Orang sering bilang bahwa pemerintah kurang efisien. Kita sendiri juga sering menggerutu oleh service pemerintah. Tapi sebenernya salahnya di mana? dan apa underlying factor yang bisa diperbaiki?
Gaji PNS kecil itu sebenernya bawaan orde baru. Jaman Pak Harto dulu, untuk menurunkan angka pengangguran, lowongan PNS dibuka tiap tahun. Tapi karena begitu banyak yang jadi PNS, gajinya mau gak mau kecil. Ya iyalah, satu departemen yang seharusnya cukup dikerjakan efisien 100 orang, di sana ada 300 orang. Kalo gue bilang ini kurang tepat karena:
1. Bikin orang berharap. Orang menjadi abdi negara (PNS) tidak berdasarkan kompetensi tapi cari aman. Ah jadi PNS meski gaji kecil gak akan pernah di PHK, sering sekali kata itu kita dengar.
2. Satu menit kemudian, kita akan komplen betapa kecilnya gaji PNS. Lha mau gimana? Kalo nyerap banyak orang, mau gak mau duit yang ada terbagi lebih kecil.
3. Karena gaji kecil, tendensi yang terjadi adalah (mungkin ya, gak semua PNS) korupsi.
4. Dan ini yang paling mengerikan: karena PNS itu buanyak banget, mereka harus dikasih kerjaan. Sebuah proses sebenernye bisa dari A ke B langsung. dan dikerjakan 1 orang. Tapi dengan memekarnya jumlah PNS, pemerintah kan harus ngasih job desc nih ke orang-orang yang baru dia serap. Tendensinya adalah kita harus pergi ke banyak meja A B C D untuk menyeleesaikan 1 urusan. Padahal masing-masing meja A B C D megang satu stempel yang kalo kita mau, bisa aja 1 orang megang 4 stempel.
Ini sebenernya sangat-sangat bahaya. Niat pemerintah baik tapi efek yang dia timbulkan dari kebijakan penyerapan ini adalah birokrasi yang tidak efisien, rawan korupsi dan lainnya. Dan apakah ini hanya Indonesia? Oh tidak. Malaysia dan US juga gini. CUman aja kita kan 220 juta orang dan miskin, jadinya kerasa bener ketidakefisienannya.
Gue paling gak suka banding-bandingin negara tapi untuk satu kebijakan ini, gue mau gak mau harus akui Singapur cukup bagus dalam hal ini. Pemerintah SIngapur punya kebijakan:
1. Gaji PNS disetarakan dengan gaji swasta sesuai pasar tenaga kerja. Bisa jadi gaji kepala divisi i deprtemen pertanian misalnya, sama dengan gaji manager di mungkin, Astra.
Efeknya: Kebijakan ini mengattract talent-talent yang tepat. Sekarang kita punya insinyur pertanian kerja di bank dan sarjana ekonomi di departemen pertanian. Gue gak bilang bahwa PNS itu isinya orang-orang gak tepat. Tapi mari kita akui, temen-temen gue yang lulus dengan IPK terancam 4, sedikit yang jadi pegawai negeri. Talent itu gak lari kerja di swasta. Tapi tertarik untuk bersaing menjadi PNS.
2. Saban graduation day, pemerintah mendekati semua best graduatenya dan nawarin kerja di departemen. Di Indonesia, waktu gue lulus ITB, yang approach the best graduatenya malah swasta semua. PNG ada. Unilever, bank Niaga, semua oil company. Malah pemerintah gak ada. Seperti yang pemerintah tidak tertarik menyemai bibit-bibit terbaik bangsa.
Apa hasil konkret dari kebijakan Singapura ini?
- The right talent for the right job.
- Terbentuk pemerintahan yang menguntungkan
- Kecil korupsi. Ada 2 macam korupsi. Korupsi karena butuh, dan korupsi karena tamak. Korupsi karena butuh selalu menjadi awalnya. Setelah tau bahwa gak ketauan, mulai korupsi karena tamak.
ini 2 contoh konkretnya:
1. Singapore Airline adalah penerbangan paling baik dan paling eksklusif. Dan ini milik pemerintah. Cuman Singapur aja? Wait, Air France juga milik pemerintah (51%).
2. Changi airport adalah perusahaan milik pemerintah. Dan liat dari tahun ke tahun selalu menjadi airport terbaik dunia. Baru tahun ini aja kalah sama Korea.
