Dalam PEMILU ini, mungkin ada sebagian orang yang berbagi kebingungan dengan gue. Kebingungan itu adalah adalah milih JK atau SBY?
Bagi gue, Mega dan Prabowo ntar dulu deh. Kalo seandainya pasangan itu Prabowo Mega, mungkin gue pehitungkan. Tapi ini Mega Prabowo. Program, dan mentalitas Prabowo terlihat baik tapi program dan mentalitas Mega bukan mental pemimpin. Terlihdat dalam debatnya. Logikanya juga aneh. Sembako murah. kalo dia sampe salah manajemen, bisa-bisa sembako murah = petani miskin kecuali subsidi besar-besaran yang mana menguras kantong negara. terakhir kali dia subsidi, dia jual tuh aset negara.
SBY? well…. gue kasian sama dia. Dia adalah satu capres yang paling menjaga santun dalam bertanding. Hanya saja semua kesantunan itu sirna oleh pendukung-pendukungnya yang bilang orang bugis belum siap lah, satu putaran cukup lah. Sementara dia melangkah hati-hati, pendukung-pendukung utama dia menembak kaki sendiri. Juga, setelah gue banyak baca ternyata besar sekali jasa JK dalam pemerintahan SBY. Cukup besar sampai ke tingkat dia worthy menjadi presiden. Dalam semua debat pun ketika program SBY seperti BLT diserang, JK turut ambil inisiatif take ownership membela karena BLT itu adalah program SBY dan JK.
Kalo SBY gagal maka calon paling baik untuk negara ini secara suksesif adalah JK. Simply karena JK tadinya wapres dan pola pikirnya (sebagaimana dia perlihatkan dalam debat 3 kali) adalah meneruskan, memperbaiki dan memfine tune hasil pemerintahan SBY.
Siapa pun yang menjadi presiden, sebaiknya dia berterima kasih pada SBY karena setidaknya SBY telah memperbaiki sebagian pondasi negara. Ibaratnya mau luncurin roket, gak bisa dipungkiri bahwa SBY telah membuat pondasinya. Mungkin JK yang bikin roketnya.
SBY santun tapi terlihat seperti thinker who leads. JK juga santun dan terlihat seperti leader who thinks. dalam kasus Indonesia, gue pikir kita perlu leader who thinks ketimbang thinker who leads.
Kalo gue, gue tertarik sama JK dengan tidak melupakan jasa SBY.
Semoga Indonesia memilih dengan tepat.
No related posts.



klo boleh jujur, aku skarang mlh jd lebih hormat sm jk. dulu sih aku slalu nganggap dia sm kyk tokoh2 orba lain yg oportunis.tp stl jk pecah kongsi sm sby baru kliatan sosok spt apa jk sbnrnya. dia jauh lebih layak utk jd presiden dibandingin sm mega atau prabowo. sby emg kliatan sgt mnguasai masalah spt bisa diliat dr debat2 kmaren,tp sosok jk lbih kliatan sbg konseptor dlm pmrintahan sby lwt ide2nya. jd inget ada yg bilang kalo diibaratkan pmrintahan sby kyk rumah makan maka sby adl pemilik rumah makan. sdangkan jk adalah sprti kokinya.sosok jk jg apa adanya,gak dibuat2 dan pembawaannya yg slalu penuh smangat dan gairah mungkin yg jd alasan org bilang jk is the real president. blunder yg dibikin sm sby dan tim suksesnya justru sangat mengurangi simpati aku ke sby. walaupun jg hrs diakui slama sby jd presiden banyak prestasi yg udh dibikin. tp kmungkinan besar aku bakal milih jk tgl 8 bsok. ya anggap aja aku lg ngasih punishment buat sby dan tim suksesnya atas sgala blunder yg dibikin akhir2 ini, mulai dr sgala “keajaiban” waktu pilpres kmarin sm gaya kampanyenya yg gak simpatik
Inspiratif A! Siapapun presidenya menurut gw gak teralu penting, yang pasti dia harus bisa buat Indonesia lebih baik dari sebelumnya.Baik dalam artian yang luas.
