zaralde.com

Apa Kata Da'i
Sunday, November 09, 2008

Kalo pada masih inget sekitar 1 tahun yang lalu gua sering menulis tentang agama Islam dalam label islam: http://suamigila.com/labels/islam.html

Dalam salah satu posting ttg poligami ada beberapa orang yang kurang-lebih masih bermind-set
"Pokoknya poligami halal! Titik!"
"Pokoknya babi haram! Titik!"

Masih ada dari kita yang bersikap seperti itu. Intinya bahwa apa yang dibolehkan dalam agama gak perlu didispute. Gua sih bukan maksudnya mendispute tapi mencari ilmu yang tekandung di balik perintah dan larangan justru kurang lebih telah Rasul suruh sendiri 1400 tahun yang lalu.

Sikap Kritis Disarankan dari Dulu
Gua gak tau apakah banyak yang tau akan cerita ini:. Cerita ini gua dapet waktu gua umur 14 jadi eksak kopiannya gua gak bisa tulis ulang. yang jelas, inti ceritanya gini:

dalam salah satu sholat berjamaahnya suatu hari, beliau menjadi imam. Setelah berkata Amin, selesai sholat, beliau mengambil sendalnya di samping dan melemparkannya jauh-jauh.

Hasilnya, semua jemaah melakukan hal yang sama. Kemudian Rasul bertanya pada umatnya, kenapa mereka melempar sendal juga?
mereka menjawab karena Rasul sendiri melakukannya.

Cerita di atas berlanjut di mana Rasul mengajarkan untuk tidak menuruti segala sesuatu dengan buta mata.

Ketika pertama kali bulan ramadhan dan puasa turun, rasul ingin menggariskan dengan jelas bahwa puasanya wajib namun shalat tarawihnya sunnah. Ini beliau lakukan dengan mencontoh bahwa dia sendiri 3 kali tidak pergi ke masjid untuk shalat tarawih berjamaah. ini karena dia takut orang akan mengira shalat tarawih menjadi sesuatu yang umatnya jadikan wajib.

Apa Jadinya Jika Kita Menelan Bulat-Bulat Sebuah Ajaran?
Memang sering kali kita tidak sadar terjebak dalam sebuah kondisi di mana ketika kita belajar ttg agama, kita itu belajar ttg akidah sehingga otak kita dan sikap kritis kita, ibaratnya kita tinggal di rumah. Tapi kebiasaan ini bisa jadi fatal. Contohnya adalah rezim taliban di Afghanistan. Khaleed Husseini dalam novelnya a thousand splendid sun mengambil banyak cuplikan realitas dari rezim taliban. dari novel itu gua baca bahwa ketika rezim taliban pertama kali berkuasa, mereka mengeluarkan banyak hukum. salah satunya adalah:

setiap pria wajib menumbuhkan janggut.

Padahal sejauh gua belajar ttg Islam, menumbuhkan janggut adalah sunnah. Dan science sudah membuktikan bahwa kemampuan menumbuhkan janggut adalah genetis. Tidak semua orang memiliki kemampuan untuk menumbuhkan janggut. dan rambut Orang-orang yang nenek moyangnya berasal dari 4 musim atau padang pasir, gen mereka sudah puluhan ribu tahun beradaptasi dengan lingkungan untuk menumbuhkan rambut yang membuat mereka hangat di kala dingin, menghambat dehidrasi ketika panas kering dan menghambat pasir masuk ke pori-pori. Itu science. Lha kalo ada warga negara Afghanistan yang apes gennya gak bisa numbuhin rambut gimana?

Rezim taliban adalah contoh di mana seseorang atau suatu umat mem-perdalam akidahnya tapi kurang diimbangi dengan studi yang menggali kekayaan yang agamanya miliki.

Ada lagi contoh dari dalam negeri. Waktu SMA gua sering dengeri khotbah Zainuddin MZ (gua singkat aja ZMZ) di radio. Enak. Dia diberi gelar da'i sejuta umat karena bahasanya simple dan dekat dengan golongan yang sederhana. Suatu hari dia berkhotbah bahwa semua orang jaman sekarang telah berbuat berlebihan sehingga merusak lingkungan. Katanya, gedung-gedung tinggi penuh kaca yang manusia bangun telah menyebabkan efek rumah kaca. Di mana kaca-kaca itu memantulkan sinar matahari dan membuat suhu bumi makin panas.

He?

Efek rumah kaca bisa dibaca di sini: http://en.wikipedia.org/wiki/Greenhouse_effect

Weleh, ni orang yang ngedenger jutaan umat. Lha kalo dia nyebarin hal yang salah, bisa berabe bener. Dari sini baru kebuka mata gua dua hal:

1. Bahwa da'i itu didenger banyak orang. Jadi apa yang dia ajarkan harus sangat hati-hati dan harus di-fact-check. In short, he better knows what he is saying.

2. Lha kalo da'inya sendiri masih salah-salah dan dia beseta umatnya gak tau itu salah, mau dibawa ke mana umatnya?

3. kebanyakan rumus empiris dari perintah dan larangan Allah justru dijawab oleh da'i (atau bahkan orang biasa) yang berlatar belakang dokter, fisikawan, matematikawan, ilmuwan.

contoh:
Alasan kenapa wanita dilarang berhubungan seks saat menstruasi gua dapat dari seorang dokter ginekolog Sunda-cina yang tadinya katolik dan masuk islam. Posting di baca di sini:
http://suamigila.com/2007/11/datang-bulan-senggama.html

Alasan kenapa babi haram gua dapet dari positng sebuah email yang merujuk kepada ilmuwan mesir. Posting baca di sini:
http://suamigila.com/2007/10/bedanya-membaca-dan-mengaji.html

Penurunan kecepatan cahaya didapat dari Al-Qur'an yang ditemukan oleh seoran fisikawan mesir bernama Mansour Hassab el Naby. Contoh perhitungan ada di sini:
http://www.youtube.com/watch?v=LcxIMnc5-nU
by the way, wajib tonton!!

