Bencana Di Jepang
Di milis alumni jurusan sedang merebak beberapa e-mail viral yang menggambarkan betapa etisnya orang Jepang menghadapi bencana. Media TV lokal mereka sebaik mungkin menghindari menayangkan jasad atau detik-detik kematian seseorang. Setelah bencana, tidak terjadi penjarahan. Cara pemerintah menanggapi bencana dan mengurus rakyatnya juga dibahas. Intinya, rakyat Jepang melalui bencana ini dengan penuh etika dan harga diri. Seburuk apa pun, ada satu set nilai-nilai etika yang mereka junjung tinggi tidak tergoyahkan oleh tsunami dan gempa terburuk itu.
Kemudian e-mail-e-mail viral itu membandingkannya dengan Indonesia. Selesai urusan. Tiba-tiba gue tau apa yang salah dengan bangsa ini. kenapa kita gak maju-maju seperit bangs alain. Kenapa kita yang merdeka 20 tahun lebih dulu dari Singapura dan Malaysia, lebih ketinggalan dari mereka. seharusnya kita yang bermental lebih baik karena kita mendapatkan kemerdekaan ini dengan cara merebut dan memertahankan. Tidak seperti mereka yang diberi.
Padahal Indonesia sebenarnya memiliki formula yang dahsyat ketimbang Jepang untuk menjadi bangsa maju. Formula itu adalah: 5 agama yang kita anut.
Indonesia.
Fakta:
1. Jepang menganut kepercayaan. Mereka meghidupkan nilai-nilai yang leluhur mereka wariskan. Bukan yang turun dari langit.
2. Indonesia menganut 5 agama. Kelima agama ini mengajarkan menegakkan ibadah dan menegakkan akhlak. Menegakkan ibadah untuk urusan dengan Tuhan, menegakkan akhlak untuk urusan dengan sesama manusia.
3. Lantas kenapa orang jepang anti korupsi dan indonesia adalah salah satu negara terkorup? Orang jepang yang menganut aliran kepercayaan lebih puya etika untuk tidak korup dan menjarah dibanding Orang indonesia yang menganut 5 agama ini?
4. Kenapa ada pejabat PNS yang kekayaannya bisa sampa 883 milyar? Kenapa Gayus yang semuda itu bisa sampai 100 Milyar dan masih punya nyali untuk bilang dalam pledoinya, membela diri ‘saya bukan orang baik, tapi saya bukan orang jahat.’ Sedang di Jepang, Menteri Luar negerinya resign karena terkena isu menerima uang dari pengusaha Korea puluhan juta rupiah? mana nih cerminan agama yang Gayus dan pejabat bernama arab itu anut? Mana? kok gak keliatan? Kok malah masih merasa bukan orang jahat? Dan ingat, gayus dan pejabat itu tertangkap basah. tidak seperti menlu jepang yang sadar resign.
Sekedar informasi, sebuah pembangkit listrik tenaga geothermal (PLTG) berdaya 45 MW dapat dibangun dengan biaya 900 milyar. Degan investasi 900 milyar, 45 MW ini dapat menyuplai 450 pabrik menengah. Setara dengan 450 pengusaha. 450 pabrik ini memberi kerja masing-masing 100 orang. Totalnya 45000 tenaga kerja dapat menggerakkan ekonomi. 45000 tenaga kerja ini memiliki 4 mulut untuk diberi makan. itu setara dengan kesejahteraan 180 ribu orang.
Pejabat PNS yang korup itu, melakkan penggelapan pajak dengan imbalan mencapai 800 milyar. kekayaan dia ditambah dengan kekayaan Gayus, dapat membangun 1 PLTG.
Kesejahteraan dan rizki 180 ribu orang tertunda oleh 2 orang. mana yang bukan orang jahat?