Dhit,
Gw agak ga setuju dengan analisis lu. Menurut gw malah JK dalam debat cenderung backstab keputusan-keputusan in which dia turut ambil andil dalam pemerintahan SBY. Sedikit-sedikit dia bilang, “Waktu itu kan saya udah protes waktu kita meeting malem-malem, malah dicuekin.” “Dulu saya udah bilang ya Pak harusnya begini-begini malah ga didengerin!” Buat gw, remark-remark seperti ini bikin dia terlihat petty. If he was a crucial part of the administration, like you said, he should take credit in whatever decision they made even though he disagreed with the decision, because it’s his fault as well. Kalo decision-nya dia ga suka, that means he wasn’t persuasive enough to steer the decision to a different direction. Jadi orang ini ikut salah/ga berhasil argue point dia dan abis itu bitter trus nyalahin orang laen. This act of his just didn’t give me a positive impression.
>> “Kalo SBY gagal maka calon paling baik untuk negara ini secara suksesif adalah JK.”
Tapi gagal masalah apa? It’s easy to say “we want change for the better,” but it’s more difficult to explain what to change and what exactly one wants to do to make that change. Menurut gw, relatively speaking, pemerintahan SBY udah lumayan successful. Ekonomi kita berkembang sehat dan successive MDG reports show that we’re on-track toward poverty alleviation goals. Yes, he screwed up pretty big masalah Lapindo, tapi JK ga nyinggung-nyinggung masalah ini juga, so he must have taken part in any decision the administration made. Gw fail to see gimana SBY “gagal,” but furthermore, gw fail to see gimana kalo administrasi SBY “gagal,” JK should be exempted from the fault.
Terakhir, masalah terbesar gw sama JK adalah fakta bahwa dia memilih Wiranto. Nih: “He was chief of Indonesia’s armed forces in 1999 when the Indonesian army and military-backed militias carried out numerous atrocities against East Timorese after they voted for independence. In February 2003, he was indicted for crimes against humanity by the U.N.-sponsored Special Panels for Serious Crimes of the Dili District Court and named as a chief suspect by the Indonesian Human Rights Commission.” (http://www.forums.apakabar.ws/viewtopic.php?f=1&t=15671&start=0)
I was so embarrassed when I found out that Wiranto AND Prabowo ada di antara calon-calon presiden dan wakil presiden. Their human rights track record should bring shame to all of us for even giving them this space! (http://www.feer.com/politics/2008/august/Gen.-Prabowos-Run-for-President) Kalo milih Wiranto dan Prabowo adalah contoh decision yang JK dan Mega udah ambil, menurut gw mereka sangat ga fit buat jadi Presiden.
well said Dhit!
tapi yg paling penting adalah, siapapun yg menjadi presiden, semoga beliau bisa membawa Indonesia menjadi lebih baik dan bisa menjadi tempat yg aman dan nyaman utk seluruh rakyatnya, amin
agree with J !!!
gw ga perlu panjang lebar tapi udah dijabarkan secara lengkapp ma J.
sebenernya pemerintahn yg sekarang udah bagusss bangedd SBY-JK
tapi the fact mereka pisah,,,
jadi gw tetap LANJUTKAN:)
boleh saya copy paste ke milis kang?
Soal partai yang mendukungnya juga perlu diperhatikan. Mmm..whatever, Tetap LANJUTKAN!!
soal mega-prabowo, gw setuju, tapi soal sby dan jk, gw lebih setuju ke J ya.. gak suka aja liat JK yang sering banget bilang seperti : “Kan udah saya bilang…” seolah-olah kemaren dia gak ikuta ndil apapun..
Kalo tulisan Adhit, analisa dulu baru menentukan pilihan. Komen dari J, milih dulu baru analisa.
Mana yg lebih baik?
