Sedekah

Beberapa waktu yang lalu kita pergi ke KBRI untuk dengerin ceramah ustadz Yusuf Mansyur.

Bagi yang belum pernah kenal ciri ceramah dia, ni gue kasih tau: Dia adalah ustadz yang berusaha menyosialisasikan 2 ajaran Allah:

1. Orang yang bersedekah tidak pernah miskin

2. Sedekahlah dan pasti dilipatgandakan (dalam berbagai cara dan bentuk).

Satu hal yang bikin ceramahnya gak nyaman adalah, bahwa ceramahnya cenderung menjerumuskan orang. Di mana konsep yang diajarkan berisiko salah tangkap.

Dia berusaha ngajarin secara eksak dan matematis bahwa kalo kita sedekah 10 ribu maka kita akan diberi imbalan 100 ribu. Dia juga cerita ada seorang teman di jawa, katakanlah Joko, yang punya uang 2 juta. Joko sangat butuh uang tahun dpean untuk bayar kontrkannya 1.5 juta. modal hariannya 1 juta. Dia kurang 500 ribu. kemudian dia mendengar ceramah ustadz Jusuf ini bertajuk “menjadi kaya karena sedekah”. Kemudian Joko bersedekah 1 juta dengan harapan dan kepercayaan bahwa Allah akan memberikan imbalan yang lipat ganda. Beberapa bulan kemudian ada lumpur lapindo. Kemudian dia ditunjuk lapindo untuk menyediakan catering 16000 orang tiap hari. Akhir tahun dia punya 600 juta.

Cerita seperti ini jujur aja sangat menbahayakan. Gue aja pertama kali dengernya malah kok kita sedekah pamrih ya? Kok kita itungan ya sama Allah? Inti dari cerita dia, Allah selalu akan mengembalikan dengan berlebih. Dia juga membuktikan dari cerita ini bahwa orang sedekah gak akan miskin. Tapi yang ustadz ini gagal menerangkan bahwa kalo sedekah juga harus ikhlas.

Kalo gue pribadi, ada hikmah yang gue bisa ambil dari cerita lapindo ini sama dengan cerita guru agama gue waktu SD dulu. Dan entah kenapa ustadz ini gak ungkapkan. Entah dianya nyadar atau nggak nyadar. Hikmah itu adalah:

Sedekahlah when it matters. Maksudnya, si Joko ini tabungannya cuman 2 juta dan dia nekat nolong orang 1 juta, meski pake harapan dan pamrih segala. Kalo kita punya 1 milyar dan sedekah 1 juta, ya atu gimana ya itu cuman 0.1%. Zakat aja 2.5%. dia sedekah 1% itu memang belum cukup cover kewajiban zakatnya.

Kalo yang gue diajarinnya ada beberapa hal:

1. Sayang kalo kita sedekah banyak kalo sholat kita masih bolong-bolong. Guru gue pernah bilang, Shalat itu tiang agama. sedekah, puasa, haji dan lainnya menggantung di ketekunan shalat kita. Kalo kita sedekah 1 Milyar, sebaik-baiknya 1 Milyar, itu sunnah. Shalat yang wajib malah bolong. Sebaiknya sejalan dengan kita sedekah banyak, kita pastikan shalat kita gak bolong. Sama aja kayak orang rajin tahajud api karena kerja, sering lewat shalat Ashar. Itu bukannya ngawur, tapi ibarat kata guru gue, hasil kamu shalat tahajud mau digantungkan di tiang mana? tiangnya aja rapuh bolong-bolong.

2. Sedekahlah when it matters.

3. Sedekahlah di atas kewajiban zakat kita.

katakanlah salary kita 10 juta sebulan. Sebulannya kita berikan ke orang miskin 200 ribu. Apakah itu sedekah namanya? Gimana mau sedekah, lha wong kewajiban zakatnya aja 2.5% = 250 ribu. bereskan dulu yang wajibnya. Apa pun yang kita amalkan di atas itu, adalah sedekah.

4. Sedekah lah kapan saja, gak perlu pas kepepet.

Sama kayak shalat. Shalatnya bolong. Baru aja kalo ada perampingan perusahaan, kita rajin shalat. Kalo ada keperluan satu milyar baru kita sibuk sedekah 20 juta. Malaikat bisa-bisa “bilang kemaren kemana aja tong?” Ini yang sering ustadz Jusuf ceritakan. Tapi kok yang gue dapet, kok sekilas mendidik jadi pamrih ya? Bukan pamrih ke orang miskinnya, tapi pamrih ke Allahnya.

5. Sedekahlah untuk memberi manfaat.

Sejak diajarin sama guru SD gue, kecenderungan gue adalah sedekah untuk guru. Sedekah untuk pendidikan seorang anak. Dan lainnya. Gue gak pernah sedekah ke badan zakat meski itu bisa memberikan kita potongan pajak. karena gue gak tau itu uangnya ke mana. Mending yang ketauan memberi manfaat.

6. Sedekah dahulukan pada kerabat, tetangga dan orang-orang terdekat kita ie: pembantu.

Kita sering gak sadar bahwa orang-orang terdekat kita seperti kerabat (orang tua, adik, sepupu, keluarga besar),  tetangga dan pembantu, mereka lah orang-orang yang diam-diam ikut mendoakan kesuksesan kita – padahal mereka belum tentu sukses. Mereka juga lah orang-orang pertama dalam hidup kita yang melihat kita menapaki sukses. Contohnya,

- Kita baru beli BMW sementara tetangga baik kiat di sebelah baru saja bangkrut.

- Kita rencanakan liburan ke australia depan pembantu, tapi somehow kita gak pernah inget untuk naikkin gaji dia.

dan pembantu itu parah lho. Sering kali kita gak sadar betapa buruk kita memerlakukan pembantu kita. Contoh: majikan kita di kantor kasih kita jatah cuti 20 hari pertahun. tapi berapa hari kah kita ijinkan cuti pulang kampung? dan masihkan dia kita bayar pas cuti?

Majikan kita kasih kita bonus terkadang 2, 3, 4 bulan gaji. bahkan terkadang 5-10 bulan gaji. bahkan ada perusahaan yang kasih 20 bulan gaji!! Subhanallah! tapi apakah kita sebagai majikan memerlakukan bonus yang sama pada pembantu kita?

Yang paling gampang deh: ketika kita baby sitter dan supir ke sushi tei, apakah kita suruh mereka makan bareng kita? atau kita suruh mereka makan dulu di rumah biar gak ngiler liat kita makan sushi sementara mereka bengong?

Dan bukannya kita jahat tapi kita sering gak sadar bahwa ketika majikan kita memberikan sesuatu pada kita. sering kali kita gak mikirin diri kita dengan posisi yang sama pada pembantu kita.

Belum lagi orang tua dan keluarga besar. Banyak dari mereka yang lebih dari kita dan juga kurang. Sementara kita sedekah jutaan untuk bikin atap mesjid depan rumah, apa kita yakin bahwa sodara kita di (katakanlah) Nganjuk gak ada yang kelaperan?

7. ini yang paling penting: Sedekah lah dengan ikhlas, mengharap ridho Allah dari perbuatan sedekah itu. Bukannya ngarep jutaan perak. Intinya nolong karena rasa kemanusiaan kita. Bukan ngarep imbalan.

Logika-logika yang kayak gini yang guru agama (SD) gue sering tekenin ke anak-anak didiknya. Emang waktu dulu gak ada sushi tei.

Anyways,  semoga gak menggurui, gue cuman sharing aja. Kalo ada yang protes, inget ini blog gue.

193 responses to “Sedekah”

  1. schizilly says:

    Resiko being famous blogger ya dit..
    U need to justify this blog is ur blog. Ur media in saying opinions, w/o being judged.
    Sori, maybe OOT comment

    Cheers xx

  2. yani says:

    setuju bgt sama guru nya & mas aditnya, hehe..nyokap gue tiap ada ustad ini di TV selalu bilang “tuuuh kamu dengerin..eh itu cara ngitungnya di perhatiin dong nnt ajarin mama”
    hihi, gemana mau ikhals kalo diitung2 cost & benefit nya…

  3. ipang says:

    bener banget kang,..
    Orang nyumbang terkadang main itung2an sama Allah. Berpikir bahwa sedekahnya akan membantunya menjadi kaya, karena Allah pasti mengembalikannya dengan lebih, *ama ALLAh perhitungan, selama ini kita bernafas, Allah nggak pernah perhitungan ke kita*…

    Sesungguhnya ibadah, amalan, dan perbuatan baik kita bukan jaminan kita masuk surga.. Yang membuat seseorang masuk surga adalah Syafaat Allah…

    Semoga kita termsuk orang-orang yang selalu mendapat syafaat dan rahmatNya..

  4. ogi says:

    Syafaat ituh dari Rasulullah saw [kalo saya bener]
    Allah itu yang ngasi Hidayah [I think]

    Mengharapkan supaya gak dimasupin neraka juga merupakan suruhan Dia . Liyat do’a sapu jagat. Di sana jelas maknanyah bahwa yang berdoa minta supaya dijauhin api neraka [otomatis kita jg jadi pamrih kan...?]. Jadi sah-sah saja kalo kita tuh pamrih. Dan memang wajip!
    [panjang yah kalo dijelaskeun. Apalagi saya belon ustat]

    Gak bisa jg nyalain siapa2. Ustadz manusia. Kitah manusia. Wajar kalo dia dikritik dan kita mengeritik. Semoga apa yang sudah kitah omongkeun bisa bermanfaat. Wallahu A’lam.
    amiiin! [all of us]

    ps: kalo ada yang protes, inget inih cuman komen kok. Jadi terserah.

  5. suci says:

    Saya belum pernah sih, dengerin ceramahnya si ustat itu, tapi kalo dari penjelasan nya mas adit, menurut saya mungkin maksud ustat itu baik sih ya, ngajak orang untuk sedekah, gak usah takut miskin karena sedekah. Maksudnya biar orang gak jadi pelit sedekah gitu. Tergantung orang yang nerima ceramahnya juga sih, kalo bisa mengambil kesimpulan dengan baik, ya bagus, tapi kalo gak, saya setuju dengan pendapat nya mas adit, bisa-bisa kita sedekah tanpa keikhlasan. Ibu saya juga selalu menekankan ke anak-anak nya bahwa kalo kita ibadah ke Allah itu gak usah ngarep2 lebih. Soal imbalan yang Allah bakal kasih ke kita, biarlah Allah yang menentukan.

  6. ayuuumi says:

    setuju c a’
    dia juga menceritakan hal yg sama waktu dikantorku
    dan sempet juga berfikiran sama kaya aa’
    tapi mungkin maksudnya ustadz mansyur ga gitu kali a’
    tapi yg aku tangkep c ambil postive-nya jah
    klo mau sedekah itu ga usah mikir ga usah ragu berapa banyaknya karena Allah pasti membalasnya,,dalam bentuk apapun,,
    jadi ga usah takut
    mungkin maksudnya gitu kali a’
    intinya mengajak tuk sedekah:)

  7. Kang Jodhi says:

    trademark nya ustad yusuf mansyur
    - para peserta disuruh membuka dompet
    - terus disuruh mengacungkan sebuah lima puluh ribuan
    - terus disuruh sedekahin

    menurutku sih memang logika sedekahnya pak yusuf mansyur yang eksak itu terlalu naif

  8. melinda says:

    menurut sy, manusia emg tercipta dengan sifat pamrih. makanya Allah menyediakan surga sebagai imbalan amal baik, dan neraka sebagai hukuman. dan makna ikhlas bagi sy adlh meniatkan karna Allah. itu pamrihnya: ALLAH > Surga…

    mengenai bliau yg kang adit maksud, sy emg g begitu memperhatikan. entah mengapa, ganjil sj rasanya melihat ustadz2 populer model gitu. benar mungkin niatnya, tapi klo jalannya salah y,,, podo ae lah.

  9. Eline says:

    gw dah pernah denger ceramahnya ustad tersebut dikampus, waktu itu dia ngajak salah satu orang ke depan ditanyain gajnya berapa? didompet ada berapa? mau sedekah ga? berapa? nanti dapetnya berlipat lho….

    di depan kerumunan orang di masjid,bisakah menolak?

    sorry tak bermaksud buruk, tapi sampe sekarang gw masih suka inget, tu orang tukang sapu jalan, setelah sedekah dia langsung masih bisa makan ga ya? trus iklas ga ya saat dia keluarin lembaran2 uang dari dompetnya buat di masukin di kotak, di depan banyak orang itu?

  10. tiwi says:

    satu hal yg pernah tiwi dapetin (lupa dr siapa dengernya), sama Allah memang sangat tidak dianjurkan untuk “itung-itungan”…

    Bahkan sebenarnya, melakukan sesuatu kebaikan untuk mengharapkan surga atau dijauhkan dr neraka Allah saja bisa disebut ibadah ala saudagar… karena ada pamrih di situ…

    Ibadah ikhlas yg dianjurkan adalah ibadah karena Allah memerintahkan. [Titik]

    Agree Dhit dg apa yg ditulis.

  11. Liza says:

    salam.bagus banget kang adit..boleh kushare kefacebook gak?

  12. ega says:

    hi kang adit..
    pembahasan ini ngingetin aku dgn taun lalu, tpatnya ramadhan 08, waktu itu ak dpt kerjaan yg tnyata kliennya ust YM ini,yg membuat ak bnyk berinteraksi dgn beliau. memang inspiring, betapa kita jgn takut miskin, jgn takut2 utk berbagi, krn kita ga akan kehilangan, malah akan dpt berlipat ganda, spt janji Allah SWT dalam Al Quran.

    ya memang, ak jg ga nyaman, dgn cara itung2 matematisnya, ko kyknya kita jd sangat pamrih, kita jd ga ridho, kita malah bermain2 dengan Allah. knp sedekah, kmdian dijadikan alat utk memperkaya diri. mmg sih, ada bbrp kali ustad ini slip.
    pdhal mgkin mksudnya utk menekankan ayat yg menyatakan, dgn memberi kita bs dpat berpuluh2 kli lipat.

    tp ga smua org mikirnya akan memberi krn utk mendapatkan ridho Allah, malah mgkin ada yg berpikir, utk memberi biar Allah kasih lebih banyak.

    ini yg jdi masalah. kenapa kita meng-tuhankan Uang. knp kita jd ga ikhlas. knp kita ko jd itung2an.

    gaya tausiah beliau, mmg harus hati2. mmg harus ditekankan kembali tujuan awalnya.
    bahwa matematis sedekah itu hanya salah satu bukti nyata, tp jgn dijadikan rumus utk memperkaya diri.

    mksudnya sih baik, utk mengingatkan n berbagi. tp ak sndiri cnderung menggunakan style sedekah akang. yaitu mengutamakan kerabat terdekat dl. insyaAllah istiqomah. krn mmg mrkalah org2 pertama yg plg mendoakan kita. klo ada lebih, bru ke org2 lain or masjid.

    kita jg sbagai manusia, harus mau menggunakan akal pikiran kita utk memfilter smua info yg masuk, n kroscek dgn Al Quran Al kareem kita. Karena Ustad bukanlah Rosul, beliau jg pasti melakukan kekeliruan. tinggal kita menyikapinya, jgn menelan bulat2.

    artikelnya oke kang..
    maap komennya panjang

  13. zahra says:

    Saya dateng ceramah yang sama kang adit:)
    Agree with you, tidak sreg rasanya dengan logika dan pemahaman saya. Tapi seperti komen yang lain, saya mengambil intinya saja kalau dianjurkan sedeqah.

    Tapi kalau ada yang menelan bulat2 cara seperti ini, kasihan, agama itu adalah untuk orang-orang yang berpikir.

