Dear readers, after 4 years, please accept my humble offerings, sebuah buku non-fiksi:

Bisa dipesan di www.plasa.com atau klik di banner atas yaaaa.
Terima kasih sudah menunggu 4 tahun.
Your humble writer/ Adhitya
March 25th, 2011
Dear readers, after 4 years, please accept my humble offerings, sebuah buku non-fiksi:

Bisa dipesan di www.plasa.com atau klik di banner atas yaaaa.
Terima kasih sudah menunggu 4 tahun.
Your humble writer/ Adhitya
December 29th, 2010
Selamat untuk kesebelasan timnas indonesia. terima kasih sudah menjadi pemersatu bangsa dan menjadi teladan. Semoga berhasil di Kualifikasi Olimpiade 2012.
Bagi kalian yang ga berhasil pergi ke GBK kemarin untuk menyaksikan final piala AFF Suzuki 2010. Ini dia.
—
Perhatian kepada pemegang tiket, pintu gerbang akan dibuka 30 menit lagi, pukul 1630. Sila masuk melalui pintu tribun A.
Hadirin diharap tidak berdesakan di pintu gerbang tribun A.
Hadirin diharap tidak mendorong-dorong pintu gerbang tribun A.
Hadirin diharap berhati-hati melalui pecahan besi pintu gerbang tribun A dan dengan tertib menuju ke tribun yang tersedia sesuai tiket.
Hadirin diharap memeriksa kembali tiketnya. Tiket tribun A, untuk duduk ditribun A, bukan B atau C. terima kasih.
Kepada hadirin di tribun B diharap untuk menghentikan aktifitas debusnya. Hadirin di tribun C mohon untuk berhenti makan beling.
Perhatian-perhatian, pengumuman dan bagian kehilangan, telah ditemukan seorang wanita, dengan cirri-ciri sebagai berikut: berbaju putih, berambut hitam panjang. Mata sayu dan mengaku bernama Tiren. Ada paku di kepalanya. Kepada kerabat mohon dijemput.
Ditemukan sebuah keris dan sebutir telur di pingir gawang tamu. Kepada pem….ow, maaf, mohon abaikan.
Loket penukaran tiket untuk laser dan clurit gratis dibuka di bawah Tribun A dan akan tutup selama pertandingan.
Hadirin diingatkan untuk tidak memangku gas LPG 3 kilo yang tersedia.
Diberitahukan kepada pemegang tiket VVIP bahwa konsumsi sudah dapat ditikar dengan tiket di bawah tribun D. menu: Tongseng biji Malaysia.
Diberitahukan kepada para pengunjung bahwa di level B1 terdapat gerai pijat tuna netra yang dinikmati dengan menukarkan tiket tribun. pijat tuna susila di level B2.
Pertandingan akan dimulai dalam 30 menit. Hadirin diharap tenang,
Diingatkan kepada semua pengunjung bahwa Gelora Bung Karno adalah tempat umum yang membutuhkan pengunjung memakai celana. Ya, kamu di tribun A. Mending cakep….
Hadirin diingatkan untuk tidak membuang keperluannya di toilet yang telah tersedia dan bukan di tribun. Kecuali Mbak Jupe. Iya mbak silahkan aja jongkok di san..NAH…
Hadirin diharap untuk tidak berbuat anarki. Itu yang megang jirigen bertuliskan SOLAR sambil siul-siul GAK USAH PURA-PURA GAK DENGER!!!
Hadirin di tribun B diharap tenang.
Hadirin di tribun B diharap tidak membakar-bakar kertas.
Hadirin di tribun B diharap tidak membakar-bakar bangku.
Hadirin di tribun B diharap tidak membakar seluruh tribun.
Hadirin di tribun A harap pindah ke tribun C untuk member jalan pada pemadam kebarakan menuju tribun B.
Pertandingan segera dimulai. Mbak Jupe diharap membuka bajunya. Kita lihat apakah ada garuda di dadanya.
Kepada mbak jupe, Anytime now. ANYTIME NOW!!!
Kepada mbak Jupe diharap memenuhi janjinya membuka baju dalam pertandingan. Hadirin diharap tegang,
Hadirin harap tenang, pertandingan segera dimulai.
