Poligami Lagi Allah pernah berfirman bahwa Al-Quran adalah mukjizat yang paling hebat. Artinya setiap ayat memiliki arti tersurat dan arti tersirat. Di sisi siratan ini lah banyak ilmu biologi, matematika, fisika dan kimia yang terpendam. Sejauh ini gua berhasil nemu artikel dari scientist dan dokter yang berhasil mensistesiskan siratan itu untuk menjawab kenapa babi itu haram, bahwa di balik Sekarang poligami. Kemarin waktu di Poligami di jaman batu
Di Palermo ada orang kaya bernama Roger (beranak 1) dan janda miskin bernama Maria (beranak 2).
Agama Roger tidak membolehkan poligami. Agama Rujari membolehkan poligami. Roger dan Rujari melihat di masing-masing
Rujari memutuskan untuk menikahi Maryam – ini dengan restu dari istri pertamanya. Dari pernikahan kedua ini, mereka memiliki 1 anak lagi. Selang berapa lama, Rujari meninggal meninggalkan warisan 1000 dinar. Berapa anak di Siria yang beruntung? Jawaban: 4.
Gak punya uang? Kalo kuat beristri 2 kenapa gak kuat beli tiket ke Irak? Bukankah syarat mutlak poligami adalah kaya? Sekali lagi, kalo cukup kaya untuk beristri 4, kenapa gak cukup kaya untuk beli tiket ke daerah perang? Kalo ngerasa cukup pinter untuk poligami, kenapa yang kayak gini gak kepikiran? Wanita di Irak ada yang menjadi pelacur dan di Alasan-Alasan Berpoligami Gua sendiri, karena Islam memang membolehkan poligami, ya sudah gua setuju poligami. Tapi gua bener-bener pelajari dulu kenapa dan ajaran di baliknya. Penulis benar2 mengguinakan akalnya saja… Menurutku penulis hanya mau melakukan perintah agama kalau itu masuk di akal (nya), kalo ga; masuk akal dia ga’ mo baca (lihat penyataanya:”Bagaimana kita bisa mengerti apa yang Allah berusaha pesankan pada kita kalau kita gak ngerti bahasa arab dan gak berusaha membaca artinya? Umur gua 29 tahun dan baru di tahun 2007 lah gua berikrar, gua gak mau baca Qur'an Aldebaran 19 months ![]() Dalam bahasa Inggris, daam hal anak umur di bawah 2 tahun ada istilah 'terrible two'. Ini merujuk kepada kondisi di mana anak di bawah 2 tahun itu luar biasa rewel. Sebenernya kejadian ini wajar dalam beberapa artian, Sejak seorang anak berada di atas 1 tahun,
Untuk menanggulangi ini gua dan Ninit melakukan beberapa hal. Kita pengen dia eksperimen sepuasnya Ini karena di saat eksperimen otaknya berputar untuk menemukan logika dan meski meja tamu kita bisa berubah jadi seperti meja bedah film horor, Insya Allah dia ngerti buah dari eksperimen itu. Untuk itu, semua mainan dan semua barang yang dia bisa makan, ditaro di bawah. Pecah belah dan barang-barang beracun seperti, oh I dont know, racun tikus, itu di atas. Kita gak pernah capek ajarin dia untuk makan sendiri dan megang gelas sendiri. Hasilnya lumayan. Aldebaran semakin sedikit tumpah-tumpah kalo minum. Masalah dengan minum adalah dia jadi sering sekali ngebanjur lantai dengan susu coklat dan orange juice. Kita kasih dia kursi dan meja sendiri sebagai area eksperimen. Sebelum itu dia ekspermien di mana-mana. Kita Pengen Dia Kaya akan Kosa Kata Kalo kita lagi jalan, kita pasti tunjuk, that's a tiger. Loook at the cars Alde, wow there are so many cars. How many cars Alde? Let's count together. Look at the black bird alde. The black bird is flying! Sebenernya rada aneh ngajak dia ngomong dengan kalimat penuh. Tapi setidaknya lama-lama dia ngerti bahwa benda itu adalah burung dan burung itu berwarna hitam. burung yang hitam itu sedang terbang. Tentunya di kebanyakan waktu dia gak merhatiin. Tapi kuncinya di sini gak nyerah dan terus ajak dia ngomong. Dan ajak dia ngomong dalam 2 bahasa. Gua ragu dengan konsep natural born something. Gua percaya bahwa personality kita adalah hasil didikan lingkungan sekitar dan orang tua. Sebagai seorang bungsu gua terlatih untuk melihat dan mencerna dan itu adalah yang gua cerna. Kita adalah