  14. zahra says:

    ‘seperti ini’–>maksudnya bukan kang adit, tapi kalau ada yg bulat2 ngitung dan berharap balik nominal yang dijanjikan Allah..hehe

  15. indri says:

    mungkin uztad YM punya hujjah kuat utk mendukung ajakannya…dan itu yg nggak disharing ke kita2.
    YM jg pasti setuju ama point2 penjelasan diatas..

  16. ekSi says:

    Setuju Kang adit… Cuma mungkin Ustadz tsb mencoba menjelaskan yg paling mudah ditangkap oleh banyak org… Kalau kaya kang adit yg level pengertiannya lebih tinggi dan diolah lagi, timbullah kejanggalan2x sepert yg sedekah kok kaya pamrih… Karena level pemahaman org ttg agama itu beda2, jadinya dia pilih yg paliiinggg mudah. Kaya Kang adit ngomong sama anak SD aja, tentu berbeda dgn ngomong sama anak SMP, SMA, dll… Hehehe

  17. ambar says:

    wahh..udah ngga bener tuh klo malah ngajarin pamrih dan itung2an ama Tuhan,,
    saya memang bukan muslim, saya non muslim,,,tapi saya juga sering dengerin ustad2 pada ceramah,, termasuk si ustad ini ..

    setuju banget ama poin2nya..
    yang paling bikin saya mikir itu poin ke 6..kadang banyak loh yang ngga ngehargain pembantu kita..
    padahal dirinya sendiri minta dihargain,,,

    sedekah emang ngga boleh pamrih dan harus dengan ikhlas, mengharap ridho Allah.

  18. Rifan Ahmad says:

    Assalamu ‘alaikum wr wb Pak Adit,

    Saya secara pribadi tidak sreg dengan ustad YM dalam mematematiskan sedekah meski ada dalil naqli-nya mengenai Allah akan mengganti sedekah berlipat ganda. Penafsiran dalil itu harus tepat, penggantian di sini tidak selalu harus uang kan…

    Selanjutnya, sekedar tambahan perspektif, tempatnya pamrih adalah pada Allah. Selain dari itu, tidaklah layak. Bukankah hanya pada-Nya kita menyembah dan hanya pada-Nya kita meminta? (Al-Fatihah)

    Salam
    Rifan

  19. Ayu says:

    Aku sering baca tulisan diblog ini, baru ini ninggalin jejak dan aku setuju sekali dengan tulisan ini ..thanks ya buat sharing nya :)

  20. mira says:

    baru kepikiran. iya ya, kok kita diajarin buat melakukan kebaikan tapi dengan embel-embel pamrih.
    ingat satu hal aj : luruskan niat. heheu^^

  21. ita says:

    ya mungkin maksud itung2annya pak ustadz agar untuk level tertentu bisa lbh memahami. Mungkin bagi teman2 yg makan sekolahan agak janggal dengernya, tp buat yg gak makan sekolahan itu pasti bakal memacu mereka untuk lebih giat lagi bersedekah.. Seperti anak kecil jg kadang kita mesti kasih reward jg ke mereka kl mereka bisa sesuatu, itu kan biar mereka semangat, nah setelah bisa dan biasa reward jg ndak perlu lagi.. Jadi mungkin awalnya niat kita sedekah mungkin dapet pahala berlipat2 tp kl itu terus dilakukan rutin pasti gak kepikir lg pahala yg di dapat, malah mungkin berasa ada yg kurang kl belum sedekah…

  22. dizzydessy says:

    Rifan bener…balesan sedekah nggak selalu dalam bentuk uang ato materi. Sedekah sendiri klo niat ngelakuinnya ikhlas bwt ngebantu orang lain, balesannya kan udah pasti. Perasaan lega dan senang krn bisa bermanfaat buat orang lain itu uda termasuk balesan sedekah bukan?

  23. ansav says:

    Yang penting ikhlas… tapi ikhlas ternyata perlu dididik sejak dini.. jadi sebelum terlambat mati sedekah dari sekarang.

  24. errisubakti says:

    Inilah bedanya cara berpikir orang intelek seperti Adit, komprehensif dan sistematis, beda sama Pak Ustadz yang simple aja ngejelasinnya. Udah pasti Adhit betul semua, pak ustadz juga gak diragukan kesaksian dan kejujurannya soal sedekah.
    Anyway, salah satu ‘hobby’ gw dagang, dan gw pernah mraktekin apa yg pak ustadz bilang; janji Allah pasti (ttg itung2-an sedekah itu). Jadi tiap gw mau dagang, paginya gw masukin duit di kotak mesjid, bervariasi jumlahnya. Misalnya gw masukin 20 ribuan, trus siangnya ternyata gw dapet 200 ribu. Tentu harus ada proses iklasnya juga. Misalnya sepanjang pagi pembeli sepiiii, trusgw pasrah, eh tau2 agak siangan banyak yg beli. gitu deh… just sharing.

  25. bunga says:

    udah cukup lama juga ngerasa agak kurang sreg dgn filosofi hitung-hitungan sedekah nya p’ustad ini, mikir aja gitu..dimana tanggung jawab seorang kepala keluarga kepada istri dan anak anaknya kalo dia langsung memasukkan seluruh gajinya satu bulan dengan harapan mendapatkan 10x lipat balasan dari ALLAH SWT, menurut gw sih sedekah itu harus murni mengharapkan ridho dan berkah dari ALLAH SWT, karena menurut gw rizki dari ALLAH SWT tidak selalu harus berbentuk dalam bentuk Materi, bisa melalui Kesehatan, Rumah Tangga yang Sakinah, Anak Anak yang Sholeh, iman, hidayah dan ilmu yang selalu bertambah.

  26. cah ndeso says:

    lebih baik beramal dari pada cuma pinter kritik doang…

  27. alexander says:

    mas kalo posting yang bener dikit dong,bener2 gak mutu…sdnya mana luch

  28. anakcekolah says:

    wajar-ajar aja ko’ pak adit atas apa yg disampaikan ustadz YM, sahare perenunganku ja ya—>>> begini… Ikhlas itu adalah urusan Hati, dan Hati hanya bisa dikomunikasikan oleh Tuhan kepada manusia, bukan oleh manusia untuk manusia. ungkapan ustadz YM gak lebih cm teori yang diambil dr sebuah ajaran, banyak toh ajaran di Islam yg apabila melakukan ini maka akan mendapatkan itu, sprt jika kita rajin sholat maka dapet syurga….dsb. dan tentu saja Tuhan tidak main2 dengan janjiNya (insyaAllah), jika kita rajin sholat maka kelak Tuhan akan memberikan syurgaNya (ini adalah pemahaman syare’atnya), namun kalo kita berfikir lebih jauh lagi……syurga itu sama dengan kita, yaitu sama2 makhluk cipta’an, apakah kita hanya mengharapkan makhlukNya saja???? apa kita gak menginginkan penciptaNya???—>>>jalan berfikir untuk menjadi ikhlas.

    begitu juga masalah sedekah, jika kita bersedekah maka kita akan mendapatkan imbalan yg berlipat Ganda (sesuai janjiNya) melalui jalan sesuai kemampuan kita (profesi), mis kita pedagang yg suka bersedekah, maka balasan atas sedekahnya melalui jalan perdagangan itu, banyak kok buktinya, coba dipraktekan saja.
    ini lebih pada teori “menanam dan menuai”.

    menurut sy IKHLAS itu sendr HARUS PAMRIH, kok bisa???
    belajar IKHLAS—->>>> jalurnya jika kita MENGHARAP PenciptaNya (Allah) bukan mengharap yg laen (ciptaanNya) dan ini perlu dilatih…………jadi PAMRIH dengan memperoleh penciptaNya (dicintai)

    hanya share ja…nih…bahasanya tak singkat2…SEMOGA SEMPAT DIBACA

  29. anakcekolah says:

    wajar-ajar aja ko’ pak adit atas apa yg disampaikan ustadz YM, sahare perenunganku ja ya—>>> begini… Ikhlas itu adalah urusan Hati, dan Hati hanya bisa dikomunikasikan oleh Tuhan kepada manusia, bukan oleh manusia untuk manusia. ungkapan ustadz YM gak lebih cm teori yang diambil dr sebuah ajaran, banyak toh ajaran di Islam yg apabila melakukan ini maka akan mendapatkan itu, sprt jika kita rajin sholat maka dapet syurga….dsb. dan tentu saja Tuhan tidak main2 dengan janjiNya (insyaAllah), jika kita rajin sholat maka kelak Tuhan akan memberikan syurgaNya (ini adalah pemahaman syare’atnya), namun kalo kita berfikir lebih jauh lagi……syurga itu sama dengan kita, yaitu sama2 makhluk cipta’an, apakah kita hanya mengharapkan makhlukNya saja???? apa kita gak menginginkan penciptaNya???—>>>jalan berfikir untuk menjadi ikhlas.

    begitu juga masalah sedekah, jika kita bersedekah maka kita akan mendapatkan imbalan yg berlipat Ganda (sesuai janjiNya) melalui jalan sesuai kemampuan kita (profesi), mis kita pedagang yg suka bersedekah, maka balasan atas sedekahnya melalui jalan perdagangan itu, banyak kok buktinya, coba dipraktekan saja.
    ini lebih pada teori “menanam dan menuai”.

    menurut sy IKHLAS itu sendr HARUS PAMRIH, kok bisa???
    belajar IKHLAS—->>>> jalurnya jika kita MENGHARAP PenciptaNya (Allah) bukan mengharap yg laen (ciptaanNya) dan ini perlu dilatih…………jadi PAMRIH untk memperoleh penciptaNya (dicintai)

    hanya share ja…nih…bahasanya tak singkat2…SEMOGA SEMPAT DIBACA

  30. absolutely agree w/ ur (n ur elementary school teacher) thoughts. two thumbs up!

  31. J says:

    Dhit, thanks for the bit about pembantu, gw setuju banget. In developing countries house maids itu ga pernah diperlakukan seperti employee pada umumnya, padahal mereka kerja buat makan sama kaya kita semua. Gw nyesek kadang2 mikirin gimana nasib pembantu2 di rumah gw sendiri… but I don’t have the means to support them yet. In the meantime, gw bikin aja trust fund kecil2an dengan gaji gw yang terbatas buat pembantu gw yang paling lama. Moga2 aja ini bisa ngebantu dia pensiun.

    Gw juga cuma mo nambahin: gw salut sama usaha lu ngasih zakat ke guru dan anak2 sekolah, tapi ngasih ke badan zakat dan organisasi kemanusiaan itu juga bisa ber”manfaat” ketika duit yang dibutuhin jauh lebih besar dari yang kita bisa tanggung. Contoh kalo ada bencana, atau mo bikin change dengan cara yang lebih sistemik (e.g. bayarin duit buat 1 orang punya obat AIDS atau kasih duit ke lembaga kemanusiaan yang lagi kumpulin duit buat hire lebih banyak dokter di rumah sakit, who then bisa administer obat ke lebih banyak orang)? Gw ga bilang yang kedua selalu lebih bagus dari yang pertama –I think often it comes down to individual choice– but the choice itself is not always that clear cut.

  32. kalau memang di dalam hati gak ada rasa ikhlas mending gak usah amal ya ???

  33. beramal sedikit asal ikhlas, lebih baik daripada beramal banyak namun mengharap imbalan.

  34. juns says:

    Ustadnya masih muda sich.., jadi pengetahuaannya
    dangkal..Loool..
    Kalau ada yg dilipatgandakan mungkin itu cuma kebetulan saja..
    Islam makin identik dg ilmu klenik gara2 ustads matre satu ini..

  35. fifiet says:

    dah mw protes, tp ga jadi de. udh dibilangin ga boleh protes duluan si… piss kang!!

  36. yoreney says:

    di agama gw ada bbrp cerita dengan konsep yg sama dengan omongan lu dit. salah satunya:

    ada seorang janda tua, miskin pula. dia pergi ke bait Allah. semua kaum farisi disitu gila2an nyumbangnya, secara di depan umum..jor2an lah pokoknya karena sekalian carmuk. tapi si janda miskin ini cuma kasih 2dinar (which i gather, wasn’t much). tapi di mata Allah justru persembahan dia lah yg di terima karena dia memberi dari ketidak-punyaan, dan ikhlas tanpa menyombongkan diri.

    which is why i always agree with the saying, that if you give with your right hand, don’t let your left hand know. i think it’s a concept most people still have to learn. terutama para artis2 ibukota kita. hihihi. :p

  37. Riana says:

    mending pamrih ke Allah, daripada pamrih ke atasan..
    kalo suka ya diikuti, kalo gak suka ya tinggalin aja..
    gitu aja kok repot.

  38. ibun says:

    Itu tentang pertanyaan dirimu, Tentang AA GYM (sorry oot, gak punya twitter), dia tiap selasa minggu kedua ada di masjid Pondok Indah, lalu tiap minggunya di Istiqlal, tiap pagi ada di radio MQ. dlsb, dan di masjid2 lain.

    saat ini, dia tiarap dulu dari media, tapi tetap berikhtiar di jalur offline… masih full booked. penggemarnya masih banyak, kata temen gue yang hadir di pondok indah kemarin, yang nangis di masjid ada 90%. dan nangis itu melunakkan hati…. dan dia udah 6 bulan gak nangis… lah…

    semoga berguna.

  39. irene says:

    Menurut saya, intinya ustadz YM mengajak utk banyak bersedekah. Dan memang Allah menjanjikan akan memberikan balasan yg berlipat ganda jika kita mau memberikan sebagian rezeki kita di jalan Allah. Soal ikhlas atau tidak ikhlas, biarlah itu menjadi urusan masing2 pribadi dengan Allah. Karena toh…hanya Allah yg tahu isi hati setiap manusia. Lagipula, manusia memang hanya boleh meminta kepada Allah. Apa salahnya kalau kita meminta dimudahkan pintu rezeki melalui sedekah yg kita lakukan? nBukankah sama saja dengan kita meminta diberika kemudahan ataupun kelapangan melalui doa atau shalat pada saat kita sedang dihimpit kesusahan? Mungkin soal hitung2an yg tidak bisa dihitung secara eksak, tapi ajakannya tetap baik dan sesuai dgn yg diperintahkan Allah. Oh ya satu lagi Kang, kepada orang tua…..kita tidak bersedekah…karena kalau anaknya mampu, sudah menjadi kewajiban kita sebagai anak untuk membantu orang tua. Itulah makanya zakat juga tidak boleh dibayarkan kepada orang tua. Mohon maaf kalau kurang berkenan.

  40. Erma says:

    Mas Adit, saya belum pernah dengar ceramahnya atau baca bukunya. Tapi dari tulisan mas Adit diatas, saya menduga bahwa cara yang digunakan ustad ini sepertinya paling ‘pas’ untuk menggaet orang2 yang belum tau/ngerti/sadar pentingnya dan manfaatnya sedekah. Jadi untuk ‘memikat’ mereka untuk bersedekah, dipaparkanlah ‘keuntungan’ yang akan mereka dapatkan setelah bersedekah. Sebagian besar orang kan kalo melakukan sesuatu, mikir apa yang bakal didapatkannya sebagai balasan.

    Nah, untuk orang2 yang uda ngerti pentingnya dan manfaatnya sedekah (seperti mas adit salah satunya), rasanya dibutuhkan cara/isi ceramah lainnya.

    Jadi, ya menurut saya harusnya ustad ini punya beberapa metode/isi ceramah, disesuaikan dengan audiense nya gitu.

