Pencabutan Subsidi BBM

Efek dari Harga Minyak Bumi

Jika ada anggota DPR di luar sana, atau orang yang merasa cukup pintar untuk menghitung bahwa kenaikan harga minyak bumi tidak perlu berimbas pada kenaikan BBM, maka gue ingin mengajak semua orang ini untuk bekerja di industry transportasi.

 

Dua belas hari lagi dari sekarang gue akan sudah bekerja 11 tahun di perusahaan transportasi kapal laut terbesar di dunia. Di tahun 2008, gue dibangunkan dari tidur dan dihadapkan pada 1 realitas. Ketika harga minyak bumi naik dari $80 ke $100 per barrel, harga bunker kita (bunker = bensin untuk kapal laut) naik juga. Naik ke tahap di mana kami mulai mecat-mecatin orang. Antara 2008-2009, gue mengalami 3 kali perampingan perusahaan. Itu sebabnya gue gak pernah nulis lagi. Gue terlalu sibuk mengejar karir dan mencoba survive (Alhamdulillah sekarang surviving). Apakah gue menyalahkan company gue atas hal ini? Tidak. Company gue hanya berusaha bertahan hidup melawan kenaikan bunker price yang terjadi karena naiknya oil price ini.

 

Apakah ini terjadi hanya di perusahaan gue? Tidak. Industri transportasi penerbangan terkena lebih parah. Pertama mereka melakukan perampingan. Jutaan orang worldwide dari industry penerbangan kena PHK. Mereka yang survive tidak diPHK, harus mendapatkan potongan gaji 10-25%. Company gue yang mana adalah industry transportasi laut, tidak separah itu. Kita masih naik gaji. Kita masih dapet bonus. I am so very lucky.

 

Separah itulah dan selangsung itulah, efek kenaikan harga minyak bumi kepada hajat hidup orang banyak. Jadi kalo ada manusia yang ngerasa cukup pinter dan sotoy untuk ngitung-ngitung, sini lo, kerja bareng gue di industri transportasi. Sehari juga udah kena pecat kali.

 

Bagaimana Sih Korelasi Minyak Bumi Indonesia?

Fakta 1: Kita mengekspor minyak mentah dan mengimpor BBM (minyak jadi).

Fakta 2: perbandingannya, jumlah ekspor minyak mentah kita < jumlah impor BBM

Fakta 3: harga 1 barrel minyak mentah < harga 1 barrel BBM. Perbandingannya jauh pula. 2:3 atau 1:2 sekarang.

Banyak anggota DPR yang bilang, kalo harga minyak bumi naik, Indonesia sebenarnya untung. Well, no. karena kita mengimpor BBM > ekspor minyak mentahnya. Jadi ketika harga minyak bumi naik, harga BBM juga naik. Ini yang anggota DPR luput untuk pikirkan.

 

Kenapa subsidi BBM harus dikurangi?

Sekarang ambil 2 asumsi.

Asumsi 1: perbandingan jumlah ekspor import kita 2:3

Asumsi 2: perbandingan harga minyak bumi vs BBM jadi 2:3 juga (ada yang bilanmg udah 1:2 malah).

Asumsi 3: Jika harga minyak bumi naik 10%, katakanlah harga BBM jadi yang kita beli juga naik 10% (padahal sebenernya nggak. Naiknya eksponensial).

Liat aja matematikanya.

neraca awal = harga x jumlah =  2×2 (ekspor) : 3×3 (impor) = 4:9 (belum apa-apa, pemerintah jebol 4-9 = 5)

Harga setelah kenaikan 10% jadi: 4.4 : 9.9 (pemerintah jebol 0.5)

Setiap kenaikan 10%, pemerintah jebol 0.5. Nah kebayangkan kalo naiknya lebih dari 10%.

Penambahan ini lah yang pemerintah gak sanggup lagi untuk subsidi.

 

Apakah Benar Pemerintah Gak Sanggup Subsidi?

Sanggup sih. Yang gak sanggup adalah men-subsidi penambahan harga yang terjadi akibat kenaikan harga itu. Jika kenaikan harga ini selalu diimbangi dengan penambahan subsidi, maka akan tersisa lebih sedikit uang untuk pembangunan infrastruktur. Lama-lama, ekstrimnya bukan ga mungkin semua anggaran habis untuk subsidi.

 

Apakah Ada Cara Lain Selain Menurunkan Subsidi BBM?

Jawabannya, ya dan tidak.

Untuk jawaban ada, apa saja solusi lain itu?

Pertama: Efisiensi anggaran. Bagi kalian yang pernah baca kompas, subsidi BBM dan listrik + belanja gaji PNS = 60% APBN. Hanya tersisa 40% untuk pembangunan infrastruktur dan perkembangan bangsa. Mohon maaf bagi pembaca yang PNS tapi harus diakui, kalian itu jumlahnya kebanyakan. Apakah ini salah kalian? Tidak kok. Salah pemerintah jaman ORBA yang memaksa menyerap PNS gede-gedean dulu. Kita bisa memertahankan subsidi BBM jika jumlah PNS dikurangi dan dibuat efektif. Mungkin 60% dari jumlah sekarang. Agenda ini sudah dipush sekuat tenaga oleh Agus Marto, menkeu kita sekarang. That’s a good start.

 

Tapi apakah ini gampang? Ini akan susah. Sebagian dari kita pasti tahu bahwa saking enaknya jadi PNS, banyak orang termotivasi menjadi PNS karena benefitsnya. Sampai-sampai, orang yang gak punya koneksi, bersedia nyogok 20-80 juta per kursi. Orang yang punya koneksi, menitipkan saudaranya untuk menjadi PNS. Merampingkan jumlah PNS tidak bisa dalam 1-2 hari. Sedangkan minyak bumi bisa naik dari $80/barrel jadi $120/barrel dalam 2 hari. Good luck fighting that one.

 

Kedua: Berantas korupsi di mana-mana. Gayus punya asset 100 milyar dari hasil penggelapan pajak. Yang mana jika semua perusahaan yang Gayus tangani bayar pajak semestinya, negara bisa mendapatkan trilyunan. Apakah hanya Gayus saja? Itu kemarin ada Dhana. Kemarin lagi ada Bahasyim Asyafii yang punya asset 800 milyar. Itu dari sektor pajak aja. Anggota DPR juga gitu. Setiap kali daerah minta dana untuk membangun jembatan atau jalan, badan Anggran meminta fee antara 4-6% atau bahkan 10% dari nilai permintaan. Gue pernah denger cerita miris bahwa ada bupati yang tidak memiliki cara lain selain menyuap anggota DPR untuk mendapatkand ana untuk membangun daerahnya. Caranya? Miris. Sang bupati sampe harus meminta uang pada anak-anak buahnya. Salah satu anak buahnya, sampai mencairkan deposito mertua. Orang baik pun dipaksa jadi jahat untuk mendapatkan uang dari badan anggaran. By the way, Bahasyim, Gayus dan Dhana itu aktif di masa pemerintahan menteri mana? Sri Mulyani.

 

Ketiga: Gunakan APBN yang tersisa untuk membangun infrastruktur energy terbarukan, atau bangun PLT dengan tenaga batu bara. Contohnya:

  1. Pastikan setiap lampu fasilitas umum memiliki energy dari solar panel. Bupati Sarmi, Eduard Fonataba di Papua membuat terobosan di mana dia menggunakan APBDnya untuk menginstall solar panel di setiap rumah warganya, gratis. Multiplier effectnya:

-      Bupati tersebut tidak perlu meminta PLN untuk menggali kabel sampai daerah sana (cost saving untuk APBN).

-      Rakyat Sarmi yang tadinya membeli solar untuk menerangi rumahnya, sekarang memiliki energy gratis dari matahari. Tiba-tiba daya beli rakyat papua meningkat karena uang yang tadinya habis untuk solar, mereka dapat tabung dan belikan seragam untuk anak-anak mereka.

  1. Sekarang ini 51% energy yang PLN gunakan sudah berasal dari batu bara karena solar sudah terlalu mahal. Ini adalah langkah pemerinta yang sangat smart. Entah apakah ini ide Jusuf Kalla, SBY atau Dahlan Iskan.
  2. Bangun PLT panas bumi (PLTG = pembangkit listrik tenaga geothermal). Tenaga panas bumi adalah gratis dan satu lagi karunia Tuhan pada negara Indonesia. Kita hanya perlu mengharnessnya. Dulu Jusuf Kalla pernah marah-marah pada seseorang karena orang itu gak mau memberikan jaminan untuk proyek pembuatan sebuah PLTG. Tau siapa orang itu? Sri Mulyani.

Intinya sih, menggunakan APBN, membangun infrastruktur yang memetik energy yang gratis atau yang kita punya secara berlimpah. Baca: tenaga matahari. Batu bara (cadangan kita cukup untuk 200 tahun dibandingkan minyak bumi yang cukup untuk 12 tahun). Tenaga angin untuk daerah-daerah pesisir yang menghadap hamparan samudera.

 

Untuk tenaga angin ini, gue baru tahu bahwa Indonesia adalah lokasi pertemuan dua angin besar dari hamparan samudera pasiik dan hindia. Keduanya bertabrakan di Indonesia sehingga saling membatalkan. Artinya kecepeatan anginnya sangat rendah dan tidak cukup untuk membangun energy. Cuman ya, ada beberapa daerah di Indonesia (baca pesisir pantai) yang mendapatkan angin kencang konstan sepanjang tahun. Itu lumayan banget.

 

Keempat: Bangun lebih banyak kilang refinasi. Deangan begini, kita bisa mengurangi BBM jadi dan hanya membeli minyak mentah. Dengan begitu, kita lebih hemat. Sekarang ini kan kita harus menjual 3 barrel minyak mentah untuk membeli 1-2 barrel BBM jadi. INi karena kilan refinasi kita gak cukup banyak. Kalo banyak, maka minimal rasionya bisa lebih seimbang, jadi 1 barrel minyak mentah ekspor untuk mengcover 1 barrel minyak mentah impor.

 

Kemudian timbul pertanyaan, kalo sudah cukup banyak refinasi, kenapa sih kita harus masih ekspor dan impor minyak mentah? Itu karena karakteristiknya beda-beda. Contoh: minyak bumi dari tanah Amerika hanya cocok untuk menghasilkan minyak jadi kualitas rendah yang cocok untuk kapal laut. Sedangkan minyak dari Libya, sangat bagus sehingga hanya butuh 1 kali refinasi untuk menjadi BBM (kepada teman-teman oil engineers, correct me if I’m wrong here…)

 

Kelima: Mengurangi subsidi BBM. Ini adalah solusi yang paling cepat dan bagus karena dua factor:

  1. Bagus karena minyak bumi bisa naik dalam 1 hari. Sedangkan 4 solusi pertama butuh 5-10 tahun untuk membuatnya.
  2. Bagus asalkan hasil dari pengurangan subsidi ini dipakai untuk membangun 4 opsi pertama. Dan in lah niat pemerintah.

 

Tapi itu dia masalahnya. Partai politik menggunakan isu ini untuk memerlihatkan pada rakyat bahwa mereka membela rakyat. Maklum, pemilu capres 2 tahun lagi. Di depan TV dan kamera mereka tampak membela rakyat hari ini.

 

Masalahnya adalah, dengan tidak adanya pengurangan subsidi, ada lebih sedikit uang di APBN untuk membangun infrastruktur energy yang gue paparkan. Efeknya, guenya sih enak. Tapi anak cucu gue? Mereka suatu hari akan menjadi budak minyak bumi dan berkata, “iya, ada orang tolol di jama bokap gue yang gak mikir jauh ke depan…”

 

Mau anak kita ngomong gitu?