December 26th, 2010
Hi guys, ada tambahan baru dari koleksi buku kita. dan mengingat stoknya juga makin susah didapat, ada perubahan harga juga.
Semua buku yang dijual adalah signature edition. Untuk how to order, silahkan lihat di bawah ya. Terima kasih dan ditunggu orderannya. Thanks in advance rgds.

Testpack cover baru: 39000 (Inden 2-3 minggu, sedang cetak ulang)

4 Musim Cinta: 33000

Jomblo: 27000
GMC: 31000

Travelers Tale: 44000

KPG: 29000
Kamar Cewek: 29000


Chocoluv: 29000
Heart: 17000
Caranya:
1. Kirim email ke gue berisikan alamat pengiriman kalian dengan format di bawah:
nama
alamat
kode pos + kota
Nomor HP (Di kala kurirnya nyasar, mereka ingin bisa menelfon penerima)
email gue: adhitya.mulya@gmail.com
2. Ntar gue cek stoknya, kalo ada gue email balik dan kirim langsung ke alamat lo.
3. Upon confirmation gue, kalian transfer uangnya + ongkos kirim
Ongkos kirim dalam Jakarta
Beli 1 atau 2 buku = Ongkir Rp 5000
Beli > 2 buku = 2500
Ongkos kirim luar Jakarta (Tangerang & Depok terhitung luar Jakarta) = ntar gue kasih tau dalam emailnya
Sekali lagi, email gue: adhitya.mulya@gmail.com
Thanks!
December 11th, 2010
Waktu pertandingan AFF Suzuki 2010, yang partai Indonesia vs Thailand, banyak orang mencermati bahwa komentatornya sering memberikan komentar yang ga jelas. tentang Markus yang pengantin lah, kegantengan Bachdim lah, etc etc.
Tapi, apa jadinya kalo komentator bola baru diputusin? Mungkin jadinya gini:
“Kick off oleh Indonesia…. bola passing ke kiri dan kanan. Seperti yang tidak punya pendirian.”
“Pemain-pemain Thailand ini susah sekali penyebutan nama mereka ya.”
“Indonesia kehilangan posesi bola dan mulai diserang. Tuh kan makanya kata pelatih didengerin. DENGERIN!! Mendengarkan adalah kunci keberhasilan. Kalo nggak saling mendengarkan gimana mau jalan???”
“Thailand masih berusaha menyerang. Kita menumpuk harapan pada Markus yang baru saja menikah dan bulan madu. Enak dia, gak perlu ngerasain udah sebar undangan eh pacarnya minta putus. Tai kucing dah.”
“Bola di depan gawang! Disundul oleh katnopol kiba..kibaal..ah sudah lah. Offside ini.”
“Thailand kembali membangun serangan. kali ini oleh Sunat..Sunathap thap.. udahlah gini aja, Pemain thailand mbawa bola, umpang lambung ke…temannya, sundul di udara oleh temannya lagi dan HAMPIR GOL SODARA-SODARA OLEH PEMAIN THAILAND YANG KALO KETEMU DI JALAN JUGA PASTI KITA KIRA NAMANYA TUKIMIIIIN!!”
“Di babak pertama ini, Thailand terus menekan pertahan lawan, seperti pacar yang kurang pengertian. hati-hati karma di babak kedua….”
“Irfan Bachdim membangun serangan. Pemain ini terkenal di twitter sangat sayang pada pacarnya. Pfff, belum ketemu rahma Azhari aja tuh. Sekarang bilang I love you. Abis ketemu Rahma Azhari, bisa-bisa bilang ‘say, kayaknya kita gak cocok..’”
“PASS THRU DARI IFRAN!!! Lumayan bagus. Within 7 days from now, either kita akan lihat dia jadi iklan sosis atau muncuk di Cinta Fitri season 8. Yang jelas kalo sampe masuk dunia entertain, jangan sampe lupa aja sama tunangan. APALAGI KALO UDAH SEBAR UNDANGAN!!! NENEK GUE MESEN TIKET, DODOL!!”
“Ada apa dengan pemain Indonesia di babak I ini? terlihat tidak segar…seperti mantan yang ditinggal pacar.”
“Kontrol bola tim Indonesia sangat lemah. Tapi…. siapa juga lah kita yang tidak bisa mengontrol takdir.”