    Maap kok jadi kepanjangan gini :)

  41. sofia says:

    Agree ma Mas Adit…

    Itung2an gini suka disalahartikan oleh para koruptor….mereka jadi merasa “gak papa korupsi” yang penting 1 m buat sedekah or bangun masjid

    padahal yang sunah tidak bisa menggugurkan yang wajib…..dan juga kebaikan tidka bisa dilakukan dengan cara kejahatan

  42. sofia says:

    nambahin lagi tentang sushi tei…..

    dulu di kantor kita suka membedakan makanan kalau rapat…untuk karyawan dibeliin makanan restoran berkelas….untuk OB/pesuruh yang bertugas dibeliin warteg/yang lebih murah

    ada salah satu staf yang komen dan membuat saya malu:
    “tega lo, masak yang beli cuman dapet bau nya doang sama sampahnya. bisa jadi sampai rumah dia ngiler pengen itu tapi cuman bisa mimpi. kalau gak mau kasih mimpi, jangan suruh dia beli”

    akhirnya kebijakan dirubah…OB/pesuruh mendapatkan makanan restoran yang sama dengan karyawan….biar dia gak sekedar mencium baunya saja tapi bisa mencicipi juga rasanya

    dan saya rasa, ini bisa diterapkan juga ke kebijakan uang cuti bagi asisten RT, kebijakan bonus, dll

    ^_^

  43. way obi says:

    hmm, nice post..i think.

  44. Sitta Karina says:

    Blogpost yg sangat bagus! Lucu deh, sbl baca tulisan ini sedikit-banyak saya menjalani spt yg Adhit tulis. Setuju sekali kl intinya sedekah dilakukan dg tidak berpamrih dan setuju jg dg pemikiran ttg sedekah lainnya di sini. Jujur, suka sekali baca ini. Salam dr Teh Diar (ex-Maersk) dan salam jg u/Ninit! ;)

  45. mas Adit uda menyampaikan ini ke Ust.YM blum?

    Klo belum, klo memungkinkan..disampaikan ke beliau aja mas.
    Biar beliau jg bisa dapet masukan untuk instrospeksi diri. Saya yakin, beliau pasti nerima kritik dengan terbuka & insyaAllah kritik ini akan bisa membuat beliau lebih baik.

    Sayang kan kalo kritik yg bagus ini ngga sampai ke telinga yg dikritik.

    Dan lagi…buat pembaca kan akan lebih bijak klo tulisan ini didampingi klarifikasi dari ust.YM. biar bisa `cover the both sides` gitu lho mas. :D

  46. ogi says:

    hooh. daripada kitah malah jg ghibah.

  47. fara says:

    Setuju banget….
    Btw, boleh di forward di milist kah? menurut gw bagus niy….

  48. yosi says:

    Saya setuju dengan konsep ikhlasnya kang adit. Maksudnya Ust YM juga belum tentu salah, tapi untuk kita yang kritis emang kesannya kok itung2an banget sih sama Allah.
    tapi apapun ibadah, selain ikhlas jangan lupa juga kualitasnya. Kayak kisah Ali bin Abi Thalib yang tetap ikhlas dan yakin sedekah meskipun anaknya di rumah belum makan, tapi karna keikhlasannya Allah ganti berlipat ganda. nah, buat ikhlas ini yang susah banget.

  49. ivan says:

    yg penting itu niatnya.. orang preman yang gak pernah ibadah aja boleh2 aja minta dalam doanya sm Allah (berdoa agar gak dibunuh sm preman lain sekaligus rejekinya biar lancar), lha kok orang yang ibadah dan sedekah gak boleh minta sm Allah. Bukan pamrih, tapi memang kita diwajibkan utk berdoa & meminta. Perkara Allah ngasih atau gak, itu mah urusannya Allah SWT. Kl saya setuju ustad Mansyur..

  50. noname says:

    Seneng nih baca komen yang beda2. Btw, kata gw, kesatu tu yang penting sedekah dulu deh. Soalnya, gw masih banyak juga nemuin orang yang masih aja berasa bahwa dia belom wajib bersedekah/zakat. Padahal gaji bisa dibilang lumayanan. Ya let say ya, ada orang gaji 3 juta (ga kecil kan?), dan bilang bahwa 3 juta pun abis untuk kebutuhan basic dia, gimana mo berzakat? Duuuh..gatel deh gw dengernya. Kalo ngikutin kebutuhan, manusia mana pernah ngerasa cukup sih? Ntar dapet 10 juta pun, bilangnya kebutuhan basic dia 10 juta juga. Kadang gw malu ama umat agama laen. Mereka aja mematok 10% untuk sumbangan umat. Lah qta, 2,5% aja (ada yang) masih ngeluh. Ya mungkin diperlukan orang semacam ustad Mansur ini untuk menyadarkan mereka yang belom sadar. Baru level berikutnya dari sedekah, bisa lebih ikhlas seperti Kang Adhit. Sama kaya sholat, yang penting sholat dulu, trus mungkin berikutnya meningkat dengan berusaha untuk bisa sholat dengan khusyu. Dan seterusnya..

    Mari bersedekah dan berzakat

  51. dena says:

    imbalan sedekah itu adalah janji dari Allah, dan tidak ada salahnya mengharap keiridhoan Nya, karena hanya kepada Nya lah kita berharap dan meminta. Kita tak berdaya apa-apa kecuali dengan pertolongan Nya.

  52. Amim says:

    Gue juga awam ya soal ini, cuma gue pendengar setia ceramah ustadz Yusuf Mansyur. Menurut gue ya… derajat manusia kan berbeda, seorang nabi beda dg pak kyai bahkan sangat beda dg kita. Yg ingin sy katakan, semakin tinggi derajat manusia amalnya hanya karena Allah semata. Sholatnya, hajinya, zakatnya, sedekahnya, senyumnya, cara pakaiannya, dsb hanya karena Allah. Illahi Anta Maksudi, hanya Allah lah Tujuanku…

  53. delcrit says:

    jujur sbnernya gw juga ga teralu paham, cuman setau gw
    ustadz yusuf selalu bilangnya gini…
    bersedekahlah, insyaallah allah akan melipatgandakannya itu janji allah.
    kl kita bersedekah lalu mengharap balasan dr manusia maka itu namanya pamrih.
    tp jika kita bersedekah lantas meminta pada allah itu namanya meminta atau berdoa, ya menagih janji lah istilahnya.gitu sih kl ga salah mah. maap ya kl salah.

  54. pristi says:

    “Kalo ada yang protes, inget ini blog gue.” – hahahahah.. galak.
    usulan kecil dari aku, mungkin bisa diterapin sm temen2 yg sering menjumpai anak-anak jalanan / pengemis secara rutin tiap harinya..instead of ngasih uang (yg akan lebih banyak dirasain sm “preman”) mending beliin roti sama susu buat perbaikan gizi mereka. at least kita tau sesuatu yg kita kasih bener2 dirasakan manfaatnya buat mereka.

  55. Andra says:

    Jadi nggak boleh protes ya, tapi saran boleh kan? Pertama kita harus menjalankan yang wajib dengan sholat 5 waktu zakat 2.5persen.

    Setelah itu yang sunnah antara lain sholat dhuha, qobla/ba’da dan sedekah terserah boleh 1% sampai semampunya. Sebagai manusia ciptaan Allah kita punya buku panduan atau Operation Manual yang berupa Al Qur’an yang didlmnya ada ayat tentang sedekah Dalam 2:261 diterangkan bahwa orang yang nenafkahkan harta di jalan Allah diumpamakan seperti orang yang menanam sebutir biji tumbuhan yang kemudian akan tumbuh dan menghasilkan jumlah biji yang lebih banyak. Disebutkan di situ bahwa satu biji kelak akan menghasilkan 7 x 100 biji atau sama dengan 700 biji.

    Di manualnya Allah sudah menyampaikan di ayat tsb bahwa jika kita sedekah akan diganti dengan berlipat, jika kita nurut Insya Allah akan diganti dan kita mintanya sama Allah. Kalau bukan minta kaya ke Allah minta kemana lagi. Ya Allah jadikankah kami selalu minta ke Engkau.

    Dan mulailah sedekah dari yang kecil setiap hari Rp. 1000 rasakan dalan seminggu, 2 minggu, 3 minggu pasti ada bedanya dibanding kita tidak sedekah. Setelah itu tambah Rp. 5000 setiap hari rasakan lagi seminggu, 2minggu, 3 minggu. Lama-lama sedekah sejuta menjadi biasa dan ringan. Semuanya dilakukan setelah menjalankan yang wajib sholat 5 waktu, zakat 2.5%, puasa romadhon, haji.

    Sama dengan kita puasa Senin Kamis kita jalankan setelah menjalankan puasa Romadhon. Bukan Senin Kamis dijalankan, Romadhon tidak puasa.

    Kalau sudah terbiasa sedekah, ketika tidak sedekah jadi nggak enak. Sedekah membuat hati Adem, tentrem, hati jadi lapang. Karena kita dicukupkan rezeki sama Allah jadi enak memberi uang, baju, harta benda yang lain ke orang lain.

    Jadi ayo kita Tegakkan yang wajib, kita jalankan yang sunnah. Hhhhmmmm Indahnya hidup ini dengan berbagi dengan yang lain

  56. Adam says:

    Tugas anak adalah belajar tiap hari dikasih uang saku Rp. 5000. Suatu saat anak ini diminta ibunya ngantar dagangan ke supermarket setiap hari dan setiap hari Sabtu dijanjiin dikasih bonus Rp. 50.000. Semangat benar anak ini mengerjakan perintah ibu. Hari Sabtu ditagilah bonusnya alhamdulillah dia dapat bonus.

    Cerita ini mirip dengan zakat dan sedekah. Tugas belajar adalah wajib dan seperti kewajiban kita zakat. Ngantar dagangan ke supermarket adalah sunah seperti kita mengeluarkan sedekah. Dan kita pun pamrih sama ibu untuk mendapatkan Rp. 50.000. Sama Allah bukan pamrih tapi doa untuk diganti 10x lipat. Disuruh kok sama Allah.

    Jadi yuk kita sedekah supaya diganti sama Allah berlipat-lipat dan umat Islam kaya-kaya dan banyak mengeluarkan sedekah

  57. mia says:

    nambahin delcrit ni…
    kalo ga salah pa ustad emang pernah dikomentarin persis kaya gitu, “bukannya jadi pamrih tuh, namanya?! “. Dan pa ustad bilang, “kalo istilah gw bukan pamrih, tapi iman. kita saking percayanya sama Allah (iman), makanya kita bisa yakin kalo kita sedekah sekian rupiah maka akan dibalasNya sekian rupiah”.

    yang harus kita inget, Allah menjanjikan balasan2 untuk orang2 yang bersedekah. dari mulai mengganti harta yang disedkahkan, sampai menolak bala dan menghapus dosa. dan Allah tau, ‘balasan’ apa yang paling kita butuhkan.

    shalat itu yang utama. it’s true…tapi menurut gw, amalan2 kita tidak bisa berdiri sendiri.shalat kamu sempurna, itu bagus.tapi lebih bagus lagi kalo kamu shalat juga baca quran, dsb…gitu….

  58. ndutyke says:

    jila kita sedekah uang, katakanlah 50,000 rupiah. Bisa jadi ntar ‘dibayar kembali’ sama Allah SWT bukan dalam bentuk uang juga [50,000 rupiah x 700], tapi rejeki dalam bentuk lain, selain uang.

    Misal : >> kesehatan [yg harganya lbh dari 50,000 rupiah x 700], atau

    >> dimudahkan jalan menyelesaikan suatu projek [yg kalo molor bisa merugilah kita dgn nominal more than 50,000 rupiah x 700].

    intinya, ga ada sedekah yg sia-sia, kalo kita insyaallah bisa ikhlas :)

  59. fe says:

    Akhirnya ada juga yg mengatakannya…
    bukannya mo ngomongin pak ustad YM itu…buttt I feel the same way too…….udah lama malah merasakan kalo denger si pak ustad ngomong sedekah dgn teorinya itu….I feel a little bit itchy

  60. fatkhul amin says:

    ada perbedaan persepsi neh…..
    tp gpp, yg ptg jgn jadi perpecahan…..

    best regard
    owner
    majumapan.com

  61. Yang gw tau , masalah ini juga pernah gw alamin dan menghuni dan terpenjara dalam pikiran selama bertahun tahun hingga akhirnya bertemu dengan seorang Kyai dan menanyakan hal ini. Pak Kyai , “Selama ini kalau saya berbuat baik ,saya selalu berdoa dan bermohon dalam hati semoga mendapatkan pahala dan balasan dari ALLAH , apakah tindakan saya sudah benar? Karena kesannya kok saya seperti berbuat dengan selalu mengharapkan imbalan.”

    Sang kyai menjawab, ” Kamu tidak salah, karena kalau kamu tidak meminta sama Allah , lalu pada siapa kamu akan meminta dan bermohon? . Beliau juga menjelaskan ada 3 tingkat keimanan :
    1. Budak
    Berbuat sesuatu karena takut dengan tuannya, layaknya kita yang takut berbuat jahat karena dosa.
    2. Pedagang
    Selalu mengharapkan untung rugi , dalam konteks ini saya termasuk dalam kategori diatas karena selalu mengharapkan untung dari Allah dan tidak mau rugi.
    3. Mutaqin
    Kadar keimanan tertinggi karena berbuat dan beramal tanpa pamrih kecuali mengharap ridho ALLAH.

    Dan ditambahkan lagi, teruslah berbuat baik dan camkan untuk berdoa memohon keridhoan dan keikhlasan NYA, dengan belajar dan seiring pmeningkatnya keimanan kita Insya Allah kita bisa masuk kategori no.3

    Sekedar urun saran, mohon masukan dari yang lain.

  62. Ana susanti says:

    Wadowh…tulisan yg ni bener2 bikin aku ber-istighfar de dyt…soalnya selama ni pengalaman aku bersedekah di awal dan ALLAH selalu kasih kelebihan buat aku dan keluarga ex;anak yg lucu(pintar,cantik,sholeh,etc),keluarga sehat rukun dan bahagia, terhindar dari crash saham th.08,untung berlipat di saham dan property di tahun 09…jadi gak semua yg ALLAH kasih berupa harta…ALLAH ajah kasih kita rejeki dan kebahagiaan berlipat tanpa pikir panjang kenapa kita umatnya memberikan sedekah kok mikirnya kelamaan bgt

  63. dfar auya says:

    saya senang membaca tulisan anda.. dan saya setuju sekali dengan kalimat anda, “Sedekah lah dengan ikhlas, mengharap ridho Allah dari perbuatan sedekah itu..”, dan mungkin sedikit ide kecil dari saya, ibaratnya kita shalat tahajut mengharapkan sesuatu kepada Allah, bgitu pun dengan sedekah.. kita boleh mengharapkan imbalan dari sedekah yang kita lakukan..

  64. galz says:

    Menarik juga .. apalagi aku udah cukup sering ngliat2 artikel2 Ustad Yusuf Mansyur mngenai sedekah.

    Ini pendapatku lho y .. maaf jika ada yg kurang brkenan. Mnurutku .. misalny kita “itung2an” sm Allah or pamrih sm Allah .. g salah kok. Kalo sm slain Allah .. br itu salah besar.

    Mngenai teori sedekah ustad Yusuf sndiri .. kalo aku telaah lbh jauh dgn banyak lht ceramah2ny n baca artikel2ny .. beliau prnh blng klo pngembalian harta 10x lipat dr nominal yg kita sedekahkan gak mesti terjadi. Allah bs kasih dlm bntuk lain yg lbh kita butuhkan. Beliau jg blng .. slain sedekah djalanin .. hal yg harus dbenahin dulu utamain shalat fardlu ditaatin n slalu d awal waktu. Jd gak cuma shalat fardluny lengkap .. shari 5x .. tp jg d awal waktuny itu lho. Trus dtambah sm dhuha .. n itu bhubungan sm org yg pgn rejekiny lancar.