3. PSA. Port of Singapore Auhtorhity, punya thru put container terbanyak…sedunia.
Dengan gaji tinggi, memang berarti departemen yang tadinya 100 orang mungkin dipangkas gila-gilaan jadi 30 orang. Pengangguran meningkat. Tapi pemerintahan jadi efisien, pegawai juga mau mencurahkan talentnya untuk memajukan departemen yang mana memajukan negara. Kalo ini dilakukan, niscaya presiden akan sangat tidak populer tapi ini adalah pil pahit yang tepat bisa kita telan - that is, in my opinion.
Gus Dur pernah bilang, untuk menghentikan budaya-budaya buruk seperti korupsi dan inefisiensi, satu generasi harus dibabat. Agar yang muda tidak terkontaminasi kultur lama dan tidak lelah menghamba ke yang tua. Sebenernya, menaikkan gaji PNS dengan cara perampingan besar-besaran juga bisa membabat hal ini. Rampingkan yang sudah tua-tua dan atau kurang performing. Budaya buruk hilang (rakyat untung), gaji naik (PNS untung), pemerintahan efisien (semua orang untung).
Gak perlu dikritik apakah gue pernah ngerasain jadi PNS apa nggak. Mertua gue PNS dan gue liat dari dia potret kehidupan PNS. Yang baik-baik seperti dia, biasa aja. Yang gak bener bisa sukses bener.
possibly related posts:



gajinya harus besar tapi berkualitas.
Masalahnya mereka lobinya gede banget dhit. Coba aja lu pikir kalo ada presiden yang berani bikin perampingan, kalo ga demonstrasi gede-gedean langsung.
Also, pemerintah Singapur itu narik talent-talent ga cuma dengan gaji PNS yang relatively tinggi dibandingkan negara2 laen dan swasta, tapi juga dengan ngebiayain beasiswa banyak murid Singapur yang setelah kuliah diwajibkan kerja sama pemerintah untuk beberapa tahun. It makes perfect sense– you get fresh talent in your government every year dan jadi susah rekrut kroni-kroni buat korupsi.
To become a good employee and increase their potential & talents , salary must be boosted up!
minta ijin share ya kang.
always love your writing…
especially this one…
Sebagai seorang PNS saya merasa entry ya anda tulis nonjok abis..! memang begitulah kenyataanya..
setuju!! makanya gw males jadi PNS….
gaji PNS hrs besar atau kecil?..hmmm
mungkin lbh baik, pihak swasta dan pemerintah..saling membangun negeri in sebaik2nya aja. he2..saya gak bs berkomentr banyak, krn sy punya temen yg jd PNS bnyk bgt..he2. soalnya sy sbg pekerja di perushaan swasta gak bs blg jg temen2 gw di swasta gak korupsi, atau merugikan sitem lah..atau apalah..hmm, well this is indonesia i think.
sudah terlalu kuat akar busuknya, it sad but true.
yah, smg di masa depan, bangsa ini bs melahirkan generasi pemikir dan pengambil keputusan yg baik, demi tercapainya pasal 33 di UUD 45 kita.
Hehe..dan itulah sebabnya saya belum minat ikutan CPNS
jadi kunci dari masalah gaji pns adalah pengendalian jumlah penduduk ya?
supaya pemerintah nggak perlu repot2 mempekerjakan orang atas dasar belas kasihan.
ayo… ayo… KB, udah nggak musim jargon banyak anak banyak rejeki.
banyak anak itu membebani negara dan lingkungan
btw, jadi inget cerita temenku yang ngerjain project sistemasi network untuk salah satu departemen di jakarta.
tujuan project itu juga untuk efisiensi, supaya semua approval dan perencanaan kerja bisa berjalan via sistem dan diakses semua orang via jaringan internal.
hari pertama, ada orang yg dengan cemas nanya, apakah sistem itu bisa dipake buat ngecek jumlah hari kerja setiap pns?
setelah diintip, ternyata orang itu submit dinas luar selama lebih dari 400 hari, hanya untuk tahun 2006 saja! (note : dinas luar dapet tunjangan per hari)
anehnya, kok ya bossnya bisa teken approval buat itu.
bossnya kelewat polos, nggak sadar anak buahnya terus2an ngajuin dinas luar atau memang si boss juga ikut bekerja sama?
