SBY vs JK

Dengan segala keterbatasan informasi gue mencoba dan semangat ingikutin perkembangan politik di Indonesia. Dari Youtube, kompas.com, gatra.com dan sumber-sumber yang gue rasa kredibel. Karena meski gue jauh dari Indonesia, tetep aja gue WNI dan hajat hidup gue akan terimbas. Terlebih lagi, anak gue juga WNI. Kebijakan yang diambil di masa kini, arahan yang pemimpin hari ini berikan, blunder yang pemimpin hari ini lakukan, anak gue akan suatu saat merasakannya atau membayarnya.

Anyway, kemaren di kompas cetak gue sempet baca sebuah wacana SBY melawan JK. Di mana Jk pdikatakan punya peluang besar untuk jadi presiden. Kedua, bahwa baik SBY dan JK selaku ketua umum masing-masing partai memilih tidak menyebutkan capres dan cawapres sampai pemilu legislatif selesai.

Gue pribadi gak liat partai. Tapi figur, visi, etika, kinerja dan bagaima mereka memimpin satu tim.

Amien Rais (AR) visioner terbaik tapi ngerasa di atas semua orang (etikanya minus).

Mega (MS) jangan ditanya. Kinerja buruk, figur buruk, visi buruk, etika juga buruk, kepemimpinan dalam 1 tim ketika menjabat presiden memimpin tim kabinetnya buruk.

Sultan X (SX), figur yang baik. Etikanya juga baik. Dia bergerak keluar golkar karena mendapat dukungan dari daerah. banyak daerah meminta dirinya. Dia satu orang yang jadi capres hanya karena tahu dia didukung. gak ambisius seperti AR atau MS.

Prabowo (PS), visi bagus. Etika kurang. Kampanyenya mulai berisi dengan omongan ‘kalo cuman bagi-bagi uang saya juga bisa’. Aduh udah deh, kampanye yang beretika itu, mending jual kelebihan diri ketimbang jelekin orang lain.

SBY & JK. Nah ini gue bingung. Selama ini gue ngerasa mereka itu bagus karena berdua dan saling melengkapi. Cukup ideal. dalam 4 tahun terakhir, mereka ketiban banyak bencana alam dan mewarisi banyak masalah. Kebanyakan sudah improve. Ini bukan berkat SBY semata.

Banyak yang bilang mereka gak cocok tapi yang terlihat dari kinerjanya justru cocok. Misalnya gini. SBY lebih kalem, JK lebih desisif. Apa yang SBY tangani, JK tidak tangani. JK sebagai wapres juga menyelesaikan banyak masalah. Sebagai perbandingan,
jaman suharto, suharto kerja sendiri. Wapresnya boneka.
jaman habibie, sama. Habibie kerja sendiri, wapresnya boneka.
jaman gus dur, sama. gus dur kerja, Mega diem.
jaman Mega, Meganya gak kerja, wapresnya juga kerjaannya poligami.

Di jaman SBY lah gue ngeliat Indonesia seorang pres dan wapres bener-bener kerja sana-sini. Ibaratnya kalo masalahnya ada 10. SBY kerjain 6-7 dan JK kerjain 3-4 masalah. Jadinya permasalahan di 2004-2009 ini, meski banyak bencana alam dan krisis, jauh lebih banyak masalah selesai ketimbang 1999-2004.

Jadinya gue gak tau itu semua atas jasa siapa? karena SBY kah? atau JK? yuang jelas, kalo keduanya jalan bareng, beres. perkara mereka sebenernya gak akur, untungnya mereka sepertinya kesampingkan dan negara jalan.

Yang paling salut dari kinerja keduanya adalah 5 hasil:
1. cadangan dana 51 M
2. IMF lunas
3. beras swasembada
4. citra di kancah internasional membaik

Tapi ini hasil kerja siapa? SBY atau JK? atau tim mereka secara keseluruhan? maksud gue, SBY dan JK pun gak akan bisa raih semua itu kalo Sri Mulyani dan Darmin Nasution ak ada. Bukan gak mungkin kalo SBy jalan sendiri, prestasi kita menurun. Bukan gak mungkin kalo JK jalan sendiri, akan sebaik sekarang.

Yang jelas, tim yang sekarang, yang dari beragam partai, dipimpi oleh SBY, ada hasilnya dalam 5 tahun.