    Tp 1 hal yg aku yakinin .. jgn takut utk “pamrih” sm Allah .. mngharapkan “imbalan” atas sgala kbaikan yg kita jalanin krn justru sbenarny Allah sangat senang jika umatNy kyk gitu. Itu kan secara langsung sbenarny kita lg minta sama Dia .. n da smacam prasangka Positif terhadapNya.

  65. Igan says:

    Pamrih sama Allah. SWT…itu suatu keharusan…karena Allah. SWT adalah Ya Rahman & Ya Rohim…karena janji Allah.SWT adalah Pasti…

  66. sukarso mhd rushdy says:

    Emang sih kita ga boleh main itung2an sm Allah,tp kalau kita cermati bukankah kita shalat, puasa,sedekah maupun ibadah2 yg lain kita lakukan krn mengharap sorga,takut msk neraka ‘mengharap diampuni dosanya,mengharap rahmatNya,mengharap ridhaNya,mengharapkan dijauhkan dari kesusahan hidup,jadi apa itu namanya bukan “PAMRIH” bo..namanya,jd menurut saya sah2 saja pamrih sama Allah,karena memang kita ga punya apa2 dan Allah Maha Kaya,kita lemah Dan Allah Maha Kuasa,cuma memang ga usah pke diitung bgt kya gitu,menurut saya metode matematis yang dipakai sang ustad hanya untuk memotifasi orang2 supaya sedekah,menurut beberapa buku yg saya baca,tingkat ikhlas yang paling tinggi adalah tidak mengharap apapun kecuali Ridha Allah,tp tingkat ikhlas inipun masih mengandung unsur pamrih sm Allah,yaitu ada objek yang diharapkan yaitu “Ridha Allah” Jadi……sah2 saja kita pamrih sama Allah bo…….itu menurut gue

  67. meuthia says:

    Saya selalu mendengarkan ustadz yusuf.. Beliau selalu menyarankan wajib sholat 5 waktu tepat waktunya, lalu dhuha, tahajud. Dan wajib zakat serta sedekah sebanyak2nya tanpa harus takut miskin… Semua di sebutin kok…

  68. cowboy says:

    Ngapain saya shalat, puasa, zakat, sedekah, tdk maksiat dll ? Jawaban yang jujur : agar masuk surga. Apakah kita salah pamrih kepada Allah sang pencipta ? Setahu saya yang salah adalah jika pamrih kpd sesama makhluk. Allah memberikan janji pasti dibayar-Nya. Jadi saya bersedekah tetap dengan pamrih meminta kpd Allah sang Pencipta. Saya beribadah dengan pamrih mencari surga.

  69. Nden says:

    Kalao yang gw tangkap sih dari tulisannya, sholat dan zakat/sedekah tidak bisa dipisah-pisahkan alias satu paket. Dua duanya harus sejalan.

  70. Harfie says:

    .:: Semua amal tergantung niatnya ::.

    Yang paling enak kalo == shalat & zakat/sedekah == itu mengharapkan satu paket, dunianya dapet, akhirat pun dapet jadi mintanya minta ma Allah dunia dan akhirat.

    Kalau minta balasan dunia doang, dikasih
    Kalau minta balasan akhirat doang, dikasih
    Kalau minta balasan dua2nya ( dunia akhirat ), dikasih
    Kalau kalau tidak mengharapkan balasan apa2, dikasih apa ya?

  71. cowboy says:

    Aku Dijanjikan Allah bahwa jika didunia mau ibadah dan tidak maksiat maka akan dapet surga. Sehingga aku demi Allah coba mengerjakannya dengan pamrih, sekali lagi dengan PAMRIH karena Allah. Aku dijanjikan Allah jika sedekah dapet rezeki (tidak mesti berbentuk materi, tp bisa dlm bentuk lain) atau dihindarkan dari bala (sakit, kecelakaan dsb), dan aku mengerjakannya dengan PAMRIH karena Allah. Salahkah aku ????

  72. eto says:

    ngak ada yang salah, yang salah itu yang mampu sedekah tapi ngak sedekah wiss….

  73. endro says:

    :)

    Semoga Allah ridho. Amin

  74. aswin says:

    Mungkin yang dimaksud ama mas Adhit itu, pamrih ama Allah cuman dalam hal dunia aja.. Jadi kita sedekah cuman mengharapkan kalo ntar uang kita bakal bertambah, utang kita bakal lunas, dll.. Kalo yang kayak gini yang bahaya..

    Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah:200 “… Maka di antara manusia ada orang yang berdo’a: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.”

    Jadi kita kurang pantas klo sedekah 1 juta “cuman” dengan harapan klo Allah suatu saat bakal menggantinya dengan yang lebih banyak di dunia ini.. Y, klo Allah menggantinya di dunia ini, klo Allah menggantinya ntar di akhirat, lalu kita udah terlanjur putus asa klo Allah tidak menepati janji-Nya.. Mau jadi apa kita?? Nggak mau melaksanakan perintah-Nya lagi?? Naudzubillah klo gitu..

  75. alex brik zubaidi says:

    semua uadah ada itungannya,,,, itungan ustad yusuf mansyur bener banget,,,,karena itu bukan itu itungan dia itu itungan ALLAH,,, kita gak mampu ngitung rizki aja,,,,
    baik itu dengan harapan sesuatu atau ikhlas
    coba biasakan sedekah BANYAKK!!
    dan kalau kita dah terbiasa pasti lupa dan ikhlas,,,
    kalau udah lupa ngasih banyak.. pasti kita Ikhlas,,,,

    yakin km mampu ngitung rizki yang dikasih????

  76. alex brik zubaidi says:

    OH bahkan km tidak boleh merasa kurang,,, karena km udah kelebihan banyak,,,,mau buktiii,,,
    nich :
    Dan orang yang disempitkan rezkinya (miskin) hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan. (QS. 65:7)

    justru kalau sedang (merasa) kekurangan kita harus Sedekah,,,
    jadi sebenernya kita gak pernah kekurangan!!!!
    Terlalu banyak Rizki yang Nikmat yang udah Ada!!!!

  77. blog sedekah says:

    artikel yg luar biasa,,,
    keajaiban sedekah tidak perlu diragukan lagi..

  78. moammar says:

    Inti dalam kehidupan ini adalah, Allah ingin kita mengenalNya dengan mata hati kita melalui sifat-sifatNya : Allah itu maha pengasih, maha penyayang, maha kaya, maha kuasa.. buktikan itu melalui sedekah, bila terbukti dalam kehidupan niscaya iman akan bertambah. dengan pembukitan maka eksistensi Allah di dalam kehidupan kita akan bertambah (Iman). Cari Allah dengan pembuktian amalan-amalan ayat Qur’an. Mengharapkan dari Allah itu bukti bahwa kita masih percaya dengan Allah apalagi harapan itu terkabul terus dan terus.. iman pun bertambah terus dan terus bertambah.. aamin

  79. Donar says:

    Kita bisnis dengan siapapun punya resiko!!! Cuma satu bisnis yang tanpa resiko Yaitu: perniagaan dengan Alloh SWT. Banyak tersirat dalam Al Quran bahwa kita selalu diajarkan untuk menjadi insan ekonomi yang selalu Lurus dengan JalanNYA. Contoh: Riba VS Sedekah, Riba: pamrih pada orng yang hutang sedangkan Sedekah: Pamrih pada yang Yang Maha Pemberi dan bukan pada SelainNYa. Ini merupakan bentuk Keyakinan (Iman) Pada Alloh SWT.Jadi kritik dan perangi Riba dan budayakan lestarikan Sedekah. Semoga Manfaat untuk kita semua, Amin….. =:-)

  80. hawe84 says:

    berharap sama Allah itu manusiawi banget jeh….berharap sama Allah itu malah dicintai sama Allah..apa yang salah ,seorang manusia berharap atau pamrih sama tuhannya..manusia itu lemah je…,, ya mungkin dia gaksuka sedekah aja ngomong kayak gitu, kenapa mempermasalahkannya…… kenapa bahas tentang solat itu wajib segala, kita semua udah tahu kalo solat itu wajib je, zakat itu wajib,….kenapa sampai gak suka sama ustad yang hanya menyampaikan apa yang ada di al quran……yang hanya mengajak inget selalu sama Allah, yang hanya mengajak beramal sunnah mengajak ketingkat takwa yang lebih tinggi…
    sedekah itu pasti dilipatgandakan sama Allah, itu udah janji Allah, tertulis jelas diAlquran,
    sebenarnya kamu itu siapa sih????
    Wassalam, Huuh…..

  81. Dara Kayla says:

    waduh ….. gimana ya.. saya sudah terlanjur percaya penuh dengan omongan ustad mansyur. saya dah korbankan semua . montor revo yang baru kredit dapat 1 tahun saya sedekahkan_ honor bulanan tak potong bukan 2,5% atau 10% tapi semaunya aja, kadang lebih buat sedekah, setiap dapat proyek kecilan hasilnya sebagian buat sedekah, tangan jadi gatel kalo nda sedekah, kalo ada masalah atau keinginan ingatnya sedekah biar ditolong Allah SWT, gimana ya….. padahal saya guru swasta di kampung, anak saya tiga 4 th- 2th dan baru lahir ………. wah gimana …..tapi yang pasti kok kayaknya keluarga saya nyaman aja n no problem its ok. yang pasti setelah semua kewajiban telah kita tunaikan baru yang lainnya. mudah-mudahan guru SD nya membaca tulisan antum. thank’s.

  82. Ikutan seru juga dari komentar komentarnya ibadah orang awam beda ama ulama beda wali beda nabi beda rasul gitu kali kalau dalam dunia kerja karyawan biasa masuk hari libur lembur lah namanya level manager tidak di upah tetapi kenapa mau?

  83. dadd says:

    Sedekah kalau pamrih nya minta balasan ke Allah ya tidak apa apa.

  84. yuli says:

    Semoga dengan banyak sedekah kita selalu merasakan kalo Allah sangat dekat dengan diri kita.

  85. adil says:

    baca blog ini, kapan sedekahnya.?

  86. ahmadin says:

    sebelum mendengar ceramah ust. Yusuf Mansyur saya salah seorang yang mencari kebahagiaan lewat sedekah, setelah mendengar ceramah dan cerita Ustad saya mengkaji hampir semua kisah yang diceritakan tentang mukjijat sedekah, sudah saya rasakan, dan makin semangat untuk bersedekah, saya ga pernah kekurangan, rejeki mengalir terus, untuk teman pembaca yang berbahagia, persepsi beda ga jadi masalah, intinya bagaimanapun caranya bersedekahlah secara ilhlas dan mengharap ridho Allah, pandai-pandailah bersyukur atas nikmat yang Allah berikan agar kita gampang bersedekah karena klo kita tidak bersyukur kita akan selalu merasa kurang dan akan menghalangi kita untuk bersedekah, percaya lah, sedekah tidak membuat kita miskin dan miskin bukan alasan untuk kita tidak bersedekah, justru klo kita mau kaya (bahagia) dunia akhirat, maka bersedekahlah, ingat.. jangan pernah buruk sangka kepada Allah karena Allah berjanji akan memberikan sesuatu kepada kita sesuai dengan prasangka kita kepadaNYA,

  87. thinox says:

    inti dari semua itu adalah ihklas karena Allah SWT, kita sedekah tidak harus uang dengan senyuman, tenaga, pikiran, bisa dikatan sedekah. sedangkan imbalan dari Allah tidak berupa uang saja bisa, dengan hati & pikiran jadi tenang, dikarunia anak2 yang menyenangkan dll.
    ingat ihklaslah karena Allah SWT

  88. cararroe says:

    wah. guru agama pas SD-nya oke^^
    harusnya semua guru agama kaya gitu. hehe

    eniwei. terima kasih banyak atas inspirasinya. blog ini bnr2 membuat sy jd termotivasi untuk berpikir dan bertindak dengan lebih cerdas lagi.

    good luck for everything :)

  89. Las_ajha says:

    Sudahkan Anda sedekah hari ini? :-)

  90. [...] itu, saya tiba-tiba teringat salah satu blog yang menceritakan mengenai pengalaman pemilik blog tersebut yang menghadiri ceramah yang dibawakan [...]

  91. @yu says:

    hehe..,ku pikir it krn ustadz Yusuf Mansyur melihat peluang dakwah melalui cara itung-itungan lbh mngena d hati masyarakat n jd strategi marketing bwt ngingetin ibadah. tujuannya yaa menarik minat utk mencicip bersedekah dl,jika dah ngerasa nyamannya mlaksanakan ibdh org2 pasti akan ktagihan ndiri.

  92. AR says:

    Ass.. mau ikutan nimbrung nih…
    pamrih kepada Allah itu gak salah kok…
    karena apa? coba kita perhatikan kalimat “khlas karena Allah.” memang kita ikhlas, tapi tetep aja karena Allah, itu sama aja dengan pamrih tapi pamrih kepada Allah karena semua kita
    kembalkan kepada Allah, Allah tempat menyembah, dan Allah lah tempat memohon pertolongan… sudah menjadi kewajiban kita untuk memohon kepada Allah, tagihlah janji Allah karena Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya… Allah Maha Kaya, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.. ingat… Ud ‘unii astajib lakum = berdoalah kepada-Ku, maka Aku kabulkan doamu… itu janji Allah… salam persahabatan… barokallahu alaikum… ass…

  93. heru says:

    ikutan gan :)
    gw sih pernah diajarin guru gw nini;
    kita beribadah kan karena dijanjikan syurga,
    lah itu kan pamrih juga donk :)
    tapi pamrih kepada Allah, kaya’ comment yg diatas.

  94. alifcom says:

    positif thinking aja bro……masih mending ada yg ngingetin…..dari pada luh minta ama org pinter……alias dukun….mending sedekah aja….yg penting kan masih inget ama Allah…apapun maunya….emang kudu mesti di bae-baein sama yg kuasa……logikanya seperti kita waktu kecil mau minta ama bokap kita , kan mesti dibaekin dulu….dan juga klo memang sedekah itu blm dibls didunia mungkin di akherat…….intinya semuanya mesti yakin-seyakinnya sama Allah SWT… JGN PIKIR PAKE LOGIKA krn ga bakal nyampe…..sory masukan dari gue……tanks

  95. alifcom says:

    kita bersyukur punya ustd. yusuf mansyur…..setiap hidayah yg diberikan sama Allah berbeda-beda didapatnya,,, mungkin ada yg melalui gemar sholat….ada yg melalui gemar dzikir…..dan juga ada pula yg melalui gemar sedekah……makanya Allah menurunkan perantara hidayah salah satunya lewat ustd. yusuf mansyur……kita harus berpositif thinking…dari pada sama sekali ga ada yg ngingetin tentang sedekah….????
    apapun itu sedekahnya ikhlas atau tidak ikhlas itu urusan Allah semata……klo mau kritik…jgn org yg sudah sedekah atau ustd sedekahnya,,…….tetapi kritiklah org yg ga pernah sedekah/ pelit….

  96. Sumarna says:

    Orang kaya tidak mau sedekah, apa kata dunia?.
    Mungkin orang itu belum paham atas agama yang di anutnya.
    Wajarlah keluarkan 2,5 % minimal.

