Pencabutan Subsidi BBM

Efek dari Harga Minyak Bumi

Jika ada anggota DPR di luar sana, atau orang yang merasa cukup pintar untuk menghitung bahwa kenaikan harga minyak bumi tidak perlu berimbas pada kenaikan BBM, maka gue ingin mengajak semua orang ini untuk bekerja di industry transportasi.

 

Dua belas hari lagi dari sekarang gue akan sudah bekerja 11 tahun di perusahaan transportasi kapal laut terbesar di dunia. Di tahun 2008, gue dibangunkan dari tidur dan dihadapkan pada 1 realitas. Ketika harga minyak bumi naik dari $80 ke $100 per barrel, harga bunker kita (bunker = bensin untuk kapal laut) naik juga. Naik ke tahap di mana kami mulai mecat-mecatin orang. Antara 2008-2009, gue mengalami 3 kali perampingan perusahaan. Itu sebabnya gue gak pernah nulis lagi. Gue terlalu sibuk mengejar karir dan mencoba survive (Alhamdulillah sekarang surviving). Apakah gue menyalahkan company gue atas hal ini? Tidak. Company gue hanya berusaha bertahan hidup melawan kenaikan bunker price yang terjadi karena naiknya oil price ini.

 

Apakah ini terjadi hanya di perusahaan gue? Tidak. Industri transportasi penerbangan terkena lebih parah. Pertama mereka melakukan perampingan. Jutaan orang worldwide dari industry penerbangan kena PHK. Mereka yang survive tidak diPHK, harus mendapatkan potongan gaji 10-25%. Company gue yang mana adalah industry transportasi laut, tidak separah itu. Kita masih naik gaji. Kita masih dapet bonus. I am so very lucky.

 

Separah itulah dan selangsung itulah, efek kenaikan harga minyak bumi kepada hajat hidup orang banyak. Jadi kalo ada manusia yang ngerasa cukup pinter dan sotoy untuk ngitung-ngitung, sini lo, kerja bareng gue di industri transportasi. Sehari juga udah kena pecat kali.

 

Bagaimana Sih Korelasi Minyak Bumi Indonesia?

Fakta 1: Kita mengekspor minyak mentah dan mengimpor BBM (minyak jadi).

Fakta 2: perbandingannya, jumlah ekspor minyak mentah kita < jumlah impor BBM

Fakta 3: harga 1 barrel minyak mentah < harga 1 barrel BBM. Perbandingannya jauh pula. 2:3 atau 1:2 sekarang.

Banyak anggota DPR yang bilang, kalo harga minyak bumi naik, Indonesia sebenarnya untung. Well, no. karena kita mengimpor BBM > ekspor minyak mentahnya. Jadi ketika harga minyak bumi naik, harga BBM juga naik. Ini yang anggota DPR luput untuk pikirkan.

 

Kenapa subsidi BBM harus dikurangi?

Sekarang ambil 2 asumsi.

Asumsi 1: perbandingan jumlah ekspor import kita 2:3

Asumsi 2: perbandingan harga minyak bumi vs BBM jadi 2:3 juga (ada yang bilanmg udah 1:2 malah).

Asumsi 3: Jika harga minyak bumi naik 10%, katakanlah harga BBM jadi yang kita beli juga naik 10% (padahal sebenernya nggak. Naiknya eksponensial).

Liat aja matematikanya.

neraca awal = harga x jumlah =  2×2 (ekspor) : 3×3 (impor) = 4:9 (belum apa-apa, pemerintah jebol 4-9 = 5)

Harga setelah kenaikan 10% jadi: 4.4 : 9.9 (pemerintah jebol 0.5)

Setiap kenaikan 10%, pemerintah jebol 0.5. Nah kebayangkan kalo naiknya lebih dari 10%.

Penambahan ini lah yang pemerintah gak sanggup lagi untuk subsidi.

 

Apakah Benar Pemerintah Gak Sanggup Subsidi?

Sanggup sih. Yang gak sanggup adalah men-subsidi penambahan harga yang terjadi akibat kenaikan harga itu. Jika kenaikan harga ini selalu diimbangi dengan penambahan subsidi, maka akan tersisa lebih sedikit uang untuk pembangunan infrastruktur. Lama-lama, ekstrimnya bukan ga mungkin semua anggaran habis untuk subsidi.

 

Apakah Ada Cara Lain Selain Menurunkan Subsidi BBM?

Jawabannya, ya dan tidak.

Untuk jawaban ada, apa saja solusi lain itu?

Pertama: Efisiensi anggaran. Bagi kalian yang pernah baca kompas, subsidi BBM dan listrik + belanja gaji PNS = 60% APBN. Hanya tersisa 40% untuk pembangunan infrastruktur dan perkembangan bangsa. Mohon maaf bagi pembaca yang PNS tapi harus diakui, kalian itu jumlahnya kebanyakan. Apakah ini salah kalian? Tidak kok. Salah pemerintah jaman ORBA yang memaksa menyerap PNS gede-gedean dulu. Kita bisa memertahankan subsidi BBM jika jumlah PNS dikurangi dan dibuat efektif. Mungkin 60% dari jumlah sekarang. Agenda ini sudah dipush sekuat tenaga oleh Agus Marto, menkeu kita sekarang. That’s a good start.

 

Tapi apakah ini gampang? Ini akan susah. Sebagian dari kita pasti tahu bahwa saking enaknya jadi PNS, banyak orang termotivasi menjadi PNS karena benefitsnya. Sampai-sampai, orang yang gak punya koneksi, bersedia nyogok 20-80 juta per kursi. Orang yang punya koneksi, menitipkan saudaranya untuk menjadi PNS. Merampingkan jumlah PNS tidak bisa dalam 1-2 hari. Sedangkan minyak bumi bisa naik dari $80/barrel jadi $120/barrel dalam 2 hari. Good luck fighting that one.

 

Kedua: Berantas korupsi di mana-mana. Gayus punya asset 100 milyar dari hasil penggelapan pajak. Yang mana jika semua perusahaan yang Gayus tangani bayar pajak semestinya, negara bisa mendapatkan trilyunan. Apakah hanya Gayus saja? Itu kemarin ada Dhana. Kemarin lagi ada Bahasyim Asyafii yang punya asset 800 milyar. Itu dari sektor pajak aja. Anggota DPR juga gitu. Setiap kali daerah minta dana untuk membangun jembatan atau jalan, badan Anggran meminta fee antara 4-6% atau bahkan 10% dari nilai permintaan. Gue pernah denger cerita miris bahwa ada bupati yang tidak memiliki cara lain selain menyuap anggota DPR untuk mendapatkand ana untuk membangun daerahnya. Caranya? Miris. Sang bupati sampe harus meminta uang pada anak-anak buahnya. Salah satu anak buahnya, sampai mencairkan deposito mertua. Orang baik pun dipaksa jadi jahat untuk mendapatkan uang dari badan anggaran. By the way, Bahasyim, Gayus dan Dhana itu aktif di masa pemerintahan menteri mana? Sri Mulyani.

 

Ketiga: Gunakan APBN yang tersisa untuk membangun infrastruktur energy terbarukan, atau bangun PLT dengan tenaga batu bara. Contohnya:

  1. Pastikan setiap lampu fasilitas umum memiliki energy dari solar panel. Bupati Sarmi, Eduard Fonataba di Papua membuat terobosan di mana dia menggunakan APBDnya untuk menginstall solar panel di setiap rumah warganya, gratis. Multiplier effectnya:

-      Bupati tersebut tidak perlu meminta PLN untuk menggali kabel sampai daerah sana (cost saving untuk APBN).

-      Rakyat Sarmi yang tadinya membeli solar untuk menerangi rumahnya, sekarang memiliki energy gratis dari matahari. Tiba-tiba daya beli rakyat papua meningkat karena uang yang tadinya habis untuk solar, mereka dapat tabung dan belikan seragam untuk anak-anak mereka.

  1. Sekarang ini 51% energy yang PLN gunakan sudah berasal dari batu bara karena solar sudah terlalu mahal. Ini adalah langkah pemerinta yang sangat smart. Entah apakah ini ide Jusuf Kalla, SBY atau Dahlan Iskan.
  2. Bangun PLT panas bumi (PLTG = pembangkit listrik tenaga geothermal). Tenaga panas bumi adalah gratis dan satu lagi karunia Tuhan pada negara Indonesia. Kita hanya perlu mengharnessnya. Dulu Jusuf Kalla pernah marah-marah pada seseorang karena orang itu gak mau memberikan jaminan untuk proyek pembuatan sebuah PLTG. Tau siapa orang itu? Sri Mulyani.