 

Mau berantas korupsi dulu sebelum cabut subsidi BBM? Itu belasan tahun aja gak beres-beres kok. Gus Dur gak bisa. Mega gak bisa. SBY gak bisa.

 

Mau bangun kilang refinasi, PLTG, bangun kincir angin sebelum cabut subsidi BBM? Pertama, itu butuh 3-5 tahun. Bangun kayak gituan gak bisa besok selesai. By the time we build it, Subsidi sudah makin parah.

 

Mau rampingkan PNS? Itu pertanyaan yang bagus tapi butuh berbulan-bulan prosesnya, jika tidak bertahun-taun. Belum lagi pasti ini dipolitisir sama anggota DPR atas nama yang sama dengan menahan cabutan subsidi BBM. Yaitu, “Atas nama Rakyat”.

 

Mencabut subsidi BBM bukan satu-satunya opsi. Tapi kenaikan harga minyak bumi itu nyata. Benar-benar nyata. Dan opsi-opsi lain yang ada di meja, makan tahunan sebelum efeknya kita rasakan.

 

Apakah gue suka dengan SBY? Gue menilai dia lambat dalam memberantas korupsi, so, no, gue gak suka. Tapi u know what? Gue lebih percaya pada SBY + menteri-menterinya seperti Dahlan Iskan, Gita Wirwayan, Agus Marto ketimbang anggota-anggota DPR yang tidak pernah tulus membela rakyat. Setidaknya pemerintahan kali ini terlihat ketulusannya. Liat SBY, meski gua gak suka dengan kelambanannya, dia masih santun. DAlam pidato BBMNya, udah dikebiri sama DPR, masih bilang terima kasih. Anggota DPR bisanya apa? Melancong dengan biaya 5 milyar per trip (bawa istri pula), pulang-pulang minta bancakan ke setiap bupati. Elo mau percaya sama orang kayak gitu? Mana yang elo lebih percaya? Gue sih pemerintah.

 Rgds.

137 responses to “Pencabutan Subsidi BBM”

  1. bella says:

    terus nulis yang kayak ginian bang!

  2. ei says:

    Tulisan keren…
    Emang seringnya yg disenayan itu asal njeplak, sok bawa suara kita. Kitaaaa? elo (warga senayan) aja kaleee…

  3. shasha says:

    Kang, kalo boleh bertanya, hubungannya SMI sm efeknya dengan peliknya masalah bbm ini apaan ya kang? :)

  4. rikigede says:

    dit, gue rasa akan lebih lengkap lagi artikelnya kalo elo juga nulis multiplier effect dari dicabutnya subsidi BBM di kalangan golongan menengah ke bawah. buat mereka kan berasa banget.

    • adhitya mulya says:

      Yep. OK./ Sebenernya gue udah bikin posting tentang ini di posting gue sebelumnya. judul: Rakyat & Transportasi. gue coba pikirin dan baca lagi deh efeknya.

  5. Ahhhh, kang adit, rutin dong nulis kayak gini.

    Mengedukasi pembacanya gitu lho…

  6. iman says:

    Kayanya penulisnya anti banget ama SMI nih hehe…btw utk alternatif lainnya bisa juga dengan naikin cukai rokok, bahkan dgn naikin cukai rokok bisa tercapai dua hal, pertama nambah pendapatan negara, kedua bisa ngurangin juml perokok.

    Jumlah perokok anak2 di Indonesia sangat meresahkan yg mana disebabkan oleh murahnya hrga rokok di pasaran dan minimnya pengawasan. Coba liat di luar negri, hrga rokok sengaja di bikin mahal, jadi anak2 dan org miskin ga mampu utk beli. Toh, efeknya bagus utk mereka, mendingan tuh uang dibeliin makanan utk keluarganya atau utk nambahin biaya sekolah anaknya.

    Imo, naikin subsidi itu cara paling gampang buat pemerintah ngurangin subsidi, tp juga cara paling cepet memiskinkan rakyat. Yang miskin tambah miskin. Gw kebetulan kerja di dunia poverty alleviation, gw sering ke daerah2, liat langsung itu org miskin makin menderita banget.

    Ngarepin BLT (BLSM), praktek di lapangan ga ada yg bener dlm penyalurannya, byk yg salah sasaran. Malah sering jadi bancakan sodara2 dan kroni2 perangkat desa tuh dana.

  7. mochi says:

    good post bro, ijin share di FB ya, biar makin banyak yg baca :)

  8. Ines says:

    Indonesia juga udah keluar dari OPEC, organisasi yang menaungi negara-negara pengekspor minyak, sejak 2008. Ini bukti bahwa Indonesia sendiri mengakui kalau mereka udah nggak punya posisi tawar di hadapan harga minyak dunia. Lha wong cuma konsumen.

    Tapi fakta ini banyak nggak diketahui orang, sehingga DPR bisa gampang memelintir isu, bilang negara kita kaya minyak. Entah spinning atau memang bodoh, sih.

  9. santi says:

    Gue dl kerja di perush exportir sawit. Emang ya kalo minyak dunia naik, efeknya berasa banget. Ga perlu itungan hari, itungan jam juga kerasa efeknya. Yg paling inget kalo ada gejolak harga minyak ya harus bayar bunker adjustment factor, bayar ke maer*k juga ya hahaha :)). Dr pengalaman kerja + cerita kerja kang adhit, kenaikan harga bbm tinggal nunggu waktu saja kok. Why so serious? :D

  10. afief says:

    analisis yang bagus dan tajam. ijin share gan.

  11. TriYoga says:

    mantab gan !

  12. Cut Ratu says:

    ijin share tulisannya ya mas Adhitya :-)

  13. agustin says:

    Kang Adit kayanya pinter bgt nih itung2annya…
    Kenapa ga melamar jd penasehat SBY aja kang…
    Gantiin yg skrg.

    Saya sih gak suka sama SMI. Tp ga suka juga menyangkut pautkan SMI sama naiknya harga BBM ditulisan ini…

    Sbg istri rakyat jelata, kl BBM dinaikin skrg jg msh terasa berat nih soalnya perjuangan buat nyekolahin anak di tempat yg bagus dan sistemnya OK itu ga murah jg kang, krn pasti swasta. belom lagi lokasinya gak ada yg deket dr rumah ..
    Nah, anter jemput pake bensin…
    Salah siapa? Salah gue? Salah pemerintah dong knp sekolah negeri ga nerima anak gue krn umurnya kurang dikit padahal secara otak anak gue mampu.. :p

    Pamit Lanjut masak lagi ya Kang…

  14. aku suka, menyentil konklusinya..
    well, ini tugas semua elemen masyarakat indonesia untuk menyelesaikan kasus ini.jangan cuma nyalahin pemerintah doang, sementara kita ongkang2 kaki nunggu kebijakan pemerintah..:)

  15. Erieque says:

    Beda profesi tentu beda pandangan. Kami kaum buruh dgn pendapatan Rp 1.5 juta menghidupi istri dan 2 anak. Belum lama kami berjuang habis2an untuk memperjuangkan upah sampai pada angka itu, jika subsidi dicabut anda bayangkan akibatnya. Ongkos transportasi (angkot) pasti naik, sembako pasti naik. Cabe aja gara-gara dgr bbm mau naik udah duluan naik. Skrg rp35rb di tangerang. Belum kenaikan barang2 lain. Pemerintah memaksa premium ke harga rp6rbu, sama dong ama malaysia. Pertanyaannya apakah upah buruh indonesia sama ama malaysia? Belum lg biaya kesehatan, pendidikan apakah semurah malaysia? Kami tak akan keberatan BBM naik jika kehidupan kami sudah lebih baik. Mau dibikin Rp 90rb perliter kayak di inggris silahkan asal kami tak lagi mikirin gmana buat makan esok hari.

    • adhitya mulya says:

      Untuk yang satu ini saya setuu. BBM boleh naik jika ada perbaikan hidup bagi golongan masyarakat tertentu. opsi di atas meja nmungkin menaikkan UMR. opsi kedua mungkin memberikan BLT. dan mungkin kita harus fair mencatat bahwa BL ini sudah direncanakan pemerintah bergandengan dengan naiknya BBM. namun tidak terjadi karena BBM tidak naik. terima kasih atas masukannya.

  16. kolt20 says:

    wah iya bang ane stuju banget nih..
    ini kalo jadi naek makin bingung gimana nasib usaha kecil saya. yang ada bangkrut gara2 ongkos.

    kalo pemerintah, ane ga percaya lagi ama pemerintah bang, menurut ane mereka ini cuman korupsi yang terintegrasi. untuk urusan korupsi nomer1. rakyat entah nomer berapa. yah, walaupun ada juga orang2 baik seperti yang abang sebutkan diatas seperti Dahlan Iskan, Gita Wirwayan, Agus Marto. tapi kan jumlahnya sedikit bang. semoga aja mereka2 ini yang belom buta bisa membawa kebaikan di tubuh pemerintahan itu sendiri.

    regards, nice share.

  17. Rica says:

    Analisanya sangat bagus, sayangnya rakyat indonesia juga udah kebiasaan di subsidi, jadi manja.. kendaraan bermotor juga murah dan sangat mudah di dapat

  18. Albert says:

    Saya setuju banget.. Aku izin share ya :)

  19. Kunthet says:

    Tulisan keren mas,

    Setuju sama pendapat mas Adhitya, kemaren liat rapat paripurna yang mbahas BBM keliatan banget banyak anggota dewan yang cari muka sama rakyat. Malahan ada anggota dewan yang turun ke jalan ikutan demo buat membatalkan kenaikan BBM. (kalo beneran pro rakyat, kenapa gak inisiatif mengurangi anggaran2 dewan yang kurang penting ya..)

    saya juga kagum sama tindakan nyata Dahlan Iskan, selain itu ada satu lagi yang saya kagumi.. SMI :)

  20. Audhina says:

    setuju, mau gak mau BBM harus naik. demand BBM udah jauh melampaui supplynya, apalagi BBM kan unrenewable. naiknya harga BBM bisa ngontrol tingkat konsumsi masyarakat yg udah candu bgt sm BBM (dimana kalo BBM naik semua harga ikut naik). lagian Indonesia masih lebih bnyk konsumsi daripada produksi, sangat wajar kalo minyak harus ekspor. btw sy anak SMA loh, dan logika kenaikan BBM ini udah dipelajari dari kelas 1.

  21. sifty says:

    really gr8 n edukatif post,bradaa…
    izin share yaa…^O^

  22. yoenan says:

    like dis yo…
    nice comment.. kalau bisa sih langsung di send ke e-mail tiap anggota DPR. pendapat ane, anggota DPR saat ini mereka bukan lulusan S1, menurut saya malah hanya sekumpulan anak TK yang mengeluarkan pendapat sesuai dengan arus yang ada tanpa mengeluarkan solusi. jadi ngemeng doang dan ga punya jalan keluar. makanya mumpung jadi anggota DPR, yuk kita ke luar negeri.. kapan lageee gt lohh… pendapat ane tentang pemerintah saat ini terlalu banyak diracuni oleh kepentingan parpol, jadi ketika berpendapat salah satu menteri yg dari parpol pasti berpikir dua kali “apa ya yang bisa nguntungin buat parpul gue”.. tetapi tidak untuk menteri independen seperti Dahlan Iskan (gue ga bela2 dia ya), dia berbuat tanpa berpikir keuntungan buat parpol, so apa yang menurut dia salah kalau bisa diselesaikan di tempat, Why not ?.. seperti kasus di pintu tol dalam kota jakarta, yang dia buang kursi dari gardu pintu tol… yah kita cuma “wong cilik”, cuma bisa berharap pemerintah membuka matanya untuk kondisi yang carut marut saat ini…

    DAMN, I love Indonesia !!!!