hasil didikan. Mendidik Alde menjadi decision maker metode kita sangat gampang bahkan cenderung primitif karena kita juga masih belajar jadi orang tua. Kalo kita lagi jalan pagi atau jalan sore, dia yang jalan di depan. Kita gak gandeng dia. Biarin aja dia mau belok kiri atau kanan. Mau dia kejar kucing atau kejar burung, terserah. Dia yang memutuskan mau ke mana. Kalo Alde bingung, kita bantu dengan pilihan dan ini yang paling sering kita lakukan. Alde mau ke mana? Ke kiri atau ke kanan? Kalo Alde lagi ganti baju untuk pakai piyama, kita tanya Alde mau yang merah atau yang biru? sambil menyodorkan keduanya pada Alde. Kalo ke super market, Alde mau coklat atau pocky-pocky? Kita Pengen Alde Percaya Diri & Menggunakan Potensinya Ketika Alde melakukan sesuatu yang salah atau bahaya. Kita larang. Tapi ketika Alde berhasil melakukan sesuatu, kita tepukin tangan dan "bilang good job Alde!!" Ini hasilnya sangat menggembirakan. Alde mulai bisa meng-apresiasi dirinya. Di saat dia berhasil melakukan sesuatu, dia berkata 'yay' sambil menyelamatkan diri dia dengan tepuk tangan pada diri sendiri. Dari 14 bulanan dia mulai bereaksi seperti ini. Contohnya pernah suatu kali dia naro apel di atas gelas dan bawa semua itu tanpa jauh dari dapur ke meja makan. Bagi kita mungkin itu remeh banget dan mikir 'ah gitu aja bangga' Tapi eh siapa tahu bagi dia itu adalah mile stone yang sangat-sangat tinggi. Ya gak? Dan di 19 bulan, kita mulai dengar dia bilang 'good job' pada diri dia sendiri. Bagi gua kedua hal di atas adalah sesuatu yang sangat menggembirakan. Dia bisa menghargai diri dia sendiri. Banyak orang tua yang gak sadar betapa pentingnya hal ini. Kalo kita gak bisa menghargai diri sendiri, orang akan bisa melihat itu dalam perilaku kita dan mereka gak akan menghargai kita. Kalo kita percaya diri. Itu akan terpancar dari diri kita dan orang akan menghargai kita juga. Pernah gak ketemu orang yang ketika dia ngomong atau presentasi, karismanya terasa dan kita jadi terkesan dengan apa yang dia omongin? Itu percaya diri. Dan itu yang harus kita pupuk. Di umur 12 bulan dia mandiri bisa naik turun tempat tidur sendiri. Ini karena beberapa kali dia bangun dan nangis minta gendong kita gak kasih. Malah, kita kasih tau dia cara naik turun tempat tidur sendiri. Hasilnya, dia gak pernah bangun nangis lagi. Kita kasih tau dia cara buka pintu sendiri dan di umur 12 bulan udah bisa. Jadi kalo bangun dan bapak ibunya gak ada, dia gak perlu nangis. Dia bisa bergantung pada dirinya sendiri. Ini kita cenderung beruntung sih. Gerendel rumahpintu rumah kita cukup rendah untuk Alde bisa raih. Segera setelah gua sadar, gua langsung ajarin dia buka tutup pintu. Soalnya selain belajar mandiri, bagus untuk keselamatan. Api adalah sesuatu yang secara alami orang takuti Bayi juga takut sama api. Tapi pintu bukan sesuatu yang alami. Pintu adalah buatan manusia yang pengoperasiannya kita harus ajarkan. Makanya in case kebakaran, gua harap dengan tahu cara buka pintu, Alde bisa langsung melakukannya. Kita kasih tahu cara minta ke kamar mandi dan sekarang kalo mau ke kamar mandi, narik-narik ibunya. Kita Pengen Alde Bersosialisasi Ketika kita melihat kecenderungan ketergantungan pada kita, kita mulai masukin dia ke dalam day care. Sayangnya day care di Singapur mahal banget jadinya kita masukin dia dua kali seminggu aja. Tapi ini adalah investment kita terbaik sejauh ini. Dengan masuk day care, ada beberapa perkembangan yang kita lihat: 1. Alde jadi lebih mandiri lagi. Dia ngeliat beberapa temannya megang gelas dan minum sendiri dari pipet. Sebelum day care, ia selalu gak mau minum dari pipe dan malah dia maenin. Sekarang dia gak terlalu sering maen sama pipet dan akhirnya menggunakan pipet untuk minum. 