Intinya sih, menggunakan APBN, membangun infrastruktur yang memetik energy yang gratis atau yang kita punya secara berlimpah. Baca: tenaga matahari. Batu bara (cadangan kita cukup untuk 200 tahun dibandingkan minyak bumi yang cukup untuk 12 tahun). Tenaga angin untuk daerah-daerah pesisir yang menghadap hamparan samudera.

 

Untuk tenaga angin ini, gue baru tahu bahwa Indonesia adalah lokasi pertemuan dua angin besar dari hamparan samudera pasiik dan hindia. Keduanya bertabrakan di Indonesia sehingga saling membatalkan. Artinya kecepeatan anginnya sangat rendah dan tidak cukup untuk membangun energy. Cuman ya, ada beberapa daerah di Indonesia (baca pesisir pantai) yang mendapatkan angin kencang konstan sepanjang tahun. Itu lumayan banget.

 

Keempat: Bangun lebih banyak kilang refinasi. Deangan begini, kita bisa mengurangi BBM jadi dan hanya membeli minyak mentah. Dengan begitu, kita lebih hemat. Sekarang ini kan kita harus menjual 3 barrel minyak mentah untuk membeli 1-2 barrel BBM jadi. INi karena kilan refinasi kita gak cukup banyak. Kalo banyak, maka minimal rasionya bisa lebih seimbang, jadi 1 barrel minyak mentah ekspor untuk mengcover 1 barrel minyak mentah impor.

 

Kemudian timbul pertanyaan, kalo sudah cukup banyak refinasi, kenapa sih kita harus masih ekspor dan impor minyak mentah? Itu karena karakteristiknya beda-beda. Contoh: minyak bumi dari tanah Amerika hanya cocok untuk menghasilkan minyak jadi kualitas rendah yang cocok untuk kapal laut. Sedangkan minyak dari Libya, sangat bagus sehingga hanya butuh 1 kali refinasi untuk menjadi BBM (kepada teman-teman oil engineers, correct me if I’m wrong here…)

 

Kelima: Mengurangi subsidi BBM. Ini adalah solusi yang paling cepat dan bagus karena dua factor:

  1. Bagus karena minyak bumi bisa naik dalam 1 hari. Sedangkan 4 solusi pertama butuh 5-10 tahun untuk membuatnya.
  2. Bagus asalkan hasil dari pengurangan subsidi ini dipakai untuk membangun 4 opsi pertama. Dan in lah niat pemerintah.

 

Tapi itu dia masalahnya. Partai politik menggunakan isu ini untuk memerlihatkan pada rakyat bahwa mereka membela rakyat. Maklum, pemilu capres 2 tahun lagi. Di depan TV dan kamera mereka tampak membela rakyat hari ini.

 

Masalahnya adalah, dengan tidak adanya pengurangan subsidi, ada lebih sedikit uang di APBN untuk membangun infrastruktur energy yang gue paparkan. Efeknya, guenya sih enak. Tapi anak cucu gue? Mereka suatu hari akan menjadi budak minyak bumi dan berkata, “iya, ada orang tolol di jama bokap gue yang gak mikir jauh ke depan…”

 

Mau anak kita ngomong gitu?

 

Mau berantas korupsi dulu sebelum cabut subsidi BBM? Itu belasan tahun aja gak beres-beres kok. Gus Dur gak bisa. Mega gak bisa. SBY gak bisa.

 

Mau bangun kilang refinasi, PLTG, bangun kincir angin sebelum cabut subsidi BBM? Pertama, itu butuh 3-5 tahun. Bangun kayak gituan gak bisa besok selesai. By the time we build it, Subsidi sudah makin parah.

 

Mau rampingkan PNS? Itu pertanyaan yang bagus tapi butuh berbulan-bulan prosesnya, jika tidak bertahun-taun. Belum lagi pasti ini dipolitisir sama anggota DPR atas nama yang sama dengan menahan cabutan subsidi BBM. Yaitu, “Atas nama Rakyat”.

 

Mencabut subsidi BBM bukan satu-satunya opsi. Tapi kenaikan harga minyak bumi itu nyata. Benar-benar nyata. Dan opsi-opsi lain yang ada di meja, makan tahunan sebelum efeknya kita rasakan.

 

Apakah gue suka dengan SBY? Gue menilai dia lambat dalam memberantas korupsi, so, no, gue gak suka. Tapi u know what? Gue lebih percaya pada SBY + menteri-menterinya seperti Dahlan Iskan, Gita Wirwayan, Agus Marto ketimbang anggota-anggota DPR yang tidak pernah tulus membela rakyat. Setidaknya pemerintahan kali ini terlihat ketulusannya. Liat SBY, meski gua gak suka dengan kelambanannya, dia masih santun. DAlam pidato BBMNya, udah dikebiri sama DPR, masih bilang terima kasih. Anggota DPR bisanya apa? Melancong dengan biaya 5 milyar per trip (bawa istri pula), pulang-pulang minta bancakan ke setiap bupati. Elo mau percaya sama orang kayak gitu? Mana yang elo lebih percaya? Gue sih pemerintah.

 Rgds.


Category: politics

Rakyat & Transportasi

Kisah 2 Anak Manusia

Kondisi solidnya ekonomi di Indonesia telah membuat banyak orang berpindah kategori dari golongan bawah dan masuk ke golongan menengah. Jangan terlena dulu, karena yang namanya golongan menengah secara definitive adalah golongan yang earningnya $2-$2000 per hari. Gue llupa batas atasnya berapa, kalo gak salah $2000, you might want to google this. Anyway, itu cakupannya luas banget. Dalam konteks ini, mari kita lihat kehidupan 2 anak manusia yang bernama Andi dan Rahman yang bertetangga di Depok. Keduanya kerja di Jakarta. Mari kita lihat keseharian mereka.

Andi adalah seorang pegawai sales dari sebuah perusahaan. Gaji Andi adalah rp 3 juta perbulan ($11/hari). Dari sini terlihat Andi menempati bagian tengah dari golongan menengah.

Rahman adalah seorang pegawai sales dari perusahaan yang lebih kecil. Gaji Rahman adalah Rp 1 juta ($3.6/hari). Dari sini terlihat bahwa Rahman berada di batas bawah antara golongan menengah dan golongan miskin.

Andi berangkat kerja memakai mobil. Tapi dia menghabiskan 1.5 juta (50%) gajinya untuk bayar bensin. Gue aja waktu tinggal di Jakarta Selatan menghabiskan bensin 2 juta per bulan. Gak kebayang perjuangan mereka yang bergaji pas 3 juta. Bensin bisa menghabiskan 50% gaji Andi karena macet. Karena terlalu banyak mobil, jadi macet. Macet = boros bensin. Macetnya juga gak tanggung-tanggung. 1.5 jam di pagi hari dan 2 jam pulan ke rumah. Tangki bensin 40 liter itu, isinya terbuang percuma.

Rahman lebih prihatin dari Andi. Mobil aja dia gak punya. Rahman pergi memakai bus kota. Murah, tapi tetap kena macet dan lama. Dia kemudian memilih kereta yang selalu penuh. Hati ngebatin, dan naik kereta itu jauh dari nyaman, tapi Rahman harus menghemat uang.

Keduanya punya masalah yang sama selain uang yang habis di transportasi. Yaitu kenyataan bahwa waktu adalah uang. Di Singapura, seorang sales dapat melakukan sales visit ke klien 4-5 lcient per hari karena transportasinya efisien. Di Jakarta, Andi yang memakai mobil hanya bisa bertemu 2-3 klien. Rahman hanya bisa bertemu 2-3 klien juga. Ketika Andi harus ngedrop barang dagangan, itu pun terbatas karena macet. Rahman lebih parah Dia ngedrop barang dagangan naik bus, repot.

Apa Pilihan para golongan middle class ini?

Apakah di Jakarta itu transportasi massalnya kurang baik? Well baik-buruk itu relative.

Tapi yang jelas, kurang banyak. Kurang banyak untuk mengakomodir 12 juta penduduk Jakarta + 3 juta commuter dari area BODETABEK. Andi dan Rahman dan 15 juta orang yang bekerja di Jakarta punya pikiran yang sama, menghindari macet = punya lebih banyak waktu = lebih produktif dalam kerja = income tambahan + bisa punya waktu tambahan untuk keluarga. Bagi Andi, punya mobil itu menyedot keuangan dia. Bagi Rahman, transportasi umum tidak cukup cepat membawa dia menjadi lebih produktif. Keduanya mencari aternatif yang dapat menghindarinya dari kemacetan.

