Dzulkarnain - Qur'an dan Sejarahnya Okay, di bawah ini bukan artikel tapi merupakan analisis gua aja. Yang mana bagi sebagian orang bisa jadi cetek, lemah, atau malah baik dan informatif orang lain. Gua tulis aja disclaimer ini biar gak ada yang komen aneh-aneh. Okay, here it goes. Al-Qur'an memang tidak pernah sembarang menyebut nama orang di dalamnya. Begitu selektifnya nama-nama yang tertera di dalam Qur'an, sampai-sampai beberapa istri rasul pun tidak disebut namanya. Dari sini gua belajar bahwa Allah benar-benar selektif karena memang sejarah 100000 tahun harus diringkas. Okay, make sense. Lanjut, Sebuah hadist berkata, dalam kehidupan manusia, 100 000 nabi telah diutus ke dunia. Sebagaimana kita tahu, 100 000 nabi itu termasuk 25 rasul. Bedanya adalah nabi adalah orang yang mendapat rahmat tapi tidak harus menyebarkannya ke orang lain. Rasul adalah orang yang mendapat rahmat dan diberi mandat untuk menyebarkannya ke umat manusia. 100 000 nabi ini make sense dari rekaan gua bahwa Nabi Adam turun 100 000 tahun yang lalu. Yang mana dalam average, setiap tahun dari nabi Adam turun sampai Rasul Muhammad meninggal, ada 1 orang yang diberi rahmat. Again make sense. Yang menjadi pertanyaan gua adalah, sementara kita mengenal intim ke-25 rasul ini, kenapa 100 000 nabi itu gak diceritain? Gua bertanya ini karena beberapa hal: - Beberapa dari mereka memiliki kehidupan yang sulit dan menarik juga. Contohnya, sejak meninggalnya nabi Musa dan Harun, bani Israil cenderung membunuh semua orang yang mengaku nabi dan mendapat rahmat Allah. Gua yakin sebagian kecil dari 100 000 nabi ini terbunuh oleh nabi israil. - Gua cukup maklum dan menerima dengan analisis genealogist mesir yang menyatakan bahwa semua 25 rasul Islam turun di Middle East. Gua maklum itu secara Middle East adalah craddle of life dan sebagaimana yang gua udah analisis di posting sebelumnya, adalah poros dunia. Kalo ideologi di poros dunia aja sudah corrupted, niscaya penyebarannya akan tambah corrupted juga. This, make sense. Tapi 100 000 nabi itu gimana ceritanya? Masak iya 100 000 nabi turun di Middle East juga? Apakah mereka tersebar di pelosok dunia dan dari mereka lahir beberapa agama non-samawi? Apa Hubungannya sama Dzulkarnain di atas? Well, gini: Gua bingung kenapa kebanyakan dari 100 000 nabi itu tidak disebut (nabi Khidir disebut) tapi muncul sebuah nama Dzulkarnain. Siapa dia? Dia jelas bukan rasul. Tapi dia nabi. Tapi apa sih yang dia lakukan sehingga ada belasan ayat meriwayatkan dia mengalahkan 100 000 nabi lainnya? Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Zulkarnain. Katakanlah: "Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya". Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu, maka dia pun menempuh suatu jalan. Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: "Hai Zulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka". Berkata Zulkarnain: "Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengadzabnya, kemudian dia dikembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengadzabnya dengan adzab yang tidak ada taranya. Adapun orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami". Kemudian dia menempuh jalan (yang lain). Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu, demikianlah. Dan sesungguhnya ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya. Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata: "Hai Zulkarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Makjuj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?" Zulkarnain berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi" Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Zulkarnain: Tiuplah (api itu)". Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu". Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya. Zulkarnain berkata: "Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar". Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya. dan Kami nampakkan Jahanam pada hari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas. yaitu orang-orang yang matanya dalam keadaan tertutup dari memperhatikan tanda-tanda kebesaran-Ku, dan adalah mereka tidak sanggup mendengar. Al-Kahfi ayat 83-100 Gua mulai riset ini dari gua berumur 17 tahun dan gua menemukan teori yang menarik akan siapa Dzulkarnain ini. Dzulkarnain dalam Al Kahfi = Iskandar Dzulkarnain = Alexander the Great Semua dari kalian pasti tahu betapa mahsyurnya tokoh Alexander the Great. Sebagai seorang muslim, gua agak tergoda untuk mengkonek bahwa Alexander the Great yang dipuja semua orang barat dan timur adalah sebenarnya nabi dalam Islam. Tapi gua harus objektif dan memutuskan riset lebih banyak. Ternyata, ini adalah pendapat yang 50-50. Ahli sejarah muslim terbagi dua antara setuju dan tidak setuju. Terlebih lagi pertanyaan, jika orangnya sama, apakah dia seorang nabi karena disebut dalam surah Al-Kahfi? Mari kita analisa dan silahkan pergi ke kesimpulan masing-masing. Pointer + berarti pro statement atas, - berarti tidak. Di bawah ini adalah hasil bacaan gua dari aspek teologis dan sejarah ya. Gua baca kronologi Alexander dari kronologer Virgil dan bahkan gua baca juga 'Alexander Anabasi' - sumpah bikin pusing. You dont want to read a manuscript 1300 years old. + Nama Alexander versi bahasa eropa kuno dari bahasa arab kuno Al-Iskandar. Itu sebabnya orang barat menyebut pelabuhan di mesir, Alexandria dan orang arab menyebutnya, Iskandarsyah. Tidak ada debat di sini. Semua setuju. Kalian yang sering baca literatur arab akan mengenalnya dengan nama ISkandar al-Makduni. Dalam bahasa Inggris, Alexander of Macedonia. ALexander memang berasal dari Macedonia (5 km dari cikarang). - Tapi, surat Al-Kahfi, tidak pernah menyebut nama Iskandar. Al Kahfi hanya menyebut Dzulkarnain yang mana bukanlah nama, tapi gelar. nah ini dia yang bikin pusing. Karena siapa saja bisa megang gelar. Sama situasinya dengan Fir'aun. Fir'aun itu bukan nama (baru tau kan looo?), tapi gelar. Fir'aun adalah bahasa arab dari Pharaoh bahasa eropa. Kata Dzulkarnain dipecah menjadi Dzul - Karnain. Karn = kepang rambut, tanduk, ujung pedang, puncak gunung, Karnail = ujung timur dan barat Jadi Dzulkarnain bisa berarti gelar = Pria berkepang dua. ATau dia yang bertanduk. Atau Dia yang berani. Atau Dia yang pergi ke Timur dan Barat. Jadi di sini, nama Iskandar/Alexander tidak pernah disebut. + TAPIIIIIIIII.... kata Dzulkarnain juga bisa diartikan sebagai 'The Great'. Masalahnya, siapa orangnya? + Terus juga, di masa hidup Iskandar/Alexander pria itu memang biasa mengepang rambutnya. Baik orang Yunani mau pun orang