Category: gua

Djuhro Sumawiria

Sepotong cerita dari blog gue yang lama, di tahun 2006. This is one of my all time favourite posts. Dia ada  salah satu orang yang paling berpengaruh dalam hidup gue. His presence in a room is majestic. Stories of him alone,  from the many people who loves him, is a book of life.

http://suamigila.com/2006/09/pemuda-bernama-djuhro.html

Seharian ini sistem di kantor ambruk. Gua menghabiskan hari melihat-lihat foto Aldebaran. Gua berpikir betapa beruntungnya gua memiliki bintang kecil ini. Bagaimana bisa semua ini terjadi. Kemudian gua teringat 1 hal penentu, kenapa semua hal ini bisa terjadi.

Berpuluh-puluh tahun yang lalu di desa Sumedang, hidup seorang pemuda bernama Djuhro Soemawiria. Djuhro tumbuh miskin. Saking miskinnya, dia diangkat seorang kerabat lain karena orang tua Djuhro tidak mampu memberikan suapan nasi. Di suatu pagi, Djuhro muda berjalan-jalan di pasar. Seorang anak tertangkap mencuri sepatu dan orang-orang hampir memukuli anak itu.

Djuhro muda datang dan melerai. Djuhro muda adalah seorang pemuda miskin tapi dia membayarkan sepatu anak itu. Anak itu berterima kasih dan pergi.

Djuhro muda dan anak kecil itu tidak pernah bertemu lagi.

Belasan tahun kemudian, Djuhro menikah dan memiliki 5 anak. Dia menjadi kepala stasiun Cicalengka, Bandung. Suatu malam, Di/TII memberontak. Mereka membuat kerusuhan. Memburu rumah-rumah dan mencoba membunuh aparat pemerintah.

Rumah Pak Djuhro ditendang terbuka dan sekelompok tentara masuk dengan senjata. Sersan kepala menodongkan senapannya pada Pak Djuhro dan keluarga.

Sersan kepala itu menodong orang yang pernah membelikannya sepatu.

Sersan itu tersenyum dan mengucap permisi.

Setelah kejadian itu Pak Djuhro dikarunai anak ketujuh bernama Ati Ernawati.

Dan di tahun 1977, ibu Ati melahirkan seorang anak lelaki bernama, Adhitya Mulya.

Dan di tahun 2006, sebuah bintang penunjuk lahir. Aldebaran

Apa yang kita lakukan dalam hidup, berpengaruh pada orang lain. Dan pada diri kita juga.

Moral of the story: Memang kita harus ikhlas bersedekah dan menolong orang lain. Imbalannya gak perlu diharap. Karena akan datang sendiri di saat dan dengan jalan yang tidak terduga.

Post to Twitter Tweet This Post

Hari-Hari Seperti Ini

Bertahun-tahun yang lalu, gue berkata pada diri gue, akan datang masanya hari-hari ini. Di mana cobaan yang sama datang bertubi-tubi tanpa ampun.

Gue cuman bisa bersyukur dengan apa yang ada. Dan bersabar dengan apa yang nggak.

Post to Twitter Tweet This Post

Angkat Beban

Akhir-akhir ini istri lagi demen banget pergi gym buat olah raga. Gak ada yang salah kecuali sebuah kenyataan kecil di mana dia gak punya Ivorian Driving Licence yang mana gue kudu nganter dan secara natural, jadilah gue ikut olah raga. Katanya it’s the better way of spending the weekend.

Sedangkan gue, definisi gue akan spending weekend adalah nonton film-film yang bermutu seperti ‘Master & Commander’, ‘Mr & Mrs Smith’ dan ‘Hungry For Pussy 6′ (which by the way, memberikan banyak jawaban dari layer-layer pertanyaan yang berkembang dari Hungry for Pussy 1-5). Atau tidur dengan celana kesayangan gue (figure 3). Anyhoo, jadilah gue ikut ke gym.

Angkat Beban

I. Hate. Gym. Bagi gue, gym bukanlah tempat di mana seseorang dapat bertambah baik. Sebaliknya, gym adalah tempat di mana gue makin minder ngeliat betapa jauhnya gue ketinggalan dan betapa jauhnya gue harus mengejar. Waktu gue single gue gak mau pergi ke gym untuk ngeceng karen yang pasti gue malah ngebantu cowok ganteng makin lancar dapet jodoh. Example:

cowok ganteng : duduk di kiri angkat beban 50 kilo
gue: duduk di kanan angkat beban 5 kilo.
cewek cantik: lewat, liat kiri dan liat kanan, terus mikir. Cowok ganteng? apa Ikan asin? Cowok ganteng aja kali yeeee?

Dan celana olah raga ITB gue secara pamungkas lebih sering menemani gue di saat-saat santai di rumah, kasual (figure 1). Dari ketakutan itu gue beli perangkat angkat beban dan fitness di rumah (baca: gak pernah).

