The only 2 movies worth waiting from the US in 2005 are Kingdom of Heaven (premiere this week) and Mr. and Mrs Smith (premier in short future). In this segment, will only discuss about KoH.
Full Quote from www.movieweb.com:
Director Ridley Scott is the master of epic cinematic storytelling with a deeply personal core, as he has shown in films like Gladiator, Blade Runner, and Black Hawk Down. In KINGDOM OF HEAVEN he now turns to the Crusades — that world-shaping 200-year collision between Europe and the East — to frame the tale of a young Frenchman who discovers his destiny as a knight, then lives out what that glorious title really means.
Orlando Bloom stars as Balian, a blacksmith who has lost his family and nearly lost his faith. The religious wars raging in the far-off Holy Land seem remote to him, yet he is pulled into that immense drama. Amid the pageantry and intrigues of medieval Jerusalem he falls in love, grows into a leader, and ultimately uses all his courage and skill to defend the city against staggering odds.
Destiny comes seeking Balian in the form of a great knight, Godfrey of Ibelin (Liam Neeson), a Crusader briefly home to France from fighting in the East. Revealing himself as Balian’s father, Godfrey shows him the true meaning of knighthood and takes him on a journey across continents to the fabled Holy City.
In Jerusalem at that moment — between the Second and Third Crusades — a fragile peace prevails, through the efforts of its enlightened Christian king, Baldwin IV, aided by his advisor Tiberias (Jeremy Irons), and the military restraint of the legendary Muslim leader Saladin (Ghassan Massoud). But Baldwin’s days are numbered, and strains of fanaticism, greed, and jealousy among the Crusaders threaten to shatter the truce.
King Baldwin’s vision of peace — a “kingdom of heaven” — is shared by a handful of knights, including Godfrey of Ibelin, who swear to uphold it with their lives and honor. As Godfrey passes his sword to his son, he also passes on that sacred oath: to protect the helpless, safeguard the peace, and work toward harmony between religions and cultures, so that a kingdom of heaven can flourish on earth.
Balian takes the sword and steps into history.
From Ridley Scott, the master of the modern epic, comes Kingdom of Heaven, which tells the sweeping saga of the Crusades through the eyes of one man caught up in an epic struggle for an ideal. Using historical events as a backdrop for an intimate human drama, Scott, who directed the Academy Award-winning Gladiator, puts flesh on the age-old mystique of the knight errant and brings to vivid life the titanic struggle between Muslims and Christians over the Holy Land that took place a millennium ago, and echoes into the present.
Casts:
* Alexander Siddig as Imad
* Brendan Gleeson as Reynald
* David Thewlis as Hospitaller
* Edward Norton as King Baldwin IV
* Eriq Ebouaney as Firuz
* Eva Green as Sybilla
* Ghassan Massoud as Saladin
* Jeremy Irons as Tiberias
* Jon Finch as Patriarch of Jerusalem
* Liam Neeson as Godfrey of Ibelin
* Marton Csokas as Guy de Lusignan
* Michael Fitzgerald as Humphrey
* Michael Shaeffer as Young sergeant
* Nasser Memarzia as Muslim Grandee
* Nikolaj Coster-Waldau as Godfrey of Ibelins nephew
* Orlando Bloom as Balian of Ibelin
* Samira Draa as Sybilla’s maidservant
* Ulrich Thomsen as Templar master
* Velibor Topic as Almaric

The Historical Facts vs Movie Plot
This is always a problem. Pertanyaan paling penting dalam pembuatan film epik adalah: Memang dia tokoh sejarah, tapi apakah legendanya movieworthy?
For my part, Gladiator-nya Ridley Scott cukup mengecewakan karena Gladiator adalah sebuah epik fiksi yang mengambil latar belakang Roma. General Maximus memang ada, kaisarnya juga ada (gue lupa nama kaisarnya) tapi mereka tidak hidup di jaman yang sama.
Contoh lain, Braveheart-nya Mel Gibson. Di sana, tokoh sentralnya adalah William Wallace melawan King Edward II the Longshanks. Dalam film itu, dikatakan bahwa William menjadi orang scotland pertama yang menggunakan taktik tombak untuk melawan pasukan berkudanya. Taktik ini cukup spesifik di mana pasukan kuda harus lari melawan pasukan tombak dan di saat detik-detik mereka akan terinjak, tombaknya diangkat dan menusuk ke dalam pasukan kuda. Pada kenyataannya, orang pertama dalam sejarah inggris yang menggunakan taktik ini adalah Robert The bruce, yang malah menjadi pemeran pembantu dalam film Braveheart itu.
Contoh lain lagi yang edan adalah betapa garingnya film Alexander. Di mana Oliver Stone memaksa cerita 12 tahun miitary campaign dari Alexander untuk diceritakan dalam 3 jam.
Contoh yang paling malu-maluin adalah Troy, di mana Achilles dibunuh ketika dia sudah berhasil masuk dalam kota Troy. Pada kenyataannya, Achilles tewas dipanah Paris sebelum, Odesyus memimpin suku Illiad masuk ke dalam kota Troy.
As for KOH, Gue belum liat tapi gue udah sering maen ke websitenya www.kingdomofheavenmovie.com dan gue impressed dengan cerita dan skenarionya.
