullah dan shalat maka boleh bagi muslimah yang dalam kondisi haidh atau nifas membaca Al Qur’an.

Lalu bagaimana dengan hadits – hadits yang melarang wanita membaca Al Qur’an ketika dalam kondisi haidh dan nifas ? Berikut penjelasannya :

Hadits Pertama

“Janganlah perempuan yang haidh dan orang – orang junub membaca sedikit pun juga dari Al Qur’an” (HR. at Tirmidzi no. 121, Ibnu Majah no. 595 dan lainnya)

Hadits tersebut dicatat oleh para Imam Hadits dari Ismail bin ‘Ayyaasy, dari Musa bin ‘Uqbah, dari Nafi, dari Ibnu Umar.

Berkata Imam al Bukhari, “Ismail (bin ‘Ayyaasy) munkarul hadits (apabila dia meriwayatkan) hadits dari penduduk Hijaz dan penduduk Irak”. Berkata al Hafizh Ibnu Hajar dalam Talkhisul Habir 1/138, “Di dalam sanadnya ada Ismail bin ‘Ayyaasy, sedangkan riwayatnya dari penduduk Hijaz dha’if dan diantaranya (hadits) ini”. Sehingga demikian status hadits tersebut adalah dha’if.

Hadits Kedua

“Perempuan yang haidh dan orang junub, keduanya tidak boleh membaca sedikit pun juga dari (ayat) al Qur’an” (HR. ad Daruquthni 1/117)

Imam ad Daruquthni mencatat hadits ini dari seorang laki – laki, dari Abu Masy’ar, dari Musa bin Uqbah, dari Ibnu Umar.

Hadits tersebut dha’if karena ada rawi yang mubham (yang tidak disebut namanya yaitu dari seorang laki – laki).

Hadits Ketiga

“Tidak boleh bagi perempuan yang haidh dan nifas membaca (ayat) Al Qur’an sedikit pun juga” (HR. ad Daruquthni 2/87 dan Abu Nua’im di kitabnya al Hilyah 4/22)

Imam hadits mencatat hadits tersebut dari Muhammad bin Fadl, dari bapaknya, dari Thawus, dari Jabir.

Di dalam sanad hadits tersebut terdapat Muhammad bin Fadl bin ‘Athiyyah yang telah dikatakan oleh para Imam ahli hadits sebagai pendusta sebagaimana keterangan al Hafizh Ibnu Hajar dalam Taqribnya 2/200. Di kitabnya yang lain yaitu Talkhisul Habir 1/138, Ibnu Hajar mengatakan bahwa orang ini matruk. Sehingga demikian status hadits tersebut maudhu’ (palsu).

Maraji’ :

Al Masaail Jilid 5, Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat, Darus Sunnah, Jakarta, Cetakan Kesatu, November 2005.

Apostles of Jesus

Gua harus nulis ini karena kalo nggak bisa kepikiran terus sampe gak bisa tidur. Gua akan memulai tulisan ini dengan beberapa disclaimer ya:

1. Bahwa tulisan ini bersifat netral dan hanya mengajak teman2 dari agama yang beda untuk cross point of view.

2. Posting ini hanya berniat mencari tahu saja.

Sejauh gua belajar Islam dan Kristen, gua menemukan banyak kesamaan, terutama bagian nabi-nabi sebelum nabi Isa. Ini wajar karena agama Islam, Kristen dan Yahudi berasal dari 1 rasul, Ibrahim.

Yang menarik adalah apostle-apostle nabi Isa. Gua bingung aja kenapa informasi mereka tidak ada dalam Islam. gua tambah penasaran setelah nonton liputan khususnya National Geographic tentang the gospel of Judas. Gospel yang ditemukan di mesir tahun 1978 dan menyatakan bahwa Judas bukan orang yang jahat-jahat amat. Bahkan menurut liputan itu (bukan menurut gue lho ya) Judas adalah apostle yang paling Nabi Isa cintai. Di sana dia bilang ke Judas bahwa Judas terpilih untuk mengemban tugas paling berat, yaitu melaporkan dirinya ke tentara romawi.

Steelah gua baca-baca buku tafsir Ibu katsir lagi dalam bukunya, Kisah Para Nabi (highly recommended for both moslems and christians!!) ternyata ada kisah yang menarik menurut versi islamnya.

