Sebuah negeri bernama Nyarissia

Gue tau seharusnya kita mengawali sebuah tahun dengan sebuah optimisme. Tapi 2010 adalah sebah tahun yang penuh dengan kekecewaan gue terhadap pemerintah dan politisi.

Kegemaran penguasa (pemerintah+politisi) menihilkan dan menahan usaha orang lain dan bahkan usaha mereka sendiri dari mencapai 100% kesuksesan. Ini bukan dari tahun 2010 saja tapi dari 1998. semuanya serba nyaris. Bukti:

1. 1998. Kita akhirnya bisa menumbangkan Suharto. Era baru akan keadilan dan harapan bahwa orang-uang hasil korupsi akan diadili terbit. Apa yang tejadi? reformasi berjalan tapi setelah tikung sana-sini dan lipat sana-sini, Suharto dan asetnya masih aman sampai dia meninggal.reformasi kita NYARIS berhasil.

2. 1999. Kita akhirnya berhasil memberdayakan DPR. Amien Rais melakukan perubahan selaku ketua MPR kepada fungsi dan jobdes DPR. Kali ini kekuasaan DPR sudah perfect untuk mewakili rakyat dan menjalankan demokrasi. Kita nyaris bisa memebersihkan korupsi dan menjalankan demokrasi di negeri ini. Apa yang terjadi? jabatan DPR begitu powerful sehingga sering diabuse anggota DPR sendiri.Demokrasi kita NYARIS berhasil.

3. Indonesia terselematkan dari krisis ekonomi sebagian besar karena ketergantungan pada ekspor hanya 15% dan kita selamat karena komposisi GDP kita mayoritas adalah local consumption. Maksudnya gini: Indonesia selamat karena tidak seperti malaysia dan Singapur yang ayam saja impor dari Amerika Selatan, ketika kita mau makan ayam, kita pergi ke halaman belakang dan potong ayam sendiri. Ketika USA ingin membeli meja, dia beli meja dari cina. Kita? pergi ke tukang kayu di sebelah yang nebang pohon di halaman belakangnya sendiri. Bagus? iya.

Indonesia juga memiliki devisa 91 milyar dolar, tertinggi sepanjang sejarah. tapi kenapa gue melabel ini dengan nyaris dan bukan sukses?

Karena semua prestasi di atas terjadi bukan karena pernanan pemerintah tapi karena pola hidup kita dari dulu memang begitu. bagus ekspor kita tinggi tapi dari penjualan barang mentah dan bukan barang jadi. mana peranan pemerintah di bidang energi? mana pernana pemerintah di bidang infrastrukuur yang mendukung industri? Sementara kita ekspor kayu mentah ke Cina, Cina ekspor meja ke US dengan harga lebih mahal.

Kita NYARIS berhasil dalam bidang devisa karena 95 Milyar itu TANPA pernana pemerintah yang fokus dan transparan. Coba kalo iya. bisa 150 milyar kali.

4. Bursa Efek kita memberika performance yang terbaik atau kedua terbaik di Asia Pasifik. kenapa ini juga gue katakan nyaris? karena kebijakan pemerintah sangat buruk. Investor masuk ke dalam bursa dengan harapan return. Sebagai tuan rumah yang menerima uangnya kita harus dapat mengolah uang di sektor finance itu ke sektor riil. dapat 1 milyar dolar dari investor asing di dalam bursa jangan seneng dulu. 1 milyar itu harus ditemani perankat kebijakan yang bisa mengubah 1 milyar itu menjadi lapangan pekerjaan, pabrik dan produksi lainnya yang menghasilkan real return 2 milyar. Kalo 1 milyar ngendon begitu saja di bursa nanti ngebubble. karena soon enough orang akan realise bahwa 1 milyar investasi dia naik hanya karena naik demand dan bukan karena valuenya bertambah secara riil (karena dipindahkan ke sektor riil).

5. Korupsi. Kita NYARIS memberantas korpsi karena sementara tangan penangkap bekerja, tangan pengadil tidak bekerja. Banyak koruptor yang berhasil tertangkap bisa lepas karena sistem peradilan yang korup. Yang tertangkap, divonis ringan. yang tertangkap dilama-lamakan. ie: Gayus.

6. 2004-2009 berkat SBY-JK kita maju bergegas melewati negara-negara lain. 2009-2010 kita HARUS ganti wapres dan SBY-Boediono sukses berjalan lebih lambat dari negara lain. Liat pertumbuhan ekonomi kita di 2010, lebih rendah dari filipina sekali pun. Kita NYARIS bergegas, tapi berjalan lambat lagi.