  23. ichanx says:

    sepakat dengan hampir semua isinya.. terutama poin-poin cara yang perlu dilakukan, plus “nyentil” para penggemar SMI :))

    tapi *perlu dong ada tapi*, agak kurang setuju dgn itung2an di awal. coba liat itung2an yang lebih detail (asumsinya lebih rinci) di blognya kwik kian gie (meskipun gak sedetail pemerintah). Sebenernya bukan pemerintah dirugikan karena “subsidi”, tapi potensi profit pemerintah berkurang karena menjual bbm dibawah harga pasar. in fact, gak ada subsidi di bidang bbm ini.

    kalo pemerintah kekurangan dana APBN, gw lebih setuju mengoptimalkan pemasukan dari pajak, bukan menjadikan minyak sebagai sumber pendapatan. Gimana mengoptimalkan pajak? gak perlu lah naikin pajak cukup dengan keseriusan pemerintah (termasuk DPR) ngeberantas korupsi di ditjen pajak yg sulit bgt ketauan karena gak ada transparansi pajak.

    • adhitya mulya says:

      Terima kasih Ichanx. tapi memang esnesinya sama, yaitu lebih banyak dana dibutuhkan untuk membangun infrastruktur. dan memang cara terbaik adalah memberantas korupsi. Namun, kudu kumaha atuh eta nu koprsi meuni sarerea. gak beres-beres.

  24. popip says:

    Nice blogpost :) btw Dahlan Iskan juga not that good, Kang.

  25. dianekar says:

    Setelah mengikuti matematika bang Adit (sambil usap-usap hidung mikir) woah,,,,,,

    Setuju kata mbak prilisyahfitri semua berpulang kita sebagai elemen masyarakat bisa berbuat apa dengan kondisi negara seperti ini. Setelah ini kita mau kemana?
    Ah ya….
    Salah saya jika postingan sebagus ini tidak dibaca banyak orang. Ijin Share link bang Adhit….

  26. MEL says:

    Terima kasih, tulisan ini makin membuka pikiran saya.
    Saya sampai sekarang tuh penasaran sama hitung2an Pemerintah, mestinya transparan ngasih tahu itu angka2 itu dr mana supaya ada gambaran.

  27. Meidy says:

    Broer,
    Pada dasarnya gw lebih senang subsidi itu dicabut semua, dengan catatan uangnya kembali lagi ke rakyat. Sekolah gratis, kesehatan gratis dan transportasi massal yg bagus jangan BLT yg gak bener itu.
    Kalau gak gitu alias dikorup lagi ya percuma coy.
    Intinya kalau mau rakyat berkorban ya pemerintah juga harus berkorban juga.
    Oya jangan ada PNS yg bawa mobil dinas ke rumah, trus PNS yg tua yg rata2 pemalas dan makan gaji buta dipecat. Yg baru masuk gw rasa masih etos kerjanya bagus.
    Ah banyak lah yg harus diubah di negeri dagelan Indonesia tercintaku ini.
    GOD save my country!

  28. amier says:

    apa pun keputusannya setuju banget …. !!!!!
    (semangat staff nich).

    dan sepertinya kita sendiri nich yang perlu dikasihani … mengapa seperti itu ? bayangin aja kita kirim wakil kita untuk berpikir untuk memperjuangkan nasib kita eh ternyata yang di perjuangkan malah ego, partai, keras kepala mereka dan lain lain.

  29. irsyad says:

    thx buat tulisannya..ane jd semakin ngerti sama kenaikan BBM yang semestinya harus naek…”

  30. realis says:

    Tulisannya membuka pikiran saya, ini langkah awal saya mau investigasi lebih lanjut ttg BBM. Tapi, kok makin diamati tulisannya kayak ngajak ribut ya. Namun, tetap ini pandangan yang cukup konkrit.

  31. Catatan says:

    Dari tahun lalu hingga akhir 2012, beberapa instansi pemerintahan sedang dalam masa moratorium alias tidak dilakukan rekrutmen CPNS. Dengan begitu akan banyak PNS-PNS yang dipensiunkan dan kemudian baru dilakukan penerimaan CPNS lagi sekitar tahun 2013. Cara pertama lagi in progress yes berarti.

  32. Pernah kerja di minyak. I feel your rage.

  33. Marcel wazenk says:

    Gue setuju itu,-
    pertanyaan saya!!di indonesia,banyakkan mana?org kaya atau org miskin?,yg paling banyak memakai BBM org kaya atau org miskin?,sebenarnya siapa sich yg dirugikan?
    emangnya BBM di berikan pemerintah pd org miskin dipakai utk bersantai??kan utk mendapatkan uang!!!,
    huuff,itulah politik,.!

  34. felisiana says:

    sejauh ini saya merasa setuju dengan kenaikan BBM karena faktor sederhana, dengan naiknya harga premium penggunaan kendaraan pribadi berkurang dan lingkungan lebih bersahabat. tapi sekarang, dengan argumentasi ini, saya juga jadi berpikir lebih kompleks :D saya sangat setuju sekali.
    dan saya kecewa dgn penundaan kenaikan BBM, terutama karena kebijakan larangan bagi mobil pribadi untuk membeli premium tidak jadi diberlakukan. menurut saya itu salah satu rem bagi konsumsi subsidi yang ada :D

  35. felisiana says:

    oiyaa, satu hal lagi. seharusnya artikel ini wajib dibaca oleh para mahasiswa. karena argumen seperti hal tersebut di atas yang menjadi bahan pertimbangan para mahsiswa yang memancing kerusuhan melalui demonstrasi. sayang sekali, imej mahasiswa di media bukan seperti orang yang duduk di perguruan tinggi. such a shame, because they should know better :)

  36. Erry says:

    Agree Mas,.

    Saya juga gak suka dengan SBY,.

    Tetapi saya option – option yang dibuat oleh SBY lebih masuk akal,..

    Daripada orang orang senayan anggota DPR,.. Gak mutu,.. Orang yang kurang pintar disana saya pikir kurang layak kalau berhadapan dengan orang pintar seperti bapak agus marto,..

    Nice Share bro,.

  37. memo babe says:

    bulshit omongan lo, lo bisa bicara gini karena lo kerja di perusahaan tranportasi terkemuka dengan gaji+bonus yang wah, coba lo kerja sebagai buruh pabrik pasti lo akan menentang kebijakan kenaikan BBM karena efeknya akan membuat lo gak bisa beli susu buat anak lo. dan satu lagi gw gak suka lo mengkaitkan SMI dengan korupsi gayus dan teman2nya … apa hubungannya ???

    • adhitya mulya says:

      gampang aja. Dia menterinya waktu itu. Dan ya kalau tidak suka silahkan saja. Saya memang tidak menulis untuk disukai orang. Monggo untuk tidak setuju.

  38. Yeni says:

    wah wah keren gini tulisannya. ijin share lah. eh by the way, mas adit ada masalah ama SMI?

  39. IAn says:

    tulisan yg bagus.. tp sayang kok agak mendeskreditkan SMI dan menyanjung JK… saya ada cerita… saya kenal dengan beberapa orang yg kerja di kemenkeu.. baik itu orang yg baik (jujur) dan tidak baik.. menurut orang yg baik SMI telah membawa perubahan di departemen keuangan.. apabila sebelum SMI orang baik adalah oknum / hanya sebagian kecil di depkeu, tetapi setelah SMI orang seperti gayus yg menjadi oknum.. saya pernah di curhati oleh seorang pegawai pajak yg tidak, di merasa frustasi setelah SMI menjadi menteri keuangan.. dia bilang ke saya “kalo mau kaya jangan kerja dipajak..” memang dia telah masuk depkeu sebelum SMI menjadi menkeu.. dan saya rasa kekayaan dia dapat sangant tidak wajar.. memang untuk membersihkan suatu lembaga yg kotor tidak bisa seperti membalik telapak tangan.. saya yakin andapun setuju… lalu kenapa tidak menyalahkan orang yg memimpin depkeu sebelum SMI?
    Lalu dengan JK… apakah anda pernah mendengar kasus monorai jakarta yg terhenti? JK pernah meminta kepada pemerintah untuk menjamin kepada investor apabila investasi yg ditanam investor asing tidak kembali sesuai dengan rencana (jualan monorai tidak laku) maka pemerintah akan mengembalikan investasi investor asing tersebut… jd apabila proyek monorail gagal dalam penjualan maka pemerintah harus mengembalikan dana yg telah di investasikan oleh investor.. sedangka. protek monorail adalah proyek swasta… saya beri sebuah analogi sedernaha.. anda ingin memulai usaha dan untuk modal anda meminjam kepada bank… dan anda meminta jaminan ke RT agar jika usaha anda gagal, utang anda akan di bayarkan oleh pemerintah…

  40. Intan says:

    udah pernah disampaikan langsung ke DPR mengenai tulisan Anda? supaya mereka lebih sadar.

  41. widia says:

    artikel yang mencerahkan …!!!! semoga para mahasiswa yg demo kemaren bisa sadar dan mau belajar sebenarnya kepantingan siapa yg mereka pertaruhkan …..!!

  42. widia says:

    yang bikin rusuh, anarkis dan merusak fasilitas umum, apakah mereka ngak nyadar ya klu yang mereka rusak itu juga dibangun dari uang negara yang tdk sedikit …..

    saran saya sih sebgai pemuda kita boleh kritis tapi jangan anarkis ……

  43. wsw36 says:

    wah, membaca tulisan agan sungguh membuka pemikiran saya..
    super sekali gan…

  44. aan haryana says:

    Mantap nih penjelasannya… :)

  45. dian says:

    Baru baca di Kompas, BBM bersubsidi dikonsumsi 93% oleh kendaraan pribadi, 40% motor, dan 53% mobil, means, kalo APBN 2012 buat subsidi BBM adalah 137T, berarti mobil2 pribadi menyerap APBN sebesar 72,6T. Bandingkan dengan APBN untuk BOS yg 9,5T dan Jamkesmas yg 7,3T.

    Gue pribadi bingung kenapa pemerintah gak bikin aturan ketat soal penerima BBM bersubsidi. Kalo mobil pribadi gak boleh pake BBM bersubsidi, harusnya pemerintah bisa menghemat APBN 72,6T, bisa deh tuh salurin buat pembangunan infrastruktur energi lain. “Yah, terus yg pas2an harus bayar cicilan mobilnya gimana.” Hello, yg susah makan aja banyak, susah jg kalo pemerintah harus mikirin orang susah bayar cicilan mobil.

    Gue jg bingung sama masyarakat sini sendiri, maunya enak aja, duit ngepas tetep kekeuh beli mobil daripada naek angkutan umum. “Duh, naek angkot kan panas, macet, pemerintah gak bisa kasih armada transportasi yg nyaman.” Yaelah, yg bikin macet jg lo2 jg, yg pada salip2an di jalan, yg ngambil jalur busway ampe busway ikutan kena macet.

    Gitu deh, mental masyarakat sini mayoritas sih sama aja ama anggota DPR. Gak ngaku? Oke, yg punya mobil tp masi pake premium siapa?

  46. dian says:

    Baru baca di Kompas, BBM bersubsidi dikonsumsi 93% oleh kendaraan pribadi, 40% motor, dan 53% mobil, means, kalo APBN 2012 buat subsidi BBM adalah 137T, berarti mobil2 pribadi menyerap APBN sebesar 72,6T. Bandingkan dengan APBN untuk BOS yg 9,5T dan Jamkesmas yg 7,3T.

