Hidup di Indonesia Meski sekarang relatif mudah mencari nafkah merantau di luar negeri, banyak yang masih beranggapan bahwa di hidup di Indonesia itu lebih mudah dan lebih murah. Baru tahun 2008 kemarin mata gua terbuka bahwa Indonesia adalah sebuah negara yang paling sulit untuk ditinggali, setidaknya secara finansial. Seriously. Tapi apakah benar hidup di Indonesia itu lebih mudah dan murah? Gua menemukan beberapa hal yang membuktikan itu salah. 1. Indonesia adalah satu-satunya negara yang gua tahu, yang jika negara sedang krisis, harga-harga tidak turun. Jika ekonomi baik, harga tidak turun juga. 2. Pajak Indonesia memang cenderung kecil. Secara rasio pajak/insentif, Indonesia adalah negara yang cukup jahat. maksudnya gini. Belanda, US, Denmark, pajak PPh-nya besar sekali. mulai dari 37% sampai 48%. Tapi kesehatan, pensiun dan pendidikan terjamin, murah dan maju. Indonesia? Pajaknya tidak terlalu besar namun, pendidikan mahal. Lihat aja sendiri, ada TK yang biaya masuknya 50 juta. Kalo sakit, bayar sendiri. Pajak memang kecil tapi rakyat harus keluar duit lebih banyak untuk survive. 3. Dan ini yang paling jahat. Ketika Bank sentralnya menurunkan suku bunga, Bank-bank di Indonesia tidak mau menurunkan suku bunganya. Itu gila. Itu udah yang paling jahat. Baru-baru Bank sentral US menurunkan suku bunga hampir nol. Dan di negara yang katanya serakah dan kapitalis itu, mereka ada aturan main di mana bunga bank harus tidak lebih dari 3%+suku bunga Benk sentral. jadi ketika suku bunga dari BI-nya US turun, Bank-bank di US turun. Sekali lagi ini di negara paling kapitalis se dunia. Indonesia? BI baru saja menurunkan suku bunganya 75 poin (25 poin + kemudian 50 poin) jadi 8.75%. Apa yang terjadi? bank-bank swasta belum mau menurunkan bunganya. Ini artinya ketika kita mau beli rumah, bunganya tetap tinggi. Yang pernah gua temukan baru-baru ini adalah 15%. Kalo ada yang belum tau ttg suku bunga gini cara kerjanya: 1. Setiap bank punya 2 suku bunga (gua singkat aja SB). Pertama adalah SB simpanan. kedua adalah SB pinjaman. Logikanya biasnya SB simpanan < style="FONT-WEIGHT: bold">Amerika yang kapitalis aja gak gini-gini amat. 2. Kedua SB mengacu pada SB BI. Masalahnya, yanggua liat dengan mata dan kepala gua, kalo SBI turun, SB simpanan turun tapi SB pinjaman nggak. Kalo SBI naik 0.5%, SB pinjamannya bisa naik 3-5%. Bener-bener gak ada aturan dan menggerogoti kita-kita yang kerja keras beli rumah impian. Artikel terkait baca di sini: http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/08/11174157/bi.rate.turun.perbankan.belum.urun Perbandingannya? Kebetulan gua liat-liat perbankan Singapura. SB simpanannya bisa 1-2% per tahun. Gak menarik sama sekali. Tapi SB simpanannya 3-6%. Intinya apa? gua terkejut bahwa seseorang dengan posisi dan karir yang persis sama, akan lebih mampu beli rumah di Singapura ketimbang kalo dia kerja di Indonesia. Di Indonesia, akan lebih banyak uang dari keringat dia yang menguap di bunga pinjaman Indonesia. Apakah ini artinya gua gak cinta Indonesia? Nggak. Ini cuman bukti bahwa orang-orang yang menetap di Indonesia adalah orang-orang yang punya survavilitas yang tinggi - mengingat sistem perbankan kita yang sangat-sangat-sangat tamak. Miris banget ngeliat kondisi gini. Gimana kita mau makmur kalo yang kayak gini-gini aja dibiarkan oleh pemerintah. Sekarang semua partai gonjang-ganjing ingin memajukan kesejahteraan rakyat - termasuk dulu partai demokrat yang sekarang orangnya jadi presiden. Yang gini-gini aja gak ditanganin. update: artikel Kompas yang membuktikan Bank masih belum mau turunkan kredit. Gila pengusaha yang meminjam uang ke bank, buangan 18-19%. Ngaco! http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/09/07592735/turunkan.bunga.kredit Rgds. Labels: finance |
Adhitya Mulya adalah Dewa Ganteng yang tinggal di kahyangan bersama 100 dayang-dayang. Dia menghabiskan waktunya turun ke bumi untuk bertemu dengan rakyat jelata dan berburu menjangan dan babi hutan... (or is it, berburu rakyat jelata dan bertemu dengan babi hutan? anyways, same thing). Oh ya, sesekali dia menulis buku komedi.