“SATU KESEMPATAN DARI GONZALES!! Sayang terbuang percuma. Hanya sendiri di depan. Di mana tandemnya? Mana komitmennya? Mana? MANA!?”
“GOOL UNTUK THAILAND!!! BANGKE! TAI KUCING! %%#^#%$#@@!!! JAGA DONG KEPERAWANAN! GAK PERAWAN AJA SAYA TERIMA EH KOK SAYA YANG DITINGGAL??? UNDANGAN UDAH DISEBAAAAARRR!!!”
“Pemain Thailand yang mukanya kayak baru kesiram aer panas itu melakukan pelanggaran. Bambang Pamungkas mengambil penalti. Enak bener Bambang ini. Gonzales yang dijegal..terluka dalam dan mungkin takkan kembali sembuh lagi.. eh Bambang yang merawanin gawang. Rese.”
“Gol.”
“Pelanggaran lagi!!! Buset Thailand! Niat kalah. Bambang Pamungkas lagi yang mengambil penalti. Gol.”
“Pertandingan berakhir dengan skor 2-1 untuk Indonesia. Dengan begini Indonesia akan melawan runner up grup B. Ntah siapa. Yang jelas undangan gak usah disebar dulu. Kali aja batal maen. kayak saya yang batal nikah. Asu.”
April 22nd, 2010
istri: Itu siapa A?
gue: temen SMA
istri: yang mana?
gue: Itu lho yang waktu SMA teteknya bagus banget, bulet gitu.
krik krik
daaaaan, gak ngomongan deh 2 hari.
April 4th, 2009
Insomnia gue kumat nih. Padahal harus kerja secara kerjaan baru kuli bener. Anyway, masih tentang anchor-anchor kita, adik sepupu gue kerja di di sebuah stasiun TV di bagian HRDnya. Sejatinya setiap hari dia melihat anchor-anchor idola itu berkeliaran seperti ayam lepas.
Pas kemaren ke Indonesia, penasaran gue tanya,
“Eh Bung, beneran gak sih analisis di blog Abang?” For the record, sepupu gue adalah gaids cantik bernama Bunga, bukan orang medan yang tereak HEH BUNG.
“Wah salah semua Bang!”
“He?”
“Iya, satu-satunya yang bener adalah mereka itu pinter. Tapi masalah nama dan tampang justru kebalik.”
“Contoh.”
“Ya itu, nama aslinya bisa aja Tukinah. Tapi atas pertimbangan yang matang, berubahlah nama itu menjadi Diana Saszyafufunaszzzaaah.”
“Bener juga.” Memang gak semua orang pinter di dunia ini punya orang tua yang sama pinternya. Kebayang kan kalo anaknya berbakat jadi penyiar tapi orang tua dengan kejamnya ngasih nama Aneh Tapi Nyata Kusuma Wardana.
“Tapi mereka setidaknya cantik-cantik ya.”
“Itu juga nggak Bang!”
“He?”
“Lha bang Adit kan fotografer, tau doing istilah fotogenik?”
“Iya.”
“Di TV itu ada yang namana camera face.”
“Maksudnya?”
“Di di liat pake kamera, cantik bang. Tapi kalo ni cewek keluar kantor dan ketabrak bajaj, NISCAYA GAK ADA YANG MAU NOLONGIN!!!”
HUAHAHAHAHAHAHA, ancur ade sepupu gue.
March 2nd, 2009
Gue gak sengaja nemu sebuah blog yang memantau dan mengidolakan semua newscaster di stasiun TV Indonesia. Bahkan sampai me-rate dan mem-vote siapa newscaster terbaik. Linknya di sini:
http://newsanchoradmirer.wordpress.com/2009/01/05/top-10-newsperson-untuk-bulan-desember-2008/
Ada hal aneh tentang newscaster yang gue temukan.
1. Mereka SELALU ganteng/cantik
Mari kita akui, gue belum pernah ngeliat newscaster yang mukanya jelek kayak mayat ngambang 3 hari.