Semua PNS dan pejabat rajin kok ke masjid jumatan. ke gereja untuk kebaktian. banyak juga yang di hari-hari kerjanya korupsi dan korupsi waktu. pergi telat, pulang cepat. Cara dari bagaimana agama ini diajarkan di Indonesia sepertinya mengajarkan untuk ibadaha kepada Tuhan tapi sistem pengajaran tersebut gagal total mengajarkan Akhlak. Dan akhlak = etika.
Jika agama-agama ini diajarkan dengan cara yang benar pada setiap insan penganutnya, seberapa kepepet pun insan tersebut, dia akan mengedepankan akhlak untuk sesama dan mengedepankan ibadah kepada Tuhan.
Mengedepankan akhlak ini yang tidak ada di Indonesia. Ini yang salah.
Ini yang benar-benar salah. Ini lah akar permasalahan kita.
Tidak ada agama yang membenarkan rizki 180 ribu orang ditahan oleh 2 orang.
Ketiadaan akhlak. Itu lah akar masalah negara ini.
Solusinya? Kita pastikan 5 agama yang kita akui di negara ini, diajarkan dengan benar. Itu harapan kita satu-satunya.
Tanpa itu, setiap hari Indonesia mengalami bencana.



6 Agama kali mas, sekarang kan Kong Hu Chu udah resmi jd agama yang diterima di Indonesia
Di negeri kita banyak orang hanya puas melakukan Kesalehan Individual, bukan melakukan Kesalehan Sosial. Kesalehan individual antara lain, rajin sholat, puasa, ttp di pihak lain kelakuannya tetap korup.
mas adit, posting nya keren,, o iya mas kebetulan saya anak plano, konsentrasi di mitigasi bencana,,, kalau di izin kan saya mau di forward – in donk isi milis perbandingan tanggap bencana jepang sama indonesia,.. buat bahan dan nambah2 ilmu
,.. saya harap bisa di penuhi
terima kasih..
wah, ini sindiran keras masalah agama.
saya setuju. yang ngaku aga tapi kok maen bunuh-bunuhan dan saling mengancam. seharusnya agama tidak hanya sebagai ritual upacara belaka dan maknanya bisa lebih diserap sehingga tidak ada lagi korupsi dan kecuekan nasional.
betul. ada buku bagus ttg akhlak, judulnya “buku pintar akhlak” dr Dr. Amr Khaled. very much recommended.
pendidikan jg penting. krn belajar agama pun perlu ilmu. tanpa ilmu, susah dapet pemahaman yg benar. tanpa pemahaman, gmn mo bs mraktekin. ujung2nya..kita perlu manusia2/pemimpin yg “takut Allah”. yg akan mikir berkali2 sblm do smt “bad”.
Tulisannya pedas niy Mas Adit. Tadinya kupikir, interpretasi orang terhadap agama yang berbeda-beda yang mengakibatkan kekacauan ini. Namun setelah dipikir-pikir emang akhlak siy yang kayanya masih kurang saat ini. Klo berakhlak, kayanya niat buat berbuat buruk pun tidak akan terpikirkan, apalagi nyakitin orang.
hmmm, akhlak,, akhlak kepada sesama manusia kan ya. mungkin banyak yang beranggapan agama itu personal. dosa itu urusan gw dengan Tuhan….oh wait, kalo kek gitu….bakal semakin runyam. zzzzz
sependapat dgn mas adit. di jepang yg tidak beragama sangat menghargai manusia. di indonesia, umat yg mengaku paling beragama malah dengan mudahnya menghilangkan nyawa manusia.
