Caleg-Caleg itu... Beberapa hal tentang pemilu ini yang mencengangkan. Gue nganga ngeliat betapa tiap pinggir jalan penuh dengan spanduk caleg. Sementara tiap caleg kehilangan uang mereka, bisa dipastikan jemaah haji tahun ini dan tahun depan , 90% adalah tukang sablon dan percetakan. Gue gak habis pikir dengan caleg yang dengan jitunya mengira bahwa dengan muncul kemaren sore, dia bisa mendapatkan suara yang banyak. Bukankah dukungan yang murni datang dari waktu dan pengabdian? Gue senang melihat bahwa di masa yang katanya krisis ini, setidaknya banyak sekali kejadian perataaan kesejahteraan sosial. Liat aja, semua caleg nyumbang kalo nggak uang, pasti barang ke rakyat. Ada yang nyumbang uang, bangunin mesjid, dirikan tiang listrik, kasih karpet ke musholla dan lain-lain. bahkan ada yang sampe bangun jalan. Coba kalo gak ada caleg2-caleg ini, uangnya pasti ngumpul di sebagian kecil orang. Selain manuver ekonomi yang jitu dari sri mulyani, faktor pemilu ini juga telah sangat membantu kesejahteraan rakyat. Gue suka geli sama kasus caleg-caleg yang minta uangnya balik. Ada yang ngasih karpet ditarik lagi. Ada yang beliin sak semen, ditagih lagi. yang paling parah itu nyumbang tiang listrik dan diambil lagi. I mean seriously, kalo udah diambil lagi, apa iya mau ditaro di ruang TV? Gue heran sama partai-partai yang dari sekarang udah bincang sana sini. Kok buru-buru amat ya? kan dari 171 juta suara, baru 6 juta suara yang terhitung. Bisa jadi di akhir hari peringkatnya berubah. Gue sedih sama mereka yang bunuh diri, atau kampanye sampe meninggal. Atau sampe gila. Ini benar-benar membuktikan bahwa kita itu gak bisa muncul kemaren sore untuk mendapatkan simpati rakyat. Simpati dan dukungan rakyat butuh tahunan dan relationship untuk dibangun. Semua ini untuk Indonesia yang lebih baik pastinya. semoga hasilnya yang tervaik bagi kita. Amien. Labels: politics |
Adhitya Mulya adalah Dewa Ganteng yang tinggal di kahyangan bersama 100 dayang-dayang. Dia menghabiskan waktunya turun ke bumi untuk bertemu dengan rakyat jelata dan berburu menjangan dan babi hutan... (or is it, berburu rakyat jelata dan bertemu dengan babi hutan? anyways, same thing). Oh ya, sesekali dia menulis buku komedi.
orang telah melihat kegantengan gua yang legendaris itu. Ninit ; Aan ; Agung ; Aip ; Alaya ; Avianto ; Aris ; Atta ; Detta ; Ewink ; Enda ; Erly ; Fairy ; Fanny ; Ganda ; Hagi ; Hanzky ; Isman ; Ita Leyla ; Ni'ang ; Ndari ; Nita ; Pip ; Okke ; Roi ; Ruri ; Shinta ; Tyaz ; Udhien ; Umar; Adi ; Afo ; Alaya ; Alfa ; Ale ; Alvons ; Aiff ; Andhi ; Andin ; Andin ; Anggie ; Anto ; Aprian ; arb3i ; Ari ; Arma ; Arif ; Ayu ; Axlandra ; Bantot ; Be-Es ; Beranda ; Bintang ; Bios ; Blub ; Brandy ; Buzz ; Cay ; CB ; Celia ; C'est la Vie ; Civent ; Claustrophobic ; Comel ; Comel ; Crey ; Dagungsta ; Dayat ; Deksay ; Dian ; Dican ; Didi ; Didiet ; Diki ; Dini ; Dion ; Disposable Hero ; Drey ; Duwie ; Dwi ; Dyah ; Ekodox ; Emil ; Ephe ; Eric ; Erika ; Erwin ; Eve ; Eyi ; Farid N ; Farid ; Finalizabeth ; Fitri ; Flow ; Flow ; Fresh ; Gajah Duduk ; Gauz ; goblog ; grE3nY' PrinceZz ; Guido ; Grizz ; Harris ; Harris ; Harris ; Heri ; Herlyanti ; Hero ; Ibiza ; Ika ; Ilsa ; Inex ; Inna ; Ipan ; Irene ; Irene ; Iris ; Isnaini ; Koebiz ; Kun ; Lacsar ; Lemans ; Lilik ; Lindie ; Little Mermaid ; Lontar ; Matz ; Memey ; Merkurius ; Morningdew ; N[a] ; Nasgor ; Neen ; Neenoy ; Nice green ; Nisa ; Nita+Agus ; Nono ; Novie ; Nukov ; Nunik ; Ochan ; Ollie ; Paylo ; Pipit ; Prazz ; Prianca ; QQ ; Radith ; Rapa ; Reena ; Ren ; Ria ; Richoz ; Ridwan Fauzi ; Rihsa ; Riena ; Rita ; Sapi ; Sasha ; Sazi ; Seggaf ; ; ; ; Snydez ; StormyMonday ; Supta ; Sweeney ; Sylvie ; Tamtam ; Tari ; Toet ; Trippin' D ; Tutup Botol ; t.w. ; Ty ; Tyaz ; Tychan ; Umar ; Un^Goe ; Vanda ; Vanya ; Viga ; Vellas ; Weedee ; Yudha ; visit rice bowl journals ! |