zaralde.com

Aldebaran 19 months
Monday, March 31, 2008



Dalam bahasa Inggris, daam hal anak umur di bawah 2 tahun ada istilah 'terrible two'. Ini merujuk kepada kondisi di mana anak di bawah 2 tahun itu luar biasa rewel.


Sebenernya kejadian ini wajar dalam beberapa artian,
Sejak seorang anak berada di atas 1 tahun,
  1. dia sebenernya udah tau apa yang dia mau. Tapi masalahnya otaknya belum canggih untuk mengartikulasikan apa yang dia mau dalam bentuk vokal. Jadi lah seorang anak ngomong gak jelas dan tiba-tiba kicking and screaming. Untungnya gua dan ninit ngerti hal ini cukup dini sehingga segimana rewelnya pun Alde kita coba untuk gak bentak dia. Lha wong dia sebenernya gak salah. Cuman frustrasi karena gak ada yang bisa ngerti maunya dia. Dan sebenernya maunya anak itu simple-simple kok. Minta ambilin sesuatu karena kita simpan terlalu tinggi. Hal-hal seperti itu.
  2. Ini adalah masa di mana dia eksperimen dan eksplorasi. Yang dia makan bedak lah, yang dia pergi ke kolong meja lah, yang dia obok-obok orange juice lah. yang nasi dia injek-injek lah. Sebenernya semuanya wajar. Lagi-lagi kita coba untuk gak marah sama alde.
Yang paling susah adalah melarang dia melakukan eksperimen dan eksplorasi. Satu sisi pengen kita larang karena makan bedak itu jelas salah. Sisi lain, kalo sampe kita larang terus, takutnya kita membunuh rasa ingin tahu dia dan tumbuh jadi anak yang pendiam dan tidak mau belajar.

Untuk menanggulangi ini gua dan Ninit melakukan beberapa hal.

Kita pengen dia eksperimen sepuasnya
Ini karena di saat eksperimen otaknya berputar untuk menemukan logika dan meski meja tamu kita bisa berubah jadi seperti meja bedah film horor, Insya Allah dia ngerti buah dari eksperimen itu. Untuk itu, semua mainan dan semua barang yang dia bisa makan, ditaro di bawah. Pecah belah dan barang-barang beracun seperti, oh I dont know, racun tikus, itu di atas.

Kita gak pernah capek ajarin dia untuk makan sendiri dan megang gelas sendiri. Hasilnya lumayan. Aldebaran semakin sedikit tumpah-tumpah kalo minum. Masalah dengan minum adalah dia jadi sering sekali ngebanjur lantai dengan susu coklat dan orange juice.

Kita kasih dia kursi dan meja sendiri sebagai area eksperimen. Sebelum itu dia ekspermien di mana-mana.

Kita Pengen Dia Kaya akan Kosa Kata
Kalo kita lagi jalan, kita pasti tunjuk, that's a tiger.
Loook at the cars Alde, wow there are so many cars. How many cars Alde? Let's count together.
Look at the black bird alde. The black bird is flying!
Sebenernya rada aneh ngajak dia ngomong dengan kalimat penuh. Tapi setidaknya lama-lama dia ngerti bahwa benda itu adalah burung dan burung itu berwarna hitam. burung yang hitam itu sedang terbang.

Tentunya di kebanyakan waktu dia gak merhatiin. Tapi kuncinya di sini gak nyerah dan terus ajak dia ngomong. Dan ajak dia ngomong dalam 2 bahasa.

Kita Pengen Dia Jadi Decision Maker
Gua ragu dengan konsep natural born something. Gua percaya bahwa personality kita adalah hasil didikan lingkungan sekitar dan orang tua. Sebagai seorang bungsu gua terlatih untuk melihat dan mencerna dan itu adalah yang gua cerna. Kita adalah hasil didikan.