Dit, Jepang persis kayak Swedia. Swedia itu kebanyakan atheis tapi maju dan beradab bangsanya. mendingan isu agama gak usah jadi urusan publik tp urusan individu aja. Di Indo agama dah jadi jualan dan alat kekuasaan aja. Btw, kenapa sih Islam yg selalu kena tuding…kayak agama lain gak korup dan brengsek aja…
akhlak yg baik dari akidah yg baik
akidah khususnya umat Islam perlu banyak diperbaiki, kepercayaaan bahwa yang di atas selalu mengawasi, pemberi rizki, dst perlu terus dikuatkan, akhirnya menimbulkan akhlak yang baik dan lurus
akhlak tanpa akidah yg baik akan mudah rontok
akhlak.
betul gan
jadi ingat pas tahun “pergolakan” di sebuah pertemuan di mesjid salman, salah satu pembicara yang berkopiah dan berjenggot putih panjang bilang, “kita ini sebenarnya ga sekedar krisis ekonomi, tapi krisis akhlak”.
saat itu aku tak percaya. mikirnya cuma gimana agar pmerintahan bisa berganti. ternyata memang si bapak tua itu yang benar
i really really like this post!!!! well done adit, for once again pointing out what everybody else missed.
Yah, wacana ini memang udah banyak dibahas.
Kenapa di negara yang ‘atheis’ penduduknya lebih bisa ‘beradab’ dibanding penduduk di negara, yang katanya, ‘beragama’
Saya setuju dengan someone, sama Adit apalagi setuju banget. Ahlak yang baik muncul dari pemahaman akidah kepada Allah yang benar sesuai tuntunan Rasulullah. Masalahnya di Indonesia pengajaran akidah agama Islam tidak mendalam. Efeknya takut kepada manusia (tapi kan bisa disogok) tapi tidak takut kepada Allah. Dan macam-macam kerusakan yang ada disekitar kita. Semoga kita semua bisa mendapatkan ilmu dan hidayah dari Allah.
adit .,. pa kabar.. saya setuju sengan artikel ini.. keren. emang begitulah.. hehehe.. boleh gak saya repost di facebook? harus banyak yang baca tuhh
Jadi inget, ada hadis apa ayat Al-Qur’an kalau ngga salah yang saya lupa redaksinya tapi intinya kurang lebih:
Dan, efek kerusakan akhlak secara kolektif ini benar2 kita rasakan sekarang.
Benar banged, tanpa akhlak, setiap hari bagi kita adalah bencana.
sayangnya memperbaiki akhlak jauh-jauh-jauh lebih sulit daripada memperbaiki sesuatu yg bersifat materi
Tapi kita pasti bisa. jika tidak generasi ini, semoga generasi berikutnya. gambarimashoo.
Nice article. Sangat mengena en jelas.
Salam kenal, Mas.
Yg dibutuhkan adalah org2 beragama, cerdas-berhikmat en punya harga diri. Sayangnya, org2 sprti anda jg termasuk minoritas di negeri ini, keliatannya begitu.
dalem mas. singkat, padat, jelas. pendidikan agama di indonesia yg penting mah HAPALAN. HAPAL AJA TERUS SAMPE BOTAK makanya orang2nya jd bejat2. Gak jauh2 dari kiyai mesum, anggota DPR mesum, atau koruptor mesum. GILA!
Sekedar menegaskan saja, saya setuju bahwa salah satu penyebab kondisi Indonesia seperti ini adalah pemahaman agama. Kalau saya perhatikan, pemahaman agama kita hanya berpusat di ibadah vertikal (manusia-Tuhan) sedangkan ibadah horizontal (berhubungan dengan Akhlak) kurang ditekankan. Padahal, Al-Quran sendiri membahas ibadah sosial/horizontal kurang lebih 70% dan ibadah vertikalnya hanya 30%
semoga negara kita membaik. amiien.. yu kita mulai dari generasi sendiri.
Nice posting, a’. Menyadarkan seluruh umat manusia yang masih mempunyai hati, yang masih merasa bahwa merah putih harus dihormati. Hidup jangan terlalu memandang VERTIKAL ke ‘atas’, tapi hendaklah memandang juga ke sampingnya secara HORIZONTAL. Pandanglah kepada sesama manusia, jika anda masih ingin dipandang sebagai manusia..