7. Timnas NYARIS menang dalam kompetisi AFF tapi di final, timnas kita HARUS diganggu dengan politisasinya. Diajak doa lah, diajak ke Bakrie lah yang NB ga ada kepentingannya sama sekali. belum lagi Menpora yang minta ketemuan dan makan malem bareng juga, Semuanya jadi tukang rusak konsentrasi. Here’s the thing: dalam AFF, Indonesia sudah 3 kali masuk inal dan KALAH terus. Kemarin itu yang kempat. Seharusnya tidak ada selebrasi yang dini karena UDAH 3 KALI.

Yup, kita adalah warga negara yang tinggal di sebuah negara yang selalu Nyaris. Nyaris berhasil, Nyaris menang, Nyaris sukses. Negeri di mana 999 langkah telah digapai rakyatnya dengan susah payah dan minim kebijakan publik (bahkan tak jarang TANPA bantuan pemerintah) dan langkah ke-1000 dirusak oleh politisi dan orang-orang korup. Lihat timnas, mereka berhasil ke final despite kondisi PSSI yang korup dan carut. 999 langkah. and what did it take to fail them? just 1 step. By politicians themselves. Fuckers.

Ada mungkin yang bilang, berhentilah mengeluh dan mulailah take action. Well fuck you. Gue dan istri udah kerja sampe keringetan. Mana regulasi pemerintah di pengendalian harga pendidikan? pengendalian harga rumah? pengendalian kemacetan yang bisa membuat kerja kita lebih produktif? Gue dan istri gak jarang bantu anak asuh kiri-kanan, turun tangannya kita karena mereka adalah orang yang tidak tersentuh regulasi dan kebijakan pemerintah.

Sebagai warga elu bisa menjadi malaikat dan berusaha menyelamatakan 1 juta orang. usaha lu belum tentu maksimal jika kebijakan publiknya tidak mendukung elu melakukan itu. bahkan bukan ga mungkin usaha elu itu nihil dengan sukses.

Sudah banyak orang berusaha mengajak orang menumbuhkan cinta pada Indonesia. Lihat @pandji, @greatindonsia (salut untuk mereka, BTW). Tapi politisi di negeri ini bertindak dan tidak bertindak yang membuahkan hasil di mana untuk mencintai negeri ini, sangat melelahkan. Lihat timeline di twitter @GNFI dan elu akan lihat mayoritas prestasi yang membanggakan adalah prestasi individu dan prestasi sekelompok orang yang berusaha gigih. Bukan tidak didukung kebijakan pemerintah.

Negeri ini sepantasnya bernama negeri Nyarissia. Sebuah penanda dunia bahwa jika ada negara lain melihat bagaimana sebuah usaha menjadi mubazir, mereka harus rujuk ke negeri ini.

Sebuah negeri bernama Nyarissia.

28 responses to “Sebuah negeri bernama Nyarissia”

  1. leonardo says:

    you should post stuff like this under politikana.com, kang.

    correct me, because i might be wrong.

    tapi ya, realistis aja. no one gives a shit. gw baca ini, dan paham. tapi besok, gw harus tenggelam dengan kerjaan gw…dan end-up tak perduli dengan apapun.

    sigh.

  2. agus r says:

    Waduh, serba nyaris ya? Solusinya gmn supaya ga nyaris? 3hal: diri sendiri, hal” kcl, sekarang? Tp klo mentok di pemerintah guna ga sih 3 hal ini?

  3. dita says:

    “Tapi politisi di negeri ini bertindak dan tidak bertindak yang membuahkan hasil di mana untuk mencintai negeri ini, sangat melelahkan”

    Bener banget bagian yang ini :(

  4. kutaraja says:

    hidup kita, rakyat Indonesia, akan tetap berjalan walaupun tanpa ada pemerintah.

  5. Nisa says:

    This blows my mind

  6. Mantep tajamnya pos ini. Salut! Ia kita cinta negara ini, tapi tidak pada politik busuk yang merusaknya. Eh kenapa ya sering ga berhasil masuk situs ini? ini juga sukur bisa masuk setelah berkali2 refresh…

  7. azer azram says:

    betul, pemerintah kita gak prnah tepat sasaran dlam mnanggapi masalah. Penguasa(pemerintah+politisi) gak pnya sense of urgency pada isu yang berkembang. Shit!

    Apalgi wktu msalah bencana, bkin geram aja.

  8. Iman says:

    alhamdulillaah bukan kecewa dgn tempat kerja dan keluarga :-) gmn kabar di jkt bro …

  9. ogi says:

    Kang Adhit, itu bener @pandji dan @greatindonsia ? Akun pandji sih bisa, tapi greatindonsia ? nihil. Salah kalih…

  10. Dwipayana says:

    sepakat..percuma kita jungkir balik kalo orang2 yang diatas malah ga dukung kita..kita mati2an cinta sama tanah tumpah darah tapi kita justru ditusuk sama orang2 yang bilang sodara sebangsa..yang bisa gw harapkan adalah kalo kita generasi muda harus bisa TIDAK SEPERTI MEREKA..jangan ketularan penyakit mereka yang sudah akut..krn cuma kalo kita udah “sehat”, kita bisa bikin negara ini sehat

  11. [...] This post was mentioned on Twitter by Adhitya Mulya, tebez – rizki . tebez – rizki said: Dah lama nggak mampir ke blog-nya @adhityamulya the newest is http://suamigila.com/2011/01/01/sebuah-negeri-bernama-nyarissia/ [...]

