Sedekah

Beberapa waktu yang lalu kita pergi ke KBRI untuk dengerin ceramah ustadz Yusuf Mansyur.

Bagi yang belum pernah kenal ciri ceramah dia, ni gue kasih tau: Dia adalah ustadz yang berusaha menyosialisasikan 2 ajaran Allah:

1. Orang yang bersedekah tidak pernah miskin

2. Sedekahlah dan pasti dilipatgandakan (dalam berbagai cara dan bentuk).

Satu hal yang bikin ceramahnya gak nyaman adalah, bahwa ceramahnya cenderung menjerumuskan orang. Di mana konsep yang diajarkan berisiko salah tangkap.

Dia berusaha ngajarin secara eksak dan matematis bahwa kalo kita sedekah 10 ribu maka kita akan diberi imbalan 100 ribu. Dia juga cerita ada seorang teman di jawa, katakanlah Joko, yang punya uang 2 juta. Joko sangat butuh uang tahun dpean untuk bayar kontrkannya 1.5 juta. modal hariannya 1 juta. Dia kurang 500 ribu. kemudian dia mendengar ceramah ustadz Jusuf ini bertajuk “menjadi kaya karena sedekah”. Kemudian Joko bersedekah 1 juta dengan harapan dan kepercayaan bahwa Allah akan memberikan imbalan yang lipat ganda. Beberapa bulan kemudian ada lumpur lapindo. Kemudian dia ditunjuk lapindo untuk menyediakan catering 16000 orang tiap hari. Akhir tahun dia punya 600 juta.

Cerita seperti ini jujur aja sangat menbahayakan. Gue aja pertama kali dengernya malah kok kita sedekah pamrih ya? Kok kita itungan ya sama Allah? Inti dari cerita dia, Allah selalu akan mengembalikan dengan berlebih. Dia juga membuktikan dari cerita ini bahwa orang sedekah gak akan miskin. Tapi yang ustadz ini gagal menerangkan bahwa kalo sedekah juga harus ikhlas.

Kalo gue pribadi, ada hikmah yang gue bisa ambil dari cerita lapindo ini sama dengan cerita guru agama gue waktu SD dulu. Dan entah kenapa ustadz ini gak ungkapkan. Entah dianya nyadar atau nggak nyadar. Hikmah itu adalah:

Sedekahlah when it matters. Maksudnya, si Joko ini tabungannya cuman 2 juta dan dia nekat nolong orang 1 juta, meski pake harapan dan pamrih segala. Kalo kita punya 1 milyar dan sedekah 1 juta, ya atu gimana ya itu cuman 0.1%. Zakat aja 2.5%. dia sedekah 1% itu memang belum cukup cover kewajiban zakatnya.

Kalo yang gue diajarinnya ada beberapa hal:

1. Sayang kalo kita sedekah banyak kalo sholat kita masih bolong-bolong. Guru gue pernah bilang, Shalat itu tiang agama. sedekah, puasa, haji dan lainnya menggantung di ketekunan shalat kita. Kalo kita sedekah 1 Milyar, sebaik-baiknya 1 Milyar, itu sunnah. Shalat yang wajib malah bolong. Sebaiknya sejalan dengan kita sedekah banyak, kita pastikan shalat kita gak bolong. Sama aja kayak orang rajin tahajud api karena kerja, sering lewat shalat Ashar. Itu bukannya ngawur, tapi ibarat kata guru gue, hasil kamu shalat tahajud mau digantungkan di tiang mana? tiangnya aja rapuh bolong-bolong.

2. Sedekahlah when it matters.

3. Sedekahlah di atas kewajiban zakat kita.

katakanlah salary kita 10 juta sebulan. Sebulannya kita berikan ke orang miskin 200 ribu. Apakah itu sedekah namanya? Gimana mau sedekah, lha wong kewajiban zakatnya aja 2.5% = 250 ribu. bereskan dulu yang wajibnya. Apa pun yang kita amalkan di atas itu, adalah sedekah.

4. Sedekah lah kapan saja, gak perlu pas kepepet.

Sama kayak shalat. Shalatnya bolong. Baru aja kalo ada perampingan perusahaan, kita rajin shalat. Kalo ada keperluan satu milyar baru kita sibuk sedekah 20 juta. Malaikat bisa-bisa “bilang kemaren kemana aja tong?” Ini yang sering ustadz Jusuf ceritakan. Tapi kok yang gue dapet, kok sekilas mendidik jadi pamrih ya? Bukan pamrih ke orang miskinnya, tapi pamrih ke Allahnya.