2. Dia belajar dari teman-temannya beberapa kosa kata yang berbulan-bulan kita gak bisa. 3. Dia jadi sadar bahwa buah-buahan seperti apel ternyata banyak yang makan. 4. Dia belajar dari teman-temannya beberapa tindak-tanduk. 5. Ninit bisa punya waktu lebih untuk ngembangin bisnis zaralde (yang btw, booming!) Kalo gua pikir-pikir bener juga sih. - Kalo kita masukin day care meski mahal, dia dijaga oleh orang-orang yang berkualifikasi. Bukan pembantu yang lulus SD aja nggak. - Orang-orang berkualifikasi ini tahu cara handle anak dan psikologi anak juga, gak kayak pembantu kita yang terkadang gak punya pengalaman. Mereka gak salah, kitanya yang salah mempercayakan anak pada mereka. - Day care punya program yang terstruktur. Serahin anak ke pembantu? anak kita akan terstruktur nonton sinetron. Tapi yang paling penting adalah Alde mulai make friends. Itu yang luar biasa penting. Kalo kita ingin dia menjadi mahluk sosial, biarkan dia interkasi dengan anak lain. Lagi-lagi semuanya kembali pada kepercayaan yang gua anut di mana pribadi dan kecerdasan anak itu gak semuanya terpatri saat dalam DNA dia lahir. Makanan, lingkungan dan cara lingkungan itu mendidik anak jauh lebih penting, kalo gak sama pentingnya dalam membangun mentalitas anak. Gua suka rada sewot sama orang tua yang bangga-banggain anaknya tapi ketika ditanya resepnya apa, mereka selalu bertolak kembali ke anak itu. "Anak gua sekarang bisa gini lho!" -> wajar ortu bangga sama anak, wajar. "Oh ya? Gimana caranya dia bisa sampe gitu?" "Ntah. Dia langsung aja bisa sendiri. Wah anak gua hebat!" -> Ini yang ngeselin. Untuk beberapa hal memang kecerdasan seorang anak sering mengagetkan orang tua. Contohnya, anak temen baik gue umur 7 bulan udah bisa berdengung sangat mirip dai adzan. Ini mungkin karena dia sering mendengar adzan tanpa bapaknya ajarin. Ini wajar banget. Dan itu adalah contoh dia belajar dari lingkungan. Tapi gak semua hal seperti itu. Don't you know what you are teaching to your kids? Are you sure that's because of them? Atau thanks to your maid? Or thanks to you? Alot of us just don't have a clue. Kita pengen anak kita pinter tapi giliran dia ribut sedikit, kita bentak dia suruh diam. See? apa yang kita pengen sering kali gak sejalan dengan apa yang kita tahu. Kita sering merasa lebih pintar dari anak kita dan mengajarkan dia ini itu benar dan salah, tapi kita gak sadar kalo kita juga harus belajar jadi orang tua. Apakah gua sukses? Gak tau lah. Metode-metode di atas juga gak certified dan gua hanya melakukan semua ini dari observasi saja. Don't take my words for it. Tapi hidup itu bukan game komputer. Apalagi hidup anak kita. Kita semua ingin memberikan yang terbaik untuk anak kita. Masalahnya terkadang kita sendiri gak sadar bahwa yang kita berikan itu bukan yang terbaik. At least, if we know what we'e doing, we're a bit safer. Sekarang kalo bisa, sharig dong, didikan apa yang kalian berikan pada anak yang berbuah baik? Ajarin apa, jadinya gimana gitu. Sharing ya! Rgds. Loosing My Mojo But not in a sexual way tho hahaha. Gua sedang dalam kondisi yang bagi gua cukup menyedihkan. Sejak tahun 2003 gua selalu mencoba mendeliver 1 karya. masalahnya sekarang gua belum nulis dari februari 2007 sampai maret 2008. Itu adalah jedah satu tahun - terlama gua gak menghasilkan karya dalam bentuk apa pun. Be it script, novel, adaptation, anything. Waktu ada. Waktu selalu ada. Secara kantor gua hanya 15 menit jalan kaki dari rumah. Tapi pulang kantor, selalu ada Alde menunggu dan minta main bareng. Apalagi akhir-akhir ini Alde lebih clingy ke gua. Kalo gua mau ke kantor dia teriak. Kalo pisahan di mall untuk nyewa dvd, dia teriak. But regardless, truth be told, any given day gua memilih untuk memberikan semua waktu gua pada Alde. Jadi waktu bukan masalah. Terus apa masalah gua? Kerja? Bagian ini juga memiliki masalah. I've been making