hari berikutnya, ada yang ngeluh, katanya sistem baru itu bisa mematikan pekerjaannya.
setelah ngobrol2, ternyata job desc-nya orang itu adalah nganter2 map yang isinya surat2 yang harus ditandatangani ke orang2 di dalam gedung tsb!
bayangkan, betapa anehnya job desc yang dibuat2 itu dan betapa manjanya orang2 di gedung itu!
macam sibuk berat aja, sampai nggak bisa angkat pantat dari kursi dan anter surat sendiri, padahal masih di dalam gedung yang sama juga.
kalau urusan anter surat dalam gedung aja udah nggak efisien, gimana urusan kerjaan lain yang lebih rumit?
gw juga PNS emang kadang2 dilematis yah…. kadang2 pengen efektif kerja tapi pas giliran minta approval atasan,atasannya ga tau lagi dimana…
@ anna..
itu yang satu tahun dinas luar 400 hari lebih korupsinya gila2an tuh…. ampe setahun aja gak cukup 365 hari…..
*hebat bener tu orang..
kang adhit, sebenernya aku setuju sama comment dari anna. dilihat dari jumlah penduduk aja, emang singapur lebih dikit dibandin indonesia. ditambah lagi dengan luas negaranya.
tapi mungkin kebijakan2 singapur bisa kita contoh tuh.
nice post!!
alhamdulillah, PNS yg bekerja di Depkeu tidak seperti itu, reformasi birokrasi sedikit banyak sudah merubah budaya-budaya PNS yang ada di zaman orde baru. efisiensi pegawai pun sudah digalakkan, interval penerimaan bertambah guna efisiensi pegawai, angkatan 2002 ke 2008 ada 6 tahun, waktu yg cukup untuk pengurangan pegawai. assessment untuk peningkatan kompetensi sudah digalakkan dan penilaian kinerja juga menggunakan key performance indicator, Standard Operating Procedure juga sudah diperbaiki menjadi lebih efisien, untuk jabatan tidak ada senioritas, yg junior jika lebih capable dpt menduduki jabatan yg ada.
Selalu saya tertarik dengan ulasan sederhana namun penuh logika seperti ini..
terusin analisa nya Kang!!…
kmaren2 suamigila kenapa?
tentu gaji PNS harus besar!
gw saat tes masuk PNS banyak tanya kiri-kanan karena penasaran juga pgn tau. dan diantara banyak yg gw tanya itu, gak ada satu PUN yg gw tanyain itu nama uni nya pernah gw denger. ya, bahkan mendengar nama uni nya pun gapernah. jd selain pemerintah kurang pdkt ke freshgrad, tampaknya freshgrad pun kurang berminat masuk instansi pemerintahan. kurang umpan.
tp inefisiensi ini masalahnya gak berhenti di kesejahteraan pegawai saja. undang-undang yg ada pun sangat membatasi perkembangan birokrasi. birokrasi negara ini sengaja dibuat tumpul. perhatikan, selama ini gak ada presiden kita yang mau mengeluarkan uu yang supportif thd kelangsungan birokrasi instansi pemerintah yg efktif dan efsien. karena jika birokrasi kuat, negara akan jalan dengan sendirinya. dan presiden pun hanya jadi sekedar sosok tempelan belaka.
PNS di Depkeu sebenernya masih kaya gitu juga sih (suami ane orang depkeu juga bos). Yang gw tau, emang betul jaman Tante Sri yang smart itu banyak perubahan positif. Ada KPPN Prima, ada Pajak Pratama, dan kebijakan2 laen. Yang intinya, memberdayakan yang muda yang berprestasi. Nah, tapi kan gimana nasib orang2 tua ini? Yang 40+ ya. Di-PHK ga mungkin. Dibiarkan ya akhirnya gitu deh, absen jam 8, jam 10 pergi sarapan pulang jam 2 ke kantor. Jam 4.30 udah siap2 pulang. Enihow, Tante Sri sudah berusaha melakukan perombakan yang bagus. Dan pastinya, merubah sebuah sistem raksasa di negeri ini tidak cukup hanya dalam hitungan tahun. Semoga bisa terus konsisten dengan niat membawa perubahan.