5. Sedekahlah untuk memberi manfaat.

Sejak diajarin sama guru SD gue, kecenderungan gue adalah sedekah untuk guru. Sedekah untuk pendidikan seorang anak. Dan lainnya. Gue gak pernah sedekah ke badan zakat meski itu bisa memberikan kita potongan pajak. karena gue gak tau itu uangnya ke mana. Mending yang ketauan memberi manfaat.

6. Sedekah dahulukan pada kerabat, tetangga dan orang-orang terdekat kita ie: pembantu.

Kita sering gak sadar bahwa orang-orang terdekat kita seperti kerabat (orang tua, adik, sepupu, keluarga besar),  tetangga dan pembantu, mereka lah orang-orang yang diam-diam ikut mendoakan kesuksesan kita – padahal mereka belum tentu sukses. Mereka juga lah orang-orang pertama dalam hidup kita yang melihat kita menapaki sukses. Contohnya,

- Kita baru beli BMW sementara tetangga baik kiat di sebelah baru saja bangkrut.

- Kita rencanakan liburan ke australia depan pembantu, tapi somehow kita gak pernah inget untuk naikkin gaji dia.

dan pembantu itu parah lho. Sering kali kita gak sadar betapa buruk kita memerlakukan pembantu kita. Contoh: majikan kita di kantor kasih kita jatah cuti 20 hari pertahun. tapi berapa hari kah kita ijinkan cuti pulang kampung? dan masihkan dia kita bayar pas cuti?

Majikan kita kasih kita bonus terkadang 2, 3, 4 bulan gaji. bahkan terkadang 5-10 bulan gaji. bahkan ada perusahaan yang kasih 20 bulan gaji!! Subhanallah! tapi apakah kita sebagai majikan memerlakukan bonus yang sama pada pembantu kita?

Yang paling gampang deh: ketika kita baby sitter dan supir ke sushi tei, apakah kita suruh mereka makan bareng kita? atau kita suruh mereka makan dulu di rumah biar gak ngiler liat kita makan sushi sementara mereka bengong?

Dan bukannya kita jahat tapi kita sering gak sadar bahwa ketika majikan kita memberikan sesuatu pada kita. sering kali kita gak mikirin diri kita dengan posisi yang sama pada pembantu kita.

Belum lagi orang tua dan keluarga besar. Banyak dari mereka yang lebih dari kita dan juga kurang. Sementara kita sedekah jutaan untuk bikin atap mesjid depan rumah, apa kita yakin bahwa sodara kita di (katakanlah) Nganjuk gak ada yang kelaperan?

7. ini yang paling penting: Sedekah lah dengan ikhlas, mengharap ridho Allah dari perbuatan sedekah itu. Bukannya ngarep jutaan perak. Intinya nolong karena rasa kemanusiaan kita. Bukan ngarep imbalan.

Logika-logika yang kayak gini yang guru agama (SD) gue sering tekenin ke anak-anak didiknya. Emang waktu dulu gak ada sushi tei.

Anyways,  semoga gak menggurui, gue cuman sharing aja. Kalo ada yang protes, inget ini blog gue.

190 responses to “Sedekah”

  1. noname says:

    Seneng nih baca komen yang beda2. Btw, kata gw, kesatu tu yang penting sedekah dulu deh. Soalnya, gw masih banyak juga nemuin orang yang masih aja berasa bahwa dia belom wajib bersedekah/zakat. Padahal gaji bisa dibilang lumayanan. Ya let say ya, ada orang gaji 3 juta (ga kecil kan?), dan bilang bahwa 3 juta pun abis untuk kebutuhan basic dia, gimana mo berzakat? Duuuh..gatel deh gw dengernya. Kalo ngikutin kebutuhan, manusia mana pernah ngerasa cukup sih? Ntar dapet 10 juta pun, bilangnya kebutuhan basic dia 10 juta juga. Kadang gw malu ama umat agama laen. Mereka aja mematok 10% untuk sumbangan umat. Lah qta, 2,5% aja (ada yang) masih ngeluh. Ya mungkin diperlukan orang semacam ustad Mansur ini untuk menyadarkan mereka yang belom sadar. Baru level berikutnya dari sedekah, bisa lebih ikhlas seperti Kang Adhit. Sama kaya sholat, yang penting sholat dulu, trus mungkin berikutnya meningkat dengan berusaha untuk bisa sholat dengan khusyu. Dan seterusnya..

    Mari bersedekah dan berzakat

  2. dena says:

    imbalan sedekah itu adalah janji dari Allah, dan tidak ada salahnya mengharap keiridhoan Nya, karena hanya kepada Nya lah kita berharap dan meminta. Kita tak berdaya apa-apa kecuali dengan pertolongan Nya.