Mesir. Alexander the Great dalam banyak literatur barat dituliskan mengepang rambutnya. + Gua baca di National Geographic bahwa ada ilmuwan eropa yang meneliti wajah beliau dan dia berkesimpulan bahwa Alexander memiliki anomali di mana dia memiliki tanduk. Atau lebih tepatnya, abonormalitas dalam tengkoraknya, ada yang menonjol. I dont know, about you, tapi waktu dalam riset gua, gua menemukan ini, gua merinding karena ini mendekatkan sosok Alexander the great secara fisik ke kualifikasi dia sebagai seorang Dzulkarnain. - Alexander the Great diklaim biseksual. Ini adalah klaim sejarah yang terekam oleh 3 kronologer Alexander sendiri. Sekarang gini. Gak usah nabi jadi biseksual, istri rasul Luth aja disamber petir gara-gara lesbian. Inti dari omongan gua adalah untuk jadi nabi, minimal dia harus lurus. Nah Alexander itu hidup di 330 BC. Sedangkan Allah sudah menegaskan bahwa hmoseksualitas itu salah di jaman Nabi Luth. Nabi Luth hidup di masa nabi Musa (Luth keponakan Musa) yang mana sanga jauuuh, sebelum 330 BC. Ini artinya, kalo Alexander itu adalah nabi, dia akan sudah tau benar bahwa homoseksualitas itu salah. Masalahnya, Alexander ini biseksual. Or at least, claimed to be, based on his chronologers. + Meski ini mungkin bisa dipatahkan. Lihat aja nabi Muhammad. Salman Rushide mengintreptasikan poligaminya akan haus seks yang mana salah. Siapa tahu aja dalam sejarah aslinya Alexander itu senang ngumpul dengan laki-laki aja. Perbedaan iterpretasi dan translasi mungkin membuat orang mengira dia beneran biseksual. Gua gak tau, ini hanya spekulasi gua. + Dari hanya membaca Al Kahfi di atas, kita bisa melihat Dzulkarnain ini diberikan kekuasaan di muka bumi. Alexander the great adalah raja Macedonia. + Dari hanya membaca Al Kahfi di atas, kita juga melihat bahwa Dzulkarnain ini sering bepergian. Alexander the Great melakukan Conquestnya dari Macedonia sampai Lembah Indus India. Masalahnya dunia barat anya mencatat bahwa motif dari travelnya Alexander the Great ini simple: menguasai dunia. Sedangkan Dzulkarnain motifnya sesuai al Kahfi adalah: Melihat dimana matahari terbit dan terbenam. Apakah ini beda? Belum tentu. Gua sendiri gak yakin bahwa Dzulkarnain ini bener-bener ingin di mana matahari terbenam dan terbit. Cmon, Al-Qur'an diturunkan oleh Allah yang TAHU bahwa bumi itu bulat. Jadi ketka Al Kahfi tertulis 'Dan dia pergi ke tempat di mana matahari terbit/terbenam' Itu pasti pesan tersirat. Mungkin matahari bisa berarti kekuatan yang menguasai. Mungkin matahari dalam konteks ini adalah ajaran-ajaran Allah. Yang mana, matahari terbenam berarti tempat di mana ajaran Allah sudah terlupakan. Bagi gua, ini make sense karena segera setelah ayat tentang matahari, segera muncul ayat yang membahas bahwa Dzulkarnain menghukum orang-orang yang berbat keburukan dan menyelamatkan orang-orang yang berbuat kebaikan. To me, this makes sense. Kenapa make sense? Karena 10 tahun war campaign Alexander, da memerangi bangsa Persia yang beragama zoroaster. Ini adalah agama penyembah api. Sebenarnya ada lagi teori ttg matahari terbenam dan terbit ini yang dikemukakan oleh Hamdi bin Hamzah tapi terlalu absurd dan ua gak akan buang waktu nulis teori dia. - However tho... dia sendiri politheisme. Sedikit ttg poliheisme. Berhala pertama hadir di