    Gue pribadi bingung kenapa pemerintah gak bikin aturan ketat soal penerima BBM bersubsidi. Kalo mobil pribadi gak boleh pake BBM bersubsidi, harusnya pemerintah bisa menghemat APBN 72,6T, bisa deh tuh salurin buat pembangunan infrastruktur energi lain. “Yah, terus yg pas2an harus bayar cicilan mobilnya gimana.” Hello, yg susah makan aja banyak, susah jg kalo pemerintah harus mikirin orang susah bayar cicilan mobil.

    Gue jg bingung sama masyarakat sini sendiri, maunya enak aja, kelas menengah yg duitnya ngepas tetep kekeuh beli mobil daripada naek angkutan umum. “Duh, naek angkot kan panas, macet, pemerintah gak bisa kasih armada transportasi.” Yaelah, yg bikin macet lo2 pada jg, yg salip2an di jalan, yg masuk jalur busway ampe transjakarta ikutan macet.

    Mental masyarakat sini mayoritasnya sama aja kayak anggota DPR. Oportunis. Gak ngaku? Siapa yg punya mobil masih pake premium hayo?

  47. yudha says:

    kok semua mengarah ke S** M**** sih ?

  48. ran says:

    Boediono dan Sri Mulyani bukannya tak punya alasan kuat ketika menolak memberikan jaminan untuk proyek listrik. Keputusan Presiden Nomor 59 Tahun 1972 tentang penerimaan kredit luar negeri itu melarang badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, maupun perusahaan swasta menerima kredit luar negeri yang mengharuskan adanya jaminan pemerintah, termasuk Bank Indonesia dan bank milik negara. Tidak mungkin aturan itu ditabrak begitu saja.

    Lagi pula, ada dua pelajaran mahal yang harus dibayar Indonesia gara-gara pemerintah menjamin proyek serupa di masa Soeharto dulu. Lantaran membatalkan PLTU Dieng dan Patuha, Indonesia diharuskan membayar US$ 260 juta (Rp 2,34 triliun) kepada Overseas Private Investment Corporation (OPIC), dan US$ 300 juta (Rp 2,7 triliun) kepada Karaha Bodas Company untuk PLTU Karaha Bodas. Bukan tidak mungkin kejadian ini bakal terulang.

    Kutipan dari: http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2007/05/07/EB/mbm.20070507.EB123886.id.html

  49. RHW says:

    Untuk proyek PLT batu bara 10 ribu tahap I, itu adalah proyek yang jauh dari target capaian. Pembangunan terlambat dan yang beroperasi pun tidak memenuhi minimum target. Akibatnya, pemerintah harus mensubsidi PLN lebih banyak dari perkiraan karena harus menggunakan diesel. Biaya > hasil. Biang keladinya adalah kontraktor dari Cina yang tidak perform. Siapa yang memaksakan untuk menunjuk mereka? JK. Jika ingin menunjukkan seseorang is not that good itu akan selalu bisa, lebih baik fokus ke sisi positifnya :)

  50. abel says:

    Seharusnya perusahaan yg gede ga boleh pake BBM subsidi kaleee. Apalagi eksportir. Curang. Bensin n solar banyak yg bocor ditengah laut sana. Trus dijual lagi dgn harga miring ke perusahaan yg cuma pengen untung gede.
    BBM subsidi tu untuk rakyat ga mampu.
    Masa mobil karyawan tambang ngantri bensin murah.
    Jangan2 nyambi jadi pelangsir tuhhh.

  51. edo, pf says:

    BLT adalah cara pembenaran yg sangat salah untuk bisa menjadikan subsidi boleh dan diterima untuk di hapus. maksudnya begini:

    rakyat harus diberitahu bahwa subsidi BBM dikurangi itu karena kemampuan negara ini untuk mandiri dalam bidang energi jelek.

    dan kenaikan BBM karena harga minyak dunia naik; jadi Indonesia yg untuk bisa memenuhi kebutuhan BBM dari impor, kena imbas, yaitu harus memberi subsidi untuk menahan harga BBM di harga sebelum tanpa subsidi.

    sejauh ini politik pencitraan masih menjadi agenda utama dari pemerintahan SBY, sori, beliau dan kabinetnya memang sudah membuat kemajuan tapi belum seberapa hasilnya karena banyak kali terhambat dengan program pencitraan. borok pemerintah nggak diberitahukan ke rakyat; bilang dong dalam rapat tahunan dan evaluasi kerja DPR seberapa sih riilnya kemampuan pemerintah untuk menyuplai kebutuhan energi negeri ini.

    Kwik Kian Gie pernah bilang dengan sangat jelas, nggak ada alasan untuk bangsa yg punya setidaknya, 4 sumber energi secara melimpah (tambang minyak, batu bara, sinar matahari dan panas bumi) mengikis habis dana pajak rakyat untuk membayari subsidi. kecuali – ini bagian kecualinya – hidup cuman di masa kini.

    lupa kalo pemerintah maksain subsidi itu; yg sbenernya ada hubungan eratnya dgn pencitraan politik, akan membebani anak cucu kita. yg dibilang sama adhitya itu bener; suatu hari anak cucu kita akan melihat bahwa ada orang dijaman ortunya yg mengambil pinjaman dan pembayarannya….. dijatuh tempokan di masa depan, yaitu di masanya dia, si anak hidup di indonesia. kasihan nggak tuh
    ok mungkin kasihan kata2 yg nggak lengkap menggambarkan potensi bencana dari berlipat2 bunga utang tersebut.
    tidak bertanggung jawab

    jadi gini, saya belajar ekonomi dan dalam hal ekonomi, saya bilang bahwa pinjam uang, atau utang itu nggak salah, nggak buruk dan nggak juga nunjukin lemah, itu nggak sama sekali…

    asal,

    utang itu ada tujuannya yg jelas. dan rencana penerapan serta kontrol untuk pelaksanaan rencan itu dapat dievaluasi.

    utang itu mutlak harus bayar plus bayar bunga, kalo utang dalam konteks multilateral, atau ke organisasi multinasional jumlahnya pastilah memberatkan juga, ingat yg bayar pajak itu orang kita sendiri.

    nah utang untuk subsidi BBM itu salah karena nggak ada rencana jangka panjangnya yang bisa untuk mengkompensasi jumlah bunga hutang yg harus dibayar.

    mungkin ini jaman demokrasi, teman2, saya percaya ini jaman demokrasi di indonesia, hanya saja dalam penerapan sehari2 kurang terasa bahwa ini adalah demokrasi yg dewasa.

    demokrasi kita baru sebatas di permukaan bila boleh saya sederhanakan. kenapa? masih banyak tindakan pemerintah yg tidak bisa di pertanggung jawabkan secara akuntabilitasnya rendah. badan yg harusnya bertanggung jawab untuk mengaudit rencana2 pembangunan proyek nasional masih rentan sekali disusupi kepentingan berasas KKN.

    maaf, apa kah ini sebenarnya masih mirip dgn jaman suharto? masih berusaha menyenangkan hati rakyat untuk kepentingan diri sendiri , jadi pas pemilu, pilkada, seleksi badan negara kepilih lagi.. suharto juga gitu kan, pinjam uang pake buat pembangunan dan di masa depan rakyat deh yg bayar,

    ya sekarang harus dihentikanlah, ánggap aja (karena sulit untuk dapet data tentang indonesia yg belum diplintir / dipolitisasi) bahwa keuangan negara nggak kuat untuk membiayai subsidi BBM, ya sudah rakyat jangan minta untuk tetap pertahankan subsidi itu karena apa? sudah saatnya untuk berhenti mengirimkan kesusahan kita ke masa depan ke anak cucu kita untuk membayar hutang demi kehidupan kita yg senang sekarang.

    pemerintah, rakyatmu ini sudah membayar pajak, kalau pun pajak itu mau dipakai silakan tapi pikir sebelum pakai uang itu, apakah itu akan memberikan dampak yg baik dan setimpal dengan uang yg dikeluarkan.
    bahkan bila kalian para anggota dewan sudah menghitung lagi dan tetap memutuskan untuk mempertáhankan subsidi BBM; entah dgn naikkan pajak untuk bayar itu, atau mau hutang ke luar negeri atau perampingan budget di suatu cabang (kuharap bukan dana anggaran pendidikan dan kesehatan) ambilahlah langkah itu asalkan di masa depan ada hal yg lebih baik, yang nyata, yang bisa berdampak positif

    bikin fasilitas, bangun infrastruktur, bangun fasilitas energi, bangun sesuatu yg ada dampak riilnya! maka tidaklah salah langkah yang kamu ambil itu, nah kalo itu sudah kamu lakukan , maka dipastikan rakyat akan memilihmu lagi, mungkin nggak sekarang karena itu butuh waktu, tapi toh, kamu tentu akan senang dihari kamu mati dan kamu masih berita nasional, rakyat berduka atas kematianmu dan mengenangmu sebagai naka bangsa indonesia yg mereka cintai. semoga kalian masih bisa mendengar suara rakyatmu yg sungguh cinta indonesia dan masih berharap atas bangunnya bangsa ini dari keterbatasannya.

    salam bangga,

    anakmu dari Indonesia,

    Edo, pf

  52. ucok says:

    setuju tuh sama dian..
    terlalu gembira nih orang2 klo di kasih subsidi..
    bukan haknnya kok di ambil..
    harusnya buat mereka yang golongan bawah tuh subsidinya..

  53. dita says:

    Setuju banget. Emang ini ‘the hard way’ tapi toh along the way insya Allah kita juga akan terus belajar menjadi bangsa yang kuat dan gak manja.

  54. tengku says:

    sebetulnya memang dapat menguntungkan negara ketika bahan dasar minyak(minyak mentah) naik dipasaran untuk indonesia,tetapi indonesia masih impor minyak jadi dari luar,ini salah satu pemicunya memang,dahulu memang indonesia negara eksportir minyak tetapi sekarang negara ini menjadi negara importir,dan ditandai dengan keluarnya indonesia dari OPEC pada tahun 2008.sekedar untuk mengingatkan, eropa hampir bangkrut dikarenakan pemerintahnya mengucurkan subsidi yang terlalu besar untuk rakyatnya,kerugian negaranya sangat besar ketika ada gejolak negatif dari ekonomi atau minyak dunia.nah itulah kenapa subsidi kita harus dikurangi,untuk menghindari kelemahan indonesia dari segi keuangan. selain itu kenaikan bbm yang dibuat pemerintah sebenarnya baik,1.membuat masyarakat lebih kreatif.2.membuat masyarakat tidak manja(salah satu contoh kita kadang untuk jarak 100 meter saja pengennya naik motor,ini menandakan masyarakat tidak merasa bbm itu mahal)3.ini juga menjaga kestabilan lingkungan kita,semakain kita hemat energi semakin baik juga lingkungan kita,setidaknya mengurangi explorasi alam yang berlebihan.ingat minyak adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui,kalaupun bisa dapat memakan waktu yang sangat lama,ribuan tahun.tetapi subsidi bbm yang dikurangi harusnya dapat dialokasikan(disubsidi) kebagian yang lebih strategis dan efektif,saat ini masyarakat indonesia sebenarnya rindu dengan kendaraan alternatif,angkutan umum yang layak,walaupun biaya diawal besar tetapi jangka waktu pemakainannya lebih lama dan lebih menguntungkan.pengeluaran yang dianggap tidak penting sebisa mungkin harus dihilangkan,serapan apbd atau apbn bukan untuk digunakan dengan sembarangan untuk sekedar menunjukkan kinerja,karena pemerintah selama ini menganggap dana yang tidak terserap merupakan bentuk dari kurangnya kinerja.sehingga kadang untuk menunjukkan kinerja serapan dana tersebut jadi digunakan kepada hal yang tidak penting.sekedar untuk berbagi saja,kalau memang ada kekurangan saya mohon maaf,saya masih harus banyak belajar.trimakasih.