For one thing, sinematografinya bagus. He spent the large bulk of his USD 110 million budget on the epic scale effect which I saw, worth it.
Secondly, ceritanya akurat. Tidak mengulang Gladiator yang lebih fiktif i/o real, semua karakter legendaris dalam crusaders ada di sana dan akurat. Maksudnya, yang dalam sejarah jahat, ya jahat. Yang dalam sejarah baik, ya baik. Itu penting dan menjadi lebih penting lagi karena film ini mengambil setting perang islam lawan kristen yang jika disajikan dengan tidak akurat, bisa menyinggung kedua pemegang agama.
Perbedaan
However, perbedaan masih ada. Or so it may seem. Ketika gue baca sinopsis dan liat-liat cast dan karakternya, ada dua perbedaan jelas yang sejauh ini gue liat. Mudah-mudahan aja gue salah.
Pertama adalah adanya Odo de St. Amand. Odo dalam film ini, ada. (lihat foto orang pirang jenggotan yang rambutnya dikepang? That’s Odo). HOWEVER…Odo meninggal di tahun 1180 sedangkan legenda yang difilmkan dalam film ini, gue tau banget berada di tahun 1187. Kenapa? karena dalam film ini diceritakan bahwa Balian menjadi salah satu crusaders terakhir yang membela Jerusalem (yang lain pada mati – sori spoiler) dan Jerusalem ditaklukkan Sultan Saladin di tahun 1187. Unless of course, span film ini berjarak dari 1180 sampai 1187.
Bisa jadi sejarah yang gue baca sedikit beda dengan sejarah yang Ridley Scott (kesannya tetangga hahahaha) baca karena bukan Odo-nya yang penting tapi peran kenapa ada Odo di sana. Mereka yang udah baca Da Vinci Code akan dikenalkan dengan ordo militer nasrani ‘The Knights Templar’. Pada baca kan? Nah The Knights Templar ini erat dengan perang salib. Mereka memang pemimpin perang salib dan adalah benar untuk memasukkan the Knights Templar ke dalam film ini. Odo adalah grand master dari templar knights NAMUN dari tahun 1180. Kemudian mati dan digantikan oleh orang spanyol dan digantikan oleh orang prancis, Gerard de Rifford yang hidup di masa 1187 ini.
Perbedaan kedua adalah bahwa Balian adalah orang yang istrinya mati dan dibawa godffrey ke Jerusalem untuk jadi crusaders. Dia kemudian jatuh cinta dengan Sybil, istri dari Guy de Lusignan. Pada kenyatannya, di saat penaklukan jerusalem Balian sudah memiliki istri dan mereka tinggal di kota Tyre. Ada cerita asli (bukan di film) yang menyentuh di sini.
Cerita di bawah ini gue ambil dari Karen Armstrong’s Holy War ya. Inget bahwa dia tidak beragama so her words are credibly objective.
Sultan Saladin sampai di depan Jerusalem dan melakukan siege. Balian yang dalam perang sebelumnya terdampar di luar kota, datang terlambat. Dia sudah letih dengan perang dan hanya ingin pulang ke kota Tyre, however, istrinya ada di dalam Jerusalem. Balian akhirnya datang ke Sultan Saladin dan bilang sejujurnya. Dia minta ijin masuk Jerusalem tanpa dibunuh tentara muslim karena dia hanya ingin ambil istrinya pulang. Dia janji tidak akan angkat senjata melawan muslim. Sultan Saladin membolehkan.
Sesampainya di dalam, Balian diminta orang2 Jerusalem untuk tinggal dan membela mereka karena knights yang lain sudah pada mati. Balian akhirnya dengan berat hati keluar benteng lagi dan menceritakan posisinya pada Sultan Saladin. Bahwa dia adalah knight yang tepat janji dan memang ingin menepati janjinya tidak angkat senjata, tapi rakyat memintanya. To everyone’s surprise, Sultan Saladin mengerti dan mempersilahkan Balian menjadi lawannya.
Di hari-hari terakhir pengepungan Jerusalem, Balian lah yang menyelamatkan rakyat Jerusalem, being outnumbered, Balian datang ke Sultan dengan ancaman:
Jika pengepungan diteruskan, rakyat Jeruslaem akan merobohkan masjid Al Aqsa dan membunuh semua tawanan tentara muslim, 5000 orang.
Sultan Saladin menawar ancaman:
Dia berjanji tidak akan menyentuh satu pun orang nasrani jika Jerusalem dikosongkan. Balian setuju dan Jerusalem di tahun 1187 ditaklukkan tanpa darah.
Nah ini versi Karen Armstrong. Versi Erik Duschmeid lain lagi. Versinya, Jerusalem memang ditaklukan dengan darah dan tidak adapercakapan antara Balian dan Sultan Saladin.
Kita liat aja bagaimana akhir dari film Kingdom of Heaven ini.
Recommended Readings:
Gue saranin 3 buku dibaca untuk menemani menonton film ini dengan lebih enak. Untuk komparasi aja.
Holy War – Karen Armstrong
Hinge Factor – Erik Durschmied
The Knights Templar – Sean Martin
No related posts.