Tapi akhirnya gue nikah dan gue gak perlu ngeceng lagi. Gue mikir, ‘Yeah, gak perlu jaim lah sekarang. Bisa dong gue angkat beban di gym nemenin istri’. Gue dengan pedenya masuk gym. GILA! Orang pada berotot semua. Ada yang yang maen bulu tangkis. Ada yang sit up, ada yang lari, ada yang naek sepeda and get this! ada yang jalan kayang. Tapi gak papa. Gue gak terlalu hasrat untuk unjuk-unjukan siapa yang lebih jago jadi orang aneh di gym. Ya sudah akhirnya gue cari area angkat beban dan mulai men-stel beban gue.

50 kilo. Wah berat ya ternyata? Gila, gue ngambil disc yang 50 kg-nya aja kudu ngegelinding, gimana gue bisa angkat? Kiri kanan pula? Bisa mencret. Gak deh. MOVING ON to 25 kilo….

25 kilo. Dengan segala perjuangan gue masih aja gak berhasil. Mau minta tolong ke instruktur (yang mana orangnya segede-gede buta) pasti gue diketawain. Masanginnya aja minta tolong, gimana bisa angkat? Fine, untuk menjaga kegantengan gue (figure 4) tidak berubah secara permanen seperti figure 5, gue mengambil berat yang gue yakin dan gue nyaman bisa.

2.5 kilo. No, it’s true! Akhirnya gue tiduran nih di benchnya. Wah gaya deh, dengan celana andalan gue yang dari saat kepemilikannya dari 1996 akan pertama kalinya dipakai berolahraga dalam artian yang harfiah. Pas gue angkat, asli ternyata masih berat. Gue lupa bahwa barnya juga berat. Tapi mau ganti ke yang lebih ringan malu bo, yang lebih ringan dari itu, adanya di bagian anak-anak.

Ya sud akhirnya gue paksain 2.5 kg x 2 (kiri kanan) + bar. Berat juga dan dener aja, 10 angkatan gue udah shitfaced (figure 5). Ada satu instruktur yang baek banget nolongin sana sini.
“Iya Mas, He-em, ngangkatnya gini. Sini saya pegangin dikit” ujarnya, kepada seseorang berotot gede yang entah kenapa masih gotong 100 kilo kiri kanan (Kurang apa sih lo?). Anyway, sama si instruktur ini, kiri kanan orang semua dibantuin kecuali gue. Ya iya sih. 100 kilo kesulitan angkat pasilah dibantuin. Nah gue? 5 kilo kiri kanan mau dibantuin juga? Mau dikemanakan muka ganteng ini (figure 4).

Terus ada 3 orang lebanon depan gue yang LOMBA cepet2-an angkat 10 x sekian kilo dalam berapa detik. Set dah, gila gengsi gue akhirnya keluar. Gue satu-satunya asia di sini, masak iya gue akan menajamkan persepsi bahwa orang asia cuman bisa makan jengkol? Ya udah akhirnya gara-gara peer pressure, gue nambah beban. 1.75 kilo x 2.

Tai lumayan lah. Udah beberapa kali ke sana tanpa menyesal. Cuman aja abis pulang Gym, saking pegelnya gue gak kuat ML. Sepertinya gue adalah satu-satunya eksekutif muda yang menolak seks karena encok.

Dan juga kata isri gue, sekarang kalo dia meluk gue..
“Asik A, serasa adaan!” Dada gue dengan nistanya dia raba-raba, “Iya tuh adaan!”
“Lo kira gue bungkus wafer?”

Post to Twitter Tweet This Post

Cerita Seorang Nukie

Waktu gue masih kuliah di Bandung, gue akrab dengan temen-temen kosnya sobat gue, Dimas Seno. Cukup akrab sampe gue selalu maen sama mereka dan kudu ada foto bareng mereka di nikahan.

Salah satu dari mereka adalah manusia bernama Nukie. Angkatan 96, SP UNPAR. Anaknya baek banget. Asli selangit. Hanya saja, dunia itu selalu kejam memperlakukannya namun nya, tetap tabah dan berseri menyongsong hari esok.

Salah satu yang kejam of course, adalah teman-teman pergaulannya di kuliah.

Singkat cerita, mereka harus kuliah karyawisata ke Anyer. yeah right. Bagi gue, pergi ke Anyer untuk belajar adalah sebuah konsep yang asing, jujur aja. Bisa-bisa ada yang scientifically exciting di Anyer.

Anyhoo, Mereka janjian make bus berangkat jam 6 pagi dari Bandung, langsung ke Anyer, beberapa anak memutuskan untuk naik mobil. Nukie, objek penderita kita kali ini, naik bus charter itu.

elo: (baru bangun tidur dan lagi males-malesan di Minggu pagi).