  3. Amim says:

    Gue juga awam ya soal ini, cuma gue pendengar setia ceramah ustadz Yusuf Mansyur. Menurut gue ya… derajat manusia kan berbeda, seorang nabi beda dg pak kyai bahkan sangat beda dg kita. Yg ingin sy katakan, semakin tinggi derajat manusia amalnya hanya karena Allah semata. Sholatnya, hajinya, zakatnya, sedekahnya, senyumnya, cara pakaiannya, dsb hanya karena Allah. Illahi Anta Maksudi, hanya Allah lah Tujuanku…

  4. delcrit says:

    jujur sbnernya gw juga ga teralu paham, cuman setau gw
    ustadz yusuf selalu bilangnya gini…
    bersedekahlah, insyaallah allah akan melipatgandakannya itu janji allah.
    kl kita bersedekah lalu mengharap balasan dr manusia maka itu namanya pamrih.
    tp jika kita bersedekah lantas meminta pada allah itu namanya meminta atau berdoa, ya menagih janji lah istilahnya.gitu sih kl ga salah mah. maap ya kl salah.

  5. pristi says:

    “Kalo ada yang protes, inget ini blog gue.” – hahahahah.. galak.
    usulan kecil dari aku, mungkin bisa diterapin sm temen2 yg sering menjumpai anak-anak jalanan / pengemis secara rutin tiap harinya..instead of ngasih uang (yg akan lebih banyak dirasain sm “preman”) mending beliin roti sama susu buat perbaikan gizi mereka. at least kita tau sesuatu yg kita kasih bener2 dirasakan manfaatnya buat mereka.

  6. Andra says:

    Jadi nggak boleh protes ya, tapi saran boleh kan? Pertama kita harus menjalankan yang wajib dengan sholat 5 waktu zakat 2.5persen.

    Setelah itu yang sunnah antara lain sholat dhuha, qobla/ba’da dan sedekah terserah boleh 1% sampai semampunya. Sebagai manusia ciptaan Allah kita punya buku panduan atau Operation Manual yang berupa Al Qur’an yang didlmnya ada ayat tentang sedekah Dalam 2:261 diterangkan bahwa orang yang nenafkahkan harta di jalan Allah diumpamakan seperti orang yang menanam sebutir biji tumbuhan yang kemudian akan tumbuh dan menghasilkan jumlah biji yang lebih banyak. Disebutkan di situ bahwa satu biji kelak akan menghasilkan 7 x 100 biji atau sama dengan 700 biji.

    Di manualnya Allah sudah menyampaikan di ayat tsb bahwa jika kita sedekah akan diganti dengan berlipat, jika kita nurut Insya Allah akan diganti dan kita mintanya sama Allah. Kalau bukan minta kaya ke Allah minta kemana lagi. Ya Allah jadikankah kami selalu minta ke Engkau.

    Dan mulailah sedekah dari yang kecil setiap hari Rp. 1000 rasakan dalan seminggu, 2 minggu, 3 minggu pasti ada bedanya dibanding kita tidak sedekah. Setelah itu tambah Rp. 5000 setiap hari rasakan lagi seminggu, 2minggu, 3 minggu. Lama-lama sedekah sejuta menjadi biasa dan ringan. Semuanya dilakukan setelah menjalankan yang wajib sholat 5 waktu, zakat 2.5%, puasa romadhon, haji.

    Sama dengan kita puasa Senin Kamis kita jalankan setelah menjalankan puasa Romadhon. Bukan Senin Kamis dijalankan, Romadhon tidak puasa.

    Kalau sudah terbiasa sedekah, ketika tidak sedekah jadi nggak enak. Sedekah membuat hati Adem, tentrem, hati jadi lapang. Karena kita dicukupkan rezeki sama Allah jadi enak memberi uang, baju, harta benda yang lain ke orang lain.

    Jadi ayo kita Tegakkan yang wajib, kita jalankan yang sunnah. Hhhhmmmm Indahnya hidup ini dengan berbagi dengan yang lain

  7. Adam says:

    Tugas anak adalah belajar tiap hari dikasih uang saku Rp. 5000. Suatu saat anak ini diminta ibunya ngantar dagangan ke supermarket setiap hari dan setiap hari Sabtu dijanjiin dikasih bonus Rp. 50.000. Semangat benar anak ini mengerjakan perintah ibu. Hari Sabtu ditagilah bonusnya alhamdulillah dia dapat bonus.