Mendidik Alde menjadi decision maker metode kita sangat gampang bahkan cenderung primitif karena kita juga masih belajar jadi orang tua.
Kalo kita lagi jalan pagi atau jalan sore, dia yang jalan di depan. Kita gak gandeng dia. Biarin aja dia mau belok kiri atau kanan. Mau dia kejar kucing atau kejar burung, terserah. Dia yang memutuskan mau ke mana.

Kalo Alde bingung, kita bantu dengan pilihan dan ini yang paling sering kita lakukan.
Alde mau ke mana? Ke kiri atau ke kanan?
Kalo Alde lagi ganti baju untuk pakai piyama, kita tanya
Alde mau yang merah atau yang biru? sambil menyodorkan keduanya pada Alde.
Kalo ke super market,
Alde mau coklat atau pocky-pocky?

Kita Pengen Alde Percaya Diri & Menggunakan Potensinya
Ketika Alde melakukan sesuatu yang salah atau bahaya. Kita larang.
Tapi ketika Alde berhasil melakukan sesuatu, kita tepukin tangan dan "bilang good job Alde!!"

Ini hasilnya sangat menggembirakan. Alde mulai bisa meng-apresiasi dirinya. Di saat dia berhasil melakukan sesuatu, dia berkata 'yay' sambil menyelamatkan diri dia dengan tepuk tangan pada diri sendiri. Dari 14 bulanan dia mulai bereaksi seperti ini. Contohnya pernah suatu kali dia naro apel di atas gelas dan bawa semua itu tanpa jauh dari dapur ke meja makan. Bagi kita mungkin itu remeh banget dan mikir 'ah gitu aja bangga' Tapi eh siapa tahu bagi dia itu adalah mile stone yang sangat-sangat tinggi. Ya gak?

Dan di 19 bulan, kita mulai dengar dia bilang 'good job' pada diri dia sendiri.

Bagi gua kedua hal di atas adalah sesuatu yang sangat menggembirakan. Dia bisa menghargai diri dia sendiri. Banyak orang tua yang gak sadar betapa pentingnya hal ini. Kalo kita gak bisa menghargai diri sendiri, orang akan bisa melihat itu dalam perilaku kita dan mereka gak akan menghargai kita.

Kalo kita percaya diri. Itu akan terpancar dari diri kita dan orang akan menghargai kita juga. Pernah gak ketemu orang yang ketika dia ngomong atau presentasi, karismanya terasa dan kita jadi terkesan dengan apa yang dia omongin? Itu percaya diri. Dan itu yang harus kita pupuk.

Di umur 12 bulan dia mandiri bisa naik turun tempat tidur sendiri. Ini karena beberapa kali dia bangun dan nangis minta gendong kita gak kasih. Malah, kita kasih tau dia cara naik turun tempat tidur sendiri. Hasilnya, dia gak pernah bangun nangis lagi.

Kita kasih tau dia cara buka pintu sendiri dan di umur 12 bulan udah bisa. Jadi kalo bangun dan bapak ibunya gak ada, dia gak perlu nangis. Dia bisa bergantung pada dirinya sendiri. Ini kita cenderung beruntung sih. Gerendel rumahpintu rumah kita cukup rendah untuk Alde bisa raih. Segera setelah gua sadar, gua langsung ajarin dia buka tutup pintu. Soalnya selain belajar mandiri, bagus untuk keselamatan. Api adalah sesuatu yang secara alami orang takuti Bayi juga takut sama api. Tapi pintu bukan sesuatu yang alami. Pintu adalah buatan manusia yang pengoperasiannya kita harus ajarkan. Makanya in case kebakaran, gua harap dengan tahu cara buka pintu, Alde bisa langsung melakukannya.

Kita kasih tahu cara minta ke kamar mandi dan sekarang kalo mau ke kamar mandi, narik-narik ibunya.

Kita Pengen Alde Bersosialisasi
Ketika kita melihat kecenderungan ketergantungan pada kita, kita mulai masukin dia ke dalam day care. Sayangnya day care di Singapur mahal banget jadinya kita masukin dia dua kali seminggu aja. Tapi ini adalah investment kita terbaik sejauh ini.

