Well, first off, gue mau minta maaf sama pemberi komentar di shout box karena gue belum sempet log in ke sitenya dan babales semuanyah. Punteun pisan soalnya ngejar selese kerjaan sebelum pergi liburan.
In that respect, I’m going here for a week to see my wife. Any recommendations on where to go in there, guys? Owing to haven’t seen her for the last 3 months, I don’t think we’ll be as adventurous as we did in the past but we’ll see. Heheheh.
Will leave you guys with a trailer from my book and a promo from some friends.
Trailer – Gege Mengejar Cinta
start trailer

”Woy Har! Nyari Caca yah?”
Hari yang merupakan kembang pria SMA yang menaruh hati ke kembang wanita SMA, Caca, menoleh kiri dan kanan.
”Atas, kanan Har.”
Hari menengok dan menyengir Dia baru saja melihat wajah Gege, wajah orang yang dia sering kerjai di waktu istirahat seperti, menyerobot antrian somay, meminta jatah bakso dan menyuruh Gege mengambilkan teh botol tanpa bahkan pernah menanyakan nama Gege siapa.
”Dia lagi pergi sama papih mamihnyah.”
”Engg…..kok tau?”
”Soalnya kunci rumahnyah ada di guah. Kita emang sobatan deket.” kata Gege sambil melambaikan kunci rumahnya sendiri.
”Oh…” di muka Hari mulai tampak seribu penyesalan.
”Kalo mau nunggu sih gak papa. Tunggu ajah di teras ntar guah bukain.”
”Boleh.” wajah Hari tampak berseri.
”Tapi hati-hati kalo udah minggu siang soalnya anjingnya darih kemaren gak dikasih makan. Tau dong Herder, seneng daging.”
Tampang Hari kembali jutek. ”Emangnya kapan balik?”
”Malem senin.”
”Oh..” Hari garuk-garuk kepala dan tampak mendapatkan sebuah ide.
”Elu tau banyak ya tentang Caca?”
”Banget. Dari kecil.”
”Kasih tau dong, boleh ya gua maen ke rumah lu? Elu baek deh.”
”Syaratnya satu.”
”Apa?”
”Nama guah dong, siapah Har?”
”Ngg….”
end trailer
The Book Promo
start promo

Cerita Cinta, Persahabatan dan Perang
Komentar dari Adhitya (tidak terdapat dalam buku):
Adalah sekumpulan orang biasa yang tidak berusaha untuk menjadi luar biasa.
15 penulis bergabung dan serius membuat antologi bersama, mereka adalah:
Aku kebingungan diantara dua keinginan. Apakah aku harus menyeberangi jalan ini, lalu berdiri di depannya dan mengatakan pada lelaki setengah baya itu; bahwa wanita yang kini di sisinya adalah kekasihku di masa lalu. Atau apakah aku harus menangkupkan kedua telapak tanganku di depan mulut lalu berteriak seperti Tarzan –dari seberang jalan dan memanggil namanya: “Malayaaaa…!” Seperti Gabriel Garcia Marques ketika melihat Ernest Hemingway dari seberang jalan di kota Paris dan berteriak memanggil; Maestrooo!
Tak sulit menjumpai kunang-kunang bersliweran. Apabila bulan purnama, cahaya terlihat begitu bertenaga. Kuat dan mengesankan. Ah, dulu masih kualami dolanan jamuran.
Diam-diam dia menyimpan dendam itu. Dan bila tiba waktunya dia akan memberikan balasan. Sebab setelah itu seluruh inderanya telah tergadai dalam perbudakan nafsu rendah yang tak terhindarkan
Setiap ia menyebut gugus hidroksil dari berbagai pewangi dalam botol-botol itu, aku merasa ia sedang menghafal dan menjajah setiap tubuh dan pikiranku dengan nama-nama perusahaan-perusahaan kosmetik yang tercetak dalam lembaran-lembaran glossy majalah perempuan
Genap empat tahun sudah, seratus tiga belas lelaki yang berbeda dan seorang lesbian pernah menikmati selangkanganku. Selangkang yang paling kubanggakan.
Saat malam tiba, aku harus menidurkan anakku sampai yakin benar-benar terlelap, baru kami bisa melepaskan hasrat. Itupun harus dilakukan ekstra hati-hati, jangan ribut-ribut dan bikin gerakan terlalu banyak. Kalau tempat tidur berdecit-decit atau kasurnya terantuk-antuk di tembok, maka kamar sebelah akan tahu kalau semalam kami sedang indehoy.
Aku sadar aku orang yang kalah, aku sudah siap untuk diadili. Terlalu pesimis? Maaf, aku hanya pemimpi yang siap bunuh diri dengan mimpi-mimpi utopia yang kumiliki “Aroma apa ini? Aroma ini sangat familiar. Ow, ini aroma dosa…”
Hoooi. Dia akan menyusul perahu Nuh
My society ignores me. I am forced to study in an inhuman situation. Hisham, the word “study” for people like us bears deeper meaning. You know that, don’t you? I always desperately seek ways to communicate with them, but they seem to refuse my effort.
Kau membelikannya kahlua dan susu. Lalu kalian bersama-sama mencampurnya dan mengamati bagaimana kedua warna bercampur di dalam gelas. Sekian jam kemudian bagaikan kahlua dan susu kalian bersama-sama bercampur di atas tempat tidur.
Doktrin-doktrin tersebut telah masuk dalam pikiranku mengendap erat memaksa sel-sel otakku untuk percaya. Kini aku telah berubah sejak mengenal Nayla hanya karena tatapan pertama matanya yang menyimpan separuh purnama. Semua menjadi seperti sulapan.
“Tunggu, aku belum selesai bicara denganmu, jangan coba menghindariku! Aku mencium bau tubuh orang lain di tubuhmu. Siapa dia dan apa yang kalian lakukan bersama?”
KABAR GEMBIRA. Tersedia jin dengan harga murah tapi berilmu tinggi, juga ada jin yang bisa menjadi teman kencan anda karena bisa berubah bentuk jadi manusia yang anda kehendaki
SMS-mu yang sekedar tanya kabar itu datang kurang tepat. SMS itu tentu agak mengganggu acara makan malam kami. Tapi santai saja, sebagai lelaki aku bisa mengatasinya
Ya, ya. Aku paham bahasamu. Kita hanya akan bertelanjang jika kulepas ragaku. Kita mulai bercinta jika kuhentikan semua hasratku. Kita hanya akan bercengkrama dengan bahasa yang tak disapa kehidupan. Tapi disinilah keabadianmu menjadi ada/ Dan aku tidak merasa ragu (Garba: Dyah Indra Mertawirana, tengah menyelesaikan roman perdananya)
Pengantar: Budi Darma
Penerbit: insist press, 2005
end promo
See you all next week. Rgds.
No related posts.