  55. agung nur fauzi says:

    hadowwwwwwwwww ngenemg epe sih sih ini……………
    60% rakyat itu butuhnya cuma bisa makan, gak butuh mobil mewah dan wah..wah..wah..lainnya
    gak usah berteori dahs
    sekarang siapa yg sanggup bikin indonesia makmur

  56. citra says:

    Bisa dijelasin pas korupsi pajak aktif di masa sri mulyani ini maksudnya apa ya? Ga mudeng aku..

  57. Tri says:

    Setuju.
    Tapi dasar sudah biasa dimanja, dan sulit untuk diajak berbikir panjang, ya begitulah, diajak berhemat, supaya bisa mulai merangkak mengejar ketinggalan, nggak ada yang mau.

  58. kids party says:

    nice article and posting…

  59. Njajal says:

    IMO, tujuan subsidi adalah untuk mencegah harga biar tidak naik. padahal tiap tahun BI mengeluarkan inflasi sebesar >5%, hal ini membuat harta kaum penerima subsidi tergerus oleh inflasi, akan tetapi pendapatan mereka stagnan karena adanya subsidi tersebut.

    tidak seperti India ato China yang cuma kaya akan SDM, Indonesia adalah negara yang kaya akan SDM dan SDA, dengan potensi seperti ini, maka perlu ada perubahan mindset dari negara semi-sosialis yang memboroskan dana negara, menjadi negara kapitalis yang bisa mengoptimalkan kekayaan yang ada di atas, maupun dibawah permukaan bumi Indonesia.
    amin…

  60. fau says:

    Tulisan anda bagus, kecuali bias sentimen anda ke Sri Mulyani. Anda kurang pengetahuan konteks mengenai apa yang anda tuduhkan pada SMI.

    sdr. ran menjelaskan sekilas di atas. dan saya tahu persis beberapa kali tekanan dari JK untuk proyek infra itu “kebetulan” kontraktor/pemainnya adalah grup yg berhubungan dg JK. Cek itu, kalau tidak percaya.

    Sayang sekali tulisan bagus menjadi rusak karena sentimen yang tidak didukung pandangan komprehensif.

  61. salam,

    Saya mendapatkan informasi dari teman mahasiswa yg TIDAK PERNAH dipublish oleh media (kenapa? kita nanti akan membahasnya)

    1. jika kenaikan BBM itu murni kenaikan, mahasiswa tidak ada masalah, tetapi kenaikan BBM ini “ditunganggi”, ditunganggi oleh siapa? Jadi ada sebuah kasus dimana perusahaan minyak dari luar negeri merugi saat menjual BBM ke negara yg mensubsidi BBMnya, mereka kalah bersaing soal harga. pertanyaan = shell lebih murah dari pertamax ?

    2. Pemerintahan dari awal memang menginginkan kondisi chaos, untuk issue ini pemerintah mengeluarkan 8000 personil TNI dan POLRI, saya rasa tidak perlu sebanyak ini, ini bukan 98

    3. media dari awal menghembuskan issue bakal ada tindakan anarkis

    4. Perlu diketahui yang melakukan pembakaran adalah ALIANSI bukan mahasiswa dan yang ditembaki mahasiswa (case YKI)

    5. Massa sengaja diprovokasi untuk dibuat bertindak anarkis, kenapa ? agar asumsi masyarakat bersifat negatif terhadap demo kenaikan BBM

    Saya mencoba melihat dari perspektif berbeda

  62. Diah says:

    Ijin share ya mas Adhit ^,^

  63. Kang Jodhi says:

    kang adit
    saya rasa anda pasti salah, di bagian ini
    “subsidi BBM dan listrik + belanja gaji PNS = 60% APBN. Hanya tersisa 40% untuk pembangunan infrastruktur dan perkembangan bangsa”
    Anda tidak menyebutkan porsi APBN yang dipakai untuk membayar bunga hutang (yupp, hanya bunganya), nilainya lebih dari subsidi BBM.

  64. blah says:

    tahun 2008 genteng rumah saya bocor. siapa menteri keuangannya waktu itu? sri mulyani

  65. Moko says:

    Saya sedih dengan bangsa ini, saya sedih setiap hari jutaan liter bensin dihambur-hamburkan. Itu energi tidak terbarukan dan mereka entah sadar atau tidak dengan entengnya menghamburkannya.

    Ketika pemerintah berencana menaikkan BBM jutaan orang berdemo. Saya menulis ini saya bukan mewakili pihak manapun namun saya hanya mencoba obyektif. Dari sudut pandang pemikiran saya. Menuduh pemerintah tidak pro rakyat atau kapitalis. Tetapi lihat beberapa tahun kedepan ketika energi kita semakin habis dan masyarakat tidak menyadari dengan berhemat energi. Anda akan merasakan kapitalisme yang sebenarnya karena kita harus membeli energi dari luar dan dengan harga yang sangat mencekik leher.

    Mungkin apabila BBM jadi naik, masyakarat Indonesia akan lebih berhemat energi, merubah masyarakat lebih memanfaatkan transportasi publik.

    Saya tidak tahu apakah bangsa ini menjadi bangsa yang sangat pemalas karena terbiasa dengan subsidi. Ketika subsdi ditarik mereka mengeluh bahkan sebagian merusak.

    Membeli sebungkus rokok setiap haripun mereka sanggup, membeli ratusan ribu pulsa pun mereka sanggup. Tetapi sedikit kenaikan BBM untuk kenaikan negeri mereka membara.

  66. Kusara says:

    Papua saja bisa, kenapa yang lain tidak?

  67. sigitaku says:

    kang adhit,
    good analysis….keep posting….ternyata masih banyak orang yang pemahamannya sama gw….ijin share juga ya….

    dear all,
    kalo baca posting reply temen2 semua, hal ini menunjukan bahwa masih banyak warga indonesia yang masih berpikir realistis dan sustainable. jadi pertanyaan gw, yang kemaren pada demo, siapa sih yang ngajarin??????

  68. Ahmad S says:

    @mas Hatta, saya setuju dengan pendapat Anda, menurut saya segala keputusan yg terjadi di Indonesia ini akan selalu ditunggangi dengan kepentingan2 bagi mereka yg berduit. semua berita yang ada di tv hanyalah sebuah alat yg digunakan agar membuat bingung masyarakat yg tidak tahu menahu ttg maksud dibalik setiap tindakan pemerintah. ada banyak hal yg kita tidak pernah tau dan tidak pernah di publis di media massa. maka dari itu kita jangan melihat sesuatu dari yang hanya kelihatan saja. tapi liat pola yang sudah umum terjadi di negri ini dan di negara2 lain.

  69. mirah says:

    tulisannya bagus, tapi datanya dari katanya katanya. kebanyakan menurut saya dari tv dan koran plus katanya katanya, gak dari pengalaman langsung (salah satunya jatah kursi pns, data klasik). kalau mau tahu sibuknya pns di kementerian ngurus negara, sini duduk bareng saya bikin satu regulasi, saya yakin mencret di minggu pertama. jumlah kebutuhan pns tidak bisa di generalisir dan tidak bisa disamakan kualitasnya. pns daerah boleh lah ada kkn, tapi penerimaan pusat sudah transparan. tes bumn dan tes pns sudah sama tahapnya sekarang dan memakai jasa psikologi yang sama. tapi, okelah kalau pns dikurangi setengahnya, kerjaannya jadi double, rewardnya apa? gaji pns dan penghasilan bersih pedagang bakso di jakarta itu lebih tinggi pedagang bakso. (sapa suruh jadi pns? tapi kalau gk ada yang mau jadi pns negara ini dikelola siapa?) okelah ada pengurangan 60 persennya. 60 persen x 4jt itu jadi tangungan negara. pernah mikir juga gak kalau jumlah pns dibanding penduduk itu masih jauh dari layak? coba deh bandingin perbandingannya dengan singapura. ok kalau misalkan kita tiru singapura perbandingannya tapi tiru juga rewardnya. pengurangan jumlah pns itu intinya hanya politis dan pencitraan, solusi jangak pendek tanpa melihat substansi masalahnya. seharusnya bukan pengurangan yang dilakukan, tapi pns yang sekarang perlu diberdayakan lagi, kamu bisanya apa, kamu melakukan ini. pengurangan pns lewat jalur paling instan, pensiun dini, justru jadi beban negara, mereka gak kerja tapi masih dapat uang pensiun. pilih mana? mau pensiun ditiadakan? paripurna dulu lah kita. terus nasib yang tidak dipensiunkan kerjaannya jadi dobel gimana? pns itu susah lo dinaikin pendapatannya jadi layak. beda lah kayak di swasta yang dikontrol sendiri. jangan bandingkan sama pemecatan di swasta. variabelnya banyak sekali. gk gampang.

    agus marto? big no. tanya kenapa sby ngasih dia dua wakil mentri. dua lo bukan satu. highlight. karena dia gak bisa ngapa2in. ask your friends in ministry of finance. hanya pencitraan doang. bayangin lah 1/3 kerjaan sri mulyani dikerjakan 1 agus marto. he is nothing. belum lagi masalah emosi dia dan gaya kepemimpinannya. tanya lah temen2mu di bank mandiri di era agus marto. mereka “bakar kambing guling” saat agus marto pindahan.

    dahlan iskan? dia punya ide bagus tapi tidak punya kharisma kepemimpinan. bawahannya para bumn ada yang patuh gitu? sering2 naik krl bareng saya di daerah urban, jangan mobil terus. apa perubahan pt.kcj setelah dapat kunjungan dia? null. itu di tol akhirnya ngamuk karena gak didengerin 3 bulan. trus sama bank mandiri dicuekin akhirnya jualan etoll sendiri. dia gak punya kharisma.

    saran saya,alami dulu baru nulis. kesian tulisannya bagus tapi faktanya banyak yang salah. terutama juga masalah papua itu. coba lah main2 dulu, observasi orang2 di sana.

  70. Alma says:

    Ya.. namanya juga negara demokrasi. Siapa pun itu yang duduk di pemerintahan, baik itu eksekutif, legistalif, maupun yudikatif, adalah cerminan dari masyarakat. Jadi sampai kapan pun, kalau masyarakat didominasi orang-orang bego, maka pemerintahan pun isinya orang-orang bego. Ya jelas, yang milih mereka (pemerintah) kan orang-orang bego.

    Makanya dulu, presiden pertama kita mencanangkan sistem demokrasi terpimpin. Tapi segala-galanya berubah, menjadi demokrasi aut-autan kaya sekarang. Apalagi orang-orang pintar di negeri ini tidak banyak yang berani menjadi pemimpin, cuma memikirkan perut sendiri. Dan mereka-mereka yang bodoh, korup, dan hal-hal negatif lainnya, yang menjadi pemangku jabatan di negeri ini.

    Semoga kedepannya jauh lebih baik.

  71. Aditya says:

    Tulisan yg bagus mas adhitya mulya.

    walo banyak informasi yg kurang tepat,tp gak salah juga.

    intinya, shit happens in our country.

    PNS kementrian gaji rendah, tunjangan dan insentif rapat sgudang.
    gw kerja di swasta, pendapatan gw lebih rendah dr PNS kementrian. gaji gw emank lebih tinggi sih

    knp pada kebakaran jenggot sih soal sri mulyani.
    kenyataannya pegawai menteri keuangan di zamannya banyak yg korupsi ugal2an emanknya bukan tanggung jawab dia ya sbg pemimpin?
    ada yg berani bilang jumlah koruptor di dirjen pajak dan bea cukai cuma sedikit?
    ya klo harus pake bukti, korupsi di Indonesia mah dikit kali. kan dikit bgt yg kebukti. :))

    haters gonna hate!
    just keep writing bro!

