Mencoba Sukses – Novel Baru

Sebenarnya ini adalah postingan yang cukup terlambat. Karena keluarnya buku ini di pasaran, bersamaan dengan Pilkada DKI yang mana waktu dan tempat gue berikan kepada Tim Faisal Basri (posting sebelumnya).

Anyway, Mencoba Sukses ini adalah buku gue yang kelima. Sejauh ini response di twitter cukup baik. Bagi yang belum tahu ceritanya bagaimana, ini adalah ceritanya:

 

Pocong dan Babi Ngepet bekerja sama mencari popularitas di dunia perfilman Indonesia. Dalam prosesnya, mereka menemukan banyak cobaan untuk mewujudkan impian mereka. Ada beberapa hal yang mesti gue terangkan di sini.

 

1. Ini adalah buku yang gue tujukan untuk kedua anak gue, ketika mereka besar nanti. Agar mereka tidak perlu takut pada mahluk halus atau dunia klenik lainnya.

2. Ini adalah buku yang paling ngocol yang gue pernah tulis. Sangat-sangat politically incorrect. Nyentil sana-sini. Cuek banget bikinnya.

 

Buku ini sudah beredar dari pertengahan Juli di toko buku. tapi mungkin agak sedikit lambat sampai ke luar pulau jawa. Di seluruh sulawesi sudah ada. di Kalimantan (ie: Banjarmasin) sepertinya belum sampai.

 

Jadi bagi kalian yang di luar daerah dan ingin mendapatkan buku gue (edisi tanda tangan), sila beli di www.books.istribawel.com

 

 

 

7 responses to “Mencoba Sukses – Novel Baru”

  1. dibajak.com says:

    Kenapa covernya nggak didominasi warna kuning kayak yang lain, kang?
    Apa karena buku bercover kuning adalah curhatan, jadi buat membedakan mana yang curhatan dan bukan? :p

    Kunjungi blog saya, kang : http://www.dibajak.com
    Saya juga majang buku akang di situ. Hehe.

  2. Goesda Mulyawan says:

    kali ini bukan mas yang gagal memenuhi ekspektasi saya, tapi saya yang gagal lagi untuk keluar dari romantisme nostalgia cinta dari dua buku mas sebelumnya.

    cuma kalimat ini yang ada di otak saya setelah selesai semalaman membaca buku mas, “Its too crispy” -garing untuk terjemahan bahasa indonesianya.

    kali ini bukan salah mas, jujur, sumpah, bukan saya takut mas melakukan hal-hal keji dan memilukan pada saya, tapi karena saya sadar, saya hanya mengharapkan cerita2 cinta mas yang terasa sangat real, faktual dan memang bisa terjadi di dunia nyata.

    selain itu saya pikir saya sudah cukup melihat eksploitasi keberadaan mahluk halus yang ada di Indonesia di layar lebar, pencitraan mereka dalam sebuah buku, sungguh, sangat tidak diperlukan lagi menurut saya.

    buku ini memang sempat membuat saya tertawa, dibagian……..hmmm sori, saya lupa karena mungkin tidak terlalu mengena seperti jokes2 di dua buku mas pertama.

    akhir kata, mohon maaf jika komen saya lagi2 tidak sama dengan komen pembaca2 buku mas lainnya, mohon maaf jika ada kata2 saya yang menyinggung mas, seburuk-buruknya buku mas dimata saya, anda tetap penulis yang jauh lebih baik dari saya (mengingat tulisan saya hanya sebatas komen review atas buku mas :D )

    semoga dimasa depan mas sudi menerbitkan buku2 tentang cinta, maybe similar to your first two books, boring? GA AKAN! saya yakin.

    sekian terima kasih, babay :D

  3. adinovic says:

    wew, ini ceritanya sempet diulas di buku 4 musim cinta bukan ya? keknya ada adegan si pocong itu, huehue. nanti dicari ah bukunya
    anw, saya malah sampe mimpi baca novel barunya kang adit yang kyknya sih belum ada, tentang proses ketemunya kang adit sama teh ninit, belum selese baca keburu bangun terus jadi dongkol pisan, padahal pengen nyelesein bacanya, masih ngerasa dongkol juga karna ga nyadar klo itu cuma mimpi -_-

  4. pngen bca.. biar g tkut ma makhluk halus jg.. :D

  5. iklan baris says:

    ad g d tko buku? psti lucu

  6. honeylizious says:

    sampai sekarang saya masih gagal menulis cerita yang lucu, saya kagum dengan orang yang bisa menuliskannya

    salam kenal dari Pontianak

  7. afanr says:

    kok sedikit banget resensinya ya?

Leave a reply