friends with a bohemian couple, the famous indrani.net. dan dari pertemuan dengan mereka gua jadi ingin ikutan les berlayar. Ada kali Indra 4-5 kali ngajakin gua memulai les tapi somehow gua selalu tolak. kebanyakan karena weekend gua harus kerja. Sekali waktu sakit. Dan kesempatannya selalu hilang. kemudian gua ajak dia ikut amazing race 3. yang mana besoknya langsung ada pengumuman dari kantor akan prkembangan downsizing. Gak lucu aja gua ikutan amazing race 3 dan dapet telfon "Adhitya, would you liek a retrechment package?" So that's that. Kerja ini juga memberikan tingkat stress yang sangat tinggi. ketika gua mulai nulis bajak laut beberapa bulan yang lalu, company gua mengalami downsizing dan gua jadinya me-rem pekerjaan menulis untuk konsentrasi ke pekerjaan. Apakah ide juga masalah? Ya. Safe to say bahwa gua kebanyakan ingin cerita dalam bajak laut ini. Dari sejarah raja-raja nusantara - yang ternyata 1 raja bisa punya 3 versi yang gua bingung mana yang bener. Kehidupan sosial Batavia yang sadis dan tidak komedik. Sampe cerita bajak laut itu sendiri yang harus diramu dengan kocak. Ketika seseorang mencoba menggabungkan ketiganya, emosi penulisan jadi naik turun dari bab ke ba. Bukan emosi membaca, tapi emosi menulis. Yang namanya nulis komedi itu moodnya harus pas. ketika mood kita komedik di bab 2 dan kita pindah ke bab 3 yang menerangkan kawasan penjaringan, mood komedi itu hilang. Masuk ke bab 4 yang komedi lagi, sulit sekali mendapatkan mood komedi itu lagi. Trus lagi, proses kehidupan. Ketika gua nulis jomblo, gua masih jadi bujangan happy go lucky type. Nulis GMC gua masih married dengan posisi karir yang masih mencari bentuknya. Nulis TT anak gua masih kecil. Sekarang? gua udah jadi bapak anak satu yang punya portfolio investment besar untuk hari tua dan karir yang mulai speasialis dan hampir diguncang downsize (gua survie btw, alhamdulillah). Dengan cukup jelas, hal-hal yang gua hadapi, jalani dan atasi sekarang jauh lebih penting dan memerlukan kedewasaan berpikir. Dan itu merenggut semua cita rasa komedi gua/ If you look at my blog writings, there hasnt been any single comedic entry for a long, long time. As a recap to all of this, I could be loosing my mojo in writing comedy. Akhirnya untuk bajak laut ini, gua mulai nulis lagi. dan gua memutuskan untuk tidak menggunakan hasil riset 4 tahun dan mulai menulis mengalir begitu saja agar komedinya lepas. Terkadang gua berharap bis aselepas dan serileks Rasdit Kambing jantan atau Endang rukmana. Tapi gua sadar gua gak bisa. Gua punya tanggungan dan actually solid good career to maintain. Dan membalance kedua hal itu dengan menulis is no easy job at all. Oh well. time to try to write again. Brgds. Sekuel Jomblo Guys, mau nanya nih. Gua punya feeling kuat banget untuk melanjutkan novel jomblo. Feeling ini datang dari niat gua untuk menyelesaikan apa yang di sinetron di cut. Jadi ya mungkin materi ceritanya sebagian kecil akan gua ambil dari serial Jomblo walau pun gua bisa jamin itu gak banyak. Menurut kalian gimana? Mau gak baca Jomblo 2? Tolong utarakan setuju tidak setujunya ya. Bukannya gua plin-plan tapi yang baca nantinya kan kalian-kalian juga. So, please speak up. Membeli Masa Depan Sebelumnya makasih bagi yang udah komen dan ngasih masukan di posting gua yang ini. Di Singapur sini kita bisa nonton RCTI dan SCTV. Di suatu malam gua lagi memindai channel dan melihat sebuah iklan yang menggugah. Iklan itu adalah iklan dari tabungan rencana Bank Mandiri.
Sekarang gimana caranya kita pensiun dengan baik? Kecil, gak nyusahin orang tua Nah gua mau share sesuatu di bawah. Bukan karena gua sukses melakukannya, atau telah berhasil menyelesaikannya. Tapi gua pengen aja sharing karena penting untuk diketahui dan semoga memberikan insight yang baik bagi yang belum tahu.