  72. Wien says:

    Aq br pertama baca blog ini, keren bgt tulisannya. Lumayan mencerahkan. ijin share y mas…

  73. roberto54 says:

    sila baca ini http://www.imf.org/external/np/loi/2000/idn/01/
    suka dengan komen2 di atas

  74. makkur says:

    By The Way, Sri Mulyani aktif waktu presidennya siapa? SBY

  75. herry says:

    informasi yg sangat menarik
    klo saya boleh menyumbang pemikiran mengenai BBM, hukuman denda dan penjara bagi pemilik mobil pribadi dan taksi mewah yg menggunakan BBM bersubsidi. Ga usah pandang berapa harga mobil yg dilarang, pukul rata aja semua mobil pribadi dan taksi mewah.
    hal ini akan membuat mobil2 tua yg berpotensi meningkatkan polusi akan berkurang. orang2 yg sebenarnya miskin yg cuma mampu tinggal di gang sempit ga perlu berlaga sok kaya dngn membeli mobil yg menyebabkan seringnya macet di jalan kecil krna banyak mobil parkir di pinggir jalan.
    Perusahaan yg tidak memiliki peran penting dalam mensejahterakan hajat hidup org banyak tidak boleh menggunakan BBM bersubsidi.

  76. iwan says:

    kalau saya memang setuju dengan kenaikan bbm, kenapa? karena dengan kenaikan bbm kita bisa berfikir kenapa di kota” besar sering sekali terjadi kemacetan yang begitu dahsyat.
    dengan harga bbm yang sangat murah itulah para masarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi ketimbang naik angkutan umum. coba anda bayangkan pada tahun 2011 saja kerugian akibat kemacetan di jakarta mencapai 46 treliun. dengan uang 46 treliun yang di akibatkan kemacetan itu kita bisa menbetulkan angkutan” umum yang selama ini enggan di minati masarakat pada umumnya.
    coba anda bayangkan jika gak ada kemacetan baru di jakarta saja negara bisa berhemat 46 treliun. secara otomatis pula kita bisa ikut membantu menghemat kekayaan alam kita yang gak bisa di perbaruhi ini.

    MAKA DARI ITU SAYA SANGAT MENDUKUNG DENGAN KENAIKAN HARGA BBM.

  77. Kalo menurut gw sih bukan soal pemerintahnya atau rakyatnya. Gw lebih menyoroti behaviour dr both parties ( pemerintah dan rakyat ) gw stuja sama artikel di atas, tapi harus di ingat juga kenapa behaviour rakyat seperti sekarang? Di karena kan ORBA yang terus memberikan subsidi yg besar untuk menarik sympaty dr masyarakat.. Coba dr dulu kita tidak di berikan subsidi yg besar? Alhasil kita pasti terima terima aja… Sebenernya rakyat selama ini di kasih kehidupan yg enak dr pemerintah dgn subsidi.. Kalau saja tidak pemerintah tidak memberikan subsidi alhasil rakyatnya akan terbentuk menjadi tough.. Sekarang bicara masalah behaviournya.. Kalo mau di buat solar panel, MRT, PLTG atau apalah… Iris kuping saya kalo ada rumah yg pake solar panel dalam 1-3 minggu pasti udah ilang.. Di colong orang.. Contoh kecil aja tapi menyangkut jiwa banyak orang, rel kereta apa yang beratnya buset gak tau itu aja bisa ilang dalam 1malam… Trus rakyat kita tuh sedikit di provoke aja udah gila2an… Kalo soal behave gak bakal ada habisnya soalnya kalo menurut gw kita itu hidup di negara uncivilized not civilized… (Totaly) ubah dulu point of you dr diri sendiri baru ngemenk…

  78. Krizalid says:

    artikel yang menarik, walo banyak sumber yang kurang valid, tapi analisisnya sudah bagus

    menanggapi komen ini
    [Jika kenaikan BBM itu murni kenaikan, mahasiswa tidak ada masalah, tetapi kenaikan BBM ini “ditunganggi”, ditunganggi oleh siapa? Jadi ada sebuah kasus dimana perusahaan minyak dari luar negeri merugi saat menjual BBM ke negara yg mensubsidi BBMnya, mereka kalah bersaing soal harga. pertanyaan = shell lebih murah dari pertamax ?]

    sangat menarik bahwa mahasiswa sudah berpikir jauh ke sana

    tapi perlu diluruskan, tanpa subsidi, harga pertamax memang akan lebih mahal dari oktan92 Shell
    subsidi yang diberikan pemerintah memberikan daya saing pada Pertamina untuk bersaing dengan BP/Shell

    tapi kenapa harga oktan92 shell lebih murah dari pertamax?
    Sebenernya ini lebih dikarenakan inkapabilitas pertamina untuk mengolah minyak mentahnya sendiri menjadi pertamax.

    Sampai kuarter 4 tahun 2011, hanya 28% produksi pertamax yang murni olahan pertamina, 72% sisanya diolah di luar negeri, karena pertamina belum punya cukup alat untuk itu

    akibatnya tentu biaya tambahan, misal biaya pengolahan, penyimpanan minyak di luar negeri, dsb, yang mengakibatkan pertamax menjadi lebih mahal dari oktan92 shell

    oleh karena itu, saya sempat khawatir, saat pemerintah meminta kita untuk pindah ramai2x ke pertamax… apakah infrastruktur kita sudah siap?

  79. Gerhantara says:

    Beberapa paparan diatas aku setuju. Baik dari soal minyak, energi alternatif maupun jumlah pns yang kegendutan.

    cuman menggaris bawahi tentang SMI dengan Gayus, BA maupun DW. mereka bekerja jauh sebelum SMI jadi Kemenkeu1. Buat sebagian orang di DJP sono (dan Kemenkeu pada umumnya) terobosan SMI-lah yang membuat DJP (dan Kemenkeu)sekarang lebih baik dari jaman kegelapan dulu. Jadi menurutku irrelevan kalau menyalahkan SMI untuk kesalahan 3 orang tersebut.

    Oiya soal perampingan PNS, langkah yang dilakukan pemerintah adalah Moratorium penerimaan PNS dari 2011 sampai 2012. Kemudian ada program pensiun dini.

  80. pembaca says:

    masnya pernah diapain ya sama Sri Mulyani? kok kayaknya dendam sekali…

  81. Wow panjang juga analisanya, bener-bener niat nulisnya.. :) Terlepas dari ada poin yg setuju n enggak. Ane tetep Salut n keep on posting pak…

    sekedar share teori terakhir dari penumbangan dan pembunuhan khadafi, yaitu karena dia berniat menurunkan prosentase pembagian kontraktor migas di negaranya… dan khadafi sekali punya keinginan dia kekeh.. jadi panyak kontraktor asing besar yg mulai gerah dan menunggangi kelompok pemberontak. Karena kalo katanya karena ketidaksejahteraan agak sulit dimengerti coz rata2 tingkat kesejahteraan orang libya diatas rata2.

    Menyambung dengan analisa ichsanoodin noorsy, yaitu ini adalah permintaan kapitalisme asing yang sudah banyak menanam investasinya di negara kita. Masalahnya pemerintah kita sudah kadung bikin perjanjian sama mereka, tinggal siapapun presidennya berani ga dia me renegosiasi agar kesepakatan2 yg ada nantinya lebih menguntungkan rakyat dan bukan kontraktor asing.

    Wallahu alam. Smoga kita segera keluar dari keterpurukan ini.. Aaamiiinnn.

  82. maulidia says:

    artikelnya oke bangettt.. Tentang, banyak data kurang akurat dan adanya sentimen negatif terhadap salah satu pihak, yaa utk catatan penulisan artikel berikutnya saja. Semoga lebih baik. Haters gonna hate (Indeed).

  83. ibink says:

    negara ini memang, surganya para komentator,. :))

  84. jhony says:

    kita gak bisa menyenangkan semua orang tapi kita gak boleh menyakiti satu orang juga dong… menarik tetapi harus berimbang, klo ngga sama aja ama penulis dan jurnalis kacangan tunggangan…

  85. Ria says:

    Kang Adit, kapan mau jadi Presiden? hehhee :)

  86. Onank says:

    Nunggu Pemilu 2014
    Siapakah calon Presiden yang pantas buat negara kita ini??

  87. reno says:

    salute buat adhit!
    trims ya, selalu membagi isi kepala di blog pribadi lo ini yang dibuat sejak kapan dhit?

    lo emang udah ga kocak lagi sekarang.
    yang pasti lo masih waras. generasi waras yang merdeka membahasakan pemikirannya.

    semakin tangguh dan tetap kritis ok!

  88. husnul says:

    ijin repost

  89. Terkadang perlunya kesadaran itu memang susah untuk rakyat mampu masih membeli BBM subsidi..
    apa kata dunia ?

    Di tunggu kunjungan baliknya..

  90. riz14 says:

    pns lagi d salahin. -_-”
    pns itu kalo menurut gue sih cuman d manfaatin pemerintah (para pejabat atas). jangan salahkan mereka kalo mendapat tunjangan A B C dan gaji yg lumayan karena itu semua salah calon kepala-kepala daerah atau presiden yg menjanjikan mereka tunjangan2 dan gajih itu. karena emang faktanya lagi sumber suara itu banyak dari PNS. kenapa jadi orang banyak mau jadi PNS yah itu karena d janjikan tunjangan2 dan gajih sama pemerintah2 itu. g d janjiin gajih dan tunjangan ? g bakal kepilih tuh Calon Kepala. dan g ada yg bakal mau jadi PNS. lalu gimana cara kerja negara kita kalau PNS g ada ?

    jadi jangan men judge

  91. Musyafiah says:

    agak merasa bersalah krn jadi PNS.

  92. aminado says:

    BBM cuma sekali turunnya, naiknya berkali-kali… kita tunggu sampai menjelang pemilu masihkan rakyat percaya pemimpinnya

  93. xisca says:

    yang paling penting itu bukan perubahan struktur ,sistem ataupun peraturannya
    tapi behaviour (perilaku) masyarakatnya

    gak harus melulu pemerintah yg kita salahkan,
    INTROPEKSI DIRI SENDIRI

  94. sakura suri says:

    wah, pemikiran yang sangat kritis mas
    hebaaaattt :D

  95. Subsidi BBM berdampak ke arah dua sisi, sisi positif dan negatif. Positif sbg perhatian pada org yg tdk mampu, sbg pemerataan, pengamalan sila ke 5, dll. Tetapi sisi negatifnya adlh krg mendidik bahkan tidak memacu rakyat untuk berproduktivitas, berkarya, dll karena hanya akan mengandalkan uluran pihak lain.

  96. Ray Kelly says:

    IMHO eksploitasi migas di blok Mahakam menyisakan kedalaman tertentu untuk 20 tahun mendatang, untuk anak cucu…. jadi tidak disedot semuanya sampai habis.

  97. Henry Ezra Ong says:

    Semoga makin banyak rakyat Indonesia yang punya pemikiran seperti Anda! Cerdas menyikapi, tidak dibodohi politikus dan pemuka agama atau partai /ormas agama.