Orang masih selalu liat kekurangannya. Itu jelas. Kita, masyarakat Indonesia memang terkenal tidak sabar dan susah menghargai lawan. Mega contohnya, tidak datang ke inaugurasi SBY. Reformasi ekonomi Indonesia dipuji newsweek, times, dan banyak media internasional lainnya, dengan special mention to Sri Mulyani sementara media kita sendiri sangat kritikal mengungkapkan kurangnya ini itu dengan detil, setiap hari, dan didukung partai-partai oposisi. Kritik adalah satu hal, over critical is another thing.

Lihatnya gini. warga itu ibarat pasir. dan presiden adalah tangan yang menyiduk pasir itu dari satu tempat ke tempat lain. tentunya ada yang tercecer. itu wajar. Gak mungkin semua terangkut dan tercover dalam satu kali angkut. mesti 2 kali angkut. yang jatuh-jatuh ini lah yang sering kali di over-critised sama banyak orang.

Dan satu lagi. meletakkan fondasi pembangunan dan ekonomi bangsa gak cukup 5 tahun. reformasi dari tahun 1998, kita ganti-ganti kebijakan terus. Satu ambil IMF, satu lunasin IMF, satu BUMN, satu buy back BUMN.

Kembali ke masalah SBY vs JK. gue pribadi yakin, akur gak akur, mereka adalah pasangan yang baik dan produktif. Kalo masing-masing jalan sendiri, belum tentu. Mungkin
SBY-JK
SBY-Sri Mulyani
JK-Sri Mulyani
SBY-Fadel Muhammad
JK-Fadel muhammad

Gak tau lah gue. Yang jelas bakal bingung banget kalo sampe SBY-JK pisah.

Tapi ada satu hal yang bagi gue, bisa membuat gue gak milih SBY atau pun JK. Yaitu masalah pertambangan dan energi. Sebenci-bencinya gue sama etikanya AR, gue setuju dengan visinya bahwa kekayaan negara harus lebih banyak dikelola negara. Klaim AR adalah:
- 98% kekayaan alam masih dikuasai asing.
- UU pertambangan tahun 2007 merugikan negara

gue pribadi belum baca UU 2007 itu bunyinya apa dan apa yang terjadi dengan kekayaan kita saat ini karena UU itu. Tapi kalo sampe kita dijarah secara legal, baik SBY mau pun JK gak akan gue pilih lagi terlepas dari kinerja mereka sekarang. Ini pribadi gue ya.

Btw, ada yang bisa kasih gue liat UU pertambangan 2007 ini?

No related posts.

11 responses to “SBY vs JK”

  1. vita says:

    Setuju Aa, sayang bener Duo ini harus pisah dan skrg kek musuhan. Gak bisa disalahin juga sih karena ada satu yg gak bisa menerima kalo pasangannya juga kerja dan dilihat oleh rakyat. Pas ada yang mengompori, ya udah lah meledak sudah.. pisah deh..

    Pdhl kalo mmg bener SBy mo meneruskan apa yg sdh “dia lakukan” sekarang, lebih baik dia dgn JK aja krn sedikit banyak JK jg sdh turun tangan bersama-sama dia. Skrg krn yg 1 sdh nyindir aja mulu bawaannya.. yg 1 sakit hati yah ginilah jadinya..

    tp kalo dipilpres nanti dari 3 kandidat yg ada, sy lebih milih JK-WIN aja deh.. lebih membumi, tdk pamer dan lebih kreatif. Sorry to say, melihat cara dia berpidato, deklarasi SBY jelas sekali dia sangat terinspirasi dgn Obama. Ada websitenya segala trus ada bagian “DONASI”-nya pula. Jangan2 dia mmg dari Partai Demokrat cabang Cikeas yahh..?

    above all.. sy jadi kepikiran, coba yah pas mrk sdh selesai mendaftar di KPU kemarin mrk hangout bareng. ngopi2 dimana gitu.. lupakanlah mereka ini saling berkompetisi. Toh kalo mmg ini semua atas nama rakyat, gak harus “musuhan” kan?

  2. Dandy says:

    Siip..setuju banget dengan yang mbak vita katakan.

    Masyarakat Indonesia saat ini masih melihat figur, bahkan lebih parahnya lagi melihat sekedar “penampakan” yang pas sebagai seorang presiden. Tapi mungkin kita baru sampai pada level tersebut.