Klo menurut aku seh, orang Indonesia itu beragama tapi tidak bertuhan. Banyak orang yang aku kenal tiap hari melakukan ritual agama tapi tidak sadar kalau Tuhan juga menghitung segala hal yang ia perbuat tiap hari. Yang beragama Islam klo dah salat, bayar zakat, trus naik haji, ngerasa klo mereka dah beragama (penganut agama lain juga gitu).
Stuju bgt mas. Lagian mrk koq gak takut karma ya, makan rejeki 180ribu orang??? Kl orangnya sadar diri sih sebetulnya dia gak beragama juga masabodo amat. Tp masalahnya, udah beragama tp kelakuan ky orang gua. Yg penting saya bisa makan dan hidup senang, smua ksempetan yg ada diambil tanpa mikirin apa konsekuensinya, bkn buat diri mrk tp justru buat org lain. Tp ya mgkn jg itu yg bqn mrk tega nahan rejeki skian ribu orang, “yg penting bukan saya yg sengsara”. Mgkn mrk nganggap rakyat biasa ky kita ini binatang apa ya, ga perlu dkasi makan bisa idup. Emang saya pohon!?
Mudah”an nanti generasi anak sayah dan temen”ny punya kesadaran lebih drpd sekedar mentingin diri sndri ky koruptor” itu. Aaaamiiiin.
Waduh, banyak juga yang komen ya. teirma kasih atas komentarnya. maaf tidak dapat mereply satu-satu.
yg pasti kita sebagai orang dewasa harusnya bisa menjadi contoh buat anak2, membimbing serta menyortir tontonan2 yg kurang bermoral supaya sejak kecil mulai tertanam etika2 yg pantas dibanggakan di masa depan
makasih buat infonya
Thanks Adit,
sangat inspirative tulisannya. Islam mengajarkan bahwa akidah-syariah-dan-akhlak harus berjalan beriringan.
izin copy paste ya
science without religion is lame, religion without science is blind.
Ehiya kang,selamat selamat buat buku barunya ya. Haha. .
Artikel yg bagus banget… nih ada lagi kelakuan anggota DPR Komisi 8 dalam kunjungan kerjanya di Australia
http://sosbud.kompasiana.com/2011/05/05/email-komisi-delapan-dan-ruu-fakir-miskin/
http://emhasantosa.wordpress.com/2011/05/04/rangkuman-studi-banding-komisi-8-dpr-ri-di-australia/
ijin ngelink tulisannya ya
sudah lama sy punya opini yg sama
tidak perlu beragama untuk jadi orang yang baik
jadi jika mengaku beragama seharusnya malu kalau tidak jadi baik
hehahahah mantep juga pemikirannya, masih blum tp keqnya, krn budaya ini mslhnya
Setuju dengan poin bahwa masalah bangsa ini ada pada akhlaknya. Teringat kata2 Pak Quraish Shihab: “Hancur akhlak, hancurlah bangsa.”
“Jika agama-agama ini diajarkan dengan cara yang benar” >>
pernyataan yang menggelitik mas adit.
sekarang, siapa yang punya otoritas untuk bilang agama ini “diajarkan dengan cara yang benar” ?
pemerintah? pemuka agama? anda? pejabat? orang tua?
atau mungkin…
dengan METODE apa kita bisa menilai secara (lumayan) objektif kalau agama itu DIAJARKAN DENGAN CARA YANG BENAR?
semua pihak merasa benar. ini adalah sumber banyak masalah intoleransi agama. just a thought
thanks infonya
Senada dengan Kepala Kubus, mohon segera dijelaskan, cara yang benar itu menurut siapa? Menurut MUI? Orang atheis? Ustad yang teriak-teriak di mesjid? Orang PKS? Pastor yang jualan doa di tipi-tipi? atau Orang yang mengaku paling mengerti apa maunya Allah?
Siapa?
Kita perlu segera tahu nih, biar segera pada bener agamanya dan berhenti mendukung aksi korupsi.
Ijin share lagi mas! untuk publikasi ke banyak orang!