Angkat Beban Akhir-akhir ini istri lagi demen banget pergi gym buat olah raga. Gak ada yang salah kecuali sebuah kenyataan kecil di mana dia gak punya Ivorian Driving Licence yang mana gue kudu nganter dan secara natural, jadilah gue ikut olah raga. Katanya it's the better way of spending the weekend. Sedangkan gue, definisi gue akan spending weekend adalah nonton film-film yang bermutu seperti 'Master & Commander', 'Mr & Mrs Smith' dan 'Hungry For Pussy 6' (which by the way, memberikan banyak jawaban dari layer-layer pertanyaan yang berkembang dari Hungry for Pussy 1-5). Atau tidur dengan celana kesayangan gue (figure 3). Anyhoo, jadilah gue ikut ke gym.Angkat Beban I. Hate. Gym. Bagi gue, gym bukanlah tempat di mana seseorang dapat bertambah baik. Sebaliknya, gym adalah tempat di mana gue makin minder ngeliat betapa jauhnya gue ketinggalan dan betapa jauhnya gue harus mengejar. Waktu gue single gue gak mau pergi ke gym untuk ngeceng karen yang pasti gue malah ngebantu cowok ganteng makin lancar dapet jodoh. Example: cowok ganteng : duduk di kiri angkat beban 50 kilogue: duduk di kanan angkat beban 5 kilo. cewek cantik: lewat, liat kiri dan liat kanan, terus mikir. Cowok ganteng? apa Ikan asin? Cowok ganteng aja kali yeeee? Dan celana olah raga ITB gue secara pamungkas lebih sering menemani gue di saat-saat santai di rumah, kasual (figure 1). Dari ketakutan itu gue beli perangkat angkat beban dan fitness di rumah (baca: gak pernah). Tapi akhirnya gue nikah dan gue gak perlu ngeceng lagi. Gue mikir, 'Yeah, gak perlu jaim lah sekarang. Bisa dong gue angkat beban di gym nemenin istri'. Gue dengan pedenya masuk gym. GILA! Orang pada berotot semua. Ada yang yang maen bulu tangkis. Ada yang sit up, ada yang lari, ada yang naek sepeda and get this! ada yang jalan kayang. Tapi gak papa. Gue gak terlalu hasrat untuk unjuk-unjukan siapa yang lebih jago jadi orang aneh di gym. Ya sudah akhirnya gue cari area angkat beban dan mulai men-stel beban gue. 50 kilo. Wah berat ya ternyata? Gila, gue ngambil disc yang 50 kg-nya aja kudu ngegelinding, gimana gue bisa angkat? Kiri kanan pula? Bisa mencret. Gak deh. MOVING ON to 25 kilo.... 25 kilo. Dengan segala perjuangan gue masih aja gak berhasil. Mau minta tolong ke instruktur (yang mana orangnya segede-gede buta) pasti gue diketawain. Masanginnya aja minta tolong, gimana bisa angkat? Fine, untuk menjaga kegantengan gue (figure 4) tidak berubah secara permanen seperti figure 5, gue mengambil berat yang gue yakin dan gue nyaman bisa. 2.5 kilo. No, it's true! Akhirnya gue tiduran nih di benchnya. Wah gaya deh, dengan celana andalan gue yang dari saat kepemilikannya dari 1996 akan pertama kalinya dipakai berolahraga dalam artian yang harfiah. Pas gue angkat, asli ternyata masih berat. Gue lupa bahwa barnya juga berat. Tapi mau ganti ke yang lebih ringan malu bo, yang lebih ringan dari itu, adanya di bagian anak-anak. Ya sud akhirnya gue paksain 2.5 kg x 2 (kiri kanan) + bar. Berat juga dan dener aja, 10 angkatan gue udah shitfaced (figure 5). Ada satu instruktur yang baek banget nolongin sana