Rahman berada di garis antara golongan miskin dan menengah, Dia gak mampu beli mobil. Pilihan dia adalah:

1. Transportasi umum yang kurang memadai secara jumlah dan waktunya tidak dapat diandalkan

2. Motor

Andi mampu dan sudah punya mobil. Pilihan dia adalah:

1. Mobil

2. Transportasi umum yang kurang memadai secara jumlah dan waktunya tidak dapat diandalkan

3. Motor

Rahman yang ingin menjadi lebih produktif, akhirnya memilih motor. Andi yang mampu beli mobil, akhirnya juga beli motor.

Bagi Andi, ini adalah penghematan langsung untuk incomenya. Bagi Rahman, naik motor bensinnya gak lebih murah dari uang yang dia keluarkan naik kereta, tapi dia dapat bertemu lebih banyak klien dan punya kesempatan menjadi lebih produktif. Again, produktifitas tinggi = income lebih banyak.

Aplikasikan kasus Andi dan Rahman pada kita dan kita akan mengerti kenapa sekarang ada banyak motor. Yang gak mampu mending membeli motor untuk menghindari macet. Beberapa orang yang mampu beli mobil, meninggalkan mobilnya di rumah dan memakai motor.

Bagi golongan menengah, motor adalah pilihan yang lebih baik karena biaya bensin mengambil porsi besar dari income mereka. Golongan atas yang kaya, mungkin bensin 3-4 juta itu hanya 2-3% gaji mereka. Gak kerasa. Bagi Andi, kenaikan BBM akan menjadikan naik mobil itu sesuatu yang mewah bagi dia. Bagi Rahman, kenaikan BBM itu akan menaikkan tariff angkotnya. Bahkan bus pun akan jadi mewah bagi dia.

Penduduk Jakarta, meski mereka sering memaki pengendara motor, percaya atau tidak seharusnya bersyukur bahwa motor menjadi pilihan. Kenapa? Karena yang menjadi Andi itu bukan 1 orang, guys. 1 juta orang! Ada ratusan ribu orang mampu, yang memutuskan untuk tidak memakai mobilnya atau tidak membeli mobil meski mampu dan memakai motor. Anggaplah 1 juta orang. Kebayang gak jika orang seperti Andi ini memilih mobil? Niscaya Jakarta hari ini akan memiliki 1 juta mobil lebih banyak dari yang sekarang. Dan tahukah kita, bahwa 1 mobil itu memakan ruang jalan = 6 motor? Coba 1 juta orang ini membeli mobil ketimbang motor. Kebayang gak macetnya jakarta?

Motor secara langsung telah memerlambat laju pemadatan jalan di Jakarta, karena golongan menengah ini.

Saat ini semua orang dipukul oleh kenaikan BBM. Semua orang kecuali golongan atas, teriak.

Golongan menengah yang memakai mobil jelas teriak karena proposi bensin dari gaji mereka akan meningkat, sedangkan gaji belum tentu naik.

Golongan menengah dan miskin yang memakai motor juga teriak akan hal yang sama.

Golongan menengah dan miskin yang memakai kendaraan umum juga teriak karena angkot dan bus akan menaikkan tariff mereka.

Lantas dengan kenaikan BBM ini apa yang akan terjadi?

Ini yang akan terjadi:

1. Akan ada lebih banyak golongan menengah pemakai mobil yang beralih memakai motor dan transportasi umum. Bagi mereka, memakai mobil tidak akan making sense lagi dan motor atau kendaraan umumlah pilihannya. Makin banyak orang seperti Andi.

2. Akan ada lebih banyak golongan menengah pengguna kendaraan umum yang beralih memakai motor. Bagi mereka, gaji mereka terlalu kecil sehingga kenaikan tariff angkot, mikrolet dan bus sudah tidak making sense lagi. Sebagai ilustrasi: untuk pergi dari pin A ke B, Rahman butuh 3 kali naik angkot. Masing-masing monta 2000. Total satu trip 6000, Itu sama dengan 1 liter bensin. Lebih making sense make motor kan?

Di Mana Rahasia Pemerintah Kota?

Pertama, kita harus pisahkan yang namanya pemerintah. Pemerintah kota (pemkot) dan pemerintah pusat (pempus). Kedua, kita lihat dulu rantai kejadiannya.

Kenaikan BBM itu instruksi dari pempus. Kenapa?

Karena Pempus tidak punya pilihan lain. Kenapa?

Karena pembangunan di daerah yang berarah bottom up (ditentukan dari daerah) menciptakan kondisi di mana peningkatan mobil lebih tinggi dari pengingkatan pemakaian transportasi umum. Kenapa?

Karena semua kota lebih suka membangun jalan ketimbang membangun rel kereta. Lebih suka membangun jalan ketimbang bikin transbandung atau transolo misalnya.

Kenapa kebanyakan pemda tidak mengelola transportasi umum? Kenapa pemda malah membolehkan angkot dikelola swasta?

Karena system transpotasinya dikelola terbalik. Di negara lain, transportasi itu meliputi hajat hidup orang banyak. Karenanya menjadi tanggung jawab pemerintah. MRT di Barcelona hanya 1 euro. Mungkinkah segitu? Nggak! Pemerintah spanyol mensubsidi 5-6 eruo untuk setiap trip saking mahalnya biaya operasi di sana. Harga MRT di Singapura hanya 1-2 dolar. Emang segitu costnya? Nggak. Pemerintah sinigapur memanage uangnya dan mensubsidi biaya operasi MRT itu.

Di Indonesia, terbalik. Uang pemda dan pemkot gak cukup atau habis dikorup, sehingga pemda dan pemkot melakukan hal berikut:

1. menyerahkannya pada swasta. Di negara lain, pemda yang menentukan rute transportasi. Pemda yang keluar uang membangun infrasrtukturnya. Pemda yang menentukan harga tarifnya. Dan pemda yang mensubsidi marginnya. Pemda di kota-kota di Indonesia, terbalik. pengusaha angkot yang malah datang ke pemda. Mereka bayar uang untuk buka trayek. Tarif? Terserah swasta. Pemda untung berkali lipat. Keuntungan pertama, mereka tidak keluar uang untuk infrastruktur, malah pengusaha angkot yang usaha keluar uang beli 200 unit angkot. Pemda malah dapat uang trayek. Tahukah elo, bahwa ada 1 ruas jalan di jalan Ahmad Yani Bandung yang dilalui 14 rute angkot? Ngehek kan? Pemda juga tidak mensubsidi apa-apa. Pemda untung 3 kali. Kita ini memilih siapa yang layak menjadi gubernur, walikota dan bupati, tapi mereka tidak bekerja untuk kepentingan kita. Ini yang membuat kita sulit. Ketika BBM naik, ya tariff angkot juga naik lah.

2. Ketika pemda dan pemkot melihat pilihan antara bangun MRT dan bangun jalan, ini yang mereka lihat:

Bangun MRT:

Biaya infrastruktur, dari pemkot

Biaya operasi kereta, dari pemkot

Biaya subsidi tariff, dari pemkot

Bangun jalan:

Biaya infrastruktur, dari pemkot

Biaya operasi mobil, dari rakyat sendiri yang memakai mobil

Biaya bensin, dtanggung rakyat sendiri

Malah, pemkot dapat uang besar sekali dari pembayaran STNK tahunan yang mana adalah 5% dari nilai mobil.

Keputusan pemkot: bangun jalan lebih hemat bagi pemkot. Biaya hidup ditanggung rakyat sendiri. Pemkot malah dapet duit dari pajak.

Yang dibangun hanya jalan, jalan dan jalan. Yang subur hanya motor dan mobil. Pajak mobil lebih mahal. Bensin mobil lebih mahal. Transportasi umum kurang banyak. Pilihan rakyat apa?

Yep, you guessed it.

Motor.

Motor – Ibarat Jodoh terakhir yang buruk rupa tapi kita nikahi karena tidak ada lagi pilihan lain

Apakah motor solusi yang efektif? Tentu tidak.

Apakah motor bahkan sebuah solusi? Tentu tidak.

Tapi mau gimana? Kenyataan yang ada sekarang ini, Pemkot gak akan mengubah mindsetnya menjadi abdi rakyat. Mereka gak akan mau invest apalagi menanggung subsidi transportasi. Lebih baik suruh rakyat memakai mobil atau motor. Ini jepitan pertama rakyat. Jepitan kedua, antara mobil dan motor, mobil lebih boros bensin, pajaknya lebih mahal. Ya motor lah yang menjadi pilihan terakhir golongan menengah (dan golongan miskin).

