Optimus Prime

Optimus Prime adalah salah satu mainan yang udah lama gue pengen beli. Cukup lama nunggunya, 20 tahun. Dari dulu Transformers itu udah ada kartunnya. gue nonton. Juga ada mainannya based on kartun itu. nah mainan itu yang gak kebeli sama gue. Itu karena kalo gak salah gak tayang di TV di Indonesia dan maka dari itu gak ada mainannya. Sayangnya gue lagi gak bisa upload gambar somehow jadinya gue gak bisa kasih liat.

Satu hal yang membedakan Transformers classic dan Transfirmers film adalah tingkat kerumitan dari mainannya. Juga, Optimus dalam versi klasik adalah truk normal sedangkan dalam film, dia adalah bulldog truck.

Nah tingkat kerumitannya luar biasa. Pertama kali gue rubah Optmius dari robot ke turck, gue ngerasa bersalah bener karena hasilnya lebih mirip bajaj ringsek. Harga diri gue juga berasa terkoyak karena kok ya sarjana teknik ITB bisa-bisa gagal mengartikulasi manual instruction. Tapi besokannya gue udah fasih mengubah Optimus dari robot ke truck dan vice versa. Cuman aja gue mikir, transformers classic itu punya hukum bahwa mereka bisa berubah bentuk dalam 4 step. Versi film? 23 step. Belum selesai berubah udah bisa ditendangin lawa do’i. Dan ini adalah mainan gue dan Alde sepanjang weekend ini.

“Bapak, bapak Alde want truck!”

Ya udah gue ubah ke truck.

“Bapak Alde want robot!”

Ya udah gue ubah ke robot.

“No no Bapak Alde want truck…”

Weleh…


Category: Uncategorized

Transformers 2

Sumpah ni film keren bener. Banyak yang bilang film ini jelek dan bla bla bla tapi beneran kok keren. Ide ceritanya menarik banget. Bahwa ternyata di dalam piramida mesir itu terdapat…..ya sesuatu. Sesuatu yang cukup signifikan ya, yang mana artinya bagi yang penasaran, lu udah bisa deduksi bahwa apa yang ada dalam piramida itu bukan emak-emak nyasaratau sarung engkong lu. Yang jelas sih tipikal film2 blockbusternya Jerry Bruckheimer yang punya resep satu: kalo jagoannya gagal niscaya dunia kiamat dan elo-elo semua gak akan pernah bisa lagi mengagumi kegantengan gue.

Adegan berantemnya juga seru punya. Sayangnya adegan berantem terbaik ada di 40 menit pertama film dan semua adegan berantemnya gak ada yang bisa menandingi koregrafi berantemnya adegan itu. None the less, ini satu film yang sukses membuat gue gak perlu break rokok keluar studio. Di satu sisi gue takjub sama kreatifnya ide cerita. Bisa-bisanya kepikiran ide seperti itu. tapi jadinya gue bingung, alamak entar mau dia bikin segimana hebohnya lagi Transformer 3? Bagaimana mereka akan tutup warung untuk transformer ini? Apakah akan seburuk Pirates of the caribbean yang mana episode 1nya adalah salah satu film terbaik sepanjang masa tapi pada saatnya sampe episode 3, 4 dari 5 karakter utamanya udah pernah mati dan bisa-bisanya idup lagi? Itu gue bisa liat kecenderungannya di Transformers ini. Ada karakter yang mati eh idup lagi.

Aldebaran juga antusias banget nonton dan sangat engaged terhadap filmnya. Sayangnya halfway thru dia tidur. Gua jadi bertekad untuk beliin dia maenan transformer. Semoga gak patah. kalo patah, bapaknya nangis bombay.

Money well spent.


Category: movies

Happy Birthday

Happdy birthday Bebe

I still love you as much as the first day we fall in love.


Category: Uncategorized

Moving Again

Sejak menikah dari tahun 2004 kita sudah 5 tahun menikah dan sudah menempati 5 tempat tinggal yang berbeda. Tahun 2009 ini kita pindah ke tempat tinggal yang ke-6. Whaaa.

berawal di 2004, kita pergi ke afrika, di sana tinggal di apartemen kantor di area yang bernama capucine. Setelah perang pecah di afrika di 2005 kita pindah ke apartemen kantor di area marcory. Tahun 2006 kita balik ke Indonesia dan brhubung rumah kita sedang dibangun, kita numpang di rumah ortu. Akhir 2006 kita menempati rumah sendiri. Awal 2007 kita pindah ke Singapura dan menempati apartemen kantor di caribbean. setelah 2 tahun, gue ganti terms dari expat ke local singapore employee dan ini mengharuskan kita mencari rumah sewaan sendiri.

