zaralde.com

Kita ini Bisa Maju Gak Sih?
Tuesday, October 09, 2007

Satu tahun yang lalu gua nulis ini (klik sini) sebuah postingan yang mengundang banyak pro kontra. Waktu itu gua menyuarakan mending kita memperbaiki diri dari pada ngarep sama pemimpin-pemimpin kita. Banyak yang menghujat gua dengan bilang bahwa masalahnya bukan di rakyat tapi pemimpin-pemimpin kita lah yang bobrok. Gua setuju kok pemimpin kita banyak yang bobrok. Masalahnya kalo mau ngarep mereka berubah susah. Kalo ngarepin kita berubah, itu lebih bisa dijalankan.

Simpen dulu itu di sana. Gua mau lompat dulu bentar ke masalah bawah:

Akhir-akhir ini gua sering baca kasus-kasus kekerasan thd WNI oleh warga Malaysia. Granted bahwa kondisi makin parah. Granted bahwa sebagian kasus adalah karena kecerobohan WNI sendiri yang gak bawa surat lengkap. api beberapa kasus memang asli aja warga Malaysia tidak punya respek thd kita. Bagi mereka kita warga kelas dua yang memiliki semua konotasi negatif yang kita bisa bayangkan. Pembantu lah (padahal pekerjaan juga apa aja asal halal itu yang dilihat Allah), tukang cari masalah hal, perilaku buruk, bla bla bla. Granted.

Dari sini kita sebagai bangsa bereaksi. Bagi gua, ada rasa senang melihat orang-orang merasa panas harga diri bangsa diinjak-injak. Ngeliatin aja gitu bahwa orang Indonesia masih care thd bangsanya. Kita boleh jadi bangsa tertinggal, tapi masih punya dignity.

Apa hubungannya sama pemimpin-pemimpin kita? Ini hubungannya: perkataan dari Yusron Ihza Mahendra (YIM), anggota komisis I DPR di artikel detik ini (klik seneeeh)
quote:
"Jangan masalah penculikan anak aja yang diurus. Masalah harkat dan martabat di mata internasional yang diinjak negara lain, SBY hanya diam"

Gua meledak. Bagi gua, bangsa kita menjadi bangsa yang tertinggal ketimbang negara lain justru karena orang-orang seperti YIM ini. Kerjanya ngeritik. Bantuin nggak. DPR ada berapa ratus orang? Presiden cuman 1.

Indonesia susah maju karena kita punya kebanyakan orang-orang seperti YIM ini. Terlebih lagi, kontes politik itu terlalu ramai. Tidak hanya mengeritik tapi juga menjatuhkan. Kebanyakan orang ngira dia pantes jadi calon pemimpin dan gak brenti sampe yang lain jatuh. Semua orang ingin maju dan menjatuhkan orang lain. Sampai saatnya dia bisa maju, dia ditusuk orang dari belakang dan begitu seterusnya. Tidak ada satu pun pemimpin di Indonesia yang didukung oleh segenap rakyat, bawahan dan counter politicsnya. Akhirnya jadi counter productive.

Ngakunya reformasi tapi reformasi itu jadi ajang orang saling tusuk. Amien Rais dukung Gus Dur jadi presiden, beberapa tahun kemudian dia juga yang seret Gus Dur turun. Udah tahu Mega gak bisa apa-apa masih aja sengaja didorong ke atas utk diekspos ketidak becusannya dan begitu seterusnya.

Sekarang SBY. Anggota2 DPR dan lawan-lawan politiknya juga kenceng bener kritik dan hakimi SBY kurang ini kurang itu. Lagi ngurus A, dikritik kok gak ngurus B? Ngurus B, Itu C gak diurus. Tapi gak ada lawan politik yang nolong dia. Presiden hanya manusia. Dibutuhkan kerja sama semua orang untuk bisa bikin bangsa maju. Ini nggak. Semua cuman di pinggir lapangan ngeritik. Ngarep jatuh agar dia bisa naik. Gak sadar apa dia juga ntar digituin? Juga harus gua singgung kayaknya yang namanya Amien Rais itu meriang kali ya kalo gak jelekin presiden. Gus Dur dia langsirin. Mega dia jelek2in. SBY dia ekspos. Banci tampil manusia itu.

Padahal gua bilang sih SBY untuk saat ini yang paling mending dari semua presiden kita. Oke deh mungkin dia jenderal. Itu membuat orang was-was apakah akan menjadi totaliter. Tapi dia satu-satunya jenderal yang jadi presiden yang asli beneran S2. Educated.

Banyak orang bilang dia gak cukup berbuat untuk memperbaiki negara ini. NAH MEREKA NOLONGIN GAK? Kita udah pilih 1 orang. Mendingan kita dukung orang itu, siapa pun dia untuk bawa kita maju. Jangan ngeritik gak guna seperti YIM.

Liat sekarang, mana ada elit politik yang nolong SBY? Semua ngeritik. Giliran kampanye presiden semuanya tiba-tiba muncul kayak maling ayam, berusaha meyakinkan kita bahwa dia punya cara dan janji bikin kita maju.