Apa solusinya?

Gampang aja.

1. Kemauan pemerintah untuk merubah mindsetnya menjadi abdi rakyat, bukan tukang pajek.

2. Kemauan pemerintah untuk merubah undang-undangnya. Agar transportasi mereka tanggung.

3. Kemauan pemerintah untuk berhenti korupsi. Dengan sedikit korupsi, lebih banyak anggaran untuk bangun MRT.

4. Kemauan pemerintah untuk mereduksi PNS menjadi 40%-50%. Kerjanya lebih efektif. Dan akan ada sisa anggaran untuk membangun infrastruktur.

Sampai ini terjadi, kita bisa expect angka penjualan motor terus meroket. Selama semua paparan di atas menjadi realitas, kita bisa lupakan semua kebijakan, semua andai-andaian. Suka atau nggak, orang akan memandang motor sebagai solusi keuangan mereka. Solusi untuk mereka survive.

Rgds.


Category: gua, politics

Jualan DVD Jomblo (Film & Serial)

Dear pembaca yang setia mantengin blog gue karena kangen sama kegantenjgan gue yang mendunia ini… *tiaraaap*

 

Jadi ini. Selama tahun 2077 sampe 2011 kemaren, banyak orang yang nanya sama gue, di mana mereka bisa DVD film dan serial TV Jomblo. well, waktu itu udah abis.

 

Gue inisiatif nanya ke sinemart dan mereka bersedia mencetak ulang DVD untuk film dan serialnya. Lumayan terbatas. Maksud gue, kalo ada satu juta orang mau beli, ya gak akan cukup. (siapa juga yang mau beli satu juta kopi, ngeheee….)

 

DVD Film Jomblo

Harganya 39000 + ongkos kirim ya.

Hanya bisa dibeli eksklusif di sini: http://books.istribawel.com/detail-jomblo-film.html

 

 

 

 

 

 

 

DVD Serial TV Jomblo

Harganya: 105000 + ongkos kirim

Hanya dijual eksklusif di sini: http://books.istribawel.com/detail-jomblo-serial-tv.html

Ada sedikit disclaimer tentang serial TV Jomblo ini guys, sebaiknya kalian baca dulu ya.

 

1. Serial Jomblo ini ceritanya kurang tersusun rapi. Kerangka cerita untuk satu season sebenarnya ada, namun cerita per episode kerap menjadi berbeda demi rating.
2. Mungkin ini akan terasa sejalan dengan kalian menyaksikan serial jomlo, terutama di episode 9 ke atas, di mana waktu itu gue dan tim penulis pada dasarnya udah putus asa menjadi budak rating dan mencoba bereksperimen.
3. Bagi yang mengikuti dari awal, hasil eksperimen ini terasa garing, beberapa bilang tidak bermutu, dan ada yang bilang agak kasar dalam konteks menyerempet porno.

Untuk semua ini, gue ingin meminta maaf di depan jika kalian memiliki ekspektasi yang berbeda dengan apa yang kalian lihat di episode-episode akhir.

Serial ini dicancel oleh RCTI karena rating yang rendah di tahun 2007.

 

So there you have it. In case kalian berada di luar negeri, mungkin kalian bisa titip beliin oleh sanak saudara karena mohon maaf gue gak melayani pengiriman ke luar negeri euy.

 

OK deh, gue tunggu ya pesanan dari kalian. sebelumnya gue haturkan terima kasih bagi mereka yang udah nanya-nanya selama ini. Membuat gue terharu karena ada juga yang minat koleksi.

Rgds.

 

 


Category: Uncategorized

Pre-Order – Joker by Valiant Budi Yogi


Hi guys, ada kesempatan untuk Pre-order nih. Dapet tanda tangan dan ketjup matjoh dari penulisnya sendiri huhuuu…

Joker adalah sebuah buku lawas dari Valiant Budi Yogi (@vabyo) yang harus kamu miliki. Buku ini mengantarkan Budi nominasi Penulis Muda Berbakat dari Khatulistiwa Award 2007. Joker akan di rilis ulang pertengahan/akhir Janurai 2012 di toko buku terdekat. Tapi kamu bisa mendapatkan jauh lebih dulu di www.books.istribawel.com

How To Pre order

1. Batas akhir Pemesanan dan Pembayaran sampai tanggal 3 Januari 2012 pukul 23:59

2. Buku dikirimkan 5 Januari 2012

3. Jika ada buku lain yang dipesan bersama Preorder Joker ini, maka semua buku akan dikirimkan tanggal 5 januari 2012.

the Book:

Ketika yang kamu kejar ternyata bukan yang kamu inginkan—semua yang klise ternyata tidak biasa—atau batu justru berada di balik udang.

Mungkin kamu baru saja bertemu dengan seorang Joker.

Hati-Hati

Gak semua yang tampak seperti yang terlihat

Gak semua yang bunyi seperti yang terdengar

the Buzz:

“Banyak keganjilan di buku ini yang berhasil bikin gue penasaran buat membuka halaman demi halaman. Begitu dapet jawabannya, malah bikin tercengang!”

— Morgan Oey (Penyanyi)

“Amati baik-baik sebuah kartu Joker dan temukan bahwa sang badut itu tidak sepenuhnya melucu atau tertawa. Selalu ada sisi mengejutkan darinya. Temukan kejutan itu dalam Joker yang kocak dan misterius ini.”

— Icha Rahmanti (Penulis)

“Joker celebrates our right to be young, smart, and rebelliously immature.”

— Willy Priyoko (Broadcaster)

“…Membaca detail Joker seperti membaca serangkaian pelajaran tentang hidup, tanpa tersadar kalau sedang diajari. Pemikiran liar dan absurd terhadap karakter Brama membuat saya tergelitik untuk terus membuka halaman demi halaman….”

— Mhala (Vokalis Numata, song writer)

“Cerdik dan mengena. Awalnya saya ‘takut’ membacanya, tetapi sekarang saya bangga telah menjadi setitik inspirasi yang turut mengisi lembaran Joker. Selamat menikmati.”

— Mario (Vokalis Kahitna)

Ditunggu ya orderannya.
Rgds.


Category: Uncategorized

How Islamic, Are Islamic Countries?

Masih inget postingan gue yang ini?
http://suamigila.com/2011/03/16/akar-masalah-negara-ini/

Ada uneg-uneg lebih lanjut nih. Kita tinggal di negara yang populasi islamnya tertinggi. Negara yang semarak pengabdian ritualnya (hubungan dengan Allah) sangat kental. Namun gue selalu ngeliat bahwa ajaran islam pada masyarakat kita tidak membentuk karakter yang islami.

Korupsi marak dan mendarah daging. Di jalanan, orang gak bisa antri. Maen serobot aja. Mobil boleh deh Kijang Innova 200 juta. Mental antrinya kayak tai. Ibu-ibu boleh deh pake jilbab. Giliran antri Transjakarta, maen serobot. banyak orang yang shalat tapi gak seua dari orang itu terbentuk karakternya oleh sholat dan Al Quran yang mereka baca.

Justru di Indonesia, rugi jadi orang baik. Rugi kalo mengikuti aturan. Antri bikin paspor bisa 1 hari lebih. Orang yan bayar calo bisa 1 jam selesai. Antri macet gak pake serobot bisa 3 jam stuck. Maen serobot bisa 1 jam. Di kerjaan, gak mau korupsi justru dikucilkan dan disusahkan karirnya karena kiri kanan dan atas maen korupsi semua.

Mau ngadu? Mau lapor? Sistem keadilannya gak jalan. Jaksanya maen tuntut dengan hukuman ringan, hakimnya bisa diatur. Orang yan melanggar atau orang yang korupsi, lebih enak hidupnya. Orang baik, susah. Sistem keadilannya tidak memerlihatkan bahwa Kejahatan Akan Diganjar. Apa hubungannya sistem keadilan dengan islam? Kan neara kita bukan negara islam. Betul. Tapi kita negara dengan populasi islam 87% dari 230 juta. Artinya meski sistem keadilan kita bukan negara islam, tetap 8 dari 10 jaksa, 8 dari 10 hakim, 8 dari 10 polisi, adalah orang islam. orang islam yang baik akan menunaikan profesinya dengan baik. Ini tidak terjadi. Sholat jumat aja kenceng. Lebaran aja kenceng. Tapi nilai dari ibadah itu tidak dipraktekkan.

Semua ini membuat gue bertanya, sebenarnya seberapa islam kah negara kita? seberapa jauh kah orang indonsia, yang 8 dari 10 orangnya muslim, enegakkan ajaran agamanya dalam perilaku sehari-hari?

