Malem kemaren gw baru selesai bantuin istri jualan di INACRAFT. Untuk kesekian kalinya kita buka stand di berbagai macam event dengan INACRAFT ini sebegai event paling gede.
Gw suka INACRAFT. Gue gak keberatan dengan harganya yang mahal. Sejujurnya, gue tau bahwa penjual gak bisa memberikan harga murah di INACRAFT karena mereka menanggung ongkos transport sendiri. kerajinan kayu dari Jawa misalnya. Mereka angkut pakai turk udah berapa juta. Itu harus dicover ongkosnya, di atas ongkos pembuatan dan jasa mereka dan keuntungan mereka. Makanya ada beberapa penjual yang bersikeras gak bisa kasih diskon. Di hari terakhir mereka biasanya kasih murah karena mending terjual dengan sedikit untung atau sedikit rugi, daripada harus diangkut lagi balik ke Jawa.
Gw suka INACRAFT karena di sana adalah tempat berkumpulnya 1800 UKM pada dasarnya mereka adalah 1800 pejuang. Ini adalah orang2 yang memiliki kreaitifitas dan memutuskan untuk merealisasikannya. Kemudian mereka tidak berpangku tangan dan berusaha menjual kreatifitas mereka untuk hidup mereka. Beberapa dari mereka sudah ekspor. Beberapa dari mereka menciptakan barang sendiri. Beberapa dari mereka adalah supplier dari mainan-mainan kayu terkenal dari eropa. Di INACRAFT ini mereka menjual modifikasi mereka sendiri (karena copy right). Di INACRAFT lah banyak orang bule yang hunting barang-barang untuk mereka supply. yang paling penting dari INACRAFT adalah silaturahmi sorucing-hunter dan supplier yang meneruskan perbincangan mereka seudah INACRAFT.
Kita lihat kreatifitas beberapa peserta:
batik: www.kaviindonesia.com
brain teaser: www.kajeng.com
toys: www.win-toys.com
Orang-orang ini adalah orang yang menggerakkan ekonomi negara. Thanks to people like them, masyarakat Indonesia gak perlu mahal2 beli mainan impor yang menggerus devisa karena sekarang mainan yang bagus bisa didapat dengan murah.
Thanks to people like them, bahkan barang yang mereka ekspor membantu negara mendatangkan devisa negara.
Ketika mereka kaya, kita ikhlas dan ikut senang melihatnya. Ketika mereka membeli mobil Lexus, atau menyekolahkan anak mereka di SD mahal, kita tahu dari mana uangnya. Dari kita dan untuk kita. Bahkan untuk eksportir, dari dolar, untuk kita.
habis itu, mereka bayar pajak pula. Ketika kita lihat Gayus kaya? Kita tahu kayanya Gayus dari mana.
possibly related posts:



emang an*j*i*n*g tu maling2 macem gayus, bisa nya cuma bikin ni negara ta,bah miskin. coba pemerintah kita kaya di cina yang berani hukum mati para koruptor..amen to that…
om adik dan mbak ninit jualan apa di inacraft?
nice punchline
Nice post A, tp banyak typo-nya pisaaan..
kmaren gw juga ke INACRAFT ma pacar.. dan tercengang-cengang ama kekayaan Budaya Indonesia yg sangat kaya dan mewah… yg pastinya bukan Budaya Korupnya loohhh….
salut deh untuk para pengrajin di indonesia…kalaupun pada akhirnya mereka kaya & berkecukupan rasanya wajar, tapi kalau gayus? apa kata duna?
wah jualan apa mas adit di INACRAFT, saya juga suka jalan-jalan disana,, palagi karena punya kenangan :P, karena tahun lalu dilamar di INACRAFT