zaralde.com

Meninggalnya Seseorang
Wednesday, October 05, 2005



It is never easy for a comedy writer to describe the death of someone. There's nothing funny about dying, or to be more exact, about someone who means alot to us, I guess.

Namanya adalah Penni Djoeanda Soemawiria. Kakak sulung dari ibu gue (ibu gue anak ketujuh and even she is in mid 50es now...). He was old. Lahir sebagai putra pertama dari Djuro Djayaperdata dan Omih Komalasari.

Sebagai anak sulung tentunya dia mengalami banyak hal. Dia satu-satunya anak yang mengalami semua perang kemerdekaan di keluarga gue.

Waktu Indonesia menyatakan kemerdekaannya dia udah lahir. Waktu KNIL masuk lagi dan mencoba merebut kontrol negara, dia juga ikutan (ngebela, maksudnya). Waktu aki gue hampir dibunuh sama DI TII gara-gara dia adalah kepala stasiun kereta di sebuah kota kecil, dia udah ada. He went thru alot.

Selain dari bokap gue, Uwa Penni adalah sosok lain yang segala bisa bagi gue. Hardworking. Caring. Gentle. Macho. When I was a kid I just couldn't believe someone like him was mortal.

Dia adalah anak pertama yang masuk Kuliah. FKUI bo! jangan macem-macem. Pinter. Sebagai anak dri keluarga yang kurang punya dan punya adek sampai 4 (waktu itu masih 4) dia terpanggil untuk bantu keluarga. Jadilah dia masuk AURI untuk nambah income keluarga. Jadi dokter + pilot. Dua profesi yang bikin semua cewek kejang-kejang dan bikin semua cowok ngiri.

Gak kurang dari itu, doi sempet 2 kali (catet, 2 kali) jadi Mr. University UI. Katanya dulu gelar ini ditujukan untuk mahasiswa ideal (pinter+ganteng). Gelar ini, dua kali dia dapetin.

Di AURI dia dapet julukan 'Zonder S'. Bahasa jerman yang artinya 'Tanpa S'. Ini merujuk ke nama pertamanya, Peni. Lanjut tahun, dia pensiun dari AURI dan meneruskan praktek sebagai dokter.

Masih gue gak bisa berhenti kagum, waktu kecil gue dikasih lihat lukisan keluarga. Bagus banget. Lukisan itu menggambarkan aki + nenek + 9 anaknya. Secara objektif gue bisa bilang bagus. Di sudut kiri bawah ada ttd pelukisnya. "Penni Djoeanda". Dari sini gue bar nyadar bahwa gennya rada ngaruh karena ada sekitar 5-6 cucu+cicit keluarga beasa kita yang jago motret + gambar. Cucu dari dia sendiri sering menang lomba gambar.

Ganteng iya. Pinter iya. Berani iya. Bakat lukis ternyata ada. Buset dah, gila banget ni orang. Kata cerita keluarga, gen Kakek gue emang ganteng-ganteng semua. Semua anaknya, termasuk dia dan 8 anak lainnya (6 cowok + 3 cewek) dapet jodoh dengan cara ditaksir orang.

Di umur 60+ tahun 2002, di saat dia jadi saksi untuk nikahnya kakak gue (keponakan ke duapuluh) gue masih lihat dia berotot kencang. Dia bilang bahwa dia masih berenang 2 kali seminggu. Gue cuman bisa bengong aja. Gue yang masih muda masih letoy gitu.

Dia divonis kanker tahun 2003-an. di tahun 2004 dia menjadi saksi pernikahan gue dan ninit. Di saat itu dia mulai terlihat kurus namun masih tersenyum dan gak pernah komplen ttg penyakitnya. Or setidaknya, gue gak pernah denger dia komplen.

Terakhir kali gue ketemu dia adalah ketika gue ngungsi perang tahun kemarin, akhir 2004. Ujarnya dia sudah sembuh dari kanker. dia tampak segar banget untuk orang di umur 60an + kena kanker.

Untuk orang yang lahir dari jaman kemerdekaan, dia tergolong asik. Semua ponakannya sering dateng ke dia untuk berobat. Beberapa sepupu gue ada yang bengal di mana mereka sakit karena jatuh main, jatuh dari mobil. Dia selalu datang ke rumah kos kita dan meriksa luka. Sepupu gue bilang ke dia, sambil ngelus2 benjol.
"Wa, jangan bilang ke papah ya. Bsa marah papah nih."
"Beres!"

Ada satu dari banyak hal dari dia yang gue gak bisa lupa. Dari tahun 1994, gue udah ngerantau ke Bandung, satu rumah dengan 3 cucu lainnya (anak dari adiknya yang ke 3, 4 dan 7 + gue yang anak dari adik ke 6). Biasa lah, being anak kos tanpa orang tua, kita sering mencret. Kebetulan praktek dokternya cuman 100 langkah dari kos. rumah kos ini juga tempat dia dulu tumbuh. Jadinya lingkungan sekitar kenal dia semua.