Pertanyaan gue akhirnya terjawab dala artikel kompas di bawah ini.
(di copy paste dari kompas)
——————————————————-
Keislaman Indonesia

KOMPAS | Sabtu, 5 November 2011 | 09:03 WIB

Oleh : Komaruddin Hidayat,

Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta

Sebuah penelitian sosial bertema ”

How Islamic are Islamic Countries” menilai Selandia Baru berada di urutan pertama negara yang paling islami di antara 208 negara, diikuti Luksemburg di urutan kedua. Sementara Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim menempati urutan ke-140.

Adalah Scheherazade S Rehman dan Hossein Askari dari The George Washington University yang melakukan penelitian ini. Hasilnya dipublikasikan dalam Global Economy Journal (Berkeley Electronic Press, 2010). Pertanyaan dasarnya adalah seberapa jauh ajaran Islam dipahami dan memengaruhi perilaku masyarakat Muslim dalam kehidupan bernegara dan sosial?

“Kehidupan sosial di Jepang lebih mencerminkan nilai-nilai Islam ketimbang yang mereka jumpai, baik di Indonesia maupun di Timur Tengah ”

Ajaran dasar Islam yang dijadikan indikator dimaksud diambil dari Al Quran dan hadis, dikelompokkan menjadi lima aspek. Pertama, ajaran Islam mengenai hubungan seseorang dengan Tuhan dan hubungan sesama manusia. Kedua, sistem ekonomi dan prinsip keadilan dalam politik serta kehidupan sosial. Ketiga, sistem perundang-undangan dan pemerintahan. Keempat, hak asasi manusia dan hak politik. Kelima, ajaran Islam berkaitan dengan hubungan internasional dan masyarakat non-Muslim.

Setelah ditentukan indikatornya, lalu diproyeksikan untuk menimbang kualitas keberislaman 56 negara Muslim yang menjadi anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), yang rata-rata berada di urutan ke-139 dari sebanyak 208 negara yang disurvei.

Pengalaman UIN Jakarta

Kesimpulan penelitian di atas tak jauh berbeda dari pengalaman dan pengakuan beberapa ustaz dan kiai sepulang dari Jepang setelah kunjungan selama dua minggu di Negeri Sakura. Program ini sudah berlangsung enam tahun atas kerja sama Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, dengan Kedutaan Besar Jepang di Jakarta.

Para ustaz dan kiai itu difasilitasi untuk melihat dari dekat kehidupan sosial di sana dan bertemu sejumlah tokoh. Setiba di Tanah Air, hampir semua mengakui bahwa kehidupan sosial di Jepang lebih mencerminkan nilai-nilai Islam ketimbang yang mereka jumpai, baik di Indonesia maupun di Timur Tengah. Masyarakat terbiasa antre, menjaga kebersihan, kejujuran, suka menolong, dan nilai-nilai Islam lain yang justru makin sulit ditemukan di Indonesia.

Pernyataan serupa pernah dikemukakan Muhammad Abduh, ulama besar Mesir, setelah berkunjung ke Eropa. “Saya lebih melihat Islam di Eropa, tetapi kalo orang Muslim banyak saya temukan di dunia Arab”, katanya.

Kalo saja yang dijadikan indikator penelitian untuk menimbang keberislaman masyarakat itu ditekankan pada aspek ritual-individual, saya yakin Indonesia menduduki peringkat pertama menggeser Selandia Baru. Jumlah yang pergi haji setiap tahun meningkat, selama Ramadhan masjid penuh dan pengajian semarak dimana-mana. Tidak kurang dari 20 stasiun televisi di Indonesia setiap hari pasti menyiarkan dakwah agama. Terlebih lagi selama bulan Ramadhan, hotel pun diramaikan oleh tarawih bersama. Ditambah lagi yang namanya ormas dan parpol Islam yang terus bermunculan.

Namun, pertanyaan yang kemudian dimunculkan oleh Rehman dan Askari bukan semarak ritual, melainkan seberapa jauh ajaran Islam itu membentuk kesalehan sosial berdasarkan ajaran Al Quran dan Hadis.

Contoh perilaku sosial di Indonesia yang sangat jauh dari ajaran Islam adalah maraknya korupsi, sistem ekonomi dengan bunga tinggi, kekayaan tidak merata, persamaan hak bagi setiap warga Negara untuk memperoleh pelayanan Negara dan untuk berkembang, serta banyak aset sosial yang mubazir. Apa yang dikecam ajaran Islam itu ternyata lebih mudah ditemukan di masyarakat Muslim ketimbang negara-negara Barat. Kedua peneiliti itu menyimpulkan:

… it is our belief that most self-declared and labeled Islamic countries are not conducting their affairs in accordance with Islamic teachings – at least when it comes to economic, financial, political, legal, social and government policies.

Dari 56 negara anggota OKI, yang memperoleh nilai tertinggi adalah Malaysia (urutan ke-38), Kuwait (48), Uni Emirat Arab (66), Maroko (119), Arab Saudi (131), Indonesia (140), Pakistam (147), dan terburuk adalah Somalia (206). Negara barat yang dinilai mendekati nilai-nilai Islam adalah Kanada di urutan ke-7, Inggris (8), Australia (9), dan Amerika Setikat (25).

Sekali lagi, penelitian ini tentu menyisakan banyak pertanyaan serius yang perlu juga dijawab melalui penelitian sebanding. Jika masyarakat atau negara Muslim korup dan represif, apakah kesalahan ini lebih disebabkan oleh perilaku masyarakatnya atau pada sistem pemerintahnya? Atau akibat sistem dan kultur pendidikan Islam yang salah? Namun, satu hal yang pasti, penilitian ini menyimpulkan bahwa perilaku sosial, ekonomi, dan politik negara-negara anggota OKI justru berjarak lebih jauh dari ajaran Islam dibandingkan negara-negara non-Muslim yang perilakunya lebih Islami.

Semarak dakwah dan ritual

Hasil penelitian ini juga menyisakan pertanyaan besar dan mendasar: mengapa semarak dakwah dan ritual keagamaan di Indonesia tidak mampu mengubah perilaku sosial dan birokrasi sebagaimana yang diajarkan Islam, yang justru dipraktikkan di negara-negara sekuler?

Tampaknya keberagamaan kita lebih senang di level dan semarak ritual untuk mengejar kesalehan individual, tetapi menyepelekan kesalehan sosial. Kalau seorang Muslim sudah melaksanakan lima rukun Islam – shahadat, shalat, puasa, zakat, haji – dia sudah merasa sempurna. Semakin sering berhaji, semakin sempurna dan hebatlah keislamannya. Padahal misi Rasulullah itu datang untuk membangun peradaban yang memiliki tiga pilar utama: kelimuan, ketakwaan, dan akhlak mulia atau integritas. Hal yang terakhir inilah, menurut Rehman dan Askari, dunia Islam mengalami krisis.

Sekali lagi, kita boleh setuju atau menolak hasil penelitian ini dengan cara melakukan penelitian tandingan. Jadi jika ada pertanyaan:

How Islamic are Islamic Political Parties?, menarik juga dilakukan penelitian dengan terlebih dahulu membuat indikator atau standar berdasarkan Al Quran dan Hadis. Lalu diproyeksikan juga untuk menakar keberislaman perilaku partai-partai yang mengusung simbol dan semangat agama dalam perilaku sosialnya. ***
——————————————————-

Ternyata artikel di atas, dan studi di atas, mengonfirmasikan kekecewaan gue selama ini. Mengonfirmasikan kenapa perilaku orang indonesia seperti ini.

Semua kembali ke diri masing-masing. mau setuju silahkan, mau nggak setuju ya gak papa, gue juga ga ngemis orang untuk baca blog ini.

Ada beberapa cara praktis untuk menjadi orang Indonesia yang lebih baik.
1. 30% isi Al quran mengatur Hamblumminallah (hubungan dengan Allah), 70% tentang hamblumminannas (ubungan antar manusia). Mesjid penuh adalah pertanda kita baik dalam mempraktisi 30% isi Quran. maraknya korupsi, gak mau antre di jalan, pertanda kita masih harus beljar yang sisa 70% itu.

2. Hubungan dengan Allah sama pentingnya dengan hubungan dengan manusia. Yang terjadi sekarang adalah orang korupsi 100 milyar tapi masih sholat. Hubungan dengan Allah merasa baik, tapi bikin sengsara ribuan rakyat karena rizkinya tertahan oleh korupsinya.