Bisa kah kira-kira da'i-da'i kita, tanpa latar belakang fisika, matematika atau biologi, memberikan menjawab rumusan empiris di balik perintah dan larangan Allah? Soalnya with all due respect, di RT gua sering ngundang da'i yang brbda-beda untuk ceramah di bulan puasa, dan kebanyakan adalah lulusan sekolah guru. Ada bahkan yang menjadi da'i karena penghormatan dari kampungnya. Gak terkecuali ZMZ ini. Saban tarawih bareng di bulan puasa, setiap kali ada da'i baru, terkadang gua samperin dan gua tanya hal-hal seperti kenapa babi haram, atau kenapa poligami boleh, atau kenapa dalam matematika warisan, laki-laki itu 2 dan perempuan itu 1.

Ada yang gelagepan, ada yang bilang bakal kembali ke gua dengan jawaban, ada yang jujur aja jawab gak tahu. Tapi yang bikin males, kebanyakan jawab, dari sononya dek.

Nah gua gak bilang untuk jangan mendengarkan da'i-da'i ini. By all means, kita harus dengerin mereka juga. Hanya saja penekanan ajaran Islam selama ini adalah memperkuat keimanan dengan cara memperkuat akidah. Sedikit sekali saat ini da'i kita (dengan sedikit, maksud gua gua hanya tahu Quraish Shihab yang seperti ini - mungkin ada lagi yang gua belum kenal) yang memperkuat keimanan dengan cara memberikan bukti empiris, atau dengan metode Islam sebagai bukti kekayaan ilmu pengetahuan.

Semoga aja dengan kita lebih maju, metode dakwahnya juga makin maju juga. Karena biar gimana juga, keimanan akan makin tebal dengan bukti.

Labels: ,






About This Strikingly Handsome Writer:


Adhitya Mulya adalah Dewa Ganteng yang tinggal di kahyangan bersama 100 dayang-dayang. Dia menghabiskan waktunya turun ke bumi untuk bertemu dengan rakyat jelata dan berburu menjangan dan babi hutan... (or is it, berburu rakyat jelata dan bertemu dengan babi hutan? anyways, same thing). Oh ya, sesekali dia menulis buku komedi.

Contact:

adhitya_mulya@hotmail.com

10 Recent Entries

  • About That Obama Post
  • Obama Menang Penting Ya?
  • Hampa
  • Telah Berpulang
  • Lagu & Buku untuk Alde
  • Akhir Ramadhan
  • Guru Asuh - Kisah Yang Berlanjut
  • Aldebaran 2 Tahun
  • zaralde.com
  • Survivalitas

  • orang telah melihat kegantengan gua yang legendaris itu.




    Get Firefox!

    Pictures




    Links

    Ninit ; Aan ; Agung ; Aip ; Alaya ; Avianto ; Aris ; Atta ; Detta ; Ewink ; Enda ; Erly ; Fairy ; Fanny ; Ganda ; Hagi ; Hanzky ; Isman ; Ita Leyla ; Ni'ang ; Ndari ; Nita ; Pip ; Okke ; Roi ; Ruri ; Shinta ; Tyaz ; Udhien ; Umar; Adi ; Afo ; Alaya ; Alfa ; Ale ; Alvons ; Aiff ; Andhi ; Andin ; Andin ; Anggie ; Anto ; Aprian ; arb3i ; Ari ; Arma ; Arif ; Ayu ; Axlandra ; Bantot ; Be-Es ; Beranda ; Bintang ; Bios ; Blub ; Brandy ; Buzz ; Cay ; CB ; Celia ; C'est la Vie ; Civent ; Claustrophobic ; Comel ; Comel ; Crey ; Dagungsta ; Dayat ; Deksay ; Dian ; Dican ; Didi ; Didiet ; Diki ; Dini ; Dion ; Disposable Hero ; Drey ; Duwie ; Dwi ; Dyah ; Ekodox ; Emil ; Ephe ; Eric ; Erika ; Erwin ; Eve ; Eyi ; Farid N ; Farid ; Finalizabeth ; Fitri ; Flow ; Flow ; Fresh ; Gajah Duduk ; Gauz ; goblog ; grE3nY' PrinceZz ; Guido ; Grizz ; Harris ; Harris ; Harris ; Heri ; Herlyanti ; Hero ; Ibiza ; Ika ; Ilsa ; Inex ; Inna ; Ipan ; Irene ; Irene ; Iris ; Isnaini ; Koebiz ; Kun ; Lacsar ; Lemans ; Lilik ; Lindie ; Little Mermaid ; Lontar ; Matz ; Memey ; Merkurius ; Morningdew ; N[a] ; Nasgor ; Neen ; Neenoy ; Nice green ; Nisa ; Nita+Agus ; Nono ; Novie ; Nukov ; Nunik ; Ochan ; Ollie ; Paylo ; Pipit ; Prazz ; Prianca ; QQ ; Radith ; Rapa ; Reena ; Ren ; Ria ; Richoz ; Ridwan Fauzi ; Rihsa ; Riena ; Rita ; Sapi ; Sasha ; Sazi ; Seggaf ; ; ; ; Snydez ; StormyMonday ; Supta ; Sweeney ; Sylvie ; Tamtam ; Tari ; Toet ; Trippin' D ; Tutup Botol ; t.w. ; Ty ; Tyaz ; Tychan ; Umar ; Un^Goe ; Vanda ; Vanya ; Viga ; Vellas ; Weedee ; Yudha ; visit rice bowl journals !