    JK adalah seorang figur yang kreatif. Terlepas dari bisnis keluarga yang dimilikinya, beliau adalah seorang pemimpin yang menurut saya sangat diperlukan untuk menyelesaikan problematika bangsa ini. Beliau juga muslim yang taat (kalau boleh dikatakan disini, beliau bukan orang KEJAWEN).

    So, saya pikir saya akan menjatuhkan pilihan saya pada duo JK-WIN.

    Bagaimana dengan Anda?

  3. Rikagelar says:

    Kalo sekarang gue udah gak simpati lagi ama JK, gara2 sedemikian seringnya iklan dari Johans foundation yang menonjolkan “rendah hati” JK (Dan JK ngomong di situ: janganlan mengumbar2 hal itu) padahal tu iklan jelas intinya justru nonjol2in bahwa JKlah yang kerja, JKLah yangt berhasil dengan program BLTnya (yang gue ragu tu program bagus, orang dikasih bantuan langsung tunai ricuh melulu dan gak mendidik), dll, pokoknya ucapan kagak sesuai tindakan (rendah hati apanya coba). Terus JK juga tampil di mana2, di segala macem media dehhh….semuanya untuk kampanye, dan sedikit banyak sering terselip komentar2 yang menjatuhkan SBY. Padahal JK kan sampe sekarang masih menjabat, as the VP man. Kalo dari segi teamwork, JK udah ngerusak team work tersebut, tidak loyal ama atasan/partner kerja, dan gue heran kapan dia kerjanya kalo kampanye mulu, sementara gue jarang banget sumpah ngeliat SBY tampil di media kecuali untuk statement tentang jatuhnya hercules (itu pun setelah rapat darurat dengan seluruh pejabat TNI dan man, JK lagi sibuk2nya kampanye tuh sambil nyela2).

    Di acara TV one JK bilang untuk meningkatkan dan mengidolakan produk dalam negeri, harus berani tolak asing, dan orang termakan itu padahal JK itu besar karena doi pengimpor dan jadi dealer nomor 1 seindonesia timur untuk toyota-honda!!! Lupa ya pada2???? Hooohhh….jungkir balik tuh semua promosi….

    Daaaaaaan karena media kita terutama metro tv punyanya salah satu pimpinan parpol yang sama dengan JK, sooo tu media bener2 kagak netral dan bikin gue bete karena selaluuuuuuu aja jatuhin team SBY dan mengagung2kan JK.

    Tadinya gue sempet merasa JK boleh juga nehhh…tapi sekarang lenyap tuh pikiran itu.

  4. amt says:

    Sudah benar alisisnya 100 %, sayang sekali kalo keduanya (SBY – JK) harus berpisah. Tapi itulah kenyataan politik yg harus diterima, karena SBY tak berminat lagi duet dgn JK, penyebabnya karena SBY sangat takabur & terlalu PD dengan kemenangan demokrat dlm Pemilu 2009. Ini pula yg membut sy nggak simpati lagi dgn SBY. Buktinya banyak orang pula dijanji akan dijadikan pasangannya, tetapi jatuhnya pada sikap sendiri, yakni Boediono. Apa pemimpin macam begini bisa dipercaya?????

  5. Syera says:

    hmm..setelah baca tulisan diatas..jadi mikir..iya ya..sedih juga sii mreka pisah..walau gak akur..tpi cara kerja mereka memimpin bangsa ini terbukti..

    ttg JK..jujur..aq kurang simpatik aja..krn sering banget…dan jelas2 terlihat bahwa JK itu berupaya menjatuhkan lawan politiknya haduh..ini mau jadi pemimpin seharusnya tidak menjatuhkan lawannya dong..padahal utk menunjukan sesuatu kpd org lain agar kita pantas dipilih yaa tunjukan dan buktikan poin2 apa saja yg merupakan keunggulan diri..dgn catatan bukan keunggulan cari muka dgn menjelek2an org lain dgn cara “pragmatik”..huhuhu..

    aq hampir tiap hari nton tv klo liat iklan JK-Win bawaanya pusing..gak tau knapa..rasanya koq..jor2an bgt deh bikin kampanyenya..sama kya kampanye partai gerindra duluu..