Maap kalo ada opini yang kurang pas di hati..
minta ijin share di facebook ya.
hehe, mau berkomentar sdikit…
“..potret kehidupan PNS. Yang baik-baik seperti dia, biasa aja. Yang gak bener bisa sukses bener.”
belum tentu juga yang sukses itu korupsi kan?hehe, cuma mau mengomentari agar tidak menggeneralisir. yah, mgkin yang sukses hanya sebagian minoritas dari mayoritas. ayah saya seorang PNS, tapi alhamdulillah saya bisa katakan beliau sukses. karena beliau bukan saja hanya mengandalkan gaji PNS, tapi juga melakukan kerjasama riset dg pihak univ asing. oiya, ayah saya scientist dan dosen.
hmm, kalo gitu memang harusnya PNS juga diisi dg orang yg punya talent tinggi..untuk perbaikan negara. tapi kalo melihat ayah saya, kok saya trauma jadi PNS ya…hahaks. bukan karena gaji kecil, tapi perjuangan beliau yang mengorbankan segalanya untuk instansi itu. rela menjadi kaum minoritas yang berjuang memajukan instansi, rela menjadi kaum minoritas untuk tidak korupsi, hehe. tapi yang diterima ayah saya bukanlah penghormatan, malah sebaliknya…
oiya, meskipun saya tinggal di korea…saya tidak setuju kalo incheon adalah airport terbaik. masak ga ada tempat untuk pray-nya jadi airport terbaik?
maunya gaji PNS dinaikkan tapi tidak ada pengurangan karyawan. hmm… bisa ngga yah?
Woiii….singapur tuh kekeurangan tenaga kerja banget,makanya tiap graduation day langsung di caplok2in.liat indonesia? Rakyatnya banyak,yang pinter2 juga banyak…pemerintah gak susah2 nyaplok juga pada daftar…realistis dikit kl bikin analisa, apple to apple
gw pns…. jujur lulus kuliah gw langsung diterima jadi pns, menurut gw interval angkatan yg ada di kantor gw cukup jauh, 1998-2006,2007!!! dan hampir semua bagian begitu!!! untuk masalah airport singapura, gw sebagai orang yang ada di perhubungan mo ngasih sedikit pendapat!!!!
a. sngapura punya satu bandara, yang selalu bisa dikembangkan setiap saat dengan anggaran yang mungkin cuma 1/20 anggaran perhubungan RI, sedangkan RI harus mengurusi lebih dari 150 bandara di seluruh indonesia,
b. begitu juga dengan pelabuhan, untuk negara kecil seperti singapura mungkin aja mereka cuma punya 1-5 pelabuhan, bayangkan dengan RI, sebagai contoh di pulau batam aja kita punya lebih dari 20 pelabuhan…..
jadi ini bukan masalah good governance, di subbagian gw aja cuma ada 5 orang untuk mantau fasilitas penerbangan di seluruh indonesia, imagine that!!! apakah kita berlebihan dalam personil PNS, yang ada kita malah kerepotan!!!
walaupun tetep harus diakui kalo banyak juga bagian yang kelebihan personil!!!
thanks untuk artikel yang membangun mas adit!!!
gw org yg kejebak harus jd pns walaupun gw g mau setengah hidup….tp kynya ada perbedaan mengenai pns di departemen (pusat/yg ada di jkt) dgn pns di daerah…kalau pusat msh bisalah diharapkan lebih baik..dirombak atau apapun sebutannya..tp di daerah lupain aja….g mungkin bisa bkn efisiensi…yg ada di otak setiap org cuma satu jd pns kalau udah pensiun jg masih ada gaji..mati juga masih ninggalin duit buat keluarga..itu doank..makanya pasti maunya gaji gede terus g perduli kualitas kerja diri sendirinya ky gmn…yg kena sasaran yg model2 gw begini..anak baru yg disuruh mikir..tp yg dpt tunjangan kasi2nya…dan lebih lagi kalau di daerah feodalnya msh berasa bgt..lo harus nurut bos bodo amat itu bos bener atau salah..bego atau pinter…nasib lo aja yg nentuin dpt bos yg ky gmn…
gw setuju ama vie n qbonk:
PNS sering kali dijadikan pelarian buat orang2, dalam artian, 1. ngga bakalan diPHK, mati mash ninggalin duit, tua mash bs ngasih makan anak. makanya seringkali orang menjadi kurang kompetensi skill-nya. malah berkompetensi bayar suap supaya masuk PNS.