Baru kemarin kita pindah. Tempatnya adalah sebuah rumah susun yang homy. Di bawah ada yang jual chicken steak dan chilli crab, nyaaam.

Beberapa hal tentang kepindahan kali ini. Ini pertama kalinya kita harus bayar sewa ke seorang landlord. Yang mana gak terlalu masalah karena di Inedonsia pun, seseorang bayar ke kita sebagai seorang landlord. Kedua, setelah 5 tahun nikah, baru pertama kali ini kita beli TV. Norak ya, tapi gak papa. Somehow beli TV itu sebuah simbol yang penting bagi kita, entah simbol apa. Ketiga, setelah banyak berhitung dan beradaptasi dengan 3 kali perampingan perusahaan, kita memutuskan untuk stick together dan gak pisah negara.

There are many places where we have stayed. The ones I call home are the ones that we can stick together,  like a family should.


Category: Uncategorized

Di Kala Datang Bulan

Nemu informasi yang sangat menarik dan bisa membantu teman-teman muslim mengubah persepsi tentang apa yang boleh dan apa yang tidak di kala datang bulan.

Artikel, gue dapat di sini: http://www.ikhwan-interaktif.com/

Aisyah radhiyallaHu ‘anHu berkata,

“Kami keluar bersama Nabi (dan) kami tidak menyebut kecuali haji. Maka ketika kami sampai di (suatu tempat bernama) Sarif aku haidh. Lalu Nabi masuk menemuiku dan aku sedang menangis, lalu beliau bertanya, ‘Apa yang menyebabkanmu menangis ?’, jawabku, aku ingin demi Allah kalau sekiranya aku tidak haji pada tahun ini. Beliau bertanya, ‘Apakah engkau haidh ?’, jawabku ya. Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya (haid) ini adalah sesuatu yang telah Allah tentukan untuk anak – anak perempuan Adam, oleh karena itu kerjakanlah apa – apa yang dikerjakan oleh orang yang sedang haji selain thawaf di ka’bah sampai engkau suci (dari haidh)’” (HR. al Bukhari no. 305 dan Muslim 4/30)

Hadits yang mulia ini dijadikan dalil oleh para ulama diantaranya Imam al Bukhari yang menjelaskan di dalam Kitab Shahihnya di kitabul haidh bahwa perempuan haidh, nifas dan orang junub boleh membaca Al Qur’an berdasarkan sabda Nabi ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam pada hadits di atas,

“… oleh karena itu kerjakanlah apa – apa yang dikerjakan oleh orang yang sedang haji selain thawaf di ka’bah sampai engkau suci (dari haidh)”

[Artinya boleh melakukan apa saja yang dilakukan oleh orang yang sedang berhaji kecuali thawaf, dan thawaf di baitullah ini sama maknanya dengan shalat sebagaimana sabda Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam,

“Thawaf di Baitullah adalah shalat. Hanya saja Allah menghalalkan bicara di dalamnya” (HR. At Tirmidzi no. 967, dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahiih al Jaami’ush Shaghiir)]

Sehingga selain thawaf di baitullah dan shalat maka boleh bagi muslimah yang dalam kondisi haidh atau nifas membaca Al Qur’an.

Lalu bagaimana dengan hadits – hadits yang melarang wanita membaca Al Qur’an ketika dalam kondisi haidh dan nifas ? Berikut penjelasannya :

Hadits Pertama

“Janganlah perempuan yang haidh dan orang – orang junub membaca sedikit pun juga dari Al Qur’an” (HR. at Tirmidzi no. 121, Ibnu Majah no. 595 dan lainnya)

Hadits tersebut dicatat oleh para Imam Hadits dari Ismail bin ‘Ayyaasy, dari Musa bin ‘Uqbah, dari Nafi, dari Ibnu Umar.

Berkata Imam al Bukhari, “Ismail (bin ‘Ayyaasy) munkarul hadits (apabila dia meriwayatkan) hadits dari penduduk Hijaz dan penduduk Irak”. Berkata al Hafizh Ibnu Hajar dalam Talkhisul Habir 1/138, “Di dalam sanadnya ada Ismail bin ‘Ayyaasy, sedangkan riwayatnya dari penduduk Hijaz dha’if dan diantaranya (hadits) ini”. Sehingga demikian status hadits tersebut adalah dha’if.