Dengan masuk day care, ada beberapa perkembangan yang kita lihat:
1. Alde jadi lebih mandiri lagi. Dia ngeliat beberapa temannya megang gelas dan minum sendiri dari pipet. Sebelum day care, ia selalu gak mau minum dari pipe dan malah dia maenin. Sekarang dia gak terlalu sering maen sama pipet dan akhirnya menggunakan pipet untuk minum.
2. Dia belajar dari teman-temannya beberapa kosa kata yang berbulan-bulan kita gak bisa.
3. Dia jadi sadar bahwa buah-buahan seperti apel ternyata banyak yang makan.
4. Dia belajar dari teman-temannya beberapa tindak-tanduk.
5. Ninit bisa punya waktu lebih untuk ngembangin bisnis zaralde (yang btw, booming!)

Kalo gua pikir-pikir bener juga sih.
- Kalo kita masukin day care meski mahal, dia dijaga oleh orang-orang yang berkualifikasi. Bukan pembantu yang lulus SD aja nggak.
- Orang-orang berkualifikasi ini tahu cara handle anak dan psikologi anak juga, gak kayak pembantu kita yang terkadang gak punya pengalaman. Mereka gak salah, kitanya yang salah mempercayakan anak pada mereka.
- Day care punya program yang terstruktur. Serahin anak ke pembantu? anak kita akan terstruktur nonton sinetron.

Tapi yang paling penting adalah Alde mulai make friends. Itu yang luar biasa penting. Kalo kita ingin dia menjadi mahluk sosial, biarkan dia interkasi dengan anak lain.

Lagi-lagi semuanya kembali pada kepercayaan yang gua anut di mana pribadi dan kecerdasan anak itu gak semuanya terpatri saat dalam DNA dia lahir. Makanan, lingkungan dan cara lingkungan itu mendidik anak jauh lebih penting, kalo gak sama pentingnya dalam membangun mentalitas anak.

Gua suka rada sewot sama orang tua yang bangga-banggain anaknya tapi ketika ditanya resepnya apa, mereka selalu bertolak kembali ke anak itu.

"Anak gua sekarang bisa gini lho!" -> wajar ortu bangga sama anak, wajar.
"Oh ya? Gimana caranya dia bisa sampe gitu?"
"Ntah. Dia langsung aja bisa sendiri. Wah anak gua hebat!" -> Ini yang ngeselin. Untuk beberapa hal memang kecerdasan seorang anak sering mengagetkan orang tua. Contohnya, anak temen baik gue umur 7 bulan udah bisa berdengung sangat mirip dai adzan. Ini mungkin karena dia sering mendengar adzan tanpa bapaknya ajarin. Ini wajar banget. Dan itu adalah contoh dia belajar dari lingkungan.

Tapi gak semua hal seperti itu
. Don't you know what you are teaching to your kids? Are you sure that's because of them? Atau thanks to your maid? Or thanks to you?

Alot of us just don't have a clue.

Kita pengen anak kita pinter tapi giliran dia ribut sedikit, kita bentak dia suruh diam. See? apa yang kita pengen sering kali gak sejalan dengan apa yang kita tahu. Kita sering merasa lebih pintar dari anak kita dan mengajarkan dia ini itu benar dan salah, tapi kita gak sadar kalo kita juga harus belajar jadi orang tua.

Apakah gua sukses? Gak tau lah. Metode-metode di atas juga gak certified dan gua hanya melakukan semua ini dari observasi saja. Don't take my words for it. Tapi hidup itu bukan game komputer. Apalagi hidup anak kita. Kita semua ingin memberikan yang terbaik untuk anak kita. Masalahnya terkadang kita sendiri gak sadar bahwa yang kita berikan itu bukan yang terbaik. At least, if we know what we'e doing, we're a bit safer.