  97. agustian says:

    memang untuk hasiat sedekah adalah hak ALLah untuk membalasnya,tapi kita harus tau bahwa di dalam AlQuran,Allah akan membalas 10kali lipat orang yang bersedekah dengan tepat

  98. om rid says:

    yah,,, percaya gak percaya,, saya sih dah ngalamin sedekah waktu lagi kepepet,, eh gak nyangka ada rejeki yang sama sekali jalannya gak terduga sama saya,,, yang penting ibadah wajibnya jangan lupa di pol in,,,dan percaya ALLAH akan selalu menepati janji,,,, kan udah di janjiin di AL QUR’AN,,,, wassalam,,

  99. Rina says:

    Emang pada awalnya saya juga pernah berpendpata demikian sama seperti yang anda tuliskan diatas bahwa kita kalo mau ibadah harus tanpa pamrih, kok sedekah minta biar usahanya lancar…tapi kalo dipikir2 lebih lanjut sebenarnya kita sholat, puasa,dll sebenarnya pamrih juga lagi…yaitu pamrihnya ya agar kita dapat surga, dapet ridho Allah, bukan itu pamrih juga namanya?…terus Allah juga bilang bahwa dia menyuruh kita agar terus meminta sama Allah, minta apa saja (asal baik) mau minta rezeki kek, jodoh kek, keselamatan kek…bahkan orang yang nggak pernah meminta sama Allah, Allah marah sama dia. So, gw pikir apa salahnya kalo kita meminta sama Allah rezeki ( apapun bentuknya, bisa minta pekerjaan, usaha lancar, kenaikan pangkat,dll) sambil diiringi sedekah, karena konon sedekah itu mampu secara lebih cepat mengabulkan doa…jadi menurut gua itu ok-ok aja…asal kita pamrih sama Allah bukan pamrih sama orang lain…maaf kalo pendapat gw salah..

  100. brur says:

    Saran gw mkny jgn sepotong2 mengkaji mksd dari konsep sedekahnya si uztad,telaah dulu dgn seksama baru bisa simpulin,yg lu bilang mmang gk salah tp lu gk liat si uztad jg sebenernya dah ngasih tau hal2 yg lu bilang tadi cm syg lu gk tau mungkin,gw pernah denger si uztad bilang “semua kl mau berjalan baik ya solatnya kudu bener,minta ampun dulu sama Allah SWT kl udah bener semuanya baru sedekah jangan lupa kl semuanya dah lempeng nah Allah SWT pasti bakalan kasih jalan lewat ikhtiar yg udah di jalanin” sama kn intinya yg lu maksud,mungkin lu dengernye pas bagian ntu aja kali jd seolah2 si uztad gk pernah ngasih tau yg lu maksud td,apa lagi perkara itungan itu bukan pamrih namanya kl pamrih ya kenapa Allah juga itung2 kasih 1 dapet 10 dah jelas2 ayatnya ada di Al Quran mksdnya bukan pamrih tapi buat motivasi manusia spy rajin beramal dan mau berbuat kebaikan,memang dah sifat manusia yg kadang suka pamrih mkny Allah SWT kasih tu itung2annye..lagian pamrih sama Allah ya hukumnya sah sah aja mau gmn lagi Allah Maha Besar Maha Kuasa kl kita minta pamrih ya memang Allah SWT Tuhan kita dan cuma Allah yg Maha Tau..

    smoga bisa menambah ilmu..wassalam..

  101. fauzi says:

    tingkat keimanan lu mungkin emang udah tinggi bos semuanya udah cari ridhonya. tapi baiknya yang ditanggapi adalah ajakan yang tidak baik dan sesat. Pendapat kita karna keterbatan kita (yang kita dengar dan yang kita tau) padahal kita hanya sedikit dengar dan sedikit tau

  102. slamet riyadi says:

    Ass.
    Bos, dulu saya punya kerjaan tukang ngedebat, tukang mengkitisi ustadz2, baik yang abis ceramah kek atau yang abis khutbah, pokoknya semua saya serang.
    Tapi sekarang saya belajar nyadar mungkin ilmu saya yang belum nyampai. Menurut saya sih bagus bagus aja apa yang disampaikan ustadz Mansur justru sedang menyadarkan orang orang yang pelit seperti saya. Toh yang beliau sampaikan ada dasarnya. trims

  103. adytya fuady says:

    semua tidak ada yang salah, intinya tetap, mencari ridlo Allah swt. Ust, Mansyur memberi contoh memang bagus, bukan menjerumuskan, tujuannya adalah untuk meyakinkan agar tumbuh kesadaran. Dan contoh matematis, memang ada dalam Quran. Janji Allah seperti itu. Yang Ust Mansyur me-logikan dengan matematis. Kerena kalangan yang di hadapi adalah orang-orang yang paham setingkat. maka, perlu seperti itu.

    Lain itu, sedekah harus di imbangi dengan ke-ikhlasan. Wallahu’alam

  104. adytya fuady says:

    Pamrih?

    Kita melakukan amal, tidak serta merta ikhlas. pertama-tama kita memang harus belajar. mungkin, pertama kali kita sedekah malah berat hati. tapi kalau kita paksakan kita akan mendapatkan ikhlas itu sendiri.

  105. suci says:

    mungkin aku adlah orang yang sangat sedikit ilmu pengetahuan ttg agama, tp sy punya keyakinan TIADA TEMPAT BERGANTUNG YG TERBAEK SELAIN ALLAH, dari situ keyakinanku timbul apapun yang ALLAH JANJIKAN TIDAK ADA SEDIKITPUN KERAGUANku…krn janji Allah PASTI,,,dan mengenai balasan sdekah sebenarnya Kita berharap ato tidak krn itu sdh di janjikan oleh allah akan di ganti maka PASTI allah akan menggantinya.hanya krn OTAK kita sll berorienasi pada MATERI maka segala sstu nikmat ALLAH sll di kaitkan dgn MATERI.

    kita tak pernah tau umur kita kapan berakhir, mkn sesaat stlh kita sedekah kita akan mati, tp krn SEDEKAH kita yg lakukan ALLAH tdk membalasnya dengan 10x lipat ato kelipatanya tp dengan di ijinkanya kita SEHAT HIDUP bukankah itu sudah lebih nikmat dari 10x lipat materi yg kita sedekahkan.

    maaf yach itu cuma sekedar numpan,,,jka ada salah kata ya namanya manusia WAJAR dan mhn di maafkan :D

  106. “Kalo ada yang protes, inget ini blog gue”

    yang ikhlas, anggap aja artikel yng ditulis sebagai sedekah,,,,, wajar kl misal ada yng protes.. namnya jg manusia, punya pandangan berbeza2

  107. lisa says:

    Benar ini blog anda. Saya jadi ingat pesan almarhum ayahandaku “kata2 yang terlepas sudah menjadi milik orang lain”. Buktinya kita tidak dapat memasukkan lagi kata2 kita ke dalam mulut kita kembali. Jaman sekarang kita bisa mengeluarkan kata2 dalam bermacam bentuk misalnya tulisan di blog. Apa iya orang yang ngomong secara manual (pakai mulut) juga mengatakan ini mulut2 gua. Iya memang bener itu mulut2 kita sendiri, tetapi ada masalah yang lebih luas harus kita pikirkan/pertimbangkan disebalik itu. Terima kasih, hanya sebagai pemikiran saja sekaligus nasehat untuk diriku sendiri. Semoga kita jadi lebih dewasa.
    Alhamdulillah, 2 anakku menjadi pelajar (diantara ribuan lainnya) penghafal al Qur’an berkat para donatur (yg motivatornya adalah ustadz yang menurut anda “menjerumuskan” itu)

  108. bukan siapa-siapa says:

    kaji lebih dalam lagi kang…
    ga bs dong anda langsung men-just seperti itu…
    sudah pernah dialog langsung blm…???
    klo blm, coba ngobrol2 langsung…
    pemahaman masyarakat kt masih lemah kang…
    ada maksudnya kenapa YM berceramah seperti itu…

  109. bukan siapa-siapa says:

    Tengoklah surat Al An’aam ayat 160 yang berbunyi, “Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat, maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).”

    Dari penjabaran ayat tersebut, Allah telah berjanji akan melipatgandakan segala bentuk amal perbuatan baik kita. Bahkan sampai sepuluh kali lipatnya. Apakah kita pantas meragukan firman Allah SWT tersebut?

    Dahulu kala ada seorang Imam yang bernama Hasan Basri. Suatu hari ia kedatangan enam orang tamu. Namun sayangnya ia hanya mempunyai sebuah roti untuk disuguhkan. Tentu saja tak mungkin membagi sebuah roti itu untuk keenam tamunya.

    Tidak mau pusing, sang imam lantas memerintahkan pembantunya untuk menyedekahkan roti itu pada tetangganya yang lebih membutuhkan. Tak lama kemudian datanglah seorang tamu lagi sambil membawa dua buah roti untuk Hasan Basri, tapi ditolaknya!

    “Roti ini pasti salah alamat, ini bukan untukku.” Jawab imam singkat, membuat tamu yang membawa roti tadi bingung dan pulang. Pembantu sang imam lantas bertanya, mengapa ia yakin sekali roti itu bukan untuknya.

    “Karena kalau roti itu memang untukku, jumlahnya pasti sepuluh, bukan dua!” jawabnya lagi dengan tenang. Di tengah keheranan si pembantu, tamu yang membawa roti tadi kembali, kali ini telah menambahkan roti hadiahnya menjadi sepuluh buah. Rupanya sebelum pulang tadi, ia sempat mengetahui kalau sang imam sedang kedatangan tamu.

    “Nah, ini benar untukku,” terima imam dengan senang hati. Maka kesepuluh roti tadi dibagikan kepada keenam tamunya, pembantunya, seorang anaknya, dan dua sisanya disimpan.

    Dari kisah tersebut Allah telah menunjukkan betapa maha kayanya Dia. Allah pasti akan memberikan balasan setimpal atas perbuatan baik kita.

  110. Heru Saktikov says:

    Dulu saya punya pemikiran seperti anda, ibadah kudu ikhlas tanpa mengharap apapun dari Allah termasuk mengharap ridha Allah saya samakan dengan tidak ikhlas. Bukan menuju ketentraman hati, eh hati saya malah kering. Saya merasa bukan ini kesimpulan tentang ikhlas. Alhamdulillah, saya menemukan jawabannya dan hati saya menjadi sejuk.
    Saat saya membaca At Taubah ayat 100, entah mata saya berkaca2 menangis.
    Dan pada intinya manusia diciptakan dengan sifat lemah, sudah sewajarnya (wajib) kita memohon kepada Allah yang telah menciptaka kita. Nah salah satu caranya ya bersedekah. Kalo dari sedekah itu harta kita bertambah rak yoo malah seneng to (Alhamdulillah). Ya itulah sebagian kecil bentuk ridho/balasan/ganjaran Allah kepada kita di dunia fana ini karena kita bersedekah. Kita juga tdk tahu bentuk ridho/balasan/ganjaran yang menanti kita di surga yang kekal yang penuh kenikmatan yg tak pernah terlintas di benak kita. InsyaAllah, Amiin.

  111. dian says:

    Inti dari sedekah itu sendiri kan agar rezeki kita di ridoi dan menurut saya tidak ada salahnya berharap, karena hanya kepada-Nya kita memohon. Mungkin sedikit ambigu kang kalo kita bersedekah (mengharap yang lebih) atau hanya sebagai rasa syukur. Ambil postif nya saja kang..saya sama dengan kang adit dulu, karena mengganggap jenjang pendidikan saya lebih baik dengan org2 itu dan logika saya lebih jalan. Mungkin sang ustdz hanya mengajak kita bersedekah dan mengambil hikmah dari sedekah itu (tidak akan rugi).

    Tetapi saya yakin dari sedekah itu, walau prosentasenya hanya sedikit, yang penting iklas insya allah barokah..

    sekian

    Gelap nYawang

  112. MoHawK says:

    Dah lama gw gak baca2 disini Dit, akhirnya nemu yang ini nih.. asyik juga.. :))

    Gw juga gak setuju cara YM berdakwah sedekah seperti itu. Terlalu naif mematematikan perhitungan pahala. Kalau di ayat Al Quran memang ada yang menyebutkan tentang ‘sepuluh kali lipat’ itu adalah kiasan. Sama halnya dengan ‘di langit ke-7′. Emangnya langit ada 7 lapis ya? :))

    Dan cerita-cerita positif yang diawali kata ‘pada suatu masa’ atau ‘dahulu kala’ juga esensinya adalah untuk memperkuat topik dakwah. Sama halnya dengan cerita orang tua zaman dulu, ‘jangan keluar pas maghrib, nanti diculik genderuwo’, nah lho, percaya genderuwo gak? Hahaha..

    Tapi gw SETUJU kalau si YM niatnya baik. Yang gw kurang setuju ya caranya..

    Sedikit tentang ayat di Al Quran yang menyebutkan ’10 x lipat’. Gw inget omongan sohib kita yang masih termasuk golongan habaib, dia bilang ‘jangan hanya baca terjemahannya saja mengenai Al Quran di Indonesia, karena itu adalah terjemahan dari terjemahan’. Nah Lho, apa maksudnya? Setelah kondisi membawa gw harus mencari sesuap nasi sebagai kuli di tanah Arab selama 3 tahun, barulah gw mengerti maksud dari ‘terjemahan dari terjemahan’.

    Bahasa Arab sendiri banyak macamnya, ada yang untuk bahasa resmi ‘Fusa’, ada yang untuk percakapan ‘Amiyah’, dll. Nah bahasa di Al Quran sendiri ternyata bahasa Arab Kuno yang ternyata ada beberapa kata/kalimat yang tidak terdapat di bahasa Arab sekarang ini. Karena bahasa Al Quran ini adalah semacam puisi indah. Kita kalau baca puisi dalam bahasa Indonesia juga gak bisa dong mengartikan secara gamblang ke bahasa Indonesia EYD. Nah, jadi, penerjemah Al Quran sedikit menebak-nebak maknanya (tentunya dengan ilmu pemahaman yang tinggi) dan makna dalam bahasa Arab itu yang diterjemahkan lagi ke bahasa Indonesia. Jadi, terlalu naif kalau mematematikan kiasan yang ada di dalam Al Quran.

    Kembali ke dakwah si YM. Cara yang digunakannya memang cenderung bercerita si miskin tiba-tiba menjadi kaya karena sedekah. Nah lho. Seperti bisnis MLM ya, ‘dulu si Minah ini pembantu, sejak ikut MLM ini sekarang penghasilannya 10M per bulan lho, dan si Minah tidak perlu bekerja keras lagi’. Hahahaha. Jujur itu kesan yang kebayang saat dengar ceramah si YM. Kecenderungannya memberikan ‘mimpi’ bagi si miskin untuk jadi kaya dengan sedekah. Trus si kaya gak perlu sedekah kah? Lha wong si kaya tidak sedang kepepet kok? Hahaha..

    Kalau menurut gw pribadi, sedekah akan lebih maknyus manfaatnya kalau dilakukan justru di saat kita tidak sedang ‘kepepet’. Allah memang tetap akan mengabulkan do’a tulus umat-Nya walaupun umat-Nya hanya ingat pada-Nya saat lagi susah. Hehehe. Bahkan sudah ada sistem bagi mereka yang sedang kepepet yaitu menerima sedekah atau zakat, selama syaratnya terpenuhi, bukan malah bersedekah. So, kalau kita tetap merendahkan hati dihadapan Allah dengan tetap memohon kepada-Nya walaupun kita sedang sukses2nya, baik itu dengan cara sedekah dll, rasanya kok lebih pas ya.. :))

    Sebagai ilustrasi, ada seseorang katakanlah si Fulan, sedang bingung mau bayar utangnya, harta yang dimiliki tinggal sepeda motornya, lalu dia dengar ceramah si YM dan disedekahkanlah motornya itu dengan harapan dapat rizki 10x lipat untuk bayar utangnya. Ternyata kenyataan berbicara lain, utang jatuh tempo, debt collector datang, dan si Fulan digebukin habis-habisan. Hahaha. Pasti kenyataan yang seperti ini gak akan diceritakan oleh si YM di ceramahnya. Prinsip MLM ya.. :))

    Dan di mata gw, ustadz yang ceramah di TV adalah artis. Gw lebih respect sama ustadz yang tidak mengejar popularitas dan hidup dalam kesederhanaan, dibandingkan dengan ustadz yang hidup dalam glamour dan mencari popularitas. Mau dakwah kok pasang tarif, se-iklash-nya sih tapi minimal ‘sekian’ ya. Hehehe. Mungkin si YM akan berkata lain kalau dia hidup pas-pasan ya. Hihihi..