Hadits Kedua

“Perempuan yang haidh dan orang junub, keduanya tidak boleh membaca sedikit pun juga dari (ayat) al Qur’an” (HR. ad Daruquthni 1/117)

Imam ad Daruquthni mencatat hadits ini dari seorang laki – laki, dari Abu Masy’ar, dari Musa bin Uqbah, dari Ibnu Umar.

Hadits tersebut dha’if karena ada rawi yang mubham (yang tidak disebut namanya yaitu dari seorang laki – laki).

Hadits Ketiga

“Tidak boleh bagi perempuan yang haidh dan nifas membaca (ayat) Al Qur’an sedikit pun juga” (HR. ad Daruquthni 2/87 dan Abu Nua’im di kitabnya al Hilyah 4/22)

Imam hadits mencatat hadits tersebut dari Muhammad bin Fadl, dari bapaknya, dari Thawus, dari Jabir.

Di dalam sanad hadits tersebut terdapat Muhammad bin Fadl bin ‘Athiyyah yang telah dikatakan oleh para Imam ahli hadits sebagai pendusta sebagaimana keterangan al Hafizh Ibnu Hajar dalam Taqribnya 2/200. Di kitabnya yang lain yaitu Talkhisul Habir 1/138, Ibnu Hajar mengatakan bahwa orang ini matruk. Sehingga demikian status hadits tersebut maudhu’ (palsu).

Maraji’ :

Al Masaail Jilid 5, Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat, Darus Sunnah, Jakarta, Cetakan Kesatu, November 2005.

Category: islam

African Days

Setelah baca blognya Alaya tentang serial TV The No 1 Ladies’ Detective Agency, kita segera nonton juga.

Serial ini didasari dari novel dengan judul yang sama dari Alexander Mcall Smith, orang yang lahir dan besar di Botswana.

Yang menarik dari serial ini adalah bahwa syutingnya semua di Gaborone,  Botswana. Mengingatkan kita akan hari-hari Afrika kita dulu 2004-2005. cara mereka berpakaian, cara mereka ngomong, kursi plastik di diskotik.

Yang khas juga dari Afrika adalah banyaknya pasir di pinggir jalan. Botswana mendapat banyak pasir dari angin yang menghembus dari padang pasir Kalahari. Abidjan, tempat kita dulu, penuh dengan debu dari padang pasir Sahara.

Things I miss from Abidjan: Perahu, marina, udang, roti coklat bikinan toko patiseri dengan rasa world class deket apartemen yang bisa kita dapatkan dengan harga gopek, espresso, mmm…

Kita seneng kita pernah tinggal di Afrika. Setidaknya sekali seumur hidup memang sebaiknya kita punya kesempatan untuk merasakan tinggal di satu negara tertinggal, satu negara maju dan tentunya, negara sendiri. Setidaknya untuk perbandingan. Untuk bersyukur dengan apa yang negara kita punya.

Dulu gue selalu komplen akan Indonesia. Setelah gua pulang dari Afrika, Indonesia ternyata gak jelek-jelek aman. Bahkan sekarang udah cukup berprogres jauh dari 1998.

Anyways, nonton serial ini jadi kangen Afrika.


Category: life

Sweet Child o’Mine

Tadi malem sesaat sebelum tidur, tiba-tiba Aldebaran bilang bahwa dia ingin a birthday party untuk ulang tahun ketiganya.

Alde want balloon,

Alde want chocolate cake

Alde want friends.

kemudian gue bilang “Alde, I promise you will have your birthday party okay.”

Setelah itu dia tidur.

He’s got a smile that it seems to me
Reminds me of childhood memories
Where everything
Was as fresh as the bright blue sky

Now and then when I see his face
He takes me away to that special place
And if I’d stare too long
I’d probably break down and cry

Sweet child o’ mine
Sweet love of mine

He’s got eyes of the bluest skies
As if they thought of rain
I hate to look into those eyes
And see an ounce of pain
His hair reminds me of a warm safe place
Where as a child I’d hide
And pray for the thunder
And the rain
To quietly pass me by

Sweet child o’ mine
Sweet love of mine

Where do we go
Where do we go now
Where do we go
Sweet child o’ mine

A catchy tune. Especially this part:

I hate to look into those eyes
And see an ounce of pain

Aldebaran, I promise you that birthday party.

Some day when you and your little brother are old enough, you will read my personal black book.

You will there and then see, how far your parents went, to ensure there is not an ounce of pain in your eyes.