3. Al-Quran jangan dibaca. Tapi dikaji. Makanya aktifitasnya kita namakan mengaji Quran.
“Eh ngaji Yuk.”
“Udah maghrib, waktunya ngaji.”
selesai baca, didiskusikan, dipelajari dengan ustadz dan dipraktekkan.

Itu sih gue aja. Kalo ada yang gak setuju ya silahkan.


Category: islam, social, studies

Jual Buku Bekas

Hi guys.. over the years gue dan @istribawel beli banyak buku. Kebanyakan, buku-buku itu gue pakai untuk belajar nulis dulu. buku-buku ini banyak yang bagus.

Gue memutuskan untuk menjual sebagian buku-buku ini karena sejak pindah ke Jakarta, apartemen kita lumayan kecil. jadi beberapa barang termasuk buku, terpaksa gue lepas.

Kita jualnya 1/3 harga beli. Semuanya gue jual di harga Rp 30000 (sumpah murah banget!).

Silakan visit www.books.istribawel.com untuk membeli ya.

Ini juga ada tutorial tentang bagaimana cara membeli: http://mbot.multiply.com/journal/item/649/Langkah-langkah_beli_buku_di_books.istribawel.com


Category: books

Aldebaran 5 tahun

Sebagai seorang orang tua, gue selalu waspada untuk tidak terlalu gelap mata kepada anak. Dalam konteks gak terlalu silau membanggakan kelebihannya sehingga tidak mampu melihat kekurangannya. Karena gelap mata itu akan membuat orang tua puas dan tidak mempush sang anak untuk mengembangkan potensinya.
Tapi memang di umur 5 tahun ini ada beberapa hal dari Alde yang menonjol yang gue gak tidak bisa abaikan karena memang pantas dihargai. Dan syukur lah lebih banyak dari yang kekurangannya sebagai anak kecil.

Kelebihan:

1. Sudah bisa berenang. Tidak hanya itu, dia sudah bisa berenang jarak jauh. Sudah dapat menempuh jarak lebar dari kolam renang di apartemen (dan percayalah, itu jauh untuk anak semuruan dia). Berangkat dari kenyataan bahwa Alde Asma, gue dan istri lantas commit unutk memastkkan Alde berenang minimal 2 x seminggu. Rezim gue cukup keras dan methodical. Dalam setiap session, Alde harus
+ berenang dengan jaket pelampung
+ tahan nafas 10 detik x 10 kali.
+ berenang tanpa pelampung 3 meter x 6 trip.

Berenang dengan jaket pelampung tadinya sesuatu yang mengerikan bagi dia. Sampe nangis-nangis. Tapi secara gue Hitler, gue marahin dan gue jelaskan ke dia bahwa dia harus melakukan ini, kalau nggak, dia akan sakit. Akhirnya dia mulai berenang sendiri. Belakngan dia sering bolak-balik di kolam renang itu registering no less than 200 metres per swim.

Tahan nafas juga tadinya nangis-nangis. Kembali Hitler bicara dan gue tekankan pada dia bahwa ini berguna untuk dia. Sekarang udah bgak takut mencelupkan kepalanya sendiri ke dalam air dan rekor terlama dia tahan nafas adalah pas 20 detik. Not bad.

Suatu hari gue menuntut dia untuk melepas jaketnya dan mencoba berenang. Kali ini dia gak nangis dan dicoba 50 senti meter. Lama-lama 1 meter. Lama-lama 2 meter. Akhirnya 3 meter x 6 per session. Terakhir, dia menunjukkan kebolehannya.
“Pak, Alde mau berenang ke sana.” Tunjuk dia jauh ke width end of the pool.
“Ngg… OK.” Gue aja gak yain dia bisa. Tapi satu hal yang paling berharga dalam pengalaman hidup seorang anak adalah ketika dia memutuskan untuk menantang dirinya sendiri. Parents can push children to the limit, but there is nothing kliek children pushing themselves to the limit. “OK A, silahkan.”

And he did. Gak pake resting. Gak pake pegang badan gue sedetik pun. Purely swimming by his own muscles and mind.

2. Tidak pernah memukul adiknya. Ketika adiknya memukul Alde, Alde hanya menutupi mukanya. Di umur dia, patut dipuji bahwa dia sudah memiliki kedewasaan untuk tidak membalas pukulan adik. Ada satu contoh yang paling mengena untuk gue sebagai bapak. Kita adalah orang tua yang berusaha menunjukkan keadilan pada anak-anak. Jangan hanya karena Arza masih bayi, lantas semua kesalahan yang dia buat tidak apa-apa. Ini merusak sang anak dan juga merusak siblingnya. Suatu malam ketika Arza memukul Alde, Arzanya gue marahin.

“Arza! Jangan pukul Aa’. Liat, Aa’ aja gak pernah mukul Arza. Dikeluarga ini gak ada yang mukul-mukul.” Perlakuan ini penting karena memberikan 2 hal:

Pertama, menunjukkan keadilan pada si sulung. Seorang anak akan merasa tidak adil ketika si adik selalu mendapat kartu ‘biarin aja namanya juga anak kecil’. Secara psikologis, ini men-demotivasi sang kakak.
Kedua, mengajarkan nilai sedini mungkin ke si bungsu bahwa kita semua, termasuk kakaknya, memegang sebuah nilai. Dan nilai itu adalah tidak memukul orang.

Yang membua gue kaget di malam itu adalah, segera setelah gue ngomong gitu, Alde memotong.
“Pak, Arza takut. Bapak jangan marah-marah lagi ya.” Sambil ngelus kaki adiknya.

I can’t believe my ears. Anak ini baru dipukul adiknya. Dia bisa bales, tapi memilih tidak. Dia bisa diam membiarkan adiknya dimarahin, tapi dia masih juga bela. Gue belum pernah ngeliat ada anak seumur dia dengan perilaku seperti itu.

3. Perhatian ke adiknya selayaknya seorang kakak. Di titik ini, Alde memang terlihat sedikit lebih dewasa dari anak 5 tahun pada umumnya. Sering kita mendapatibahwa ketika adiknya menangis, Alde mencari mainan dan dating ke adiknya,
“Arza, ini Arza, mainan. Main yuk. Udah jangan nangis.”
Kita juga sering mendapati dia mencium sang adik saat sang adik tidur siang.

4. Perhatian orang tua. Ada kalanya Alde datang ke ibunya yang sedang santai berbaring dan bertanya,
“Mah, mamah kenapa? Mamah sakit ya? Mau dipijitin Mah?”
Pernah sekali waktu gue ketdiuran di kamar dengan kacamata di muka. Kacamatanya dia bukain.

5. Sudah bisa berhitung kecil. Gue tidak mendapati ini lebih special dari anak lain. Tapi setidaknya Alde tidak ketinggalan. Gue dan istri memang memilih untuk tidak menekan dia terlalu jauh untuk SD akselerasi lah etc etc. Akana da masanya untuk itu. Yang kita ingin adalah dia memiliki masa kecil yang seimbang antara bermain dan belajar.

6. Alde sudah masuk ke 3 TK. Satu di SIngapura dan 2 di Indonesia. Di Singapura, sang guru specifically bilang bahwa Alde adalah favorit dia. Dia tidak bilag karena pintar, api karena ramah dan senang membantu. Di TK pertama di Indonesia, anak-anak kelas masih sering menanyakan “Alde mana?” sampai beberapa minggu setelah Alde keluar dari TK itu.

Kekurangan:

1. Susah belajar. Dia memiliki attention time span yang sangat pendek. Akibatnya semua materi pekajaran yang diajarkan harus diajarkan lebih lama. At times, ini sangat frustrating. Tapi sebagai orang tua kita harus mencari cara untuk metulkan ini. Juga harus lebih banyak sabar.

2. Susah makan sayur. Mungkin karena melihat bapaknya yang gak suka makan sayur.

3. Kalo gue perhatikan, ada beberapa anak yang mampu menginterpretasikan khayalan mereka ke dalam gambar dengan lebih jelas dan lebih proporsional dan perspektif yang lebih baik.

All in all, setelah 5 tahun, kita melihat Alde sebagai anak yang memiliki EQ yang tinggi. Sementara untuk IQ, kita masih ada beberapa PR di sana. Personally I cannot be more satisfied. Kesuksesan seseorang bergantung dari kedua EQ dan IQnya. Fondasi yang kuat sudah terlihat di aspek EQ dan kita berdua sebagai orang tua bahagia. Alde tidak pernah menjadi masalah bagi anak-anak lain.

Untuk ulang tahun Alde yang ke lima ini, gue punya banyak wish. Tapi wish yang paling besar justru wish kepada diri gue sendir (meski ini ulang tahun dia).