2. Mereka SELALU pintar
3. Nama mereka SELALU catchy. Tinjau nama-nama di bawah ini:
Tina Talisa
Grace Natalie
Githa Nafeeza
Nane Nindya
Chantal della Concetta
Sandrina Malakiano
Jason Tedjasukmana
Dari sini gue nemu beberapa rumusan dalam hal nama newscaster. Hal yang sama pernah dibikin joke oleh Jon Stewart. Gua gak nyangka aja di Indonesia sama rumusnya:
1. Huruf pertama dari nama depan dan nama belakang, sama. Bukti:
Tina Talisa
Nane Nindya
2. Namanya berima. Bukti:
Tina Talisa
Githa Nafeeza
Nama berima ini punya banyak kegunaan. Nama berima juga sangat berguna dalam industri musik dangdut dan porn star. Jadi jaman krisis gini kalo sampe diphk dari stasiun TV, masih ada lah lapangan kerja.
“Permisi Mas, saya mau audisi newscaster.”
“Baik. Buka bajunya dan nungging di depan.”
3. Namanya, bisa memakai 2 nama depan. Bukti:
Tina Talisa
Grace Natalie
Nane Nindya
Astrid Katherene
Hanya saja gue menemukan ini berlaku hanya untuk perempuan. Maksud gue, gue belum pernah nemu newscaster cowok namanya Budi Bambang.
4. Punya nama belakang atau nama depan yang asing, memberikan obskuritas bahwa elu indo. Bukti:
Chantal della Concetta
Sandrina Malakiano
Jason Tedjasukmana
Catherine Keng
Sumi Yang
Hadijah Al-Jufri
Ziza Hamzah
Beudeuh! keren bener! Kalo mau curang, ini juga bisa.
Bapaknya Jember.
Ibunya Nganjuk.
Anak nya? Riandita Jefferson.
Minggir orang laen!
Jadi bapak-bapak dan ibu-ibu, itu lah tips dan trik ngasih anak nama, agar kelak anaknya bisa masuk TV, gaji gede tapi masih terlihat cantik, pintar dan gak diuber-uber infotainment. Gak perlu namain anaknya yang susah-susah amat. Ntar dia sendiri kesulitan reporting di TV.
Reporter: “Demikian dari Jakarta, Saya, Hendra Kjhlskewwbcnwows, melaporkan.”
Ribet kan?
Ini beberapa contoh proses wawancara newscaster, kalo lu mau tau:
Contoh 1:
pewawancara: namanya siapa mbak?
future anchor: Laura Chaniago
Pewawancara: wah namanya bagus! mbak dari paraguay?f
uture anchor: Nggak mas, saya dari pariaman.
Contoh 2:
pewawancara: namanya siapa mbak?
future anchor: Suzi Suzetta
Pewawancara: wah namanya bagus! IPKnya berapa mbak?
future anchor: 1.4
Pewawancara: ok, saya tulis aja jadi 3.4 ya mbak. Lanjut aja sana ke medical check up.
Contoh 3:
pewawancara: IPKnya berapa mbak?
future anchor: 3.4
pewawancara: bagus. Kalo nama?
future anchor: Laura Dela Concetta
Pewawancara: Wah, asalnya di mana? Spanyol?
Future anchor: Jember
Pewawancara: Gak papa, gak akan ditanya kok. Tolong pipis di botol ini dan lanjut ke medical check up. Gak, gak, pipisnya gak perlu depan saya, makasih.
Contoh 4:
pewawancara: IPKnya berapa mbak?
future anchor: 3.99
pewawancara: bagus. Kalo nama?
future anchor: Marsinah
Pewawancara: Exit sebelah kiri mbak.
There you have it. Cara ngasih nama anak yang bener dan komplikasinya. Sekarang gue cabut dulu dan doa semoga gak ada anchor yang baca postingan ini huahahah.
February 7th, 2009
Semalem Alde tidur bareng kita karena dia masih sakit. Satu hal tentang tidurnya Alde turunan ibunya, tidur motah. otomatis hasilnya adalah mereak berdua tidur membentuk huruf Y kecil. Biasanya tanpa Allde pun kita udah tidur membentuk huruf K, dengan gue bagian lurusnya. Kalo udah gini, gue kehilangan tempat gue di kasur dan dimulailah malem-malem begadang. Alde juga sering tidur sambil ketawa. Pertama kali gue denger itu, besoknya gue nelfon nyokap – mastiin aja kita gak punya keturunan orang gila.