    Cerita ini mirip dengan zakat dan sedekah. Tugas belajar adalah wajib dan seperti kewajiban kita zakat. Ngantar dagangan ke supermarket adalah sunah seperti kita mengeluarkan sedekah. Dan kita pun pamrih sama ibu untuk mendapatkan Rp. 50.000. Sama Allah bukan pamrih tapi doa untuk diganti 10x lipat. Disuruh kok sama Allah.

    Jadi yuk kita sedekah supaya diganti sama Allah berlipat-lipat dan umat Islam kaya-kaya dan banyak mengeluarkan sedekah

  8. mia says:

    nambahin delcrit ni…
    kalo ga salah pa ustad emang pernah dikomentarin persis kaya gitu, “bukannya jadi pamrih tuh, namanya?! “. Dan pa ustad bilang, “kalo istilah gw bukan pamrih, tapi iman. kita saking percayanya sama Allah (iman), makanya kita bisa yakin kalo kita sedekah sekian rupiah maka akan dibalasNya sekian rupiah”.

    yang harus kita inget, Allah menjanjikan balasan2 untuk orang2 yang bersedekah. dari mulai mengganti harta yang disedkahkan, sampai menolak bala dan menghapus dosa. dan Allah tau, ‘balasan’ apa yang paling kita butuhkan.

    shalat itu yang utama. it’s true…tapi menurut gw, amalan2 kita tidak bisa berdiri sendiri.shalat kamu sempurna, itu bagus.tapi lebih bagus lagi kalo kamu shalat juga baca quran, dsb…gitu….

  9. ndutyke says:

    jila kita sedekah uang, katakanlah 50,000 rupiah. Bisa jadi ntar ‘dibayar kembali’ sama Allah SWT bukan dalam bentuk uang juga [50,000 rupiah x 700], tapi rejeki dalam bentuk lain, selain uang.

    Misal : >> kesehatan [yg harganya lbh dari 50,000 rupiah x 700], atau

    >> dimudahkan jalan menyelesaikan suatu projek [yg kalo molor bisa merugilah kita dgn nominal more than 50,000 rupiah x 700].

    intinya, ga ada sedekah yg sia-sia, kalo kita insyaallah bisa ikhlas :)

  10. fe says:

    Akhirnya ada juga yg mengatakannya…
    bukannya mo ngomongin pak ustad YM itu…buttt I feel the same way too…….udah lama malah merasakan kalo denger si pak ustad ngomong sedekah dgn teorinya itu….I feel a little bit itchy

  11. fatkhul amin says:

    ada perbedaan persepsi neh…..
    tp gpp, yg ptg jgn jadi perpecahan…..

    best regard
    owner
    majumapan.com

  12. Yang gw tau , masalah ini juga pernah gw alamin dan menghuni dan terpenjara dalam pikiran selama bertahun tahun hingga akhirnya bertemu dengan seorang Kyai dan menanyakan hal ini. Pak Kyai , “Selama ini kalau saya berbuat baik ,saya selalu berdoa dan bermohon dalam hati semoga mendapatkan pahala dan balasan dari ALLAH , apakah tindakan saya sudah benar? Karena kesannya kok saya seperti berbuat dengan selalu mengharapkan imbalan.”

    Sang kyai menjawab, ” Kamu tidak salah, karena kalau kamu tidak meminta sama Allah , lalu pada siapa kamu akan meminta dan bermohon? . Beliau juga menjelaskan ada 3 tingkat keimanan :
    1. Budak
    Berbuat sesuatu karena takut dengan tuannya, layaknya kita yang takut berbuat jahat karena dosa.
    2. Pedagang
    Selalu mengharapkan untung rugi , dalam konteks ini saya termasuk dalam kategori diatas karena selalu mengharapkan untung dari Allah dan tidak mau rugi.
    3. Mutaqin
    Kadar keimanan tertinggi karena berbuat dan beramal tanpa pamrih kecuali mengharap ridho ALLAH.

    Dan ditambahkan lagi, teruslah berbuat baik dan camkan untuk berdoa memohon keridhoan dan keikhlasan NYA, dengan belajar dan seiring pmeningkatnya keimanan kita Insya Allah kita bisa masuk kategori no.3

    Sekedar urun saran, mohon masukan dari yang lain.