muka bumi setelah meninggalnya rasul Idris. Keturunan mereka berkata dari hadist nih 'ah jika kami rekam wajah mereka dalam bentuk patung, niscaya kami akan lebih taat beribadah.' Dari sana manusia mulai salah arah dan saking salah arahnya, Allah mengutus asul bernama Nuh untuk mengingantkan mereka. Secara teologis manusia tercatat mulai menyembah berhala di jaman rasul Nuh. Rasul Nuh ini aja hidup 100 000 taun yang lalu (berdasarkan tes thd perahu yang ditemukan di gunung judi Turki). Mesti Alexander yang hidup di 330 BC tahu bahwa kegiatan politeisme dia udah salah. - kita sampai pada masalah matahari terbit. Jika matahari terbenam ditafsirkan sebagai tempat di mana ajaran Allah memudar, maka matahari terbit seharusnya mekah. Tempat Muhammad lahir. Tempat Ibrahim membangun kabah. Tempat Adam bertemu Hawa. tapi kronologi Alexander memperlihatkan dia tidak pernah memasuki jazirah arab. Paling banter mesir dan mesopotamia (Irak). + Dunia memberi Alexander gelar 'the Great' karena kepiawaian dia dalam memimpin. True enough. Yang menarik di sini adalah, cara dia memimpin orang sangat islami. Dia menghabiskan lebih banyak waktunya di tenda serdadu. Selesai perang, yang pertama dia kunjungi adalah tenda rumah sakit. Menangisi mereka yang meninggal. Dia kemudian duduk di samping serdadu-serdadu yang luka dan membiarkan mereka bercerita dengan gegap gempita bagaimana mereka sampai terluka dan menepuk bahu mereka dengan 'good job, well done'. - However, dia juga membunuh beberapa ribu orang serdadunya sendiri yang mangkir. Dia bahkan membunuh 3 teman dekatnya sendiri dengan sadar untuk memastikan bahwa pasukan tetap fokus. + Gelar the Great juga diberikan oleh lawan-lawannya. Dia tidak pernah membunuh lawan yang menyerah. Di saat Persian Conquestnya, dia memburu maharaja Darius. DArius dia uber ke ujung dunia sampai Darius harus meninggalkan royal familynya. royal family ini tertangkap oleh Alexander. Yang Alexander lakukan adalah memastikan agar royal family ini selamat dan tidak disakiti siapa pun. Sure enough, salah satu princessnya dia kawinin. Darius tidak pernah tertangkap oleh Alexander. Darius sakit dalam usahanya kabur dan meninggal di tengah jalan. Saat Alexander menemukannya, Alexander memastikan agar musuh terbesarnya yang dia paling benci, mendapatkan penguburan yang terhormat seperti bagaimana seornag maharaja Persia dikubur. - However tho, dari semua kota yang dia datangi dan jaminkan keselamatan warganya, ada satu kota besar (persepolis atau samarkand gitu ya, gua lupa) di mana dia membunuh semua orang di dalamnya. - Dia diklaim sebagai pemabuk yang kuat. - Dan dari sema analisa di atas, di bawah ini yang paling bikin gua ragu bahwa Alexander the Great = Dzulkarnain dalam Al Kahfi. Dari semua achievement Alexander the Great, tidak satu pun data menyebutkan dia pernah membangun tembok besi di antara dua gunung seperti yang disebutkan Al Kahfi. Kita bisa bayangkan. Kehidupan dari jenderal ini sangat well documented. Kita bahkan mencatat rambut dia pirang, nama dari Kuda kesayangan dia, bahkan di mana letak 3 luka badan dia. Kita bahkan tau bahwa dia mengalahkan Darius + 1 juta tentara dengan 250 ribu tentara dia. 4:1. TAPI gak satu pun achievement dan kronologi dia menceritakan pembangunan tembok ini. Padahal tembok