Anyways, kalo udah kegusur gini, gua biasanya lari ke salah satu favourite pass time gue, yaitu nonton film serem. Yup gue adalah penggemar film serem. Salah satu buktinya adalah gue sering nulis tentang pocong dan kuntilanak.
Film serem itu gue bagi dalam skala 10 dengan angka 1 paling cemen dan angka 10 untuk film yang membuat gue trauma seumur hidup.
Dan untuk memberi gambaran seserem apa skala gue, gini aja. The ring versi jepang itu skala 5. Saw 1 2 3 4 5 itu, semuanya skala 1. Bagi gue, film-film genre gore seperti Saw itu gak terlalu masalah. Cuman nontonnya jadi ikutan sakit. Emang sih kalo ada adegan yang over the top pasti gue tutup mata tapi setidaknya kalo gue selesai nonton film itu, gue gak luat kiri kanan dan lari ke kamar like a little girl. Saw itu bagi gue cuman buat anak-anak (dengan catatan lu emang menargetkan anak-anak lu tumbuh bermental tidak wajar).
Yang jelek dari kesukaan gue ini adalah, ini adalah salah satu hal yang gue gak bisa share sama ninit.
“A, tidur yuk.”
“Aa mau begadang Be, ini ada film serem thailand di tv.”
“Film serem ya? Pffff!!”
dan ninit tidur sendiri. Yang mana semakin menguatkan bukti betapa kalo orang lain yang jadi istri gue, niscaya gue udah diminta cerai.
Sampe sekarang alhamdulillah gue belum nemu film indonesia atau film barat atau film asing yang skala 10. Yang BT adalah kalo kita nonton film dengan ekspektasi skala serem 5-6 tapi ternyata skala 2-3. Cemen. Kemaren gue nonton sebuah B-movie yang judulnya redsands. Sebuah film ttg 6 serdadu amerika di afghanistan yang ketemu jin. Gue tertarik dengan bagaimana persepsi filmmaker amerika ttg jin. Bener-bener gak akurat. Dan jinnya ketauan banget CGI.
Underestimation juga gue pernah ngalamin. Beberapa kali nonton film dengan ekspektasi skala 2-3 tapi ternyata skala 6-7. Wah itu monyet tuh. Contohnya, American Haunting. Wuiih orang gila.
Biasanya film-film barat yang gue takutin dan menjadikan aktifitas nonton sebagai sesuatu yang ngeri-ngeri sedap (suspense yang sama kita dapatkan kita cabut buku idung) adalah film tentang kesurupan dan arwah dan exorcism seperti the exorcist. The exorcism of emily rose, American haunting, the ring jepang dan beberapa film lainnya. Film indonesia juga rata-rata lebih serem dari film barat. Hanya saja makin ke sini, gue ngerasa film indonesia jadi gak terlalu serem karena artis-artisnya terlalu cantik (jadi makin nyaman dan tabah nontonnya) dan sutradaranya gue udah pada kenal. contohnya, kemaren nonton lewat tengah malam di youtube, yang maen joanna alexandra. Dari pada takut, gue malah ngebayangin ikut maen film dan saban joanna jerit-jerit, gue datang masuk ke scene dan bilang,
“sini-sini, tenang ya dik, tenang ada abang. Punya, nomor telefon?”
Kedua faktor itu menghilangkan kadar takut dalam nonton, somehow.
Nah sekarang gue mau nonton the haunting of hollymartley. Secara ini film arwah, gue expect skala 5-6. Let’s see.
December 8th, 2008
Setiap film block buster di Indonesia memerlukan 2 hal. Pertama adalah script reading antar pemain, sutradara dan poduser. Kedua adalah Dian Sastro. Karena bisa dipastikan bahwa bermain 40 film setahun akan membuat seorang Dian Sastro mimisan, maka kebanyakan produser lebih banyak berharap pada proses script reading.
Di hari yang panas itu pocong sampai di PH dengan setengah hati untuk sesi script reading terakhir. Dia masih ingat 3 bulan yang lalu saat signing kontrak,”Ini bakal jadi film maha dahsyat! 2 bintang yang keduanya telah memiliki trilogi!!! Bayangkan berapa milyar yang bisa diraup dari film ini!”