30% pensiun
- asset & liability - Biggest & Most Basic Investment Ketika kita kecil, mereka merawat kita. Setidaknya di mata gua, sebagai anak yang baik, harus selalu siap untuk menampung orang tua. Itu harus. Bokap gua menyisihkan 25% gajinya selama belasan tahun untuk hidupi orang tua dia.
- 5 tahun pertama konsen beli rumah - 5 tahun kedua konsen nabung buat investasi - 5 tahun ketiga konsen nabung pensiun Upside Downside
Kecil, gak nyusahin orang tua Kita Sebagai Anak Kita Sebagai orang tua
Getting Smart on Money Untuk kesekian kalinya gua gak tidur sampe pagi ninggalin ninit yang tidur sendiri di dalam kamar. Seperti biasa pikiran gua melayang ke mana-mana mikirin beberapa hal. Satu hal yang paling lama menghinggapi pikiran gua sampe pagi adalah keuangan. Jahatnya Inflasi Beberapa tahun terakhir ini gua sering mendalami ekonomi. Itu juga dengan kapasitas otak S1 gua yang sangat terbatas dengan legendarisnya. gua mulai belajar dengan menganalisis ekonomi yang ada dengan banyak baca dan banyak ngobrol sama orang. Referensi lain adalah blog-log terkenal seperti http://priyadi.net yang emang analisanya edan. Salut lah sama dia. Semuanya berawal ketika gua menyadari bahwa laju lnflasi di Indonesia ternyata lebih tinggi dari kenaikan kesejahteraan gua. Contohnya: Tahun kemarin gua bisa beli telur harga 1000. Tahun ini harganya 1100. Artinya lnflasi = 10%. Sedangkan bunga di bank = 3%. Artinya tahun kemarin gua nabung 1000. Tahun ini jumlahnya 1030. Terus gua mikir. Gila ya. gua udah kerja siang dan nulis malem-malem tapi tiap tahunnya nilai dari uang yang gua capek-capek dapatkan, menyusut. Gak adil. Gua bukan koruptor. Gua kerja keras. Tapi itu lah keadaannya. mau pendapatan kita 1 juta atau 100 juta, kalau kita biarkan saja, nilainya akan menyusut. Inflasi versi pemerintah = 6% per tahun. Kenyataan di lapangan berkata lain. Inflasi telah sukses membuat tukang goreng pisang bunuh diri karena gak kuat lagi beli minyak tanah. Itu tukang kurang usaha apa coba? Dia bisa aja ngemis pinggir jalan kalo mau dan earning 50000 per hari (1.5 jt / bulan) kalo dia mau. Tapi dia memilih ikhtiar. Yang dirasakan banyak orang saja 10% meski untuk beberapa sektor, lebih dari 10%. Harga apartemen bersubsidi X di sebuah kawasan, akhir 2007 masih 200 juta. Awal 2008, 230 juta. Gila, ganti tahun, 15% naiknya. Ini masih apartemen murahan. Harga apartemen yang mahalan, tahun 2006 masih 600 juta. Awal 2008, 700 juta. Itu sekitar 9%-10%. Mengalahkan Inflasi Dari analisis di atas, gua nemu bahwa musuhnya adalah inflasi. Gua gak bisa ngandelin pemerintah karena pemerintah sekarang terus dibacok calon-calon presiden yang pengen gulingin mereka. 10 tahun reformasi, semua orang yang menggulingkan Suharto berusaha saling menggulingkan dan meningalkan negara ini sebagai satu-satunya negara yang belum lepas dari krisis eknomi di Asia. Inflasi sendiri dipengaruhi banyak faktor yang gua gak mungkin tahu. Tapi dari matematika dasar yang otak S1 ini bisa pikir, artinya: 1. Kenaikan income/tahun > laju inflasi. Masalahnya, gua kayak gini aja udah ngos-ngosan dan stres. Apa iya gua pulang kantor masih harus ngojek juga? 2. Tabungan yang ada, nilainya bertambah > laju inflasi Bagi gua ini yang menarik untuk dibedah lebih jauh. Setahu gua ada bebrapa cara. Mohon infonya jika ada cara lain. Properti - bangunan Begitu punya uang cukup, beli properti. Downside - Masalahnya, barrier of entry untuk bisnis ini minimal 100-200 juta. Itu juga ngutang ke bank. Coba baca iklan di koran atau di website properti. - Harga rumah dan apartemen di tengah kota sudah milyaran. Harga