  13. Ana susanti says:

    Wadowh…tulisan yg ni bener2 bikin aku ber-istighfar de dyt…soalnya selama ni pengalaman aku bersedekah di awal dan ALLAH selalu kasih kelebihan buat aku dan keluarga ex;anak yg lucu(pintar,cantik,sholeh,etc),keluarga sehat rukun dan bahagia, terhindar dari crash saham th.08,untung berlipat di saham dan property di tahun 09…jadi gak semua yg ALLAH kasih berupa harta…ALLAH ajah kasih kita rejeki dan kebahagiaan berlipat tanpa pikir panjang kenapa kita umatnya memberikan sedekah kok mikirnya kelamaan bgt

  14. dfar auya says:

    saya senang membaca tulisan anda.. dan saya setuju sekali dengan kalimat anda, “Sedekah lah dengan ikhlas, mengharap ridho Allah dari perbuatan sedekah itu..”, dan mungkin sedikit ide kecil dari saya, ibaratnya kita shalat tahajut mengharapkan sesuatu kepada Allah, bgitu pun dengan sedekah.. kita boleh mengharapkan imbalan dari sedekah yang kita lakukan..

  15. galz says:

    Menarik juga .. apalagi aku udah cukup sering ngliat2 artikel2 Ustad Yusuf Mansyur mngenai sedekah.

    Ini pendapatku lho y .. maaf jika ada yg kurang brkenan. Mnurutku .. misalny kita “itung2an” sm Allah or pamrih sm Allah .. g salah kok. Kalo sm slain Allah .. br itu salah besar.

    Mngenai teori sedekah ustad Yusuf sndiri .. kalo aku telaah lbh jauh dgn banyak lht ceramah2ny n baca artikel2ny .. beliau prnh blng klo pngembalian harta 10x lipat dr nominal yg kita sedekahkan gak mesti terjadi. Allah bs kasih dlm bntuk lain yg lbh kita butuhkan. Beliau jg blng .. slain sedekah djalanin .. hal yg harus dbenahin dulu utamain shalat fardlu ditaatin n slalu d awal waktu. Jd gak cuma shalat fardluny lengkap .. shari 5x .. tp jg d awal waktuny itu lho. Trus dtambah sm dhuha .. n itu bhubungan sm org yg pgn rejekiny lancar.

    Tp 1 hal yg aku yakinin .. jgn takut utk “pamrih” sm Allah .. mngharapkan “imbalan” atas sgala kbaikan yg kita jalanin krn justru sbenarny Allah sangat senang jika umatNy kyk gitu. Itu kan secara langsung sbenarny kita lg minta sama Dia .. n da smacam prasangka Positif terhadapNya.

  16. Igan says:

    Pamrih sama Allah. SWT…itu suatu keharusan…karena Allah. SWT adalah Ya Rahman & Ya Rohim…karena janji Allah.SWT adalah Pasti…

  17. sukarso mhd rushdy says:

    Emang sih kita ga boleh main itung2an sm Allah,tp kalau kita cermati bukankah kita shalat, puasa,sedekah maupun ibadah2 yg lain kita lakukan krn mengharap sorga,takut msk neraka ‘mengharap diampuni dosanya,mengharap rahmatNya,mengharap ridhaNya,mengharapkan dijauhkan dari kesusahan hidup,jadi apa itu namanya bukan “PAMRIH” bo..namanya,jd menurut saya sah2 saja pamrih sama Allah,karena memang kita ga punya apa2 dan Allah Maha Kaya,kita lemah Dan Allah Maha Kuasa,cuma memang ga usah pke diitung bgt kya gitu,menurut saya metode matematis yang dipakai sang ustad hanya untuk memotifasi orang2 supaya sedekah,menurut beberapa buku yg saya baca,tingkat ikhlas yang paling tinggi adalah tidak mengharap apapun kecuali Ridha Allah,tp tingkat ikhlas inipun masih mengandung unsur pamrih sm Allah,yaitu ada objek yang diharapkan yaitu “Ridha Allah” Jadi……sah2 saja kita pamrih sama Allah bo…….itu menurut gue

  18. meuthia says:

    Saya selalu mendengarkan ustadz yusuf.. Beliau selalu menyarankan wajib sholat 5 waktu tepat waktunya, lalu dhuha, tahajud. Dan wajib zakat serta sedekah sebanyak2nya tanpa harus takut miskin… Semua di sebutin kok…

  19. cowboy says:

    Ngapain saya shalat, puasa, zakat, sedekah, tdk maksiat dll ? Jawaban yang jujur : agar masuk surga. Apakah kita salah pamrih kepada Allah sang pencipta ? Setahu saya yang salah adalah jika pamrih kpd sesama makhluk. Allah memberikan janji pasti dibayar-Nya. Jadi saya bersedekah tetap dengan pamrih meminta kpd Allah sang Pencipta. Saya beribadah dengan pamrih mencari surga.