Malam terakhir nabi Isa – Versi Populer Kristen
Di kala last supper, Nabi Isa berkata bahwa satu dari 12 orang ini akan mengkhianatinya. Kemudian Judas Iscariot menuntun prajurit romawi dan rabbi yahudi menangkap Nabi Isa di kala subuh. Kemudian beliau disalib dan Judas gantung diri. Setelah gantung diri, para apostle mengangkat Matthias sebagai apostle ke-12 pengganti Judas.

I believe we all know the story which is very well depicted in ‘the passion of Christ’.

Malam terakhir nabi Isa – Versi Populer Islam
Nabi Isa ditangkap oleh tentara romawi. Di saat penangkapan itu, Nabi Isa diangkat ke langit dan ada seseorang yang wujud fisiknya ditukar oleh Allah untuk menyerupai nabi Isa. Untuk pembaca yang beragama krsiten, gua bilang aja bahwa ini adalah sesuatu yang gua gak berani dispute karena merupakan dalil Qur’an langsung. quote:
“…Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, akan tetapi (orang yang mereka tangkap adalah) orang yang diserupakan dengan nabi Isa bagi mereka.” An-Nisa: 157.

Popular belief dalam dunia Islam adalah yang di atas. Bahwa ini menjelaskan kenapa orang disalib tersebut berseru ‘Oh God why have you forsaken me?’ sebelum dia meninggal. Popular belief juga dalam dunia Islam bahwa orang yang diserupakan dalam ayat itu dan dalam persitiwa itu adalah si Judas sendiri – sebagai balasan Allah mengkhianati nabi Isa.

Malam terakhir nabi Isa – Versi Islam yang gak semua orang tahu
Ini cukup mencengangkan bagi gua ketika gua baca tasfir kisah para nabinya ibnu Katsir.

dalam hadist sejarahnya begini. Sebelum last supper ini, nabi Isa sudah menerima wahyu dari Allah bahwa Dia akan menarik nabi Isa ke langit. Kemudian dia mengadakan last supper. kemudian diterima informasi bahwa rumahnya terkepung tentara romwai. Kemudian dia bertanya pada 13 muridnya, “Adakah dari kalian yang ingin menyerupaiku sekarang dan mendapat tempat di sisiku di surga nanti?”
Semua terdiam. Seorang murid yang paling muda berdiri “Aku bersedia.”
“Duduk.”
nabi Isa mengulang pertanyaan itu 2 kalilagi dan semua tetap diam dan hanya anak muda ini yang 3 kali bilang bersedia.
Akhirnya nabi Isa diangkat malaikat dari rumah itu dan anak muda itu berubah wujud menjadi nabi Isa. Anak muda ini bernama Sargas. Apostle nabi Isa ke-13. Setelah itu alur ceritanya sama.

Ada beberapa hal yang mengagetkan:
1. Ternyata orang yang Allah serupakan dengan nabi Isa itu bukan Judas.
2. Bahwa ada apostle bernama Sargas.
3. Sargas adalah apostle ke-13 yang direkrut langsung langsung dengan nabi Isa. (Matthias dan Paul tidak berhadapan langsung dengan nabi Isa).

Saking penasarannya gua cross check Islam dan kristen dan ini yang gua dapatkan:

versi islam versi Kristen
1. Simon Petrus Simon Petrus. Petrus ternyata bukan nama, tapi gelar yunani yang artinya Rock (batu) atas keimanan Simon yang keras seperti batu.
2. Yakub bin Zabda James son of Zebedee
3. Yohanus adik yakub John
4. Andreas Andreas
5. Philipus Philip
6. Abartalama Bartholomew
7. Mata Matthew
8. Thomas Thomas
9. Yakub bin Halqia James son of Alphaeus
10. Tadeus Tadeus
11. Fatatiya ????
11. ???? Simon the Zealot
12. Judas iscariot Judas Iscariot
13. Sargas

Pertama, yang patut gua bingung apakah Fatatiya itu = Simon the Zealot? kebingungan ini wajar karena sejarawan arab melestarikan nama-nama aramaic dalam bahasa aramaicnya. Ini wajar karena bahasa Aramaic dan arab seperti indonesia terhadap melayu – atau bahasa swedia dengan denmark. masih satu akar. Maksudnya, nama Abartalama, dia lestarikan sebagai Abartalama. Sedangkan dalam injil dikoneversikan ke bahasa galleic/greek/latin, menjadi Bartholomew. Sama dengan nabi Yahya yang menjadi John. Atau Isa dalam bahasa galleic/greek/latin = Jesus. nah Fatatiya, gua bigung banget ekivalensinya apa.