properti juga gak selalu naik terutama apartemen. - Daerah jakarta utara sudah terlalu banyak apartemen. Temen gua di sana beli harga X, kemudian difurnish dan jual lagi. Eh dijual dengan harga X pun (yang artinya rugi di cost furnish), gak laku. - Aset keras. Tentang kenapa aset keras ini merupakan keburukan, nanti dibahas di bawah, Upside - Naiknya lebih besar atau sama dengan inflasi. Ini contoh di atas gua tulis lagi: Harga apartemen bersubsidi X di sebuah kawasan, akhir 2007 masih 200 juta. Awal 2008, 230 juta. Gila, ganti tahun, 15% naiknya. Ini masih apartemen murahan. Harga apartemen yang mahalan, tahun 2006 masih 600 juta. Awal 2008, 700 juta. Itu sekitar 9%-10%. - Properti = aset keras. Keunggulan aset keras adalah kao sampe pemerintah bilang "rupiah tidak berlaku lagi" setidaknya kita masih punya aset untuk dijual. - Properti bangunan adalah aset keras yang bisa mendatangkan passive income. Simply dari ngontrakin rumah / apartemen itu. Properti - tanah Downside - barrier of entry minimal 100 jutaan. - tanah makin sedikit, tidak seperti apartemen yang bisa dibeli ke mana-mana. - pemerintah sedang membuat wacana agar di masa depan, tanah tidak lagi menjadi hak milik tapi hanya hak guna. Masalahnya dengan hak guna adalah, kalo sampe digusur, hak guna menjadi alat pemerintah untuk mebyara ganti rugi minimum. Kalo hak milik, pemerintah bayar lebih tinggi. kalo wacana ini semakin cepat bergulir, maka harga tanah akan naik gila-gilaan. Habis itu harga tanah akan turun. Gak make sense lu beli tanah atas dasar hak guna, kemudian bangun rumah, kemudian digusur dengan ganti rugi minimal. - aset keras. Satu-satunya keuntungan beli tanah adalah nilainya yang terjaga. Tapi kalo kita butuh duit, dijualnya gak bisa cepet. katakanlah kita beli tanah 300 juta di tahun 2000 dan tahun 2008 sudah 400 juta. Trus ternyata kita butuh banget uang 50 juta. Tanah itu gak bisa nolong kita - dalam artian, demi mendapatkan 50 juta, lu harus menjual tanah itu seharga 400 juta. perkara lu dapet 50 juta, beres. Tapi aset lu kejual dan lu harus nyari tanah lagi. dan di tahun 2008 belum tentu ada tanah strategis yang bisa debeli seharga 350 juta sisanya. bayangin anak kita harus dioperasi gawat dan kita gak bisa jual tanah dengan cepat. Apa yang terjadi? hasilnya adalah kita sering sekali lihat iklan 'dijual cepat, butuh uang'. Kan sayang. Kalo dijual cepat, mau gak mau kita pasang harga murah. Dan yang tadinya niat investasi, jadi hilang. Upside - Kecuali kita bener-bener sial, harga tanah gak pernah turun. Dan tidak seperti apartemen yang selalu ada, tanah tidak bertamah. Alias makin lama makin sedikit. - aset keras - Bukan kertas uang yang setiap saat bisa terancam. Pasar Modal Sekarang udah ada yang namanya reksadana. http://priyadi.net dan beberapa blog terkenal lainnya pernah mengupas ini dengan sangat baik. Gua cuman mau ngasih tau risknya aja: upside - Secara historis returnnya sangat baik. 20% per tahun. - Exitnya sangat mudah. Tidak seperti aset-aset keras. Maksudnya exit cepat gini: katakanlah kita tanam di reksadana 50 juta. jalan beberapa bulan sudah 55 juta. Di saat itu, anak kita sakit dan harus operasi, butuh 40 juta. 40 juta itu bisa ditarik kapan saja. - Barrier of entry rendah. Ada beberapa bank yang menjalin kerja sama dengan reksadana dan kita dapat ikut berinvestasi dengan dana 2 juta saja. - Rupiah cost averaging. Nah ini kalo gua salah artiin, mohon dibenerkan ya. Maksudnya gini. Kita kalo beli tanah butuh uang ratusan juta siap. Dengan reksadana, ada yang namanya rupiah cost averaging. Maksudnya, tiap bulan kita bisa