Dan tentang fresh graduate kita yg berkualitas, pantes aja semua orang pintar Negara kita larinya ke perusahaan luar negeri, wong ngga dihargai kok… apa untungnya jadi PNS, kl akhirnya bekerja dgn orang2 ngga kompeten yg nggak tau lulusan dr mana, dan dengan PNS culture yang kental bgt.
sebener nya, jd PNS itu juga berat, maksud nya, bokap gw PNS, awal menjadi PNS, gaji honorer slama 5 thn, baru di angkat menjadi pegawai tetap,, PNS itu kyk skolah, harus mau ikut diklat ini, diklat itu, memang gak ada istilah PHK, tp ttp itu ada masa nya dimana harus pensiun, even klo itu PNS ud di top position, ttp ada masa pensiun, gak aman jg berarti kan!?
berbanding dgn SG, yah kembali alasan klasik, wilayah Indonesia yg kelewat luas, dr sabang ampe merauke aja, ada 27 bandara Internasional (sumber kopas), amerika cm pnya 10 bandara internasiona (sumber angkasa).
lg pula om, OTSUS sudah mulai memilah-milah, contoh di papua, bila bukan putra daerah, jgn harap bs jd pimpinan di departemen,, besar kecil nya gaji, sbner nya bukan masalah besar tuk PNS, kan PNS ada tunjangan dll, pekerja lain gaji an cm 12x, PNS gajian 13x 1 thn,,
btw, gw suka articel nya, memberikan solusi,, walopun pahit klo bner2 di jalan kan,,
Jadi teringat sewaktu kebegian tugas di Pemping Island. Di pulau tersebut terdapat “meteran gas” yang dijual oleh Indonesia (dalam hal ini PGN/Perusahaan Gas Negara) ke Singapura. Di pulau tersebut saya liat belasan orang yang bekerja dalam shift tersebut. Bila sehari 3 shift dah puluhan orang deh yang bekerja untuk menjaga agar pasokan gas ke Singapura tetep lancar (masih teringat dulu pernah satu kali pasokan gasnya “tersendat”, separo Singapore mati lampu deh)..
Pada saat pembukaan kerjasama jual beli gas tersebut, Megawati sempet ngasih pidato begitu juga dari pihak Singapura. Yang bikin saya geli waktu itu adalah dari perwakilan dari pihak Singapura sempet bergurau bahwa kalo di Indonesia (dalam hal ini di Pemping Island) yang ngejagain belasan sampe puluhan orang, “meteran gas”yang di Singapura cuman sekitar 5 orang saja yang bekerja dalam satu shiftnya..
Abis itu entah menteri energi ato ketua PGN nya yg ngejawab komentar tersebut bahwa kalo di Indonesia itu emang musti pake sistem “padat karya”..
Dalam hati gw bilang, ini Bapak Pejabat bisa aja ya ngelesnya..he hee..
setahuku gaji PNS terendah masih jauh lebih tinggi dari UMR…. soal korupsi kayaknya koq lebih ke budaya yg udah berurat berakar… kalo menteri, wakil rakyat, pejabat top, gajinya pasti udah besar toh masih ada yg korupsi juga… (seumur-umur aku blum pernah ikut tes CPNS)
Yang lebih adil sih…pake sistem renumerasi berdasarkan kinerja…..Kang…..dan dibeberapa instansi akan diterapkan….kabarnya Depkeu udah tuh….
hihihihi jd malu, ak baru jd PNS 6 bulan. dan artikelmu sungguh menohok. Tapi mau bgmn lagi memang seperti itu kenyataannya. Jiwa2 yg muda siy pgnnya jujur tp yg tua nyuruhnya seperti itu. Kita kan sbg bawahan hrs nurut, bnr kata pak gusdur mesti mangkas satu generasi dulu, tp kan itu susah
// Nah, tapi kan gimana nasib orang2 tua ini? Yang 40+ ya. Di-PHK ga mungkin. Dibiarkan ya akhirnya gitu deh, absen jam 8, jam 10 pergi sarapan pulang jam 2 ke kantor. Jam 4.30 udah siap2 pulang.