Kesuksesan seseorang bergantung dari personality mereka.
Personality mereka bergantung dari didikan dam perlakuan yang mereka terima dari orang tua dan lingkungan.

I hope to be a good example and a good teacher to my children.


Category: aldebaran

Yang Baru di books.istribawel.com

Dear readers…

Bagi yang belum tau, gue dan @istribawel dari bulan maret buka toko buku online yang khusus menjual buku-buku kita. Semua TTD version. Alamatnya adalah:

www.books.istribawel.com

 

Mau ngasih tau aja bahwa sekarang udah banyak penulis yang ikutan jualan buku mereka di  www.books.istribawel.com

 

Mereka adalah temen-temen baik gue yang menulis di genre yang sama, yaitu komedi. mereka juga menjualnya dengan TTD version.

 

Ada Valiant Budi Yogi (@vabyo) yang jual Kedai 1001 Mimpi. Ada isman H Suryaman, komedian terkenal yang disegani banyak teman penulis. Dia jualan bukunya Parodi Film seru yang sumpah mampus kocak – bener-bener rugi gak beli. Ada lagi Mbot yang jual bukunya Ocehan Si Mbot – Gilanya Orang Kantoran yang gue biolang salah satu buku non-fiksi komedi terbaik di Indonesia. Ada juga Ichang, blogger blognya aja juara, dia jual Bankir Sesa(a)t yang bikin gue terpingkal-pingkal.

 

Please do check out the collection at www.books.istribawel.com

dan jangan sampe keabisan ya.

 

Thanks guys.

 


Category: books

Persiapan Sebelum Menikah

Baru-baru ini nemu kasus di mana seseorang, katakanlah X dan Y menikah. Agak miris juga sih. Sampai sekarang mereka hepi-hepi aja. Tapi mereka berada dalam beberapa masalah praktikal seperti, mau DP rumah tapi salary gabungan kurang cukup. DPnya juga kurang cukup. Mau DP pun anak sedang dikandung. Intinya they wanted to progress tapi ternyata ada beberapa hal yang sebaiknya mereka miiki sebelum nikah, belum mereka miliki sampai mereka telah menikah dan sedang mengandung anak.

I’m not an expert in finance but I do intend to share what I know. Semoga bisa jadi bahan rujukan adik-adik kita yang sedang berjalan menuju stage ini.

Gue rasa di jaman susah gini, gak ada salahnya pasangan yang akan menikah duduk bareng dan buka-bukaan soal uang. And as an individual, we want to be the part of the solution kan, bukan part of the problem.

Intinya gini. Ketika seseorang menikahi kita, dia akan mengabdikan semua dirinya untuk kita dan keluarga yang akan kita bangun. Oleh karena itu, mereka berhak untuk tidak menikah dengan masalah kita. Kalo kita punya utang, yuk coba sebaik mungkin bereskan dulu, demi kita dan demi dia. Masak iya udah lah dia mengabdikan semua hidupnya untuk kita, dia juga jadi susah beli rumah, gajinya yang seharusnya buat pensiun kita, abis buat utang-utang kita. Gak tega kan ya.

Sebaliknya juga gitu. Kita akan mengabdi pada dia selamanya. Kita berhak untuk mendapatkan pasangan yang bersih lahir batin. Soleh iya, namun kalo soleh tapi punya utang CC 20 juta dan credit score buruk? kita bisa terlantung-lantung 5 tahun gak bisa ajukan KPR.

Things you might want to check before marriage:

Debts
1.a. Pastikan kita sendiri gak punya CC debt. CC debt akan menurunkan credit score kita di BI. Ini akan bermasalah ketika pasangan akan membeli rumah. Bisa jadi pasangan kita bersih, eh credit score kita buruk. Kalo udah gini, kasian pasangan kita apalagi kalo dia udah mati-matian nabung.

1.b. Pastikan calon pasangan gak punya CC debt. Sebaliknya juga berlaku, dia harus kasian juga dong sama kita kalo kitanya yang udah hemat kiri kanan buat beli rumah, tapi KPRnya ditolak bank.

2.a. Pastikan bahwa selain CC, kita juga gak punya utang apa pun, berapa pun, dalam bentuk apa pun. Menikah adalah kegiatan di mana reputasi finansial (credit score) dan daya beli 2 individu menjadi satu. Menikah juga adalah titik di mana kita bukan lagi menjadi tertanggung namun menjadi penanggung dan penanggungan ini pertanggunjawabannya juga ditanya di akhirat nanti. So we might want to be ready and make sure there is no minus in our bank account before we start. Kita ingin memulai rumah tangga setidaknya dari titik nol, bukan dari titik minus. Jika masih minus, tidak apa-apa. That doesn’t make us a bad person. Tapi sebaiknya dibereskan dulu.

Mungkin ada beberapa lajang yang nyicil mobil. This is fine. Meski sebaiknya dilunasi dulu atau setidaknya jika belum, bisa lunas saat menikah, benar-benar didata dulu sebelum nikah. Konsekwensinya, cicilan mobil ini akan mengurangi daya cicil kita dalam mencicil rumah.

2.b. Pastikan kondisi utang pasangan juga sehat.

Dua hal di atas sangat realistis untuk dilakukan. Ini pasti bisa dilakukan semua orang.

Tanggungan
3.a. Data semua tanggungan sebelum nikah. Di sini mungkin orang mulai variatif. Mungkin ada orang yang bukan punya utang namun punya tanggungan seperti biaya kuliah adik, biaya sakit orang tua, atau kita mensupport orang tua. Ini jangan dihitung sebagai hutang namun sebagai tertanggung. Jangan juga dihitung sebagai beban. Mereka darah daging kita juga kan. Kalo gak ada mereka belum tentu kita seperti ini.
Yang jelas, tertanggung ini sebaiknya didata aja untuk memanage expectation.

Contoh kasusnya. Waktu pacaran, istri gak bilang bahwa biaya rumah sakit bapaknya 5 juta sebulan. Padahal suami sangat ingin beli rumah perdana. Setelah menikah, rencana itu terpaksa tertunda. Marahan. Dengan mendata tanggungan, pasangan bisa memanage expectation.

OK, 3 perihal pertama adalah tentang tanggungan dan yang minus-minusan ya.

Aset

4. Disarankan untuk memiliki asset, bukan liability (maaf terdengar seperti Robert Kiyosaki). Aset ini bisa semua hal definisi dari asset dari mulai jumlah tabungan yang cukup, atau saham, LM atau rumah. Kalo bisa beli rumah dari gaji single sendiri, itu fantastic. Malah sebaiknya beli rumah itu gak perlu nunggu nikah kok. Dan gak harus cowok yang beli rumah. Khusus untuk laki-laki, beli rumah sendiri berguna jadi mas kawin. Ntar kalo nikah bisa dijual, jadikan DP dan bersama salary istri beli rumah yang lebih besar. Perempuan juga begitu.

5. Disarankan untuk convert semua liability jadi asset. Ada temen yang realistis. Dia punya mobil kesayangan waktu dulu kuliah. Pas nikah, itu mobil dia jual, jadiin DP rumah dan dia+istri naek motor. Heart breaking? Yes. Tapi dia bilang that was the best decision of his life karena dia melihat harga mobilnya seidkit demi sedikit turun sedangkan harga rumah naik terus.

6. Buat cowok (dan muslim – maaf), biasakan beli emas sedikit demi sedikit dari awal kerja sampai menikah. Sunnah nabi menyatakan bahwa sebaiknya mas kawin dari pria utnuk wanita adalah sesuatu yang memiliki nilai gadai. Ini agar jika terjadi sesuatu, mas kawin itu bisa digadaikan dan membantu keuangan. Baiknya sih emas atau apa terserah (yang jelas bukan pompa aer). Yang jelas, sajadah dan seperangkat alat shalat, meski memiliki nilai agama yang tinggi, tidak memiliki nilai jual.

Let’s review how realistic the above 3 are. Semua mungkin, asal hitungannya dingin dan tidak pakai emosi. There is no such thing as mobil kesayangan. Yang ada hanya mobil. Atau mungkin dengan gaji 5-6 juta kita belum bisa cicil rumah 1.2 M. tapi gaji segitu bisa kok cicil rumah 40/90 di depok yang harganya 90-150 juta.

Lebih baik investasi kecil yang riil tapi naik ketimbang keinginan yang hanya tinggal keinginan.

Lebih baik murah dan sederhana tapi kebeli ketimbang yang jetset dan highclsss tapi gak kebeli-beli.