Sekarang kalo bisa, sharig dong, didikan apa yang kalian berikan pada anak yang berbuah baik? Ajarin apa, jadinya gimana gitu. Sharing ya!

Rgds.

Labels: , ,






About This Strikingly Handsome Writer:


Adhitya Mulya adalah Dewa Ganteng yang tinggal di kahyangan bersama 100 dayang-dayang. Dia menghabiskan waktunya turun ke bumi untuk bertemu dengan rakyat jelata dan berburu menjangan dan babi hutan... (or is it, berburu rakyat jelata dan bertemu dengan babi hutan? anyways, same thing). Oh ya, sesekali dia menulis buku komedi.

Contact:

adhitya_mulya@hotmail.com

10 Recent Entries

  • Loosing My Mojo
  • Sekuel Jomblo
  • Membeli Masa Depan
  • Getting Smart on Money
  • zaralde.com
  • Impian
  • Empat Tahun
  • Sakit dan Sembuh
  • zaralde.com baby clothing
  • Cerita di Balik layar #3

  • orang telah melihat kegantengan gua yang legendaris itu.




    Get Firefox!

    Pictures




    Links

    Ninit ; Aan ; Agung ; Aip ; Alaya ; Avianto ; Aris ; Atta ; Detta ; Ewink ; Enda ; Erly ; Fairy ; Fanny ; Ganda ; Hagi ; Hanzky ; Isman ; Ita Leyla ; Ni'ang ; Ndari ; Nita ; Pip ; Okke ; Roi ; Ruri ; Shinta ; Tyaz ; Udhien ; Umar; Adi ; Afo ; Alaya ; Alfa ; Ale ; Alvons ; Aiff ; Andhi ; Andin ; Andin ; Anggie ; Anto ; Aprian ; arb3i ; Ari ; Arma ; Arif ; Ayu ; Axlandra ; Bantot ; Be-Es ; Beranda ; Bintang ; Bios ; Blub ; Brandy ; Buzz ; Cay ; CB ; Celia ; C'est la Vie ; Civent ; Claustrophobic ; Comel ; Comel ; Crey ; Dagungsta ; Dayat ; Deksay ; Dian ; Dican ; Didi ; Didiet ; Diki ; Dini ; Dion ; Disposable Hero ; Drey ; Duwie ; Dwi ; Dyah ; Ekodox ; Emil ; Ephe ; Eric ; Erika ; Erwin ; Eve ; Eyi ; Farid N ; Farid ; Finalizabeth ; Fitri ; Flow ; Flow ; Fresh ; Gajah Duduk ; Gauz ; goblog ; grE3nY' PrinceZz ; Guido ; Grizz ; Harris ; Harris ; Harris ; Heri ; Herlyanti ; Hero ; Ibiza ; Ika ; Ilsa ; Inex ; Inna ; Ipan ; Irene ; Irene ; Iris ; Isnaini ; Koebiz ; Kun ; Lacsar ; Lemans ; Lilik ; Lindie ; Little Mermaid ; Lontar ; Matz ; Memey ; Merkurius ; Morningdew ; N[a] ; Nasgor ; Neen ; Neenoy ; Nice green ; Nisa ; Nita+Agus ; Nono ; Novie ; Nukov ; Nunik ; Ochan ; Ollie ; Paylo ; Pipit ; Prazz ; Prianca ; QQ ; Radith ; Rapa ; Reena ; Ren ; Ria ; Richoz ; Ridwan Fauzi ; Rihsa ; Riena ; Rita ; Sapi ; Sasha ; Sazi ; Seggaf ; ; ; ; Snydez ; StormyMonday ; Supta ; Sweeney ; Sylvie ; Tamtam ; Tari ; Toet ; Trippin' D ; Tutup Botol ; t.w. ; Ty ; Tyaz ; Tychan ; Umar ; Un^Goe ; Vanda ; Vanya ; Viga ; Vellas ; Weedee ; Yudha ; visit rice bowl journals !