  20. Nden says:

    Kalao yang gw tangkap sih dari tulisannya, sholat dan zakat/sedekah tidak bisa dipisah-pisahkan alias satu paket. Dua duanya harus sejalan.

  21. Harfie says:

    .:: Semua amal tergantung niatnya ::.

    Yang paling enak kalo == shalat & zakat/sedekah == itu mengharapkan satu paket, dunianya dapet, akhirat pun dapet jadi mintanya minta ma Allah dunia dan akhirat.

    Kalau minta balasan dunia doang, dikasih
    Kalau minta balasan akhirat doang, dikasih
    Kalau minta balasan dua2nya ( dunia akhirat ), dikasih
    Kalau kalau tidak mengharapkan balasan apa2, dikasih apa ya?

  22. cowboy says:

    Aku Dijanjikan Allah bahwa jika didunia mau ibadah dan tidak maksiat maka akan dapet surga. Sehingga aku demi Allah coba mengerjakannya dengan pamrih, sekali lagi dengan PAMRIH karena Allah. Aku dijanjikan Allah jika sedekah dapet rezeki (tidak mesti berbentuk materi, tp bisa dlm bentuk lain) atau dihindarkan dari bala (sakit, kecelakaan dsb), dan aku mengerjakannya dengan PAMRIH karena Allah. Salahkah aku ????

  23. eto says:

    ngak ada yang salah, yang salah itu yang mampu sedekah tapi ngak sedekah wiss….

  24. endro says:

    :)

    Semoga Allah ridho. Amin

  25. aswin says:

    Mungkin yang dimaksud ama mas Adhit itu, pamrih ama Allah cuman dalam hal dunia aja.. Jadi kita sedekah cuman mengharapkan kalo ntar uang kita bakal bertambah, utang kita bakal lunas, dll.. Kalo yang kayak gini yang bahaya..

    Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah:200 “… Maka di antara manusia ada orang yang berdo’a: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.”

    Jadi kita kurang pantas klo sedekah 1 juta “cuman” dengan harapan klo Allah suatu saat bakal menggantinya dengan yang lebih banyak di dunia ini.. Y, klo Allah menggantinya di dunia ini, klo Allah menggantinya ntar di akhirat, lalu kita udah terlanjur putus asa klo Allah tidak menepati janji-Nya.. Mau jadi apa kita?? Nggak mau melaksanakan perintah-Nya lagi?? Naudzubillah klo gitu..

  26. alex brik zubaidi says:

    semua uadah ada itungannya,,,, itungan ustad yusuf mansyur bener banget,,,,karena itu bukan itu itungan dia itu itungan ALLAH,,, kita gak mampu ngitung rizki aja,,,,
    baik itu dengan harapan sesuatu atau ikhlas
    coba biasakan sedekah BANYAKK!!
    dan kalau kita dah terbiasa pasti lupa dan ikhlas,,,
    kalau udah lupa ngasih banyak.. pasti kita Ikhlas,,,,

    yakin km mampu ngitung rizki yang dikasih????

  27. alex brik zubaidi says:

    OH bahkan km tidak boleh merasa kurang,,, karena km udah kelebihan banyak,,,,mau buktiii,,,
    nich :
    Dan orang yang disempitkan rezkinya (miskin) hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan. (QS. 65:7)

    justru kalau sedang (merasa) kekurangan kita harus Sedekah,,,
    jadi sebenernya kita gak pernah kekurangan!!!!
    Terlalu banyak Rizki yang Nikmat yang udah Ada!!!!

  28. blog sedekah says:

    artikel yg luar biasa,,,
    keajaiban sedekah tidak perlu diragukan lagi..

  29. moammar says:

    Inti dalam kehidupan ini adalah, Allah ingin kita mengenalNya dengan mata hati kita melalui sifat-sifatNya : Allah itu maha pengasih, maha penyayang, maha kaya, maha kuasa.. buktikan itu melalui sedekah, bila terbukti dalam kehidupan niscaya iman akan bertambah. dengan pembukitan maka eksistensi Allah di dalam kehidupan kita akan bertambah (Iman). Cari Allah dengan pembuktian amalan-amalan ayat Qur’an. Mengharapkan dari Allah itu bukti bahwa kita masih percaya dengan Allah apalagi harapan itu terkabul terus dan terus.. iman pun bertambah terus dan terus bertambah.. aamin