Gue pernah ngantri pasien ke dia dan gue lihat bagaimana dia memperlakukan pasien2 yang gak lain anak-anak dari tetangga dia dulu juga. Abis diagnosa dia selalu tanya
"Ini obatnya."
"Makasih Pak Peni."
"Kamu punya ang buat beli obatnya?"
"Gak Pak Peni."
"Ya udah ini uang, buat beli obat."

He ended giving diagnosis for free and giving out money. Gak usha ke keluarga. Ke orang biasa. And yet being a doctor was his only source of income. And yet ini sering sekali dia lakukan. Sampai semua orang protes sama dia sampai orang yang sakit pun nolak-nolak karena gak enak.

Gue pernah baca hadits atau ayat ya, gue lupa. Intinya, orang yang dipanggil Allah di bulan puasa itu sangat beruntung. Carefully selected, one may say. (Ada yang bisa confirm ini? agama gue kurang euy...)

He passed away on the 2nd day of this Ramadhan. I can only guess that God wanted him to be special.

Knowing him all my life, it's not a wonder why.

Untuk dr. Penni Djoeanda Soemawiria.

Rgds.









About This Strikingly Handsome Writer:


Adhitya Mulya adalah Dewa Ganteng yang tinggal di kahyangan bersama 100 dayang-dayang. Dia menghabiskan waktunya turun ke bumi untuk bertemu dengan rakyat jelata dan berburu menjangan dan babi hutan... (or is it, berburu rakyat jelata dan bertemu dengan babi hutan? anyways, same thing). Oh ya, sesekali dia menulis buku komedi.

Contact:

adhitya_mulya@hotmail.com

10 Recent Entries

  • Cerita Tentang Dian Sasatro dan (sobat) Gue... a t...
  • Kacow Nih
  • Many Things
  • PROKLAMASI - THE SEQUEL!!!
  • book launch: Test Pack
  • Book Promo
  • Proklamasi The Sequel
  • I've been Here Before, I Recognize That Tree..
  • Independence Day - What They Never Teach You
  • Angkat Beban

  • orang telah melihat kegantengan gua yang legendaris itu.




    Get Firefox!

    Pictures




    Links

    Ninit ; Aan ; Agung ; Aip ; Alaya ; Avianto ; Aris ; Atta ; Detta ; Ewink ; Enda ; Erly ; Fairy ; Fanny ; Ganda ; Hagi ; Hanzky ; Isman ; Ita Leyla ; Ni'ang ; Ndari ; Nita ; Pip ; Okke ; Roi ; Ruri ; Shinta ; Tyaz ; Udhien ; Umar; Adi ; Afo ; Alaya ; Alfa ; Ale ; Alvons ; Aiff ; Andhi ; Andin ; Andin ; Anggie ; Anto ; Aprian ; arb3i ; Ari ; Arma ; Arif ; Ayu ; Axlandra ; Bantot ; Be-Es ; Beranda ; Bintang ; Bios ; Blub ; Brandy ; Buzz ; Cay ; CB ; Celia ; C'est la Vie ; Civent ; Claustrophobic ; Comel ; Comel ; Crey ; Dagungsta ; Dayat ; Deksay ; Dian ; Dican ; Didi ; Didiet ; Diki ; Dini ; Dion ; Disposable Hero ; Drey ; Duwie ; Dwi ; Dyah ; Ekodox ; Emil ; Ephe ; Eric ; Erika ; Erwin ; Eve ; Eyi ; Farid N ; Farid ; Finalizabeth ; Fitri ; Flow ; Flow ; Fresh ; Gajah Duduk ; Gauz ; goblog ; grE3nY' PrinceZz ; Guido ; Grizz ; Harris ; Harris ; Harris ; Heri ; Herlyanti ; Hero ; Ibiza ; Ika ; Ilsa ; Inex ; Inna ; Ipan ; Irene ; Irene ; Iris ; Isnaini ; Koebiz ; Kun ; Lacsar ; Lemans ; Lilik ; Lindie ; Little Mermaid ; Lontar ; Matz ; Memey ; Merkurius ; Morningdew ; N[a] ; Nasgor ; Neen ; Neenoy ; Nice green ; Nisa ; Nita+Agus ; Nono ; Novie ; Nukov ; Nunik ; Ochan ; Ollie ; Paylo ; Pipit ; Prazz ; Prianca ; QQ ; Radith ; Rapa ; Reena ; Ren ; Ria ; Richoz ; Ridwan Fauzi ; Rihsa ; Riena ; Rita ; Sapi ; Sasha ; Sazi ; Seggaf ; ; ; ; Snydez ; StormyMonday ; Supta ; Sweeney ; Sylvie ; Tamtam ; Tari ; Toet ; Trippin' D ; Tutup Botol ; t.w. ; Ty ; Tyaz ; Tychan ; Umar ; Un^Goe ; Vanda ; Vanya ; Viga ; Vellas ; Weedee ; Yudha ; visit rice bowl journals !