Apapun yg t’jadi. pilihan saya ttp SBY. Gw g suka sama org2 model JK yg seneng jelek2in itu.. Dari mental aja suda nggak lolos seleksi dw.. jelas nggak akan gw pilih A’. Palagi MegaPro. Sembako murah apaan? Ga jelas! Petani tambah mlarat donk.
yang jelas pandangan gw mengenai kesantunan dalam berpolitik jadi berubah gara2 sby.
dan pandangan gw terhadap kemunafikan dalam politik semakin kencang melihat banyak kejadian akhir2 ini.
jadi pengen nyanyi: “tapi buka dulu topengmu…. buka dulu topengmu…”
Sebenernya intinya sih supaya Indonesia Maju n Bekembang atau whateverlah! yg penting jd hebat gituh!
Lgpl, mao siapa aja yg jd presidennya ya kalo niat mereka (Bu Mega, Pak SBY, n Pak JK) baik dan supaya rakyat sejahtera kita2 gag bakalan debate kushire kyk ginih.
aZhura, I’m with u.
Terlepas drpd milih ini milih ituh, belum tentu jg kita bisa lbh hebat dr mereka betiga. Apa kita mau jd Presiden. Lum tentu jg kan kita yg dsini casciscus ngegosipin mereka pd knyataannya lbh bisa dr mereka.
Intinya sih, dukung sajalah siapapun yg jadi Presidennya. Mau ada kecurangan atau apapun. Contoh Pak Adang Daradjatun yg lngsung ngaku kalah saat pilkada DKI. Toh takdir Tuhan gak pernah salah. Semoga Tuhan membalas apa yg pemimpin kita sudah lakukan.
pagi ini nyontreng jk, tapi kok masih alhamdulillah… sby menang quick count :))
kayanya ga prlu deh analisis2 pnjang n lebar.
SBY yang terbaik!
Mau mempertaruhkan waktu 5tahun
1.dengan yang pernah memimpin dan g sukses
2. orang yang baru mo coba2
orang pinter nyontreng ga pake mikir haha
alhamdulilah akhirnya di lanjutkan juga tetep semangat trus
yaeh.. dari yang gw liat kmaren SBY dengan cantiknya pidato “kemenangannya” bener2 santun dah rendah diri.. gw harap itu juga ditunjukin sama kinerjanya 5 tahun kedepan (slamet ya pak)
yang gw ga habis pikir adalah knapa mega prabowo bisa jadi nomer 2.. semua orang meributkan ” yah kalo ga 2 yah 3.. ga ada yang nyebut-nyaebut 1″ tapi fact is mega on 2nd post.. dan yang lebih parah lagi comenntnya prabowo pasca kekalahannya .. yah nyalah2in kpu lah bilang ga demokratis lah pilplres 2009.. dia udah buat tim untuk meyelidiki kecurangan…
kalo emang prabowo secerdik yang diberitakan orang, knapa dia ga bantu KPU untuk membenarkan critical point pilpress 2009.. sebelum pillpress berlangsung!! kan kmaren dah berlajar dari pemilu partai..
ga ada satu pun calon presiden yang mau membenarkan sistem…. semua senangnya nyalah2in aja..
yah gw siy seneng2 aja SBY or JK menang.. asal jangan no 1 aja huahahahahaha
Sayang bgt SBY-JK cerai.. Kepemimpinan mereka sebenarnya sudah membuat Indonesia lbh baik dr sblmnya. Waktu acara pinangan JK sdh meminta SBY untuk kerja sama lagi, tp ditolak, knp? SBY sendiri jg bilang kalau kepemimpinan mereka berdua jg sudah mulai membuat Indonesia lbh baik, tp kok malah diajak kerja sama lg gak mau.. Slogan lanjutkan lbh cocok kl itu memang melanjutkan kepemimpinan mereka berdua.. Tp sesuai pesan JK waktu debat ’siapapun yg menang itu adalah putra atau putri bangsa terbaik dan harus kita dukung’ Sekarang kita berdoa saja semoga Indonesia lbh baik lg dr sebelumnya, amiin
ikut lanjutkan demi bangsa indonesia tercinta
seneng deh, masyarakat Indonesia skr udah pada kritis dan terbuka tuk menganalisa calon presiden. yg penting jgn pada golput ya?