  30. Donar says:

    Kita bisnis dengan siapapun punya resiko!!! Cuma satu bisnis yang tanpa resiko Yaitu: perniagaan dengan Alloh SWT. Banyak tersirat dalam Al Quran bahwa kita selalu diajarkan untuk menjadi insan ekonomi yang selalu Lurus dengan JalanNYA. Contoh: Riba VS Sedekah, Riba: pamrih pada orng yang hutang sedangkan Sedekah: Pamrih pada yang Yang Maha Pemberi dan bukan pada SelainNYa. Ini merupakan bentuk Keyakinan (Iman) Pada Alloh SWT.Jadi kritik dan perangi Riba dan budayakan lestarikan Sedekah. Semoga Manfaat untuk kita semua, Amin….. =:-)

  31. hawe84 says:

    berharap sama Allah itu manusiawi banget jeh….berharap sama Allah itu malah dicintai sama Allah..apa yang salah ,seorang manusia berharap atau pamrih sama tuhannya..manusia itu lemah je…,, ya mungkin dia gaksuka sedekah aja ngomong kayak gitu, kenapa mempermasalahkannya…… kenapa bahas tentang solat itu wajib segala, kita semua udah tahu kalo solat itu wajib je, zakat itu wajib,….kenapa sampai gak suka sama ustad yang hanya menyampaikan apa yang ada di al quran……yang hanya mengajak inget selalu sama Allah, yang hanya mengajak beramal sunnah mengajak ketingkat takwa yang lebih tinggi…
    sedekah itu pasti dilipatgandakan sama Allah, itu udah janji Allah, tertulis jelas diAlquran,
    sebenarnya kamu itu siapa sih????
    Wassalam, Huuh…..

  32. Dara Kayla says:

    waduh ….. gimana ya.. saya sudah terlanjur percaya penuh dengan omongan ustad mansyur. saya dah korbankan semua . montor revo yang baru kredit dapat 1 tahun saya sedekahkan_ honor bulanan tak potong bukan 2,5% atau 10% tapi semaunya aja, kadang lebih buat sedekah, setiap dapat proyek kecilan hasilnya sebagian buat sedekah, tangan jadi gatel kalo nda sedekah, kalo ada masalah atau keinginan ingatnya sedekah biar ditolong Allah SWT, gimana ya….. padahal saya guru swasta di kampung, anak saya tiga 4 th- 2th dan baru lahir ………. wah gimana …..tapi yang pasti kok kayaknya keluarga saya nyaman aja n no problem its ok. yang pasti setelah semua kewajiban telah kita tunaikan baru yang lainnya. mudah-mudahan guru SD nya membaca tulisan antum. thank’s.

  33. Ikutan seru juga dari komentar komentarnya ibadah orang awam beda ama ulama beda wali beda nabi beda rasul gitu kali kalau dalam dunia kerja karyawan biasa masuk hari libur lembur lah namanya level manager tidak di upah tetapi kenapa mau?

  34. dadd says:

    Sedekah kalau pamrih nya minta balasan ke Allah ya tidak apa apa.

  35. yuli says:

    Semoga dengan banyak sedekah kita selalu merasakan kalo Allah sangat dekat dengan diri kita.

  36. adil says:

    baca blog ini, kapan sedekahnya.?

  37. ahmadin says:

    sebelum mendengar ceramah ust. Yusuf Mansyur saya salah seorang yang mencari kebahagiaan lewat sedekah, setelah mendengar ceramah dan cerita Ustad saya mengkaji hampir semua kisah yang diceritakan tentang mukjijat sedekah, sudah saya rasakan, dan makin semangat untuk bersedekah, saya ga pernah kekurangan, rejeki mengalir terus, untuk teman pembaca yang berbahagia, persepsi beda ga jadi masalah, intinya bagaimanapun caranya bersedekahlah secara ilhlas dan mengharap ridho Allah, pandai-pandailah bersyukur atas nikmat yang Allah berikan agar kita gampang bersedekah karena klo kita tidak bersyukur kita akan selalu merasa kurang dan akan menghalangi kita untuk bersedekah, percaya lah, sedekah tidak membuat kita miskin dan miskin bukan alasan untuk kita tidak bersedekah, justru klo kita mau kaya (bahagia) dunia akhirat, maka bersedekahlah, ingat.. jangan pernah buruk sangka kepada Allah karena Allah berjanji akan memberikan sesuatu kepada kita sesuai dengan prasangka kita kepadaNYA,

  38. thinox says:

    inti dari semua itu adalah ihklas karena Allah SWT, kita sedekah tidak harus uang dengan senyuman, tenaga, pikiran, bisa dikatan sedekah. sedangkan imbalan dari Allah tidak berupa uang saja bisa, dengan hati & pikiran jadi tenang, dikarunia anak2 yang menyenangkan dll.
    ingat ihklaslah karena Allah SWT