Mungkin salah satu solusinya bisa dengan pensiun dini untuk PNS tua dan atau yang uda ga produktif lagi. emang awalnya perlu modal banyak buat ngasi pesangon tapi kedepannya lebih baik daripada membiarkan banyak orang makan gaji buta dengan jobdesk yang ga jelas.
bos, mohon ijin copy paste saya jadikan note di FB biar byj yg bisa diajak sharing.
tulisan anda powerful dan nonjok abis, gue suka gaya loe…
keep posting bos…
Adhit (suaminya Ninit [teman satu kelas, waktu sma kelas 1]), mohon ijin copy paste ya. Saya jadikan note di FB biar byk yg bisa diajak sharing. Di lingkungan keluarga saya kebanyakan PNS. Tulisan di blog Adhit sama blognya Ninit terus saya ikuti beritanya. Makasih atas bagi-bagi ilmunya. Makasih juga atas izinnya ya.
Yup, remunerasi …that’s the point
Kita tnggu aj,sampai 2010 semua departemen akan mendapatkan remunerasi , artinya kinerja kita akan diukur, singkatnya tunjangan akan berbanding lurus dengan performance, udah sama kaya swasta bro …
Gw sih sejak dulu kagak minat jadi PNS.
bini gw aja tar ah yg jadi PNS haha. *mengharap*
saya PNS,
saya dukung isi tulisan ini dari A sampai Z.
sedikit tambahan : jika diadakan perampingan, maka yang tersisa menjadi pns adalah seharusnya orang-orang yang tepat. tapi jika sudah diciutkan namun yang dipangkas justru yang bagus-bagus, maka menjadi sia-sia ide brilian ini…..
minta ijin share di FB yaaa…
setuju dit, makanya gw ga kepengen jadi PNS dan bokap juga ga menyarankan anak2nya jadi PNS. jadilah gw TKI, hahaha… sama kita ya. yaaa kerja 2-3 taun di perancis mendulang euro buat dikirim ke Indo. kurang gimana cinta gw sama Indonesia?? hihihi… gw pernah punya pengalaman buruk, dikira minta sumbangan pas gw dateng ke salah satu dinas untuk minta data (untuk set up program pembinaan K3 usaha kecil) yang notabene buat bantu mereka juga. dan kita ngerjain itu semata2 buat pengabdian masyarakat bareng mahasiswa lokal, secara gaji udah lebih dari cukup buat gw sorangan. sakit hati gw, data ga dikasih pula!! tapi gw percaya suatu hari Indonesia bisa bersih, maju dan kaya!! oiya, saran gw, buat yang punya penghasilan lebih dan pendidikan bagus, ga ada salahnya punya anak lebih dari dua, supaya bisa jadi bibit2 unggul untuk bisa membangun Indonesia
Saya setuju dengan gaji PNS yang besar, persoalan harus ada perampingan atau tidak sesungguhnya gimana nawaetu penggede bangsa yang kadang berhati bangsat………. maaf yang ga juga banyak. Ini buat yang ngerasa aja. Semoga saja Allah melahirkan pemimpin yang tidak sekadar menjual popularitas………….contoh tuh GUSDUR,maaf saya bukan orang politik dari PKB atau yang lainnya,tapi minimalnya tindakan GUSDUR yang menaikkan gaji PNS tanpa wacana politik apapun wajib ditiru oleh PAK SBY………….. walaupun sekarang ga segoblok-goblok amat sih pemimpin kita,hanya kalau mau naikin gaji pegawai negeri mikirnya 127 setan……. termasuk para dewannya. Semoga Dewan yang masih berpihak kepada PNS dan Wong Cilik dimuliakan hidupnya…………..Amiin, Juga pak SBY sepanjang masih berpihak yaaa………..semoga Allah mul;iakan hidupnya.
kang, ijin copy paste y bwat di FB. hatur nuhun
Saya tdk setuju gaji PNS dinaikkan, malah sebaliknya harus diturunkan & dihilangkan semua tunjangan2nya biar makin banyak yang koropsi dgn begitu akan kentara mana PNS yg jujur & mana yg gak jujur & suka koropsi. Trus tggal tgkpin aja yg suka koropsi itu pecat & hukum yg berat. Kalo dah bnr2 bersih bolehlah di naikin gaji & tjgnnya & lakukan rekrtment PNS yg baru yg bebas dari KKN.
wah saya ga bisa kasih pendapat, cos saya bukan PNS….tapi ya kepingin juga jadi PNS……maklum kemakan arus sih…