Saya setuju sama Adhit and Dani.. Mungkin untuk sebagian orang cara berkomunikasi JK itu tdk bagus. Memang ada tipe org yang otaknya cerdas tapi kurang bagus berkomunikasi begitu pula sebaliknya ada yang berkomunikasinya bagus tapi otaknya kurang cerdas. Yang sering sy temui saat ini yah tipe org yang sy sebut belakang. Pencitraan adalah modal utamanya. Liat aja sekeliling, mungkin di t4 anda bekerja jg ada yg spt itu. Hingga kdg membuat saya berpikir, kok ada orang sebagus ini ** yg cara berkomunikasinya gak bagus** di sia sia kan hanya karena banyak yg salah terima. Knp hanya yang keliatan keren di mata aja yang kita percaya mentah-mentah. Toh nantinya jika si keren gak bisa ngapa2in minta tolongnya sama si non-keren tapi cerdas itu.
Ya sudahlah.. Mari lanjutkan makan Indomie untuk 5 tahun kedepan..
Tabe’
btw A, postingan ini sy share Link nya di FB yahh..
thx
Setuju sama J
I believe Jk’s got the brain, and did pretty great as a vice president. But he should man up a little bit.
Attitudenya wlopun masi gak emosian tapi sedikit kurang tau diri, IMHO loh..Kurang ksatria. Coba deh kalo pas keputusan pemerintah yg bagus aja diaku2in kerjaan doi n partai, tapi kalo yg jelek2 ngakunya bumper lah, udah ngingetin lah..payah, gak mau keliatan jelek, gak mau rugi, no wonder pengusaha
Partly agree juga sama Mister Adhit, I think Mega should stay home and be good. Be a kindhearted housewife yang kadang suka ngambek sama tetangganya bertahun2, but that’s ok. That’s completely ok for housewife, even the decent one, but not ok for a leader. Prabowo, keren misi2 n programnya, TOP. Tapi setelah ngeliat dia kayak gak terima sama hasil quick count, jadi ragu sama jiwa besarnya.
Wiranto, mending bikin album karaoke aja deh
Nah buat Mr. Lanjutkan, I’ve laid my trust on your hand. Didoain supaya kegiatan seremonial2 glamornya bisa dikurangin dan tetep fokus ngelanjutin pemerintahan ini. And I wish he would swap those Mallarangeng brothers for a JK’s tim sukses or if they refuse, a pair of deer would be nice too. Kumis aja dipiara, bikin iklan malu2in hehehe
Kalo ada kalimat yg kasar, didelete juga gpp kok author
Sayang sekali banyak yang jadi gak suka sama JK gara2 dia dinilai ‘backstabbing’ presidennya sendiri. Mereka mgkn lupa kalo Mega juga menganggap SBY sebagai backstabber dia. Then why don’t people care about HER feelings? It’s not fair.
Soal disclaimer2 JK ttg pemerintahan SBY yang dinilai lamban - JK pernah ditanya “JK kan wapres, knp sekarang malah mengkritik pemerintah?” dan dijawab oleh JK (dan saya setuju sekali): “Yang ada itu Keppres, gak pernah ada itu Kepwapres”
Jadi jangan terlalu naif lah…at the end of the day, di negara manapun, baik/jeleknya pemerintahan itu kan yang dipuji/dicela presidennya bukan? Buktinya, walaupun andil JK cukup besar di pemerintahan SBY-JK, toh yang dipilih rakyat akhirnya SBY krn yang rakyat lihat itu presidennya, bukan ’siapa motor di balik pemerintahan yang baik itu’.
Jangan terlalu sempit lah menilai orang dari latar belakangnya: pengusaha/partai golkar yang identik dengan orde baru/tersangka kasus HAM (come on, semua tentara juga kan mesti tunduk sama perintah presiden, bukan gak mungkin SBY gak pernah terlibat juga, we will never know for sure about anything!).
Anyway, just want to let that out of my head.
Salah satu keprihatinan saya adalah mengenai integritas NKRI, kasus ambalat. Hati saya panas mendengar negara kita dicemooh begitu, tapi SBY adem2 aja.