    Ya Allah maafkanlah hamba-Mu ini yang punya pikiran seperti ini..

    Mengenai iklash. memang itu ilmu paling sulit, bahkan bagi mereka yang diberi nama iklash oleh ortu-nya, hehe, tapi ingat, sebelum ‘iklash’ ada ‘ikhtiar’..

    Hati nurani yang paling jujur. Logika bisa terkontaminasi nafsu. Yoi gak brur.. :))

  113. Oy Vey!! says:

    [...] lumayan lama ga mampir ke blog ini, dan kemarin baca lagi, eh ada ini dan ini. Menarik, dan sepertinya memang jadi rame yah topiknya, apalagi bawa-bawa nama [...]

  114. yuda says:

    knp ributin orang????lihat diri masing2 aja apa sudah lebih baik dari orang tersebut????apa sedekah kita sendiri sudah pantas diterima Allah SWT..??

  115. yuda says:

    Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(Qs.Al.Baqarah 277)

  116. ikhwaan says:

    Ass. wr.wb.

    setahu saya…

    1. kebenaran Al Quran bersifat lahiriah dan batiniah serta berlapis-lapis sesuai dengan tingkat pemahaman seseorang.
    2. kita diminta mengamalkan Al Quran sebatas yang kita tahu.

    Jadi kalo ada ayat yg menyatakan amalan akan dibalas sepuluh kali lipat (Al An’aam ayat 160) ya berarti benar (sesuai dengan pemahaman orang masing-2).

    Dan kalo ada ayat yang menyatakan “di langit ke 7″, berarti juga benar bahwa ada langit ke 7. hanya saja setahu saya pengetahuan manusia saat ini baru mencapai 2 lapis langit (1 lapisan atmosfir, 2 lapisan galaksi) di atas 2 lapisan itu belum ada yang tahu.

    Jadi yang salah adalah orang yang menyalahkan orang lain dalam memahami dan mengamalkan Al Quran, padahal dia sendiri tidak mau mengamalkan Al Quran (padahal sudah membaca dan memahami).

    Adanya beda pemahaman, itu adalah hal yang biasa…. yang penting adalah DI AMALKAN !!

    Nah sekarang marilah kita introspeksi diri ,… APAKAH KITA SUDAH MENGAMALKAN AL QURAN ?? atau mungkin untuk membacanya saja malas APALAGI berusaha memahami kebenaran Al Quran (yang berlapis-lapis).

    Wass. wr.wb.

  117. amir isq bangka says:

    Sedekah,Subhanalloh itu adlh amalan yg diajarkan oleh islam,utk saling mmbantu kpd sesama dan brbagi rasa.Skrg luruskan niat sedekah kita hanya krn Alloh,selebihnya itu bkn urusan kita

  118. Romadona says:

    saya setuju sama mas aditya..seharusnya bukan mengharapkan imbalan dalam sedekah, kalau orang yang berpendidikan tinggi mungkin akan dengan cepat mengangkap apa yang di maksud pak ustad..tetapi buat beberapa sudara kita yang tidak bisa mencapai itu, banyak akan salah penafsiran..

    coba bayangkan kalau surga dan neraka itu tidak pernah ada…apa kita masih mau sujud kepada alloh, sedekah kepada alloh ..

  119. Imelda says:

    jadi inget cerita teman, tukang koran langganan jual motor buat sedekah dg berharap dapat rizki beli rumah, alhasil antaran koran jadi telat :) … karena naik sepeda, jadi buruk dong karena nyusahin orang

  120. sedekah harus dengan niat dan disertai dengan sholat (wajib dan sunnah) terus berdoa. Nah pada doa itulah sampaikan harapan yang diinginkan.

  121. Nandang says:

    pamrih sama Allah bukan berarti tidak ikhlas ya, Allah pun dalam memberikan perintah selalu di ikuti dengan bonusnya pada kita, itu artinya kita harus pamrih sama Allah, klo sedekah pamrihnya sama manusia itulah yang dinamakan tidak ikhlas, saya sangat setuju dengan ceramah” ustd Yusuf Mansyur saya rasa beliaulah telah membuka mata hati kita yang sangat pelit dan tidak yakin dengan janji Allah

  122. Ikutan nimbrung :
    Tingkatan Ikhlas :
    1. Melakukan ibadah (misal sedekah) untuk mengharap ganjaran dari Allah yg sifatnya duniawi (misal kekayaan).
    2. Melakukan ibadah (misal sedekah) untuk mengharap ganjaran dari Allah yg sifatnya ukhrawi (misal surga).
    3. Melakukan ibadah (misal sedekah) tanpa mengharap ganjaran dari Allah. Semata-mata demi Allah dan untuk Allah.

    Jadi selama pengharapan itu kepada Allah, masih termasuk kategori ikhlas.

  123. MoHawk said :
    (Dan di mata gw, ustadz yang ceramah di TV adalah artis. Gw lebih respect sama ustadz yang tidak mengejar popularitas dan hidup dalam kesederhanaan, dibandingkan dengan ustadz yang hidup dalam glamour dan mencari popularitas. Mau dakwah kok pasang tarif, se-iklash-nya sih tapi minimal ’sekian’ ya. Hehehe. Mungkin si YM akan berkata lain kalau dia hidup pas-pasan ya. Hihihi..)

    Jadi teringat almarhum guru kami, beliau diminta masuk tv ga mau, diundang ke istana negara oleh Megawati menolak, dikasih sumbangan Ibu Tien ga diterima…

  124. m.natsir says:

    sedekah tdk perlu nunggu sampe shalat kita nggak bolong2,karena itu ada hitungan lain dari ALLAH.Jd kalo shalat kita bolong2 terus jadinya kita ngga sedekah2 dong.justru ibadah sunnat spt sedekah yang menyempurnakan ibadah wajib yg ngga sempurna.Kalo ada sedekah yg tdk terbalas spt janji ALLAH,perlu ditelusurikrn asal yg disedekahkan,apakah halal atau dari sumber yg tdk berkah.

  125. Aldi says:

    Saya khawatir, jika yang disampaikan ustad YM itu benar malah kita kritik, dalam posisi kita tidak memahami. Utk memahami saya sarankan anda membaca buku THE MIRACLE OF GIVING, karya ustad YM, barulah kita bisa memahami lbh dalam. Dan yg terpenting adalah kita melaksanakannya, bukan memperdebatkannya.

  126. Hamba Allah says:

    Buat yang ga sependapat ma YM, gw pertanyaannya sederhana “sudahkan kalian bersedekah dengan ikhlas ?” “apakah ilmu agama kalian lebih baik dari YM ?” “apakah kalian sudah menjalankan islam secara penuh?” “sering ngaji dan di praktekin ga? ” kalau pun jawabannya “iya” , “iya” menurut kalian kan ? apakah allah menerima amalan kalian ?, so simple , lihatlah kehidupan kalian dan keluarga serta kerabat ^^

  127. Nutrisi says:

    Hehe cerita dan pemikiran yang menarik :)

  128. aguss says:

    sabarr….
    benar itu bagus.
    tapi kalo merasa benar dan menyalahkan yang lain yang tidak sepaham itu yang kurang bijak.
    ingat………
    semua adalah makhluk ALLOH.
    kita semua punya kewajiban beribadah kepada ALLOH.
    dan hanya ALLOH saja yang berhak mengatur hambanya.
    ibarat kita SEMUA ini kuli maka bekerjalah sebaik-baiknya untuk juragan.
    jangan saling berdebat atau bertengkar.
    masalah gaji atau imbaalan itu urusan juragan.
    juragan yang MAHA SEMPURNA yaitu ALLOH.
    baokallohu fika … amin.

  129. jagung bakar says:

    semua benar! selama kita beragama islam kita berada di jalur yg benar, meski kadang beda ide. semoga para org yg terlibat dlm forum ini esok pda banyak rejekiii. amiiiin.

  130. mohammad ayyubi says:

    This is REALY TRUE STORY.

    Ingat kita diciptakan untuk pamrih sama Allah Swt, karena Allah Swt maunya begitu, makanya kita di ajarin dan diminta berdoa dan selalu berdoa meminta.

    Nabi Muhammad pun selalu berdoa minta ini dan itu, minta menang perang, minta bulan terbelah dll dll dll.

    Kalau MASALAH IHLAS bukan urusan kita., yang penting kita gak menyakiti atau menagih budi sama sesama yang kita sedekahi……………..bereskannn.

    Kalau masalah return 700x dan phala di akherat Allah Swt sendiri yg janji dan Allah Swt tidak pernah ingkar janji. Dan terbukti.

    Saya 37 thn, Orang yg keras usahanya, suka cari ilmu dan suka mncari sumber sumber media usaha; dan suka memberi; hasilnya kurang signifikan TANPA NIAT SEDEKAH….tetapi begitu saya mengerti mengerti mengerti dan memahami..lalu saya niatkan….masyaAllah.. saya kaya bung!!!!.karyawan saya aja sekarang 1500 org, ada 5 jenis usaha.

    Ingat dari yg baik baik dan bersihkan harta kita yg KOTOR misalnya ceperan ceperan, memuslihati sesama dalam bisnis atau yg lain lain dll dll.

    Ingat setelah kita kaya harta karena sedekah bukan berarti kita tidak di uji……………..kita masih di uji untuk di beri amanah harta yang lebih…..besar.

    Tetapi soudaraku seiman siapkan dirikita untuk kaya jangan sombong dan takabur juka sudah di amanahi harta yg banyak ..karena banyak temanku yang begitu hasilnya ya……di ambil kembali sama ALLAH Swt.

    SEKALI LAGI SAUDARAKU SEIMAN JANGANLAH KITA MIKIRIN YANG LAIN DENGAN SEGALA KEKURANGAN KITA SEDEKAHLAH SEBANYAK BANYAKNYA , USAHAKAN MEMBANTU SEKITAR KITA SEBESAR BESARNYA, USAHAKAN MENOLONG SAUDARA KITA SEMAKSIMAL MUNGKIN.

    JANGAN PEDULI MASALAH IHLASH ORANG IHLAS ITU KARENA TERBIASA.

    DAN KEKURANGAN IBADAH YANG LAIN ADALAH KEKURANGAN KITA TAPI APA KITA HARUS MENUNDA HAL HAL YG BAIK.

    WE ARE JUST HUMAIN BEING AND MAKE MISTAKES

  131. aliudin says:

    nabi bersabda’ SHALAT ADALAH TIANG AGAMA, BARANG SIAPA MELAKSANAKAN SHALAT, BERARTI DIA TELAH MENDIRIKAN AGAMA , BARANG SISAPA MENINGGALKANNYA, BERARTI DIA TELAH MERUNTUHKANNYA” (HR.BUKHORI.)

    menurut sy akan di anggap sah ibadah seseorang kalau sudah melaksanakan ibadah wajib trlbih dahulu, jadi buat apa kita ibadah yang lain klo yang wajib kita tinggalkan/ bolong2 percuma bro… gak ono critone wong shalat ambil wuduk belakangan, sing bener ambil wudu’ dulu baru shalat ,tol gk,,,? jadi kapan saja dimana aja klo mau melakukan kebaikan harus punya wudu’ dulu ngerti kan maksud sy?

  132. aliudin says:

    hablumminallah wahablumminannas
    hub antara Allah n jg antra ssama manusia
    sebenarnya sah2 aja melakukan kebaikan tanpa punya wudu’ tapi cuma antara ssama manusia aja wassalam

  133. octa raendra says:

    Bersedekahlah walaupun tidak ikhlas. “Ambillah sedekah dari sebagian harta mereka, dengan sedekah itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka.” (At-Taubah[9] : 103). “Tiada seorang muslim yg menanam tanaman kecuali yg ia makan itu bernilai sedekah. Yg dicuri bernilai sedekah, yg dimakan binatang buas bernilai sedekah, dan yg dimakan burung juga bernilai sedekah. Begitu pula yg berkurang karena diminta oleh seseorang juga bernilai sedekah baginya.” (HR. Muslim). Dari yang saya tahu, ustadz yusuf mansur punya pengalaman bersedekah dengan cara berbagi makanan dengan semut ketika beliau dalam penjara.

  134. Joki says:

    Sering dengerin sham fm, http://www.suaramuslimsurabaya.com. Biar semua mengaji disini. Sudah tahu blm, kl laki2 ternyata wajib hukumnya sholat fardlu berjamaah di masjid???

  135. ruli says:

    saya selalu pamrih kepada Allah, bahkan mungkin bukan sekedar pamrih, tapi juga egois. saya tidak pernah berhenti meminta kepada Allah. saya selalu mengharapkan semuanya dari Allah. semua amal ibadah yang saya lakukan itu ada maksudnya (yg saya inginkan), makin besar keinginan saya maka makin banyak ibadah yang saya lakukan, tahajud makin sering, puasa, sedekah makin besar, sholat hajat. dan seperti yang saya bilang tadi saya tidak pernah akan berhenti meminta sama Allah, apabila tercapai suatu keinginan maka saya akan minta yang lain. Gitu Bos..

  136. benih surga says:

    ajakan yang baik mari kita ikuti tanpa harus mencela kekurangan dan kesalahan orang lain …

  137. bintang says:

    yang lu harus ingetin dlm diri lu itu yang paling penting dalam diri lu,HARUS BISA NGAJI DIRI SAMA NGAJI RASA

  138. hendri says:

    Rasullullah saw menganjurkan dan selalu sedekah, ustad ym menganjurkan dan melaksanakan sedekah, kalo nunggu ihklas……….. kapan sedekahnya bro…!!!!###he..he

  139. syamsir says:

    Mari kita yang di blog ini sebelum menerima ilmu harus kita tarik informasinya lebih dahulu sebanayk banyaknya dan setelah itu kita analisa dengan baik, seperti kita minum dari gelas yang kosong yang di isi penuh. Bukan dari gelas yang sudah berisi setengah sehingga waktu di isi lansung luber. Tentu masalah sedekah seperti itu pula. Ikhlas atau tidak urusan allah. Apapun latar belakang sesorang melakukan sedekah sudah di rencanakan Allah. Sedekah mengajarkan kita bagaimana menjalankan hablun minnaanas dan hablum minnallaah.

  140. rehab masjid says:

    setelah sedikit mempelajari makna Ikhlas dalam konteks Al-Qur’an, maka kesimpulan sementara: ikhlas lawannya syirik, ikhlas sama dengan tauhid. Dan makna integral tentang ikhlas terkandung dalam surat al-Ikhlas … silakan tafsirkan oleh masing-masing!

  141. ondom says:

    jangan suka mengkritik orang.maknya kalau belajar ilmu agama jangan setengah setengah bro….