Suara dari luar
Nukie: MASYA ALLAH!!!!!!!!!!!!!!
*Jduk!* (suara pintu dibuka, panik)
*Bruk bruk bruk bruk bruk bruk bruk* (suara panik turun tangga kayu)
*Kincling-kincling* (suara telfon koin dibuka paksa untuk bypass nelfon HP gratis)

Nukie: Halo? Jeng? kalian udah pada berangkat ya?

Nukie: Aduuuuuuuuh! gimana dong, gua kan ketinggalan.

Nukie: Halo semuanya…eh kok ninggalin gue sih?

Nukie: Ya salah gue….gak kok gue gak nyalahin kalian.

Nukie: busnya bisa brenti gak?

Nukie: ya gak usah pake bentak dong.

Nukie: Si Yosep pake mobil ya?

Nukie: Ya udah deh gue sama Yosep aja.

Nukie: Emangnya busnya udah sampe mana sih?

Nukie: HAH? BARU MASUK PASTEUR? EH TUNGGUI…halo? halo? HALOOOO????????

In retrospect, dari satu sisi pembicaraan Nukie, anak-anak kos udah bisa mereka counter dialog di seberang telfon. Berikut rekonstruksi:

dalam Bus
*Semua lagi nyanyi sambil ngegitar*
“Di sana senang, di sini senang…”
*Kring kring* suara HP si jeng, bunyi
jeng: Siapa sih ni ganggu aja? Halo?
anak2: Di sana senang, di sini senang…
Jeng: Udah. Ini siapa sih? Nukie ya?
anak2: Di mana-mana hatiku senang..”
Jeng: Eh semuanya! Nukie ketinggalan!
anak2: *Diem sebentar*….di sana senang di sini senang…
Jeng: Ini serius ini!
anak2: Halo Nukie!
Jeng: Jadi gitu ya? Emangnya salah siapa gak bangun? mau nyalahin kita ya?

Jeng: nah gitu dong, nyadar. Kuda nil, dasar.

Jeng: YA NGGAK LAH! UDAH JALAN JUGA!

Jeng: Abisnya elo rese sih!

Jeng: Iya tuh telfon Yosep. Abis-abisin batere gue aja…

Jeng: Ya udah sana.

Jeng: Ini baru mau masuk tol.

*klik*
“di sana senang di sini senang….”

Meanwhile, in the batcave… uhm , okay, di kos-kosan

Nukie: Halo? Yosep? SEP NI NUKIE! GUE IKUT DONG!

Nukie: Udah berangkat ya? sampe mana?

Nukie: Padalarang? Jemput gue dong!

Nukie: Minimal brenti dulu deh, gue ngangkot ke padalarang!

Nukie: Aduhh…gue bayarin bensin ke anyernya!

Nukie: PLISSSSS PLISSSSSSSSSSSSS SEP! BRENTI DONG PLISSSSSSSSSS. SEP SEP! BRENTI DULU DEH BRENTI DULU…PLISSSSSSSS……SE..halo? halo? HALLOOOOOOOO!?

Gema nestapa Nukie mengudara melarung ruang-ruang kosong, menyusup ke dalam pagi yang kelu dan menghangatkan jiwa. (DANGDUT!).

Singkat cerita, temen-temen kos Dimas nganter Nukie ke terminal bus bandung timur dengan tulusnya setelah dirayu cebanan.

Setengah hari kemudian, dan setelah dipalak preman terminal bandung, kesabet kelek ibu-ibu yang bawa ayam dan dipalak preman terminal Serang, sampailah Nukie di Anyer. Di sana dia minta dijemput oleh teman-teman yang ninggalin dia itu.

Nukie: Hey! aduh akhirnya!
Anak2: Gimana sih lo? Bikin kita telat tau gak!?
bentak mereka pada Nukie, YANG SAMPE DULUAN.
Nukie: Iya sori, sori.
anak2: yang kek elo gini nih, bikin susah satu umat!
Nukie: iya sori.
anak2: Kan risih gue ke termial sini, banyak premannya. Ntar ditusuk gimana?
Nukie: Iya makanya, kalian baik deh.

Nukiee..Nukie. Ck ck. Someday someone will find out how nice a person you are.

Post to Twitter Tweet This Post

Madam Pulibale

I found, at last, a restaurant that serves food that does NOT bite u back when u want to eat them.

Adalah madam Pulibale, pemilik restoran itu. hal pertama yang muncul di pikiran gua ketika gua diajak ke sana adalah,

“Kok ya punya nama yang nyiksa bibir orang ya?”

Madam Pulibale untuk menjaga stamina gua, gua singkat aja dia MB. adalah tipikal ibu-ibu ivorian. besar, twice my size, oh-my-god-those-r-so-enormously-off-turning-breasts, extra black, and butts the size of a buick.