Well, now that SBY has-unofficially-yet-but-of-course-he-has-won the election, I just wish that pemerintahan SBY-Boediono bisa lebih baik lagi, bisa menjadikan Indonesia yang mandiri/swasembada dan semoga pemerintah yang baru mampu menjaga integritas NKRI dengan keputusan & tindakan yang tepat, responsif, dan tidak takut dgn tekanan dari pihak asing. Can it be? :/
Semoga.
belum tentu yg dilihat adalah yg sebenarnya.
kita kagak tau apa yg dipikirin orang.
Well, niat di hati tetep yg utama.
kita gak tau apa yg sedang dipikirkan orang laen.
yg kita liat di luar blm tentu sama dg yg di dalam.
Saya setuju sama adhit..dan sy gak setuju masalah attitude terseret2 ..sementara substansinya gak ada…mungkin indonesia harus belajar lebih kritis..bahwa yg penting dari seorang pemimpin itu substansinya..pemikirannya, cara kerjanya..bukan dari gaya bicaranya atau gesturenya yg mentah- mentah dikategorikan ‘attitude’..jk memberikan kritik bukan berarti beliau gak punya attitude..walaupun jk tidak menang, saya tidak kecewa..saya berterimakasih atas kehadiran beliau yg membuat saya makin kritis terhadap kemajuan negeri ini..untuk sby, harapan saya..mudah2an Indonesia bisa menegakan harga diri, dan punya rasa malu untuk jadi pengemis lagi sama negara lain
Waktu hari H pencontrengan, saya masih belom menentukan pilihan… Saat buka kertas suara masih bingung juga mw pilih yg mana…. sy pandangi wajah para capres cawapres di kertas, tp kok masih aja nggak ada meneguhkan hati sy… Di saat warga di bilik sebelah telah selesai menentukan pilihannya, sy masih saja berpikir….. dan akhirnya sy nyontreng DIA,,, memang… di antara dua pilihan itu sulit…. :p Saya setuju sama Maz Adhit… Indonesia perlu leader who thinks…. sebenarnya sedikit kecewa karena suara JK tidak sesuai dgn yg diharapkan… padahal saya udah berpikir kalau pilpres akan dilakukan 2 putaran karena dukungan utk SBY JK saya kira akan tipis perbedaannya.. kenapa ya.. padahal JK adalah sosok pemimpin yg perlu diperhitungkan..
1.Di pemilu pilpres tgl 8 juli kemaren, (dengan segala pertimbangan yang ada di kepala) saya akhirnya memilih calon presiden no.urut 3 yaitu Bpk. H.M Jusuf Kalla.
2.Saya juga setuju, dengan opini mba Novi :July 11, 2009 at 3:55 am.
3.Terakhir, kepada pemerintahan selanjutnya (yang kemungkinan besar di lanjutkan oleh SBY) saya mengucapkan selamat ! Semoga beliau bisa menegakan harga diri Indonesia, di mata dunia. Dan yang paling penting adalah, mensejahterakan rakyatnya. Jangan ada lagi Lapindo, Gas Tangguh di Papua harus bisa menjadi modal pembangunan yang merata di tanah Papua. Juga di daerah lain, di semua wilayah NKRI. Tolong diperhatikan, kalo memang kita mengaku dari Sabang sampai Merauke adalah saudara, maka perlakukanlah sebagaimana saudara kita layak diperlakukan.
4.Untuk pemilu pilpres 20014-2019 Adhitya Mulya for President ! (ayo dong, “next generation” ).
Kalau yang ini, terserah mau di lihat sebagai posting yang serius atau hanya sekedar wacana guyonan.
Sebenernya gue rindu sosok presiden yang beda! Yang muda dan punya pemikiran baik + berani bertindak namun bertanggung jawab! Sosok yang pinter, gag munafik dan punya otak sendiri, bukan pinjem otak wakilnya or kaki-tangannya …
Mungkin gag ya suatu saat ada Obama lokal yang memerintah jadi presiden di Endonesah Tercintah ini?????