  142. UTD.ANGGA MAULANA says:

    Ass…
    ini yg sedang dibahas apa sih??rezeki atau shadaqah???
    Mau rezeki??ya ikhtiar…apa itu ikhtiar??kerja dgn tekun,jujur dan ikhlas.jgn lupa sholat lima waktu dan doa…selebihnya adalah sampingan(sholat dhuha,ngaji Alwaqiah,shadaqa…dll)sbagai contoh apabila anda seorang Guru beri pelajaran tambahan,selain murid anda brtambah pintar anda pun mendapt honor tambahan…..
    bagaimana dgn shadaqah??bgaimana bila Allah tidak menjajikan balasan seperti yg terkandung dlm Alquran??kasian bgt kan kaum duafa…mari shadaqah ats dasar kmanusian..karena apa yg kita tanam itu yg akan kita tuai….mungkin ga??seoarang yg pemalas(ga mau kerja)bisa dpt rezeki dgn menghabiskan barang dirumahnya utk shadaqah???begitu juga org yg telah berhasil dgn krja kerasnya,tnpa sedikitpun ibadah…maka semuanya akan sia2…dunia dan agama adlah keseimbangan…

  143. UTD.ANGGA MAULANA says:

    intinya….shadaqahlah karena kewajiban dalam kemanusiaan,sholatlah sebagai wujud penghambaan…surga,rezeki,jodoh,kesehatan,umur panjng,serta apa aja minta sama Allah silahkan…niscaya Allah mengabulkan…tp semuanya jgn dijadikan asas dalam ibadah kita,skali lagi…
    beribadalah sebagai wujud pnghambaan…kemudian mintalah….dan ingat!!jgn malas2an….tetap bekerja keras….Allah sekalipun tidak dapat merubah nasib kita…hanya kita yg dapat merubahnya…tentunya dengan ibadah(shadaqah) dan kerja….

  144. sidik says:

    pandangan orang beda2 kang ,masalah sedekah itu ususan masing2 aja,ikhlas beramal hanya kita ma allah yang tau,bersikap lah seperti gelas kosong….masalah sedekah haya terbukti bagi yang percaya,mending kang sedekah deh yang banyak,biar makin percaya….toh zakat,ifaq,sedekah buat kita juga 6:160,(itu jelas ko allah yang nurunin ayat itu)

  145. Bagus Sukandar says:

    Saya Setuju dengan Ajaran Sedekah nya YM. Tetapi saya ragu apakah Sedekah saya diambil YM atau untuk keperluan Dakwah (YM membeayai Hafidz)
    sesuai niat saya dan niat YM dari awal.

    Na’udzuillah mindhalik, semoga suudhon saya nggak benar , saya suudhon ini cara YM untuk mendapatkan uang berlimpah sebagai dai selebrity.

    Saya mendengar kelihatannya MUI Pusat mulai menanyakan cara-cara Dakwah Dai selebrity, sehingga MUI mau mengeluarkan Sertifikat Dai.

  146. Bayu says:

    Hanya orang sombong yang gak mau meminta pada Allah. Kita sedekah, lalu minta pada Allah itu namanya ber-tawasul dengan kebaikan. Coba baca kisah tentang Ashabul Uhdud, dimana 3 pemuda meminta keselamatan dunia pada Allah karena mereka merasa telah berbuat baik.
    Dan lagi saya pahami, apa yang anda tulis merupakan keadaan anda sendiri, pengalaman pribadi terhadap pembantu, baby sitter, dll :D peace !

  147. Bayu says:

    Hanya orang sombong yang gak mau meminta pada Allah. Kita sedekah, lalu minta pada Allah itu namanya ber-tawasul dengan kebaikan. Coba baca kisah tentang Ashabul Uhdud, dimana 3 pemuda meminta keselamatan dunia pada Allah karena mereka merasa telah berbuat baik.
    Baca dulu deh kisah YM, dia pernah masuk penjara karena terlibat hutang, dia orang susah juga dulunya.
    Dan lagi saya pahami, apa yang anda tulis merupakan keadaan anda sendiri, pengalaman pribadi terhadap ibadah anda, pembantu, baby sitter, dll :D peace !

  148. wongbingung says:

    betul, hanya orang sombong yang ga mau minta pada Allah….. menurut pemahaman saya, ga salah kalo kita mengharap imbalan ( dari Allah ) karena Allah aja nyuruh kita untuk meminta koq.. tentu dengan disertai ikhtiar..jadi bukan cuma sedekah terus duduk2 nunggu imbalan tersebut datang….. dan perlu diingat juga bahwa imbalan dari Allah itu dapat berupa apa saja, ga melulu dalam bentuk materi
    CMIIW

  149. Yuni Kiyut says:

    Persoalan meminta sama Allah itu bukan persoalan ikhlas atau tidak ikhlas. Itu persoalan ibadah. Meminta adalah do’a. Silahkan saja sedekah tanpa berharap. Tapi kalau sedekah sambil berharap, maka dapat dua ibadah; pahala sedekah dan pahala berharap. Namun kita tidak boleh memaksa, hanya boleh meminta dan berharap.Dan bukanlah disebut meminta dan berharap, kecuali yakin bahwa apa yang diminta dan yang diharap adalah bisa dikabulkan. Ilmu penyertanya adalah sabar, tawakkal, juga ikhlas. Termasuk ikhlas bila Allah tidak mengabulkan. Husnudzan kepada Allah adalah seninya. Yakinlah Allah Maha Tahu apa yang terbaik.

    Sementara itu, mengikuti seruan-Nya, percaya akan janji-Nya; yang akan mengganti 2x, 10x, 700x, lebih banyak lagi, atau mengganti dengan yang lebih baik, adalah juga sebuah keutamaan. Tauhid itu. Percaya sekali sama Allah.

    Saking percayanya ya kita ikuti seruannya. Dan apa sebutannya kalo bukan ikhlas juga? Nyari duit setengah mati, tiba-tiba ketika datang tawaran bersedekah dari Allah dengan janji akan dilipatgandakan-Nya, lalu kita percaya? Hingga kita menyerahkan semuanya? Apa gak di sebut ikhlas tuh? Bahwa kemudian jangan meminta hanya dunia, itu betul.

    Minta juga ampunan-Nya, keselamatan dari-Nya, kasih sayang-Nya, bisa hafal qur’an, bisa istiqomah, bisa tambah sehat. Pengetahuan akan ilmu konversi juga penting. Sesiapa yang sedekah 1 di kali 10. Lalu sepuluhnya gak dapet, pertanyaannya: benarkah gak dapat? Apakah itu dikarenakan bodohnya kita?

    Sesungguhnya Allah sudah membalas. Hanya balasannya kita gak paham hingga bertambah ilmu kita dan hikmah. Juga ketika kita baik sangka. Subhanallah, betapa rahasia ilmu Allah itu luas sekali. Belum lagi kalau bicara bahwa ternyata bayaran Allah itu terus dan terus. Kita anggap udah gak akan dibayar lagi. Ternyata setelah kita malah lupa sama do’a kita, eh Allah tetep kabulkan. Rupanya, “panen” pertama, bukan ke apa yang kita minta. Sementara kita bersabar, rupanya tanaman kita panen yang kedua, ketiga, dan seterusnya hingga sampailah pada apa yang kita minta.

    Waba’du, meminta kepada Allah, tidaklah salah. Demikian juga berharap dari-Nya. Gak sedekah aja, boleh meminta, boleh berharap. Apalagi dengan bersedekah, tambah boleh meminta, tambah boleh berharap.

    Sesiapa yang berdo’a dengan amal soleh sebagai pendahuluannya, jelas akan lebih bertenaga do’anya. Dan amal soleh itu banyak, sedekah adalah hanya salah satunya. Begitupun do’a. Do’a akan menjadi pendorong yang hebat buat sedekah.

    Jangan hanya bersedekah. Tapi juga berdo’a. Di rawat itu sedekah dengan do’a. Jangan ditinggal begitu saja. Meskipun saya yakin, seperti biji cabe, yang di aurin (dibiarin) aja dia tumbuh, namun jika dirawat, dikawal, hingga ia tumbuh banyak dan bagus, adalah sebuah keutamaan yang lain adanya. Selamat menuntut ilmu terus, terus, dan terus. Hingga sampai kepada hikmah yang kita mintakan dari Allah datangnya. Amin.

    Emang juga diam aja Allah udah akan aturin. Tapi kita ga dapet pahala do’a. Bahkan do’a itu kepalanya ibadah. Jika ibadah, ibadah doangan, kaga berdo’a, maka kita hanya ampe leher. Itu ibadah ga ada kepalanya. Dengan berdo’a, itu menyatakan kelemahan kita juga di hadapan Allah Yang Begitu Kuasa. Sekaligus pernyataan-pernyataan menghamba, penuh harap, menjadikan Allah sandaran, dan lain-lain. Masya Allah dah. Rugi mereka yang ga mau berdo’a. Sedang do’a sendiri adalah sebuah ibadah tersendiri.

    Dan bahkan do’a adalah perintah Gusti Allah langsung. Ayat-ayat tentang do’a tidak hanya di satu ayat. Tapi di banyak ayat. Dan tidak ada do’a yang tidak dikabulkan kecuali ia menjadi pengampunan buat yang berdo’a, menjadi penolak bala, dan disimpan sebagai kebaikan yang lain dari hal yang tidak diminta. Nah, apakah yang tidak berdo’a bakalan dapat keistimewaan yang berdo’a? Tentu saja tidak.

  150. dede iwan setiawan says:

    trus lu selama ini berharap dapet jodoh,rejeki,anak kesehatan dll ma siapa,klo jawaban lu ya sama Allah apa itu namanya lu pamrih jg,dan klo ngak minta sama Allah mau minta sama siapa lagi???

  151. Luluk Fur says:

    “Memberi sedekah dengan ikhlas berarti kita masih hanya orang biasa saja. Kita harus berani menembus batas ikhlas ini, kita harus berani memberi sedekah yang membuat keheranan yang menerima sedekah kita”

    “Kalau kita memberi sedekah dan yang kita beri sedekah merasa biasa saja, maka kita belum boros sedekah. Boroslah bersedekah dan tunggulah hasilnya”

  152. uyi says:

    sedekah pamrih sama Allah sah2 saja, pamrih itu sama dengan berdoa berharap dapat ridho, ditambah rezeki, mohon ampun dan keberkahan….

  153. Hery Erdy says:

    Ya memang harus pamrih sama Allah SWT, Allah malah suka klo kita pamrih pada Nya. mau minta ke siapa lagii kalau bukan kepada Allah. wong asal kita dari Allah dan kembali kepada Allah. kekayaan Allah tanpa batas kok. cuma sedekah itu bukan duit melulu..ya ilmu yang bermanfaat, tenaga, waktu bahkan senyum yang tulus juga sedekah. tapi agar lengkap juga sedekah barang dan uang. prinsipnya : MEMBERI DULU BARU TERIMA, BUKAN TERIMA DULU BARU MEMBERI.

  154. Neng Yanti says:

    boz, mana da org yg solat wajib’y bolong2 mw solat tahajjud
    klo qt pamrih ma Allah mank napa? kan mank Allahushhomad!
    yg pnting kan g bgantung sm makhluk, trutama makhluk sEdEng ky lu

  155. hamba allah says:

    mas inget jaman kecil kan,ketika mau sepeda orang tua bilang belajar dlu yg rajin..
    belajarnya pamrih gak tuh biar dapet sepeda..

    sedekah ikhlas gak ikhlas pasti d balas..
    asal kita meminta balasan nya sama Allah..
    karena kalo meminta balasn nya kepada manusia itu yg dosa..
    karena Allah satu satunya tempat meminta..

    mas kalo anda nunggu ikhlas kapan anda akan sedekah
    tp lakukan dari yg gak ikhlas itu lama lama jadi ikhlas
    semua butuh belajar mas..

    sama hal nya dengan sholat..
    apakah anda dulu ikhlas melakukannya..???
    semoga Allah senantiasa memberikan hidayah kepada anda sekeluarga,,,amiinn

  156. vito says:

    setuju mas dengan pemikiran iklasnya,tetapi yang manusiawi sendiri memang dari manfaatnya terhadap orang lain,berfikir iklas nggak iklas berpulang ke niat masing masing,dan hanya Allah yang mengetahui amal kita bagaimana,tetapi dari sedekah saya yakin yang menerima akan sangat bersyukur karena dapat rezeki .dan dengan begitulah mungkin yang lebih baik menyikapinya bagaimana manfaat atas sedekah yang diterma dan diberikan.

  157. vivin says:

    apa makna ikhlas? ikhlas dalam beribadah adalah mengerjakan amalan ditujukan hanya semata-mata kepada Allah bukan maksud untuk riya’. sedangkan ibadah kepada Allah baik yang wajib maupun yang sunnah dibangun atas dasar mahabbah(cinta), khouf (takut), dan raja’ (mengharap). kita mengerjakan suatu amalan karena kita cinta kepada Allah, takut akan siksanya dan mengharap pahalanya. jadi mengharap pahala atau balasan kepada Allah SWT bukanlah pamrih atau tidak ihkhlas. namun demikianlah yang diharapkan. demikian pula jika kita meminta balasan kepada Allah berupa materi atau dimudahkan urusan, maka hal ini sah-sah saja. karena Allah tempat bergantung, tempat meminta pertolongan. kepada siapa lagi manusia meminta apalagi meminta sesuatu yang terasa mustahil dimata manusia. bahkan Allah senang jika hamba-Nya meminta kepada-Nya. manusia akan disebut sebagai makhluk yang sombong jika tidak pernah berdoa. sebagai contoh mudah, kenapa kita mengerjakan sholat lima waktu tiap hari? kita melakukannya karena kita cinta kepada Allah, takut akan siksa-Nya jika kita meninggalkannya, dan mengharap surga-Nya. apakah dengan mengharap surga Allah kita termasuk orang yang pamrih?

  158. indrirocks says:

    sedekah tanpa pamrih itu salah, Allah sudah menjanjikan balasan sedekah berlipat ganda. Shahabat nabi Muhammad SAW aja ada yang bersedekah makanan atau buah apa gitu (lupa),..mengharapkan balasan 10 x lipatnya kok,. Sombong sekali manusia kalo tidak mau meminta dunia dan akhirat kepada Allah SWT.

  159. rolland says:

    hiduup sedekah ….

    hidup my best teacher ustadz yusuf mansur

  160. Hermawan says:

    sejujurnya dan kalau kita bicara jujur ikhlas itu gak ada….kita mahluk ber akal yang paling pamrih, seburuk-buruknya adalah riak, menengahnya kita merasa senang kalau bisa menolong semacam kita nonton di bioskop ( artinya kebutuhan kita juga kan ), dan sebaikbaiknya adalah pamrih karena Allah…..so……kalau anda bilang ihklas… ber arti anda gak jujur

  161. Husni says:

    1. Menganalogikan Tahajud dengan sedekahnya juga gak nyambung, tahajud adalah permohonan ampunan dosa kpd Allah dan mohon perlindungan dan bantuanNYA atas sesuatu perkara, permasalahan atau musibah yg sedang menimpa kita dan tidak sangkut pautnya dengan sholat 5 waktu kita yg bolong bolong krn sesuatu hal. Tahajud adalah bentuk pengakuan kita akan kekuasaan Allah yg mana bahwa kita tau bahwa bila Allah berkehendak maka kuasa NYA itu akan bisa menyelesaikan masalah kita, itulah tanda KEIMANAN kita kepadanya.
    2. Sedekah yg ikhlas tanpa mengharap sedikitpun imbalan balasan materi dari Allah adalah tanda ketinggian tauhid seseorang, sehingga membuat seseorang itu berlaku kasih thd manusia sebagaimana sifat Allah yg sudah melekat dalam diri orang itu….Adapun sedekah yg mengharap balasan materi dari Allah adalah sifat tauhid juga, yg mana kita mengetahui bahwa Allah bisa membantu kita dalam masalah materi yg kita hadapi, dan dgn sedekah itulah kita seperti berdoa mengharapkan bantuan dari Allah agar kita bisa menyelesaikan kita…….
    Wa’allahu a’lam…..