orang telah melihat kegantengan gua yang legendaris itu. Ninit ; Aan ; Agung ; Aip ; Alaya ; Avianto ; Aris ; Atta ; Detta ; Ewink ; Enda ; Erly ; Fairy ; Fanny ; Ganda ; Hagi ; Hanzky ; Isman ; Ita Leyla ; Ni'ang ; Ndari ; Nita ; Pip ; Okke ; Roi ; Ruri ; Shinta ; Tyaz ; Udhien ; Umar; Adi ; Afo ; Alaya ; Alfa ; Ale ; Alvons ; Aiff ; Andhi ; Andin ; Andin ; Anggie ; Anto ; Aprian ; arb3i ; Ari ; Arma ; Arif ; Ayu ; Axlandra ; Bantot ; Be-Es ; Beranda ; Bintang ; Bios ; Blub ; Brandy ; Buzz ; Cay ; CB ; Celia ; C'est la Vie ; Civent ; Claustrophobic ; Comel ; Comel ; Crey ; Dagungsta ; Dayat ; Deksay ; Dian ; Dican ; Didi ; Didiet ; Diki ; Dini ; Dion ; Disposable Hero ; Drey ; Duwie ; Dwi ; Dyah ; Ekodox ; Emil ; Ephe ; Eric ; Erika ; Erwin ; Eve ; Eyi ; Farid N ; Farid ; Finalizabeth ; Fitri ; Flow ; Flow ; Fresh ; Gajah Duduk ; Gauz ; goblog ; grE3nY' PrinceZz ; Guido ; Grizz ; Harris ; Harris ; Harris ; Heri ; Herlyanti ; Hero ; Ibiza ; Ika ; Ilsa ; Inex ; Inna ; Ipan ; Irene ; Irene ; Iris ; Isnaini ; Koebiz ; Kun ; Lacsar ; Lemans ; Lilik ; Lindie ; Little Mermaid ; Lontar ; Matz ; Memey ; Merkurius ; Morningdew ; N[a] ; Nasgor ; Neen ; Neenoy ; Nice green ; Nisa ; Nita+Agus ; Nono ; Novie ; Nukov ; Nunik ; Ochan ; Ollie ; Paylo ; Pipit ; Prazz ; Prianca ; QQ ; Radith ; Rapa ; Reena ; Ren ; Ria ; Richoz ; Ridwan Fauzi ; Rihsa ; Riena ; Rita ; Sapi ; Sasha ; Sazi ; Seggaf ; ; ; ; Snydez ; StormyMonday ; Supta ; Sweeney ; Sylvie ; Tamtam ; Tari ; Toet ; Trippin' D ; Tutup Botol ; t.w. ; Ty ; Tyaz ; Tychan ; Umar ; Un^Goe ; Vanda ; Vanya ; Viga ; Vellas ; Weedee ; Yudha ; visit rice bowl journals ! |