ini penting. Tembok ini dibangun untuk menghalangi kaum Ya'juj dan Ma'juj yang katanya suka membuat kerusakan di muka bumi. Masak iya project sepenting ini gak disebut-sebut? Atau mungkin ada yang pernah baca dan gua kelewat kali ya? Mohon diluruskan jika memang ada chroniclenya. Btw, Ya'juj dan Ma'juj yang diramalkan akan datang sesaat sebelum kiamat itu bukan mahluk lho. Tapi kaum. Dan kaumnya bukan monster. Tapi manusia. Yajuj dan Majuj adalah 2 cucu dari Nabi Nuh, anak-anak Yafedtz ang Nabi Nuh suruh untuk merantau ke timur. Sebagiana sejarawan menafsir bahwa kata 'Mongolia' berakar dari kata Ma'juj. Majuj - Magog - Moghog - Moghol - Mongol (more or less). Tembok besi itu sendiri diklaim ada. Terletak di daerah pegunungan atara Armenia dan Georgia. Ada teori yang berkembang bahwa Dzulkarnain ini membangun tembook itu untuk menghalau orang-orang Mongol menembus ke barat. Nah, khazanah mongolia gua gak sedalam itu untuk tahu semaju apa bangsa mongol di saat Alexander the great. I dont know. Well, jatuh-jatuhnya, semua di atas hanya menjadi wacana bagi kita untuk diambil kesimpulan masing-masing. Tahunan riset gak cukup untuk mengambil konklusi apa-apa bagi setidaknya. Masih harus banyak baca. Dan mungkin gua atau orang lain akan menemukan jawaban dari teori di atas. Bobo ah. Udah 4:30 pagi niiih. |
Adhitya Mulya adalah Dewa Ganteng yang tinggal di kahyangan bersama 100 dayang-dayang. Dia menghabiskan waktunya turun ke bumi untuk bertemu dengan rakyat jelata dan berburu menjangan dan babi hutan... (or is it, berburu rakyat jelata dan bertemu dengan babi hutan? anyways, same thing). Oh ya, sesekali dia menulis buku komedi.
orang telah melihat kegantengan gua yang legendaris itu. Ninit ; Aan ; Agung ; Aip ; Alaya ; Avianto ; Aris ; Atta ; Detta ; Ewink ; Enda ; Erly ; Fairy ; Fanny ; Ganda ; Hagi ; Hanzky ; Isman ; Ita Leyla ; Ni'ang ; Ndari ; Nita ; Pip ; Okke ; Roi ; Ruri ; Shinta ; Tyaz ; Udhien ; Umar; Adi ; Afo ; Alaya ; Alfa ; Ale ; Alvons ; Aiff ; Andhi ; Andin ; Andin ; Anggie ; Anto ; Aprian ; arb3i ; Ari ; Arma ; Arif ; Ayu ; Axlandra ; Bantot ; Be-Es ; Beranda ; Bintang ; Bios ; Blub ; Brandy ; Buzz ; Cay ; CB ; Celia ; C'est la Vie ; Civent ; Claustrophobic ; Comel ; Comel ; Crey ; Dagungsta ; Dayat ; Deksay ; Dian ; Dican ; Didi ; Didiet ; Diki ; Dini ; Dion ; Disposable Hero ; Drey ; Duwie ; Dwi ; Dyah ; Ekodox ; Emil ; Ephe ; Eric ; Erika ; Erwin ; Eve ; Eyi ; Farid N ; Farid ; Finalizabeth ; Fitri ; Flow ; Flow ; Fresh ; Gajah Duduk ; Gauz ; goblog ; grE3nY' PrinceZz ; Guido ; Grizz ; Harris ; Harris ; Harris ; Heri ; Herlyanti ; Hero ; Ibiza ; Ika ; Ilsa ; Inex ; Inna ; Ipan ; Irene ; Irene ; Iris ; Isnaini ; Koebiz ; Kun ; Lacsar ; Lemans ; Lilik ; Lindie ; Little Mermaid ; Lontar ; Matz ; Memey ; Merkurius ; Morningdew ; N[a] ; Nasgor ; Neen ; Neenoy ; Nice green ; Nisa ; Nita+Agus ; Nono ; Novie ; Nukov ; Nunik ; Ochan ; Ollie ; Paylo ; Pipit ; Prazz ; Prianca ; QQ ; Radith ; Rapa ; Reena ; Ren ; Ria ; Richoz ; Ridwan Fauzi ; Rihsa ; Riena ; Rita ; Sapi ; Sasha ; Sazi ; Seggaf ; ; ; ; Snydez ; StormyMonday ; Supta ; Sweeney ; Sylvie ; Tamtam ; Tari ; Toet ; Trippin' D ; Tutup Botol ; t.w. ; Ty ; Tyaz ; Tychan ; Umar ; Un^Goe ; Vanda ; Vanya ; Viga ; Vellas ; Weedee ; Yudha ; visit rice bowl journals ! |