Meski kecil dan jauh, valuenya naik. Bisa jadi mas kawin, dan bisa jual dengan profit setelah menikah untuk beli rumah baru.

Finance

7. Ini untuk menjawab, berapa sih nilai tabungan+asset kertas yang sebaiknya seseorang miliki sebelum menikah? Di sini pasti jawabannya variatif dan secara nominal berbeda. Maka dari itu mungkin rumus ini bekerja:

Nilai tabungan+asset kertas minimum = ½ ongkos nikah + ½ DP rumah (jika belum punya rumah) + ½ ongkos melahirkan Caesar + 6 bulan biaya hidup

Semuanya ½ dengan asumsi pasangan kita akan cover setengahnya lagi. Atau dalam kasus ongkos melahirkan Caesar, dicover asuransi kantor.

DP rumah masuk rumus ini jika belum punya rumah. Memang bisa ngontrak atau bareng orang tua. Tapi alasan kenapa kita tinggal bareng orang tua atau ngontrak adalah karena kita mengumpulkan uang untuk suatu saat beli rumah sendiri kan? Jika pun bukan itu alasannya (mungkin untuk menemani orang tua), kepemilikan rumah oleh sebuah rumah tangga cukup penting sebagai tabungan asset keras. Malah jadi lebih untung akrena saat kita menemani orang tua di rumahnya, rumah itu kita kontrakkan dan autofinance dengans endirinya.

Ongkos melahirkan masuk sana just in case kita subur wakakak. Seriously, ada beberapa orang yang tokcer dan gelagepan juga. Alasan kenapa ongkos melahirkan masuk sana juga karena ini: Kalo baru nikah dan ngejar beli rumah, ngejar lunasi CC, ngejar beli motor atau mobil. Biasanya untuk melahirkan itu suka aja kelupaan.

Kayaknya 7 faktor ini juga udah cukup ya for now. Gue sengaja segeneric mungkin karena gak mau menggambarakan betapa horornya menikah itu.

Semua factor ini ada dengan asumsi kita tidak diberi bekal oleh orang tua. Memang pasti orang tua berusaha memberikan yang terbaik ya. Ada yang bayarin nikahan, ada yang beliin rumah atau mobil. Tapi ketujuh factor ini gue pikirkan dengan asumsi kita tidak mendapat pertolongan dari orang tua atau mertua. Pemberian itu gak salah malah kita harus bersyukur ada yang meringankan.

Menikah itu bukan solusi. Menikah itu pekerjaan yang hasilnya akan ditanya pertanggungjawabannya di saat kubur nanti. Makanya untuk teman-teman yang menikah ‘untuk menghindari zinah’ percayalah jangan pakai alasan itu. Ada banyak masalah yang akan datang hanya karena gak tahan syahwat. Menikah tanpa bekal akan membuat tanggungan kita sengsara dan bukti bahwa kita tidak siap. terlebih lagi bisa buat orang tua kiat sengsara. gue kenal seorang ketua remaja mesjid, menikah saat kuliah. Ketika anaknya lahir, ibu dari ketua masjid itu harusjual emasnya untuk biaya lahir cucu. Alim? iya. Siap menikah? well, gue bilang sih seharusnya nanti dulu ya. Dia kan udah jadi penanggung, kok ya masih ditanggung sang ibu? Dan saat itu terjadi, kita (terutama laki sebagai kepala keluarga) dituntut petanggungjawabannya.

Makanya, gak ada salahnya seseorang mengambil prinsip:

waktu kecil gak nyusahin orang tua, udah tua gak nyusahin anak.

Gue sendiri gak ada satu pun yang lulus ketika gue menikah huahaha. But I was lucky to go to Africa. Kalo belum nikah gue pribadi akan memertimbangkan yang di atas.

Pertanyaan kedua mungkin adalah, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjaga 7 faktor di atas? Regret there is a time frame for this.

55 adalah usia kita pensiun.

21 adalah usia anak terakhir lulus kuliah. Plus + 1 tahun in case dia gak naik kelas.

1 tahun adalah mengandung anak terakhir (kecuali hamil sebelum nikah).

Sediakan 1 tahun in case proses punya momongan gak terlalu tokcer.

55-21-1-1-1 = 31 tahun.

Time span seseorang untuk mengumpulkan 7 faktor di atas adalah dari dia mulai lulus kuliah usia 21-22 tahun, sampai umur dia 31 tahun. Sekitar 10-11 tahun. Jika ingin punya 2 anak, then time span is shorter.

Ini semua membuat kita sadar beberapa hal:
1. belum kerja? then mari cari kerja/buka usaha yang benar.
2. Udah kerja tapi gaji kecil? ini pertanda kita harus cari kerjaan lain.
3. pengen kerja tapi susah. Ini pelajaran bagi yang masih kuliah untuk belajar dengan benar. Miliki IPK yang baik agar keterima kerja yang bener atau buka usaha dengan perhitungan yang bener.

Semoga bermanfaat. I’m not an expert on this. I just intend to share.


Category: finance

Gateway One: Mainan Baru Keluarga

Setelah menemani gue selama 5 tahun, akhirnya laptop infusan yang saking tuanya, kesenggol dikit mati, gue memutuskan untuk mencari PC baru.

Kriteria gue gak banyak.

Pertama, ga terlalu mahal. Karena, penulis ganteng juga manusia. Pengennya yang murah tapi dapet spek yang kalo bisa berubah jadi robot. Secara gue udah jadi bapak-bapak gitu ya, ya pengennya cari yang ga terlalu mahal.
Kedua, sturdy. Yang kuat. Kenapa kuat? Liat aja kerjaan anak satu ini:

arza jongkok

Demennya jongkok di mana-mana. Asal ada kotak dia pasti manjat. Laptop pernah ditaro di bawah dan dengan sukses tewas dia dudukin.
Belum lagi acara lomba banting sama kakaknya. Makin ke sini, jelas bener gue butuh perangkat tahan banting. Sturdy.

Ketiga, laptop atau PC yang gue dan sekeluarga bisa pake.

gw1

I like spending time together with my kids. I don’t like it when they trash my laptop. Di sisi lain gue butuh untuk mengenalkan mereka matematika dan ada edu-game magic math yang gue pengen kenalkan pada mereka. dan gue pengen melakukan tanpa harus nangis darah laptop ringkih kebanting-banting.

Soooo, pilihan gue jatuh ke Gateway ZX. Perfect for families, ZX Series Desktop—some with multitouch screen technology—is made to be enjoyed by all ages. Dan istri gue juga suka desainnya. Elegan katanya.

gateway-zx-one-desktop

Yeah. Gede ya?
Percaya atau nggak, ini satu PC yang memenuhi ketiga syarat itu. Pertama, ini cukup besar untuk gak bisa didudukin anak-anak gue. Gak usah ngebanting, ngangkatnya aja mereka udah males.

“Arza, berat nih, kita banting yang laen aja yuk.”
“Ayuk!”

gw2

gw3

Begitu mungkin percakapan anak-anak. Screennya 23 inch jadi anak-anak bisa puas belajar matematika di sini.

Kedua, bener-bener bisa dipake sekeluarga. gue gak perlu khawatir rusak atau gimana karena memang sturdy. mau monitornya disodok-sodok karena anak-anak nyobain touch screen atau apa pun, tahan banting. Ini anak-anak lagi pada main edu-game matematika. yang sulung lagi bantuin bapaknya ngitung berapa 13-7 sedangkan yang bungsu udah tau jawabannya 6 tapi pita suaranya emang belum terlalu berkembang.

gw5

Satu lagi fitur PC ini yang ngalahin PC lain, cuman butuh 1 kabel, yaitu kabel ke listrik. Ini karena monitornya udah nyatu dengan prosesornya. Jadi gak ribet. Apalagi secara kita tinggal di apartemen dengan 2 bocah yang suka lari 70 km/jam, kita bener-bener berusaha menyembunyikan semua kabel agar anak-anak gak tersandung. PC ini yang mengangkat slogan “easy for customers”.

Jadi, sturdy, gak ribet kabel, screen gede, cepet. PC ini gue pilih karena ini yang paling cocok untuk keluarga

Dan..ada yang bisa tebak harganya berapa?

6.5 juta ajah.

By the way, sekarang lagi easter sale, jadi harga 5.5 juta. Gue lupa nanya ke salesnya sampe kapan sale ini berlanjut.

gw4

Anyhoo, ntar kalo gue ada kesempatan nyentuh PC ini lagi gue akan cerita lebih banyak. Gimana bisa nyentuh, dibajak sama anak-anak.


Category: product review