Tinggal di IndonesiaEnaknya tinggal di Indonesia. Sekarang film lagi marak2nya berkembang. Novel juga. Sekarang banyak banget novel pop-culture bermunculan. Ini diakui temen penulis gue sendiri di Indonesia. Novel di sebelah kiri ini adalah novel perdana temen gue, Nisha Rahmanti lulusan itb arsitek. Judulnya Cintapuccino
Cerita Sukses Novel
Cintapuccino adalah novel kedua yang gua tau yang secara tidak disangka-sangka menggebrak pasaran dengan baik*. Dalam waktu dua minggu, novel ini mengalami 3 kali cetakan. Bayangin, novel debutan dengan 11 ribu kopi cetakan dalam dua minggu. Jujur, memang tidak ada yang lebih membanggakan bagi seorang penulis selain ngeliat jumlah cetakan di awal buku di bulan dan tahun yang sama. Ini dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Pertama. Berisi materi yang baik dan mengena ke masyarakat. kesalahan penulis sastra modern jaman sekarang adalah mereka terlalu persona dan ngayal dalam menulis. Mereka memakai istilah2 eksklusif yang membuat pembaca jangar. makanya jangan heran kalo novel debutan, 3000 kopi / tahun kejual juga udah bagus. lain halnya sama Cintapuccino. bahasanya mudah dimengerti. Gue, Ninit dan Enda termasuk sedikit orang yang diminta kritiknya mengenai buku ini dari tengah2 project berlangsung dan melihat sendiri bagaimana prosesnya terjadi. detilnya ya, mungkin pembaca tidak perlu tahu. Gue gak akan komen tentang isi ceritanya (bukan karena gak bagus) karena gue pengen pembaca menilai sendiri.
Kedua. Marketing yang Baik. Waktu gua mulai masuk ke dalam komunitas penulis, gua mencermati bahwa rata2 penulis berkata ‘Ah, gua sih gak peduli siapa yang beli yang penting gua bikin buku.’ This, my dear readers, are the dumbest mistake a writer can ever, ever make. orang di cina kenapa bisa hidup lama? karena mereka mengonsumsi semuanya dengan seimbang. Seimbang. Karya yang baik tidak akan terdengar oleh orang jika tidak memiliki marketing strategy yang baik. karya dengan marketing yang baik akan menjadi cemoohan jika materinya buruk. Penulis adalah seniman dan buku adalah seninya. tapi di detik buku itu dicetak 3000 kopi dalam mesin, buku itu menjadi sesuatu yang kita namakan produk dan sebuah produk memerlukan marketing yang baik. (Makanya jomblo cuman kecetak 7 kali…soalnya gue gak bisa gencar promo, udah keburu ke Afrika). Ncha tau sekali akan hal ini dan dia berhasil memarket bukunya dengan baik. Setahu gua Ncha adl orang yang gaul dan supel dan profesinya sebagai penyiar, mengenalkan dia dengan banyak orang.
Ketiga ilustrasi cover yang oke. ini penting. Sudah terbukti bahwa manusia lebih mudah dan cepat mencerna dan tertarik pada grafis dari pada tulisan. makanya cover emang kudu eye catching. Di sini, cintapuccino sampe bikinn gue sendiri rada nyesel kenapa gue gak kenal sama ilustratornya.
Basically, if u want to make a phenomenal book, jangan hanya konsentrasi ke materinya tapi juga ke segala aspek dari buku itu sebagai sebuah produk selain sebuah seni. Hasilnya? Demand naik, masyarakat menjadi aware dan penasaran ingin membeli buku. 11000 kopi tercetak dalam dua minggu (bukan yang terjual ya, yang tercetak). Itu sangat-sangat cepat. tadi siang gue nelpon Rudy, editor kami, (penerbit dan editor kita sama) dan dia cuman bisa geleng2 kepala sama Ncha. Emang top abis marketingnya dan memang begitulah seharusnya seorang penulis. Tidak hanya care akan tulisannya tapi juga dengan marketingnya.
* Dengan segala kerendahan hati, novel pertama yang gua tau yang ngegebrak ya…novel gue.
Profil Ncha
Gue kenal Ncha dari mulai kuliah. Anaknya udah funky dari dulu. berasal dari SMA 3 bandung dan masuk ITB 96 Arsitek. Dia juga adalah penyiar OZ Radio Bandung.
Akhir kata dari gua, selamat untuk Ncha. Excellent Job welldone. untuk readers yang lain, terutama mereka yang memiliki Blog…kalian itu punya blog karena kalian mememiliki kemampuan untuk mengekspresikan diri. So, tunggu apa lagi? You’ll never have time…then make, time. unlike other writers, gue dan Ncha adalah pekerja kantoran juga kok. So, ditunggu gilirannya, dan as always, gue siap bantu.
rgds/ Adhitya
No related posts.