Dia memiliki 6 pegawai, yang semua mirip dia dan dengan rajin dan lihai, ngemilin makanan yang mereka siapin untuk dihidangkan ke orang-orang. Aduh, ampun deh kelakuan. Asiknya lagi, mb adl satu2nya pengelola restoran di radius 300 km kanotr yang sudi bahasa inggris.

mb hanya menyediakan Ayam goreng, ikan goreng dan kari ikan. Kombinasi temennya adl nasi aneh, kentang goreng, pisang goreng, Taleus (casava) parut dan satu lagi yang namanya susah untuk gua sebutin. kita sbut aja ‘oirewqk’..u know, biar gampang.

Satu yang paling gua suka adl, ayamnya enak banget dan ukurannya, wah, gila…gua bersumpah gak mau sampe kapan pun dipatok ayam sini. Gila gede bangeeeet. Ini dengan catatan tentunya bahwa jangan liat cara masaknya soalnya, interior restoran yang serba seadanya membutuhkan para pegawainya, yang cewek semua itu, untuk memakai baju seminim mungkin.

Baju minimalis, badan maksimalis. Gua pingsan.

Jujur gua, gak keberatan kok berhadapan dengan wanita dengan baju minimalis. In fact, sewaktu bujangan, gua adalah penonton setia dibalik lensa. U know that TV show dont u? U know, TV seri yang mana cuplikan di bawah sering muncul:

“Menurut saya, kecantikan yang paling penting itu dari dalam, bukan fisik” kata sang model….sambil Nnungging (terkadang gua gak gak abis pikir, orang2 di tv itu mikir gak sih kalo ngomong?).

Nah, when it comes to seeing 6 badak yang nungging depan gua, it’s a total nightmare. Kids sldn’t see this. I really sld make a documentary this restaurant. Probably phoning HBO and say

I say: ‘Guys, u want to make sex and the City - the sequel?’
They say: ‘YES! what about?’
I say: ‘6 girls working hard in a restaurant..’
They say: ‘We’ll take it!’
I say: Good!…now, there’s juuuuuust one problem…..’

Nevertheless, gua suka masakannya. Itu dan kenyataan bhw gua gak tau restoran yang lain. Beliau sampe udah apal bgt sama gua dan gua gak perlu ngomong apa2 lagi selain angkat alis dan voila, dimasakin…sambil dicemilin tentunya.

Ini beda pas gua di Indonesia. Waktu gua di INdonesia. I’m a nobody. Ceritanya gua suka banget kopi dan bertahun2 pergi ke regal cafe. Tiap kali ke sana mesen hal yang sama. Giliran gua angkat alis, mereka menatap gua balik..tatapan yang berkata ‘Ih, lalaki cabul!’. Akhirnya gua jadi pembeli kopi fanatik di Sandro Coffee. Gak pernah denger ya? Sandro kopi itu, enak ngopi banget. Orang yang minum kopi buat gaul gak akan kenal krn emang gak begitu ngejual. Tapi yang pasti kualitas kopinya enak banget. Cabangnya cuman 3 di Indonesia dan yang paling penting lagi……toko ini bukan franchise luar negeri. Asli milik orang Indonesia. Which reminds me we’ll have to buy an esspresso machine.

Sampe di mana tadi? oh ya, badak. Nah, pertamanya sih makan di sana…geuleuh…gimana nggak? kelek kemana-mana, tangan comot sana sini, pokoknya lebih ancur dari warteg. Tapi, lama-lama…masih geuleuh juga tapi hey gua dikontrak di sini dua tahun, so… I said to myself, ‘DEAL WITH IT!’

Gua belum pernah kesampean ngajak istri ke sini krn tutupnya jam lima dan meski gua selesai kantor jam 4, kerjaan selalu membuat gua pulang jam 6-an. Weekend tutup. Gaya.

Oh by the way…. Akhirnya Jomblo masuk cetakan ke lima. Norak ya gua bilang2. Abis seneng sih. Segini aja gua udah bersyukur banget. Gak ngira banyak yang suka. 5 cetakan dlm 4 bulan.

Gua mo ngucapin banyak bgt terima kasih ke Istri gua (Ninit) dan temen2 blogger se Indonesia, Enda, Nita, Slesta, Okke, Erly, Ndari, Ita, Isman, Pip, An, Dimsen, Muti, semua yang nge-review, yang bantuin promosi, yang ngedukung, yang nyebar2 di milis, dan maaf jika ada yang gak ketulis namanya, aduh makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih, makasih …

Seriously, kalo ada yang mau nulis buku, send me an email and I’ll help. rgds.

Post to Twitter Tweet This Post

And THEY, were The Gods

What’s this? why yes…..it’s anOTHER African Journal!!

Before I flew back to INA to marry my wife, gua mau beliin keluarga dan temen deket gua, oleh-oleh…u know, something Ivorish. Gua akhirnya dianjurkan ke pasar seninya oleh temen gua, Moise (he’s ivorian) untuk dapet harga yang kompetitif.