  12. rikigede says:

    komentar lo yang:

    “Ada mungkin yang bilang, berhentilah mengeluh dan mulailah take action. Well fuck you. Gue dan istri udah kerja sampe keringetan. Mana regulasi pemerintah di pengendalian harga pendidikan? pengendalian harga rumah? pengendalian kemacetan yang bisa membuat kerja kita lebih produktif?”

    juara banget!

    jadi malu punya pemerintah kayak Pemerintah Republik Indonesia. pindah kewarganegaraan aja apa kita ke kanada atau selandia baru?

  13. MoHawK says:

    Dhit.. emang elu sama istri kerjanya sampai keringetan? bukannya kantor lu ber-AC, pulang naik mobil AC, sampai rumah AC juga, paling keringetan dikit pas tengah malam.. hehehe..
    kalau gw sebagai buruh proyek baru bener-bener keringetan.. HAHAHA..
    eniwei.. good post gan!!! keep posting!!!
    sorry belum bisa kirim cendol.. HAHA..

  14. r10 says:

    indonesia nyaris jadi negara gagal :p

  15. jojoz says:

    kebanyakan utang nih om. sering didikte sama bangsa asing. gak berani nentuin nasib bangsanya sendiri. harus revolusi lagi sebelum pendidikan digratiskan.

  16. kira says:

    indonesia mengalami kegagalan karena sistem dan pemimpinya yang dholim kang itu pendapat saya seh

  17. nadia says:

    Yes, great post. Tajam.
    Tapi masih nggak tau bagaimana cara memperbaiki ini semua :(

  18. Domba Garut says:

    Dude, all mentioned here indeed not just opinion but facts that public eyes know very well.. and these crap happens unfortunately not just in our beloved country, but many.. and almost elsewhere..

    We just need to make these wave of change and the demand for change much stronger than those mediocre that loves status quo.

    Keeps rocking the boat, as everyone needs to be awaken and jump-around therefore the boat is flipped, throwing out those b***tards and all the good guys remaining can flip the boat back and will it with only great good people, to include you and all of us with good deeds on it.

    Hugs from us, whose working for peace… in Iraq :D

  19. AJ says:

    @dombagarut : wave of change? are you talking about revolution? all the signs leads there..
    Viva La Revolution!

  20. ReBorn says:

    tulisan kang adit memang selalu dalam dan menyentuh. melakukan demonstrasi di dunia maya memang sulit kang. jarang sekali tulisan di blog atau jejaring sosial lainnya mendapatkan perhatian pemerintah.

    klo boleh gue menambahkan. negara ini juga nyaris cerdas seandainya laporan kunker dpr di publish ke masyarakat. tapi karena anggota dpr yang kunker kemana-mana ga pernah mempublish hasil lancongannya… jadi nyaris lagi deh.

  21. shanty says:

    like this..!!!

  22. Dewi says:

    apa mungkin tuk perbaiki lebih susah drpd awal memulai…sudah mengakar

  23. Restu Eka says:

    Baru baca ini lagi…gara gara berita bea cukai bikin film hollywood gak bisa masuk Indonesia…
    apa sih yang dipikirkan pemerintah??? Huh!!

    #masihemosi…

  24. rika says:

    Ini ada atau ngga ada pemerintah ga ada bedanya ya. Terlalu banyak ketidakefisienan , birokratis

  25. Widhi says:

    Btul skale ngara kita ini adlah ngara yg serba nyaris dlm bdang apapun…..
    :D

  26. esther says:

    Ehhh… ini teh Kang Adhit yang nulis ??? Aku nemu artikelnya di salah satu milis yang kuikuti beberapa bulan lalu. nggak ada sumber suamigila.com-nya. emang sih yg nge-post bilang ini dari internet (yang artinya bukan tulisan dia) tapi kan tapi kan… I’m really suprise ngebaca tulisan ini di sini…
    *silent reader dari jaman blogspotnya si akang*

  27. [...] hal, nyaris menang AFF Cup misalnya, sampai kang Adhitya Mulya pernah bikin posting dengan judul "Sebuah negeri bernama Nyarissia" kalo dibaca agak miris sebenarnya, lalu kita menyalahkan siapa? saya mungkin mencoba menyalahkan [...]

Leave a reply