Category: aldebaran, kids and parenting, life, love

Hari-Hari Seperti Ini

Bertahun-tahun yang lalu, gue berkata pada diri gue, akan datang masanya hari-hari ini. Di mana cobaan yang sama datang bertubi-tubi tanpa ampun.

Gue cuman bisa bersyukur dengan apa yang ada. Dan bersabar dengan apa yang nggak.


Category: gua, life

Caleg-Caleg itu…

Beberapa hal tentang pemilu ini yang mencengangkan.

Gue nganga ngeliat betapa tiap pinggir jalan penuh dengan spanduk caleg. Sementara tiap caleg kehilangan uang mereka, bisa dipastikan jemaah haji tahun ini dan tahun depan , 90% adalah tukang sablon dan percetakan.

Gue gak habis pikir dengan caleg yang dengan jitunya mengira bahwa dengan muncul kemaren sore, dia bisa mendapatkan suara yang banyak. Bukankah dukungan yang murni datang dari waktu dan pengabdian?

Gue senang melihat bahwa di masa yang katanya krisis ini, setidaknya banyak sekali kejadian perataaan kesejahteraan sosial. Liat aja, semua caleg nyumbang kalo nggak uang, pasti barang ke rakyat. Ada yang nyumbang uang, bangunin mesjid, dirikan tiang listrik, kasih karpet ke musholla dan lain-lain. bahkan ada yang sampe bangun jalan. Coba kalo gak ada caleg2-caleg ini, uangnya pasti ngumpul di sebagian kecil orang. Selain manuver ekonomi yang jitu dari sri mulyani, faktor pemilu ini juga telah sangat membantu kesejahteraan rakyat.

Gue suka geli sama kasus caleg-caleg yang minta uangnya balik. Ada yang ngasih karpet ditarik lagi. Ada yang beliin sak semen, ditagih lagi. yang paling parah itu nyumbang tiang listrik dan diambil lagi. I mean seriously, kalo udah diambil lagi, apa iya mau ditaro di ruang TV?

Gue heran sama partai-partai yang dari sekarang udah bincang sana sini. Kok buru-buru amat ya? kan dari 171 juta suara, baru 6 juta suara yang terhitung. Bisa jadi di akhir hari peringkatnya berubah.

Gue sedih sama mereka yang bunuh diri, atau kampanye sampe meninggal. Atau sampe gila. Ini benar-benar membuktikan bahwa kita itu gak bisa muncul kemaren sore untuk mendapatkan simpati rakyat. Simpati dan dukungan rakyat butuh tahunan dan relationship untuk dibangun.

Semua ini untuk Indonesia yang lebih baik pastinya. semoga hasilnya yang terbaik bagi kita. Amien.


Category: politics

Masih Tentang Anchor Kita

Insomnia gue kumat nih. Padahal harus kerja secara kerjaan baru kuli bener. Anyway, masih tentang anchor-anchor kita, adik sepupu gue kerja di di sebuah stasiun TV di bagian HRDnya. Sejatinya setiap hari dia melihat anchor-anchor idola itu berkeliaran seperti ayam lepas.

Pas kemaren ke Indonesia, penasaran gue tanya,
“Eh Bung, beneran gak sih analisis di blog Abang?” For the record, sepupu gue adalah gaids cantik bernama Bunga, bukan orang medan yang tereak HEH BUNG.
“Wah salah semua Bang!”
“He?”
“Iya, satu-satunya yang bener adalah mereka itu pinter. Tapi masalah nama dan tampang justru kebalik.”
“Contoh.”
“Ya itu, nama aslinya bisa aja Tukinah. Tapi atas pertimbangan yang matang, berubahlah nama itu menjadi Diana Saszyafufunaszzzaaah.”
“Bener juga.” Memang gak semua orang pinter di dunia ini punya orang tua yang sama pinternya. Kebayang kan kalo anaknya berbakat jadi penyiar tapi orang tua dengan kejamnya ngasih nama Aneh Tapi Nyata Kusuma Wardana.
“Tapi mereka setidaknya cantik-cantik ya.”
“Itu juga nggak Bang!”
“He?”
“Lha bang Adit kan fotografer, tau doing istilah fotogenik?”
“Iya.”
“Di TV itu ada yang namana camera face.”
“Maksudnya?”
“Di di liat pake kamera, cantik bang. Tapi kalo ni cewek keluar kantor dan ketabrak bajaj, NISCAYA GAK ADA YANG MAU NOLONGIN!!!”

HUAHAHAHAHAHAHA, ancur ade sepupu gue.


Category: humor