As a rule of thumb, di mana2 kita pergi, kalo kita terlihat asing, nah pasti harga dimahalin. Now, being the only yellow skinned bloke in Ivory coast, gua yakin pasti gua dikibulin makanya gua minta Moise dan pacarnya, Frida, untuk nemenin gua dan bener aja, pas nyampe sana, whaaaaa…gua ditarik-tarik sana-sini oleh penjual, suruh beli ini-itu at a reasonable price of 6 TIMES THE FUCKING VALUE!! U TWATS! What’s wrong with u people?

Gua panik.
They were shouting at me…
I was shouting back at their penises (we were standing on the same ground level, but everyone’s here is twice my size.”

“U need to calm down when going to places lie this.” kata Moise
Oh yeah? why dont U TRY to be calm when everyone looks like they want U to be gang-raped. Ill calm down AS SOON AS I HAVE A FUCKING SHOTGUN, MATE!.

Kita jalan. Di sini banyak patung dewa. Gua gagal mendapatkan literatur ttg dewa mereka coz guess what? THEY NEVER WRITE? So naturally I asked alot of questions.

“What is that statue?”
“That’s goddess Kouk goabone akibnyeorteri.”
“Riiiiiiiight….that was my guess. Who is she?”
“The goddess of fertility.”
“Why does she look like as if she is killing someone?”

“What’s that?”
“That’s the goddess of Potowensw cowbailabalibali.”
“What is she?”
“Goddess of virgin.”
“Why does she have big butts?”
“That’s her breasts.”

“What is that?”
“Poj enbsi xoew sqoa x kalokaiutaran.”
“Whatever…” I why-me-ed my eyes.
“He’s the God of fertility.”
What is it with them and fertility?
“You ivorians are very much into this fertility issue huh?”
“No, no…he is the god of LAND fertility” He said, pointing index finger upwards, intonizing a difference.
“AHHHH I see.” It became clear to me. “And what is he holding there?”
“Human skull.”

We cam accross this huge balck wooden statue. BIG ASS.
“This is soooo hyperbolic” gua membentuk tanda bulan dengan kedua tangan gua.
“What is she?”
My friend tapped his finger on the lips and looked at the sky…”I dont know.”
“With the size of her BUTT, she sld stand as tall as the empire state building.”
“No she’s not.”
“Yes she is my frined heheheh” kata gua sambil nyolok2 pake tongkat yang ada di dekatnya.”
“She’s not, because she’s alive.”

Gua ama temen gua buru2 sebelum wanita itu nyadar dan nengok. We finally arrived at this store. It has
1. these white wooden ivorian dolls,
2. masks
3. a strore vendor, twice my size, with notorious curly hair chest, no clothes, and lokked as if he had just gunned someone down.

Kita buka bargain. Gua beli banyak patung, harga dibuka di 6000 cfa. lama-lama turun dan settle di 2500 cfa. TWAT!

“What’s that?” kata gua setelah beli, melihat ke patung gede, nyeremin bgt megang tongkat.
“I don’t know how to say it, but she’s a goddess. She helps people find their wife/husband faster…”
“AHHHHH dewa Jomblo!!!!” kata gua.
“Excuse me?”
“Oh, nothing….and what’s the story with the stick?”
“You have to hit the person first.”
“That’s a suicidal way to get married isn’t it?”
“What do u mean, sucidal?”
“Well, I wld like to find a wife, but I dont want to have a cracked skull.”
“Oh no, who hit them nicely.”
“It’s a Big ass stick, Moise…”

Post to Twitter Tweet This Post

Dear Dad,

Me and Ninit is doing fine. We are still staying in the hotel because there is a problem with the contract with the apartment. We’re sorting it out next week and hipefully we’ll move in as soon as possible. Agak sedikit BT juga dengan kinerja orang2 administrasi di kantor krn mereka selalu butuh di push and press to get everything done.

Adit mulai BT juga tinggal di hotel krn meski hanya berjarak 400 meter dari kantor, setiap hari, and i mean every fucking day, there’s always preman malakin adit untuk rokok. emang salah adit dari pertama dulu pas mereka minta adit kasih. lama2 mereka minta setiap hari. I had to take another route to get home (go around the block) but they noticed, unfortunately. Kemaen ada yang minta rokok dan minta sesuatu lagi, kayaknya uang, tapi gak adit kasih. alo iya, whaaa bisa bencana.

I also developed an allergy which is strange coz I dont think I ever had one. Adit tiap saat gatel2. tadinya adit kira krnmandi gak bersih atau gimaa, tapi ninit gak ketularan. adit coba mandi berendam pake dettol, consumming three times as much as the allowable dose. This, apparently, turned out to be LETHAL coz I think I burnt my penis.

and gatel2nya masih ada, so the current hypothesis is that, I have an allergy….and now, a burnt penis as well.