transfer 1 juta (atau sekuatnya) ke dalam tabungan reksadana itu. Jadi daripada pusing nyari modal 50 juta untuk ikutan reksadana, 50 juta itu bisa -istilahnya- kita cicil 50 x 1 juta sebulan. Downside - dengan return yang tinggi, risknya juga tinggi. Luar biasa tinggi. Investasinya tidak dijamin. Bisa return 20%, bisa rugi 20%. Temen gua masukin dana 50 juta. Jalan beberapa tahun berbuah jadi 240 juta. Kemudian dia cerita temponya reksadana crash dan sisanya tinggal 50 juta. Balik lagi ke saldo awal. Emas Ini favorit orang tua dan bahkan generasi kita. Orang tua kita sering beli emas dalam bentuk perhiasan karena mereka sudah menyadari bahwa nilai emas stabil. upside - Bisa dibeli dengan jumlah uang kecil, dalam bentuk perhiasan. Tapi nilai jualnya juga rendah karena perhiasan itu seirng dicampur, bukan emas 24 karat. - Nilainya paling stabil dari semua bentuk investasi yang ada. - Nilainya tidak pernhah turun drastis seperti dolar. - Di saat US dollar atau rupiah tidak berlaku, emas adalah bahasa universal yang bisa dijual di mana saja. katakanlah setengah dari dunia ini perang dunia. US dollar tidak berlaku, rupiah tidak berlaku. Kita dipaksa mengungsi ke Irak. Rupiah dan US dollar mungkin diludahin di sana, tap emas? bahasa universal. Downside - Membeli emas adalah cara yang baik untuk menjaga nilai uang. Hanya saja tidak berbunga. - Butuh ilmu dan waktu untuk belajar. Sebaiknya beli emas batangan yang bersertifikat. Currency Asing - USD Sekarang udah gak jamannya nabung dalam USD. Euro dan GBP terbukti lebih kuat dari USD. Di Indonesia USD juga lebih banyak menjadi dagangan fisik ketimbang mata uang. Ini wajar mengingat traumanya Indonesia di tahun 1998 dulu. - Nilai USD lemah ketimbang mata uang lain. - Karena Amerika sedang perang, nilai tukarnya semakin terjun melemah. Sekilas terlihat baik karena dengan USD menurun, Rupiah menguat. Tapi lihat juga kekuatan USD ke mata uang lain. Gua mau cerita hal yang menarik tentang USD dan apakah kita mesti menabung dalam USD, just in case kita krismon lagi. Pertanyaan turunan dari sini adalah: Apaah kita akan mengalami krismon seperti tahun 1998? Jawabannya: tergantung. Kita lihat dulu kasus 1998. Gua sendiri lupa kenapa logika di belakang kasus 1998. Tapi yang jelas: 1991 Bush perang dengan Irak. Perang ini menyedot USD keluar dari Marik sehingga Amrik terlanda krismon. Ini yang membuat Bush tidak terpilih lagi. 1996-98 adalah era Clinton. nah di sini yang gua lupa. Clinton melakukan sesuatu yang membuat Warga Amrik menikmati ekonomi terbaik dalam 2 dekade, sedangkan di belahan dunia lain, seluruh asia krismon. Sekarang Bush perang lagi dengan irak. Kali ini kembali membuat Amrik krismon. dalam waktu 5-7 tahun dari sekarang, Amrik bisa jadi ngejahatin negara2 lain lagi untuk memperkuat ekonominya dengan konsekuensi krismon di belahan dunia lain. 2008 ini adalah pemilu US. kalo sampe hilary terpilih, gua bilang, bisa jadi ada kemungkinan asia krisis lagi karena hilary bisa jadi akan melakukan hal yang sama seperti suaminya. After all, kesuksesan presiden adalah dari ekonomi rakyatnya. Walau pun itu membuat orang lain krisis. Apalagi Clinton suami dia. Dia akan tanya "Bill, what would you do?" Dan dari sana, bisa jadi neraka kita terulang lagi. Apakah jika Mc Cain dan Obama terpilih, pattern yang sama tidak akan terulang? Itu juga tergantung. Entah bagaimana caranya, the next president US harus memperbaiki ekonomi rakyat US yang sudah terpuruk oleh perang irak. Tergantung mereka apakah mereka ingin memulihkan ini dengan cara membuat negara lain rugi (entah gimana