Pocong stres dengan film ini atas 3 hal:
1. Dia selalu merasa berada di bawah kesuksesan kuntilanak. saat Idul Fitri dan Idul Adha, Kuntilanak selalu diburu hantu lain untuk bertanya kiat suksesnya. Pocong? Cuman babi ngepet yang masih nganggep dia. dulu ada si suster ngesot. Sebelum terkenal, tiap haaaaari ngimelin dan sms-in Pocong minta ketemuan lah, minta tips lah, minta ikut casting lah… sekarang udah terkenal, maenannya ke mall bareng kunti. Pocong ulang tahun aja gak ada sms-sms acan. Monyet tu suster.
2. Dia merasa karakter pocong kurang dalam digali di film ini. Tidak ada musikal yang bisa show off kemampuan dia menyanyi. Juga pesan moral yang dikandung hanya dendam dan bunuh-bunuhan yang jaman sekarang udah dirasa, nggak banget.
3. Kuntilanak naik mobil Alphard. Pocong? Honda jazz aja. Kredit pula.
“Udah buruan selesein sesi ini supaya gua bisa prep syuting besok” sutradara membuka sesi dengan BT.”Saya Mas, saya senang sekali dengan skripnya. baru kali ini ada film horor yang memadukannya dengan film sci-fi. Kalo boleh tau, kenapa ya di dalam skrip gak ada U.S.S. Enterprisenya Star Trek mendarat?”
“Lu ngomong apa sih Kun?” Sutrada mulai irritated.
“Lha itu Mas, kan saya karakternya Nyi Soroh yang kawin sama bangsa KLINGON kan?”
“Lu Nikah sama Von Klingen! Meneer Belanda! BUKAN KLINGON!” dua menit jalan, sutradara udah naek darah.
“Klingon itu yang di jidatnya ada kue pancong itu ya?” Pocong ingin ikut nimbrung untuk memperlihatkan intelejensia.
“Oh belanda toh? Okay, okay Ik faham. Ik faham.” angguk Kunti, mendadak setengah Belanda.
“Gua pribadi masih ngerasa gak sreg sama skripnya.” potong pocong.
“ELU LAGI! Coba gua pengen denger.”
“Kenapa plotnya gak kita rubah?”
“Gua udah sewa alat. Desain produksi udah selesai. Dari pada ganti plot mending gua ganti pantat lu mau?”
“Setidaknya dengerin gua dulu deh. Menurut gua plotnya gini aja:
Kuntilanak adalah sehantu (bukan seorang) yang kerja sebagai investment banker. Kerjanya tiap hari crunching number, urusannya sama ekuitas, return of invesment, fund hedging, mortgage, yang mana semuanya hanya di atas kertas saja dan tidak pernah melihat langsung efeknya dalam pembangunan sebuah bangsa.
Pocong adalah seorang pionir dalam micro-banking, memberikan kredit ringan dengan harga terjangkau kepada wong cilik seperti penjual ayam, basically semua UKM deh. Termasuk ngasih dana pro bono ke suster apung – yang by the way, kita bisa masukin suster ngesot di sini sebagai cameo kalo dia gak sibuk.
Nah filmnya padet jadi semua informasi itu kita shoot dalam 3 menit.” jelas Pocong secara komprehensif dan menunjukkan bahwa mengemas semua itu dxalam 3 menit adalah pertanda dia gak bakat jadi sutradara.
“Nah, konflik mulai terjadi ketika krisis ekonomi global terjadi. investment portfolio mbak Kunti jelas ancur lebur. Di saat ini dia ketemu gue, pocong, yang ternyata, bisnis mikro-bankingnya cukup likuid karena wong cilik ini gak pernah nunggak kredit. gak kayak klien besar yang ngutangnya milyaran tapi lenyap ditelan bumi. Kemudian bla bla bla bla bla blaa……”
tiga jam kemudian…
“….dan akhirnya, Pocong yang sudah kehilangan semua uangnya, tetap saja ingin menikahi kuntilanak yang pada saat ini hamil 7 bulan – meski sekali lagi, bukan anak pocong. Mereka tinggal di desa beternak soang dan hidup bahagia selamanya. The end.”
“…”
“…”
“…”
“…”
“Oh ya gua lupa nambahin. Semua ini, musikal. Mas Sutradara, gimana? Mas? Mas?”
Pocong berpaling dan sutradara sudah mati berdiri.