  39. cararroe says:

    wah. guru agama pas SD-nya oke^^
    harusnya semua guru agama kaya gitu. hehe

    eniwei. terima kasih banyak atas inspirasinya. blog ini bnr2 membuat sy jd termotivasi untuk berpikir dan bertindak dengan lebih cerdas lagi.

    good luck for everything :)

  40. Las_ajha says:

    Sudahkan Anda sedekah hari ini? :-)

  41. [...] itu, saya tiba-tiba teringat salah satu blog yang menceritakan mengenai pengalaman pemilik blog tersebut yang menghadiri ceramah yang dibawakan [...]

  42. @yu says:

    hehe..,ku pikir it krn ustadz Yusuf Mansyur melihat peluang dakwah melalui cara itung-itungan lbh mngena d hati masyarakat n jd strategi marketing bwt ngingetin ibadah. tujuannya yaa menarik minat utk mencicip bersedekah dl,jika dah ngerasa nyamannya mlaksanakan ibdh org2 pasti akan ktagihan ndiri.

  43. AR says:

    Ass.. mau ikutan nimbrung nih…
    pamrih kepada Allah itu gak salah kok…
    karena apa? coba kita perhatikan kalimat “khlas karena Allah.” memang kita ikhlas, tapi tetep aja karena Allah, itu sama aja dengan pamrih tapi pamrih kepada Allah karena semua kita
    kembalkan kepada Allah, Allah tempat menyembah, dan Allah lah tempat memohon pertolongan… sudah menjadi kewajiban kita untuk memohon kepada Allah, tagihlah janji Allah karena Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya… Allah Maha Kaya, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.. ingat… Ud ‘unii astajib lakum = berdoalah kepada-Ku, maka Aku kabulkan doamu… itu janji Allah… salam persahabatan… barokallahu alaikum… ass…

  44. heru says:

    ikutan gan :)
    gw sih pernah diajarin guru gw nini;
    kita beribadah kan karena dijanjikan syurga,
    lah itu kan pamrih juga donk :)
    tapi pamrih kepada Allah, kaya’ comment yg diatas.

  45. alifcom says:

    positif thinking aja bro……masih mending ada yg ngingetin…..dari pada luh minta ama org pinter……alias dukun….mending sedekah aja….yg penting kan masih inget ama Allah…apapun maunya….emang kudu mesti di bae-baein sama yg kuasa……logikanya seperti kita waktu kecil mau minta ama bokap kita , kan mesti dibaekin dulu….dan juga klo memang sedekah itu blm dibls didunia mungkin di akherat…….intinya semuanya mesti yakin-seyakinnya sama Allah SWT… JGN PIKIR PAKE LOGIKA krn ga bakal nyampe…..sory masukan dari gue……tanks

  46. alifcom says:

    kita bersyukur punya ustd. yusuf mansyur…..setiap hidayah yg diberikan sama Allah berbeda-beda didapatnya,,, mungkin ada yg melalui gemar sholat….ada yg melalui gemar dzikir…..dan juga ada pula yg melalui gemar sedekah……makanya Allah menurunkan perantara hidayah salah satunya lewat ustd. yusuf mansyur……kita harus berpositif thinking…dari pada sama sekali ga ada yg ngingetin tentang sedekah….????
    apapun itu sedekahnya ikhlas atau tidak ikhlas itu urusan Allah semata……klo mau kritik…jgn org yg sudah sedekah atau ustd sedekahnya,,…….tetapi kritiklah org yg ga pernah sedekah/ pelit….

  47. Sumarna says:

    Orang kaya tidak mau sedekah, apa kata dunia?.
    Mungkin orang itu belum paham atas agama yang di anutnya.
    Wajarlah keluarkan 2,5 % minimal.

  48. agustian says:

    memang untuk hasiat sedekah adalah hak ALLah untuk membalasnya,tapi kita harus tau bahwa di dalam AlQuran,Allah akan membalas 10kali lipat orang yang bersedekah dengan tepat

  49. om rid says:

    yah,,, percaya gak percaya,, saya sih dah ngalamin sedekah waktu lagi kepepet,, eh gak nyangka ada rejeki yang sama sekali jalannya gak terduga sama saya,,, yang penting ibadah wajibnya jangan lupa di pol in,,,dan percaya ALLAH akan selalu menepati janji,,,, kan udah di janjiin di AL QUR’AN,,,, wassalam,,

Leave a reply