  98. Henry Ezra Ong says:

    SUBSIDI yg benar:
    pembangunan infrastruktur dan perawatannya, jalan antar pulau, intra pulau, jalan di luar Jawa. Jalan, listrik dan air di tempat wisata seperti di Toraja, Danau Toba, dsb dsb, yang ditelantarkan, hanya Bali yang agak lumayan.
    Dana pinjaman koperasi, UKM, dan tidak ada dana bantuan langsung, emangnya bagi-bagi angpao?
    Transportasi umum, pakai yg sudah ada dulu, seperti kereta api, buat jalur baru, di pulau Jawa dan terutama di luar pulau Jawa. Sumatera, Kalimantan Sulawesi dan Papua.
    Pembangunan dan pengembangan bandara internasional sehingga lebih bagus.
    PNS tetap harus dirampingkan, yang tidak berprestasi pecat aja, ga usah dilindungi. Matikan budaya bela korps di pemda, polisi, tentara. Yang jelek dan bersalah dihukum keras. PNS polisi dan tentara yg terlibat kriminal langsung pecat ga perlu skorsing2 segala. Subsidi disalurkan ke infrastruktur jaringan internet berkecepatan tinggi sehingga dari Sabang sampai Merauke bisa terjangkaui.
    dsb dsb

  99. bambang says:

    Wah lu enak tajir bisa kira2 punya anak cucu, mikirin yg buat hidup susah n punya anak kl bbm naik anak makan apa? Bbm nda naik emang nda ada cucu yg bakal bilang jaman kakek gw pd bego nggak mikir panjang buat naikin bbm wong anaknya mati kelaperan, mikir uang jaminan sosial ga cukup mas bro situ udah bantu apa??!! Msh jd pegawai blm kontribusi buat umat buat lowongan kerja mapan bikin sekolah gratis… Cuma ngomong doank juga ah..

  100. Acil Aldilah says:

    kata gue sih semua yang di paparkan di atas itu bener banget gan.. thumbs up deh.. tapi gini gan, bener yang di bilang sama yang komentar di atas, “xisca”, why??
    dosen gw pernah bilang “bangsa kita ini mentalnya masih lemah, ‘mental perut kenyang’, yang kalo udah kenyang diam, dan kalo urusan perut terganggu berontak” ya kan?? jangan kita salahkan melulu pemerintah, ai bangsanya masih gitu mah.. well.. mungkin gak semua, ada seperti anda dan semua yang komen disini dan para pembaca yang lainnya.. yah walaupun mungkin ada yg baca 2 kata dari artikel anda doang.. hahahha

    kutipan abraham lincoln, yang kurang lebih isi yang bisa gw simpulkan dari otak gw yang lemot ini
    “jangan bertanya apa yang bisa negara berikan ke gue, tapi tanyakan.. APA yang bisa gw berikan kepada negara”

    mental seperti itu yang gw rasa harus di miliki semua bangsa ini..

    kalo ada alasan, “gw pernah aktif kok yang kaya beginian, tapi gak ada yg support, dan tak ada yg nanggepin T_T”

    well jangan menyerah, selalu ada jalan.. tapi gw rasa gw juga ngalamin itu, tp gw masih butuh banyak belajar tentang ini semua, daripada demo” gak jelas tanpa substansi dan penyebab yang jelas.. heheh

    oh ya 1 lagi pertanyaan ane..
    kalo sebuah perusahaan melakukan perampingan, apakah kinerja perusahaan tersebut tidak menurun??

    Terimakasih atas artikel anda.. saya akan coba menyebarkan ini ke yang lain.. :)

  101. crystal says:

    Great one, yaah hanya orang-orang yg pinter sih bisa ngerti ini… Kalo ada yg tersingung, gak tau lagi deh .__.

  102. tomy says:

    Sepertinya mas bambang ini tipikalnya seperti politikus saat ini,yg bisanya cuma menghabiskan dana pemerintah tanpa mau berusaha untuk kemajuan bersama

  103. RP2504 says:

    “Gue lebih percaya pada SBY + menteri-menterinya seperti … Gita Wirwayan … ketimbang anggota-anggota DPR [lainnya] yang tidak pernah tulus membela rakyat.”

    Another perspective: http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/bisnis/13/06/05/mnwunl-gita-wirjawan-indonesia-butuh-lebih-banyak-mal-dan-supermarket

  104. pritikiew says:

    menurutku,mobil dan motor mewah itu lah yg harus ditindak tegas. Masalahnya mayoritas pengendara pakai bbm bersubsidi. Padahal mobil dan motornya mewah. Mana belinya juga banyak banget lagi. So merekalah yg bikin subsidi jebrot dan harus ditertibkan…
    Jangan sampe deh ada orang yg bilang seperti di iklannya mas Tukul,”pakai premium aja bisa jalan kok”.

  105. aidin says:

    tulisan yg menarik, sedikit menyinggung masalah Beban APBN terkai belanja pegawai PNS. Tanpa mengurangi rasa hormat untuk semua teman2 PNS, memang benar bahwa konsumsi terbesar pada APBN kita masuk pada belanja pegawai, hal itu dikarenakan banyak nya pengangkatan pegawai negeri sipil di masing2 provinsi di seluruh indonesia, yang sy fokuskan disini adalah, coba kita liat dikantor-kanto daerah seperti pemda atau pemprov, dari yg sy amati, beban kerja yang ada dibandingkan dengan jumlah pegawainya berbanding terbalik, Jumlah PNS di kantor tersebut terlalu banyak, sedangkan pekerjaan mereka tidak terlalu banyak. Belum lagi tenaga honorer, Pekerjaan yg sebenarnya bisa dilakukan dengan hanya 50 org , ini dikerjakan mungkin dengan 100 org, jdi tdak efektif dan efisien, Jam kerja PNS Brapa jam sih sebenrnya?, kalau sy liat di kantor pemda, jam 2-3 siang udah pada sepi kantornya… Jadi yang butuh pelayanan sebaiknya sebelum jam segitu lahh…

    Untuk perampingan terkait PNS,nay sgt stuju, khususnya dikantor2 yang daerah, krn di khwatirkan terjadi proses KKN, pake istilah “jatah”, karna ybs punya keluarga pejabat di pemerintahan, belum lagi yg pake bayar2 tuh…

    Harus dibuat sistem, yg memang dalam proses penyeleksian Pencarian PNs harus memang yg memiliki kemampuan dan skill yg dibutuhkan oleh instansi ybs.

    untuk bbm nya, sy setuju dan gak setuju sih, mungkin su termasuk org awam terkait bbm. Menurut saya:
    1. Setuju, sy ykin pemerintah memiliki alasan yg kuat kenapa pemerintah menaikkan harga bbm dalam situasi politik yg lagi memanas pada masa sekarang ini, kenapa sy yakin dengan pemerintah?, sebentar lagi akan diadakan pemilihan capres dan cawapres, akan ada begitu banyak pihak yang akan mencoba untuk memberikan pandangan negatif terkait tindakan pemerintah ini, guna meningkatkan citra kelompok2 tertentu, dengan mengatasnamakan “rakyat”, terlebih lagi subsidi seharusnya diperuntukkan bagi kalangan miskin, Begitu banyak rakyat indonesia yang “pura-pura” miskin, maksud sya gini, mari kita samakan persepsi, orang yang punya mobil itu termasuk org miskin gak?, jawaban saya: Iya, miskinnya miskin hati.

    2. tidak setuju, dengan adanya kenaikan harga bbm, akan menyulitkan rakyat untuk menghidupi keluarganya,

    walaupun saya , atau bahkan teman2 diliat sana menganggap tindakan pemerintah kita ini adalah “buruk” , saya yakin bahwa “pilihan buruk” ini adalah yang terbaik karena pilihan lainnya adalah “sangat buruk”, “sangat-sangat buruk”, “Luar biasa buruknya”, dan lain sebagainya…

    sekian dan terima kasih

  106. sukron says:

    iya bang yang terutama itu ppenambahan kilang minyak refinery padahal pertamina punya duitnya tapi tetap segala kebijakan ada di pemerintah yg entah knp walau semua kilang refinery produksinya tidak cukup thdp kebutuhan nasional tapi tidak ditambah-tambah (hanya Pemerintah dan Tuhan yg tau alasanya) ,dan juga Pertamina harus membuat terobosan dengan lebih banyak mencampur minyak dengan energi2 biofuel supaya lebih irit impor minyaknya

  107. Tere says:

    Kalau mau di bilang mau makan apa anak kita nanti kalau harga bbm naik ?
    kita di beri akal dan pikiran, kalau kita tau penghasilan kita yang pasti berapa, seharusnya kita harus pintar mengatur keuangan kita sendiri. mau bbm naik apa tidak kalau kita ga bisa ngatur keuangan ya sama ajah bodong namanya. lagian kita tuh penghuni pulau jawa seharusnya bersyukur,
    bayangkan masyarakat papua disana, mereka tidak masalah harga bbm di naikan menjadi Rp 6.500/liter, asal SPBU jangan kosong. mereka terbiasa membeli bbm denga harga eceran 18.000/liter , bahkan ketika SPBU benar-benar kosong bisa beli eceran sampa 70.000/liter. Jadi kita yang tinggal di pulau jawa ini instropeksi lah diri kita, sebelum demo, marah-marah ga jelas harga bbm naik. pikirkan saudara kita yang di papua yang sering ketidak bagian bensin karena kita-kita ini yang tinggal di pulau jawa.
    ada yang lebih sengsara dan menderita walaupun BBM tidak naik, bukan hanya situ, bukan hanya saya, bukan hanya kita yang menderita. jangan pernah merasa diri paling menderita dan sengsara karena bbm naik.
    “hiduplah berkecukupan, maka kita akan merasa cukup.”.
    Terima Kasih

  108. Saya setuju dengan ulasan tulisan diatas, tapi saya tidak setuju dengan apa yang diperbuat SBY dan DPR. Keduanya sama saja, tidak punya visi ke anak-cucu bangsa ini. Saya mengkajinya sederhanya saja. 1 Desember 2008, 15 Desember 2008 dan 15 Januari 2009 harga BBM yg tadinya sudah 6000 diturunkan kembali oleh SBY menjadi 4500. Kalaulah tim ekonomi SBY itu org pintar visioner, mengkaji kalau nilai tukar rupiah dan fluktuatif harga BBM dunia mempengaruhi subsidi, mengapa BBM saat itu diturunkan lagi. Apa ga sebaiknya surplus APBN itu di alokasikan utk mengun transportasi massal, kesehatan, pendidikan dan membangun hal2 yg anda sampaikan diatas. Kalau itu terjadi, ga akan ada demo2 yg merugikan banyak pihak. Mengapa sekarang baru ribut APBN jeblok, Subsidi tdk tepat sasaran, sewaktu menurunkannya dulu mengapa tdk mengkaji, apakah saat itu krn meu dekat pemilu :)
    Sekarang rakyat hanya ingin keadilan. Disaat pajak masih banyak dikorup, kongkalikong. APBN sampai APBD yg hampir 30% menguap karena kongkalikong proyek, suap penganggararan. Kenaikan gaji PNS, remunerasi aparat dan karyawan BUMN tdk berpengaruh kpd kinerja, korupsi waktu dan uang jalan terus. Apakah menarik subsidi menjadi solusi yang tepat ? dari jaman gusdur, mengawati, dua priode SBY apa yg didapat rakyat miskin dari kenaikan harga BBM. Raskin, BLT itu bukan solusi, kala masuk perguruan tinggi semakin sulit, biaya sekolah menaik krn setiap tahun ganti buku pelajaran. Pengobatan dirumah sakit sering tidak memanusikan krn sering ditolak krn miskin, ruangan penuh. Biaya kebutuhan pokok tahun ketahun terus menaik. Memikirkan orang miskin itu dikala akan ataupun tidak akan menaikkan harga BBM. Kala memikirkan org miskin hanya dikala ingin menaikkan harga BBM, atau pun menjadikan org miskin menjadi tameng untuk kebijakan yang keliru, negeri ini akan terus saja terpuruk, karena kebijakan bukan dari hati, tapi dari tekanan istri :), kroni, partai dan demi kursi. Untuk orang miskin ??? he he he…nanti dulu :)

  109. armida says:

    setiap perubahan pasti ada dampaknya. berbicara tentang BBM, entah itu naik atau turun pasti juga ada dampaknya. akan tetapi yang paling berdampak buruk umumnya saat kenaikan BBM. dampak ini sebenarnya bisa di minimalisasi jika, pemerintah dan bapak2 yang berada di senayan tersebut transparan. Coba lakukan transparansi brake down cost dari harga minyak, sehinggga rakyat juga paham, kenapa harus naik. ini yang menurut saya ga pernah terbuka

  110. Sunar Budi says:

    Nambahin. Subsidi selama ini dibiayai dari utang, jadi belum tentu penghapusannya menghasilkan uang. Artinya, realokasi anggaran perlu pemikiran berbeda.