sini. "Iya Mas, He-em, ngangkatnya gini. Sini saya pegangin dikit" ujarnya, kepada seseorang berotot gede yang entah kenapa masih gotong 100 kilo kiri kanan (Kurang apa sih lo?). Anyway, sama si instruktur ini, kiri kanan orang semua dibantuin kecuali gue. Ya iya sih. 100 kilo kesulitan angkat pasilah dibantuin. Nah gue? 5 kilo kiri kanan mau dibantuin juga? Mau dikemanakan muka ganteng ini (figure 4). Terus ada 3 orang lebanon depan gue yang LOMBA cepet2-an angkat 10 x sekian kilo dalam berapa detik. Set dah, gila gengsi gue akhirnya keluar. Gue satu-satunya asia di sini, masak iya gue akan menajamkan persepsi bahwa orang asia cuman bisa makan jengkol? Ya udah akhirnya gara-gara peer pressure, gue nambah beban. 1.75 kilo x 2. Tai lumayan lah. Udah beberapa kali ke sana tanpa menyesal. Cuman aja abis pulang Gym, saking pegelnya gue gak kuat ML. Sepertinya gue adalah satu-satunya eksekutif muda yang menolak seks karena encok. Dan juga kata isri gue, sekarang kalo dia meluk gue.. "Asik A, serasa adaan!" Dada gue dengan nistanya dia raba-raba, "Iya tuh adaan!" "Lo kira gue bungkus wafer?" Labels: gua |
Adhitya Mulya adalah Dewa Ganteng yang tinggal di kahyangan bersama 100 dayang-dayang. Dia menghabiskan waktunya turun ke bumi untuk bertemu dengan rakyat jelata dan berburu menjangan dan babi hutan... (or is it, berburu rakyat jelata dan bertemu dengan babi hutan? anyways, same thing). Oh ya, sesekali dia menulis buku komedi.
orang telah melihat kegantengan gua yang legendaris itu. Ninit ; Aan ; Agung ; Aip ; Alaya ; Avianto ; Aris ; Atta ; Detta ; Ewink ; Enda ; Erly ; Fairy ; Fanny ; Ganda ; Hagi ; Hanzky ; Isman ; Ita Leyla ; Ni'ang ; Ndari ; Nita ; Pip ; Okke ; Roi ; Ruri ; Shinta ; Tyaz ; Udhien ; Umar; Adi ; Afo ; Alaya ; Alfa ; Ale ; Alvons ; Aiff ; Andhi ; Andin ; Andin ; Anggie ; Anto ; Aprian ; arb3i ; Ari ; Arma ; Arif ; Ayu ; Axlandra ; Bantot ; Be-Es ; Beranda ; Bintang ; Bios ; Blub ; Brandy ; Buzz ; Cay ; CB ; Celia ; C'est la Vie ; Civent ; Claustrophobic ; Comel ; Comel ; Crey ; Dagungsta ; Dayat ; Deksay ; Dian ; Dican ; Didi ; Didiet ; Diki ; Dini ; Dion ; Disposable Hero ; Drey ; Duwie ; Dwi ; Dyah ; Ekodox ; Emil ; Ephe ; Eric ; Erika ; Erwin ; Eve ; Eyi ; Farid N ; Farid ; Finalizabeth ; Fitri ; Flow ; Flow ; Fresh ; Gajah Duduk ; Gauz ; goblog ; grE3nY' PrinceZz ; Guido ; Grizz ; Harris ; Harris ; Harris ; Heri ; Herlyanti ; Hero ; Ibiza ; Ika ; Ilsa ; Inex ; Inna ; Ipan ; Irene ; Irene ; Iris ; Isnaini ; Koebiz ; Kun ; Lacsar ; Lemans ; Lilik ; Lindie ; Little Mermaid ; Lontar ; Matz ; Memey ; Merkurius ; Morningdew ; N[a] ; Nasgor ; Neen ; Neenoy ; Nice green ; Nisa ; Nita+Agus ; Nono ; Novie ; Nukov ; Nunik ; Ochan ; Ollie ; Paylo ; Pipit ; Prazz ; Prianca ; QQ ; Radith ; Rapa ; Reena ; Ren ; Ria ; Richoz ; Ridwan Fauzi ; Rihsa ; Riena ; Rita ; Sapi ; Sasha ; Sazi ; Seggaf ; ; ; ; Snydez ; StormyMonday ; Supta ; Sweeney ; Sylvie ; Tamtam ; Tari ; Toet ; Trippin' D ; Tutup Botol ; t.w. ; Ty ; Tyaz ; Tychan ; Umar ; Un^Goe ; Vanda ; Vanya ; Viga ; Vellas ; Weedee ; Yudha ; visit rice bowl journals ! |