logikanya). Jadi, kembali ke pertanyaan, apakah USD adalah alternatif investasi yang baik? Jawaban gua sih, beli perlu, tapi gak usah kebanyakan. Mungkin sekitar 10% dari semua net wroth kita, dimasukkan dalam bentuk USD. dan ini hanya jika kita memiliki rencana menyekolahkan anak ke LN. Kesimpulan Dengan semua resiko yang ada di atas, apakah investasi yang baik? Gua bilang sih semuanya. Diversifikasi. Trik yang kebayang sama gua adalah (dan ini belum gua lakukan ya, cuman yang kebayang aja sama gua) 1. kalo kita punya uang 50 juta, masukkan itu ke dalam investasi yang paling cepat berbuah, meski itu beresiko (reksadana). Katakanlah berbuah menjadi total 100 juta. 2. Dari 100 juta itu, tarik 50 juta modal awal kita keluar dari reksadana dan belikan rumah kontrakan. Dari rumah kontrakan ini bisa berbuah uang. 3. Sekarang kita punya income dari poin 1 dan 2. Setelah cukup, investasikan ke mungkin tanah, atau emas batangan secukupnya. 4. Lakukan poin 3 dengan fondasi poin 1 dan 2 seterusnya. Nah ini adalah bayangan dan analisis gua yang cuman lulusan S1. Selanjutnya terserah masing-masing. Yang jelas, sesuai judul posting gua, pegangan gua adalah satu: Gua udah capek-capek kerja keras. Alangkah sayangnya kalo gua gak berpikir pintar untuk menyelamatkan uang dari hasil kerja keras itu. Rgds. zaralde.com Surprisingly, online baby clothing store kami http://zaralde.com banyak pembelinya. Makasih bagi yang udah jadi pelanggan dan bagi yang belum, gak rugi untuk sekedar kunjungi! Klik di sini untuk lihat satisfied little customers. Cocok untuk anak, Pas untuk ponakan, Ampuh untuk ponakan kecengan! Rgds. Labels: zaralde |
Adhitya Mulya adalah Dewa Ganteng yang tinggal di kahyangan bersama 100 dayang-dayang. Dia menghabiskan waktunya turun ke bumi untuk bertemu dengan rakyat jelata dan berburu menjangan dan babi hutan... (or is it, berburu rakyat jelata dan bertemu dengan babi hutan? anyways, same thing). Oh ya, sesekali dia menulis buku komedi.
orang telah melihat kegantengan gua yang legendaris itu. Ninit ; Aan ; Agung ; Aip ; Alaya ; Avianto ; Aris ; Atta ; Detta ; Ewink ; Enda ; Erly ; Fairy ; Fanny ; Ganda ; Hagi ; Hanzky ; Isman ; Ita Leyla ; Ni'ang ; Ndari ; Nita ; Pip ; Okke ; Roi ; Ruri ; Shinta ; Tyaz ; Udhien ; Umar; Adi ; Afo ; Alaya ; Alfa ; Ale ; Alvons ; Aiff ; Andhi ; Andin ; Andin ; Anggie ; Anto ; Aprian ; arb3i ; Ari ; Arma ; Arif ; Ayu ; Axlandra ; Bantot ; Be-Es ; Beranda ; Bintang ; Bios ; Blub ; Brandy ; Buzz ; Cay ; CB ; Celia ; C'est la Vie ; Civent ; Claustrophobic ; Comel ; Comel ; Crey ; Dagungsta ; Dayat ; Deksay ; Dian ; Dican ; Didi ; Didiet ; Diki ; Dini ; Dion ; Disposable Hero ; Drey ; Duwie ; Dwi ; Dyah ; Ekodox ; Emil ; Ephe ; Eric ; Erika ; Erwin ; Eve ; Eyi ; Farid N ; Farid ; Finalizabeth ; Fitri ; Flow ; Flow ; Fresh ; Gajah Duduk ; Gauz ; goblog ; grE3nY' PrinceZz ; Guido ; Grizz ; Harris ; Harris ; Harris ; Heri ; Herlyanti ; Hero ; Ibiza ; Ika ; Ilsa ; Inex ; Inna ; Ipan ; Irene ; Irene ; Iris ; Isnaini ; Koebiz ; Kun ; Lacsar ; Lemans ; Lilik ; Lindie ; Little Mermaid ; Lontar ; Matz ; Memey ; Merkurius ; Morningdew ; N[a] ; Nasgor ; Neen ; Neenoy ; Nice green ; Nisa ; Nita+Agus ; Nono ; Novie ; Nukov ; Nunik ; Ochan ; Ollie ; Paylo ; Pipit ; Prazz ; Prianca ; QQ ; Radith ; Rapa ; Reena ; Ren ; Ria ; Richoz ; Ridwan Fauzi ; Rihsa ; Riena ; Rita ; Sapi ; Sasha ; Sazi ; Seggaf ; ; ; ; Snydez ; StormyMonday ; Supta ; Sweeney ; Sylvie ; Tamtam ; Tari ; Toet ; Trippin' D ; Tutup Botol ; t.w. ; Ty ; Tyaz ; Tychan ; Umar ; Un^Goe ; Vanda ; Vanya ; Viga ; Vellas ; Weedee ; Yudha ; visit rice bowl journals ! |