Ninit is also beginning to wonder mengapa setiap kali sholat Adit cuman bisa qulhu dan ina a’toina, which is embarassing so she wants me to memorize other surat2. Being married certainly need us to be immam as well. heheheh It takes time and I will be a good immam.

So how’s everything going in JKT? any international sclae incident? national scale disaster? Just remember, IT WASN’T ME! heheheheheh…

dapet kabar dari gagas Media bahwa Jomblo cetakan keempat, stoknya sudah hampir habis, which is good news, tapi kita belum mutusin apakah sudah cukup kritis untuk bikin cetakan kelima. We’ll see, hope so lah ya. You see, the difficult thing about marketing the book is that in indonesia, buku itu masih membutuhkan sosok pengarang untuk dekat dengannya, which I’m not. Kalo kayak gini, nafas buku bisa pendek. I was lucky enough to be in a condition where cetaklan ketiga dan keempat masih terjadi meski saya udah pindah ke afrika.

So, I don’t know….we’ll see, hope there will be a fitfh print.

Adit juga mau ngucapin makasih ke papah mamah atas kepengurusan nikahan kemaren. I didnt take much part in it, sorry, I was in africa. But I want u to know, that I love u both and I am really grateful for the wedding and the cost and stuff. Thank you, that was one big wedding hey? Kata bapaknya ninit, sampe skg kenalan2 mereka masih ngebahas loh.

anyway ttg telpon.
1. telecel (nomor lokal di sini) gak bisa kirim sms ke luar negeri. Hanya bisa ke nomor2 mentari dan itu juga dengan kondisi, mereka gak bisa bales ke saya. Mereka harus bales ke nomor ninit +62816624477.

2. My telkomsel number, is not working at all. Padahal di singapur dan di paris jalan. Jadinya saya hilang kontak dengan semua network saya di jkt, which sucks, krn saya butuh komunikasi dengan mereka, terutama orang2 sineas dan sastra.

3. The only reachable number by sms is matrixnya ninit: +62816624477. pls send sms there ya. btw, saya bbrp kali kirim sms ke papah mamah tapi kok gak pernah dibales ya?

gimana kabarnya nayla? mamah? kakak dan mas fuad?

semoga semua baik2 aja ya. Guess what…I adit skg lagi nulis buku, tapi krn gak nyaman I eneded up having 7 2nd book. Bikin sampe bab 4, trus adit tinggalin krn gak bagus untuk dilanjutin. Am really looking forward to settle down so that i can start to write.

About ninit. atasan adit tyt adl sobatnya petinggi di dhl
‘what did your wife do?’
’she was a sales support in dhl.’
‘really? can u give me her CV? because we are really close to their top management.’

whaaaa…….asik banget. adit dan ninit sepakat untuk ninit belajar prancis dulu dan abis itu nyari kerja di dhl sini.

udah aja segini dulu, Ive been feeling guilty stealing office time heheheh. salam ke mamah, pls print this letter fopr her to read.

and yes, i still have a burnt penis.

UPDATE:
Dear Dad,

everyone’s making fun of my penis….burnt penis…that is. What5 sld I do? I have to be politically correct here. I mean I can’t be offended just because of a penis (although it does NOT belong to public, like buses or bajajs). I cant just say
‘Oh look, Captain Winky is badly burnt, guys…please sit down and discuss.

:):):):):)

rgds/

Post to Twitter Tweet This Post

Lost In Translation

I. Am. Lost.

Gua diajak rapat sama bos gua hari ini. Sales meeting. They do this from time to time. Yang ngeselin, they all speak french. INi secara spektakuler membuat gua jelas2 SUSAH untuk kerja. MBOK YA! Im a marketing manager, not GOD. Berikut cuplikan.

‘koe ?erj spic sldcqb w?’ kata bos gua,
‘ifde sifzr zucbz aeoa’ kata si B, defensif.
‘ie r^pfdoz zioda adsnhoabe’ kata si A sambil nunjuk2
‘ieozr zedcbq qdkaq apqpoid aqia aipefda’ kata si C menekan dada, pause for dramatic effect, dan mata mulai berkaca-kaca.

gua bengong.

‘iozdi reoiue fudcqu sd?’ tanya si C

semua ngangguk.
Gua sendiri geleng kepala.
Semua nengok. Dont u ever get the notion that when u do something spectacularly stupid, THEY NOTICED? Its almost as certain as Newton law #3

‘why did u say no?’ bos gua akhirnya ngomong inggris.
‘oh no I have something in my throat, uhk, uhk’ kata gua. Mereka melanjutkan perdebatan. Sebuah argumen berkembang but I cant quite comprehend what it is. With my level of french, these are the only possible options:
a. C wants everyone to get a rabies shot.
b. B want C to be fired.
c. Sales are dropping, C need to get gunned down.
d. Wheather is lovely out there, we sld all strip naked and ngangkang getting tan.
e. C is complaining that someones toe is exceptionally smelly and to keep smelling it in the office is sale as pushing the boundaries of humanity.