    oya..aq jadi berpikir..seandainya..yg terpilih jadi presiden nanti adlh JK ato Mega..sanggupkah mereka menjadi tokoh yang disegani di dunia Internasional sprti SBY??

    krn setidak2nya dgn SBY menjadi presiden dr 2004-2009 nama Indonesia mulai terangkat dan gak dipandang sebelah mata lagi..umumnya org2 kan melihat sesuatu itu dr kepalanya dulu…ngerti gak? sma dunk..aq juga susah menjelaskannya..hehehe

  6. giru says:

    gw dulu pendukung sby tapi sekarang lebih condong ke JK-WIN, soalnya capres yang satu ini memang pekerja keras dan penuh dengan ide2 kreatif yang memang terbukti bisa direalisaikan ( gw ga yakin janji2 ekonominya prabowo bisa direalisasikan )

    soal kampanye JK yang jor2an jelek2kin kompetitor lain si ga masalah menurut gw, dia cuma mau jujur aja biar masyarakat tau realitas yang terjadi

    udah jadi tugas masing2 capres untuk menunjukan kekurangan2 kompetitornya, kalo ngga masyarakat bakal cuma denger hal2 yang bagus doank donk???
    gw juga nunggu kritik2 yang ditujukan buat JK dari lawan2 dia

    jadi jangan cuma kemajan imej aja, masa’ orang yang suka kritik berarti orang jahat dan orang yang ga kritik berarti dia baik??? jangan terlalu naif lah

  7. Syera says:

    tapi kritik utk mencari muka bukanlah hal yang terpuji..huehehe…

    yaaa yg pasti pilih calon pemimpin yg gak munafik lahh

    klo mau kritik bersih sampaikanlah scara pribadi..

    ttg SBY janji2 sm partai2 yg wktu itu ingin mnjadi capresnya..saya rasa sby gak bkin janji itu deh..

    sby hanya berjanji utk memilih capres yg terbaik..knp dipilih boediono..krn…yg mau jadi capres sby tuh buanyak dr partai lain..tpi sby mgkn brpikir klo dipilih salah satu dr mreka..partai2 lain pasti kecewa..kya PAN dan PKS yg terlihat sangat berharap terpilih..

    ah klo ttg sby-jk pisah..

    hmmm..utk bung amt..salah tuh pendapatnya..yg milih pisah itu jk..bukan sby..

    toeing..toeing…baca dunk koran tempo…

  8. wawan says:

    setuju sama kk syera dan Rikagelar…

    Saya Msh SMA tapi saya sudah msk dalam usia yang diharuskan untuk mencontreng, mnurut bacaan di atas dmemang sangat saya sayangkan SBY-JK harus pisah padahal mereka sangat cocok walaupun akur tak akur tapi semua berjalan dengan baik koq…

    artikel di atas ada juga pembahasan dari buku yg saya dapatkan di ambon dgn judul “SBY-JK Bersama (Kita) Tidak Bisa” Isinya hampir tak ada tulisan gambar smuanya jadi enak liatnya, hehehe.. (malas baca yang banyak2 tulisan seh^^)

    isi berupa karikatur2 SBY dan JK berupa karikatur kelebihan dan kekurangan SBY dan JK….

    kesimpulannya, sewaktu pemerintahan SBY-JK Ibarat “Satu Kapal dengan Dua Nahkoda”, tapi sampai sekarang saya msh mendukung SBY, dikarenakan prestasinya, sebelumnya jga saya ada perasaaan untuk memilih JK tapi setelah saya teliti ternyata pilihan saya tetap menuju SBY, sdh banyak artikel2 dan bacaan yg sy baca(kadang2 aja rajin baca, hahaha^^) memang msh SBY terbaik, apalagi SBY msk dalam 100 orang paling berpengaruh di dunia, pdhl Soekarno Saja Tidak Pernah….!!

