Kita ini Bisa Maju Gak Sih #2 Koreksi Gua dikoreksi oleh beberapa orang di posting sebelum ini. Koreksi yang bagus dan put things in perspective. YIM bisa jadi hanya mejalankan tugasnya sebagai DPR. Guna DPR Sekarang mari kita anggap YIM hanya mejalankan tugasnya dengan baik. Dengan kritis mempertanyakan tindakan para eksekutif. Jika memang begitu, ini gak menyelesaikan masalah, yaitu kenapa banyak orang yang sepertinya jenius dan tahu segala, end up duduk di posisi yang hanya bisa ngeritik? Kalo memang anggota DPR itu perwakilan rakyat dan ngerasa tahu apa yang terbaik untuk rakyat, kenapa DPR end up sbg pengeritik dan gak punya otoritas untuk untuk do something? Do something, do anything, untuk bikin kita maju. Kalau memang YIM ini memang tahu bener ttg etika berpolitik LN, kenapa dia sbg DPR gak punya authority untuk terjun dan membantu memperbaiki? Ini artinya kita bayar pajak untuk bayar anggota DPR gaji berlebih tapi gak punya otoritas untuk action. Sinting. Itu namanya sinting. Gua ngomong gini karena status kerawanan kondisi negara kita bagi gua sudah berada di tahap di mana bahkan kritik mebangun pun gak akan memperbaiki keadaan. Action. Do something. Do anything. Kita udah liat, bahas dan setuju SBY, meski ada cacatnya, bener-bener kerja dan kecapekan. Do, something Indonesians!!! Laler Politik Granted bahwa setelah koreksi teman-teman gua jadi sadar oh mungkin YIM pengen bantu tapi terkekang. Dan sekarang gua bukannya ingin mengakhiri posting ini dengan pindah topik, menarik ditemukan bahwa gak banyak yang menanggapi bagian tulisan gua ttg kontes politik. Menarik bahwa berkali-kali gua kritik Amien Rais sebagai banci tampil tapi gak ada yang respon. Granted mungkin YIM hanya menjalankan kapasitasnya sebagai DPR. Granted bahwa kita bayar pajak untuk bayar anggota DPR untuk kritik tanpa kasih otoritas untuk take action, meski itu sinting. Tapi Indonesia bisa bergerak lebih maju kalo kontes politiknya berkurang. Orang-orang seperti Amien Rais, Indonesia bisa istirahat dari orang-orang kek dia. Kenapa sih kok gua kayaknya sentimen bener sama dia? Ceritanya gini: Kekuatan "Do Something" Tahun 2003 gua menemukan gaji gua kecil. Gua gak nyalahin pemerintah. Instead gua siang kerja malem nulis. Berubah hidup gua. Sekarang gua udah bisa punya anak asuh. Berbuat lah sesuatu dan itu akan mengubah hidup lu. Dan Insya Allah bisa merubah/membantu hidup orang lain. Itu baru gua, warga negara dengan kekuatan politik nol. Laler-laler politik seperti dia punya otorita, karisma dan kapasitas untuk membantu presiden mengubah hidup rakyat, memperbaiki. Ini yang gua gak liat. Klik disini kalo mau baca. Ironisnya gua pernah milih dia. Ternyata dia hanya salah satu dari banyak laler politik yang pamrih dan gak mau nolong orang kalo dia bukan presiden. Bahkan dengan negara sebagai taruhannya. Malaysia lebih maju dari kita bukan karena mereka lebih demokatris. Mereka diktator. Singapur lebih maju dari kita bukan juga demokrasi, tapi justru rezim pemerintahnya lebih parah dari jaman Suharto. Masalahnya, semua orang di kedua negara itu setuju untuk gak berpolitik dan kerja sama bikin negara maju. Ini yang gua gak liat di Indonesia. Labels: politics |
Adhitya Mulya adalah Dewa Ganteng yang tinggal di kahyangan bersama 100 dayang-dayang. Dia menghabiskan waktunya turun ke bumi untuk bertemu dengan rakyat jelata dan berburu menjangan dan babi hutan... (or is it, berburu rakyat jelata dan bertemu dengan babi hutan? anyways, same thing). Oh ya, sesekali dia menulis buku komedi.
orang telah melihat kegantengan gua yang legendaris itu. Ninit ; Aan ; Agung ; Aip ; Alaya ; Avianto ; Aris ; Atta ; Detta ; Ewink ; Enda ; Erly ; Fairy ; Fanny ; Ganda ; Hagi ; Hanzky ; Isman ; Ita Leyla ; Ni'ang ; Ndari ; Nita ; Pip ; Okke ; Roi ; Ruri ; Shinta ; Tyaz ; Udhien ; Umar; Adi ; Afo ; Alaya ; Alfa ; Ale ; Alvons ; Aiff ; Andhi ; Andin ; Andin ; Anggie ; Anto ; Aprian ; arb3i ; Ari ; Arma ; Arif ; Ayu ; Axlandra ; Bantot ; Be-Es ; Beranda ; Bintang ; Bios ; Blub ; Brandy ; Buzz ; Cay ; CB ; Celia ; C'est la Vie ; Civent ; Claustrophobic ; Comel ; Comel ; Crey ; Dagungsta ; Dayat ; Deksay ; Dian ; Dican ; Didi ; Didiet ; Diki ; Dini ; Dion ; Disposable Hero ; Drey ; Duwie ; Dwi ; Dyah ; Ekodox ; Emil ; Ephe ; Eric ; Erika ; Erwin ; Eve ; Eyi ; Farid N ; Farid ; Finalizabeth ; Fitri ; Flow ; Flow ; Fresh ; Gajah Duduk ; Gauz ; goblog ; grE3nY' PrinceZz ; Guido ; Grizz ; Harris ; Harris ; Harris ; Heri ; Herlyanti ; Hero ; Ibiza ; Ika ; Ilsa ; Inex ; Inna ; Ipan ; Irene ; Irene ; Iris ; Isnaini ; Koebiz ; Kun ; Lacsar ; Lemans ; Lilik ; Lindie ; Little Mermaid ; Lontar ; Matz ; Memey ; Merkurius ; Morningdew ; N[a] ; Nasgor ; Neen ; Neenoy ; Nice green ; Nisa ; Nita+Agus ; Nono ; Novie ; Nukov ; Nunik ; Ochan ; Ollie ; Paylo ; Pipit ; Prazz ; Prianca ; QQ ; Radith ; Rapa ; Reena ; Ren ; Ria ; Richoz ; Ridwan Fauzi ; Rihsa ; Riena ; Rita ; Sapi ; Sasha ; Sazi ; Seggaf ; ; ; ; Snydez ; StormyMonday ; Supta ; Sweeney ; Sylvie ; Tamtam ; Tari ; Toet ; Trippin' D ; Tutup Botol ; t.w. ; Ty ; Tyaz ; Tychan ; Umar ; Un^Goe ; Vanda ; Vanya ; Viga ; Vellas ; Weedee ; Yudha ; visit rice bowl journals ! |