It felt more like as if u r negotiating in a hostage situation with an angry, war tribe due to a certain delicate, sensitive issue, like when the neighbouring goats passes a piece of their land. ‘THIS MEANS BLOOD!!!’ they say.

AND NO THATS NOT MY TOE!!!!

I still cant make out which, yang jelas si B berkata:
‘poiezr xcnxc sdiafe zerozbpza’ kata si B
‘pozez etiepz zdfiuzbzfz zdfz’ sanggah si C sambil banting kertas. OF COURSSE!!!!! it makes a lot of sense now…..u twats!

si A ngangguk2

bos gua tampak setuju

Gua ngompol ketakutan di brendeng warlords.

akhirnya gua bilang ke bos gua bhw gua gak bisa tll contribute ke rapat ini dan balik kerja….2 years of these…

To tell u the truth; it is truly intimidating working in africa, even in office. Gimana gak? Everytime u get into a debate, what do u do? U stand up right? Well, when I do, stand up nothing really takes effect coz ALL of them are twice my size. Gua pernah cerita ttg hal ini di postingan sebelumnya, suatu hari gua lmarah2 ke bawahan gua
‘pokoknya gua gak mau lu dateng telat lagi TITIK!’ ujar gua berdiri tegap nunjuk2 penis mereka. Gua disentil juga bisa minum sayur asem dari sedotan.

Dont try to get all nasty and stuff to a man who comes from a tribe who stab people as sign of maturity.
‘ah son, you are from today….a man’
‘thank you father’
‘now go get a knife and kill some one. be back before dinner u hear?’

or

‘do this, clean that, sacrifice a virgin on your way out…’

honestly, u dont point fingers to these people.

Post to Twitter Tweet This Post

Things NOT To Do, In Abidjan

1. Never give preman what they want
Jarak dari hotel ke kantor hanya 400 meter. Yang ngeselin adl bahwa sepanjang rute ang gua titi by walking di siang hari, dipenuhi oleh preman yang suka meminta duit atau rokok. Tiap hari gua lewat, tiap hari gua diminta oleh kelompok yang beda-beda. Gua dpt distinctive feeling bhw mereka apal ama gua. Being the only asian, makes me well….let’s just say, conspicuous.

Gua berusaha meng-assess situasi ini dengan berjalan 400 meter ke kantor dengan cara, pretending as if I am casual, cross the street back and forth 16 kali. menghindari berbagai macam geng. Tengok kiri, tengok kanan tengok belakang apakah gua bakal digang-bang atau nggak. nyebrang deh…..16 kali. Quite cumbersome honestly. Nyampe kantor gua udah ngos-ngosan kayak orang baru selesai nimba. Lama-lama taktik ini mulai terlihat sama mereka dan atas dasar keinginan untuk melihat hari esok, akhirnya gua kurangin jumlah penyebrangan gua jadi lebih subtle and normal. 13 kali.

Apakah gua kasih? Gak. Gua hanya ngasih rokok sebatang bagi mereka yang minta tapi gua gak ngasih mereka uang.
Kalo satu dikasih uang, gua dibilangin bhw yang lain pasti ikutan minta dan itu hanya untuk 1 hari itu aja. Besoknya pas gua lewat lagi, whaaa…..gua bisa secara misterius menghilang ditelan bumi. Itu sebabnya juga akhirnya gua nolak apartemen yg mrk tawarkan terletak di jalan yang sama. Whaaa gak makasih. Akhirnya gua dpt 4 km dari kantor. Tapi daerahnya enak. bisa jogging pagi-pagi tanpa disapa ‘Good monrnig sir, kindly give me your shoes if you VALUE YOUR LIFE.’

2. Never try to make a conversation on a boat, speeding 70 mph
If u ever get into a situation as stated in the above…..well you’re toast. 2 weeks ago, they took me to a restaurant reachable only by boat which was waaaaayyyyyyyy beautiful, honestly. Tapi ke sana hanya bisa pake boat. Kita naek speed boat kantor, got out of the port, into the lagoona at faster than the speed of my thought. The bloke was running the boat 70-80 mph. Kaliin sama 1.6 = 112 km/jam on water. It was of course terbuka jadi rambut gua seperti yang baru kesamber naga. Rudi Hadisuwarno kalo sampe liat bakal teriak ke murid-muridnya:

‘Okay student todaywe will learn about ahir do national disaster…tinjau SAMPLE A’ katanya sambil nunjuk gua.