Respon gua adalah: KEMANE AJE JEK? Bikin maju negara gak usah jadi presiden kali? Bantu aja presiden yang sekarang. Itu sih namanya pamrih.

Banyak orang bilang dia gak cukup berbuat untuk memperbaiki negara ini. Ya iyalah, dia ngabisin banyak waktu memperbaiki kesalahan 3 presiden sebelumnya yang gak berbuat banyak. Dia gak perfect. Tapi kita lihat, dia kewalahan ngerjain semuanya karena kebanyakan kerjaan itu seharusnya sudah dibereskan 3 presiden sebelumnya.

SBY udah kita reduce menjadi tukang sapu masalah masa lalu. Belum lagi orang-orang kelebihan gaji seperti YIM ini yang gak ngasih added value ke kemajuan negara.

Orang-orang terburuk yang negara ini bisa miliki adalah orang-orang seperti YIM. Seriously, kita gak butuh kritik sekarang. Kita butuh dukung siapa pun yang jadi pemimpin di negara ini untuk ngejar ketinggalan.

Pembaca mungkin boleh gak setuju sama gua. Sori kalo ada idola kalian yang gua tulis negatif di sana. After all ini blog pribadi ya, bukan blog orang lain.

Labels:






About This Strikingly Handsome Writer:


Adhitya Mulya adalah Dewa Ganteng yang tinggal di kahyangan bersama 100 dayang-dayang. Dia menghabiskan waktunya turun ke bumi untuk bertemu dengan rakyat jelata dan berburu menjangan dan babi hutan... (or is it, berburu rakyat jelata dan bertemu dengan babi hutan? anyways, same thing). Oh ya, sesekali dia menulis buku komedi.

Contact:

adhitya_mulya@hotmail.com

10 Recent Entries

  • Pocong 23
  • Siap Nulis
  • Aldebaran 1 Year
  • Hot Fuzz
  • Gua, Buku Gua, & Anak Gua
  • 200 Pounds Beauty
  • Gue, Mainan & Bankir Gue
  • Gua, Nama Gua & Derita yang Gua Tanggung part Deux...
  • Pasta Gigi di Kamar Mandi
  • Ninit Ulang Tahun

  • orang telah melihat kegantengan gua yang legendaris itu.




    Get Firefox!

    Pictures




    Links

    Ninit ; Aan ; Agung ; Aip ; Alaya ; Avianto ; Aris ; Atta ; Detta ; Ewink ; Enda ; Erly ; Fairy ; Fanny ; Ganda ; Hagi ; Hanzky ; Isman ; Ita Leyla ; Ni'ang ; Ndari ; Nita ; Pip ; Okke ; Roi ; Ruri ; Shinta ; Tyaz ; Udhien ; Umar; Adi ; Afo ; Alaya ; Alfa ; Ale ; Alvons ; Aiff ; Andhi ; Andin ; Andin ; Anggie ; Anto ; Aprian ; arb3i ; Ari ; Arma ; Arif ; Ayu ; Axlandra ; Bantot ; Be-Es ; Beranda ; Bintang ; Bios ; Blub ; Brandy ; Buzz ; Cay ; CB ; Celia ; C'est la Vie ; Civent ; Claustrophobic ; Comel ; Comel ; Crey ; Dagungsta ; Dayat ; Deksay ; Dian ; Dican ; Didi ; Didiet ; Diki ; Dini ; Dion ; Disposable Hero ; Drey ; Duwie ; Dwi ; Dyah ; Ekodox ; Emil ; Ephe ; Eric ; Erika ; Erwin ; Eve ; Eyi ; Farid N ; Farid ; Finalizabeth ; Fitri ; Flow ; Flow ; Fresh ; Gajah Duduk ; Gauz ; goblog ; grE3nY' PrinceZz ; Guido ; Grizz ; Harris ; Harris ; Harris ; Heri ; Herlyanti ; Hero ; Ibiza ; Ika ; Ilsa ; Inex ; Inna ; Ipan ; Irene ; Irene ; Iris ; Isnaini ; Koebiz ; Kun ; Lacsar ; Lemans ; Lilik ; Lindie ; Little Mermaid ; Lontar ; Matz ; Memey ; Merkurius ; Morningdew ; N[a] ; Nasgor ; Neen ; Neenoy ; Nice green ; Nisa ; Nita+Agus ; Nono ; Novie ; Nukov ; Nunik ; Ochan ; Ollie ; Paylo ; Pipit ; Prazz ; Prianca ; QQ ; Radith ; Rapa ; Reena ; Ren ; Ria ; Richoz ; Ridwan Fauzi ; Rihsa ; Riena ; Rita ; Sapi ; Sasha ; Sazi ; Seggaf ; ; ; ; Snydez ; StormyMonday ; Supta ; Sweeney ; Sylvie ; Tamtam ; Tari ; Toet ; Trippin' D ; Tutup Botol ; t.w. ; Ty ; Tyaz ; Tychan ; Umar ; Un^Goe ; Vanda ; Vanya ; Viga ; Vellas ; Weedee ; Yudha ; visit rice bowl journals !