Things NOT To Do, In Abidjan

1. Never give preman what they want
Jarak dari hotel ke kantor hanya 400 meter. Yang ngeselin adl bahwa sepanjang rute ang gua titi by walking di siang hari, dipenuhi oleh preman yang suka meminta duit atau rokok. Tiap hari gua lewat, tiap hari gua diminta oleh kelompok yang beda-beda. Gua dpt distinctive feeling bhw mereka apal ama gua. Being the only asian, makes me well….let’s just say, conspicuous.

Gua berusaha meng-assess situasi ini dengan berjalan 400 meter ke kantor dengan cara, pretending as if I am casual, cross the street back and forth 16 kali. menghindari berbagai macam geng. Tengok kiri, tengok kanan tengok belakang apakah gua bakal digang-bang atau nggak. nyebrang deh…..16 kali. Quite cumbersome honestly. Nyampe kantor gua udah ngos-ngosan kayak orang baru selesai nimba. Lama-lama taktik ini mulai terlihat sama mereka dan atas dasar keinginan untuk melihat hari esok, akhirnya gua kurangin jumlah penyebrangan gua jadi lebih subtle and normal. 13 kali.

Apakah gua kasih? Gak. Gua hanya ngasih rokok sebatang bagi mereka yang minta tapi gua gak ngasih mereka uang.
Kalo satu dikasih uang, gua dibilangin bhw yang lain pasti ikutan minta dan itu hanya untuk 1 hari itu aja. Besoknya pas gua lewat lagi, whaaa…..gua bisa secara misterius menghilang ditelan bumi. Itu sebabnya juga akhirnya gua nolak apartemen yg mrk tawarkan terletak di jalan yang sama. Whaaa gak makasih. Akhirnya gua dpt 4 km dari kantor. Tapi daerahnya enak. bisa jogging pagi-pagi tanpa disapa ‘Good monrnig sir, kindly give me your shoes if you VALUE YOUR LIFE.’

2. Never try to make a conversation on a boat, speeding 70 mph
If u ever get into a situation as stated in the above…..well you’re toast. 2 weeks ago, they took me to a restaurant reachable only by boat which was waaaaayyyyyyyy beautiful, honestly. Tapi ke sana hanya bisa pake boat. Kita naek speed boat kantor, got out of the port, into the lagoona at faster than the speed of my thought. The bloke was running the boat 70-80 mph. Kaliin sama 1.6 = 112 km/jam on water. It was of course terbuka jadi rambut gua seperti yang baru kesamber naga. Rudi Hadisuwarno kalo sampe liat bakal teriak ke murid-muridnya:

‘Okay student todaywe will learn about ahir do national disaster…tinjau SAMPLE A’ katanya sambil nunjuk gua.

At this speed, gua mencoba basa-basi by stupidly stating the obvious fact that we are running fast.

gue: “Wow this boat is really faaaa..PHHUUUEH

I spat on my manager.

The moral of the story is, Unless u can control your production of saliva. Shut the fuck up till u get to where u are.

Gak kerasa, nanti malem gua pulang. Untuk nikah. Besar kemungkinan bahwa ini adl postingan terakhir gua inggu ini, bulan ini dan dengan status masih selibat.

The next time I post, Ill bemarried…….and all hell will…break loose heheheheheheheheh…

Have a nice weekend guys.

Oh ya, ntar malem gua balik ke jakarta, taking on a 28 hr flight +7 hr time difference. Total is 35 hrs. So, gua gak bakal bisa bales komen. tapi keep writing it anyway ya. Ntar gua sampe jkt, gua bales. Asumsi, internet connection belum dicabut nyokap secara brutal.

Adhitya Mulya….reporting from Abidjan. rgds.

Post to Twitter Tweet This Post

No related posts.

Leave a reply