At this speed, gua mencoba basa-basi by stupidly stating the obvious fact that we are running fast.

gue: “Wow this boat is really faaaa..PHHUUUEH

I spat on my manager.

The moral of the story is, Unless u can control your production of saliva. Shut the fuck up till u get to where u are.

Gak kerasa, nanti malem gua pulang. Untuk nikah. Besar kemungkinan bahwa ini adl postingan terakhir gua inggu ini, bulan ini dan dengan status masih selibat.

The next time I post, Ill bemarried…….and all hell will…break loose heheheheheheheheh…

Have a nice weekend guys.

Oh ya, ntar malem gua balik ke jakarta, taking on a 28 hr flight +7 hr time difference. Total is 35 hrs. So, gua gak bakal bisa bales komen. tapi keep writing it anyway ya. Ntar gua sampe jkt, gua bales. Asumsi, internet connection belum dicabut nyokap secara brutal.

Adhitya Mulya….reporting from Abidjan. rgds.

Post to Twitter Tweet This Post

Bahasa - yet another!!! African Journal

Learning French is difficult. Waktu dulu gua selalu mikir bahwa french itu seksi banget. I mean u can say something like
‘Would you like to clean my room?’
and STILL SOUNDS ROMANTIC…

Setelah gua coba belajar. I really tried to sound romantic but gua malah terdengar seperti yang ngomong: ‘
‘I have premature ejaculation.’

Gua udah 4 kali les prancis di sini. Gurunya lucu. Udah tua. You know…dia mulai masuk fase hidup where tey can step on their own breasts. I tell you, at that age, gravity kicks in. Ini ngebuat gua gak konsen.

Going back to bahasa and that includes media cetak. Gua gak ngerti apa-apa kecuali nonton CNN or ’salamander special’ on discovery channel. Shit, life sucks when u cant speak french here which is funny because I spent my life time wanting to be an expat and perfecting my english…skg inggris gua gak kepake. Twat!

Sampe sekarang, sistem komunikasi gua masih balik ke jaman batu. U know, pointing here and there and make stupid sounds like cro-magnon? Yup that’s me.
‘Ugh-ugh’
‘arggh hu hu’
‘gumbalagum hei-hei’
Sampe sekarang, kalo gua beli sosis, gua mesti ngangkang. beli roti mesti monyong. beli ayam, mesti kicep-kicep baru mereka ngerti. Pokoknya semua kalimat verbal yang gua keluarkan di sini masih mengharuskan gua untuk ngangkak, nunjuk atau membungkuk secara provokatif.

‘ijasiduhq’ kata gua sambil nujuk sosis
‘casdbcqanqag?’ Yeah right, as if understand
‘jweb weirufv wouyqwb q 3n vuw’ kata gua, nunjukkin pose orang kejang-kejang
‘ajdfb qwie qqliqdf qeifdnvq?’ dia ngasih sosis.

end of story.

Sebenernya bukan frenchnya yang jadi masalah. Isu utama di sini, adl bhw ivorians di sini gak ngmong french properly. Kalo singapur terkenal dgn Sing-lishnya nah di sini bisa gua bilang afro-french lah. Ampun, gua jadi kudu belajar double. Bisa-bisa gua minta laporan, dikasih singkong.

By the way, they sell porn mags here. playboy. And thank god it’s not them. It’s european chicks. Kalo playboy isinya mereka juga, gua minggat. Beli majalah kayak ginian juga gak gampang. u see, mendekati minggu ketiga di sini, gua udah mulai…well….udah mulai butuh untuk mengonemplasi arti hidup. So gua memberanikan diri untuk ke newstand dan beli porn mag. yang mana dijaga oleh cewek.

obstacle 1: Dia cewek.
obstacle 2: Dia segede king-kong. Damn, she is soooooo intimidatingly Huge.
obstacle 3: elle ne parle pas anglais.
obstacle 4: je parle petit francais.

Gua merenung sedikit banyak ttg hal ini sebelum membeli dan memutuskan untuk go ahead with it karena gua mulai bertampang lalaki cabul dan butuh kontemplasi. Akhirnya gua membersihkan hati gua dan memutuskan bahwa gua akan membeli mags itu, for sake of science.
Singkat cerita, karena gua masih belum lancar francais, Gua mesti pose gaya miss july dulu baru dia ngeh. Lantas gua baru sadar bahwa life was so much easier if I just point at the damn mag.

Apakah masalah selesai? oh nooo…..abis itu tiap hari gua lewat news stand, si doi kedip-kedip manja BO. what is it with you people?

HELP!
Eh guys, gua minta tolong dong. Katanya di kompas sabtu 24 jan ada novel gue kesebut-sebut ya? kata temen gua via email kesebut sbg novel terlaris. Nah yg mau gua tanyain, itu hanya pengumuman doang atau ada reviewnya? kalo ada, ketikin dong *minta ditabok*

Post to Twitter Tweet This Post