  111. aldila says:

    Andai seluruh ‘orang pinter’ (baca : mahasiswa n pendemo) di negri ini baca ini semuanya.. SEMUANYA… Uda dr 2004 harusnya harga premium di nehara kita sama kaya Timor Leste wkt itu, rp 6500/liter…!!!

  112. restymaya says:

    Pemikiran yg sangat kritis mas, saya setuju. Dan lagi pemerintah sama sekali ga mendukung tentang orang2 yg menemukan BBM alternatif. Orang2 ber SDA tinggi jadinya males di negri sendiri karna ngerasa ga dihargai dan ga bisa berkembang makanya pada pindah ke luar negri. Sedih banget.

  113. Farah says:

    Tulisan yang cukup bagus, tapi sayang mencatut banyak nama, objektivitasnya diragukan, apalagi beberapa nama disebutkan secara emosional. :)

  114. bagus rika says:

    mantap..memang hal itu perlu di lakukan..dan lagi kalo alokasi dan seperti yang d janjikan dapat tercapai alangkah baiknya,,dan menurut q hal ynag sebenarnya yang harus di benahi dari negeri ini adalah mentalnya..harusnya para DPR ataupun warga indonesia itu menanamkan jiwa pancasila ke dalam dirinya,,DPR udah d sumpah tetep aja korup,,trus warga indonesia bersatu ya cuma pas indonesia tanding ma pas mau kenaikan BBM..

  115. bbs says:

    itu lo mikirin diri lo yg kerja,gmn rakyat miskin yang kena imbasnya,ga make BBM tapi (yakin terjadi) kebutuhan hidup naik,mw idup gmn? klo lo mw nulis mikirin dulu yg lain..coba itung”an lo BLSM gmn? cukup ga buat idup didunia dibandingkan dengan kenaikan BBM?? lo liat yg keluar BLSM nanti sesuai ga dengan itung”an lo, IDUP DULU LO DI KAMPUNG DAN DENGAN ORANG BUKAN KALANGAN ORANG KAYA BIAR KEBUKA OTAK LO, PALINGAN SEHARI JUGA LO GA BISA IDUP

  116. bean lim says:

    Saya setuju semua dengan apa yang anda katakan, kita harus lebih percaya pada pemerintah ketimbang DPR (ngakunya perwakilan rakyat tapi ????? )
    karena opsi2 yg berbeda disetiap hasil rapat paripurna membuat mahasiswa membantu opsi keiinginan rakyat AWAM dan menguntungkan CALEG kedepannya…
    :’)

  117. hotaru says:

    nice thought :D

    kritis banget mas

  118. ytov says:

    selama masih ada oknum, yg cuma mikir perutnya sendiri dan men”sabotase” hak orang lain, solusi apapun ngga akan berhasil buat kita…
    tapi harapan selalu ada, bahkan saat keadaanya terlihat mustahil :)

  119. erick says:

    Mau naik, mau kagak naik itu urusan pemerintah. Yg penting bbm ny lancar. Gak ngantri sampe berkilo2. Kalian2 yg di hidup di pulau jawa naik cuma 1000 rupiah aja repot ny minta ampun, sampe mikir ke anak cucu. Gw di kalimantan klu SPBU udh kosong kami terpaksa beli eceran dgn harga 15 smpe 20rb per liter nya.kami gk demo, kami gk bakar2 SPBU kami gk lempar2 kantor DPR. Mungkin klu kalian tinggal di tempat gw bisa mati berdiri kali.

  120. ade says:

    tulisannya menarik mas..

    buat gw, mo SBY mo DPR semuanya tai kucing. kalo emang negara kebebanan ama subsidi BBM, cabut aja subsidi BBM dari dulu-dulu. kenapa harus sekarang, saat berdekatan sama Pemilu. biar bisa ngucurin dana BLSM? biar bisa beli suara rakyat. Sadis banget pemerintah kita kalo naikin BBM (yang notabene bikin beban hidup makin berat), cuma biar bisa narik simpati masyarakat di Pemilu. makanya gw bilang tai kucing semuanya.

    belom lagi sekarang perhatiin deh yang namanya iklan layanan masyarakat berjamuran kaya apa aja. mulai dari yang emang ada gunanya, sampe iklan yang sama sekali ga penting. buat apa? buat rakyat? sekali lagi tai kucing. itu cuma buat nyari duit buat kampanye 2014.

    jadi sekali lagi, tai kucing lah sama pemerintah dan DPR…

  121. ade says:

    satu lagi..

    waktu dulu BBM dinaikin, katanya buat bangun infrastruktur dan macem-macem.. kenyataanya, adek2 kita di banten sana masih harus menantang maut nyebrangin sungai yang deras banget gara-gara jembatannya rusak ga dibenerin.

    kalo sampeyan ke daerah-daerah, liat gimana infrastruktur di daerah, ampun deh mas..

  122. shinta says:

    makasih artikelnya.. tapi kayanya ada yg kurang lengkap menganalisanya. tmasuk soal memojokkan satu karajter tertentu. coz setau sy aslinya ga begitu.

    sbnrnya kl dibahas soal bbm, itu jdinya kompleks, knp, krn indo yg tadinya bagian dr OPEC, skrg malah jd pengimpor bbm. dan itu brhubungan dgn mafia minya. you know lah, konglomerat (etnis trtentu) yg mnghalalkan sgala cara, soy bs jd kayaraya di negara singa. knapa org2 pinter di perminyakan indo lari k LN, krn ga diberdayakan pemerintah. knapa ngga? itu kerjaanya mafia.

    dlu prnh qatar nawarin jual gas bumi murah k indo (qatar skrg negara dgn cadangan gas bumi trbesar d dunia , cmiw), tau ga knp pemerintah nolak? krn qatar maunya dijual lgsg ke pemerintah, ini pemerintah mintanya harus melalui agen dulu yg kantor nya di spore, yaitu petral. u know lah buat apa, kalau ga di mark up. qatar pun mbatalkan niat baiknya, sbg sesama muslim, ingin menolong saudaranya.

    gue rasa yg mau demo sah2 aja, namanya jg membela kepentingannya. maklum, mereka mhsw miskin, yg buat naik angkot brgkt kul udh ga enak minta tambahan sm emak babenya, boro2 mnta nambah, uang kul aja udh makin naik. jadi ya tolong di respect lah mereka ini. syukur loh mrk mau brgerak ke jalan2, panas2 , supaya membela warga miskin lain. kita yg cuma brdiam didepan pc, ga usahlah komentar negatif, itu hak mereka. sama seperti kita menghormati hak org lain yg komentar macem2 soal BBM.
    piss ah.

  123. Malik Abdalhaqq says:

    Masalahnya harus dirujuk ke akar masalahnya: kertas uang sebagai wujud riba! Harga BBM tak pernah naik jika dihitung/dinilai dalam dinar.

    http://wakalanusantara.com/print.php?id=1455

  124. leo says:

    Bagus mas, cm terlalu partisan

  125. pikir pake otak says:

    bwahahahaha ngaku miskin tapi bisa beli rokok?
    bayar ongkos angkot susah tp bisa beli rokok ? gadget teknologi terbaru? bisa beli motor?
    miskin apanya ?

    kalo ente ngerasa miskin dan keberatan BBM naik, ga perlu khawatir, pemerintah ganti ! daftar ke RT/RW utk jd peserta penerima BLSM. lo miskin? daftar aja pasti dapet

    yg perlu diperhatikan waktu isi BBM d SPBU, mobil ratusan juta beli premium dgn subsidi yg luar biasa besar (di warung aj air mineral 1lt 4rb, masa iya bensin 4.500 ? awesome!)

    langkah utk menaikkan harga BBM sudah tepat, krn subsidi yg ada d BBM premium terlalu besar dan tidak tepat sasaran. anggaran subsidi it bsa d pake utk keperluan lain sperti meningkatkan pendidikan dan kesehatan masyarakat miskin dan pembangunan nasional.

    LO MISKIN? DAFTAR BLSM AJA SONO , KALO EMANG MISKIN PASTI DAPET GA USAH KHAWATIR

  126. Boby says:

    Goblok !!, sok tau.!!, Sok pinter.
    saya berani terima tantanganmu untuk kerja di perusahaan kecil kea gitu,. tapi maaf saya Nggak level, saya orang saintis.

    saya mampu membuat energi alternatif, dan saya sudah membuatnya, saya faham akan seperti apa proses pembuatan BBM sedatail mungkin bahkan sampai tingkat MIKROMOLECULAR.

    oRANG goblok jangan sok pinter,. kamu fikir di INDO nggak ada orang saint yg mampu membuat perubahan energi alternatif..?? beli kaca dulu boss, baru ngomong.

  127. hipokrasi says:

    Well, “satu poin yg dpr luput” ya emang dari RATUSAN orang yg notabene pinter itu, semuanya lupa akan hal sesederhana itu. Karena mereka sangat bodoh, makanya jadi wakil rakyat? ITU satu hal yg penulis luput.Lo kira hal yang sesederhana itu, dpr bisa lupa? dikira dari sekian banyak dpr, semuanya bego dan money oriented? Jadi kalau lo mau sok pinter ngomongin dpr, sini kerja di dpr.

  128. Bajiatekazuei says:

    Bener itu yang mas Erick Kalimantan.. yang penting kebutuhan tercukupi.

    Demo? Boleh saja.. Tapi berkelahi dengan warga yang gak suka demo? ya sarap!.

    Faktanya, BBM naik ayau tidak. Kebutuhan kebutuhan pasti akan naik.. Yang harus di kritisi adalah, cara survive di tengah ketidakpastian bukan malah memperkeruh suasana. Rakyat jangan di suguhi sinetron ra mutu..

  129. Hehehe says:

    Ane ada satu ide sih. Hapus pembelian kendaraan dengan cara kredit. Only cash!! Dan pajak mobil di buat setinggi mungkin.
    Dengan gitu cuman orang mampu aja yang bisa beli. Yang ga mampu ? Naik angkutan umum lah.
    Ane jamin konsumsi bbm turun drastis.
    Terus nanti ada keluhan pemasukan produsen turun drastis dll ?? Kita ini TUAN RUMAH. Mereka jualan di tempat kita. Harusnya mereka yang tunduk sama aturan kita. Kalo gamau tunduk ya julan di tempat lain aja.
    Feedback buat kita ? Semua orang berebut naik angkutan umum dan pasti fasilitas umum akan diperbagus sama pemerintah seiring permintaan dan kebutuham rakyat. Contoh singapore aja yang punya pajak mobil maaahhhaaalll bangeettt dan angkutan umum masal yg harganya murah dan cepet. Di jamin orang pada lari ke angkutan umum dan pada jual kendaraan mreka
    Sekedar ide dari orang tolol sih hehe.

Leave a reply