  9. giru says:

    kritik untuk mencari muka bukan hal yang terpuji? semua capres melakukannya mba^^ liat di debat kadin SBY bilang dia ga suka pejabat yang punya kepentingan usaha, ntar dikit2 proyeknya diserahin ke kolega dia ( katanya sby ) belakangan sby juga bilang ga suka menteri2nya yang punya bisnis sampingan, wkwkwkw munafik banget, itu jelas2 nyindir JK, tapi lucu aja kok baru sekarang dia bilang, kenapa dia dulu milih JK jadi wakilnya padahal daridulu JK udah terkenal sebagai pengusaha kondang, nah soal menteri kan mereka bawahannya presiden, kalo ga suka ya tinggal bikin peraturan pemerintah yang ngelarang mentri punya bisnis! gampang kan! jangan cuma ngeluh aja, situ kan pemimpinnya^^ soal 100 orang paling berpengaruh di dunia itu cuma akal2annya amerika aja buat ngebantu kampanye nya SBY, beberapa minggu sebelum majalahnya terbit nama sby ga masuk sama sekali di polling websitenya, tapi begitu majalahnya terbit tau2 nongol di nomer 9, tanya kenapa???^^

  10. sutri imut says:

    Mas… mbak… numpang komen ya…!
    Kalo aku buat perbandingan antar capres, hasilnya gini nih .

    Mega-pro : Pasangan politisi-militer, dua-duanya jawa, jadiannya “terpaksa”, didukung 2 partai (dinasti partai). Nih pasangan nasionalis (tapi cuma simbolnya aja, mega dulu suka jual aset nasional ke asing)

    SBY-budi : Pasangan militer-ekonom, dua-duanya jawa, jadiannya “tanpa restu”, didukung 24 partai yang pragmatis. (BTW, demokrat tuh partainya keluarga SBY ya…coba liat iklannya, n caleg2nya). Nih pasangan gak nasionalis banget, model kampanyenya ikutan obama mulu, gak kreatif banget, gak cinta indonesia ya… semuanya kok biru.

    JK-Win : pasangan pengusaha-militer, luar jawa-jawa, jadiannya “cinta pada jabatan pertama”, didukung 2 partai + 1 partai ngambang (PAN gak jelas tuh). nih pasangan nasionalis-religius (JK bener2 dukung banget untuk pake barang2 indonesia n SDM indonesia untuk setiap proyek pemerintah yang ditangani, n keluarganya gak masuk so… gak KKN kan. Oya, 2 istri capres-cawapes ni dari awal udah keliatan agamis bgt, berarti dari kelurga baek2….Oya ,soal showroom mobilnya Jk yang produknya toyota-honda wajar aja, kan blum ada tuh mobil produksi indonesia yang bener2 gres…lagian pabrik toyota-honda sebagiannya di indonesia…yang dijual juga toyota-honda bukan VW, Mercy, BMW, Lexus, Lamborghini, atw mobil mewah lain.

    Mega-pro : tekad pembrantasan korupsinya 0 %
    SBY-Budi : tekad pembrantasan korupsinya sih tebang pilih … n yang terakhir RUU tipikornya kok gak segera disahkan jadi nilainya 60 %
    JK-Win : tekad pembrantasan korupsinya 50%

    Mega-pro : target pertumbuhan ekonomi 10%, pegang ekonomi kerakyatan
    SBY-Budi : target pertumbuhan ekonomi 7 %, pegang ekonomi neolib 1/2 hati
    JK-Win : target pertumbuhan ekonomi 8 %, pegang ekonomi jalan tengah,
    duh kok gak ada yang pegang ekonomi syariah ya… !

    Mega-pro : bad lobby, bad etika, bad job,easy to influence, terlalu PD ‘n tidak banyak bertindak.
    SBY- budi : good lobby, good etika, not bad job, easy to influence, kurang PD n kurang berani bertindak.
    JK-win: good lobby, good etika, good job, cinta produk dlm negri, not too easy to influence. PD dan terlalu cepat bertindak.

    Mega-pro: lumayan popular
    SBY-budi: sangat pupolar
    JK-win: cukup popular

    Mega-pro: suka nyindir SBY
    SBY-budi: suka nyindir JK
    JK-win: bela diri aja ah…

    Mega-pro: mantan menantunya orde baru tuh yang disamping, duitnya juga ya…sampe trliyun gitu
    SBY-budi: bayak punggawanya orde baru tuh dibelakangnya
    JK-win: partainya orde baru tuh…masih gak nih.

    Jadi…kalo berdasar itung2anku
    nilai mega-pro : 4,6
    sby-budi : 5,5
    jk-win : 6,6

    wah pilih yang mana ya…?

  11. Pangeran says:

    Mau pemimpin yang suka bohong? Pilih SBY

Leave a reply