Kedua ya Sargas ini. Biasanya ketika gua menemukan sesuatu dalam sebuah literasi gua meng-crosschecknya ke literasi lain dan atau internet. gua tidak menemukan nama sargas dalam kaitannya ke dunia islam atau dunia early christianity.

Bottom line, sekarang gua jadi gak bisa tidur memikirkan Sargas ini. Apakah dia figur yang riil? atau merupakan kesalahan dari sejarawan Islam? jika riil, apakah ada sedikit pun namanya dalam injil? Jika ya, injil vesi mana? koptik kah? atau yang mana?

Inti dari postingan ini adalah gua minta tolong kalo ada yang punya referensi agama islam atau kristen ttg seorang pemuda bernama Sargas.

Postingan ini TIDAK bermaksud mem-provokasi debat antar agama. I respect Christians very much. Some of my long life best friends are in fact christians.

Jadi in case ada muslim ekstrimis atau kristen ekstrimis baca postingan ini, tolong jangan komentar/ngomong yang nggak-nggak – karena di postingan ini gua justru nanya, bukannya ngasih tau.

Thanks dan semoga sedikit banyaknya menggugah.

Kenapa Babi Haram – the conversation

Setahun yang lalu gua pernah bikin posting yang isinya kenapa babi haram di sini:

http://suamigila.com/2007/10/bedanya-membaca-dan-mengaji.html

Informasi itu berdasarkan sebuah email yang gua dapatkan sewaktu kuliah dulu dan hilang.

Syukurnya sekarang udah ada lagi – bokap yang nemu hihihi. Thanks dad. Ini dia emailnya di bawah. Informasinya dikemas dalam bentuk dialog.

start quote

WHY IS PORK FORBIDDEN IN ISLAM?

Bob: Tell me why is it that a Muslim is very particular about the words Halaal and Haraam; what do they mean?

Yunus: That which is permissible is termed Halaal and that which is not permissible istermed Haraam and it is the Quran which draws the distinction between the two.

Bob: Can you give me an example?

Yunus: Yes, Islam has prohibited blood of any type. You will agree that a chemical analysisof blood shows that it contains an abundance of uric acid, a chemical substance that can beinjurious to human health.

Bob: You’re right about the toxic nature of uric acid, in the human fact we are told that 98% of the body’s uric acid is extracted from the blood by the kidneys and removed through urination.

Yunus: Now I think that you’ll appreciate the special prescribed method of animal slaughter in Islam.

Bob: What do you mean?

Yunus: You see, the wielder of the knife, whilst taking the name of the ‘Almighty’, makes an incision through the jugular veins, leaving all other veins and organs intact.

Bob: I see, this causes the death of the animal by a total loss of blood from the body, rather than an injury to any vital organ.

Yunus: Yes, were the organs, example the heart, the liver, or the brain crippled or damaged, the animal could die immediately and its blood would congeal in its veins and wouldeventually permeate the flesh. This implies that the animal flesh would be permeated andcontaminated with uric acid and therefore very poisonous; only today did our dietitians realize such a thing.

Bob: Again, while on the topic of food; Why do Muslims condemn the eating of pork or ham or any foods related to pigs or swine.

Yunus: Actually, apart from the Quran prohibiting the consumption of pork, bacon (pig flesh); in fact the Bible too in Leviticus chapter 11, Verse 8, regarding swine it says, “of their flesh (of the swine another name for pig) shall you not eat, and of their carcass you shall not touch; they are unclean to you.” Further, did you know that a pig couldn’t be slaughtered at the neck for it does not have a neck; that is according to its natural anatomy. A Muslim reasons that if the pig was to be slaughtered and fit for human consumption the Creator would have provided it with a neck. Nonetheless, all that aside, I am sure you are well informed about the harmful effects of the consumption of pork, in any form, be it pork chops, ham, bacon.

Bob: The medical science finds that there is a risk for various diseases as the pig is found to be a host for many parasites and potential diseases.

Yunus: Yes, even apart from that, as we talked about uric acid content in the blood, it is important to note that the pig’s biochemistry excretes only 2% of its total uric acid content, the remaining 98% remains as an integral part of the body.

end quote

Semoga informasi di atas membantu menerangkan

1. kenapa babi haram.

2. kenapa darah tidak sehat untuk dikonsumsi.

3. kenapa syariah islam menetapkan penyembelihan hewan itu harus di leher dan bukan di tempat atau metode lain.

Rgds.