  162. anonym says:

    Bahkan Allah sangat senang kalo hamba2nya berharap pada_Nya. Bukan yg lain, gak ada yg salah sama pemikiran sedekah ust.yusuf mansur. Mungkin anda yg terlalu liberal pemikirannya. Mencoba terlihat independen mungkin dihadapan_Nya,maka gak terlalu butuh mengharap pamrih dr Allah

  163. abimanyua says:

    gak usah menjadi perdebatan malah kita akan menjauhkan dari bersedekah, rosullullah bersabda : Bersedekahlah kalian, sesungguhnya sedekah dapat menambah harta kalian, niscaya Allah menyayangi kalian { al wasail 6 : 255 hadis ke 11 } sedekah yang paling afdol : (1) Dalam keadaan sehat lagi loba alias berambisi mengejar keuntungan duniawi; (2) dalam keadaan sangat ingin menjadi kaya; (3) dalam keadaan sangat khawatir menjadi miskin dan (4) tidak dalam keadaan sudah menjelang meninggal dunia dan bersiap-siap membuat aneka wasiat soal harta yang bakal terpaksa ditinggalkannya.

  164. ian says:

    xLo boleh komen, pikiran loe terlalu sempit,! Ky anak sd ,mending ga usah bikin ginian, sok tau loe, melek dikit lah

  165. iin says:

    Astaghfirullah sombong bener nih orang..mas..yang namanya sedekah itu makin besar jumlahnya memang makin besar balasannya,saya udah rasain sendiri kok..ustadz yusuf gak salah kok sama pemikirannya.keliatan banget anda ini pelit sekali dan berwawasan sempit,bahkan seorang konglomerat atheis pun… bagaimana dia menjadi kaya?? ya dengan menyelenggarakan sedekah..kalo di luar namanyaaa charity maaaaasss…paham?? saya doain mudah2an anda sadar dan tidak menjadi orang yang peliit yaaa.. kalau kita sedekah terus minta balasan kepada Allah apa yang salah maas??dan itu sah saja karena memang sudah janji Allah..memang mau minta kemana lagi selain Allah?masa mau minta sama patung???

  166. Abdul Rohim says:

    yang penting ibadah karena Allah, karena Jika kita beribadah karena takut terhadap Allah itu dapat pahala, jika kita ingin balasan dari Allah itu juga dapat pahala dan jika kita beribadah karena ingin dapat ridho Allah itu juga dapat pahala. “yang dikatakan ikhlas itu adalah melaksanakan ibadah karena Allah” BarokaLLAHU Lana Walakum.

  167. marsono says:

    mas,yang namanyasedekah itu urusanya ma allah,kl saya yakin kok, sedekah yang kita lakukan pasti mendapat balasan dari allah

  168. irel says:

    pernah baca Al Qur’an gk om??? ALLOH sendiri yg janji tuk kasih imbalan bg siapa sj yg mo bersedekah,janji ALLOH tuh sebenar2 nya janji om…bkan kyak janji2 qt..gk pa2 minta imbalan apa ja ma ALLOH,krna qt mang wjib meminta,dosa malah klo gk minta,sombong namae..msalh di ksihnya suka2 ALLOH…karna ALLOH yg pnya hak atas semua…ALLOHU AKBAR…

  169. ABDUL GHANY says:

    bukankah ALLAH SWT yang berjanji,,jika ingin di lapangkan rejeki,jodoh,panjang umur,kaya,sejahtera di dunia SALAH SATUNYA dengan bersedekah,,,maka akan di lipat gandakan balasan sedekah bagi siapa yang mau bersedekah,,soal ikhlas gak ikhlas itu urusan ALLAH SWT dengan orang tersebut,,,!! dari pada kita pergi ke dukun???mending minta dan pamrih kepada NYA,,!! Lalu KAMU sendiri kalo habis shalat berdoa gak??bukankah itu juga pamrih,???jangan memvonis sesuatu dari kaca matamu sendiri kalo ilmu mu masih blum tahu lautan hikmah di balik sebuah ajaran kebaikkan,,!! JANGAN2 KAMU SHALAT RAJIN,PUASA,TAHAJUD,ZAKAT,TAPI MINTA KEPADA DUKUN KARENA TAKUT DI KATAKAN PAMRIH DAN GAK IKHLAS,,!!

  170. Ghais says:

    Ud’uni astajiblakum… al ayah… Disini kayaknya kita diminta untuk pamrih sama Allah saja… justru kalo kita ga minta sama Allah, kita dikatakan sombong, orang yang ga bersedekah aja harus minta, apalagi sudah sedekah, wah pasti Allah akan seneng banget tuh…
    karena klo kita minta sama Dia, berarti keyakinan kita akan Allah bahwa Dialah tempat satu2nya untuk meminta dan memohon yang paling paten…

  171. MasJono says:

    sudahlah para komentator…gak usah dipusingkan…lihat aja bagaimana “beliau” ini kasih nama blognya : suamigila.com …jadi ya pemikirannya mungkin hampir sama dengan nama blog-nya..he..he..piss man!

  172. bilang aja klu lu malu minta pada Allah SWT…

  173. firman says:

    allah jg berfirman brdoalh kpd Ku maka akn Ku kbulkn….
    org yg tdk mau meminta kpd Allah ialah org yg sombng,wajar kt meminta.kpd Allah krn lngit,bumi n isiny adalh mlik Allah

  174. adjie says:

    yang gw setuju : sedekah itu harus ikhlas
    yang gw gak setuju : sedekah itu gak boleh pamrih,,,dan bahwa setiap permintaan dalam doa kita itu apa? itu pamrih. masalah dikabul atau tidak doa kita itu terserah allah. tidak dikabulkannya pun, itu sudah menjadi ibadah. wallahualam.

  175. harry Ariquin says:

    Pamrih sama Alloh itulah ikhlas. Ikhlas itu maksudnya semata-mata karena Alloh, hanya pamrih untuk Alloh, itulah ikhlas. Kita sholat puasa zakat haji dan sebagainya juga sebenarnya pamrih tapi kalau pamrih kepada Allah (=ikhlas) itulah yg benar dan lurus. Mengapa sholat “ikhlas” kita itu juga pamrih? Ya!karena kita pamrih pengen dilihat Allah pengen dapat pahala pengen masuk syurga pengen Allah tahu bahwa kita patuh dan taat dsb yg intinya kita mengharap dari Allah, semua itu adalah pamrih dan itulah ikhlas lillahi ta’ala. Soal itung2an saat kita memberi sedekah, bukankah yg demikian juga memang seruan (baca:diajari) Allah sendiri di Alquran, kalau kita menuruti seruaNYA apakah salah?

  176. rizky says:

    cobalah juga baca buku beliau dan baca buku 7 keajaiban rezeki.. bhkan klo perlu ikut seminarnya.. dan anda insyaAllah akan mengerti dan memahaminya…

  177. cizz says:

    ya, menurut saya sih nggak pa-pa pamrih, mengharap balasan sama Allah.. toh, mintanya kan ke Allah, Tuhan kita sendiri, nggak ke yang lain yang malah jadi syirik..
    dan Allah juga memang sudah menjanjikan balasan untuk orang yang bersedekah…
    nggak ikhlas di awal nggak masalah menurut saya, nanti lama-lama kan jadi habit dan ikhlas itu datang dengan sendirinya. Seperti anak kecil yang bisa puasa dapat hadiah, tetapi setelah besar akhirnya puasa tanpa mengharap hadiah lagi dari orang tua.
    Keihlasan butuh dilatih terus-menerus. Allah maha mengetahui.

  178. japs s says:

    Pengalaman pribadi ente dgn pembantu ente tu emang harus ente benahin dulu deh biar ga malu pamrih sama Allah SWT

  179. joko says:

    pokokoknya sedekah aja deh sebanyak banyaknya pasti untung deh lu

  180. gemboel4ever says:

    salut sama yang bikin blog, karena sudah mampu menggerakan beberapa komentator, yang mampu membuktikan kebesaran kekuasaan dan kemurahan ALLAH, untuk menuliskan alasan dan pengalaman yang luarbiasa tentang sedekah.

  181. bayu says:

    bukannya harta itu semata-mata hanya titipan Allah SWT. So, sedekah itu memang wajib dilakukan, karena itu hanya titipan, harta ga akan dibawa mati.. Saya setuju sama penulis blog. Ikhlas.. Ikhlas.. Ikhlas.. Memang, kita meminta hanya kepada Allah, tp jangan kita laksanakan kewajiban dari Allah kalau ada maunya doang! Ikhlas,, maaf saya bukan ustad.. Mengingat janji Allah tentang sedekah, Iya itu memang benar. Emang benar-benar telah disiapkan untuk yang menjalani perintahNya. Jangan takut. Karena memang akan ada balasannya.. Intinya, ikhlas.. yang saya takutkan,, sedekah dijadikan ajang untuk mengumpulkan harta, dan akhirnya benar2 buta oleh harta tersebut. yang padahal, memang itu kewajiban kita sebagai umat yg taat kepada perintahNya untuk berbagi kpd yang tidak mampu.. Maaf sekali lagi, saya hanya beropini, bukan berceramah.. Terimakasih

  182. sulistiyono says:

    boleh gak shering sedekahnya buat lebaran…..jangan kuatir banyak malaikat mendoakan anda… jadi banyak harta anda……gimana berani????????

  183. Abi Fahmi says:

    Penjelasan di tengah2 itu baik mas..tapi yang di awal2 itu yang bikin masalah.dari semua komen memang ikhlas nggak ikhlas itu pasti Allah SWT balas,tapi dibalas kan nggak mesti harta..bisa kekayaan materi,kesehatan,cepet dpt jodoh,lulus ujian,dsb.
    Jadi giatkan aja sedekah kepada siapa saja dan teteplah pamrih kepada Allah sambil dijalanin terus riyadhohnya..semuanya itu kita kembalikan kepada Allah SWT..Amiin.

  184. syaiful says:

    wah ini orang gayanya sok ngerti agama, ikhlas itu ga dari awal, tapi dari keseringan. semakin sering anda sedekah/berbagi semakin timbul rasa ikhlas, walaupun awalnya anda berat untuk sedekah/berbagi
    semakin sering anda ditimpa musibah, semakin tabah/sabar anda menjalaninya, dan akhirnya menjadi biasa buat anda yg ujung2nya bisa bilang “dah biasa” walaupun awal2nya anda terkena musibah, maunya bunuh diri
    …belajar dulu gih soal ikhlas sana

  185. sok keren says:

    sedekah nunggu sholatnya g bolong2? ya kapan sedekahnya klo g ada niat rajin sholat.
    yg jelas sholat kita perbaiki dibarengi dgn amal sholeh, diantaranya yo sedekah salah satunya.
    berdo’a itu sama saja dgn meminta (arti yg pas g tahu :-) )
    sah2 aja kita meminta sm Gusti Alloh, klo kita g minta malah dikira sombong ntar. sok kaya, sok g butuh. padahal kita jauh dari kata sempurna.
    Inget…..yg boleh Sombong hanya Gusti Alloh SWT.

    LAKUKAN APA YG BISA KITA LAKUKAN, MAKA GUSTI ALLOH AKAN MELAKUKAN APA YG TIDAK BISA KITA LAKUKAN.

  186. ira says:

    wah..,, justru ini yang lebih bahaya kalo banyak orang yang baca dan gk dipahami,, yg ada malah salah belajar. hati2 dengan apa yg anda katakan semuanya..

  187. wahyu says:

    Ingatlah wahai saudara-saudaraku,, Ganjaran (pahala dan dosa hanya Allah SWT yg mengetahuinya)termasuk pahala kita bersedekah ataupun kewajiban2 lain/sunnah2 yang musti kita jalani sebagai makhluk ciptaan-NYA. yang bisa lakukan hanyalah “Berserah diri” mohon ampunan sekecil apapun perbuatan kita. Dalam agama, kita tidak dibenarkan saling menghujat, menggurui apalagi membenarkan apa yang kita anggap benar. Allah itu Maha dari segala Maha yang tak terbatas dengan buah akal fikiran makhluk -NYA sekalipun. yang pemahamanya bengkok kita luruskan, bukan berarti kita yang merasa benar menghakimi orang yang kita anggap salah. mungkin penulis berniat benar dalam menjelaskan sesuatu hal yang menurutnya benar dan itu memang benar..hanya saja dia mencetuskan sesuatu hal yang mungkin kurang dalam memaknai hakikat ikhlas itu sendiri. Ya Rabb.. ampunilah hambamu yang banyak salah dan kilaf ini. maha suci Engkau Ya Rabb.. atas segala sesuatu yang engkau limpahkan kepada kami. sesungguhnya hamba belindung kepada-Mu dari dosa yang tidak terampuni serta dari fitnah hidup dan fitnah sesudah hamba Engkau matikan. Ampuni aku yang zalim ini Ya Rabb..

  188. khilmi arema says:

    pantes saja nama blog nya aja suami gila, di liat dari perkataanya dan ceritanya yang di ceritakan kok guru SD melulu ya ? emang nggak nlanjutin ke smp ya maz,,,hehe, satu lagi diliat dari ceritanya mu bro kamu kayaknya solat kamu bolong bolong yach hahahah dan ya gak usah di tanggepin deh namanya aja suami gila gimna nasib loe , udah kalau lo gak mau sedekah loe aja ndiri. jangan ,,ngajak yang lain sempurnain duluh deh pelajaran agama waktu SD tu tentunya bab tentang sodakoh ya,,,,,,

  189. joseph says:

    Ya , betul beda ikhlas dan tidak itu tipis sekali….
    Tapi kalau kita sedekah terus mengharapkan imbalan itu tidak ikhlas karena ada sebuah HARAPAN imbalan…
    Banyak hal ajaib dari ALLAH SWT
    saya kasih contoh ada teman itu bersaing dalam mendapatkan order ,ternyata dia menang terus setelah tahu temannya yg menjadi saingan order itu dia ikhlas berikan ke temannya itu , IKHLAS dan ternyata ALLAH SWT menganti dia dengan mendapatkan order 1000 X lipat dari order yg temannya itu … ini baru kejutan … tidak ada Pengharapan mendapatkan order besar tapi diberikan order BESAR , begituuuuuuu … semoga bermanfaat amin amin amin

  190. wiwin says:

    yuup saya juga pernah mendengarkan ustd mansyur ramadhan tahun lalu dimasjid dekat rumah, ada yang membuat saya kurang sreg adalaha cara ustd mengajak sedekah setengah memaksa. lha kalau orang tersebut benar2 ga ada uang lebih gimana??, yang bikin saya makin merasa kurang respek waktu beliau bilang siapa yang mau sedekah minimal 500rb, diawal2 disebutkan seikhlasanya tapi pas mau penutupan dibilang minimal 500rb bisa dicicil 20rb/bln, yang mau sedekah berdiri, nah para jamaah berdiri, ada beberapa yang tidak berdiri trus ustd bilang yang tidak berdiri rizkinya bakal seret, dan susah masa ust. bicaranya seperti itu jadi ga respek

  191. Astriani says:

    Saya Kira yg menulis blog ini tidak begitu mengenal ust.yusuf mansur ,saya penggemar beratnya,punya buku2nya,nonton video ceramahnya,jadi mohon maaf kl sebenarnya apa yg anda tafsirkan trhdp beliau kurang tepat. Beliau selalu bilang 10x lipat Allah ken balikan tidak selalu dalam bentuk uang bahkan mungkin tidak bisa dibeli dgn uang. 10x lipat itu hanya itung2an kasar qta sbg manusia menganalogikan balasan sedekah itu sendiri. Contoh bersedekah 10 jt maka balasannya 100 jt atau bahkan lebih,tapi bukan selalu berbentuk uang,melainkan terhindar Dari bencana,umur panjang,anak sholeh,badan sehat,apa bisa semua itu qta beli dgn uang melalui transaksi dgn manusia?sedekah itu lah bentuk transaksi qta kpd Allah untuk mendapatkan ridhonya pahalanya beserta manfaat lain baik materi maupun

Leave a reply